cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
jmpi@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmpi@unran.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26555263     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 1,560 Documents
Program Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan II (PPL II) Mahasiswa PPG Prajabatan di UPT SD Negeri 14 Cakranegara Lestari, Tri Ayu; Dadi Setiadi; I Wayan Karmajaya
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12707

Abstract

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) II merupakan salah satu mata kuliah inti dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan. Mata kuliah ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk menjalankan peran sebagai guru secara penuh di sekolah. Pelaksanaan kegiatan PPL II terdiri dari beberapa tahapan yaitu (1) Pembekalan Awal, (2) Penerimaan di Sekolah Dasar Negeri 14 Cakranegara, (3) Konsultasi dengan Guru Pamong, (4) Pelaksanaan PPL II, (5) Penarikan dan Perpisahan. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) II di UPT SDN 14 Cakranegara dilaksanakan mulai bulan Juni sampai Oktober 2024. Mahasiswa PPL II melaksanaan kegiatan PPL II dengan beberapa kegiatan seperti: orientasi dan pengenalan sekolah, konsultasi dan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan mengajar (mengajar mandiri, penggunaan media pembelajaran, assesmen dan evaluasi), kegiatan non mengajar, refeleksi dan evaluasi, dan penyelesaian administrasi dan dokumentasi. Pengalaman praktik mahasiswa dirancang sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan melalui pendekatan lesson study. Berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan menjadi sarana pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa, sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan keterampilan mengajar mereka demi menghadapi kebutuhan profesional di masa depan.
Strategi Pengembangan Literasi Anak Melalui Pengadaan Ruang Bermain Edukatif Untuk Meningkatkan Minat Dan Kemampuan Membaca Anak Sekolah Dasar Rusminah; Baiq Erni Nirmala; Nazwa Risfaida; Kharisma Lucky; Aulia Nawana Putri; Achmad Zacky Dimas Agustino; Disya Jusianah; Ririn Agustina; Keyzia Varadea Meylinas; Nurhasanah; Rizalul Mustakim
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12709

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram tahun 2025 di Desa Anjani fokus pada literasi, terutama pengembangan literasi anak-anak usia sekolah dasar. Masalah utama yang ditemukan adalah minat baca anak-anak yang rendah, mereka lebih tertarik menggunakan gadget dibandingkan membaca buku. Untuk mengatasi hal ini, diadakan program “Ruang Bermain Edukatif” yang menggabungkan aktivitas bermain dengan kegiatan literasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan mahasiswa, anak-anak, dan masyarakat setempat. Kegiatan terdiri dari beberapa tahapan seperti survei awal, wawancara, perencanaan program, desain program, menyusun daftar kebutuhan, mempersiapan ruang, hingga pelaksanaan ruang bermain yang meliputi, membaca nyaring, cerdas mengulas buku, menulis cerita dan membuat project kreatif wayang botol. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan minat dan kemampuan membaca anak-anak, terlihat dari antusiasme yang tinggi, keberanian menyapaikan pendapat, serta kemampuan menulis sederhana. Temuan ini sesuai dengan konsep play-based learning dan emergent literacy, bahwa belajar sambil bermain dapat merangsang perkembangan bahasa dan kemampuan literasi anak secara efektif. Dengan demikian, pengadaan ruang bermain edukatif bisa menjadi strategi alternatif dalam meningkatkan literasi anak usia sekolah dasar sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang pendidikan berkualitas.
Pendampingan Masyarakat Dalam Aplikasi Bokashi Pada Budidaya Tanaman Kangkung Darat Raksun, Ahmad; Lalu Zulkifli; Abdul Syukur; Lalu Japa; Mahrus
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12710

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sudah dilaksanakan di Dusun Ketangga Timur Desa Ketangga Jeraeng Kabupaten Lombok Timur. Mitra kegiatan adalah masyarakat tani Dusun Ketangga Timur yang memiliki ternak itik, kambing dan atau sapi. Tujuan pelaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membantu mitra menemukan alternatif solusi terhadap masalah banyaknya kotoran ternak disekitar lingkungan tempat tinggal masyarakat, mengedukasi mitra tetang aplikasi pupuk bokashi pada lahan pertanian untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, dan membantu mitra menurunkan biaya pemupukan tanaman melalui aplikasi pupuk organik bokashi sehingga penggunaan pupuk kimia dapat dikurangi. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah, tanya jawab, diskusi dan pendampingan. Aplikasi bokashi dilakukan pada tanaman kangkong darat pada lahan dengan luas 100 m2. Setelah kegiatan ini dilaksanakan, mitra mampu mengolah kotoran ternak menjadi bokashi dan memanfaaatkannya untuk meningkatkan pertumbuhan kangkong darat. Selama pelaksanaaan kegiatan, masyarakat yang menjadi mitra terlibat secara aktif
Pelatihan Penggunaan Sistem Irigasi Tetes Driptip Untuk Pengembangan Luas Tanam Di Sekitar Wilayah Penyangga KEK Mandalika.: pelatihan Negara, I Dewa Gede Jaya; Salehudin; Desi Widiyanti; Fera Fitri Salsabila; Agus Soroso; Anid Supriyadi; Ery Setiawan; I Dewa Made Alit Karyawan; Humairo Saidah; Hasim; Rohani; I Wayan Yasa; Nufalia Hidayati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12728

Abstract

Di wilayah Pujut yang merupakan wilayah penyangga KEK Mandalika, jika diperhatikan kondisinya termasuk dalam areal sawah tadah hujan, karena dimusim kemarau lahan pertanian hanya sebagian kecil yang dapat diusahatanikan karena terbatasnya sumber air irigasi, akan tetapi pada saat musim hujan hampir seluruh areal persawahan yang ada digunakan untuk pertanian penanaman padi. Memperhatikan di musim kemarau masih ada kegiatan pertanian yang dilakukan masyarakat yang mampu di beberapa lokasi yang memanfaatkan air tanah dangkal yang dibor, maka hal ini perlu dikembangkan untuk meningkatkan kegiatan pertanian dimusim kemarau. Terbatasnya air dimusim kemarau dan pemanfaatan air yang terbatas di lokasi ini perlu cara pemanfaatan air secara hemat, agar usahatani dapat ditingkatkan dengan luas lahan yang lebih luas di sekitar sumur bor yang sudah dibangun. Untuk itu perlu dilakukan pelatihan penggunaan irigasi hemat air seperti sistem tetes dengan memanfaatkan air sumur bor yang ada pada masyarakat, pada pertanian tanaman semusim sebagai pembelajaran masyarakat di Desa Segala Anyar. Pengabdian ini dilakukan untuk melatih masyarakat dalam penggunaan irigasi tetes driptip dengan pentanian tanaman cabai di Desa Segala Anyar.Kegiatan ini menggunakan jaringan irigasi tetes driptip pada sumber air tanah dan media tanam polybag dengan tanaman cabai. Kegiatan diskusi dan tanyajawab dilakukan pada beberapa tahapan kegiatan pelatihan irigasi dan pada akhir kegiatan dilakukan penerahan sistem irigasi pada masyarakat untuk mendia pembelajaran masyarakat tani. Pengabdian ini telah memberikan sistem irigasi tetes satu paket sebagai media pembelajaran, telah melatih 9 perwakilan masyarakat petani di lokasi desa Segala Anyar. Pelatihan telah memberi pengalaman pada peserta dalam penggunaan irigasi tetes driptip yang dapat diterapkan pada lahan pertanian yang terbatas.
Pengolahan Hasil Budidaya Jamur Tiram pada KWT Keselet Karya di Desa Pringgajurang Utara Kabupaten Lombok Timur Mulyawati, Sri; Tajidan, F.X. Edy Fernandez; Efendy; Sharfina Nabilah; Muhammad Taufik Kurohman
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12740

Abstract

Pringgajurang Utara Village is one of the villages located in the Rinjani Geopark area, which is one of the priority locations for research and community service at Mataram University. Pringgajurang Utara Village has a humid climate, making it a breeze to cultivate oyster mushrooms in the area. KWT Keselet Karya is a productive economic group that cultivates oyster mushrooms. The oyster mushroom cultivation yields are quite abundant and are sold directly to buyers without going through any processing. The processing stage is an important aspect of the agricultural product downstreaming programme. However, KWT Keselet Karya does not yet have the knowledge and skills to process oyster mushrooms into more durable products. In addition, there is a problem with human resource management in the KWT, where group members do not clearly understand their duties and functions as part of the group. Therefore, the purpose of this community service is to create innovative processed food products from oyster mushrooms cultivated by KWT Keselet Karya. The methods used include socialisation, training, and mentoring for the community. The object or target of the activity is 25 members of KWT Keselet Karya. The community service activity was carried out at the production house of one of the members, namely in Keselet Hamlet, Pringgajurang Utara Village, Montong Gading District, East Lombok Regency. The results of this community service activity were a significant increase in participants' understanding of oyster mushroom processing and a clear division of tasks among members. The products produced were oyster mushroom chips and nuggets that were ready for sale. The community service outcomes were successfully achieved, namely a clear division of tasks among KWT members and the availability of innovative oyster mushroom products.
Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari dengan Sistem Irigasi Tetes sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan masyarakat pedesaan Kabupaten Banyuwangi Effendi, Mokhtar; Ali Mudhor , Mohammad; Wahyu Wicaksono, Driyanto; Agustyaningsih, Rika; Hidayatullah, Arif
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12741

Abstract

Food security remains a strategic national issue, particularly in rural areas that face challenges such as limited land, water availability, and technical skills in crop cultivation. Banyuwangi Regency has great agricultural potential; however, household yards are not yet optimally utilized. This community service program aimed to develop Sustainable Home Food Gardens (Kawasan Rumah Pangan Lestari/KRPL) through the application of drip irrigation systems as an effort to improve food security in Pengatigan Village, Rogojampi District, Banyuwangi. The program was carried out from July 2024 to February 2025, involving 20 participants from the PKK women’s group and youth organization (karang taruna). The methods employed were participatory approaches, including socialization, training, field demonstrations, and direct assistance. The results showed that the utilization of home yards through KRPL increased household food availability, reduced expenses, and opened opportunities for yard-based household businesses. The implementation of drip irrigation improved water use efficiency by 30–40% and supported better crop growth. Furthermore, the program strengthened social aspects through active community involvement and introduced small-scale entrepreneurship based on household yards. Therefore, the development of KRPL with drip irrigation systems can be an effective strategy to enhance food security and empower rural communities sustainably.
Program Interaksi Sosial Umat Beragama Islam dan Hindu di Kawasan Pantai Loang Baloq Perwujudan Keharmonisan Dalam Keragaman: The Social Interaction Program of Muslims and Hindus in the Loang Baloq Beach Area is the Realization of Harmony in Diversity Dewi, Ni Luh Sinar Ayu Ratna; Ni Putu Sasmika Dewi; Ni Komang Wiasti; I Wayan Wirata; Suci Raditya Yadnya; Yadnya, Made Sutha
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12754

Abstract

Loang Baloq Beach in Mataram City, West Nusa Tenggara, is one of the religious tourism destinations and also a real symbol of harmony between religious communities. This service aims to examine the forms of interfaith Islamic and Hindu social interaction that occur in the region, analyze how the impact of the release of birds, fish and hatchlings on the Loang Baloq Beach ecosystem and the supporting factors for the realization of harmony in diversity. Loang Baloq Beach according to the local Sub-district Head (Cahya Samudra) and the local Village Head (Haji Gunawan) stated that it is often also used as an alternative place to carry out the Eid Topat Ceremony or known as Eid Ketupat, which is a unique tradition of the Sasak tribe community as a form of tolerance for Muslims and Hindus. For Hindus, it is customary to carry out the melasti (purification) ceremony of melasti and the removal of ashes after burning or ngaben. As well as in the field of art in the form of kite competitions for the younger generation to show their talent through positive things in the form of kite art. The methods used in this study are a qualitative approach with participatory observation techniques of the IAHN Gde Pudja Mataram Academic Community, in-depth interviews with local regional leaders, release of hatchlings and fish on the beach with local communities, and documentation studies. The results of the study show that the practice of tolerance at Loang Baloq Beach is reflected in the implementation of mutual respect religious rituals, interfaith participation in traditional and social activities, and the existence of local wisdom values that are inherited from generation to generation. In addition, this area also functions as a mediation space between different religious communities through common cultural practices, such as pilgrimage and Maulid celebrations. This finding strengthens the position of Loang Baloq Beach as a model of social harmony based on local values and spirituality. This service is expected to contribute to strengthening religious moderation and the development of tolerance-based tourism.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemnafaatan Dana PEM dan Pekarangan Untuk Budidaya Hortikultura dan Obat-Obatan Disertai Pendidikan Kewirausahaan Bagi Orang Dewasa Liem, Jhon Sepron D.; Roni M. Ndun; Vidensia Bergita Anin; Naisanu, Joritha; Henny A. Raga; Darmanto F. Kisse; Deby M. Malelak
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12767

Abstract

This community service activity aimed to empower residents of Manulai II Sub-district, Kupang City, East Nusa Tenggara, through the utilization of Community Economic Empowerment Funds (PEM) and home yard land for the cultivation of horticultural and medicinal plants, combined with entrepreneurship education for adults. The main problems addressed were the low utilization of yard land and PEM funds for productive purposes, as well as the lack of entrepreneurial knowledge among the community. The implementation methods included community education through counseling sessions, technical training, cultivation demonstrations, and entrepreneurship mentoring. A total of 25 adult participants took part in a series of training and hands-on practices. Evaluation results through pre-test and post-test instruments showed significant improvement in participants’ knowledge and skills in both cultivation and entrepreneurship aspects. Additionally, participants demonstrated initiative in developing small-scale home-based businesses. The conclusion of this activity is that an integrative approach involving PEM fund utilization, yard optimization, and entrepreneurship education has proven effective in enhancing the local community’s economic capacity. This model has the potential to be replicated in other areas with similar social conditions and local resources
Pelatihan Pembuatan Dodol Alpukat Di Desa Lenek Duren Merta, I Wayan; M. Afyadi Perwira; Sri Hidayatun Nisak; Amaliah Febrianti; Delisa Julita; Zulfikar Ibnu Ali Akbar; Imam Mujahid; Fitrianiningsih; Novita Safitri; Erlina; Ahyar Hamid
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12803

Abstract

Desa Lenek Duren, yang terletak di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki potensi alam yang kaya, terutama dalam produksi buah alpukat. Meskipun alpukat dikenal karena kandungan antioksidannya dan rasanya yang khas, pemanfaatan buah ini masih terbatas sebagai konsumsi segar. Untuk mengatasi masalah ini, pelatihan pembuatan dodol alpukat dilaksanakan pada 23 Januari 2025, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengolahan alpukat. Pelatihan ini melibatkan tiga tahapan: pemilihan alpukat yang matang, uji coba pembuatan dodol, dan pelatihan langsung. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa dodol alpukat memiliki citarasa unik yang menggabungkan rasa manis dan pahit, serta diterima dengan antusias oleh masyarakat.
Sosialisasi Berbagai Jenis Kumbang Indah Sebagai Materi Pengayaan Biologi Di SMAN 1 Narmada Ilhamdi, Mohammad Liwa; Agil Al Idrus; Didik Santoso; Ahmad Raksun; Lalu Zulkifli
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12810

Abstract

Pembelajaran materi pengayaan yang kontekstual di sekolah belum dilakukan karena tidak ada buku materi pembelajaran kontekstual yang menyajikan dari hasil penelitian. Faktor ini yang menjadi permasalahan utama mitra dan tawaran penyelesaiannya adalah dengan mensosialisasikan materi pengayaan keanekaragaman hayati khususnya kumbang indah yang ada di sekitar sekolah. Taman Wisata Alam Suranadi Pulau Lombok dekat lokasi dengan sekolah mitra. Pembelajaran berbasis lingkungan sekitar atau CTL (Contextual Teaching and Learning) siswa dapat melihat secara nyata, mengalami sendiri materi pelajaran yang ada di sekitar lingkungannya sehingga sangat menyenangkan. selanjutnya dengan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa dibelajarkan dengan buku kontekstual yang berisi materi pelajaran yang ada di sekitar siswa. Hasil belajar siswa di SMAN sekitar Taman Wisata Alam Suranadi masih di bawah standar KKM 75. Metode kegiatan ini adalah sosialisasi, pembelajaran dan pendampingan. Tujuan dari kegiatan ini untuk mensosialisasikan berbagai jenis kumbang indah sebagai materi pengayaan keanekaragaman hayati di SMAN 1 Narmada. Setelah selesainya pelaksanaan kegiatan ini juga akan dilaksanakan pendampingan pembelajaran yang dilakukan guru untuk melaksanakan pembelajaran berbasis lingkungan. Hasil pengabdian sebagai berikut 1) telah dilakukan sosialisasi berbagai jenis kumbang indah indah sebagai materi pengayaan keanekaragaman hayati di SMAN 1 Narmada 2) peserta kegiatan pengabdian 100% mengikuti, menanggapi dan memahami materi sosialisasi. Kesimpulan sosialisasi berbagai jenis kumbang indah sebagai materi pengayaan keanekaragaman hayati di SMAN 1 Narmada dalam kegiatan pengabdian ini terlaksana dengan baik dengan antusiasme peserta kegiatan yang tinggi. Sosialisasi, Kumbang indah, Narmada, Pulau Lombok.