Claim Missing Document
Check
Articles

VISUALISASI TEKANAN ORANG TUA TERHADAP ANAK DALAM FILM EKSPERIMENTAL PRESSURE Nathaniel, Sibyl; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid; Ridzky, Axel Ramadhan
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pressure adalah film eksperimental menggambarkan tentang tekananpsikologis yang dialami anak akibat ekspektasi, tuntutan, dan kontrol berlebihan dariorang tua. Dalam masyarakat yang menjunjung tinggi kesuksesan konvensional,anak kerap dijadikan proyeksi harapan tanpa memikirkan kondisi emosionalnya.Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana pola asuh yang menekandapat menimbulkan dampak psikologis yang tersembunyi, seperti ketakutan,keterasingan, dan ketidakpercayaan diri. Tujuan film ini adalah mengedukasi danmembuka ruang refleksi tentang pentingnya empati dan komunikasi dalam keluarga.Melalui pendekatan non-naratif dan simbolis, film ini menggunakan elemen visualseperti pencahayaan kontras, warna gelap, serta pergerakan kamera yang tidakterlalu stabil untuk menggambarkan ketidakstabilan emosin anak. Audioinstrumental, suara repetitive, dan momen keheningan dipakai untuk menimbulkanketidaknyamanan yang mencerminkan kecemasan batin. Temuan umum darieksplorasi ini menunjukan bahwa tekanan dari orang tua seringkali tidak tampaksecara fisik, namun berdampak besar terhadap Kesehatan mental anak.Kesimpulannya, Pressure bukan hanya karya visual, tetapi juga media reflektif yangbermanfaat bagi orang tua, pendidik, dan masyarakat dalam memahami pentingnyamendukung perkembangan emosional anak.Kata kunci : Tekanan psikologis, pola asuh, kesehatan mental anak, filmeksperimental.
Penguatan Kapasitas Publikasi Ilmiah Guru Broadcasting dan Film melalui Pengembangan Platform E-Journal Kolaboratif Firdaus Azwar Ersyad; Dyah Ayu Wiwid Sintowoko; Vega Giri Rohadiat
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2026): Maret
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i2.9400

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi publikasi ilmiah guru SMK bidang broadcasting dan film melalui pengembangan platform E-Journal yang terintegrasi dan kolaboratif bersama PERDIBROFI Jawa Barat. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya tingkat literasi ilmiah, minimnya jurnal khusus bidang film dan penyiaran, serta tantangan dokumentasi karya guru. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan penulisan artikel ilmiah, manajemen jurnal elektronik, serta pendampingan teknis pengelolaan E-Journal. Sebanyak 30 guru dari SMK se-Jawa Barat dilibatkan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman struktur artikel ilmiah hingga 138% dan peningkatan rata-rata 59% pada seluruh indikator evaluasi. Sebagai dampak lanjutan, dibentuk komunitas literasi guru serta rencana pendampingan intensif berbasis praktik pembelajaran. Inisiatif ini menjadi kontribusi nyata dalam mendorong profesionalisme guru dan penguatan ekosistem publikasi ilmiah berbasis komunitas di bidang pendidikan vokasi
Konstruksi Maskulinitas dalam Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Fathiyah Nurshabrina Rahmah; Dyah Ayu Wiwid Sintowoko; Teddy Ageng Maulana
Rekam Vol 21, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v21i2.9298

Abstract

Construction of Masculinity in The Movie Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash.This study examines the construction of masculinity in the 2021 film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” (Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash), focusing on the use of cinematographic and mise-en-scene elements to represent fragile masculinity. The film follows Ajo Kawir, a man grappling with childhood trauma that disrupts his sense of masculinity, particularly in terms of sexuality and emotion. This research employs a descriptive qualitative method by analyzing eight selected scenes that reflect aspects of masculinity. The theoretical framework includes cinematography, mise-en-scene, and masculinity theories such as hegemonic masculinity and toxic masculinity. The findings reveal that the film portrays masculinity not only through physical strength but also through vulnerability, especially in confronting sexual crises and emotional conflict. The use of color, lighting, framing, and costume enhances the masculine identity and inner turmoil of the characters. Moreover, the film presents an unconventional gender dynamic, particularly through the character Iteung, who displays strength and dominance, thereby reshaping the power relations between men and women. This analysis offers new insights into the construction of masculinity in Indonesian cinema, emphasizing the role of visual elements in shaping social meaning and masculine identity.
Pelatihan Manajemen Produksi Film Lokal Bagi Masyarakat Desa Sinema Kepunduhan Melalui Pendekatan Partisipatif Firdaus Azwar Ersyad Firdaus; Muchammad Zaenal AL Ansory; Dyah Ayu Wiwid Sintowoko
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 4 No. 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdikom.v4i1.3632

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah upaya mengembangkan sumber daya manusia untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam memanajemen produksi film bagi Masyarakat Desa Sinema Kepunduhan Kabupatenn Tegal. Adapun kegiatan ini berfungsi untuk mengatasi masalah kurangnya pengetahuan tentang manajemen produksi film lokal. Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat dapat dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran dan pelatihan terkait manajemen produksi film. Kegiatan abdimas ini mencakup penyediaan pelatihan teknis tentang manajemen produksi film, edukasi tentang platform distribusi digital, dan pemahaman tentang strategi pemasaran yang efektif. Kegiatan pelatihan manajemen produksi film lokal dan strategi pendanaan menjadi solusi untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat Desa Sinema. Melalui hasil evaluasi yang telah dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebesar 52%, hal tersebut menandakan keberhasilan pelatihan dalam memberikan solusi bagi tantangan industri film lokal. Dengan memperkuat industri film lokal, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi dan budaya yang signifikan serta memberdayakan kreativitas lokal.   Abstract The aim of this activity is to develop human resources to enhance knowledge and skills in managing film production for the Community of Sinema Kepunduhan Village, Tegal Regency. This activity serves to address the issue of lack of knowledge about local film production management. Through a participatory approach, the community can actively participate in the learning and training process related to film production management. This community service activity includes providing technical training on film production management, educating about digital distribution platforms, and understanding effective marketing strategies. Local film production management and funding strategy training activities serve as a solution to improve the understanding and skills of the Sinema Village community. Evaluation results indicate a 52% increase in participants' understanding, signifying the success of the training in addressing challenges faced by the local film industry. By strengthening the local film industry, communities can gain significant economic and cultural benefits while empowering local creativity.
Interactive Online Storytelling Using AR Technology for the Familia Kreativa Community Yanuar Rahman; Dyah Ayu Wiwid Sintowoko; Ananda Risya Triani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 12, No 1 (2026): Maret
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpkm.102338

Abstract

Community service initiatives involving interactive online storytelling using Augmented Reality (AR) technology aim to provide a novel educational experience for children aged 6 to 9, particularly members of the Familia Kreativa community. Storytelling is a powerful tool for imparting moral values, fostering creativity, and promoting reading habits among children. However, contemporary delivery methods are necessary to meet the needs of today's generation. AR technology was selected for its capacity to deliver interactive and immersive three-dimensional visual elements, which enhance participant engagement. This program comprised four phases: preparation, development of storytelling materials and modules, implementation of two online storytelling sessions, and evaluation. During the sessions, participants used smart devices to scan worksheets, which revealed AR features and objects. This activity involved direct interaction between participants and the storyteller through questions, answers, and visual exploration. The results indicate that AR technology improves participants' focus, interaction, and comprehension of the narratives. Children demonstrated better recall of story elements, while parents noted that this approach effectively reduced boredom and enhanced the learning experience. AR technology shows substantial potential for fostering creative learning and visual literacy in early childhood. Its use in this initiative aligns with the goals of quality education under SDG 4 and creates opportunities for technical innovation in the broader context of early childhood education development.
Menggambar dan Mewarnai Wayang Kulit sebagai Strategi Edukasi Budaya Anak Soni Sadono; Dyah Ayu Wiwid Sintowoko; Donny Trihanondo
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Juli: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v4i4.1837

Abstract

This community service activity aims to introduce and strengthen children’s cultural education through drawing and coloring traditional shadow puppets (wayang kulit) as a creative and contextual learning medium. The activity was conducted in a mosque environment as an inclusive non-formal educational space that plays an important role in supporting children’s social, cultural, and character development within the community. The methods implemented included introducing the Pandawa characters, explaining the cultural values and moral messages contained in wayang kulit, guiding children in creating basic wayang illustrations, and facilitating coloring activities that encouraged creativity and individual expression. The participants consisted of children from Madrasah Diniyah, elementary school, and junior high school levels with different educational backgrounds and artistic abilities. The results showed an increase in children’s enthusiasm and awareness toward traditional arts and cultural heritage. Through the activity, children began to recognize character values such as honesty, courage, perseverance, responsibility, and togetherness represented by wayang characters. The activity also encouraged active participation, creativity, and an enjoyable learning experience. Therefore, drawing and coloring wayang kulit can be considered an effective strategy for implementing contextual, interactive, and sustainable cultural education for children.
Co-Authors Adeseptian, Ricco Adrian Permana Zen Akbar, Mohammad Zydan Akhmadi Akhmadi Alfianto, Rynaldi Alghonyu, Dhara Alifiardi, Lukman Alifyan, Muhammad Daffa Amalia, Shalvinna Ananda Risya Triani Anggar Erdhina Adi Arfi Andrian Arini Arumsari Ariq, Nadhif Jasir Arsyafitri, Yasmin Annisaa Aryawijaya, Emir Hakim Asfar, Muhammad Qessar Ashila, Muhammad Azka Avianto Nugroho Axel Ramadhan Ridzky Azahra, Qonita Rahima Azwar, Azwin Bahri, Rizki Fahreza Belinda, Geby Ayu Budi Haswati, Sri Maharani Cucu Retno Yuningsih Didit Endriawan Donny Trihanondo Dony Tri Hanondo Dwitama, Muhamad Rizki Epri Diningrum, Anisa Ersyad, Firdaus Anwar Fadhilla, Alya Fathiyah Nurshabrina Rahmah Fauzan, Emir Ahmad Febrian, Yusep Febriana, Sheva Pahlevi Fiallco, Yoppyndra Fikriansyah, Muhammad Rizki Firdaus Azwar Ersyad Firdaus, Ivan Fauzy Ganjar Gumilar Gregorius Kresna Haga Ginting Gumelar, Muhammad Handriyandi, Muhammad Adli Hanif Azhar Hasan, Yassar Herliana, Zhira Ananda Iis Kurnia Nurhayati Ikhlas, Nazryl Akmallul Iqbal Prabawa Wiguna Isroni Muhammad Miraj Malau, Nova Astrit Febrianty Martiyadi Nurhidayat Miftahussurur, Giat Agus Muchammad Zaenal Al Ansory Muchammad Zaenal AL Ansory Muhammad Arief Fauzi Muhammad Rizky Ramadhan Nacazeta, Alghofiri Omar Nathaniel, Sibyl Negara, Fajar Wijaya Novian Denny Nugraha Nugraha, Arjuun Khanif Alfin Nugraha, Yudhistira Farhanda Nurul Fitriana Bahri Paku Kusuma Pratama, Febrian Aggy Putra, Edwar Fernanda Dwi Putri, Anisa Silviana Putri, Jade Elisa Putri, Shalomitha Debora Ramadhan, Muhammad Sabili Ramadhana, Syahdila Novanza Ranti Rachmawanti Rapekan, Muhammad Fakhrinur Shiyam Refi Rifaldi Windya Giri Roro Retno Wulan Salsabila, Siela Salma Semesta, Cakrawala Jagad Shafy Putra, Muhammad Situmeang, Ezra Dereno Siwi Anjar Sari Soni Sadono Sugihartono, Ranang Agung Sukarso, Dwie Alfhyandy Sumarnis, Nisa Teddy Ageng Maulana Vega Giri Rohadiat Wijayanti, Sheila Nurfitri Yanuar Rahman