Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS LIVEWORKSHEET PADA TEMA 7 PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PRODUKSI PANGAN Noor Laeli Salsabila; Yuyun Elizabeth Patras; Suci Siti Lathifah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.825

Abstract

This study aims to determine the feasibility of Liveworksheet-based E-LKPD development products on theme 7 development of food production technology in grade III SDN 3 Nyangkowek. This type of research is research and development (R&D) using the ADDIE model, namely (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The instrument used is a validation questionnaire sheet to determine product feasibility. The results of Liveworksheet-based E-LKPD development research on theme 7 of the development of food production technology developed obtained a level of validity from material experts of 100% with very feasible categories, linguists with very feasible categories of 100% and media experts with quite valid categories of 77%. Meanwhile, the student response questionnaire stated that E-LKPD is very practical by obtaining a percentage of practicality of 93.5%. Thus, it can be concluded that Liveworksheet-based E-LKPD on theme 7 of the development of food production technology in grade III SDN 3 Nyangkowek is declared feasible and can be used in the learning process.
PENGEMBANGAN ELEKTRONIK MODUL INTERAKTIF MENGGUNAKAN FLIP PDF PROFESSIONAL MATERI SIKLUS HIDROLOGI Delima Nur Aulia; Santa; Suci Siti Lathifah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.875

Abstract

Electronic research interactive modules using flip pdf professional hydrological cycle material was developed using the ADDIE R&D Model approach. In expert validation it was declared valid because it obtained the percentage of media experts by 93.8%, linguists by 98.4%, and material experts by 94%. Based on the readability test, it obtained a percentage of 97.5% with a very decent category. The average pretest, posttest, and n-gain scores were respectively 64.66, 86.33, and 0.6 (60%) which fall into the medium category with a fairly effective level of effectiveness. While the results of the teacher and student response questionnaire were 92% and 93.8%, respectively, in the very good category.
Program Pendampingan Guru Dalam Implementasi Basic Science Kits Pada Kurikulum Merdeka Belajar Di Sekolah Dasar Negeri Bojong suci siti lathifah; Aip M. Irpan; Lilis Supratman; Apriliana Rossa; Risma Puspita Sari; Azzura Gryniprillady Meyradhia
NEAR: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): NEAR
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/nr.v3i1.988

Abstract

Kurikulum Merdeka mempunyai tiga karakteristik utama yaitu: 1). Pengembangan kemampuan non-teknis (soft skills); 2). Berfokus pada materi esensial; 3) Memberikan fleksibilitas bagi guru. Science Kits berupa seperangkat alat/komponen yang ditempatkan dalam suatu tempat tertentu berfungsi sebagai alat peraga IPA. Dalam penggunaannya, biasanya alat-alat tersebut dirakit terlebih dahulu. Basic science kits merupakan alat peraga IPA ini berfungsi untuk menghadirkan suatu kejadian alam di dalam kelas selama pembelajaran IPA. Alat peraga IPA sangat diperlukan karena dengan alat peraga IPA siswa tidak harus keluar kelas, kejadian alam dapat diamati berulang-ulang, dan kejadian tersebut dapat diamati setiap saat. Maka kegiatan PkM ini berupa memberdayakan guru SD dalam menggunakan science kits di dalam kurikulum Merdeka sehingga tujuan dari pembelajaran IPA dapat tercapai. Solusinya dengan melakukan pelatihan dan pendampingan guru dalam menggunakan science kits dan mengimplementasikannya di dalam kurikulum Merdeka. Metode ini dilengkapi dengan teknik learning by doing. Proses pelatihan dilakukan dengan demonstrasi dan diskusi interaktif. Sedangkan proses pendampingan dilakukan dengan tehnik guide inquiry (inkuiri terbimbing) dengan metode praktikum. Manfaat yang diperoleh oleh guru-guru IPA yang mengikuti kegaitan Pengabdian kepada Masyarakat pendampingan guru dalam implementasi basic science kits pada kurikulum merdeka belajar karena menambah wawasan dan pengalaman dalam melaksanakan praktikum dengan menggunakan basic science kits. Mengatasi kesulitan guru dalam keterampilan menggunakan alat-alat praktikum pada basic science kits. Serta guru- guru dapat mengajarkan siswanya pengalaman praktikum dengan menggunakan basic science kits.
KONTEN PROMOSI ANEKA PRODUK PALA BERBASIS SOSIAL MEDIA BAGI KELOMPOK WANITA TANI CITA MANDIRI Lathifah, Suci Siti; Widiastuti, Diana; Supratman, Lilis; Azizah, Briantine Siti Nur; Haritsa, Angel Aulia; Aqilah, Siti
Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Vol. 6 No. 1 (2024): Periode April 2024
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/abdimas.v6i1.5229

Abstract

The ineffectiveness of word-of-mouth marketing techniques and the low ability of partners (Cita Mandiri Women Farmers Group) in utilising digital media have made nutmeg products not optimally marketed. The service activity aims to improve the ability of partners to create promotional content so that they can do marketing through social media. Service activities are carried out in three stages, namely 1) The preparation stage by conducting observations and identifying partner problems. 2) The implementation stage by conducting training and assistance in creating promotional content and online marketing techniques through social media. 3) Evaluation stage. Involving the Wanita Tani Cita Mandiri group in community service activities with structured training programmes, ongoing mentorship, and partnerships with online communities, this group can develop digital skills, create more creative promotional content, and expand their market reach. With the implementation of this solution, Wanita Tani Cita Mandiri can optimise the potential of social media as a marketing tool, increase their income, and overall make a positive contribution in the economic and social empowerment of the local community. In conclusion, through collaboration, training, and innovation, this group can make social media-based promotional activities a driving force to achieve economic independence and sustainability.
Non-Formal Education: Pendekatan Komunitas Dalam Pembentukan Kader Remaja Untuk Meningkatkan Kesadaran Stunting di Desa Gunung Geulis Lathifah, Suci Siti; Nurafsari, Isna; Nurhaliza, Syifa Qatrunnada; Raihana, Naura; Arum, Nuur Azizzah Ardiyani
Pedagogia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 16, No 1 (2024): Pedagogia: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : FKIP UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55215/pedagogia.v16i1.10077

Abstract

Desa Gunung Geulis menghadapi tantangan besar dalam mengatasi masalah stunting. Data menunjukkan bahwa angka stunting di desa ini masih cukup tinggi yaitu sebesar 10%. Tujuan penelitian ini pentingnya pendekatan komunitas dalam pembentukan kader remaja diterapkan di Desa Gunung Geulis, serta dampaknya terhadap peningkatan kesadaran masyarakat mengenai stunting. Penelitian ini juga akan mengevaluasi efektivitas program kader remaja dalam mengurangi prevalensi stunting di desa tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mixed methods) untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai efektivitas pembentukan kader remaja dalam meningkatkan kesadaran stunting di Desa Gunung Geulis. Penelitian kualitatif dilakukan untuk memahami persepsi dan pengalaman masyarakat serta kader remaja dalam program ini. Metode ini melibatkan wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussions/FGD) dengan berbagai pihak yang terlibat. Penelitian kuantitatif dilakukan untuk mengukur perubahan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang stunting sebelum dan sesudah intervensi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan komunitas melalui pembentukan kader remaja efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang stunting di Desa Gunung Geulis. Program ini berhasil mengubah persepsi masyarakat dan meningkatkan partisipasi dalam kegiatan kesehatan lainnya. Ada peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang stunting setelah pelaksanaan program. Sebelum intervensi, hanya 40% responden yang mengerti definisi stunting dan 25% yang mengetahui cara pencegahannya. Setelah intervensi, angka tersebut meningkat menjadi masing-masing 90% dan 80%. Kader remaja berhasil melaksanakan 50 sesi penyuluhan dan kunjungan rumah, dengan total 750 peserta yang sebagian besar merasa mendapatkan informasi baru.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SAINS BERBASIS ALAM DI SMP SEKOLAH ALAM CIKEAS-BOGOR Hakiki, Ari; Lathifah, Suci Siti; A, Triasianingrum
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 16, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v16i2.41001

Abstract

This research is a qualitative reseach with descriptive analytic method. The purpose of this study was to describe an analyze science learning at Cikeas-Bogor School Of   Nature Midlle School. This research was carried out from January 2019 to Juny 2019 with several informants namely Science Teacher, Principal, Head Of Education Division, Head Of Research and Development, Head Of General Division, Vice Chancellor For Curriculum, Vice Chancellor For Student Affairs and Learners. This research was conducted with direct contact with the subject of research foun in the field and obtained two types of data, namely primary data derived   from interviews and observations, as well as secondary data derived from study documentation, based on data analysis, science learning based nature is divided into 3 processes, namely planning, implementation and evaluation. Learning planning uses thematic integrative. This competency refers to 5 basic concepts of   Nature Cikeas School of nature, namely morality, leadership, scientific logic, entrepreneurship and nationality. Continued by making spider web and outlining it into learning activities with scientific approaches. Learning method with nature, as well as learning resources through book and internet. The implementation of learning consists of school learning, RLE (Relife Education) and PBL (Project Based Learning) carried out in a relaxed and fun way, done in nature, and parents of students play an active role in the implementation of learning. Learning evaluation consists of the   percentage of results of RLE (Relife Education), test in the form of descriptions, PBL (Project Based Learning) and RPD (Raport Self Potential). Learning with nature is a learning method that is applied in science learning to teach students to build logical thinking.     Keywords: Science   Learning Based Nature, Learning Planning , Implementation Learning, Evaluation Learning, Learning With Nature.      AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis pembelajaran sains berbasis alam di SMP Sekolah Alam Cikeas-Bogor. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari Januari 2019 sampai Juni 2019 dengan beberapa informan yaitu Guru Sains, Kepala Sekolah, kepalaa. Divisi Pendidikan, kepala Divisi Litbang, kepala. Divisi Umum, Wakil kepala sekolah Kurikulum, Wakil kepala sekolah Kesiswaan dan Peserta Didik. Penelitian ini dilakukan dengan kontak langsung terhadap subjek penelitian yang terdapat di lapangan dan diperoleh dua jenis data yaitu data primer berasal dari wawancara dan observasi, serta data sekunder yang berasal dari studi dokumentasi. Berdasarkan analisis data, pembelajaran sains berbasis alam terbagi menjadi 3 proses yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan pembelajaran menggunakan tematik integratif. Kompetensi ini mengacu pada 5 konsep dasar Sekolah Alam Cikeas yaitu akhlakul karimah, kepemimpinan, logika ilmiah, kewirausahaan dan kebangsaan. Dilanjut dengan membuat Spider Web dan menguraikannya menjadi aktivitas pembelajaran dengan pendekatan scientifik. Metode belajar bersama alam, serta sumber belajar melalui buku dan internet. Pelaksanaan pembelajaran terdiri dari pembelajaran disekolah, RLE (Relive Education) dan PBL (Project Based Learning) dilaksanakan secara santai dan menyenangkan, dilakukan di alam, dan orang tua peserta didik berperan aktif dalam pelaksanaan pembelajaran. Evaluasi pembelajaran terdiri dari persentasi hasil RLE (Relive Education), tes dalam bentuk uraian, PBL (Project Based Learning) dan RPD (Rapot Potensi Diri). Belajar bersama alam merupakan metode pembelajaran yang diaplikasikan dalam pembelajaran sains untuk membelajarkan peserta didik membangun logika berpikir.Kata Kunci: Pembelajaran Sains Berbasis Alam, Perencanaan Pembelajaran, Pelaksanaan Pembelajaran, Evaluasi Pembelajaran, Belajar Bersama Alam.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KOMIK BERBASIS WEBTOON TEMA 8 SUBTEMA 3 AKU SUKA BERPETUALANG KELAS III Fuadah Hasanah; Ratih Purnamasari; Suci Siti Lathifah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 04 (2023): Volume 09 No. 04 September 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i04.1657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara mengembangkan produk dan untuk mengetahui kelayakan produk bahan ajar komik berbasis webtoon kelas III tema 8 subtema 3 aku suka berpetualang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research and Development (R&D), langkah-langkah penelitian dan pengembangan ini berpedoman pada model ADDIE dengan 5 tahapan yaitu analyze, design, development, implementation, evaluasi. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Batutulis 01 dengan subjek penelitian kelas III. Pengembangan bahan ajar komik divalidasi oleh 3 validator dalam bidang bahasa, media, dan materi. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari lembar validasi ahli dan angket respon siswa terhadap komik berbasis webtoon. Teknik analisis data terdiri dari Teknik analisis data kualitatif mengenai hasil wawancara dan Teknik analisis data kuantitatif mengenai hasil validasi ahli dan respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komik yang dikembangkan layak sebegai bahan ajar di kelas III-C SDN Batutulis pada pembelajaran berdasarkan rata-rata nilai validasi ahli media 80,0%, rata-rata nilai validasi ahli bahasa 87,5% dan rata-rata nilai validasi ahli materi dengan kriteria 92,5%, dengan kriteria sangat layak digunakan. Berdasarkan angket respon siswa sebesar 87,0%, bahan ajar yang dikembangkan dapat membuat siswa paham dengan materi yang digambarkan, merasa termotivasi dan senang sehingga bahan ajar tersebut sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran tema 8 subtema 3 aku suka berpetualang. Kata kunci: Komik, Bahan Ajar, Aku Suka Berpetualang
Pendampingan Integrasi Kearifan Lokal Kampung Urug ke dalam Bahan Ajar Suci Siti Lathifah; Stella Talitha; Asep Saepulrohman; Eka Suhardi; Sandi Budiana; Surti Kurniasih
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i4.973

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka di Indonesia menekankan pentingnya integrasi kearifan lokal dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan relevansi dan efektivitas pendidikan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menggunakan elemen-elemen budaya lokal dalam materi pembelajaran, serta untuk menciptakan bahan ajar yang lebih kontekstual dan menarik bagi siswa. Metode yang digunakan mencakup pemetaan kearifan lokal Kampung Urug, pelatihan dan workshop untuk guru, pengembangan bahan ajar digital, serta evaluasi dan tindak lanjut. Sebanyak 80% guru yang terlibat dalam pelatihan melaporkan peningkatan pengetahuan tentang kearifan lokal Kampung Urug dan kemampuan untuk menggunakan alat digital dalam pembuatan materi ajar. Peserta juga menunjukkan antusiasme dalam menerapkan teknik-teknik baru yang diperoleh selama workshop, dengan beberapa di antaranya sudah mulai mengembangkan materi ajar yang mengintegrasikan elemen lokal. Hal tersebut didukung dengan hasil angket yang menyatakan bahwa semua guru termotivasi untuk membuat bahan ajar digital berbasis kearifan lokal untuk dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran.
Development of Interactive Multimedia Based on Problem-Based Learning on Ecosystem Material to Improve the Analytical Skills of Senior High School Students Lathifah, Suci Siti; Retnowati, Rita; Suryani, Suryani
Equator Science Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Equator Science Journal (ESJ)
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/esj.v3i1.147

Abstract

This research aims to develop interactive multimedia based on Problem Based Learning that can be installed on Android, and test the effectiveness of its use on the ability to analyse students' ecosystem material. This research is a type of Research and Development, this research was conducted at one of the Bogor Regency State High Schools with the research sample, namely IPA 6 class as the experimental class. The novelty of this research lies in the development of interactive multimedia based on Problem-Based Learning (PBL) specifically designed for ecosystem material to improve the analytical skills of senior high school students, which has not been extensively explored in the context of science education. This development research procedure uses the (4D) model consisting of 4 stages, namely Define, Design, Develop, and Disseminate. The field trial implementation used a one group pretest-postest research design. The techniques used were tests (pre-test and post-test), checklist questionnaire sheets, and documentation. The assessment results show that interactive multimedia gets a very feasible category. This is based on the average percentage of assessment from the expert validation team which is 87%. Interactive multimedia based on Problem Based Learning on android is proven to be effective in improving the ability to analyse students, with an N-gain value of 68.02 included in the medium category. This shows that interactive multimedia based on Problem Based Learning can improve students' analytical skills.
Pembinaan Kesehatan Mental Remaja sebagai Upaya Preventif di Desa Gunung Geulis: Pendekatan Berbasis Komunitas Hakim, Ibrahim al; Suci Siti Lathifah; Noor, Keysha Alea Zahranzani; Wahyuni, Dwi Sri; Nurjanah, Alifia Siti; Almahdi, M. Haikal
Samakta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Samakta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/samakta.v2i1.144

Abstract

The issue of adolescent mental health in Gunung Geulis Village is of significant concern, given the elevated stress levels and dearth of emotional support experienced by local adolescents. A gap exists in the literature that reflects a discrepancy between mental health theory and field practice, particularly the absence of effective community-based programmes. The objective of this service programme is to enhance emotional competencies, social support networks, and mental health literacy among adolescents, while concurrently reducing the stigma associated with mental illness. The programme employs a range of methods, including emotional skills training, the formation of peer support groups, socio-cultural activities, and counselling for parents and teachers. The strategy is designed to bridge the gap between theory and practice through a community-based approach that engages various stakeholders. The results of the programme demonstrated a notable reduction in adolescent stress levels from 70% to 30%, an improvement in emotion management skills in 90% of participants, and an increase in social support and a sense of community. These key findings highlight the efficacy of the community-based approach in enhancing adolescents' psychological well-being. In conclusion, the programme has successfully bridged the gap between theory and practice, demonstrating that community-based interventions are effective in addressing mental health issues. The findings provide a basis for the implementation of similar programmes in other communities and the development of more comprehensive mental health policies.