cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,821 Documents
Edukasi green pedagogy berbasis prinsip 5R sebagai strategi pendidikan ramah lingkungan bagi guru SD 21 Pamboborang Meivawati, Eli; Qudratuddarsi, Hilman; Syari, Wulan; Syarah, Evi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38937

Abstract

Abstrak Isu lingkungan hidup menjadi tantangan global yang menuntut peran strategis pendidikan dalam menumbuhkan kesadaran dan perilaku ramah lingkungan sejak dini. Upaya ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta Asta Cita dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter dan berwawasan lingkungan. Pendidikan lingkungan telah terintegrasi dalam pembelajaran IPAS di SD. Namun demikian, pemahaman guru mengenai konsep green pedagogy dan penerapan prinsip 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Rot) masih belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru melalui edukasi green pedagogy berbasis prinsip 5R sebagai strategi pendidikan ramah lingkungan di sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan di SD 21 Pamboborang pada tanggal 29 November 2025 dengan melibatkan 15 orang guru sebagai mitra sasaran. Metode yang digunakan berupa kampanye edukasi melalui sosialisasi interaktif, diskusi, serta evaluasi menggunakan kuis berbasis digital (Wayground). Efektivitas kegiatan diukur melalui pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru, yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 80,1 menjadi 88,3. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,001) dengan nilai effect size sebesar -1,00 yang mengindikasikan pengaruh yang sangat kuat. Secara kualitatif, kegiatan juga meningkatkan partisipasi, antusiasme, dan keterlibatan peserta selama proses pembelajaran berlangsung. Kata kunci: green pedagogy; 5R; pendidikan lingkungan; IPAS; kampanye edukasi Abstract Environmental issues have become a global challenge that requires the strategic role of education in fostering environmental awareness and pro-environmental behavior from an early age. This effort aligns with the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) and the national development agenda (Asta Cita) in building environmentally responsible and well-characterized human resources. Environmental education has been integrated into Science and Social Studies (IPAS) learning in primary schools. However, teachers’ understanding of green pedagogy and the implementation of the 5R principles (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, and Rot) remains suboptimal. This community service activity aims to enhance teachers’ understanding of green pedagogy through a 5R-based educational approach as a strategy for environmentally friendly education in primary schools. The activity was conducted at SD 21 Pamboborang on November 29, 2025, involving 15 teachers as participants. The method employed was an educational campaign through interactive socialization, discussions, and evaluation using a digital quiz platform (Wayground). The effectiveness of the activity was measured through pre-test and post-test, which were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. The results indicate an improvement in teachers’ understanding, as reflected by the increase in the mean score from 80.1 to 88.3. Statistical analysis revealed a significant difference (p < 0.001) with an effect size of -1.00, indicating a very strong effect. Qualitatively, the activity also enhanced participants’ engagement, enthusiasm, and active participation during the learning process. Keywords: green pedagogy; 5R; environmental education; IPAS; educational campaign
Pendampingan pembelajaran membaca berbantuan media flashcard bagi siswa kelas II SD Negeri 4 tiga Janawati, Desak Putu Anom; Astuti, Ni Putu Eni; Nopiawati, Ni Wayan; Purnami, Ni Made Ayu; Putra, I Ketut Dedi Agung Susanto; Darmayanti, Ni Wayan Sri; Sudir, I Nyoman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.36172

Abstract

Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa melalui pendampingan pembelajaran berbantuan media flashcard. Latar belakang kegiatan ini didasari oleh belum tuntasnya kemampuan membaca permulaan siswa akibat kurangnya variasi media dan strategi pembelajaran yang menarik. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan refleksi. Tahap persiapan dilakukan melalui observasi awal, penentuan kelompok sasaran, penyusunan media flashcard, serta koordinasi dengan guru kelas. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui pendampingan dalam kelompok kecil dengan aktivitas membaca interaktif menggunakan flashcard, di mana siswa dilatih mengenali huruf, menyusun suku kata, dan membaca kata secara utuh dengan bimbingan guru. Selanjutnya, evaluasi dilakukan secara formatif untuk memantau perkembangan kemampuan membaca siswa, disertai refleksi bersama guru untuk menentukan tindak lanjut. Pendampingan ini menerapkan pendekatan konstruktivistik yang menekankan pada keterlibatan aktif siswa dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan media flashcard mampu meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa dengan sangat baik. Siswa menjadi lebih aktif, bersemangat, dan percaya diri dalam mengenali huruf serta membaca kata sederhana. Selain itu, guru memperoleh inspirasi dalam mengembangkan media pembelajaran inovatif, dan sekolah mendapatkan model kegiatan literasi yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan. Dengan demikian, pendampingan membaca berbantuan media flashcard terbukti efektif dalam mendukung penguatan literasi dasar serta sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. Kata kunci: pendampingan; membaca permulaan; media flashcard; literasi dasar; kurikulum merdeka. Abstract This community service program (PKM) aims to improve students’ early reading skills through guided learning activities using flashcard media. The program is grounded in the observation that many students have not yet achieved adequate early reading proficiency, largely due to the limited use of varied and engaging instructional media and strategies. The implementation of the program consisted of three main stages: preparation, implementation, and evaluation and reflection. During the preparation stage, initial observations were conducted to identify students’ reading abilities, followed by the selection of target groups, the development of flashcard materials, and coordination with the classroom teacher. The implementation stage involved small-group mentoring sessions featuring interactive reading activities using flashcards. In these sessions, students were guided to recognize letters, combine syllables, and read simple words with teacher support. Evaluation was carried out formatively in each session to monitor students’ progress, followed by reflective discussions with the teacher to determine appropriate follow-up actions. This program adopted a constructivist approach, emphasizing students’ active involvement in constructing knowledge through direct learning experiences. The results indicate that the use of flashcard media effectively improved students’ early reading skills. Students became more active, motivated, and confident in recognizing letters and reading simple words. In addition, teachers gained insights into developing more innovative instructional media, while the school benefited from a literacy activity model that can be implemented sustainably. Overall, flashcard-assisted reading mentoring proved to be effective in strengthening foundational literacy skills and is well aligned with the principles of the Merdeka Curriculum, which emphasizes meaningful and enjoyable learning experiences. Keywords: mentoring; early reading; flashcard media; basic literacy; merdeka curriculum.
Pemberdayaan kader posyandu dalam pengendalian hipertensi berbasis program CERDIK di Desa Telemung, Banyuwangi Cahyani, Nurlailia Resa; Hutasoit, Jhonatan Rameldo; Mandagi, Ayik Mirayanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38896

Abstract

Abstrak Hipertensi adalah penyakit tidak menular dan tantangan besar dalam kesehatan masyarakat karena mampu meningkatkan resiko terjadinya penyakit stroke dan jantung sehingga perlunya upaya promotif dan preventif yang melibatkan partisipasi masyarakat. Kader posyandu yang berfungsi sebagai penggerak kesehatan di tingkat komunitas memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi kesehatan dan mendorong perilaku hidup sehat. Kegiatan  ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para kader Posyandu berkaitan dengan hipertensi serta penerapan program CERDIK sebagai strategi pencegahan dan pengendalian hipertensi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2026 di Puskesmas Pembantu Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi dengan melibatkan 16 kader dari 11 Posyandu. Metode kegiatan menerapkan pendekatan partisipatif-edukatif melalui kegiatan penyuluhan, diskusi dua arah, serta pemberian media edukasi berbentuk poster, leaflet, dan buku saku hipertensi. Evaluasi yang dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan kader. Hasil analisis memperlihatkan meningkatnya rerata hasil capaian pengetahuan dari 75,63 pada pre-test menjadi 93,75 pada post-test (p<0,001). Temuan ini menunjukkan bahwasanya edukasi berdasar pada program CERDIK berhasil meningkatkan kemampuan kader dalam mendukung pencegahan dan pengendalian kasus tekanan darah tinggi di masyarakat. Kata kunci: hipertensi; kader; kesehatan; pengabdian; promosi kesehatan. Abstract Hypertension is a non-communicable disease and a major challenge in public health because it can increase the risk of stroke and heart disease, thereby necessitating promotive and preventive efforts involving community participation. Posyandu cadres, who function as health drivers at the community level, have the responsibility to deliver health information and promote healthy behaviors. This activity aims to improve the knowledge of Posyandu cadres regarding hypertension and the implementation of the CERDIK program as a strategy for the prevention and control of hypertension. The activity was conducted on January 29, 2026, at the Telemung Village Auxiliary Health Center, Kalipuro Subdistrict, Banyuwangi Regency, involving 16 cadres from 11 Posyandu units. The activity applied a participatory-educational approach through counseling sessions, two-way discussions, and the provision of educational media in the form of posters, leaflets, and a hypertension pocket book. Evaluation was conducted using pre-test and post-test to measure cadres’ knowledge. The analysis results showed an increase in the average knowledge score from 75.63 in the pre-test to 93.75 in the post-test (p < 0.001). These findings indicate that education based on the CERDIK program successfully improved cadres’ ability to support the prevention and control of hypertension cases in the community. Keywords: hypertension; cadres; health; service; health promotion
Pelatihan dan pendampingan citizen jurnalism dengan menggunakan handphone pada SMK Triguna 1956 Mariani, Desy; Darmawan, Zakaria Satrio; Suwadi, Suwadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38924

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi smartphone dan media sosial di kalangan remaja belum dibarengi dengan keterampilan produksi konten yang mumpuni. Temuan awal pada siswa SMK Triguna 1956 menunjukkan bahwa meski seluruh siswa aktif bermedia sosial, mayoritas belum memahami teknik penulisan naskah dan sinematografi yang benar, sehingga konten yang dihasilkan berisiko kurang akurat atau tidak terstruktur. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan citizen journalism (jurnalisme warga) agar mampu memproduksi konten yang menarik, sinematik, informatif, serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya (anti-hoaks). Metode pelatihan dilakukan melalui empat sesi utama yang meliputi: (1) pembekalan teknik penulisan naskah berbasis format 5W+1H, (2) pelatihan teknik sinematografi dan editing menggunakan aplikasi smartphone, (3) sosialisasi etika bermedia sosial secara bijak, dan (4) pendampingan praktik produksi konten secara berkelompok. Hasil dari pelatihan, peserta menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan menyusun narasi, mengambil gambar dengan sudut (angle) yang tepat, dan mengolah visual menjadi informasi yang terstruktur. Siswa mulai memiliki insting jurnalistik dalam menganalisis peristiwa untuk dijadikan konten. Namun, hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta masih membutuhkan pengembangan rasa percaya diri dalam melakukan teknik wawancara mendalam. Serta pelatihan ini berhasil meningkatkan literasi digital dan keterampilan teknis siswa dalam memproduksi karya jurnalisme warga secara mandiri. Kata Kunci: citizen journalism; sinematografi; penulisan naskah; media sosial; seluler AbstractThe development of smartphone technology and social media among teenagers has not been accompanied by adequate content production skills. Initial findings among students of Triguna 1956 Vocational School indicate that although all students are active on social media, the majority do not yet understand proper scriptwriting and cinematography techniques, so that the resulting content is at risk of being inaccurate or unstructured. This Community Service (PKM) activity aims to equip students with citizen journalism skills so they are able to produce content that is interesting, cinematic, informative, and can be accounted for its truth (anti-hoax). The training method is carried out through four main sessions which include: (1) provision of scriptwriting techniques based on the 5W + 1H format, (2) training in cinematography and editing techniques using smartphone applications, (3) socialization of wise social media ethics, and (4) mentoring in group content production practices. As a result of the training, participants showed significant improvements in their ability to compose narratives, take pictures from the right angles, and process visuals into structured information. Students began to develop journalistic instincts in analyzing events to be used as content. However, evaluation results indicated that participants still needed to develop their confidence in conducting in-depth interviews. Furthermore, the training successfully improved students' digital literacy and technical skills in producing citizen journalism independently. Keywords: citizen journalism; cinematography; scriptwriting; social media; mobile
Efektivitas edukasi cek klik dalam meningkatkan literasi keamanan kosmetik pada kader PKK Desa Parakan, Kabupaten Garut Suherman, Meilia; Emran, Muhammad Nor Afzan bin; Jalalkamis, Fazilahwati binti; Ihsan, Setiadi; Rutamayah, Ardi; Arasy, Firda Nur; Pitriani, Karina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.38583

Abstract

AbstrakPeredaran kosmetik ilegal dan rendahnya literasi masyarakat terhadap keamanan produk masih menjadi permasalahan kesehatan preventif di tingkat desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edukasi Cek Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa (Cek KLIK) dalam meningkatkan literasi keamanan kosmetik pada kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga di Desa Parakan, Kabupaten Garut. Sasaran kegiatan adalah 21 kader PKK yang berperan sebagai agen informasi kesehatan di lingkungan masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, pemberian pre-test, penyuluhan melalui ceramah interaktif, diskusi, praktik pemeriksaan produk kosmetik, serta post-test sebagai evaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan pada seluruh indikator setelah penyuluhan, yaitu pemahaman tujuan Cek KLIK meningkat dari 95,2% menjadi 100%, pemeriksaan kemasan dari 90,5% menjadi 95,2%, pemahaman informasi label dari 71,4% menjadi 100%, kemampuan memastikan izin edar BPOM dari 85,7% menjadi 100%, serta kesadaran memeriksa tanggal kedaluwarsa dari 85,7% menjadi 100%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi berbasis praktik Cek KLIK efektif meningkatkan literasi keamanan kosmetik kader PKK. Edukasi ini berpotensi menjadi strategi promotif dan preventif yang dapat direplikasi pada kelompok masyarakat lainnya dalam meningkatkan kesadaran penggunaan kosmetik yang aman dan legal. Kata kunci: edukasi kesehatan; cek klik, keamanan kosmetik; literasi masyarakat; kader PKK. Abstract The circulation of illegal cosmetics and low public literacy regarding product safety remain preventative health problems at the village level. This community service activity aims to evaluate the effectiveness of the Check Packaging, Label, Distribution Permit, and Expiration Date (Cek KLIK) education program in improving cosmetic safety literacy among Family Welfare Empowerment cadres in Parakan Village, Garut Regency. The target group is 21 PKK cadres who act as health information agents in the community. The implementation method includes identifying needs, providing a pre-test, counseling through interactive lectures, discussions, cosmetic product inspection practices, and a post-test to evaluate participants' knowledge improvement. The results of the activity showed an increase in knowledge across all indicators after the outreach program. Understanding the purpose of Cek KLIK increased from 95.2% to 100%, packaging inspection increased from 90.5% to 95.2%, label information comprehension increased from 71.4% to 100%, the ability to verify BPOM distribution permits increased from 85.7% to 100%, and awareness of checking expiration dates increased from 85.7% to 100%. These results indicate that the practice-based Cek KLIK education program effectively increased cosmetic safety literacy among Family Welfare Movement (PKK) cadres. This education program has the potential to be a promotive and preventive strategy that can be replicated in other community groups to raise awareness of the safe and legal use of cosmetics. Keywords: health education; cek klik; cosmetic safety; community literacy; PKK cadres.
Mengalame: tradisi budaya kearifan lokal yang memupuk kebersamaan dan meningkatkan ketahanan pangan pasca bencana hidrometrologi di Tapanuli Selatan Siregar, Ameilia Zuliyanti; Nauly, Meutia; Nasution, Zaid Perdana; Juairini, Arliza; Marpaung, Irli Masitah; Syafiruddin, Syafiruddin; Meutia, Siti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38790

Abstract

AbstractThis study aims to explore the Mangalame  tradition, a traditional dodol-making activity in the Sipirok community, specifically in Aek Ngadol Village, South of Tapanuli Regency. Traditional food, Dodol AlamAlame Batak Angkola community, carried out from generation to generation before Eid al-Fitr. The service community method was carried out through direct observation of the dodol-making activity involving approximately 20–30 person from community members in Aek Ngadol during March 2026. The results indicate that the dodol-making process (Alame) uses glutinous rice flour, coconut milk, salt, vanilla or flavour, and brown sugar as the main ingredients, cooked in a large cauldron using a wood-fired stove. The time-consuming mixing process is carried out alternately, reflecting the values of mutual cooperation and strong togetherness among the residents. This tradition serves not only as a traditional holiday food, but also as a means of strengthening social solidarity, a symbol of cultural identity, and a learning tool for the younger generation in preserving ancestral heritage. Then, Keywords: traditional food; dodol alame; local wisdom AbstrakPengabdian Ini bertujuan untuk mengeksplorasi tradisi Mangalame, yaitu kegiatan pembuatan dodol secara tradisional pada masyarakat Sipirok, khususnya di Desa Aek Ngadol, Kabupaten Tapanuli Selatan. Tradisi Ini merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Batak Angkola yang dilakukan secara turun-temurun menjelang Hari Raya Idul Fitri. Metode pengabdian dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap kegiatan pembuatan dodol yang melibatkan sekitar 20–30 orang dari masyarakat di Desa Aek Ngadol pada bulan Maret 2026. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa proses pembuatan dodol (Alame) menggunakan bahan utama, berupa tepung beras ketan, santan kelapa, dan gula merah yang dimasak dalam kuali besar menggunakan tungku Kayu Bakar. Proses Pengadukan yang memakan waktu lama dilakukan secara bergantian, mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan yang kuat di antara warga. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan kas Hari Raya, tetapi juga sebagai sarana Mempererat solidaritas sosial, simbol identitas budaya, serta media pembelajaran bagi Generasi Muda dalam melestarikan warisan leluhur. Kata kunci: makanan tradisional; dodol alame; kearifan lokal.
Pengabdian masyarakat : optimalisasi keluarga dalam pengolahan jahe dan lemon guna peningkatan ekonomi melalui pelatihan produk hilirisasi Astuti, Maya; Nurfurqoni, Fuadah Ashri; Rahayu, Eva Sri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38969

Abstract

AbstrakPemerintah sedang menggalakkan kemandirian ekonomi keluarga, salah satunya dengan memfasilitasi masyarakat untuk membuka peluang usaha menengah kebawah (UMK). Penelitian dosen terkait jahe dan lemon menunjukkan manfaat yang tinggi bagi kesehatan ibu dan anak, dan dapat membantu secara ekonomi melalui produksi olahannya. Oleh karena itu dilakukan pengabdian masyarakat dengan skema program pengembangan kewirausaahaan (PPK). Pelatihan diberikan kepada kader kesehatan dan ibu rumah tangga di wilayah Puskesmas Gang Kelor Bogor dan Kecamatan Menteng Kota Bogor pada Bulan Februari-September 2025, sebanyak 10 orang.  Metode yang digunakan yaitu pelatihan dengan orientasi menghasilkan produk. Tujuan dan target pelatihan adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam membuat olahan jahe dan lemon serta meningkatkan income keluarga melalui produksi produk olahan tersebut. Hasil pengabdian masyarakat yaitu terlaksananya kegiatan pelatihan selama 2 semester sejumlah 14 kegiatan. Setelah 3 bulan didapatkan hasil akhir terjadi peningkatan pengetahuan terkait mindset of bussines, pengolahan jahe dan lemon, perhitungan modal dan harga jual produk, serta majemen keuangan. Keterampilan mitra dalam pengolahan jahe dan lemon juga meningkat dibuktikan dengan adanya produksi produk dan mampu dijual sehingga dapat meningkatkan  income dalam keluarga. Kata kunci: wirausaha; pemberdayaan keluarga; jahe; lemon AbstractThe government is promoting family economic independence, one of which is by facilitating the community to open micro to small business opportunities (UMK). Research by lecturers related to ginger and lemon shows high benefits for the health of mothers and children and can help economically through processed products. Therefore, community service is carried out with the entrepreneurship development program (PPK) scheme. Training is provided to health cadres and housewives in the Gang Kelor Health Center area in Bogor and Menteng District, Bogor City from February to September 2025, totaling 10 people.  The method used is training with a product-oriented approach. The purpose and target of the training are to increase participants' knowledge and skills in making ginger and lemon products and to increase family income through the production of those processed products. The result of the community service is the implementation of 14 training activities over 2 semesters.After 3 months, the final results showed an increase in knowledge related to business mindset, the processing of ginger and lemon, calculation of capital and product selling price, as well as financial management. Partners' skills in processing ginger and lemon also improved, as evidenced by product production and being able to be sold, thus increasing family income. Keywords: entrepreneurship; family empowerment; ginger; lemon.
Branding taman bacaan masyarakat STM Al-Hijrah: strategi pemasaran untuk meningkatkan minat baca masyarakat Desa Tembung Purba, Mery Lani; Tambunan, Elisabet; Rizki, Santi; Sinaga, Rani Goyet; Hulu, Febriwan; Sihotang, Kristina Uli; Harefa, Wujutkan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.37682

Abstract

Abstrak Minat baca dan tingkat literasi masyarakat Indonesia yang masih rendah menjadi tantangan utama yang memerlukan adanya kolaborasi. Taman Bacaan Masyarakat (TBM) STM Al-Hijrah di Desa Tembung menghadapi kendala yang sama. Hal ini ditandai dengan fasilitas yang masih sederhana, koleksi buku yang terbatas, khususnya untuk remaja dan dewasa, serta minimnya kegiatan literasi yang terjadwal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengimplementasikan strategi branding melalui program KKN Tematik Literasi untuk mentransformasi TBM menjadi pusat kegiatan berliterasi yang menarik dan meningkatkan minat baca masyarakat. Metode pengabdian yang dilaksanakan selama 23 hari efektif ini mencakup dua strategi utama yaitu internal branding berfokus pada perbaikan produk melalui pendataan, pengelolaan, dan penataan ulang area TBM agar lebih nyaman. Selanjutnya external branding berfokus pada pemasaran melalui kegiatan literasi kreatif yang terjadwal (membaca nyaring, cerdas mengulas buku), kunjungan literasi ke sekolah, dan digital branding melalui glorifikasi kegiatan di media sosial. Hasil dari strategi ini menunjukkan keberhasilan yang signifikan, dibuktikan dengan peningkatan jumlah pengunjungan harian TBM dari rata-rata 5 orang menjadi 10-15 orang, peningkatan status akreditasi TBM dari C menjadi A, serta terbangunnya sinergi baru antara TBM, sekolah, dan masyarakat. Kegiatan ini juga berdampak psikologis yang positif berupa peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan berbicara di depan umum melalui kegiatan Apresiasi Literasi tingkat desa berupa lomba story telling untuk memberikan panggung dan penghargaan bagi anak-anak. Implementasi strategi branding dan pemasaran ini terbukti efektif dalam meningkatkan citra, layanan, dan dampak TBM STM Al-Hijrah. Kata kunci: branding; strategi pemasaran; taman bacaan masyarakat; minat baca; kkn tematik literasi. Abstract The low reading interest and literacy rate among Indonesians present a primary challenge that necessitates collaborative intervention. The STM Al Hijrah Community Reading Center in Tembung Village encounters similar constraints. This is characterized by rudimentary facilities, a limited book collection particularly for adolescents and adults, and a scarcity of scheduled literacy activities. This initiative aims to implement a branding strategy through the Thematic Literacy Community Service Program (KKN) to transform the TBM into an engaging literacy activity center and enhance public reading interest. The community service method, conducted over 23 effective days, encompassed two primary strategies: internal branding, focusing on "product" improvement through data collection, management, and reorganization of the TBM area to enhance comfort; and external branding, which focused on "marketing" through scheduled creative literacy activities (such as Read-Aloud sessions and "Smart Book Reviews"), literacy visits to schools, and digital branding via the glorification of activities on social media. The results of this strategy indicated significant success, evidenced by an increase in daily TBM visitors from an average of 5 to 10-15 people, an improvement in the TBM's accreditation status from C to A, and the establishment of new synergies among the TBM, schools, and the community. This activity also has a positive psychological impact in the form of increased self-confidence and public speaking skills through village level Literacy Appreciation activities in the form of storytelling competitions to provide a stage and awards for children. The implementation of this branding and marketing strategy proved effective in enhancing the image, services, and impact of the STM Al-Hijrah TBM.  Keywords: branding; marketing strategy; community reading center; reading interest; thematic literacy community service program.
Strategi pengelolaan mangrove untuk ekonomi pesisir berbasis masyarakat di Cagar Alam Panua, Pohuwato Jumiyanti, Kalzum R; Puspaningrum, Dian; Rawi, Rais Dera Pua; Walahe, Dewi; Abdullah, Julie; Hasan, Wahyudin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38690

Abstract

Abstrak Mangrove di Cagar Alam Panua berpotensi menjadi penggerak ekonomi pesisir, namun menghadapi tekanan alih fungsi tambak sehingga diperlukan strategi pengelolaan berbasis masyarakat yang terarah. Program pengabdian masyarakat bertujuan untuk memetakan faktor internal–eksternal, menentukan posisi strategi, dan menetapkan prioritas program. Pendekatan kualitatif-deskriptif dilakukan melalui FGD di Balai Desa Maleo (15–16 Januari 2026) dengan 40 pemangku kepentingan, menggunakan brainstorming dan nominal group technique; analisis memakai IFAS–EFAS serta matriks SWOT. Berdasarkan hasil, kekuatan utama meliputi kawasan ±3.000 ha, 12 spesies mangrove, dan kelompok tani aktif di tiga desa (156 anggota). Lokasi studi berada pada Kuadran I (SO) dengan koordinat (1,76; 1,57) yang menandai kekuatan internal dan peluang eksternal tinggi. Strategi prioritas adalah SO1 (skor 9,2), WO2 (8,8), SO2 (8,5), ST1 (8,3), dan SO3 (8,0). Temuan menegaskan integrasi rantai nilai, insentif ekonomi, dan pengawasan partisipatif sebagai prasyarat agar pengembangan ekonomi memperkuat konservasi. Studi ini menyediakan peta strategi operasional bagi pemerintah daerah, BKSDA, dan komunitas; implikasinya kebijakan perlu mengikat konservasi melalui manfaat ekonomi yang adil dan terukur. Riset lanjut perlu mengukur dampak ekonomi-sosial secara longitudinal dan membandingkan antar desa. Kata kunci: pengelolaan mangrove berbasis masyarakat; ekonomi pesisir; analisis SWOT; blue economy; cagar alam panua.  Abstract Mangroves in the Panua Nature Reserve have the potential to be a driver of the coastal economy, but face pressure to change the function of ponds, a directed community-based management strategy is needed. This community service program to map internal–external factors, determine strategic positions, and set program priorities. Qualitative-descriptive approach was conducted through a FGD at Maleo Village Hall (January 15–16, 2026) with 40 stakeholders, using brainstorming and nominal group techniques; analysis using IFAS-EFAS and SWOT matrix Based on the results, the main strengths include an area of ±3,000 ha, 12 species of mangroves, and active farmer groups in three villages (156 members). The study location is in Quadrant I (SO) with coordinates (1.76; 1.57) which marks internal strength and high external opportunities. The priority strategies are SO1 (score 9.2), WO2 (8.8), SO2 (8.5), ST1 (8.3), and SO3 (8.0). The findings affirm value chain integration, economic incentives, and participatory oversight as prerequisites for economic development to strengthen conservation. This study provides operational strategy maps for local governments, BKSDA, and communities; The implication is that policies need to bind conservation through fair and measurable economic benefits. Further research needs to measure socio-economic impacts longitudinally and compare between villages. Keywords: community-based mangrove management; coastal economy; SWOT analysis; blue economy; panua nature reserve.
Peningkatan kompetensi guru dalam literasi digital melalui program “fun learning koding” Darmayanti, Irma; Hidayah, Debby Ummul; Kusuma, Tyas Pratama Puja; Tarwoto, Tarwoto; Sitaresmi, Sitaresmi; Handani, Wahyu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38871

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi informasi yang pesat menuntut peningkatan literasi digital, terutama bagi generasi muda dan para pendidik sebagai ujung tombak pembelajaran. Namun, banyak guru di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memahami literasi digital dan koding, serta kesulitan mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran. Untuk mengatasi masalah ini, Universitas Amikom Purwokerto bekerja sama dengan MGMP Informatika MTs Ma’arif NU Kabupaten Banyumas melaksanakan program pelatihan “Fun Learning Koding” pada tanggal 4 September 2025 di RM Rawalo. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam literasi digital dan koding melalui pendekatan hands-on learning menggunakan platform MIT App Inventor. Pelatihan diikuti oleh 18 guru dan mencakup empat tahap utama: survey awal, persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru tentang literasi digital dan koding, dengan skor rata-rata meningkat dari 55–60 (pre-test) menjadi 85–90 (post-test). Selain itu, 95% peserta menyatakan bahwa pelatihan ini relevan dengan kebutuhan mereka dan dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran. Output kegiatan meliputi modul pelatihan, prototipe aplikasi edukatif sederhana, serta rencana tindak lanjut berupa pelatihan lanjutan oleh MGMP Informatika. Kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan guru, mendorong kreativitas dalam menciptakan media pembelajaran digital, dan membangun komunitas belajar antar guru. Untuk meningkatkan efektivitas program serupa di masa mendatang, disarankan untuk menambah durasi pelatihan, menyediakan infrastruktur tambahan, serta memberikan pendampingan pasca-pelatihan. Diharapkan program ini dapat dikembangkan lebih luas untuk mendukung transformasi pendidikan di era digital. Kata kunci: pelatihan; literasi digital; peningkatan kompetensi; fun learning koding; hands-on learning Abstract The rapid development of information technology demands an increase in digital literacy, especially for the younger generation and educators as the spearhead of learning. However, many teachers in Indonesia still face challenges in understanding digital literacy and coding, as well as difficulties in integrating technology into learning. To address this issue, Amikom University Purwokerto collaborated with MGMP Informatika MTs Ma'arif NU Banyumas Regency to conduct a “Fun Learning Coding” training program on September 4, 2025, at RM Rawalo. This program aimed to improve teachers' competence in digital literacy and coding through a hands-on learning approach using the MIT App Inventor platform. The training was attended by 18 teachers and consisted of four main stages: initial survey, preparation, implementation, and evaluation. The evaluation results showed a significant increase in teachers' understanding of digital literacy and coding, with the average score increasing from 55–60 (pre-test) to 85–90 (post-test). In addition, 95% of participants stated that the training was relevant to their needs and could be directly applied in learning. The outputs of the activity included training modules, simple educational application prototypes, and a follow-up plan in the form of further training by the Informatics MGMP. This activity succeeded in improving teachers' skills, encouraging creativity in creating digital learning media, and building a learning community among teachers. To increase the effectiveness of similar programs in the future, it is recommended to increase the duration of training, provide additional infrastructure, and provide post-training assistance. It is hoped that this program can be developed more broadly to support educational transformation in the digital era. Keywords: training; digital literacy; competency improvement; fun learning coding; hands-on learning