cover
Contact Name
Aulia Qisthi
Contact Email
auliaqisthi@ui.ac.id
Phone
+6285860672438
Journal Mail Official
syntaxliterateofficial@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sedang Residence E6 Sumber Cirebon, West Java, Indonesia
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia
ISSN : 25410849     EISSN : 25410849     DOI : -
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia is a peer-reviewed scientific journal that publishes original research and critical studies in various fields of science, including education, social sciences, humanities, economics, and engineering. The journal aims to provide a platform for researchers, academics, and practitioners to disseminate their findings and insights for the advancement of knowledge and practice in Indonesia and beyond.
Articles 5,951 Documents
Meningkatkan Kemampuan Kerja Lulusan Melalui Sertifikasi Berbasis Kompetensi: Memetakan Skema Keselarasan Industri Dalam Pendidikan Tinggi Multidisiplin Harsana, Minta; Wakid, Muhkamad; Hartanto, Doni Dwi; Ayuningrum, Fitri
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i11.62336

Abstract

Sertifikasi berbasis kompetensi berperan penting dalam menjembatani kesenjangan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan industri. Penelitian ini bertujuan memetakan skema sertifikasi yang relevan bagi lulusan berbagai disiplin ilmu agar perguruan tinggi dapat membekali mahasiswa dengan kompetensi sesuai tuntutan dunia kerja. Dengan pendekatan metode campuran, penelitian ini menggabungkan analisis kebutuhan melalui survei, validasi ahli, dan wawancara kualitatif dengan mitra industri serta koordinator program studi. Model penelitian yang digunakan adalah 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) dan Borg & Gall untuk menentukan skema sertifikasi, merancang kerangka kerja yang tepat, serta memvalidasi penerapan melalui penilaian pakar. Hasil penelitian diharapkan mengidentifikasi kompetensi inti yang dibutuhkan industri di berbagai bidang dan mendukung pengembangan kerangka integrasi sertifikasi di perguruan tinggi. Selain itu, studi ini menghasilkan rekomendasi kebijakan bagi universitas guna meningkatkan daya saing dan kesiapan kerja lulusan melalui sistem validasi kompetensi yang terstruktur. Temuan ini berkontribusi terhadap penguatan hubungan antara pendidikan dan industri serta memberikan panduan praktis bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan lembaga akreditasi dalam menerapkan kerangka sertifikasi yang selaras dengan kebutuhan tenaga kerja nasional maupun global.
Urgensi Pembentukan Peraturan Daerah Dalam Merumuskan Hukum Yang Hidup Dalam Masyarakat Di Kabupaten Halmahera Utara Antula, Ramli
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i11.62345

Abstract

Penelitian ini mengkaji urgensi dan formulasi pembentukan Peraturan Daerah (Perda) untuk menginstitusionalisasi hukum yang hidup dalam masyarakat (living law) di Kabupaten Halmahera Utara setelah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Nasional). Pengakuan terhadap living law dalam Pasal 2 KUHP Nasional menimbulkan kewajiban bagi pemerintah daerah untuk menerjemahkan norma-norma adat tersebut ke dalam bentuk peraturan yang konkret guna mencegah kekosongan hukum, tumpang tindih kewenangan, serta ketidakpastian hukum di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat urgensi pembentukan Perda tersebut serta merumuskan formulasi ideal dalam proses penyusunannya. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang didukung data primer dari penelitian lapangan bersama masyarakat adat Halmahera Utara dan data sekunder berupa peraturan perundang-undangan serta literatur terkait. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan Teori Pembentukan Peraturan Perundang-undangan dan Teori Living Law Eugen Ehrlich. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan Perda bersifat sangat mendesak ditinjau dari tiga aspek. Secara yuridis, Perda diperlukan sebagai peraturan pelaksana Pasal 2 KUHP Nasional. Secara sosiologis, hukum adat seperti musyawarah O’dora pada suku Tobelo, konservasi laut sasi di Loloda, dan larangan spiritual Bubugo pada suku Pagu terbukti efektif serta ditaati masyarakat. Secara filosofis, pembentukan Perda merupakan bentuk pengakuan terhadap pluralisme hukum dan sejalan dengan Teori Living Law yang menegaskan bahwa hukum sejati hidup dalam praktik sosial masyarakat. Oleh karena itu, disarankan agar Perda dirancang dalam bentuk “Perda Payung” yang mengakomodasi keberagaman tanpa menyeragamkan.
Pengaruh Kepemimpinan dan Manajemen Strategis Terhadap Kinerja Pemerintahan Daerah Ramadhani, Tri; Wardianto, Irwan; Fatimatussolihat, Siti; Susanto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i11.62347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana kepemimpinan dan manajemen strategis berperan dalam memengaruhi kinerja pemerintahan daerah di Indonesia. Fokus penelitian diarahkan pada dinamika hubungan antara gaya kepemimpinan kepala daerah, pola pengambilan keputusan strategis, serta implementasi kebijakan publik dalam konteks birokrasi pemerintahan yang kompleks. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta analisis dokumen terhadap sejumlah pejabat struktural dan aparatur sipil negara di beberapa kabupaten/kota yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis tematik, yang memungkinkan peneliti mengidentifikasi pola-pola makna, nilai, dan praktik manajerial yang muncul dalam proses kepemimpinan pemerintahan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang visioner, komunikatif, adaptif, dan partisipatif terbukti mampu mendorong efektivitas penerapan manajemen strategis, meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta memperkuat akuntabilitas kinerja organisasi publik. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa keberhasilan manajemen strategis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknokratis dalam perencanaan dan evaluasi, tetapi juga oleh kapasitas kepemimpinan transformasional yang mampu menginspirasi, memberdayakan, dan menumbuhkan budaya kerja kolaboratif di lingkungan birokrasi. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara kepemimpinan yang efektif dan manajemen strategis yang terarah merupakan faktor kunci dalam menciptakan kinerja pemerintahan daerah yang responsif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan penting bagi pembuat kebijakan, akademisi, serta praktisi pemerintahan dalam merumuskan strategi penguatan kapasitas kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan daerah di Indonesia.
Desain Vaksin Tuberculosis Secara in Silico Untuk Tuberculosis (TBC) Paruparu Agusinta, Astrid Karindra; Wahjudi, Mariana; Antonius, Yulanda
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i11.62348

Abstract

Tuberculosis (TB) is one of the 10 high mortality diseases and causes the highest number of deaths caused by Mycobacterium bacteria. The BCG vaccine is a vaccine given in an effort to prevent tuberculosis (TB). The BCG vaccine contains a weakened strain of TB bacteria which aims to build immunity and encourage the body to fight TB if infected. However, someone who received the vaccine as a child is still at risk of being infected with TB. So an alternative vaccine is needed for TB. The proteins used were human TLR and ESAT-6 as positive controls. The ESAT -6 protein is a protein excreted by bacteria which plays a role in virulence when in the human body. This research aims to design potential tuberculosis vaccine design candidates in silico. The method used is selection of target epitope sequences using NCBI, Prediction of transmembrane peptide signals using Signal IP 5.0 and TMHMM, prediction of epitope interactions with T cell and B cell receptors using IEDB, analysis of antigenicity and allegenicity, prediction of epitope interactions with T cell and B cell receptors using the molecular docking method, and analysis using PDBsum. The results show that AGJ67874, OBK19877, GLB86787 show that each has the potential to be an alternative vaccine when compared to ESAT-6 as a standard epitope. The closest result is GLB86787.
Gambaran Diagnostik dan Penatalaksanaan Pasien Infeksi Saluran Kemih Rawat Inap di Rumah Sakit Royal Prima Medan Tahun 2024 Wahyuni Br Nababan, Agata; Mukti, Ade Indra; Girsang, Ermi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i11.62356

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada pasien rawat inap di rumah sakit. Faktor risiko utama meliputi jenis kelamin, usia, serta riwayat penyakit seperti benign prostatic hyperplasia (BPH), batu saluran kemih, dan diabetes mellitus. Diagnosis ISK dilakukan melalui pemeriksaan urin, darah, dan pencitraan, sedangkan penatalaksanaan mencakup pemberian antibiotik secara empiris atau berbasis hasil kultur dengan durasi yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi proporsi pasien ISK rawat inap berdasarkan karakteristik, diagnosis, dan pola penggunaan antibiotik. Penelitian menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan pendekatan studi kasus terhadap 85 pasien rawat inap yang terdiagnosis ISK. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien adalah perempuan (67,1%) dengan usia di atas 40 tahun (54,1%). Riwayat penyakit yang ditemukan meliputi BPH (9,4%), batu saluran kemih (10,6%), dan diabetes mellitus (22,4%). Pemeriksaan urin menunjukkan adanya eritrosit dan leukosit pada sebagian besar pasien, sedangkan pemeriksaan darah memperlihatkan variasi kadar leukosit, neutrofil, dan laju endap darah yang menandakan adanya respons imun. Pencitraan dilakukan secara selektif, dengan USG dan CT scan sebagai metode paling sering digunakan, sementara 41,2% pasien tidak menjalani pencitraan. Sebagian besar pasien mendapat terapi antibiotik empiris (82,4%) dengan durasi 2–7 hari (96,5%), sedangkan 17,6% mendapat terapi berbasis kultur. Disarankan pasien menjaga kebersihan saluran kemih dan mematuhi terapi antibiotik, sementara fasilitas kesehatan perlu menerapkan protokol diagnosis dan penggunaan antibiotik yang rasional.
Perkawinan Semerga Dalam Masyarakat Karo (Studi Perbandingan di Kabupaten Deli Serdang dengan Kota Jakarta Timur) Suranta, Kenfry Septarinus
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i11.62358

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perkawinan semerga dalam masyarakat Karo, dengan fokus pada perbandingan antara Kabupaten Deli Serdang dan Kota Jakarta Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis akibat hukum dari perkawinan semerga dan bagaimana pandangan masyarakat terhadapnya. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif, melibatkan wawancara dengan enam responden, termasuk pelaku perkawinan dan kepala adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan semerga dianggap tabu dan dapat mengakibatkan pengucilan dalam masyarakat. Masyarakat Karo di desa lebih ketat dalam menerapkan larangan ini dibandingkan dengan masyarakat di kota. Hasil wawancara mengungkapkan adanya perbedaan pandangan berdasarkan lokasi, di mana masyarakat desa lebih konservatif dalam hal adat istiadat. Sanksi bagi mereka yang melanggar larangan ini termasuk pengucilan dari komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun ada perbedaan pandangan, hasilnya tetap menunjukkan bahwa perkawinan semerga bertentangan dengan undang-undang yang berlaku.
Penerapan Senam Lansia di Puskesmas Bila Cenge pada Pasien Wanita Usia 60 Tahun dengan Skizofrenia Hebefrenik dalam Meningkatkan Interaksi Sosial: Sebuah Laporan Kasus Sri Maharani, Ni Putu Intan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i11.62359

Abstract

Pendahuluan: Skizofrenia hebefrenik merupakan salah satu subtipe skizofrenia yang ditandai dengan perilaku tidak teratur, halusinasi, serta penurunan fungsi sosial. Studi kasus ini melaporkan penerapan senam lansia sebagai intervensi non-farmakologis pada Ny. MDW, seorang wanita berusia 60 tahun dengan riwayat trauma berat dan gejala psikotik selama 25 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas terapi kombinasi farmakologis dan psikososial dalam meningkatkan interaksi sosial dan kualitas hidup pasien. Laporan Kasus: Ny. MDW menunjukkan gejala berat seperti halusinasi auditori dan visual, perilaku agresif, serta penurunan kemampuan dalam perawatan diri. Terapi yang diberikan meliputi pemberian obat antipsikotik (Trifluoperazine dan Trihexyphenidyl) serta kegiatan senam lansia secara rutin di Puskesmas Bila Cenge. Setelah enam bulan, pasien menunjukkan kemajuan signifikan berupa peningkatan kemampuan komunikasi verbal, partisipasi dalam aktivitas kelompok, serta penurunan gejala psikotik. Skor Global Assessment of Functioning (GAF) meningkat, menandakan adanya perbaikan dalam fungsi sosial dan psikologis. Diskusi: Intervensi senam lansia terbukti efektif dalam meningkatkan interaksi sosial dan stabilitas emosional pasien. Aktivitas fisik yang terstruktur tidak hanya berkontribusi terhadap kesehatan fisik (seperti penurunan kadar kolesterol), tetapi juga mendukung pemulihan mental melalui lingkungan sosial yang positif. Kombinasi terapi farmakologis dan psikososial memberikan hasil optimal, terutama pada pasien lansia dengan riwayat trauma kompleks. Tantangan awal seperti ketidaknyamanan pasien dalam situasi sosial dapat diatasi melalui pendampingan intensif. Kesimpulan: Kasus ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam penanganan skizofrenia hebefrenik, khususnya pada populasi lansia. Senam lansia sebagai terapi tambahan terbukti dapat meningkatkan fungsi sosial dan kualitas hidup pasien. Integrasi antara pengobatan medis dan intervensi berbasis komunitas layak dipertimbangkan dalam protokol perawatan pasien dengan gangguan mental kronis.
Integrasi Konsep Muraqabah dan Muhasabah Sebagai Islamic Mindfulness dalam Pemeliharaan Kesehatan Mental Mahasiswa Muslim Siti Chumaerotur Rofiatur Risqoh; Sopiah, Sopiah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i11.62370

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan mendasar terhadap paradigma pendidikan modern. Di tengah gelombang digitalisasi, teori konstruktivisme yang menekankan peran aktif peserta didik dalam membangun pengetahuannya sendiri kembali diuji relevansinya. Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksi pemikiran konstruktivisme dalam konteks era kecerdasan buatan dengan meninjau bagaimana interaksi manusia-mesin dapat menjadi medium baru bagi pembentukan kesadaran belajar. Pendekatan yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis reflektif-filosofis terhadap teori konstruktivisme Piaget, Vygotsky, dan Bruner, dikaitkan dengan praktik pembelajaran berbasis AI. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun AI dapat memperkuat personalisasi dan efektivitas pembelajaran, peran kesadaran manusia tetap menjadi elemen esensial dalam konstruksi makna. Rekonstruksi pemikiran konstruktivisme menuntut integrasi antara rasionalitas manusia, etika teknologi, dan kesadaran reflektif dalam proses belajar. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual terhadap filsafat pendidikan masa depan, di mana manusia bukan hanya pengguna AI, tetapi juga subjek yang sadar dalam mengelola makna pengetahuan.
Mitigasi Risiko Pembiayaan Sektor Pertambangan Batubara di Tengah Transisi Energi dan Fluktuasi Harga Komoditas Putro, Yudhi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i11.62384

Abstract

Sektor pertambangan batubara di Indonesia menghadapi dinamika pembiayaan yang semakin kompleks di tengah tekanan transisi energi global dan fluktuasi harga komoditas. Risiko sistemik masih tergolong tinggi karena banyak lembaga keuangan belum memiliki kerangka mitigasi risiko yang terintegrasi dengan prinsip keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren pembiayaan sektor batubara, mengidentifikasi bentuk risiko kredit yang muncul, serta merumuskan strategi mitigasi yang sejalan dengan manajemen keuangan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, analisis kebijakan, dan sintesis data sekunder dari OJK, Bank Indonesia, World Bank, serta laporan industri periode 2023–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber utama risiko kredit berasal dari volatilitas harga batubara, ketidakpastian kebijakan transisi energi, serta belum adanya standar penilaian ESG yang seragam di tingkat nasional. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, lembaga keuangan mulai menerapkan langkah mitigasi risiko secara struktural dan berbasis kualitas, antara lain due diligence berbasis ESG dengan mengintegrasikan indikator PROPER Hijau/Emas dan Good Mining Practice (GMP), penerapan pembiayaan berbasis ekosistem tambang (value-chain financing), penyesuaian tenor kredit jangka pendek (1–3 tahun), serta prioritas pembiayaan bagi perusahaan tambang yang memiliki kesiapan bisnis masa depan (future business readiness) melalui diversifikasi ke sektor energi terbarukan, teknologi baterai, logistik hijau, dan ekonomi sirkular. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan kerangka mitigasi risiko kredit berbasis ekosistem yang mengintegrasikan ESG, PROPER, GMP, dan future business readiness, sehingga menawarkan paradigma baru dalam pengelolaan risiko kredit sektor sunset industry dengan tetap menjaga keseimbangan antara profitabilitas lembaga keuangan dan keberlanjutan ekonomi nasional.
Pengaruh Suhu dan Waktu Ekstraksi Terhadap Kadar Tanin Dari Ekstrak Etanol Daun Badotan (Ageratum conyzoides L.) Natasya, Aprilia; Titani Azzahra, Aninda; Sandra, Yurika
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i11.62392

Abstract

Daun badotan (Ageratum conyzoides L.) diketahui mengandung senyawa tanin yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Namun, kadar tanin yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kondisi ekstraksi seperti suhu dan waktu, sehingga diperlukan penentuan kondisi optimum untuk memperoleh hasil maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu dan waktu ekstraksi terhadap kadar total tanin pada ekstrak etanol daun badotan. Metode yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol 70%, disertai variasi suhu (28°C, 40°C, dan 60°C) serta waktu ekstraksi (24 jam, 48 jam, dan 72 jam). Analisis kadar tanin dilakukan secara spektrofotometri menggunakan asam galat sebagai standar dan dinyatakan dalam satuan µg GAE/g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar tanin tertinggi diperoleh pada suhu ekstraksi 40°C sebesar 100,27 µg GAE/g dan waktu ekstraksi 24 jam sebesar 98,55 µg GAE/g. Peningkatan suhu maupun lamanya waktu ekstraksi yang berlebihan menyebabkan penurunan kadar tanin akibat degradasi senyawa aktif. Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi ekstraksi optimum diperlukan untuk mempertahankan kestabilan tanin, serta dapat menjadi landasan dalam pengembangan produk herbal dari daun badotan yang efisien dan ramah lingkungan.

Filter by Year

2016 2025