Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Manajemen Peserta Didik Sekolah Dasar: Konsep, Implementasi, dan Strategi Optimalisasi Nalle, Anselmus; Unggin, Elisabet Angela; Wadu, Juanita Aristia; Molum, Januario Jacsem; Rizmawan, Yosef Cendy; Dua Lehan, Andriyani A.; Dethan, Jimylton
Jurnal Lazuardi Vol 7 No 4 (2024): Vol 7 No 4 (2024): JURNAL LAZUARDI EDISI XV BULAN DESEMBER
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53441/jl.Vol7.Iss4.141

Abstract

Student management is an important aspect in creating an effective learning environment in elementary schools. This article aims to discuss the concept, implementation and optimization strategy for student management in elementary schools. Using a qualitative descriptive approach, this article reviews the planning, organizing, implementing and evaluating student management, as well as the challenges faced. The conclusion of this article emphasizes the importance of collaboration between schools, parents and the community in realizing holistic educational goals.
GERAKAN PENGUATAN NILAI-NILAI ANTI KORUPSI ANAK SEJAK DINI MELALUI METODE ROLE PLAY DI SDK HARMONY KOTA KUPANG Balu , Adi Laksari; Dethan , Jimmylton; Bukifan, Maria Isabela; Egong, Maria Vinsensia Daijo; Djingi, Delviana Januarita Adelin; Ate, Apriliana Yenilasari Gono; Usfinit, Skolastika; Leu, Theresia Merlina
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 01 (2025): FEBRUARI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi adalah masalah krusial yang menghambat perkembangan nasional sehingga sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai anti korupsi pada anak-anak sejak dini nantinya akan dijadikan sebagai pandangan hidup yang kemudia diimplementasikan siswa dalam Upaya pencegahan korupsi. Sosialisasi adalah salah satu cara efektif yang dapat dilakukan pencegahan tindak pidana korupsi sejak dini di Sekolah Dasar Kristen Harmony dengan menggunakan pendekatan metode (Role Play) sebagai cara untuk mengajarkan nilai-nilai tersebut Role Play yaitu Teknik Dimana peserta memainkan peran tertentu dalam skenario yang telah di tentukan, memungkinkan anak-anak mengalami langsung konsekuensi dari Tindakan korupsi, pendekatan ini meningkatkan pemahaman,empati, dan ketrampilan komunikasi,sekaligus memungkinkan anak-anak menerapkan prinsip anti korupsi dalam situasi nyata
Peningkatan Kompetensi Guru SD melalui Pelatihan Penyusunan Modul Ajar Berbasis Deep Learning di SD Inpres Pilasue, Rote Selatan Koro, Maxsel; Benu, Adam B. Nifu; Fointuna, Daniel W.; Koten, Gaudensius J. L.; Dethan, Jimylton; Paut, Livia Eunike; Riwu, Marchel H. Djami; Bessie, Marfelano
Lentera Pengabdian Vol. 3 No. 04 (2025): Oktober 2025
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v3i04.1053

Abstract

Modul ajar merupakan perangkat kunci yang memberikan kerangka belajar komprehensif bagi siswa di kelas. Kerangka belajar bagi siswa harus disusun dengan menggunakan pendekatan yang relevan dengan cara belajar masa kini. Deep Learning menjadi salah satu pendekatan yang wajib diterapkan di sekolah dasar saat ini. Pelatihan penyusunan Modul ajar berbasis Deep Learning yang dilaksanakan PGSD UNDANA membantu guru “3T” agar secara baik dan lengkap mampu menyusun modul ajar di sekolah dasar. Pelatihan dilaksanakan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, serta pendampingan intens pada setiap guru yang mengabdi di sekolah tersebut. Pelatihan ini diberikan oleh dua orang narasumber bersama tim dosen program studi. Hasil dari pelatihan dan pendampingan ini, guru-guru mampu memahami dan menyusun modul ajar dengan pendekatan Deep Learning di sekolah dasar dengan lengkap disertai perangkat pendukung lainnya seperti bahan ajar, LKPD, dan media pembelajaran. Guru SD Inpres Pilasue menghasilkan 8 modul ajar berbasis Deep Learning yang siap digunakan dalam tahun akademik berjalan.
ANALISIS TINDAKAN DISKRIMINASI PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR: STUDI KUALITATIF MENGENAI FAKTOR PEMICU DAN DAMPAK NYA PADA PESERTA DIDIK FASE C KELAS VI Yohana R Tagu Pati; Yuliana G E Kolin; Narwis Friando Makasar; Merlin E Selan; Jimylton Dethan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11172

Abstract

Discrimination is an unfair action such as limiting, differentiating, and excluding directly or indirectly on the basis of religion, race, ethnicity, group, language, skin color, gender, social status, or economic status. The purpose of this study is to determine the causes and impacts experienced by victims of discrimination at SDN Kelapa Lima. This study uses a qualitative method. Based on interview data, the factors causing discrimination at SDN Kelapa Lima are bullying behavior. Where students often get teased using their parents' names, older siblings' names and are also teased because they have a different physical appearance from others such as weight, height (electricity pole), curly hair, skin color, parents' jobs and knowledge abilities (IQ) as well as differentiating treatment such as being rejected or not accepted in the circle of friends. The conclusion: discrimination is an unpleasant act that mocks the physical appearance of peers by calling them electric poles, calling friends by their parents' names and older siblings' names and treatment such as being rejected or not accepted in the circle of friends.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING DALAM MENUMBUHKAN SIKAP DEMOKRATIS SISWA PADA MATA PELAJARAN PKN DI SD GMIT KUANINO 3 Celline; Erlin Liunokas; Nelci Nobrihas; Jimylton Dethan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11189

Abstract

This study aims to test the effectiveness of the Role Playing learning model in fostering democratic attitudes in students in Civics (PKn) in elementary schools. This study employed a quantitative approach with a one-group pre-experimental design (One Group Pretest-Posttest Design). The subjects were 11 fifth-grade students of GMIT Kuanino 3 Elementary School. Data were collected using a Likert-scale democratic attitudes questionnaire and analyzed using descriptive and inferential statistics. The descriptive analysis showed an increase in the average score of students' democratic attitudes from 43.00 (Agree) in the pretest to 47.05 (Strongly Agree) in the posttest, representing a 9.88% increase in effectiveness. This increase was confirmed by the results of the Paired Sample T-Test, which yielded a t-value of -5.750 with 10 degrees of freedom (df) and a p-value of 0.000. Because the p value <0.05, it is proven that there is a significant difference between the scores before and after the intervention. It is concluded that the implementation of the Role Playing learning model is significantly effective in fostering democratic attitudes in fifth grade students of GMIT Kuanino 3 Elementary School. Keywords: Role Playing learning model, democratic attitude
PENINGKATAN LITERASI MEMBACA SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR MELALUI KEGIATAN MEMBACA 15 MENIT SEBELUM PEMBELAJARAN DIMULAI Katarina Dei Ricci Barek Masan; Briezky Jones Saputra Mooy; Dietrick Michelle Aurelia Pellondou; Sofia Yulin; Jimylton Dethan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi membaca siswa kelas VI sekolah dasar melalui kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya minat baca dan kemampuan literasi siswa, yang dipengaruhi kurangnya fasilitas literasi dan minimnya kebiasaan membaca di sekolah. Program membaca 15 menit merupakan bagian dari Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang menekankan pembiasaan membaca sebagai langkah awal membangun budaya literasi. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek siswa kelas VI semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes pemahaman bacaan, serta dokumentasi, kemudian ffdianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan membaca 15 menit dapat meningkatkan partisipasi, kedisiplinan, kemandirian, dan fokus membaca siswa. Wawancara dengan siswa dan guru memperlihatkan bahwa kegiatan ini membantu meningkatkan motivasi dan kesiapan belajar siswa. Hasil tes pemahaman bacaan menunjukkan 60% siswa berada pada kategori baik dan 40% kategori cukup. Dengan demikian, kegiatan membaca 15 menit terbukti efektif dalam meningkatkan literasi membaca dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan.
Pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis Canva bagi guru-guru d SD Inpres Katara Kabupaten Malaka-NTT Treesly Y.N Adoe; Jimylton Dethan; Gaudensius Jati Lamauran Koten; Habibi Musa
Jurnal Abdi Masyarakat dan Pemberdayaan Inovatif Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jampi.v1i2.265

Abstract

The quality of learning is greatly influenced by teachers' creativity in presenting teaching materials, especially in engaging and visual learning contexts. In the digital era, utilizing technologies like Canva is a solution to increase the effectiveness of material delivery. However, many teachers in 3T (frontier, outermost, and disadvantaged) areas, including Katara Elementary School in Malaka Regency, East Nusa Tenggara, have not yet optimally utilized this application due to limited knowledge and training. This community service program aims to provide training in creating Canva-based learning media to teachers at Katara Elementary School. The method used was participatory training through face-to-face workshops, live demonstrations, independent practice, and mentoring. The results of the activity showed a significant increase in teachers' understanding and skills in creating engaging visual learning media, such as infographics, educational posters, and interactive presentations. Most participants stated that this training was very helpful in supporting the learning process in the classroom. Thus, this training has had a positive impact on improving the quality of education in elementary schools, especially in remote areas. This activity also opens up opportunities for further collaboration and digital literacy development for teachers.
IMPLEMENTING PROBLEM-BASED LEARNING IN LITERACY-ORIENTED CLASSROOMS TO ENHANCE STUDENTS' CRITICAL READING AND WRITING ENGAGEMENT Jimylton Dethan; Treesly Yumiardi Normin Adoe; Nattapong Srisuk
Sensei International Journal of Education and Linguistic Vol. 5 No. 2 (2025): Sensei International Journal of Education and Linguistics
Publisher : SENSEI JOURNAL PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53768/sijel.v5i2.230

Abstract

In the literacy-oriented classroom the students are not only asked to read but also to think critically about what they read. However, in reality many students only read to answer the questions. Problem-Based Learning is one of the models that can be used to solve this problem. This study discusses the implementation of Problem-Based Learning in literacy-oriented classrooms. The study used a mixed-method design with an experimental class and a control class. The data were collected through a literacy test, observation, interview, and student journal. The result shows that the literacy performance of the experimental class is better and the students become more active in discussion. Therefore, Problem-Based Learning is good to be applied in literacy learning.
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR BERSERI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN SEDERHANA PADA SISWA SEKOLAH DASAR. Markus Sampe; Maxsel Koro; Jimy Dethan; Marchel Riwu; Kurniayu T.R.A Ratu; Ernawati Therik
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran diferensiasi berbasis kebutuhan siswa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran inklusif. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pelayanan pendidikan yang mampu mengakomodasi perbedaan kemampuan, minat, gaya belajar, dan kebutuhan peserta didik dalam lingkungan sekolah inklusif. Pembelajaran diferensiasi menjadi salah satu pendekatan yang dapat membantu guru menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, aktif, dan berpusat pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa pada sekolah dasar inklusif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran diferensiasi berbasis kebutuhan siswa mampu meningkatkan kualitas pembelajaran inklusif. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya partisipasi siswa dalam kegiatan belajar, terciptanya suasana pembelajaran yang lebih kondusif, meningkatnya interaksi antara guru dan siswa, serta adanya penyesuaian strategi pembelajaran sesuai kebutuhan individu siswa. Guru memberikan variasi dalam materi, metode, media, dan penilaian sehingga seluruh siswa, termasuk siswa berkebutuhan khusus, dapat mengikuti pembelajaran secara optimal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran diferensiasi berbasis kebutuhan siswa memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran inklusif di sekolah. Oleh karena itu, guru disarankan untuk menerapkan pembelajaran diferensiasi secara berkelanjutan agar kebutuhan belajar setiap siswa dapat terpenuhi dengan baik.
MODEL PEMBELAJARAN DIFERENSIASI BERBASIS KEBUTUHAN SISWA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN INKLUSIF Markus Sampe; Maxsel Koro; Jimy Dethan; Marchel Riwu; Kurniayu T.R.A Ratu; Ernawati Therik
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran diferensiasi berbasis kebutuhan siswa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran inklusif. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pelayanan pendidikan yang mampu mengakomodasi perbedaan kemampuan, minat, gaya belajar, dan kebutuhan peserta didik dalam lingkungan sekolah inklusif. Pembelajaran diferensiasi menjadi salah satu pendekatan yang dapat membantu guru menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, aktif, dan berpusat pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa pada sekolah dasar inklusif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran diferensiasi berbasis kebutuhan siswa mampu meningkatkan kualitas pembelajaran inklusif. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya partisipasi siswa dalam kegiatan belajar, terciptanya suasana pembelajaran yang lebih kondusif, meningkatnya interaksi antara guru dan siswa, serta adanya penyesuaian strategi pembelajaran sesuai kebutuhan individu siswa. Guru memberikan variasi dalam materi, metode, media, dan penilaian sehingga seluruh siswa, termasuk siswa berkebutuhan khusus, dapat mengikuti pembelajaran secara optimal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran diferensiasi berbasis kebutuhan siswa memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran inklusif di sekolah. Oleh karena itu, guru disarankan untuk menerapkan pembelajaran diferensiasi secara berkelanjutan agar kebutuhan belajar setiap siswa dapat terpenuhi dengan baik.