Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS PADA MATERI HIMPUNAN DITINJAU DARI MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VII SMP ISLAM AL MAARIF 01 SINGOSARI Naila Rif'atul Ulya; Surahmat Surahmat; Sikky El Walida
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 7 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.594 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis dan tingkat kemampuan penalaran matematis pada materi himpunan ditinjau dari minat belajar peserta didik kelas VII SMP Islam Al Maarif 01 Singosari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas VII SMP Islam Al Maarif 01 Singosari yang berjumlah 6 peserta didik. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari soal tes, angket, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa deskripsi kemampuan penalaran matematis pada materi himpunan ditinjau dari minat belajar adalah sebagai berikut. (a) Peserta didik dengan kategori minat belajar tinggi mampu menyajikan pernyataan matematika melalui tulisan atau gambar, mampu mengajukan dugaan, mampu memeriksa kesahihan suatu argumen, dan mampu menarik kesimpulan dari pernyataan. (b) Peserta didik dengan kategori minat belajar sedang mampu menyajikan pernyataan matematika melalui tulisan atau gambar. (c) Peserta didik dengan kategori minat belajar rendah belum mampu menyajikan pernyataan matematika melalui tulisan atau gambar, belum mampu mengajukan dugaan, belum mampu memberikan alasan terhadap kebenaran solusi, belum mampu memeriksa kesahihan suatu argumen, dan belum mampu menarik kesimpulan dari pernyataan. Sedangkan deskripsi tingkat kemampuan penalaran matematis pada materi himpunan ditinjau dari minat belajar peserta didik adalah: a) peserta didik dengan minat belajar tinggi mempunyai kemampuan penalaran matematis rendah dan tinggi, b) peserta didik dengan minat belajar sedang mempunyai kemampuan penalaran matematis rendah dan sedang, dan c) peserta didik dengan minat belajar rendah memiliki kemampuan penalaran matematis kategori rendah.Kata Kunci: kemampuan penalaran, himpunan, minat belajar
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS SPARKOL (VIDEOSCRIBE) MATERI LIMIT FUNGSI UNTUK SISWA SMA KELAS XI Rizqika Taufiqi Ramadhaniati; Sunismi Sunismi; Sikky El Walida
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.161 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses pengembangan, (2) mendeskripsikan hasil pengembangan, dan  (3) mendeskripsikan hasil uji coba dari pengembangan video pembelajaran berbasis Sparkol(Videoscribe) materi limit fungsi untuk siswa SMA kelas XI. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model Four-D (4-D) sebagai dasar pengembangan yang terdiri dari empat tahap, yaitu: (1) define, (2) design, (3) develop, dan (4) disseminate. Subjek dalam penelitian dan pengembangan ini meliputi validasi satu ahli materi, satu ahli desain dan media, dua validator praktisi, dan 10 peserta didik kelas XI SMAI kota Batu sebagai pengguna (user). Sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan data kuantitatif untuk penilaian skor angket validasi produk dan data kualitatif diperoleh dari data komentar dan saran pada angket validasi produk. Hasil dari penelitian pengembangan ini adalah video pembelajaran berbasis Sparkol (Videoscribe) dengan materi Limit Fungsi untuk siswa SMA kelas XI yang berisi tentang penjelasan materi, contoh soal beserta pembahasan, dan juga latihan soal dengan animasi yang unik serta musik yang membuat peserta didik merasa lebih menyenangkan. Sedangkan hasil uji coba diperoleh dari instrumen yang diberikan kepada masing-masing validator. Validator yang pertama yaitu ahli materi dengan rata-rata 3,3 yang mana produk telah dinyatakan valid sesuai dengan kriteria kevalidan. Yang kedua ada validator ahli desain dan media yang memperoleh rata-rata 3,8 yang mana produk telah dinyatakan valid sesuai dengan kriteria kevalidan. Dan yang terakhir ada ahli praktisi dan juga user (pengguna) mendapatkan rata-rata 3,7 dan 3,3 dan produk juga telah dinyatakan valid.
PENDAMPINGAN BERBASIS METAKOGNISI PADA KELOMPOK SISWA EKSTRAKURIKULER OLIMPIADE MATEMATIKA Surya Sari Faradiba; Sikky El Walida; Fadhila Kartika Sari; Siti Nurul Hasana; Gusti Firda Khairunnisa; Fandy Puspita Negara
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.037 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9126

Abstract

Abstrak: Masalah mitra saat ini adalah kesulitan siswa dalam memahami dan menyelesaikan soal-soal olimpiade matematika; penyampaian materi yang kurang menarik; serta kemampuan dan keterampilan pemecahan masalah siswa olimpiade masih perlu dikembangkan dan ditingkatkan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, yaitu: (1) membimbing siswa untuk memahami dan menyelesaikan masalah yang terkait dengan soal olimpiade dan (2) meningkatkan performa siswa sehingga dapat berdampak pada prestasi yang diraih dalam kegiatan olimpiade tahun depan. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahapan, yaitu: (1) pra kegiatan, merumuskan masalah mitra dan solusinya; (2) pendampingan kelompok siswa ektrakurikuler olimpiade matematika; dan (3) monitoring dan evaluasi pada saat dan setelah pendampingan. Instrumen evaluasi keberhasilan berupa angket untuk memeriksa kemampuan pemecahan masalah. Kegiatan ini melibatkan 40 siswa dan 8 orang guru pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 75% siswa atau 30 dari 40 siswa mengalami peningkatan kemampuan pemecahan masalah dengan rata-rata kenaikan sebesar 11%. Kegiatan pendampingan serupa perlu dilakukan dengan materi yang berbeda untuk memberikan gambaran utuh terkait kemampuan pemecahan masalah kelompok siswa ekstrakurikuler olimpiade Matematika.Abstract: The problems are students' difficulties in understanding and solving Math Olympiad questions; the delivering material is less attractive; and olympiad students' problem-solving abilities and skills still need to be developed and improved. The objectives of this community service activity are: (1) to guide students to understand and solve problems related to the Olympics and (2) to improve student performance so that it can have an impact on the achievements achieved in next year's Olympic activities. The implementation method consists of three stages, namely: (1) pre-activity, formulating partner problems and solutions; (2) assistance for extracurricular groups of math olympiad students; and (3) monitoring and evaluation during and after mentoring. The success evaluation instrument was in the form of a questionnaire to examine the problem solving abilities. This activity involved 40 students and 8 accompanying teachers. The results of the activity showed that 75% of students or 30 of 40 students experienced an increase in problem solving abilities with an average increase of 11%. Similar mentoring activities need to be carried out with different materials to provide a complete picture of the problem-solving abilities of the Mathematics Olympiad extracurricular group students.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share pada Materi Relasi dan Fungsi Dwi Oktaviana; Surahmat Surahmat; Sikky El Walida
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol. 17 No. 21 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pemecahan masalah mengutamakan proses dan strategi yang dilakukan peserta didik dalam penyelesaian masalah daripada sekedar hasilnya. Di satu sisi pemecahan masalah matematika penting, namun di sisi lain peserta didik sering mengalami kesulitan dalam pemecahan masalah matematika. Selain itu peserta didik juga lemah dalam menganalisis soal, memonitor proses penyelesaian, dan mengevaluasi hasilnya. Dengan kata lain, peserta didik tidak mengutamakan teknik penyelesaian tetapi lebihmemprioritaskan hasil akhir. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik pada materi relasi dan fungsi melalui model pembelajaran think pair share kelas VIII SMP Negeri 3 Batu Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif,jenis kualitatif yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Proses pengambilan data dilaksanakan di SMP Negeri 3 Batu. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan 3 cara, yaitu observasi, tes dan wawancara. Setelah data diperoleh, kemudian dilakukan analisis data kualitatif yang terdiri dari: analisis sebelum di lapangan dan analisis selama di lapangan. Analisis selama dilapangan meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan hasil kesimpulan. Setelah itu dilakukan uji keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik dengan kemampuanpemecahan masalah matematis tinggi memenuhi empat indikator dengan baik, yaitu: mengidentifikasi elemen-elemen yang diketahui, yang ditanyakan, serta kelengkapan elemen yang dibutuhkan; merumuskan masalah matematis atau membuat model matematis; mengaplikasikan siasat untuk memecahkan permasalahan matematika; serta memaparkan atau menginterpretasikan hasil berdasarkan permasalahan awal. Peserta didik dengan kemampuan pemecahan masalah sedang memenuhi memenuhi indikatormengidentifikasi elemen-elemen yang diketahui, yang ditanyakan, serta kelengkapan elemen yang dibutuhkan dengan baik, indikator merumuskan masalah matematis atau membuat model matematis dan mengaplikasikan siasat untuk menyelesaikan permasalahan matematika dengan cukup baik; serta indikator memaparkan atau menginterpretasikan hasil berdasarkan permasalahan awal dengan kurang baik. Sedangkan peserta didik dengan kemampuan pemecahan masalah rendah memenuhi memenuhi indikator mengidentifikasi elemen-elemen yang diketahui, yang ditanyakan, serta kelengkapan elemen yang dibutuhkan dengan baik; indikator merumuskan masalah matematis atau merancang model matematis dengan cukup baik; serta indikator mengaplikasikan siasat untuk memecahkan permasalahan matematika dan memaparkan atau menginterpretasikan hasil berdasarkan permasalahan awal dengan kurang baik.Kata-kata Kunci : pemecahan masalah, think pair share, relasi dan fungsi. 
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN PEER LESSON BERBANTUAN “KAHOOT!” PADA MATERI BALOK DAN KUBUS KELAS VIII SMP PLUS DARUSSALAM LAWANG Tashyatul Rahma Dania; Alifiani Alifiani; Sikky El Walida
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol. 17 No. 21 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi peer lesson berbantuan “kahoot!” dalam meningkatkan pemahaman konsep matematis peserta didik pada materi balok dan kubus kelas VIII SMP Plus Darussalam Lawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilakukan dalam siklus yang berulang hingga indikator keberhasilan tindakan tercapai. Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Subjek penelitian ini yaitu peserta didik kelas VIII sebanyak 24 orang. Data diperoleh dari lembar observasi aktivitas pendidik dan peserta didik, wawancara, dan tes. Hasil tindakan siklus I diperoleh informasi bahwa: (1) peserta didik mendapat nilai tes  sebanyak ; (2) nilai rata-rata kelas ; (3) rata-rata pencapaian indikator kemampuan pemahaman konsep matematis ; (4) hasil observasi aktivitas pendidik ; (5) hasil observasi aktivitas peserta didik . Dengan demikian, tindakan siklus I belum memenuhi indikator keberhasilan, sehingga perlu dilanjutkan tindakan siklus II. Pada siklus II, diperoleh informasi bahwa: (1) peserta didik yang mendapat nilai tes  sebanyak ; (2) nilai rata-rata kelas ; (3) rata-rata pencapaian indikator pemahaman konsep matematis ; (4) hasil observasi aktivitas pendidik ; (5) hasil observasi aktivitas peserta didik  Dengan demikian tindakan siklus tidak dilanjutkan karena sudah memenuhi indikator keberhasilan. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi peer lesson berbantuan “kahoot!” dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis peserta didik kelas VIII SMP Plus Darussalam. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian indikator keberhasilan dari siklus I ke siklus II sebagai berikut. (1) Peserta didik yang mendapat nilai tes  sebelum tindakan , pada siklus I meningkat menjadi  dan pada siklus II meningkat menjadi . (2) Nilai rata-rata kelas sebelum tindakan 63,33 pada siklus I meningkat menjadi , meningkat di siklus II menjadi . (3) Rata-rata pencapaian indikator kemampuan pemahaman konsep matematis pada siklus I , meningkat di siklus II menjadi . (4) Hasil observasi aktivitas pendidik siklus I , pada siklus II meningkat menjadi . (5) Hasil observasi aktivitas peserta didik pada siklus I , pada siklus II meningkat menjadi .Kata kunci: pemahaman konsep matematis, strategi peer lesson, “kahoot!”, kubus dan balok.
THE EFFECT OF DEPRESSION IN SOLVING MATHEMATIC PROBLEMS Surya Sari Faradiba; Sikky El Walida; Alifiani Alifiani
Abjadia Vol 3, No 1 (2018): Abjadia
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/abj.v3i1.6236

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of depression on mathematical problem solving abilities. This research is a qualitative research with a cross-sectional approach. This study involved 30 subjects from students of the Department of Mathematics Education, FKIP Universitas Islam Malang. The sampling technique used was convenience sampling. The data were collected through a questionnaire from the Beck Depression Inventory II (BDI-II) consisting of 21 questions. The process of solving mathematical problems is seen from the answer of the subject when working on mathematical questions based on Polya's problem solving steps. The results showed that subjects with normal levels of depression tended to have complete and sequential characteristics of mathematical solutions . Meanwhile, subjects with mild levels of depression tend to solve problems sequentially but incomplete. In addition, subjects with moderate levels of depression tended to solve mathematical problems in an irregular and incomplete manner. Further research is still required to examine the same issue by involving more research samples.الاكتئاب مشكلة في الصحة العقلية. كان الغرض من هذه الدراسة هو تحديد تأثير الاكتئاب على قدرات حل المشكلات الرياضية. هذا البحث هو بحث نوعي مع نهج مستعرض. شملت الدراسة 30 مادة من طلاب قسم تعليم الرياضيات، FKIP Universitas Islam Malang. كانت تقنية أخذ العينات المستخدمة هي أخذ العينات الملائمة. تتألف تقنية جمع البيانات المستخدمة في هذه الدراسة باستخدام استبيان من Beck Depression Inventory II (BDI-II) من 21 سؤالًا. يُنظر إلى عملية حل المشكلات الرياضية من إجابة الموضوع عند العمل على حل المشكلات الرياضية استنادًا إلى خطوات حل مشكلة Polya. أظهرت النتائج أن الأشخاص الذين يعانون من مستويات طبيعية من الاكتئاب يميلون إلى أن يكون لديهم خاصية كاملة ومتسلسلة للمشاكل الرياضية. وفي الوقت نفسه، تميل الأشخاص الذين يعانون من مستويات خفيفة من الاكتئاب إلى حل المشاكل في التسلسل ولكن غير مكتملة. علاوة على ذلك، يميل الأشخاص ذوو المستويات المعتدلة من الاكتئاب إلى حل المشكلات الرياضية بطريقة غير منتظمة وغير مكتملة. البحث اللاحق يجعل من الممكن فحص نفس الشيء الذي يتضمن المزيد من عينات البحث.
Proses Pembelajaran Di Luar Kelas Terhadap Peningkatan Penalaran dan Koneksi Matematis Siswa M. Indra Riamizad Raicudu; Anies Fuady; Sikky El Walida
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika, Universitas Mulawarman Vol 3 (2023): Pembelajaran Berdeferensiasi dalam Mewujudkan Generasi Pancasila Unggul melalui Pembel
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan tingkat penalaran dan koneksi matematis siswa MTs dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar. Ada lima indikator yang ditetapkan peneliti, tiga indikator penalaran matematis meliputi 1) manipulasi matematika, 2) menjelaskan dengan model, fakta, sifat-sifat, dan hubungan setiap model, dan 3) menarik kesimpulan, menyusun bukti, memberikan alasan, atau bukti terhadap solusi, serta dua indikator koneksi matematis meliputi 4) hubungan antar konsep matematika dan 5) hubungan konsep matematika dengan masalah kontekstual. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIII-C MTs Al-Hidayah Karangploso yang berjumlah 35 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan untuk menghimpun data menggunakan soal tes dan lembar wawancara. Pembelajaran di luar kelas adalah aktivitas pembelajaran yang dilakukan di ruangan terbuka dengan sumber belajar dari objek riil yang ada di lingkungan. Belajar matematika di luar kelas pada materi bangun ruang sisi datar mampu meningkatkan daya nalar, berpikir kritis, dan kemampuan matematis lain karena adanya konektivitas antara konsep dengan objek nyata, sehingga berimplikasi pada peningkatan hasil belajar siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada peningkatan penalaran dan koneksi matematis yang dilihat dari nilai tes siswa sebelum pelaksanaan pembelajaran di luar kelas rata-rata kelas 55,457. Sedangkan setelah proses pembelajaran di luar kelas pertama rata-rata kelas menjadi 71,2857, dan pemberian perlakuan kedua rata-rata kelas menjadi 75,1429. Berdasarkan penelitian pembelajaran di luar kelas dapat meningkatkan penalaran dan koneksi matematis siswa pada materi bangun ruang sisi datar.
PENGARUH KECERDASAN LOGIS MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA SMP BERBANTUAN E-MODUL Lina Rumiati; Surahmat Surahmat; Sunismi Sunismi; Sikky El Walida
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2023): histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i2.3225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kecerdasan logis matematis terhadap kemampuan literasi numerasi siswa SMPN 3 Paron berbantuan e-modul pada materi Aljabar. Penelitian kuantitatif ini memiliki populasi sebanyak 151 siswa dengan sampel yang digunakan sejumlah 30 siswa. Teknik cluster random sampling digunakan pada proses pengambilan sampel dengan teknik pengumpulan data berupa angket kecerdasan logis matematis dan tes essai kemampuan literasi numerasi materi Aljabar. Analisis penelitian menggunakan uji regresi sederhana berbantuan SPSS diperoleh hasil nilai Fhitung 47,220 > Ftabel 4,67 dengan tingkat signifikansi sebesar 5%. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kecerdasan logis matematis terhadap kemampuan literasi numerasi siswa kelas VII SMPN 3 Paron berbantuan e-modul pada materi Aljabar. 
AKTIVITAS PENALARAN KONTROVERSIAL MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH ALJABAR Sikky El Walida; Fadhila Kartika Sari; Yuli Ismi Nahdiyati Ilmi; Gusti Firda Khairunnisa
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi aktivitas penalaran kontroversial mahasiswa dalam menyelesaikan masalah kontroversial matematis yang terdapat pada materi persamaan aljabar. Penelitian deskriptif ini dilakukan terhadap 76 mahasiswa semester 6 program studi Pendidikan Matematika salah satu universitas swasta di Malang. Data penalaran kontroversial diperoleh dari hasil pekerjaan mahasiswa menggunakan instrumen tes dan wawancara. Analisis data dan interpretasi makna temuan diperoleh melalui analisis teks data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penalaran kontroversial mahasiswa dalam menyelesaikan masalah kontroversial matematis pada persamaan aljabar memiliki aktivitas eksplorasi, kontradiksi, refleksi, dan klarifikasi. Pada aktivitas eksplorasi, subjek mengenali komponen-komponen masalah. Pada aktivitas kontradiksi, subjek menemukan komponen yang menyebabkan pertentangan. Pada aktivitas refleksi subjek menelusuri kembali penyebab pertentangan, dan akhirnya subjek mengklarifikasi untuk menemukan solusi. Dengan demikian, dosen pengampu dan mahasiswa dapat mengembangkan model pembelajaran yang melibatkan aktivitas penalaran kontroversial untuk keberhasilan pembelajaran selanjutnya.
Concept Attainment Model for Enhancing Conceptual Understanding in Seventh-Grade Students at Junior High School Firjon Nurisna Hadi Al Haq; Sikky El Walida; Fadhila Kartika Sari
Journal of Development Research Vol. 7 No. 2 (2023): Volume 7, Number 2, November 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jdr.v7i2.334

Abstract

This research aims to describe the implementation of the Concept Attainment Model in teaching conceptual understanding of quadrilaterals, specifically parallelograms and rectangles. The research subjects were 22 students from grade VII. This study was conducted through two cycles of classroom action research. Each cycle consisted of planning, acting, observing, and reflecting stages. Data collection techniques included observation, concept understanding tests, and interviews. The research results showed that the test scores in cycle 1 and cycle 2 were 67.8 and 78.68, with an increase of 10.88, and the average percentage of students who met the Minimum Mastery Criteria in Cycle 2 was 77.27%. The teacher's success rate in conducting activities in cycle 1 and cycle 2 was 59.54% and 79.54%, respectively, indicating a 20% improvement. Meanwhile, the percentage of students' activity observation results in cycle 1 and cycle 2 was 59.58% and 78.75%, respectively, showing a 19.78% improvement.