Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : BIOMA

Aktivitas antibakteri metabolit sekunder isolat bakteri endofit kunyit (Curcuma longa L.) terhadap Propionibacterium acnes Patrio Victorianus Baraga; Mahyarudin Mahyarudin; Ambar Rialita
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 11 No. 1: April 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v11i1.10558

Abstract

ABSTRAKPropionibacterium acnes merupakan penyebab utama terjadinya acne vulgaris. Pengobatan tanda, gejala, dan kekambuhan acne vulgaris cukup sulit dikarenakan P. acnes yang resisten dengan antibakteri seperti golongan linkosamida. Kunyit (Curcuma longa L.) mempunyai senyawa aktif kurkumin yang merupakan polifenol alami dengan sifat antibakteri terhadap P. acnes. Bakteri endofit yang diisolasi dari suatu tanaman dapat menghasilkan metabolit sekunder yang sama dengan tanaman aslinya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri metabolit sekunder endofit kunyit terhadap P. acnes. Penelitian bersifat deskriptif yaitu isolat bakteri endofit kunyit diujikan dengan metode difusi cakram terhadap P. acnes. Isolat yang paling berpotensi memiliki aktivitas antibakteri diidentifikasi berdasarkan karakterisasi morfologi koloni, morfologi sel, biokimia dan dilakukan uji senyawa metabolit sekunder dengan menggunakan metode Ciulei. Sebanyak 12 dari 17 isolat memiliki aktivitas terhadap P. acnes dengan diameter zona hambat terbedar yaitu 21,2 mm dengan kode isolat H5. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa H5 memiliki kemiripan dengan genus Bacillus. Hasil uji metabolit menunjukkan bahwa senyawa antibakteri yang dihasilkan isolat H5 yaitu saponin, terpenoid dan flavanoid. Bakteri endofit tanaman kunyit memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap bakteri P. acnes. Kata kunci: antibakteri; bakteri endofit; Curcuma longa L.; Propionibacterium acnes.  ABSTRACTAntibacterial activity of secondary metabolites of endophytic bacterial isolated from tumeric (Curcuma longa L.) against Propionibacterium acnes. Propionibacterium acnes is the main cause of acne vulgaris. Treatment to control the signs, symptoms, and recurrence of acne vulgaris is not easy due to its resistance to antibacterials such as linkosamide group. Turmeric (C. longa L.) has an active compound, curcumin, the main natural polyphenol which has antibacterial properties against P. acnes. Endophytic bacteria isolated from plant can produce same secondary metabolites with the host plant. The study aimed to determine the antibacterial activity of turmeric bacterial endophytes secondary metabolites against P. acnes. The research was descriptive research where endophytic bacterial isolates of turmeric were tested by disk diffusion method against P. acnes. The most potential isolates with antibacterial activity was identified based on the characterization of colony morphology, cell morphology, biochemical tests and a secondary metabolic compound test used Ciulei method. A total of 12 from 17 isolates had activity against P. acnes with the biggest inhibition zone is 21.2 mm with code H5. The identification results showed that H5 had similarities with the genus Bacillus. Metabolite test showed that the antibacterial compounds produced by H5 were saponins, terpenoids and flavonoids. The endophytic bacteria of turmeric plant has potential as an antibacterial against P. acnes. Keywords: antibacterial; endophytic bacteria; Curcuma longa L.;  P. acnes.
Aktivitas antibakteri isolat bakteri endofit daun pegagan (Centella asiatica) terhadap Staphylococcus aureus Sembodho Edi Kurniawan; Mahyarudin Mahyarudin; Ambar Rialita
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 10 No. 1: April 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v10i1.7140

Abstract

ABSTRAKAncaman global pada kasus Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) membutuhkan alternatif penanganan dengan tanaman obat tradisional. Bakteri endofit pada tanaman pegagan (Centella asiatica) memiliki kemampuan menghasilkan senyawa metabolit sekunder bersifat antibakteri yang serupa dengan tanaman inangnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri isolat bakteri endofit daun pegagan (C. asiatica) terhadap S. aureus. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu isolat bakteri endofit daun pegagan (C. asiatica) diujikan dengan metode difusi cakram terhadap S. aureus. Isolat yang paling berpotensi memiliki aktivitas antibakteri dilakukan uji metabolit untuk mengetahui senyawa antibakteri yang dihasilkan. Identifikasi bakteri endofit berdasarkan morfologi koloni, morfologi sel, dan uji biokimia. Hasil penelitian menunjukkan 2 dari 37 isolat memiliki aktivitas terhadap S. aureus  dengan zona hambat sebesar 9,02 mm dan 15,9 mm. Isolat yang paling berpotensi memiliki aktivitas tertinggi yaitu isolat I2 dengan zona hambat sebesar 15,9 mm. Isolat I2 memiliki kemiripan dengan genus Bacillus dan kemampuan mengasilkan senyawa antibakteri seperti alkaloid, saponin dan terpenoid.  Kata kunci: antibakteri; bakteri endofit; Centella asiatica; Staphylococcus aureus   ABSTRACTAntibacterial activity of endophytic bacteria isolate from pegagan leaves (Centella asiatica) against Staphylococcus aureusThe global threat in the case of Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) requires alternative treatment using traditional medicinal plants. Endophytic bacteria found in Pegagan plants (Centella asiatica) have ability to produce secondary metabolites with antibacterial capabilities similar to their host plants. The purpose of this study is to determine the antibacterial activity of endophytic bacterial isolates of Pegagan (C. asiatica) against S. aureus. This study is a descriptive research where endophytic bacterial isolates of Pegagan leaves (C. asiatica) were tested with disk diffusion method against S. aureus. The most potential isolates with antibacterial activity were performed metabolites test to determine the antibacterial compounds produced. Endophytic bacteria identification based on colony morphology, cell morphology and biochemical tests. The results showed that 2 out of 37 isolates had activity against S. aureus with inhibition zone of 9,02 mm and 15.9 mm. The most potential isolate that has highest activity was I2 isolate with inhibition zone of 15.9 mm. Isolate I2 has similarities with the genus Bacillus and the ability to produce antibacterial compounds such as alkaloids, saponins and terpenoids. Key words: antibacterial; Centella asiatica; endophytic bacteria; Staphylococcus aureus
Co-Authors Abror Irsan Agustina, Risa Alex Alex Ambar Rialita Ambar Rialita Ambar Rialita Ambar Rialita Ambar Rialita Ambar Rialita Ambar Rialita Ambar Rialita Ambar Rialita Ambar Rialita Analekta Tiara Perdana Andriani Andriani Andriani Andriani Andriani Anggie, Joycely Anggita Serli Verdian Anja Asmarany Anzas Niam Saputra Arif Wicaksono Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab Auliya Az Zahra Bimo Hendrayana Delima Fajar Liana Delima Fajar Liana Diana Natalia Diana Natalia Diana Natalia Diana Natalia Diana Natalia Effiana Effiana Eka Ardiani Putri Elliska Murni Harfinda Elvin Felix Pratama Ery Hermawati Fajar Liana, Delima Fitaloka, Fahira Amanda Handini, Mitra Hariyanto IH Helmi Sastriawan Herwandi Herwandi Hutahaean, Olifer Jannes Ilmiawan, Muhammad In'am Ilmiawan, Muhammad In’am Iman Rusmana Irvandy, Muhammad Syifa Kahtan, Muhammad Ibnu Kurniawan, Prayoga Ledi RN Sulistyawati Liana, Delima F. Liauw, Josephine Johan Mardhia , Mardhia Mardhia Mardhia Mardhia, Mardhia Marizca Okta Syafani Maulana, Muhammad Ali Meika Meidina Yuanita Minami, Gabriella Stephanie Mistika Zakiah Mita Mita, Mita Mitra Handini Muhammad Asril Najini, Robby Nera Umilia Purwanti, Nera Umilia Nizarrahmadi Nizarrahmadi Nur Al Huda Patrio Victorianus Baraga Prasetyo, Raditia Tri Pratama, Elvin Felix Putri, Lidya Hafidzah Qurrota Ayun Rahmat Dani, Kafa Rahmawati, Nadia Restika, Risma A. Reza Wahyudi Rialita, Ambar Rifdah, Dzuria Adhana Riki Vernando Rini Andriani Rista Delyani Safira Sukma Dewinda Saputra, Andhika Fadhil Saskya Maulidya Astari Sembodho Edi Kurniawan Shafira Kurnia Warianti Shintya Dewi Sigit Normagiat Sukma Ayu Anandhita Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab Assegaf Syarifah NYRS Asseggaf Tafwidhah, Yuyun Tanti Melinda Tomi Lim Uswatun Hasanah Vanesa, Vanesa Veren Evelyn Chandra Vernando, Riki Vica Vionita Rosalim Virhan Novianry Vivi Yanthi Warianti, Shafira Kurnia Willy Handoko Willy Sanjaya Yanthi, Vivi Yoga Pramana YULIN LESTARI Zaitin Nur Zulfikar Dwi Kiswahyu Nindo ‘Ariqah ‘Azizah, Intan