p-Index From 2021 - 2026
5.507
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PROSIDING SEMINAR NASIONAL Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah KORPUS IJMS - Indonesian Journal on Medical Science JURNAL SILOGISME : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan) Perspektif Pendidikan dan Keguruan Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Infokes : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Jurnal Aksioma Ad Diniyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Jurnal Program Kemitraan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Ekonomi Al Intisyar: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Stethoscope Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) International Journal of Humanities Education and Social Sciences Kajian Moral dan Kewarganegaraan Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat EINSTEIN (E-JOURNAL) INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Riset Ilmu Manajemen Bisnis dan Akuntansi Perspektif: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Algoritma: Jurnal Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Kebumian dan Angkasa Global Leadership Organizational Research in Management Fatih: Journal of Contemporary Research Health Access Journal Jurnal Manajemen Almatama Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Indonesian Journal of Pharmacology and Therapy Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health NERS Jurnal Keperawatan Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan GURUPEDIA: Journal of Teacher and Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Stethoscope

HUBUNGAN STRES DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI USIA PRODUKTIF Avynas Helvy Subrata; Dewi Wulandari
Jurnal Stethoscope Vol 1, No 1 (2020): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.407 KB) | DOI: 10.54877/stethoscope.v1i1.775

Abstract

AbstrakHipertensi sampai sekarang masih menjadi penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia. Belakangan, penyakit tersebut tak hanya menyerang orang lanjut usia karena faktor degeneratif tapi usia produktif. Usia penderita hipertensi makin merentang ke bawah dengan usia 25 - 45 tahun Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan stres dengan tekanan darah penderita hipertensi pada usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Kebakkramat 1 Karanganyar. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan analitik observasional, menggunakan pendekatan cross sectional. Sample penelitian ini berjumlah 60 responden. Teknik pengambilan sampel dengan cara cluster random sampling dan analisis data menggunakan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara stres dengan tekanan darah sistole dan diastole penderita hipertensi usia produktif dengan nilai p-value 0,032 dan 0,000. Penderita hipertensi dengan stres tinggi memiliki risiko untuk mengalami peningkatan tekanan darah sistole 3,29 kali dan diastole 10 kali dibandingkan dengan penderita yang stresnya rendah. Simpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara stres dengan tekanan darah, baik sistole maupun diastole pada penderita hipertensi usia produktif.Kata kunci : stres, tekanan darah, hipertensi. THE RELATIONSHIP BETWEEN STRESS AND BLOOD PRESSURE IN HYPERTENSIVE PATIENTS IN PRODUCTIVE AGE Abstract               Hypertension is still the number one killer disease in Indonesia. Later, the disease does not only attack older people due to degenerative factors but productive age. The age of hypertension sufferers increasingly stretches down to the age of 25 - 45 years. The purpose of this study was to determine the relationship of stress with blood pressure of hypertensive sufferers at productive age in the work area of Kebakkramat 1 Karanganyar Health Center. This research was a quantitative research with observational analytic, using cross sectional approach. The sample of this study was 60 respondents. The sampling technique was by using cluster random sampling and data analysis using cross tabulation. The results showed there was a relationship between stress and systolic blood pressure and diastole of hypertensive patients of productive age with p-values of 0.032 and 0,000. People with hypertension with high stress have the risk to experience an increase in blood pressure of systole 3.29 times and diastole 10 times compared to patients with low stress. Conclusion: there was a significant relationship between stress and blood pressure, both systolic and diastolic in patients with hypertensive productive age.Keywords: stress, blood pressure, hypertension
Hubungan antara Durasi Penggunaan Gadget Smartphone dengan Kesehatan Mental Anak Usia 4-5 Tahun di Desa Pablenga Sri Oktaviani; Dewi Wulandari; Triana Mirasari
Jurnal Stethoscope Vol 2, No 2 (2021): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3949.29 KB) | DOI: 10.54877/stethoscope.v2i2.859

Abstract

AbstrakPenggunaan gadget smartphone yang berlebihan akan berdampak buruk bagi perkembangan dan kesehatan anak, terutama di segi otak dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan gadget smartphone dengan kesehatan mental anak usia 4 - 5 tahun di desa Pablengan. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel dikumpulkan dengan menggunakan simpel random sampling di desa Pablengan pada usia 4 - 5 tahun, responden sebanyak 119. Variabel independen dalam penelitian ini adalah durasi penggunaan gadget smartphone dan variabel dependen adalah kesehatan mental anak di desa Pablengan, dengan menggunakan kuesioner SDQ. Data dianalisis menggunakan uji Kendall’s Tau (a0.05) hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi penggunaan gadget berkolerasi signifikan dengan kesehatan mental anak dengan nilai koefisien korelasi 0.836 (p=0,001). Terdapat hubungan signifikan antara durasi penggunaan gadget smartphone dengan kesehatan mental anak usia 4- 5 tahun di desa Pablengan.Kata kunci: anak, gadget smartphone, kesehatan mental The Relationship between the Duration of Smartphone Usage with the Mental Healthof Children Aged 4 - 5 Years in the Pablengan Village AbstractThe use of a smartphone gadget which is excessive would be bad for the development and health of children, especially in terms of brain and psychological. This study aims to determine the relationship between the duration of use of gadgets smartphones with the mental health of children aged 4 - 5 years in the village Pablengan; this study uses observational analytics with a cross-sectional design. The sample in the collection using simple random sampling in the village Pablengan at the age of 4 - 5 years, respondents 119. The independent variable in this study is the duration of the use of gadgets smartphones, and the dependent variable is the mental health of children in the village Pablengan. Data analysis using the test provided by Kendall‘s Tau (a0.05) results showed that the duration of the use of gadgets correlated significantly with the mental health of the child (p=0.001There is a significant relationship between the duration of use of gadgets smartphone with the mental health of children aged 4 - 5 years in the village Pablengan.Keywords: child, gadgets, smartphone, mental health
Implementasi Family Psychoeducation secara Online pada Keluarga dengan Isolasi Sosial di Masa Pandemi Covid-19 Dewi Wulandari; Herni Susanti; Ice Yulia Wardani
Jurnal Stethoscope Vol 2, No 1 (2021): Stethoscope
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2770.92 KB) | DOI: 10.54877/stethoscope.v2i1.838

Abstract

AbstrakSkizofrenia merupakan gangguan mental kronis yang dapat menyebabkan masalah perawatan diri, ketergantungan finansial, dan gangguan hubungan personal. Salah satu gejala negatif skizofrenia adalah isolasi sosial, yang jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan halusinasi dan penurunan produktivitas yang dapat menjadi beban keluarga dan masyarakat. Tujuan case report ini adalah untuk memaparkan implementasi Family Psychoeducation (FPE) secara online kepada keluarga dengan masalah isolasi sosial di masa pandemi dan manfaat yang diperoleh. Metode penelitian ini menggunakan desain case report. Kasus yang diambil adalah masalah isolasi sosial pada Sdr.J yang mengalami skizofrenia. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif. Hasil case report menunjukkan bahwa FPE dilakukan selama 4 kali pertemuan secara daring dengan media video call whatsapp dan google meet, dibutuhkan konektivitas jaringan yang baik dan digital literacy yang memadai. FPE online di masa pandemi aman untuk menghindari pajanan Covid-19 serta efisien biaya dan waktu. Selain itu efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam merawat klien gangguan jiwa, mengurangi stres dan beban yang dirasakan keluarga. Hendaknya tenaga kesehatan melaksanakan FPE secara online pada keluarga dengan gangguan jiwa di masa pandemi.Kata kunci: psikoedukasi keluarga, online, isolasi sosial, pandemi Covid-19Online Family Psychoeducation Implementation in Families with Social Isolation in The Pandemic of Covid-19AbstractSchizophrenia is a chronic mental disorder that can lead to self-care problems, financial dependence, and impaired personal relationships. One of the negative symptoms of schizophrenia is social isolation, which if not handled properly can cause hallucinations and decreased productivity that can be a burden on families and society. The purpose of this case report was to explain the implementation of online Family Psychoeducation (FPE) to families with social isolation problems during the pandemic and its benefits. This research method used a case report design. The case taken was the problem of social isolation in Mr. J who had schizophrenia. The analysis technique used was descriptive. The results of the case report showed that FPE was carried out for 4 online meetings using WhatsApp and Google Meet video calls, good network connectivity and adequate digital literacy are needed. Online FPE during the pandemic was safe to avoid Covid-19 exposure and was cost and time efficient. In addition, it was effective in increasing the knowledge and skills of families in caring for clients with mental disorders, reducing stress and the burden felt by the family. Health workers should carry out online FPE for families with mental disorders during the pandemic.Keywords: family psychoeducation, online, social isolation, Covid-19 pandemic
OPTIMALISASI SOCIAL SUPPORT PADA PASIEN GANGGUAN JIWA MELALUI FAMILY INTERVENTION Dewi Wulandari; Mustikasari -
Jurnal Stethoscope Vol 1, No 2 (2020): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1767.404 KB) | DOI: 10.54877/stethoscope.v1i2.812

Abstract

AbstrakSebagian besar penderita skizofrenia tinggal dengan dan atau mempertahankan kontak dekat dengan keluarga dan kerabat lainnya. Akan tetapi keluarga jarang dilibatkan dalam perawatan klinis meskipun penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga memiliki efek positif pada individu dengan skizofrenia. Tujuan dari studi ini adalah mendeskripsikan family intervention sebagai upaya mengoptimalkan social support pada pasien gangguan jiwa. Metode yang digunakan adalah systematic review. Hasil telaah terhadap 11 artikel dari Proquest didapatkan bahwa family intervention dapat meningkatkan adaptasi pasien terhadap gejala skizofrenia, menurunkan skor pada BPRS, meningkatkan kesehatan dan keterampilan sosial, dan kohesi keluarga. Kata Kunci: family intervention, social support, skizofrenia Optimization of Social Support in Mentally Ill PatientsThrough Family Intervention AbstractMost schizophrenics live with and or maintain close contact with family and other relatives. However, families are rarely involved in clinical care, although studies have shown that family involvement has a positive effect on individuals with schizophrenia. The purpose of this study was to describe family intervention as an effort to optimize social support in patients with mental disorders. The method used was a systematic review. The results of a review of 11 articles from Proquest found that family intervention can improve patient adaptation to schizophrenia symptoms, reduce scores in BPRS, improve health and social skills, and family cohesion.Keywords: family intervention, social support, schizophrenia
Hubungan Pola Pemberian ASI dengan Keberhasilan ASI Eksklusif Agustina Eko Saputri; Dewi Wulandari; Triana Mirasari
Jurnal Stethoscope Vol 2, No 1 (2021): Stethoscope
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2402.909 KB) | DOI: 10.54877/stethoscope.v2i1.831

Abstract

AbstrakAir Susu Ibu (ASI) merupakan asupan terbaik bagi bayi sejak lahir hingga usia 2 tahun. ASI eksklusif diberikan pada bayi usia 0-6 bulan. Angka cakupan keberhasilan ASI eksklusif di kabupaten Karanganyar pada tahun 2018 masih terbilang rendah, yaitu 62,3%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan pola pemberian ASI dengan keberhasilan ASI ekskusif. Pola pemberian ASI meliputi frekuensi, durasi, cara pemberian, dan selang waktu pemberian ASI. Studi ini merupakan penelitian observasional analitik yang menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 6-12 bulan yang berjumlah 238 orang. Teknik sampel menggunakan cluster random sampling dengan ukuran sampel 72 responden. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan frekuensi pemberian ASI, durasi, cara pemberian, dan selang waktu pemberian ASI dengan keberhasilan ASI eksklusif, dan diperoleh nilai signifikasi p0,001. Simpulan: terdapat hubungan pola pemberian ASI dengan keberhasilan ASI eksklusif. Saran: tenaga kesehatan sebaiknya memberikan informasi terkait pola pemberian ASI yang benar dan pentingnya ASI eksklusif untuk menunjang keberhasilan program tersebut.Kata kunci: pola pemberian ASI, keberhasilan ASI eksklusifPatterns on Breastfeeding to the Success of Exclusive BreastfeedingAbstractMother’s milk (ASI) is the best intake for babies from birth to 2 years of age. Exclusive breastfeeding is given to infants aged 0-6 months. The success rate of exclusive breastfeeding in Karanganyar district in 2018 is still relatively low, at 62.3%. The purpose of this study was to determine the relationship between breastfeeding patterns and the success of exclusive breastfeeding. The pattern of breastfeeding includes the frequency, duration, method of giving, and the interval of breastfeeding. This study is an analytic observational study using a cross sectional design. The populations in this study were 238 mothers who had children aged 6-12 months. The sampling technique used cluster random sampling on 72 respondents. Questionnaire was used as the research instrument on collecting the data. The data obtained were analyzed by Chi Square test. The results showed that there was a relationship between the frequency of breastfeeding, duration, mode of administration, and the interval of breastfeeding with the success of exclusive breastfeeding, and a significance value of p0.001 was obtained. Conclusion: there is a relationship between breastfeeding patterns and the success of exclusive breastfeeding. Suggestion:
Pengaruh Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Kecemasan pada Klien Isolasi Mandiri Covid-19 di Kecamatan Karanganyar Sulestyaningrum Ayu Wardani; Dewi Wulandari; Triana Mirasari Mirasari
Jurnal Stethoscope Vol 3, No 1 (2022): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/stethoscope.v3i1.897

Abstract

AbstrakKecemasan pada klien isolasi mandiri Covid masih menjadi masalah kesehatan karena kecemasandapat mempengaruhi kondisi psikologis seseorang, seperti seseorang yang menjalani isolasi mandiri,diantaranya yaitu rasa takut akan kematian, perasaan bosan, sulit tidur, berkurangnya selera makandan tertekan saat isolasi mandiri. Tindakan yang bisa dilakukan untuk mengurangi kecemasan salahsatunya adalah teknik relaksasi otot progresif. Tujuan penelitian: Mengetahui pengaruh teknik relaksasiotot progresif terhadap kecemasan pada klien isolasi mandiri COVID-19. Desain yang digunakan quasieksperimental dengan rancangan pretest dan post test control group design. Responden dalam penelitianadalah klien isolasi mandiri COVID-19 17-60 tahun sebanyak 36, dibagi menjadi 2 kelompok yaitukelompok control dan kelompok intervensi. Hasil penelitian menunjukkan teknik relaksasi otot progresifmampu menurunkan rata-rata lebih besar dibandingkan dengan tanpa pemberian teknik relaksasi ototprogresif, sedangkan nilai signifikansi 0,009 0,05, menunjukkan uji hipotesis diterima, yaitu menolakHo dan menerima Ha. Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh yang signifikan pemberian teknik relaksasiotot progresif terhadap kecemasan klien isolasi mandiri Covid-19, dengan nilai signifikansi 0,009. Hasilini menunjukkan secara nyata teknik relaksasi otot progresif mampu menurunkan kecemasan klienisolasi mandiri Covid-19 dengan perbedaan rerata skor kecemasan antara kelompok intervensi dankontrol sebanyak 8,38.Kata kunci: Isolasi mandiri covid, kecemasan, relaksasi otot progresifThe Influence of the Technique of Progressive Muscle Relaxation on Anxiety in theClient Self Isolation Covid-19 in the District of KaranganyarAbstractAnxiety in Covid self-isolation clients is still a health problem because anxiety can affect a person’spsychological condition, such as someone undergoing self-isolation, including fear of death, feelingbored, difficulty sleeping, reduced appetite and depressed during self-isolation. Actions that can be doneto reduce anxiety one of them is progressive muscle relaxation techniques. Research objective: Knowingthe effect of progressive muscle relaxation techniques on anxiety on COVID-19 self-isolation clients. Thedesign used experimental quasi with pretest design and post test control group design. Responden dalampenelitian adalah klien isolasi mandiri COVID-19 17-60 tahun sebanyak 36, dibagi menjadi 2 kelompokyaitu kelompok control dan kelompok intervensi. Hasil penelitian menunjukkan teknik relaksasi ototprogresif mampu menurunkan rata-rata lebih besar dibandingkan dengan tanpa pemberian teknikrelaksasi otot progresif, sedangkan nilai signifikansi 0,009 0,05, menunjukkan uji hipotesis diterima,yaitu menolak Ho dan menerima Ha. The conclusion of this study is that there is a significant effect of 79STETHOSCOPE VOL. 3 NO. 1 - JUNI 2022 ISSN 2722-8118 (Printed) 2723-4096 (Online)giving progressive muscle relaxation techniques to the anxiety of Covid-19 self-isolation clients, witha significance value of 0.009. These results show that progressive muscle relaxation techniques cansignificantly reduce the anxiety of COVID-19 self-isolation clients with the difference in the mean scoreof anxiety between the intervention and control groups was 8.38.Keywords: Self-isolation, anxiety, progressive muscle relaxation
Pengaruh Senam Peregangan Aktif terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pralansia Hipertensi di Desa Banjarharjo, Karanganyar Rizqi Hijah Zahra Latifah; Dewi Wulandari; Nurul Gilang Abriani
Jurnal Stethoscope Vol 3, No 1 (2022): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/stethoscope.v3i1.894

Abstract

AbstrakHipertensi merupakan masalah kesehatan yang menjadi prioritas utama setiap tahunnya. Hipertensipaling sering terjadi pada masyarakat dengan rentang usia 31-65 tahun. Tujuan penelitian ini yaituuntuk mengetahui pengaruh senam peregangan aktif terhadap penurunan tekanan darah pada pralansiahipertensi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Quasi eksperimental pre-post testcontrol group. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 230 pralansia hipertensi di Desa Banjarharjo,Karanganyar, dengan jumlah sampel 32 responden; 16 untuk kelompok intervensi dan 16 untuk kelompokkontrol yang ditentukan menggunakan rumus Federer. Teknik pengambilan sampel yang digunakanadalah probability dengan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan penurunan rata-ratatekanan darah sistole kelompok intervensi sebesar 20 dan kelompok kontrol 8.1, sedangkan penurunanrata-rata tekanan darah diastole kelompok intervensi sebesar 8.1 dan kelompok kontrol 3.1. Hasil ujimann whitney sesudah perlakuan pada kelompok intervensi dan kontrol menunjukkan adanya perbedaantekanan darah sistolik (p = 0.007) dan diastolik (p = 0.012). Mean rank tekanan darah sistole kelompokintervensi 20.78 dan kontrol 12.22, sedangkan mean rank tekanan darah diastole kelompok intervensi20.16 dan kontrol 12.84. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang bermakna antarasenam peregangan aktif terhadap penurunan tekanan darah pada pralansia hipertensi. Penelitian inidiharapkan untuk lebih memperhatikan faktor-faktor yang dapat meningkatan tekanan darah sepertimenjaga berat badan, merokok, diet garam, dan mengendalikan stres bagi penderita hipertensi.Kata Kunci : senam peregangan aktif, tekanan darah, hipertensi.The Effect of Active Stretching Exercise to the Reduction of Blood Pressure on theElderly with Hypertension at Banjarharjo Village, KaranganyarAbstractHypertension is a health problem that becomes a top priority every year. Hypertension mostoften occurs on people between 31-65 years. This study was aiming to determine the effect of activestretching exercise on the reduction of blood pressure on the elderly with hypertension. This study isa quantitative study with a quasi-experimental pre-post-test control group design. The population inthis study were 230 elderly with hypertensive at Banjarharjo Village, Karanganyar, with a total sampleof 32 respondents; 16 for the intervention group and 16 for the control group determined using theFederer formula. Probability on simple random sampling was used as the sampling technique. Theresults showed that the average decrease in systolic blood pressure in the intervention group was 20and the control group was 8.1, while the average decrease in diastolic blood pressure in the interventiongroup was 8.1 and the control group was 3.1. The results of the Mann Whitney test after treatment in the 57STETHOSCOPE VOL. 3 NO. 1 - JUNI 2022 ISSN 2722-8118 (Printed) 2723-4096 (Online)intervention and control groups showed a difference in systolic (p = 0.007) and diastolic (p = 0.012)blood pressure. The mean rank of systolic blood pressure in the intervention group was 20.78 and thecontrol group was 12.22, while the mean rank for diastolic blood pressure in the intervention group was20.16 and the control group was 12.84. This study concludes that there is a significant effect betweenactive stretching exercises on reducing blood pressure on the elderly with hypertension. This research isexpected to pay more attention to factors that can increase blood pressure such as maintaining weight,smoking, reducing salt consumption, and controlling stress.Keywords: active stretching exercise, blood pressure, hypertension.
Hubungan Dukungan Orang Tua dengan Kepatuhan Protokol Kesehatan pada Anak Usia Sekolah di Kecamatan Bendosari Anis Anggoro Wati; Dewi Wulandari; Triana Mirasari
Jurnal Stethoscope Vol 3, No 1 (2022): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/stethoscope.v3i1.891

Abstract

AbstrakUsia yang berisiko tinggi terjangkit Covid 19 adalah kalangan anak-anak.Anak usia dini rentanuntuk terkena virus karena daya tubuh anak lemah dan sering beraktivitas yang berlebihan.Langkahpreventif dalam protokol kesehatan untuk memutus penularan Corona virus selama aturan baru antaralain pembiasaan pakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun (hand sanitizer), jaga jarak (socialdistancing), menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Peran orang tua yang muncul secaraumum selama masa pandemi Covid-19 yakni sebagai pembimbing, pendidik, penjaga, pengembangdan pengawas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan orang tuadengan kepatuhan protokol kesehatan pada anak usia sekolah dikecamatan Bendosari. Desain penelitianmenggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa-siswi kelas 5 diKecamatan Bendosari, dengan sampel sebanyak 213 responden yang diperoleh menggunakan teknikcluster sampling, dengan instumen penelitian kuesioner tentang dukungan orangtua dengan kepatuhanprotokol kesehatan. Metode analisis data yang digunakan yaitu uji spearman rho yang menjukkanhasil dengan nilai p 0,001 (p 0,05). Hasil penelitian dukungan orang tua cukup sebanyak 156 siswa(73.2%) dan kepatuhan protokol kesehatan sedang sebanyak 160 siswa (75.1%). Hasil penelitianmenyatakan bahwa ada hubungan siginifikan antara dukungan orang tua dengan kepatuhan protokolkesehatan dengan nilai signifikan p 0,001 (p 0,05), semakin baik dukungan semakin baik jugakepatuhan protokol kesehatan pada anak usia sekolah. Hasil penelitian ini bisa digunakan sebagai bahanperbandingan dan referensi untuk penelitian dan sebagai bahan pertimbangan untuk lebih memperdalampenelitian selanjutnya dan peneliti lain bisa meneliti dengan lengkap dari kelas 1-6.Kata kunci: dukungan orang tua, kepatuhan protokol kesehatan, Covid-19.Relationship of Parent Support with Health Protocol Compliance in ElementarySchool Age Children in Bendosari DistrictAbstractChildren who are at high risk of contracting COVID-19 are children. Early childhood is vulnerableto viruses because children’s immune systems are weak and often do excessive activities. Preventivesteps in the health protocol to stop the transmission of the corona virus during the new rules include thehabit of wearing masks, washing hands using soap), maintain a distance (social distancing), maintain adistance and reduce mobility. The roles of parents that appear in general during the Covid-19 pandemicare as mentors, educators, guards, developers and supervisors. The purpose of this study was todetermine the relationship between parental support and adherence to health protocols in school-agechildren in Bendosari district. The research design used a cross sectional design. The population in 24STETHOSCOPE VOL. 3 NO. 1 - JUNI 2022 ISSN 2722-8118 (Printed) 2723-4096 (Online)the study was all 5th grade students in Bendosari District, with a sample of 213 respondents obtainedusing a cluster sampling technique, with a questionnaire research institution on parental support withhealth protocol compliance. The data analysis method used is the Spearman Rho test which shows theresults with a p value 0.001 (p 0.05). The results of the study were sufficient parental support as manyas 156 students (73.2%) and moderate health protocol compliance as many as 160 students (75.1%).The results of the study stated that there was a significant relationship between parental support andadherence to health protocols with a significant value of p 0.001 (p 0.05), the better the support andadherence to health protocols at school age. The results of this study can be used as comparison andreference material for research and as consideration for further deepening further research and otherresearchers can research in full from grades 1-6.Keywords: parental support, compliance with health protocols, Covid-19.
Co-Authors Adinda Putri Sitepu Agung Handayanto Agus Suyatno Agustina Eko Saputri Ahmad Nashir Tsalatsa Akbar Al Masjid Akhyar Ali2 Alfika Safitri Ali Shodiqin Amrizal Amrizal Andina Larasati Ani Sutiani Anik Purwati Anis Anggoro Wati Anisa Putri Annisa Shofiya Kamila Aurora Nur Aini Avynas Helvy Subrata Awan Hariyanto Banun Havifah Cahyo Khosiyono Bella Dinata Burju Simanjuntak, Lamhot Cici Handayani Dewi Fortuna Ayu Dhea Restika Wahyu Dyah Ayu Oktaviani Puji Astuti Dyah Octaviana Wahyuningrum Elrisa Br Barus Enjelita Dwi Maharani Fahira Silva Dilla Nst Fitri Dwi Yulianti FX. Didik Purwosetiyono Gugun Suhendra Hanifah Dian Hastuti Heri Maria Zulfiati Herni Susanti I Made Suwanda Ice Yulia Wardani Idu, Cicirosnita J. Ikhwan Dwi Wahyu Nugroho Indah Pramesti, Riza Intan Amalia Ningsih Ixora Jamalum Purba Karya Sinulingga Kredityo Tri Destoro Lilik Ariyanto Lina Rosiani Lisa Alfira Andini Lukman Harun M. Iqbal Mardalia Maria Veronika Widiatrilupi Maya Rini Rubowo Meidiana Dwidiyanti Meikol Benned Mhd. Subhan Muftiyanto, Taufiq Nur Muhammad Bayu Nirwana Muhammad Prayito Muhammad Shohibul Mafariech Murni A. Situmorang Mustikasari - Nanda Saputra Neneng Rina Damayanti Nia Anjunita Sari Purba Nita Kusumawardani Nur Fitria Setyorini Nur Jannah Nur Kholifah Nurdin Bukit Nurhasna Suhmita Sari Nurul Gilang Abriani Onieqie Ayu Dhea Manto Panggabean, Marshal Adrianus Parluhutan Siahaan, Christian Devid Paul Joae Brett Nito Puja Juwita Kesuma Purnamasari, Linda Rahayu Niningasih Rahmatsyah Rahmatsyah, Rahmatsyah Rayhan Gunaningrat Rika Putri Hasibuan Rindyani Rizqi Hijah Zahra Latifah Samrotul Fuadah Sanimah Siswandi Sri Muallimah Sri oktaviani Sriyanti Wulandari Sulestyaningrum Ayu Wardani SUSANTO Susetyo Susetyo Sutrisna Wibawa Theresia Mardiyana Tamba Tia Aprilia Titik Muti'ah Triana Mirasari Triana Mirasari Mirasari Ulfa Isdamayanti Utami, Rahayu Sari Weti Widayanti widya kurnianingsih Widya Kusumaningsih Windi Pebriyanti Wulanria Nurfitrika Yulifda Tanjung Yuyun Yulia