Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Penerapan Pijat Refleksi dan Minyak Serai terhadap Nyeri Rheumathoid pada Lansia di Kemiling Raya Bandar Lampung Prima Dian Furqoni; Triyoso Triyoso; Deny Eka Liasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.7276

Abstract

ABSTRAK Akibat penuaan usia terjadi bisa timbulnya berbagai masalah kesehatan dibagian organ tubuh yaitu salah satunya penyakit rheumthoid artitis (Kristanto & Maliya, 2012. Pada Negara  Indonesia memiliki jumlah penyakit rheumatoid arthritis dengan angka kejadian 34% (QADAFI, 2018). Data penyakit rheumathoid artitis di Provinsi Lampung pada tahun 2019 sebanyak 37.476.756 orang, pada tahun 2020 sebanyak 28.195.000 orang, dan pada tahun 2021 menjadi berjumlah 20.718.000 orang penderita(Kesehatan, 2018). Tujuan: Melakukan analisa hasil dan penerapan pijat refleksi dan minyak serai terhadap nyeri pada lansia sehingga nyeri berkurang. Metode: penerapan pijat refleksi dan minyak serai ini dilakukan 1x5 menit selama 3 hari. Hasil: didapatkan hasil yaitu nilai mean skala nyeri sebelum diberikan penerapan terapi 5 sedangkan sesudah dilakukan penerapan terapi skala nyeri 3. Skala nyeri hari kedua sebelum dilakukan penerapan 3 sesudah dilakukan terapi 2. Skala nyeri hari ketiga sebelum dilakukan penerapan terapi skala nyeri 2 sedangkan setelah dilakukan penerapan terapi skala nyeri 2. Kesimpulan: terapi masase kaki memiliki arti terdapat perbaikan skala nyeri sesudah diberikan penerapan pijat refleksi dan minyak serai terhadap nyeri pada lansia. Kata Kunci: Pijat Refleksi, Rheumathoid, Lansia ABSTRACT Health problems due to aging occur in various body systems, one of which is rheumatism. In Indonesia alone, the prevalence of rheumatoid arthritis in 2011 was 35%, in 2012. In Lampung Province, rheumatoid arthritis in 2019 amounted to 37,476,757 patients, in 2020 there were 28,196,000 people, and in 2021 it would be 20,719,000 people. sufferer. Objective: To analyze the results and apply reflexology and lemongrass oil to pain in the elderly so that pain is reduced. Method: The application of reflexology and lemongrass oil was carried out 1x5 minutes for 3 days. Results: it was found that the average value of the pain scale before the application of therapy was 5 while after the application of therapy the pain scale was 3. The pain scale on the second day before the application was 3 after the therapy 2. The pain scale on the third day before the application of therapy the pain scale was 2 while after the application of pain scale therapy 2. Conclusion: this shows that there is an improvement in the pain scale after the application of reflexology and lemongrass oil to pain in the elderly. Keywords: Reflexology, Rheumatoid, Elderly
Asuhan Keperawatan Masalah Kurangnya Pengetahuan pada Ibu yang Memiliki Anak Usia Toddler dengan Masalah Resiko Tersedak melalui Pemberian Edukasi Video di Desa Langkapura Kota Bandar Lampung Desi Eka Wijaya; Prima Dian Furqoni; Dessy Hermawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9822

Abstract

ABSTRAK Angka kematian akibat tersedak yang terjadi di Inggris mengalami peningkatan. Faktor dominannya adalah makanan yang menyangkut di kerongkongan. Data office for national Statistic, disebutkan 289 kematian pada tahun 2016 dan naik 17 % dari tahun sebelumnya. Penyebabnya adalah tersedak makanan akibat keselek susu formula atau ASI, permen, daging, tulang, buah dan sayuran. Untuk mengetahui asuhan keperawatan masalah kurangnya pengetahuan pada ibu yang memiliki anak usia toddler dengan masalah resiko tersedak melalui pemberian edukasi video di Desa Langkapura Kota Bandar Lampung. Sebanyak 3 responden anak usia 1-3 tahun. Pemberian edukasi ini menggunakan media video, dijelaskan juga melalui pendidikan kesehatan menggunakan leaflet. Teknik yang diberikan menggunakan teknik abdominal trust, back blow and chest trust. Intervensi dilakukan selama 2 hari dengan pemberian edukasi video penanganan tersedak pada anak usia toddler. Hasil penelitian ini didapat evaluasi hari terakhir didapatkan hasil pretes pada 3 responden dengan skor 16, 11, dan 13 setelah dilakukan penyuluhan berupa edukasi video didapat peningkatan skor pengetahuan sebesar 22,21 dan 20 dengan selisih pretes-postes sebesar 7 dan 10 skor. Setelah dilakukan pre-test dan post-test dalam pengisian kuesioner, pemberian edukasi penanganan tersedak terbukti dapat meningkatkan pengetahuan keluarga. Kata Kunci: Edukasi Video, Tersedak Anak Usia Toddler, Pengetahuan  ABSTRACT The number of deaths from choking in the UK has increased. The dominant factor is food stuck in the esophagus. BPS data mentions 289 deaths in 2016 and an increase of 17% from the previous year. The causes are choking on food due to choking on formula or breast milk, candy, meat, bones, fruit and vegetables. To find out about her care, she lost the problem of lack of knowledge in mothers who have children aged under five with a risk of choking through the provision of educational videos in Langkapura Village, Bandar Lampung City. as many as 3 respondents aged 1-3 years. Providing this education using video media, also explained through health education using leaflets. The techniques given are abdominal trust, back blow and chest trust techniques. The intervention was carried out for 2 days by providing educational videos on handling choking in children under five. The results of this study were obtained on the last day of evaluation, the results of the pretest were obtained for 3 respondents with scores of 16, 11, and 13. After counseling in the form of educational videos, an increase in knowledge scores was obtained by 22.21 and 20 with pretest-posttest differences of 7 and 10 scores. After the pre-test and post-test were carried out in filling out the questionnaire, providing education on choking management was proven to increase family knowledge. Keywords: Video Education, Toddler Age Choking, Knowledge
Hubungan beban kerja dengan stress kerja pada pekerja lapangan Andi Rahmadi; Rahma Elliya; Prima Dian Furqoni
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 1 No. 1 (2022): Alternatif terapi untuk menurunkan gejala depresi pada lansia
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v1i1.118

Abstract

Physical workload and chronic psychosocial stress among sugar cane plantation workers Background : The effect of work stress on workers has an influence on the professionalism of workers. Based on the results of the pre-survey research dated 1-15 August 2019 from 20 workers at PT. Indolampung Perkasa Gedung Meneng District, Tulang Bawang Regency, it is known that as many as 18 (90%) expressed insomnia, anxiety, irritability, out of 20 (100%) respondents revealed that they often worked beyond the hours specified at the start of planting or during harvest and things it is not adjusted for the compensation received. Objectives: The relationship between workload and work stress on field workers at PT. Indolampung Perkasa Gedung Meneng District Tulang Bawang Regency in 2019. Research Methods: Type of quantitative research, cross sectional design. The population of this study was 250 respondents with a sample of 154, when the study was conducted in July 2019. Primary data collection, directly to respondents. Univariate data analysis using frequency distribution and bivariate using chi square analysis. Results: It is known that 97 (63.0%) respondents did not experience work stress, 98 (66.2%) respondents had light workloads. There is a relationship between workload and work stress events in field workers in Division III and IV of PT. Indolampung Perkasa Gedung Meneng District Tulang Bawang Regency in 2019 (p-value = 0.001 OR 3,434). Conclusion: There is a relationship between workload and work stress events in field workers in Division III and IV of PT. Indolampung Perkasa Gedung Meneng District Tulang Bawang Regency in 2019. Suggestions Provide activities / events such as religious spiritual splash, training seminars on emotional and spiritual intelligence and Provide activities such as recreation for employees and families. Keywords: Work Stress, Workload, Field Workers Latar Belakang: Pengaruh stress kerja pada pekerja memiliki pengaruh terhadap profesionalitas pekerja. Berdasarkan hasil pra survey penelitian tanggal 1-15 Agustus 2019 dari 20 pekerja di PT. Indolampung Perkasa Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang, diketahui bahwa sebanyak 18 (90%) mengungkapkan susah tidur, gelisah, mudah marah, dari 20 (100%) responden mengungkapkan bahwa sering bekerja melebihi jam yang di tentukan saat dimulai penanaman maupun saat panen dan hal tersebut tidak disesuaikan dengan imbalan yang diterima. Tujuan: Diketahui hubungan beban kerja dengan stress kerja pada pekerja lapangan di PT. Indolampung Perkasa Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang tahun 2019. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah 250 responden dengan sampel 154, waktu penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli 2019. Pengumpulan data secara primer, langsung kepada responden. Analisis data  secara univariat  menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan analisi chi square. Hasil: Diketahui bahwa sebanyak 97 (63,0%) responden tidak mengalami stres kerja, sebanyak 98 (66,2%) responden memiliki beban kerja ringan. Ada hubungan antara beban kerja dengan kejadian stres kerja pada pekerja lapangan di Divisi III dan IV PT. Indolampung Perkasa Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang tahun 2019 ( p-value = 0,001 OR 3,434) Simpulan: Ada hubungan antara beban kerja dengan kejadian stres kerja pada pekerja lapangan di Divisi III dan IV PT. Indolampung Perkasa Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang tahun 2019. saran Memberikan kegiatan / acara seperti  siraman rohani keagamaan, seminar pelatihan tentang kecerdasan emosi dan spiritual dan Memberikan kegiatan seperti rekreasi bagi karyawan dan keluarga
Program Pendampingan Kepala Keluarga Peduli Stunting di 10 Kelurahan Terpilih di Kota Bandar Lampung Dessy Hermawan; Devi Kurniasari; Ema Listiyaningsih; Diah Astika Winahyu; Prima Dian Furqoni; Fredy Setiawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12391

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah kondisi anak gagal tumbuh yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi dalam jangka waktu yang lama. Dampak stunting dapat mengganggu perkembangan intelektual anak, sehingga masa depan bangsa dapat terganggu. Saat ini, pemerintah telah mencoba menurunkan stunting dengan berbagai cara yang sasarannya adalah remaja putri, ibu hamil, dan balita, namun terkesan kurang melibatkan kepala keluarga (bapak). Padahal kepala keluarga memiliki peran penting di dalam pengambilan keputusan di dalam keluarga.  Adapun tujuan dari kegiatan PkM ini adalah melakukan pendampingan dan edukasi kepada kepala keluarga tentang stunting, faktor risiko dan pencegahannya, serta mengajarkan cara mengelola keuangan keluarga yang benar, sehingga mampu dan mau memindahkan alokasi belanja rokok ke belanja pangan. Kegiatan pendampingan kepala keluarga peduli stunting ini diikuti oleh 200 orang kepala keluarga yang memiliki bayi atau balita dari keluarga berisiko stunting di kota Bandar Lampung.  Kegiatan diawali dengan pre test, kegiatan inti dan diakhiri dengan post test. Tampak terdapat peningkatan pemahaman para kepala keluarga akan pengertian dan faktor risiko terjadinya stunting serta pencegahan stunting. Tampak pula peningkatan pengetahuan kepala keluarga dalam pengelolaan keuangan keluarga serta peningkatan pemahaman tentang bahaya merokok bagi pertumbuhan bayi/balita. Program pendampingan yang diberikan mampu meningkatkan pengetahuan pada kepala keluarga sehingga perlu terus dilakukan upaya percepatan penurunan stunting di kota Bandar Lampung. Kata Kunci: Stunting, Pendampingan, Kepala Keluarga. ABSTRACT Stunting is a condition where children fail to grow, which is caused by a lack of nutrition over a long period. The impact of stunting can disrupt children's intellectual development so that the future of the nation can be disrupted. Currently, the government has tried to reduce stunting in various ways, targeting young women, pregnant women, and toddlers. However, it seems to be separate from the head of the family (father), even though the head of the family has an important role in decision-making within the family. This PkM activity aims to provide assistance and education to heads of families about stunting, risk factors, and prevention, as well as teach them how to manage family finances correctly so that they are able and willing to shift the allocation of cigarette spending to food spending. This activity of assisting heads of families to care about stunting was attended by 200 heads of families who have babies or toddlers from families at risk of stunting in the city of Bandar Lampung. The activity begins with a pre-test and core activities and ends with a post-test. There is an increase in the understanding of family heads regarding the meaning and risk factors for stunting and preventing stunting. There is also an increase in the knowledge of family heads in managing family finances as well as an increase in understanding about the dangers of smoking for the growth of babies/toddlers. Conclusion: The mentoring program provided is able to increase the knowledge of heads of families, so efforts need to continue to be made to accelerate stunting reduction in the city of Bandar Lampung. Keywords: Stunting, Mentoring Program, Head Of Family
Cookies Daun Kelor sebagai Inovasi Makanan Pendukung Percepatan Penurunan Stunting Dessy Hermawan; Diah Astika Winahyu; Devi Kurniasari; Erna Listyaningsih; Prima Dian Furqoni; Karlina Herawati; Meisya Royani; Aprilia Dwi Sukowati; Wulan Anggarini; Siti Selvia Vebriani; Auliya Warda Ningrum; Arfina Yulistiani
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i11.12453

Abstract

ABSTRACT Indonesia is one of the countries with the highest prevalence of stunting. Stunting can be caused by a lack of food intake with nutritional value. Cookies are a type of snack that is popular and has nutritional value. This research aims to determine the effect of adding Moringa leaves on the sensory properties and protein content of Moringa leaf cookies. So Moringa leaf cookies can be used as food to support the acceleration of stunting reduction. The method used in this research is a sensory test method for cookies made with the addition of Moringa leaves. Then the most preferred cookies were tested for nutritional content in the form of protein using qualitative and quantitative tests. Based on the results of sensory tests in the form of color, aroma, texture and taste, F2 Cookies with the addition of 15 grams of Moringa leaves obtained the most favorable results. The protein content test results show that cookies contain protein with an average level of 10.622%. Cookie products meet the SNI requirements for cookie protein content. So it is hoped that Moringa leaf cake can be used as a food to support the acceleration of stunting reduction. Keywords : Stunting, Cookies, Moringa Leaves, Sensoris, Protein  ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevelensi angka stunting terbesar. Stunting bisa disebabkan karena kurangnya asupan makanan yang bernilai gizi. Cookies merupakan salah satu jenis makanan ringan yang digemari dan bernilai gizi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh penambahan daun kelor terhadap sifat sensoris dan kadar protein pada cookies daun kelor. Sehingga cookies daun kelor dapat digunakan sebagai makanan pendukung percepatan penurunan stunting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode uji sensoris terhadap cookies yang dibuat dengan penambahan daun kelor. Kemudian cookies yang paling disukai dilakukan uji kandungan gizi berupa protein dengan uji kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil uji sensoris berupa warna, aroma, tekstur dan rasa, Cookies F2 dengan penambahan 15 gram daun kelor mendapatkan hasil yang paling disukai. Hasil uji kandungan protein menunjukkan cookies mengandung protein dengan kadar rata-rata 10,622%. Produk cookies memenuhi syarat SNI untuk kandungan protein cookies. Sehingga diharapkan cookies daun kelor dapat dijadikan sebagai makanan pendukung percepatan penurunan stunting. Kata Kunci: Stunting, Cookies, Daun Kelor, Sensoris, Protein
Efektivitas spiritual emotional freedom technique (SEFT) terhadap perilaku merokok pada remaja di Kelurahan Sidosari Yuniati, Yuniati; Furqoni, Prima Dian; Elliya, Rahma
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.405

Abstract

Background: Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. Adolescence experiences a process of growth and development to achieve maturity, both mentally, emotionally, socially and physically. Currently, Indonesia is facing a serious threat due to the increasing number of smokers. The prevalence of male smoking in Indonesia is the highest in the world and it is estimated that more than 97 million Indonesians are exposed to cigarette smoke. The smoking habit is caused by many factors, it can come from internal or external factors. Some smokers said that at first they just tried it, they said they were gentle with teenage smokers and various other factors such as the influence of friends, parents, advertising and so on. Purpose: To determine nursing care for adolescent smokers using spiritual emotional freedom technique (SEFT) therapy. Method: The type of research uses a case study approach that focuses on the application of spiritual emotional freedom technique (SEFT) therapy, mental nursing care is carried out to reduce smoking habits or intensity in adolescents. This research was conducted in Sidosari Village, Natar District, South Lampung on May 17-19, 2024 involving two clients who had smoked since elementary school. Results: After SEFT therapy was carried out for 3 meetings, there was a decrease in An. I from a score of 110 to 79 and An. D from a score of 94 to 68. Conclusion: The SEFT therapy that was carried out was proven to be successful in reducing the level of smoking behavior in both clients. Suggestion: This case study is expected to be useful and provide information on the application of SEFT therapy in psychiatric nursing care to reduce smoking habits or intensity in adolescents, so that it can later improve the quality of service in accordance with existing standard operating procedures.   Keywords: Adolescences; Smokers; Spiritual Emotional Freedom Technique Therapy (SEFT).   Pendahuluan: Masa remaja adalah suatu periode peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa, masa remaja mengalami proses tumbuh dan berkembang untuk mencapai kematangan, baik mental, emosional, sosial, dan fisik. Saat ini Indonesia menghadapi ancaman serius akibat meningkatnya jumlah perokok, prevalensi perokok laki-laki di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia dan diprediksi lebih dari 97 juta penduduk Indonesia terpapar asap rokok. Kebiasaan merokok disebabkan oleh banyak faktor yang dapat berasal faktor internal maupun eksternal. Sebagian perokok mengatakan awalnya hanya untuk coba-coba, agar dikatakan gentle pada perokok usia remaja dan berbagai faktor lainnya seperti pengaruh teman, orangtua, iklan dan sebagainya. Tujuan: Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada remaja perokok menggunakan terapi spiritual emotional freedom technique (SEFT). Metode: Jenis penelitian menggunakan pendekatan studi kasus yang difokuskan pada penerapan terapi spiritual emotional freedom technique (SEFT), asuhan keperawatan jiwa dilakukan untuk mengurangi kebiasaan atau intensitas merokok pada remaja. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Sidosari Kecamatan Natar Lampung Selatan pada tanggal 17-19 Mei 2024 melibatkan dua klien yang telah merokok sejak SD. Hasil: Setelah dilakukan terapi SEFT selama 3 kali pertemuan terdapat penurunan pada An. I dari skor 110 ke 79 dan An. D dari skor 94 ke 68. Simpulan: Terapi SEFT yang telah dilakukan menunjukkan adanya keberhasilan dalam mengurangi tingkat perilaku merokok pada kedua klien. Saran: Studi kasus ini diharapkan dapat bermanfaat dan memberikan informasi penerapan terapi SEFT asuhan keperawatan jiwa untuk mengurangi kebiasaan atau intensitas merokok pada remaja, sehingga nantinya dapat meningkatkan mutu pelayanan sesuai dengan SOP yang telah ada dan didapatkan hasil sesuai dengan yang diinginkan.   Kata Kunci: Remaja; Perokok; Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT).
SOSIALISASI MANFAAT TERAPI MUSIK LAGU ANAK ISLAMI UNTUK MENURUNKAN ANSIETAS AKIBAT HOSPITALISASI DI SAKAI SAMBAYAN BANDAR LAMPUNG Andiny, Mery; Novikasari, Linawati; Furqoni, Prima Dian
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, MEI 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i1.10278

Abstract

Pendahuluan: Anak yang dirawat di rumah sakit sering mengalami reaksi hospitalisasi dalam bentuk anak rewel, tidak mau didekati oleh petugas kesehatan, ketakutan, tampak cemas, tidak kooperatif, bahkan tamper tantrum. Anak yang dirawat di rumah sakit berada pada lingkungan asing yang tidak diketahuinya, dikelilingi orang-orang asing,peralatan, dan pemandangan sekitar menakutkansehingga menimbulkan reaksi hospitalisasi.Tujuan: Memahami keefektifan terapi musik lagu islami anak terhadap penurunan kecemasan post hospitalisasi pada anak usia prasekolah di Sakai Sambayan Bandar Lampung.Metode: Pendekatan pada penulisan studi kasus berfokus pada asuhan keperawatan dengan Ansietas akibat post hospitalisasi menggunakan terapi musik lagu anak islami di Sakai Sambayan Bandar Lampung tahun 2023Hasil: hari terakhir pengukuran kecemasan pada ke dua pasien kelolaan, pada pengukuran sebelum diberikan intervensi terapi musiklagu anak islami dengan peneurunan kecemasan sebelum intervensi dengan skor 30-36 dengan kategori kecemasan sedang berat dan setelah diberikan intervensi selama 3 hari mengalami penurunan dengan skor 11-14 dengan kategori tidak cemas.Kesimpulan: Evaluasi keperawatan pada pasien anak yang diberi tindakan terapi musik berdasarkan telaah jurnal dan satu asuhan keperawatan menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kecemasan sebelum dilakukan terapi musik memiliki kecemasan yang berat dan setelah diberikan terapi  musik tingkat kecemasannya menjadi sedang bahkan sampai ringan.Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Ansietas, Hospitalisasi, Terapi Musik Lagu Anak Islami
Hubungan Paparan Alergen Asma Ditempat Kerja Dengan Keluhan Asma Di Poli Paru Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Swasta Bandar Lampung Tahun 2023 Selfianti, Selfianti; Andoko, Andoko; Furqoni, Prima Dian
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v2i1.162

Abstract

Asthma is a chronic inflammatory disorder of the respiratory tract that is still a serious health problem in all countries, not only in developing countries but also in developed countries. In one of the private hospitals in Kota Bandar Lampung, suspected asthma patients amounted to 84 patients in June. Known relationship between exposure to asthma allergens at work with asthma complaints at the Pulmonary Poly Outpatient Installation of Bandar Lampung Private Hospital in 2023. This research method is observational analytic with a cross-sectional research design. The location of the study was conducted at Bandar Lampung Private Hospital.The sample in this study was asthma patients with working status aged 15-65 years. Sampling is done by consecutive sampling technique. This research instrument used the ACT and SFAR questionnaires by filling out questionnaires, and data analysis using Chi Square. Based on the frequency distribution of respondents with exposure to allergens amounted to 72.6%, and respondentsn with uncontrolled asthma amounted to 76.2. Based on bivariate analysis showed that exposure to allergens with asthma complaints (p-value 0.245). Conclusion:There is no relationship between exposure to allergens at work and asthma complaints (p-value 0.245) at the Outpatient Installation Poly of Bandar Lampung Private Hospital in 2023. It is hoped that the next researcher will study more deeply about the sample with inclusion criteria not only working but housewives must also be examined because of the number of housewives who suffer asthma is quite a lot in the hospital.
Efektivitas spiritual emotional freedom technique (SEFT) terhadap perilaku merokok pada remaja di Kelurahan Sidosari Yuniati, Yuniati; Furqoni, Prima Dian; Elliya, Rahma
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): July Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.405

Abstract

Background: Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. Adolescence experiences a process of growth and development to achieve maturity, both mentally, emotionally, socially and physically. Currently, Indonesia is facing a serious threat due to the increasing number of smokers. The prevalence of male smoking in Indonesia is the highest in the world and it is estimated that more than 97 million Indonesians are exposed to cigarette smoke. The smoking habit is caused by many factors, it can come from internal or external factors. Some smokers said that at first they just tried it, they said they were gentle with teenage smokers and various other factors such as the influence of friends, parents, advertising and so on. Purpose: To determine nursing care for adolescent smokers using spiritual emotional freedom technique (SEFT) therapy. Method: The type of research uses a case study approach that focuses on the application of spiritual emotional freedom technique (SEFT) therapy, mental nursing care is carried out to reduce smoking habits or intensity in adolescents. This research was conducted in Sidosari Village, Natar District, South Lampung on May 17-19, 2024 involving two clients who had smoked since elementary school. Results: After SEFT therapy was carried out for 3 meetings, there was a decrease in An. I from a score of 110 to 79 and An. D from a score of 94 to 68. Conclusion: The SEFT therapy that was carried out was proven to be successful in reducing the level of smoking behavior in both clients. Suggestion: This case study is expected to be useful and provide information on the application of SEFT therapy in psychiatric nursing care to reduce smoking habits or intensity in adolescents, so that it can later improve the quality of service in accordance with existing standard operating procedures.   Keywords: Adolescences; Smokers; Spiritual Emotional Freedom Technique Therapy (SEFT).   Pendahuluan: Masa remaja adalah suatu periode peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa, masa remaja mengalami proses tumbuh dan berkembang untuk mencapai kematangan, baik mental, emosional, sosial, dan fisik. Saat ini Indonesia menghadapi ancaman serius akibat meningkatnya jumlah perokok, prevalensi perokok laki-laki di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia dan diprediksi lebih dari 97 juta penduduk Indonesia terpapar asap rokok. Kebiasaan merokok disebabkan oleh banyak faktor yang dapat berasal faktor internal maupun eksternal. Sebagian perokok mengatakan awalnya hanya untuk coba-coba, agar dikatakan gentle pada perokok usia remaja dan berbagai faktor lainnya seperti pengaruh teman, orangtua, iklan dan sebagainya. Tujuan: Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada remaja perokok menggunakan terapi spiritual emotional freedom technique (SEFT). Metode: Jenis penelitian menggunakan pendekatan studi kasus yang difokuskan pada penerapan terapi spiritual emotional freedom technique (SEFT), asuhan keperawatan jiwa dilakukan untuk mengurangi kebiasaan atau intensitas merokok pada remaja. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Sidosari Kecamatan Natar Lampung Selatan pada tanggal 17-19 Mei 2024 melibatkan dua klien yang telah merokok sejak SD. Hasil: Setelah dilakukan terapi SEFT selama 3 kali pertemuan terdapat penurunan pada An. I dari skor 110 ke 79 dan An. D dari skor 94 ke 68. Simpulan: Terapi SEFT yang telah dilakukan menunjukkan adanya keberhasilan dalam mengurangi tingkat perilaku merokok pada kedua klien. Saran: Studi kasus ini diharapkan dapat bermanfaat dan memberikan informasi penerapan terapi SEFT asuhan keperawatan jiwa untuk mengurangi kebiasaan atau intensitas merokok pada remaja, sehingga nantinya dapat meningkatkan mutu pelayanan sesuai dengan SOP yang telah ada dan didapatkan hasil sesuai dengan yang diinginkan.   Kata Kunci: Remaja; Perokok; Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT).
Efektivitas terapi benson untuk mengatasi gangguan pola tidur pada lansia Mardani, Mardani; Elliya, Rahma; Furqoni, Prima Dian
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i2.413

Abstract

Background: Elderly is the closing period of a person's life span in which gradual physical and psychological decline occurs. One of the main aspects of improving the health of the elderly is maintaining sleep. The impact that occurs if someone is unable to get enough sleep is a change in personality and behavior. One of the non-pharmacological therapies that can be done is Benson relaxation therapy. Purpose: To determine the effectiveness of Benson therapy to treat sleep pattern disorders in the elderly. Method: Qualitative descriptive research using the case study method and using a Quasi Experimental approach with a One Group Pretest-Posttest Design. The nursing care approach was carried out on 2 patients in Sukajaya Lempasing Village, Teluk Pandan District, Pesawaran Regency, Lampung Province in 2024. This research will be carried out using the Benson relaxation therapy method to overcome sleep pattern disorders in the elderly. The instruments used are the Benson relaxation therapy SOP to overcome sleep pattern disorders in the elderly and observation sheets. Results: Sleep pattern disturbance before Benson therapy was obtained by Mrs. M=17 (Poor) and Mrs. Score. C=16 (Bad). However, after doing Benson relaxation therapy, Mrs. M=7 (Good) and Mrs. score. C=6 (Good). Conclusion: The results of the evaluation show that Benson relaxation therapy has proven to be effective in treating sleep pattern disorders in the elderly.   Keywords: Elderly; Benson Relaxation Therapy; Sleep Pattern Disorders.   Pendahuluan: Lansia merupakan periode penutup bagi rentang kehidupan seseorang yang terjadi kemunduran fisik dan psikologis secara bertahap. Salah satu aspek utama dari peningkatan kesehatan lansia ialah pemeliharaan tidur. Dampak yang terjadi apabila seseorang tidak mampu mencukupi kebutuhan tidurnya adalah perubahan kepribadian dan perilaku. terapi non-farmakologi yang dapat dilakukan salah satunya adalah terapi relaksasi Benson. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas terapi benson untuk mengatasi gangguan pola tidur pada lansia. Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus dan menggunakan pendekatan Quasi Eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Pendekatan asuhan keperawatan dilakukan kepada 2 pasien di Desa Sukajaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung Tahun 2024. Penelitian ini akan dilakukan dengan metode terapi relaksasi benson untuk mengatasi gangguan pola tidur pada lansia. Instrumen yang digunakan yaitu SOP terapi relaksasi Benson untuk mengatasi gangguan pola tidur pada lansia dan lembar observasi. Hasil: Gangguan pola tidur sebelum dilakukan terapi benson diperoleh skor Ny. M=17 (Buruk) dan Skor Ny. C=16 (Buruk). Namun setelah dilakukan terapi relaksasi benson diperoleh skor Ny. M=7 (Baik) dan skor Ny. C=6 (Baik). Simpulan: Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tindakan terapi relaksasi benson terbukti efektif dalam mengatasi gangguan pola tidur pada lansia.   Kata Kunci: Lansia; Gangguan Pola Tidur; Terapi Relaksasi Benson.
Co-Authors Adhani, Neisa Alam, Rama Rajasa Ferlanda Andi Rahmadi Andiny, Mery Andoko Andoko, Andoko Aprilia Dwi Sukowati Arfina Yulistiani Aryanti Wardiyah, Aryanti Aryastuti, Nurul Auliya Warda Ningrum Chrisanto, Eka Yudha Deny Eka Liasari Desi Eka Wijaya Desmonika, Cindy Diah Astika Winahyu Eka Novita Sari, Eka Novita Elliya, Rahma Ema Listiyaningsih Erlianti, Febi Erna Listyaningsih Ernita, Chelda Fajrianti, Endah Fredy Setiawan Gunawan, M. Ricko Hermawan, Dessy Hidayat, Asep Rahmad Imam Safaat Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Istawala, Anggun Juliawan, Ladin Karlina Herawati Kurniasari, Devi Leni Sari Asdi Liasari, Deny Eka Lidya Ariyanti Linawati Novikasari Lolita Sary M. Arifki Zainaro Mardani Mardani Martiani, Dina Meisya Royani Muhani, Nova Mutiara Arini Ariska Natalia, Mutiara Neli, Dewa Ayu Nortajulu, Bahren Novikasari, Linawati Patrur Korip Prayogo, Idfy Dwi Rachmi Fitria Sari Rahmadi, Andi Rilyani Rilyani Rilyani, Rilyani Riska Wandini, Riska Rizki Zulkandri Rosa, Destiana Rudi Winarno Safitri, Hilda Meilinda Sandi , Ade Gunawati Saputra, Dian Angen Saraswati, Ika Sari, Eva Aprilia Sastria Handayani Selfianti, Selfianti Silvia, Andi Bunga Sintia, Monica Bela Dwi Sinurat, Siti Farida Siti Nurjanah Siti Selvia Vebriani Slamet Widodo Sumo, Ni Luh Susanto Susanto Suwarto Suwarto Teguh Pribadi Trismiyana, Eka Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Utama, Putri Yolanda Wahid Tri Wahyudi Wijaya, Desi Eka Winahyu, Diah Astika Wulan Anggarini Yuliani Yuliani Yulyani, Vera Yuniati Yuniati Zainaro, M.Arifki