Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Peran Self-Control terhadap Gaya Hidup Hedonisme Pada Mahasiswa Azura, Kyla Puteri; Idulfilastri, Rita Markus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ditengah kemajuan globalisasi yang terjadi, salah satu aspek yang paling terdampak adalah gaya hidup. Gaya hidup dianggap penting karena merupakan bentuk dari ekspresi diri. Salah satu gaya hidup yang banyak terjadi sekarang adalah hedonisme. Hedonisme didefinisikan sebagai pencarian kesenangan dan kenikmatan sebagai tujuan utama hidup. Hal ini melibatkan peran kontrol diri untuk memilih gaya hidup yang ada. Kontrol diri memiliki artian kemampuan individu untuk menekan dorongan, keinginan, serta perilaku dalam diri untuk mencapai suatu keinginan jangka panjang. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui seberapa besar peran kontrol diri dalam mahasiswa dengan gaya hidup hedonisme. Untuk mendukung jalannya penelitian, peneliti mengolah data menggunakan 283 partisipan dan berusia 18-25 tahun. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan pengambilan sampel non-probability sampling dan pengambilan sampel convenience sampling. Terdapat dua alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, Brief Self-Control Scale (BSCS) yang telah diadaptasi ke Bahasa Indonesia dengan Alpha Cronbach sebesar 0.832 dan Skala Gaya Hidup Hedonis dengan Alpha Cronbach sebesar 0.967. Melalui uji regresi linear, telah terbukti bahwa kontrol diri memiliki peranan yang tidak signifikan terhadap gaya hidup hedonisme pada mahasiswa. Hasil uji hipotesis juga menunjukan tidak adanya hubungan signifikan antar variabel terhadap dimensinya.
Gambaran Learning Engagement Ditinjau dari IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) Akademik Mahasiswa Lovita, Lovita; Idulfilastri, Rita Markus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlibatan dalam pembelajaran tidak hanya dilihat dari kehadiran, melainkan juga partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan belajar, seperti diskusi, tanya jawab, dan mengerjakan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan learning engagement mahasiswa ditinjau dari IPK (Indeks Prestasi Kumulatif). Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode statistik deskriptif dan populasinya adalah mahasiswa. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 62 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik non-probability sampling dengan convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah University Student Engagement Inventory (USEI) terdiri dari tiga dimensi yaitu keterlibatan perilaku, keterlibatan kognitif, dan keterlibatan emosional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pada uji beda IPK, usia, jenis kelamin, perguruan tinggi, fakultas, dan semester terhadap learning engagement beserta dimensinya. Namun terdapat perbedaan pada usia berdasarkan dimensi keterlibatan perilaku p < 0.042 (p < 0.05) kemudian pada semester berdasarkan total learning engagement terdapat perbedaan p < 0.039 ( p < 0.05), dimensi keterlibatan perilaku p < 0.011 ( p < 0.05), dimensi keterlibatan emosional p < 0.017 ( p < 0.05). Selanjutnya berdasarkan hasil perbandingan antara semester terhadap learning engagement beserta ketiga dimensi menunjukkan bahwa mean semester 3 rendah dari semester 5. Hasil perbandingan IPK menunjukkan hasil mean IPK 3.01 – 3.50 lebih besar dibandingkan IPK 3.51 – 4.00.
Peran Keterlibatan Kerja Sebagai Mediator Pada Hubungan Pengaturan Kerja Fleksibel Terhadap Task Performance Karyawan Gen Z Di Lingkungan Kerja Hybrid Pytaloka, Aurora Dewi; Ninawati , Ninawati; Idulfilastri, Rita Markus
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i8.4666

Abstract

The hybrid work arrangement is increasingly preferred by Generation Z employees as it provides a balance between personal life and work. However, task performance in this setting varies, particularly regarding employee engagement levels. This study aims to examine the influence of flexible work arrangements on task performance with work engagement as a mediating variable. Flexible work arrangements are defined as an arrangement allowing employees freedom in choosing their working time and location, while work engagement refers to a positive state characterized by vigor, dedication, and full absorption in work. Task performance is defined as an employee’s ability to complete core tasks that support organizational goals. Participants in this study were 153 Generation Z employees working in hybrid arrangements in several companies in Jabodetabek. Data were collected using the Flexible Work Arrangements Questionnaire (FWAQ) for flexible work arrangements, the Utrecht Work Engagement Scale (UWES) for employee engagement, and the Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ) in the (Task Performance) section for task performance. The results indicate that flexible work arrangements positively influence task performance, with employee engagement significantly mediating this relationship. These findings are expected to contribute to the development of work policies that support productivity and employee well-being in hybrid work environments.
Affective Commitment as Mediator Variable: Authentic Leadership towards Organizational Learning in Bank X Nanda, Danan Prima; Zamralita, Zamralita; Idulfilastri, Rita Markus
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 8 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i8.1730

Abstract

Nowadays, organizations are required to continue to innovate and adapt to challenges that may affect the achievement of business goals. The effort that can be done is to optimize the implementation of Organizational Learning. Organizational Learning cannot be carried out optimally without the role of superiors and employees. Therefore, the role of superiors in implementing Authentic Leadership needs to be considered. But Authentic Leadership is not enough to explain Organizational Learning. The existence of Authentic Leadership has the probability of creating a supportive and open environment so that it has an impact on increasing affective commitment to employees. Based on this explanation, the purpose of this study was to examine the influence of Authentic Leadership on Organizational Learning mediated by Affective Commitment. The sample of this research were employees at Bank X, consumer credit department and 216 subjects were obtained using the Accidental Sampling method. Data processing is done using PROCESS. The results showed that Authentic Leadership had a significant effect on Organizational Learning mediated by Affective Commitment with a BootLLCI value of 0.0041 and a BootULCI value of 0.0892. This type of mediation is Partial Mediation. Based on the results of this research, Organizational Learning can be optimized through the application of Authentic Leaders so that it can encourage the creation of affective commitment so that in the end employees are willing to give their best by developing knowledge or insights that can be used by the organization as a whole.
Effect of Narrative Writing Intervention on Work Stress Among Employees with Consideration of Self-Disclosure Ramadhani, Rizqa Fithra; Idulfilastri, Rita Markus; Ninawati, Ninawati
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 10 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i10.52253

Abstract

Corporate acquisitions often trigger structural changes that heighten employee stress. Such changes can create anxiety and uncertainty regarding job positions and levels of control, particularly among employees who worked in the company prior to the acquisition. This study examines the Effect of Narrative Writing Intervention on Work Stress Among Employees with Consideration of Self-Disclosure. Using a quantitative experimental method, participants were divided into two groups: an experimental group that wrote about experiences and emotions related to work stress, and a control group that wrote about daily activities without expressing emotions or personal feelings. The instruments used were the 10-item Perceived Stress Scale (Cohen & Williamson, 1988) and the Modified 10-item Self-Disclosure Index (Miller et al., 2011). Findings indicate that self-disclosure enhances the effectiveness of narrative writing, as individuals with higher levels of self-disclosure were better able to process emotions and benefited more from the writing activity. A total of eight participants were evenly assigned to each group, based on their status before and after the company acquisition. Results showed that narrative writing functioned as a dynamic emotional process. Stress levels initially increased during the early intervention weeks but subsequently decreased significantly. Self-disclosure played a crucial role in this process, with participants reporting higher self-disclosure experiencing greater reductions in stress.
Flashcard : Pengenalan Jenis Dan Regulasi Emosi Pada Anak Usia Dini Angeling, Angeling; Mahadiva, Tsaniya; Ghinarahima, Challista Najwa; Azzura, Chiatha Destalova; Idulfilastri, Rita Markus; Marella, Bianca
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12300

Abstract

Abstrak Regulasi dan emosi merupakan bagian penting dalam perkembangan sosial dan kognitif seorang anak. Kemampuan anak dalam meregulasikan emosinya adalah agar mempunyai kemampuan untuk mengatur dan mengkomunikasikan perasaan emosinya secara tepat, hal ini yang harus diperhatikan oleh orang tua sejak dini mengenai bagaimana regulasi emosi dapat mengambil peran penting dalam berbagai aspek di kehidupan anak. Jika seorang anak belum mempunyai kemampuan mengatur emosi dengan baik, timbullah sebuah kekhawatiran akan munculnya emosi negatif yang tidak terkendali. Penelitian ini bertujuan mengembangkan pembelajaran kognitif anak melalui bahan ajar flashcard, dan juga bertujuan sebagai wadah pembelajaran bagi anak prasekolah untuk mengenal berbagai jenis emosi. Sehingga menjadi sangat penting guna membantu anak usia prasekolah dalam mengidentifikasi, mengomunikasikan, dan belajar meregulasi emosi yang dirasakan. Dalam penelitian ini, guna menciptakan hasil yang lebih efektif maka penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen semu (quasi experimental). Penelitian eksperimen semu mempunyai pengertian yaitu penelitian yang dilaksanakan hanya satu kelompok saja yang dinamakan kelompok eksperimen, dan tanpa adanya kelompok pembanding atau kelompok kontrol. Hal ini tentunya untuk melihat apakah ada perbedaan yang terjadi pada saat subjek penelitian sebelum dilakukannya pembelajaran dan sesudah dilakukannya pembelajaran untuk mengetahui gambaran keefektifan media pembelajaran flashcard dilakukan di TK Melati Tanjung Duren. Setelah melakukan penelitian dan pengumpulan data, maka diperlukan suatu analisis data dengan menggunakan IBM SPSS Statistic dengan menggunakan Uji Reliabilitas dan Uji Paired-Samples T Test, berdasarkan output diperoleh dari hasil one-group pretest-posttest design menggunakan skala likert dengan 1-3 poin (1: Kurang baik, 2: Cukup baik, 3: Sangat baik) menunjukan nilai signifikansi dari uji Paired-Samples T Test (sig.) <0.05 dengan nilai rata-rata item berkisar antara 1.39 dan 2.84. Berdasarkan hasil olah data dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran media flashcard jenis emosi yang diperuntukan untuk anak usia dini berpengaruh positif, memuaskan dan cukup signifikan. Kata Kunci: kognitif, regulasi emosi, flashcard, anak usia dini.
Peranan Artificial Intelligence (AI) terhadap Persepsi Diri Kreativitas Mahasiswa Generasi Z Veronica, Davina; Dende, Natalia; Muslimah, Najla Nada; Putra, Rafi Swarna Erlangga; Nugroho, Natiyan Fajar; Idulfilastri, Rita Markus; Heng, Pamela Hendra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi Z di Indonesia mengalami perubahan dalam cara memandang dan mengekspresikan kreativitas, salah satunya dipengaruhi oleh hadirnya Artificial Intelligence (AI) sebagai mitra dalam proses belajar dan berkarya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan AI terhadap persepsi diri kreativitas mahasiswa Generasi Z di bidang pendidikan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik convenience sampling. Penyebaran kuesioner daring melalui Google Form kepada 102 mahasiswa Generasi Z yang telah menggunakan AI, seperti ChatGPT dan aplikasi sejenis. Instrumen penelitian meliputi Short Scale of Creative Self (SSCS) dan skala adaptasi penggunaan AI dari Santana et al. (2025). Hasil analisis menggunakan SPSS versi 29 menunjukkan bahwa tingkat penggunaan AI tergolong sedang cenderung tinggi, sedangkan persepsi diri kreativitas berada pada kategori tinggi. Namun, uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara penggunaan AI dan persepsi diri kreativitas (r = -0,131; p = 0,188). Kesimpulannya, AI belum secara langsung memengaruhi cara mahasiswa menilai kreativitas dirinya, sehingga diperlukan penggunaan AI yang reflektif dan seimbang agar mendukung pengembangan kreativitas secara autentik.
Thriving at Work in the AI Era Busy to Productive: Strategi Efektif Meningkatkan Task Performance di Era AI Pytaloka, Aurora Dewi; Ninawati, Ninawati; Idulfilastri, Rita Markus
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i11.5038

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan dinamika ekonomi yang meliputi inflasi tinggi serta gelombang pemutusan hubungan kerja menuntut perusahaan untuk beradaptasi dengan cepat. PT X, perusahaan teknologi di bidang voucher game, produk digital PPOB, dan software house, menghadapi tantangan dalam mempertahankan karyawan dan menjaga kinerja sumber daya manusia (SDM) di tengah meningkatnya beban kerja. Dalam menghadapi situasi ini, perusahaan membutuhkan strategi agar kinerja karyawan tetap optimal, kepuasan kerja terjaga, dan pemanfaatan teknologi AI berjalan dengan baik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilaksanakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa seminar psikoedukasi dengan tema "Thriving at Work in the AI Era" dan judul "From Busy to Productive: Strategi Efektif Meningkatkan Task Performance di Era AI". Seminar ini ditujukan untuk 40 karyawan PT X dan bertujuan memberikan wawasan praktis dalam manajemen SDM, sehingga karyawan tetap produktif dan termotivasi dengan mengoptimalkan penggunaan AI. Metode pelaksanaan seminar mencakup persiapan, koordinasi dengan mitra, penyusunan materi berdasarkan penelitian tesis, pelaksanaan seminar, dan evaluasi pasca kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 63,5% meningkat menjadi 93,5% pada post-test (peningkatan 30 poin). Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman komponen task performance (dari 35% menjadi 90%) dan konsep four strategic pillars (dari 30% menjadi 87,5%). Luaran yang diharapkan meliputi laporan akhir kegiatan, Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dalam bentuk poster, publikasi artikel jurnal SINTA 3, dan karya tulis di media massa. Diharapkan seminar ini dapat meningkatkan kinerja SDM PT X melalui pemanfaatan AI untuk efisiensi kerja, menciptakan lingkungan kerja yang adaptif, dan inovatif.
Hubungan antara Motives dengan Problematic Smartphone Use (PSU): A Systematic Review Ramadhan, Rusydian; Rachmasari, Chintya; Sudrajat, Zahra Kayla; Mote, Elvine Semulin; Susanto, Audrey Valencia; Heng, Pamela Hendra; Idulfilastri, Rita Markus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4072

Abstract

Motives merupakan alasan seseorang melakukan perilaku yang mencerminkan kebutuhan dan keinginan untuk dipenuhi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa motives berperan penting dalam memunculkan problematic smartphone use (PSU). Namun, pemahaman mengenai perbedaan hubungan motives dengan PSU berdasarkan jenis kelamin maupun pengaruhnya terhadap penggunaan jenis konten smartphone tertentu masih terbatas. Penelitian ini bertujuan melakukan systematic review untuk menyatukan temuan yang ada terkait hubungan motives dengan PSU. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar dan Semantic Scholar dengan rentang waktu 2024 hingga 2025, menggunakan kombinasi kata kunci terkait PSU dan motives. Seleksi artikel mencakup publikasi berbahasa Indonesia atau Inggris, berstatus full-text dan open access, serta terindeks pada jurnal Quartile 1 (Q1) hingga Quartile 4 (Q4) atau Sinta 1 (S1) hingga Sinta 4 (S4). Hasil analisis terhadap 17 artikel menunjukkan bahwa motives yang memicu PSU meliputi faktor psikologis seperti desire thinking dan rumination serta faktor lingkungan seperti cumulative ecological risk, insecure attachment, pola asuh negatif, dan pengalaman masa kecil yang buruk. Perbedaan berdasarkan jenis kelamin tampak pada perempuan yang lebih rentan terhadap disrupsi hubungan orangtua-anak akibat technoference, sementara laki-laki lebih mudah mengalami ketergantungan pada smartphone. Selain itu, motives tertentu berhubungan dengan penggunaan konten spesifik, seperti fear of missing out (FOMO) dan kebutuhan interaksi sosial pada media sosial, serta dorongan dokumentasi dan promosi diri pada Instagram. Kajian ini menekankan perlunya penelitian lanjutan dengan basis data yang lebih luas, mempertimbangkan faktor demografis lain, dan mengeksplorasi berbagai platform digital agar pemahaman mengenai peran motives dalam terbentuknya PSU menjadi lebih komprehensif.
Peran Harga Diri terhadap Pengungkapan Diri pada Mahasiswa di Jakarta Audrella, Neisha; Idulfilastri, Rita Markus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengungkapan diri merupakan kemampuan seseorang untuk mengungkapkan informasi yang mencakup kegiatan, perilaku, perasaan, motivasi, sikap, dan ide-ide yang dimiliki. Pada mahasiswa, kemampuan ini penting untuk mendukung proses akademik, membangun hubungan sosial, dan mengatasi tekanan perkuliahan. Namun, hasil studi terdahulu menunjukkan bahwa beberapa mahasiswa di Jakarta masih mengalami kesulitan dalam melakukan pengungkapan diri secara langsung karena adanya rasa takut dinilai negatif dan kurangnya percaya diri. Harga diri merupakan salah satu faktor psikologis yang berkaitan dengan kemampuan pengungkapan diri. Tujuan penelitian untuk mengetahui peran harga diri terhadap pengungkapan diri pada mahasiswa di Jakarta. Penelitian menggunakan pendeketan kuantitatif non-eksperimental dengan Teknik non-probability sampling jenis convenience sampling. Partisipan berjumlah 400 mahasiswa aktif berusia 18-25 tahun. Instrumen yang digunakan meliputi Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) versi adaptasi Bahasa Indonesia untuk mengukur harga diri dan Revised Self Disclosure Scale (RSDS) untuk mengukur pengungkapan diri. Uji asumsi normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan distribusi sebaran normal, sehingga analisis dilakukan dengan korelasi Pearson. Hasil penelitian, terdapat peran antara harga diri terhadap pengungkapan diri pada mahasiswa di Jakarta (r = 0.797, p < 0.01). Semakin tinggi harga diri yang dimiliki oleh mahasiswa, semakin tinggi pula pengungkapan dirinya. Sebaliknya, mahasiswa yang memiliki harga diri rendah, maka akan sulit untuk melakukan pengungkapan diri.