Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

SEXUAL VIOLENCE IN UNIVERSITIES IN INDONESIA: BETWEEN STUDENT NEGATION AND RESISTANCE Ainal Fitri; Muhammad Haekal; Almukarramah Almukarramah; Fitri Meliya Sari
Kafa`ah: Journal of Gender Studies Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jk.v12i2.536

Abstract

This qualitative study aimed to investigate how the academic community at a university in Aceh, Indonesia, views the handling of cases of sexual violence on campus. After conducting preliminary research, this research was continued by conducting in-depth interviews with nine students, three lecturers, and two university leaders. Through thematic analysis, this study found that although students are at high risk of becoming victims, some students still deny the potential for sexual violence on campus because of the lack of critical consciousness and the absence of standard rules from the university regarding sexual violence. On another side, the researchers found the emergence of resistance among female students against the sexual violence issue, even though it did not base on critical awareness and collective organization. The implication of this research is the potential for dealing with cases of sexual violence by utilizing the seeds of resistance that arise among students. Future research should explore how the academic community in higher education builds critical awareness in a collaborative and participatory way to deal with the issue of sexual violence.
BIMBINGAN CARA PEMBUATAN TEH DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam) OLEH IBU-IBU DI GAMPONG SANTAN KABUPATEN ACEH BESAR Ibrahim Ibrahim; Marwan Marwan; Almukarramah Almukarramah; Juli Firmansyah; Jalaluddin Jalaluddin; M Ridhwan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.802-806

Abstract

Penyuluhan pembuatan teh dari  daun kelor (Moringa oleifera Lam) dengan pemberian cairan madu, garam sebagai minuman tambahan bagi keluarga. Teh daun kelor berupa herbal biasanya digunakan bahan alami  dari daun, ranting bahkan kulit batang yang jemur beberapa waktu kemudian diseduh dengan air panas. Boleh juga tehkelor ini dapat dikemas berupa bungkusan  dengan kertas saring. Cara pembuatan tek kelor  herbal yaitu dengan dilakukan penyiangan daun dan ranting daun kelor, pengeringan dengan menggunakan sinar matahari secara tindak langsung hingga kering, bahan bakunya dapat di haluskan atau ditumbuk menjadi tepung baru dibungkus  atau dikemas seperti teh celup umumnya. Daun kelor ini juga sering   dikomsumsi oleh masyarakat Aceh sebagai sayuran yang di campuran dengan wortel atau labu dalam menu masakan masyarakat desa. Banyak zat penting yang terkandung di dalam tanaman kelor seperti serat, Vit. B, Fosfor, tembaga, kalium, selenium, vitamin C, vitamin A, kalsium, asam folat, tembaga, magnesium, protein, lemak, kalsium, dan zat besi. Tanin daun kelor juga berguna sebagai antioksidan, antimikroba, antifungi, dan juga anti inflamasi yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker, fungsi utama dari antioksidan yang terkandung dalam daun kelor, yaitu membantu menangkal radikal bebas pada tubuh. 
Urgensi Pengembangan Instrumen Tes Keterampilan Berpikir Komputasional Bertema Biologi bagi Siswa Madrasah Aliyah Ariani, Dina; Ibrahim, Ibrahim; Almukarramah, Almukarramah; Firmansyah, Juli; Khalil, Muhammad
Jurnal Jeumpa Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Jeumpa (In Progress)
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v11i2.10828

Abstract

Upaya yang diperlukan untuk mencapai pendidikan optimal di Era Revolusi Industri 4.0 adalah dengan mengembangkan keterampilan siswa dalam pemecahan masalah yang erat kaitannya dengan kemampuan berpikir komputasional. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk mengetahui urgensi pengembangan instrumen tes keterampilan berpikir komputasional bagi Siswa MAS Darul Ihsan pada mata pelajaran Biologi. Subjek penelitian ini adalah tiga guru Biologi yang ada di MAS Darul Ihsan. Tahapan penelitian meliputi pengambilan data melalui kuesioner, analisis data, dan kesimpulan. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data melalui kuesioner, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58% guru cukup mengetahui tentang keterampilan berpikir komputasional, dan 70% guru kurang mengetahui tentang indikator keterampilan berpikir komputasional. Namun sebanyak 58% guru sudah menerapkan soal dekomposisi, 52% sudah menerapkan soal pengenalan pola, 70% sudah menerapkan soal abstraksi, dan 70% sudah menerapkan soal algoritma. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya keterampilan berpikir komputasional dalam pembelajaran biologi, sehingga perlu dikembangkan instrumen tes untuk mengukur keterampilan tersebut pada siswa di sekolah. Kata Kunci: Berpikir Komputasi, Biologi, Siswa, Madrasah Aliyah.
Penerapan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Sistem Pencernaan di SMA Negeri 1 Peusangan Tutiliana, Tutiliana; Danil, M.; Hasanah, Zainatul; Fakhrurrazi, Fakhrurrazi; Almukarramah, Almukarramah
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 17 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/konstruk.v17i1.4110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan model Discovery Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Peusangan. Jenis yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Sumber data adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Peusangan yang berjumlah 29 orang siswa. Teknik pengumpulan data dengan tes dan observasi. Pelaksanaan dikatakan berhasil bila >75% dari jumlah siswa memperoleh skor kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Akhir tindakan >75%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada siklus I memperoleh persentase 68% dan terjadi peningkatan pada siklus II 89%. Aktivitas guru pada siklus I tindakan I dengan persentase 71,25% dan hasil observasi pada tindakan II dengan persentase 78,75%. Sedangkan aktivitas guru siklus I tindakan I dengan persentase 87,5%, dan hasil obsevasi pada siklus II tindakan II dengan persentase 96,25%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada materi Sistem Pencernaan Pada Manusia kelas XI SMA Negeri 1 Peusangan.
Sexual violence in Indonesian University: On students’ critical consciousness and agency Fitri, Ainal; Haekal, Muhammad; Almukarramah, Almukarramah; Sari, Fitri Meliya
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v7i2.9869

Abstract

This qualitative study analysed how aspects of critical consciousness in students played a role in the issue of sexual violence in a higher education institution. This research involved students, lecturers, and elements of higher education leaders of a university in Aceh, Indonesia. For the data collection method, the researchers used semi-structured interviews. The data was analysed using thematic analysis with the utilization of critical consciousness and student agency concept as the theoretical frameworks. This study found that aspects of critical consciousness played a significant role in dealing with sexual violence issues in university. Without critical consciousness, students would potentially err in analysing the issue of sexual violence. Aspects of students' critical consciousness were also influenced by the structure or discourse of higher education in viewing sexual violence. The tendency of campus to be more concerned with its good reputation also exacerbated the handling and prevention of sexual violence cases. The implication of this research is the finding that critical consciousness and institutional structure influence each other, both positively and negatively. To deal with sexual violence, a university must promote critical consciousness among students and academics, create pro survivors’ discourse and underpin students' agency, and most importantly, strive to cultivate gender equity perspective among university leaders. Future research should focus on investigating effective pedagogy to nurture critical consciousness for supporting the anti-sexual violence agenda in a higher education institution
Peran Guru Pendamping Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Almukarramah; Ibrahim; Marwan; Mohd Isha Awang; Junaidi
Jurnal Serambi Ilmu Vol. 25 No. 2 (2024): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jsi.v25i2.2454

Abstract

Maksud dari penelitian ini, yaitu: untuk mengetahui bagaimana cara kerja guru pendamping dalam meningkatkan prestasi belajar siswa SMP Negeri 6 Banda Aceh. Dalam menghadapi masalah belajar siswa dan solusi yang baik untuk membantu guru mata pelajaran atau wali kelas untuk meningkatkan prestasi dan motivasi belajar peserta didik. Penelitiaan ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, subjek penelitian ini adalah guru pendamping, guru mata pelajaran,  wali kelas, kepala sekolah serta peran komite sekolah yang bertanggung jawab atas kinerja mereka. Cara  pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa 24 orang guru pendamping dan wali kelas. Penelitian ini dilakukan dengan mengunakan pendekatan kualitatif, yaitu pendekatan yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata, grafik, atau keterangan lainnya. Pengumpulan data dengan cara menggunakan angket kepada guru pendamping, wali kelas dan guru mata pelajaran. Hasil penelitian diperoleh bahwa peran guru pendamping sangat baik terhadap pokja, aktivitas, kerja team, evaluasi  dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Kehadiran guru pendamping  dapat memberi motivasi, dorongan, dan strategi- strategi yang tepat bagus siswa dalam mempersiapkan diri untuk belajar lebih serius.  meningkatkan motivasi belajar siswa, karena guru adalah motivator terbaik untuk para siswa dalam meningkakan motivasi kepada siswa.
Urgensi Pengembangan Instrumen Tes Keterampilan Berpikir Komputasional Bertema Biologi bagi Siswa Madrasah Aliyah Ariani, Dina; Ibrahim, Ibrahim; Almukarramah, Almukarramah; Firmansyah, Juli; Khalil, Muhammad
Jurnal Jeumpa Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v11i2.10831

Abstract

Pendidikan optimal di Era Revolusi Industri 4.0 memerlukan pengembangan keterampilan pemecahan masalah, yang berkaitan erat dengan kemampuan berpikir komputasional/computational thingking (CT). Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mengidentifikasi urgensi pengembangan instrumen tes keterampilan berpikir komputasional bagi siswa Madrasah Aliyah pada mata pelajaran Biologi. Penelitian dilaksanakan pada Juni 2024 dengan subjek guru Biologi di MAS Darul Ihsan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif melalui empat tahapan yaitu analisis pra-lapangan, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar guru mengetahui konsep berpikir komputasional (58%), namun pemahaman mereka terhadap indikator spesifik masih terbatas (70%). Meskipun demikian, sebagian besar guru telah menerapkan soal yang mencakup dekomposisi (58%), pengenalan pola (52%), abstraksi (70%), dan algoritma (70%). Kesimpulannya, diperlukan upaya lebih lanjut untuk mengembangkan instrumen tes yang efektif dan akurat dalam mengukur keterampilan berpikir komputasional siswa dalam pembelajaran Biologi.
PEMBERDAYAAN EKONOMI NELAYAN PESISIR BANDA ACEH UNTUK MENINGKATKAN PENGHASILAN MASYARAKAT TEMPATAN Ibrahim, Ibrahim; Rafsanjani, Aiza; Almukarramah, Almukarramah; Morina Zubainur, Cut; Nazaruddin, Said
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 9 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i9.3520-3528

Abstract

Keberadaan masyarakat pesisir sering  terlupakan  dan kurang mendapat perhatian dari  pemerintahan dalam peningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat terutama para  nelayan. Upaya dari pemberdayaan masyarakat nelayan berdampak pada rendahnya tingkat pendapatan masyarakat nelayan dan kemudian berdampak pada sektor penghasilan tidak mencukupi. Keadaan ini juga dapat mempengaruhi bidang ekonomi keluarga menjadi semakin lemah terutama para nelayan di pesisir Alue Naga. Rendahnya kemampuan sumber daya manusia cara pengelola sentra ekonomi kreatif, home industri, produksi usaha micro,  belum menerapkan tampilan kemasan produk yang berkualitas. Bagian pemodalan yang kecil,  serta sistem pemasaran  yang masih sederhana belum memanfaatan teknologi informasi/ media  iklan dalam menjual produk mereka. Kami berharap pada kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan dan kreatifitas para nelayan pesisir sebagai pelaku wirausaha home industri dalam mengelola usahany dengan baik. Mereka dilatih dalam cara proses produksi yang berkualitas hygenis,  sistem pemasaran yang terkoneksi sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.  Melalui kerjasama  dengan  pihak Universitas Serambi Mekkah  yang terdapat di sekitar Banda Aceh dapat membantu para nelayan. Melalui tahapan kegiatan yang diawali dengan sosialisasi dalam bentuk,  Forum Group Discussion (FGD) dengan para nelayan  pelaksanaan workshop/pelatihan peningkatan proses produksi, pengelolaan sistem pemasaran berbasis teknologi informasi. Dalam kegiatan ini sebagai pelaku kegiatan industri rumah tangga kami berharap dapat meningkatan ekonomi kreatif  usaha kecil bagi nelayan pesisir
THE ECOLOGICAL AND ECONOMIC STUDY OF WHITEFLY INSECTS (HEMIPTERA: PSEUDOCOCCIDAE) ON FRUIT MANGO hakim, Lukmanul; Almukarramah, Almukarramah; Jailani, Jailani; Surya, Erdi
Serambi Journal of Agricultural Technology Vol 7, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/sjat.v7i2.9939

Abstract

Mealybug (Hemiptera:Pseudococcidae) is a polyphagous pest that attacks various horticultural crops. Its reproduction rate is very rapid; in tropical regions, the life cycle lasts about 19–25 days at temperatures of 28–32°C. Its natural enemies include predators and parasitoids. This study aimed to determine the number of colonies and individuals of the whitefly pest on mango plants. The research was conducted from July to November 2025 in Gampong Cot Mesjid, Lueng Bata District, Banda Aceh City, Aceh Province. The method used was qualitative with a descriptive approach, and data were collected through field observations. From five observed samples, the distribution of whitefly colonies on mango plants was found to be higher compared to the number of natural enemy individuals. The results showed a positive relationship between the number of whitefly colonies and the number of natural enemies; however, the effectiveness of natural enemies in suppressing pest populations remained low. Ecologically, maintaining a balance between pest and natural enemy populations is necessary. Economically, biological control needs to be strengthened to minimize losses caused by pests without dependence on chemical pesticides.  
Biotechnology Learning through the Utilization of Natural Resources and Local Wisdom as a Foundation for Developing New Businesses in the Seulawah Valley Community of Aceh Besar Almukarramah; Rubiah; Ibrahim; Jailani; Suryani; Ummul Mukminah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 10 (2025): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i10.12466

Abstract

The use of biotechnology, which relies on local natural resources and community wisdom, has enormous potential to advance the economy of rural communities, particularly in the Seulawah Valley, Aceh Besar. This study aims to explore how the biotechnology learning process can be optimized and implemented to support the sustainable development of new businesses. Using descriptive qualitative methods, this study investigates community understanding of biotechnology, the capacity of local resources, and the integration of local wisdom values in the development of biotechnology-based products. The results indicate that participatory learning methods in biotechnology encourage community creativity and innovation in processing agricultural, fishery, and medicinal plant products into products with high economic value, such as organic fertilizer and fermented foods. These findings emphasize the importance of integrating local knowledge and modern technology as a crucial foundation and basis for community-oriented economic development.