Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Internalisasi Nilai Religius dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Sekolah Daerah Tertinggal Hendra Hendra; Junaidi Indrawadi; Maria Montessori
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 11, No 1 (2019): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v11i1.12932

Abstract

This study aims to determine the process of internalizing religious values in learning Civic and Pancasila Education in underdeveloped regional schools. This research was conducted at Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Mentawai Islands because geographically Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Mentawai Islands is located in Mentawai Islands Regency as one of the underdeveloped areas in accordance with Presidential Regulation No. 131 of 2015 concerning Determination of Underdeveloped Regions 2015-2019. This study uses a qualitative approach to reveal how the process of internalizing religious values in learning Civic and Pancasila Education on Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Mentawai Islands. Data was obtained through observation, interviews, FGD (focus group discussion) and documentation studies. The results of the study show: 1) religious values have been internalized in the Civic and Pancasila Education Lesson Plan, 2) the teachers only limited to delivering religious values and have not invited students to think critically about religious values, 3) teachers have not evaluated learning that internalized religious values. Through this research the teacher is expected to be able to develop a model of internalization of religious values in the learning of Civic and Pancasila Education in underdeveloped area schools which includes planning, implementing and evaluating the learning of Civic and Pancasila 
Kajian Komparasi Dinamika Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia dan Malaysia Hendra Hendra; Priazki Hajri
FOUNDASIA Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v14i1.58810

Abstract

Pendidikan kewarganegaraan berfungsi untuk memberikan pemahaman kebangsaan, hak dan kewajiban warga negara serta sebagai media pendidikan karakter kepada masyarakat. Implementasi pendidikan kewarganegaraan tiap-tiap negara berbeda-beda sesuai dinamika dan sejarah yang menyertainya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis dinamika pendidikan kewarganegaraan di Indonesia dan Malaysia. Kedua negara di pilih berdasarkan pertimbangan bahwa Indonesia dan Malaysia merupakan negara yang bertetangga dan sama-sama beretnis Melayu, namun memiliki latar belakang sejarah yang berbeda. Artikel ditulis menggunakan literature review. Hasil telaah menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan di Indonesia dilaksanakan dengan berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Sedangkan pendidikan kewarganegaraan di Malaysia dilaksanakan dengan berdasarkan Falsafah Pendidikan Kebangsaan Malaysia.
Penguatan Pemahaman Metodologi Penelitian Kualitatif Mahasiswa Melalui Bimbingan Teknis Pada Mahasiswa Ppkn Pips Universitas Jambi: Indonesia Hendra Hendra; Siti Tiara Maulia; Muhammad Ichsan
ESTUNGKARA Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Estungkara
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.523 KB)

Abstract

Kegiatan bimbingan teknis ini bertujuan untuk menguatkan pemahaman mahasiswa terhadap metodologi penelitian kualitatif. Fokus kegiatan adalah memberikan bimbingan kepada mahasiswa terkait penelitian kualitatif serta berdiskusi mengenai permasalahan dalam penelitian kualitatif. Kegiatan dilakukan dalam bentuk bimbingan teknis dengan tahapan-tahapan, yakni 1) perencanaan: berkonsultasi dan diskusi dengan ketua jurusan PIPS dan kaprodi PPKn, diskusi teknis pelaksanaan kegiatan dengan dosen dan teman sejawat untuk dimintai masukan mengenai teknis kegiatan, dan menyusun rencana kegiatan dalam bentuk dokumen panduan kegiatan; dan 2) pelaksanaan: kegiatan bimbingan teknis berupa penyampaian materi oleh pemateri, dan pemberian pre-test dan post-test untuk mengetahui pemahaman mahasiswa terhadap permasalahan metodologi penelitian kualitatif.hasil kegiatan yakni: 1) menigkatnya pemahaman mahasiswa terkait metodologi penelitian kualitatif dan 2) diharapkan dalam jangka panjang mahasiswa melahirkan skripsi yang berkualitas.
ESENSI MEMBANGUN IDENTITAS NASIONAL SEBAGAI WUJUD PERTAHANAN BUDAYA PADA MAHASISWA PPKN Priazki Hajri Hendra
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 1 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i1.4153

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk melihat bagaimana esensi membangun identitas nasional sebagai wujud pertahanan budaya pada mahasiswa PPKn FKIP Universitas Jambi. Hal ini didasari karena pengaruh globalisasi yang tinggi dinilai dapat memudarkan identitas nasional bangsa Indonesia, maka dari itu perlu untuk ditanamkan substansi implementasi dari identitas nasional tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa perlu untuk menjadi agen transformasi dalam menjaga tradisi dan budaya yang ada, tidak hanya itu, mahasiswa juga dituntut untuk membangun refleksi diri terhadap persoalan yang dihadapi bangsa ini terutama sebagai mediator dalam mengedukasi generasi selanjutnya. Dan sebagai kesimpulan dalam penelitian ini mahasiswa memiliki peran yang strategis dalam menentukan arah bangsa ini kedepannya, hal ini diindikasikan karena mahasiswa merupakan generasi yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan selanjutnya, serta peran mahasiswa sebagai seorang pembelajar sejalan dengan semnagat serta visi misi negara untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa yang berkarakter.
BUDI UTOMO : PEMANTIK PERGERAKAN NASIONAL Muhammad Ichsan; Siti Tiara Maulia; Hendra Hendra
Jurnal EduSosial Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Jurusan Pendidikan IPS FKIP UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangsa Indonesia merasakan penjajahan sudah begitu lama, banyak dari rakyat yang akhirnya memiliki kesadaran dan ingin bangkit untuk merebut kemerdekaan. Perjuangan merebut kemerdekaan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia pada awalnya lebih banyak dilakukan berdasarkan kedaerahan, hingga pada lahir organisasi Budi Utomo, yang menjadi pionir organisasi pergerakan nasional Indonesia, memberikan inspirasi bagi rakyat pribumi untuk lebih merapatkan barisan melawan bangsa kolonial. Metode dalam penelitian ini menggunakan jenis studi kepustakaan (research library), pengumpulan data untuk keperluan tulisan ini berasal dari perpustakaan, baik berupa buku, ensiklopedi, kamus, dokumen, majalah dan lain sebagainya. Data pendukung untuk penelitian ini berasal dari sumber-sumber lain seperti jurnal online dan situs web. Lahirnya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908 sebagai organisasi pergerakan nasional dilatarbelakangi dengan memuncaknya amarah rakyat atas penindasan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial. Untuk itu Budi Utomo melakukan perjuangan melalui aspek pendidikan yang pada akhirnya juga merambah aspek politik. Perjuangan Budi utomo menstimulasi organisasi-organisasi lain yang serupa lahir dan berjuang bersama merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGGUNAKAN ARTICULATE STORYLINE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU PONDOK PESANTREN ASH-SHIDDIIQI JAMBI TAHUN 2023 Firman Firman; Heri Usmanto; Hendra Hendra; Hidayatul Arif; Fellicia Ayu Sekonda
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5849

Abstract

Berdasarkan hasil observasi dan informasi yang diperoleh dari para guru pendidikan kewarganegaraan di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqi Jambi, masalah yang dihadapi dapat diidentifikasikan sebagai berikut. Sesuai dengan permasalahan yang ada di analisi situasi diatas, makan dapat dismpulkan bahwa permasalahan yang mendasar adalah: (1) Kurangnya kreafitas para guru disekolah terutama dalam mengembangkan media pembelajaran yang interktif. (2) Kurangnya kemauan para guru untuk bersungguh-sungguh dalam membuat media pembelajaran, karena para guru hanyak menggunakan media tradisonal saja. (3) Guru-guru belum memhami secara keseluruhan dalam merumuskan dalam membuat media pembelajaran menggunakan aplikasi articulate stroryline. tujuan agar dapat membantu para guru yang mendapatkan kesulitan dalam membuat dan merancang alat pembelajaran terutama dalam membuat media pembelajaran yang efektif dan menarik sehingga dapat membantu siswa dan siswi dalam kegiatan belajar mengajar. Metode kegiatan ini adalah melakukan persiapan, kemudian pelaksanaan, penyajian materi, penugasan praktik serta reflesi beserta evaluasi kegaiatan. Hasil dari kegiatan iniadalah guru mampu membuat media pembelajaran menggunakan aplikasi articulate strorylinesetelah mengikuti rangkaian kegaiatan dalam pengabdian yang dilakukan oleh tim pengabdian selama dua kari kegiatan.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGGUNAKAN ARTICULATE STORYLINE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU PONDOK PESANTREN ASH-SHIDDIIQI JAMBI TAHUN 2023 Firman Firman; Heri Usmanto; Hendra Hendra; Hidayatul Arif; Fellicia Ayu Sekonda
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5849

Abstract

Berdasarkan hasil observasi dan informasi yang diperoleh dari para guru pendidikan kewarganegaraan di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqi Jambi, masalah yang dihadapi dapat diidentifikasikan sebagai berikut. Sesuai dengan permasalahan yang ada di analisi situasi diatas, makan dapat dismpulkan bahwa permasalahan yang mendasar adalah: (1) Kurangnya kreafitas para guru disekolah terutama dalam mengembangkan media pembelajaran yang interktif. (2) Kurangnya kemauan para guru untuk bersungguh-sungguh dalam membuat media pembelajaran, karena para guru hanyak menggunakan media tradisonal saja. (3) Guru-guru belum memhami secara keseluruhan dalam merumuskan dalam membuat media pembelajaran menggunakan aplikasi articulate stroryline. tujuan agar dapat membantu para guru yang mendapatkan kesulitan dalam membuat dan merancang alat pembelajaran terutama dalam membuat media pembelajaran yang efektif dan menarik sehingga dapat membantu siswa dan siswi dalam kegiatan belajar mengajar. Metode kegiatan ini adalah melakukan persiapan, kemudian pelaksanaan, penyajian materi, penugasan praktik serta reflesi beserta evaluasi kegaiatan. Hasil dari kegiatan iniadalah guru mampu membuat media pembelajaran menggunakan aplikasi articulate strorylinesetelah mengikuti rangkaian kegaiatan dalam pengabdian yang dilakukan oleh tim pengabdian selama dua kari kegiatan.
Peningkatan Keterampilan Mahasiswa dalam Mempublikasikan Artikel Dalam Jurnal Terakreditasi Sinta Ekaputra, Firdiawan; Hendra , Hendra
Estungkara: Jurnal Pengabdian Pendidikan Sejarah Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This training aims to improve student skills in publishing articles in sinta accredited journals. The training activities were attended by students of the Chemistry Education Study Program, Jambi University, semester 6, totaling 26 people. Training activities were held in room L-102 FKIP Jambi University on May 9, 2023. The implementation of training activities consists of three stages of training activities, namely the preparation stage, implementation stage, and evaluation stage. The preparation stage consists of problem analysis activities, determining training methods, and preparing training materials. The implementation stage included the delivery of training materials, demonstration of the use of the Sinta website, and discussion activities. Evaluation activities are carried out to determine the achievement of training activities that have been carried out. Based on the results of the evaluation of training activities to improve student skills in publishing articles to sinta accredited journals, there was an increase in competence in finding references to sinta accredited articles and publishing articles in sinta accredited journals. The achievement of the implementation of training activities obtained a score of 4.34 which was classified as a very good category.
Transmisi tradisi Rentak Kudo sebagai pertahanan budaya pada kawasan adat desa Tarutung Kerinci Azki, Priazki Hajri; Hendra, Hendra
AL MA'ARIEF : Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya Vol 5 No 1 (2023): Al Ma'arief: Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya
Publisher : Program Studi Tadris IPS Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/almaarief.v5i1.5200

Abstract

The existence of a tradition can have good implications for the style of a culture. This is also determined from the tradition that is transmitted to the younger generation. The Rentak Kudo Kerinci tradition is upheld by the Kerinci indigenous people and still exists today. However, the swift currents of globalization have also become a threat to this tradition where at present many young people are forgetting the traditions from their regions and this is the strong reason for researchers to conduct this research. This study aims to explore the transmission of the Rentak Kudo tradition performed in the indigenous people of Tarutung Kerinci village. This study uses an ethnographic approach, which is an approach that aims to review the socio-culture of a tradition in an indigenous area. The results obtained from this research are that the transmission process is conducted in three ways, namely through traditional institutions, through implementation, through cultural education and local content in schools. The impact of this transmission process forms a strong culture where the Rentak Kudo dance tradition continues to be increasingly popular and in demand. This process should be used as a reference for other traditional areas in maintaining and maintaining socio-cultural values.
Pelatihan Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Aplikasi Construct Untuk Meningkatkan Keterampilan dalam Penggunaan Teknologi Mahasiswa Ekaputra, Firdiawan; Hendra, Hendra; Utami, Sundari; Rofiazka, Rofiazka; Huda, Fahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Pinang Masak Vol. 4 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpm.v4i2.28430

Abstract

Perubahan jaman yang serba menggunaan teknologi menuntut dunia pendidikan menyampaikan materi pembelajaran dengan media pembelajaran yang mudah diakses dan menarik. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia sebagai calon guru dituntut untuk memiliki keterampilan dalam mengembangkan media pembelajaran yang interaktif untuk menciptakan suasana pembelajaran yang bermakna. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah melatih mahasiswa dalam mengembangkan multimedia interaktif berbasis aplikasi construct untuk meningkatkan keterampilan penggunaan teknologi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di ruang L-102 FKIP Universitas Jambi yang diikuti oleh 28 mahasiswa. Pelatihan pengembangan multimedia interaktif berbasis aplikasi construct ini terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan meliputi analisis permasalahan, penentuan metode pelatihan dan persiapan materi pelatihan. Tahap pelaksanaan meliputi penyampaian materi pelatihan, pengembangan multimedia interaktif, pengumpulan karya. Tahap evaluasi untuk mengukur tingkat ketercapaian pelaksanaan dan memberikan masukan untuk pelaksanaan kegiatan yang lebih baik. Ketercapaian pelatihan pengembangan multimedia interaktif berbasis aplikasi construct berdasarkan respon dari 28 mahasiswa memiliki kriteria sangat baik dengan nilai sebesar 4,54.