Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Hubungan antara Kemampuan Berpikir Kritis terhadap Efikasi Diri dalam Memilih Karier Pada Siswa SMK di Jakarta Florencia, Clarissa; Idulfilastri, Rita Markus; Tasdin, Willy
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dihadapkan pada berbagai tantangan ketika menentukan pilihan karier, sebuah keputusan yang memiliki peran penting dalam membentuk masa depan mereka. Kemampuan berpikir kritis serta efikasi diri dalam memilih karier merupakan dua aspek utama yang diyakini berpengaruh terhadap kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan tersebut. Berpikir kritis merujuk pada proses menilai informasi secara rasional dan reflektif untuk menentukan apa yang harus diyakini maupun dilakukan. Di sisi lain, efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier menggambarkan keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menentukan pilihan karier yang paling sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kemampuan berpikir kritis dan efikasi diri dalam memilih karier pada siswa SMK di Jakarta. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional non-eksperimental digunakan dalam penelitian ini, melibatkan 370 siswa SMK tingkat akhir (kelas XI dan XII) dari berbagai wilayah di Jakarta. Partisipan terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 19–21 tahun. Instrumen yang digunakan adalah Critical Thinking Questionnaire (CThQ) dan Career Decision Self-Efficacy Scale-Short Form (CDSES-SF). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman untuk melihat keterkaitan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis dan efikasi diri dalam memilih karier pada siswa SMK di Jakarta, r(370) = .539, p < .05. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kemampuan berpikir kritis siswa SMK, semakin besar pula keyakinan mereka dalam menentukan pilihan karier yang tepat. Penelitian ini menekankan pentingnya upaya sekolah dan lembaga pendidikan dalam menyusun program yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMK agar mereka lebih siap menghadapi proses pengambilan keputusan karier.
Peran Regulasi Emosi terhadap Perceived Stress Berdasarkan Metode Journaling Digital dan Journaling Manual Pada Mahasiswa Nazarina, Ameylia; Idulfilastri, Rita Markus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa merupakan kelompok individu dewasa awal yang rentan terhadap stres karena tuntutan akademik dan kehidupan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan meregulasi emosi menggunakan metode journaling. Regulasi emosi menggunakan journaling dapat dilakukan secara digital maupun manual sebagai media penyalur stres. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas peran regulasi emosi terhadap perceived stress berdasarkan metode journaling digital dan journaling manual dalam menurunkan tingkat perceived stress pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan non-probability sampling jenis convenience sampling. Partisipan yang digunakan adalah mahasiswa aktif berusia 18 - 25 tahun, perempuan dan laki-laki dari berbagai universitas dan fakultas di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (JABODETABEK), semester 1 - 8, yang memiliki pengalaman melakukan journaling secara digital maupun manual. Penelitian ini menggunakan instrumen pengukuran Perceived Stress Scale (PSS-10) dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok journaling digital memiliki tingkat perceived stress yang lebih tinggi (mean rank = 220.72) daripada kelompok journaling manual (mean rank = 122.85) dengan hasil uji beda Mann-Whitney U = 6252, z = - 0.212, p < 0.001. Artinya, journaling manual lebih efektif dalam menurunkan tingkat perceived stress daripada journaling digital. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel penelitian dan mengubah metode penelitian menjadi pre-test dan post-test untuk melihat perkembangan secara menyeluruh dari masing-masing kelompok journaling.
Hubungan antara Keterlibatan Fandom K-Pop dengan Self-Efficacy Academic Mahasiswa Sari, Meria Permata; Idulfilastri, Rita Markus; Tasdin, Willy
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

K-Pop memengaruhi kehidupan mahasiswa melalui konsumsi konten, aktivitas fandom, dan interaksi dalam komunitas penggemar yang memberikan motivasi, inspirasi, serta dukungan emosional. Pengalaman positif ini membantu mahasiswa merasa lebih bersemangat, terhubung secara sosial, dan memiliki role model yang mendorong peningkatan usaha akademik. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara keterlibatan fandom K-Pop dan self-efficacy akademik mahasiswa. Penelitian menggunakan desain kuantitatif non-eksperimental dengan purposive sampling dan melibatkan 385 mahasiswa berusia 18–24 tahun. Keterlibatan fandom diukur menggunakan Fanship Scale versi Indonesia, sedangkan self-efficacy akademik diukur dengan TASES. Analisis Spearman menunjukkan hubungan positif signifikan namun lemah antara kedua variabel (r = 0.121, p = 0.017), yang menunjukkan bahwa keterlibatan fandom berkontribusi kecil namun tetap positif terhadap keyakinan akademik mahasiswa. Secara keseluruhan, K-Pop dapat menjadi sumber dukungan psikologis yang mendampingi pengembangan self-efficacy akademik.
DETEKSI DINI SIMPTOM DEPRESI PADA REMAJA SMA NEGERI DI WILAYAH JAKARTA SELATAN Idulfilastri, Rita Markus; Fransiska Angelika; Anastasya Dumyanti; Siti Bahiyah
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34735

Abstract

Mental health is an important aspect of supporting the development of Indonesia's human resources,especially for the young population. Currently, there are many discussions about the behavior of schoolstudents that lead to depressive disorders. This PkM aims to detect depression using the SRED-7F instrument(Emotion Regulation Strategy with Simpton Depression-7Factor). The benefit for schools is to getrecommendations for student assessment reports and at the same time get a mapping of students classifiedas depressed. PkM activities began with an application for permission to obtain student data from theEducation Office Region I, South Jakarta. Data collection was carried out on January 21 and 22, 2025 anddata from 238 students were obtained. The results showed that 18% of students indicated depression, 49%indicated but could still be overcome, and the rest (37%) did not indicate symptoms of depression. It is alsoobtained how students overcome depression, namely using adaptive emotional regulation and simultaneouslysuppressing maladaptive emotional regulation (33%); more use of adaptive emotional regulation but has notbeen able to suppress maladaptive emotional regulation (27%); more use of maladaptive emotionalregulation but has not been able to use adaptive emotional regulation effectively (22%); not effectively usingadaptive and maladaptive emotional regulation (18%). Suggestions for schools to conduct depressionassessments for students on a regular basis including conducting training to improve the ability to developemotion regulation strategies. ABSTRAKKesehatan mental merupakan aspek penting mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia, terutamabagi penduduk usia muda. Pada saat ini banyak pembahasan mengenai perilaku siswa sekolah yang mengarah padagangguan depresi. PkM ini bertujuan melakukan pendeteksian depresi menggunakan instrumen SRED-7F (StrategiRegulasi Emosi dengan Simpton Depresi-7Faktor). Manfaat bagi sekolah mendapat rekomendasi laporan asesmensiswa dan sekaligus mendapatkan pemetaan siswa tergolong depresi. Kegiatan PkM diawali dengan permohonan izinmendapatkan data siswa dari Suku Dinas Pendidikan wilayah I, Jakarta Selatan. Pengambilan data dilakukan pada21 dan 22 Januari 2025 dan diperoleh data dari 238 siswa. Hasil menunjukkan siswa terindikasi depresi sebesar18%, terindikasi tapi masih dapat diatasi sebesar 49% dan sisanya (37%) tidak terindikasi gejala depresi. Diperolehjuga cara siswa mengatasi depresi yaitu menggunakan regulasi emosi adaptif dan secara bersamaan menekanregulasi emosi maladaptif (33%); lebih banyak menggunakan regulasi emosi adapatif namun belum dapat menekanregulasi emosi maladaptif (27%); lebih banyak menggunakan regulasi emosi maladaptif tapi belum dapatmenggunakan regulasi emosi adaptif dengan efektif (22%); belum efektif menggunakan regulasi emosi adaptif danmaladaptif (18%). Saran bagi sekolah untuk melakukan asesmen deteksi dini depresi bagi siswa secara berkalatermasuk melakukan pelatihan untuk meningkat kemampuan menyusun strategi regulasi emosi.
HUBUNGAN ACADEMIC SELF-EFFICACY DENGAN ACADEMIC HOPELESSNESS PADA MAHASISWA SEMESTER AKHIR Frans, Nathanael Darrel; Idulfilastri, Rita Markus
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9046

Abstract

ABSTRACT Final-year students face a crucial phase fraught with academic pressure, which risks triggering Academic Hopelessness, a loss of hope regarding academic success. This study aims to examine the relationship between Academic Self-efficacy and Academic Hopelessness among final-year students. Using a non-experimental quantitative approach with convenience sampling, this study involved 219 active 7th and 8th-semester students in the Jabodetabek area. Data were collected using the Academic Hopelessness Inventory (AHI) and The Academic Self-efficacy Scale (TASES). Data analysis was performed using binary logistic regression and Spearman's rho correlation. The results showed a significant negative relationship between Academic Self-efficacy and Academic Hopelessness (p < 0.05). These findings indicate that the higher the students' self-confidence in their academic abilities, the lower their tendency to experience hopelessness. The research implications highlight the importance of strengthening self-efficacy as a protective factor for the mental health of final-year students. This finding is expected to serve as a reference for the development of preventive academic counseling services and psychological interventions in modern Indonesian higher education institutions. ABSTRAK Mahasiswa semester akhir menghadapi fase krusial yang sarat tekanan akademik, yang berisiko memicu Academic Hopelessness atau hilangnya harapan terhadap kesuksesan studi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara Academic Self-efficacy dengan Academic Hopelessness pada mahasiswa semester akhir. Menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan teknik convenience sampling, penelitian ini melibatkan 219 mahasiswa aktif semester 7 dan 8 di wilayah Jabodetabek. Pengumpulan data menggunakan Academic Hopelessness Inventory (AHI) dan The Academic Self-efficacy Scale (TASES). Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi logistik biner dan korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara Academic Self-efficacy dan Academic Hopelessness (p < 0.05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi keyakinan diri mahasiswa terhadap kemampuan akademiknya, semakin rendah kecenderungan mereka mengalami keputusasaan. Implikasi penelitian menyoroti pentingnya penguatan efikasi diri sebagai faktor protektif kesehatan mental mahasiswa tingkat akhir. Hasil ini diharapkan menjadi rujukan pengembangan layanan konseling akademik preventif dan intervensi psikologis di perguruan tinggi Indonesia saat ini modern.