Claim Missing Document
Check
Articles

VISUALISASI KESEIMBANGAN HITAM PUTIH DALAM KARYA FILM EKSPERIMENTAL REDUP DAN PUCAT Putri, Jade Elisa; Sadono, Soni; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselarasan antara hitam dan putih sangatlah penting bagi manusia. Meski nilai masing-masing dianggap sangat bertolak belakang, namun keseimbangan antar keduanya menjadi kunci utama untuk mencapai kehidupan yang ideal tanpa ada yang mendominasi melebihi porsinya masing-masing. Merujuk kepada filsafat Cina beserta ajaran klasiknya yaitu Yin-Yang, di mana kedua warna ini saling melengkapi satu dengan lainnya sehingga menciptakan suatu harmoni. Melalui film eksperimental Redup dan Pucat, penulis bertujuan untuk menghadirkan sisi 8ketidaksempurnaan9 dari warna 8putih9 serta menunjukkan sisi 8kebenaran9 dalam warna 8hitam9 lewat penggambaran karakter anak-anak yang belum bisa membedakan baik-buruknya suatu perilaku, serta menyampaikan pesan bahwa hitam dan putih diciptakan bukan untuk dicampur aduk atau digabungkan, melainkan untuk dibawa beriringan untuk mencapai suatu keaslian yang sebenarnya.Dalam film eksperimental mengandung dua utama yaitu abtract form dan associational form yang turut ditampilkan lewat berbagai simbol suatu objek, penggunaan efek warna pada color grading guna menampilkan makna dan nilai estetikanya sendiri, juga suara-suara yang dapat memperkuat emosi dalam film. Kata kunci: hitam, putih, film eksperimental, yin-yang, harmoni.
VISUALISASI KRISIS EKSISTENSI DALAM KARYA FILM EKSPERIMENTAL Ramadhan, Muhammad Sabili; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengantar tugas akhir yang berjudul "Visualisas Krisis Eksistensi Dalam Karya Film Eksperimental" bertujuan untuk menyampaikan keresahan penulis ketika mengalami krisis eksistensi, secara spesifik quarter life crisis saat menghadapi perkuliahan pasca pandemi. Dalam karya tugas akhir ini, penulis bermaksud memvisualisasikan keresahan dan sisi emosional penulis kedalam bentuk visual karya yang mengandung makna semiotika. Hal ini bertujuan untuk menciptakan suatu karya yang bersifat universal, dimana visual yang ada dalam karya ini dapat diinterpretasikan secara objektif oleh audiens. Adapun metode pengumpulan data yaitu menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur fenomena krisis eksistensi yang terjadi pada dewasa muda, yakni individu dengan rentang usia 20 – 30 tahun. Dengan dibuatnya karya ini, diharapkan audiens dan pembaca dapat lebih peka terhadap isu krisis eksistensi, sehingga lebih siap ketika mengalami krisis tersebut. Kata kunci: film eksperimental, krisis eksistensi, semiotika, quarter life crisis
VISUALISASI OVERTHINKING PADA FILM EKSPERIMENTAL UNREAL Alifyan, Muhammad Daffa; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi film eksperimental yang mengangkat isu tentang overthinking. Overthinking merupakan kondisi di mana seseorang berpikir secara berlebihan mengenai suatu topik atau situasi, sehingga sulit untuk fokus pada hal lain dan sering kali memicu kecemasan serta gangguan kesehatan mental. Kurangnya kepastian atau validasi terhadap pemikiran menjadi akar dari overthinking, yang berpotensi mengganggu keseimbangan pribadi dan performa sehari-hari. Studi menunjukkan bahwa mayoritas individu yang mengalami overthinking merasa hidup mereka terpengaruh secara signifikan, dengan kecemasan berlebihan sebagai penyebab utama. Overthinking juga dapat memicu gejala fisik seperti pola tidur yang tidak teratur, tekanan darah tinggi, dan masalah emosional lainnya. Untuk menggambarkan dampak buruk dari overthinking, penulis berencana membuat film eksperimental berjudul "Unreal". Film ini akan mengangkat cerita tentang seorang individu yang mengalami overthinking, menyoroti betapa kondisi ini dapat berlawanan dengan realitas dan memberikan gambaran yang mendalam mengenai dampak serius dari overthinking berlebihan. Film ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai isu ini dan mendorong pemahaman yang lebih baik tentang dampak negatif overthinking terhadap kesehatan mental dan fisik. Kata kunci: film eksperimental, overthinking, visual treatment.
VISUALISASI PEREMPUAN DI BUDAYA MINANGKABAU DALAM FILM EKSPERIMENTAL DOKUMENTER Azahra, Qonita Rahima; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melalui pengkaryaan ini penulis mencoba mengeksplorasi film eksperimental dokumenter yang mengangkat isu tentang kesetaraan gender yang ada di adat Minangkabau. Adanya matrilineal dalam sistem sosial adat Minangkabau ini, menjadi suatu hal yang menarik untuk penulis bahas dalam pengkaryaan ini. Isu ini di kemas dalam bentuk dokumenter, untuk mendapatkan informasi yang konkret,dan factual. Penulis melakukan wawancara kepada Bundo Kanduang lalu di kemas dalam bentuk voice dokumenter dan memasukannya dalam film eksperimental <Gadih Minang= selain itu dalam film ini juga penulis menyertakan simbol-simbol untuk melengkapi serta sebagai bentuk penyampaian pesan serta pendapat penulis mengenai isu ini didalam karyanya. Dalam menyikapi isu kesetaraan gender yang terjadi pada adat minangkabau ini, Bundo Kanduang menjelaskan dalam wawancara sehingga tidak adanya kesalahpahaman saat penayangan. Film ini memiliki tujuan untuk memberikan informasi tentang kedudukan perempuan dan laki-laki di adat Minangkabau sehingga perempuan yang merasa kesenjangan gender tahu kondisi wanita di adat Minang. penulis juga berharap laki-laki Minang yang melihat karya ini juga sadar bagaimana pentingnya pembagian peran dalam segala aspek kehidupan sehari-hari. Kata kunci: film eksperimental, dokumenter, adat minang, kesetaraan gender
VISUALISASI PHUBBING DALAM FILM EKSPERIMENTAL BERJUDUL : DISCONNECTED Ashila, Muhammad Azka; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid; Ersyad, Firdaus Azwar
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film eksperimental ini awalnya terbentuk dari keresahan penulis terkait fenomena sosial satu dekade terakhir ini yang cukup ramai terjadi namun sedikit orang yang menyadarinya. <Disconnected= mengeksplorasi tema kecanduan teknologi atau bisa disebut sebagai dampak negatif dari phubbing yang mempengaruhi hubungan antar individu, film eksperimental ini mencoba memvisualisasikan dampak negatif dari phubbing tersebut melalui serangkaian visual simbolis dan narasi non-linear. Dalam film ini dikisahkan seorang protagonis yang sudah sedari awal kecanduan terhadap gawai, saking kecanduannya sampai-sampai dia melampiaskannya kepada teman-temannya dengan perilaku phubbing. Seiring alur cerita berjalan, emosi dalam diri protagonis akan terus berjuang melawan konflik batinnya yang sering kali memaksa dirinya untuk terlena terhadap dunia digital. Kata kunci: film eksperimental, kecanduan, emosi, simbolisme.
Konstruksi Maskulinitas dalam Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Rahmah, Fathiyah Nurshabrina; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid; Maulana, Teddy Ageng
Rekam Vol 21, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v21i2.9298

Abstract

Construction of Masculinity in The Movie Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash.This study examines the construction of masculinity in the 2021 film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” (Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash), focusing on the use of cinematographic and mise-en-scene elements to represent fragile masculinity. The film follows Ajo Kawir, a man grappling with childhood trauma that disrupts his sense of masculinity, particularly in terms of sexuality and emotion. This research employs a descriptive qualitative method by analyzing eight selected scenes that reflect aspects of masculinity. The theoretical framework includes cinematography, mise-en-scene, and masculinity theories such as hegemonic masculinity and toxic masculinity. The findings reveal that the film portrays masculinity not only through physical strength but also through vulnerability, especially in confronting sexual crises and emotional conflict. The use of color, lighting, framing, and costume enhances the masculine identity and inner turmoil of the characters. Moreover, the film presents an unconventional gender dynamic, particularly through the character Iteung, who displays strength and dominance, thereby reshaping the power relations between men and women. This analysis offers new insights into the construction of masculinity in Indonesian cinema, emphasizing the role of visual elements in shaping social meaning and masculine identity.
Penciptaan Karya Hope And Sadness Melalui Pendekatan Street Photography Dengan Teknik Grid Pratama, Febrian Aggy; Endriawan, Didit; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Karya tugas akhir dengan judul <Proses Penciptaan Karya Hope and SadnessMelalui Pendekatan Street Photography dengan Teknik Grid= yang bertujuan sebagaikritik tentang maraknya kasus anak-anak yang putus sekolah dan harus meminta-minta dijalan, bahkan terkadang bisa menimbulkan kemacetan dan kekerasan di jalan. Latarbelakang penulis mengambil tema ini adalah berkat tingginya angka perceraian diIndonesia kemudian bukan tak mungkin, anak-anak mereka sendiri yang menjadi korbandan terlantar. Karya ini akan berbentuk foto kehidupan para pejuang kecil yang sedangmengais rezeki di jalanan. Saturasi warna pada semua foto akan menggunakan hitamputih atau ekawarna (Monochrome). Karya ini akan menggunakan pendekatan atau aliranstreet photography . Teknik Grid akan menjadi suatu ikatan disetiap foto para anakjalanan dan teknik ini bisa memperkaya karya.Kata kunci: Fotografi; Grid; Anak jalananAbstract: The final task work with the tittle <The Process of Creating Hope and SadnessWorks Throught Street Photography Approach with Grid Techniques= which aims as acritics about the rise of cases of children who drop out of school and have to beg on theroad, sometimes it can even cause congestion and violence on the road. The backgroundof the author taking this theme is because of the high divorce rate in Indonesia the it is notimpossible, their own children are victimized and abandoned. This work will take the formof photos of the lives of small warriors who are scavenging for sustenance in the streets.Color saturation on all photos will use black and white or ekawarna (Monochrome). Thiswork will use an approach or flow of the street photography. The Grid technique will be abond in every photo of street children and this technique can enrich the work.Keywords: Photography; Grid; Street children
Potret Wanita Single Parent Dalam Fotografi Miniatur Sumarnis, Nisa; Trihanondo, Donny; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Karya tugas akhir dengan judul <POTRET WANITA SINGLE PARENT DALAMFOTOGRAFI MINIATUR= bertujuan untuk mengeksplorasi gesture wanita single parent kedalam medium fotografi miniatur. Metode yang digunakan dalam penciptaan karya ini ialahmelakukan observasi di kawasan Margawangi Raya, dan rumusan masalahnya ialah bagaimanapotret wanita single parent dengan pendekatan fotografi miniatur. Hasil dari penciptaan karyaini dapat dijabarkan sebagai berikut. Karya 1 berjudul Penyembuh luka, menceritakan tentanganak yang kabur dari rumah. Karya 2 berjudul Bermain bersama anak, menceritakan tentangkegiatan setiap hari ibu serta anak yang bermain bersama. Karya 3 berjudul Kepenatan,menceritakan tentang kelelahan seorang wanita single parent. Karya 4 berjudul Peran ganda,menceritakan tentang peran ganda seorang wanita single parent. Karya 5 berjudul Perasaansedih, menceritakan tentang kesedihan menjadi wanita single parent. Teknik yang digunakandalam pembuatan karya ini ialah ruang tajam sempit (Depth of Field) dan Selective focus. Daripenciptaan karya ini setidaknya dapat menggambarkan potret wanita single parent.Kata-kata Kunci: Wanita Single Parent, Fotografi, Miniatur, GestureABSTRACT: The final project entitled "PORTRAIT OF SINGLE PARENT WOMEN IN MINIATUREPHOTOGRAPHY" aims to explore the gesture of a single parent women in the medium ofminiature photography. The method used in the creation of this work is to make observationsin the Margawangi Raya area, and the formulation of the problem is how to portrait a singleparent women with a miniature photography approach. The results of the creation of this workcan be described as follows. Work 1 entitled Healing wounds, tells about a child who runs awayfrom home. Work 2 entitled Playing with children, tells about the daily activities of mothers andchildren who play together. Work 3 entitled Kepenatan, tells about the exhaustion of a singleparent women. Karya 4, entitled Dual Roles, tells about the dual roles of a single parentwomen. Work 5 entitled Feelings of sadness, tells about the sadness of being a single parentwomen. The techniques used in making this work are depth of field and selective focus. Fromthe creation of this work, at least it can describe the portrait of a single parent women.Keywords: Single Parent Women, Photography, Miniature, Gesture
Visualisasi Celtic Healing Dengan Pendekatan Karya Fotografi Konseptual Bahri, Rizki Fahreza; Wiguna, Iqbal Prabawa; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Healing merupakan isu yang ramai di masyarakat di beberapa tahun ini, ditambah lagi dengan kemajuan teknologi yang semakin mempermudah arus informasi mengenai healing menjadikan trending kalangan millennial. Dengan adanya informasi dan bertambahnya teknologi terdapat aplikasi instagram yang menjadi wadah isu healing ditengah masyarakat. Healing adalah suatu proses penyembuhan luka batin yang mengganggu emosi dan mental. Healing yang dilakukan dengan berpergian ke tempat alam terbuka dengan kata lain liburan. Tujuan dari melakukan healing yaitu dapat menghilangkan rasa jenuh yang menganggu emosional dan rehat dari suatu permasalahan yang mengikat pada diri. Dengan begitu pada tugas akhir dengan judul visualisasi mengenai isu healing dengan fotografi konseptual bertujuan untuk memberikan gambaran bahwa healing memiliki arti khusus bagi masyarakat yang mendapatkan luka batin dari suatu peristiwa. Memperdalam persepsi masyarakat mengenai isu healing yang dibentuk dengan visualisasi berupa foto dengan pemaknaan healing dari emosi dan mental. Kata kunci : healing, emosi, mental, fotografi konseptual Abstract : Healing has been a busy issue in the community in recent years, coupled with technological advances that have made it easier for the flow of information about healing to become a trend among millennials. With the information and increasing technology, there is an Instagram application which is a place for healing issues in the community. Healing is a process of healing inner wounds that interfere emotionally and mentally. Healing is done by traveling to the open, in other words, a vacation. The purpose of doing healing is to get rid of the feeling of boredom that interferes emotionally and take a break from a problem that binds to oneself. Thus, the final project entitled visualization of the issue of healing with conceptual photography aims to provide an illustration that healing has a special meaning for people who get inner wounds from an event. To deepen the public's perception of healing issues which is formed by visualizing in the form of photos with the meaning of healing from emotion and mentality. Keywords : healing, emotion, mental, photography conceptual
BAD IMPACT ABOUT MASCULINITY: VISUALISASI FOTOGRAFI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK SLOW SHUTTER SPEED DAN LIGHT PAINTING Azwar, Azwin; Endriawan, Didit; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas Akhir Pengkaryaan ini berjudul <Bad Impact About Masculinity: Visualisasi Fotografi Dengan Menggunakan  Teknik  Slow  Shutter  Speed  Dan  Light Painting”. Pada pengkaryaan kali  ini memfokuskan pembahasan  tentang  isu maskulinitas yang beredar disekitar  kita  yang  terlebih  kepada  laki-laki.  Karya  ini  berbentuk  Fotografi  yang menggunakan  Teknik  Slow  shutter  speed  lalu  dikombinasikan  dengan  Teknik  light painting. Tujuan dari pengkaryaan kali  ini menggambarkan  tentang  stigma yang ada di masyarakat  agar  memperhatikan  bahwa  stigma  maskulinitas  yang  ada  saat  ini  bisa berdampak buruk bagi orang yang dituju akan stigma maskulinitas tersebut.Kata Kunci: maskulinitas, fotografi, light painting, slow shutter speed.
Co-Authors Adeseptian, Ricco Adrian Permana Zen Akbar, Mohammad Zydan Akhmadi Akhmadi Alfianto, Rynaldi Alghonyu, Dhara Alifiardi, Lukman Alifyan, Muhammad Daffa Amalia, Shalvinna Anggar Erdhina Adi Arfi Andrian Arini Arumsari Ariq, Nadhif Jasir Arsyafitri, Yasmin Annisaa Aryawijaya, Emir Hakim Asfar, Muhammad Qessar Ashila, Muhammad Azka Avianto Nugroho Azahra, Qonita Rahima Azwar, Azwin Bahri, Rizki Fahreza Belinda, Geby Ayu Budi Haswati, Sri Maharani Cucu Retno Yuningsih Didit Endriawan Donny Trihanondo Dony Tri Hanondo Dwitama, Muhamad Rizki Epri Diningrum, Anisa Ersyad, Firdaus Anwar Fadhilla, Alya Fauzan, Emir Ahmad Febrian, Yusep Febriana, Sheva Pahlevi Fiallco, Yoppyndra Fikriansyah, Muhammad Rizki Firdaus Azwar Ersyad, Firdaus Azwar Firdaus, Firdaus Azwar Ersyad Firdaus, Ivan Fauzy Ganjar Gumilar Gregorius Kresna Haga Ginting Gumelar, Muhammad Handriyandi, Muhammad Adli Hanif Azhar Hasan, Yassar Herliana, Zhira Ananda Iis Kurnia Nurhayati Ikhlas, Nazryl Akmallul Iqbal Prabawa Wiguna Isroni Muhammad Miraj Malau, Nova Astrit Febrianty Martiyadi Nurhidayat Miftahussurur, Giat Agus Muchammad Zaenal Al Ansory Muhammad Arief Fauzi Muhammad Rizky Ramadhan Nacazeta, Alghofiri Omar Nathaniel, Sibyl Negara, Fajar Wijaya Novian Denny Nugraha Nugraha, Arjuun Khanif Alfin Nugraha, Yudhistira Farhanda Nurul Fitriana Bahri Paku Kusuma Pratama, Febrian Aggy Putra, Edwar Fernanda Dwi Putri, Anisa Silviana Putri, Jade Elisa Putri, Shalomitha Debora Rahmah, Fathiyah Nurshabrina Ramadhan, Muhammad Sabili Ramadhana, Syahdila Novanza Ranti Rachmawanti Rapekan, Muhammad Fakhrinur Shiyam Refi Rifaldi Windya Giri Ridzky, Axel Ramadhan Roro Retno Wulan Salsabila, Siela Salma Semesta, Cakrawala Jagad Shafy Putra, Muhammad Situmeang, Ezra Dereno Siwi Anjar Sari Soni Sadono Sugihartono, Ranang Agung Sukarso, Dwie Alfhyandy Sumarnis, Nisa Teddy Ageng Maulana Vega Giri Rohadiat Wijayanti, Sheila Nurfitri Yanuar Rahman