cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Pemberdayaan Kader Kesehatan melalui Implementasi Inovasi Gelis Jiwa untuk Penanganan Kesehatan Jiwa dan Pencegahan Bunuh Diri Irfan, Irfan; Harli, Kurnia; Evawaty, Evawaty
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19100

Abstract

ABSTRAK Kesehatan jiwa dan tingginya angka bunuh diri terus menjadi isu di masyarakat. Kelurahan Baurung, dengan tantangan sosial dan ekonomi yang ada, menghadapi peningkatan kasus gangguan kesehatan jiwa dan risiko bunuh diri. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan kader kesehatan dalam menangani masalah ini melalui penerapan inovasi GELIS JIWA (Generasi Peduli Sehat Jiwa). GELIS JIWA merupakan pendekatan berbasis komunitas yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan peran aktif kader kesehatan dalam upaya pencegahan dan penanganan kesehatan jiwa di tingkat lokal. Melalui pemberdayaan, program ini membekali kader kesehatan dengan pengetahuan tentang deteksi dini gejala gangguan jiwa, intervensi pertama, serta langkah-langkah pencegahan bunuh diri. Kader kesehatan diajak untuk melakukann sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jiwa dan mendukung individu yang rentan. Hasil dari program ini adalah peningkatan kapasitas kader kesehatan dalam menangani masalah kesehatan jiwa, pengurangan stigma terhadap penderita gangguan jiwa, serta pencegahan bunuh diri di Kelurahan Baurung. GELIS JIWA diharapkan dapat menjadi model yang berkelanjutan untuk diterapkan di wilayah lain, dan berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih sehat jiwa dan mental. Kata Kunci: Deteksi Dini, Inovasi Berbasis Komunitas, Kesadaran Kesehatan Jiwa.  ABSTRACT Mental health issues and the rising suicide rates remain significant concerns in society. Baurung Village, facing various social and economic challenges, has experienced an increase in mental health disorders and suicide risks. This community service program aims to empower health cadres to address these issues through the implementation of GELIS JIWA, a community-based innovation focused on enhancing the knowledge, skills, and active roles of health cadres in preventing and managing mental health problems at the local level. This empowerment initiative equips health cadres with the ability to detect early symptoms of mental disorders, provide initial interventions, and implement suicide prevention strategies. Additionally, health cadres are encouraged to conduct community outreach and education to raise awareness about the importance of mental health and support vulnerable individuals. The outcomes of this program include improved capacity of health cadres in managing mental health issues, reduced stigma associated with mental illness, and decreased suicide risks in Baurung Village. Consequently, GELIS JIWA is expected to become a sustainable model that can be adopted in other regions, contributing to the creation of a mentally and emotionally healthier society. Keywords: Community-based Innovation, Early Detection, Mental Health Awareness.
KKN Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dalam Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Teknologi Informasi Untuk Mendukung Pengembangan Desa Wisata Kelawi Mandiri dan Berkelanjutan Rajab, Muhammad Arhan; Raidar, Usman; Tukiran, Tukiran
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18672

Abstract

ABSTRAK Pengembangan desa wisata menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah sebagai upaya untuk mendukung pengelolaan desa mandiri dan berkelanjutan. Desa Kelawi memiliki potensi lokal sumberdaya alam yang sangat besar dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, tujuan kegiatan ini untuk memanfaatkan potensi sumberdaya alam Desa Kelawi guna meningkatkan taraf hidup masyarakat desa. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan melalui metode pelatihan dan pendampingan masyarakat melalui rangkaian kegiatan seperti sosialisasi dan edukasi mengenai potensi lokal desa Kelawi dan pelatihan pembuatan cinderamata khas desa Kelawi. Hasil kegiatan diantaranya teridentifikasi potensi lokal batok kelapa yang dapat diolah menjadi produk kreatif dan bernilai ekonomis, tersedianya produk dari olahan batok kelapa seperti gantungan kunci, gelas, tatakan gelas, lampu meja, asbak, dan mangkuk yang dapat menjadi cinderamata khas Desa Wisata Kelawi. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dapat menjadi salah satu strategi mendorong dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa melalui pemanfaatan potensi lokal desa. Diharapkan adanya keberlanjutan program pada masa mendatang melalui sinergitas layanan pemerintah desa dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Kata Kunci: Pemberdayaan, Potensi Lokal, Desa Kelawi   ABSTRACT The development of tourist villages is one of the government's priority agendas as an effort to support independent and sustainable village management. Kelawi Village has enormous local natural resource potential and can be utilized to improve the community's economy. Therefore, the aim of this activity is to utilize the natural resource potential of Kelawi Village to improve the standard of living of the village community. This community empowerment activity is carried out through training methods and community assistance through a series of activities such as outreach and education regarding the local potential of Kelawi village and training in making souvenirs typical of Kelawi village. The results of the activities include identifying the local potential of coconut shells which can be processed into creative and economically valuable products, the availability of products made from processed coconut shells such as key chains, glasses, coasters, table lamps, ashtrays and bowls which can become typical souvenirs of the Kelawi Tourism Village. This community empowerment activity can be a strategy to encourage and improve the economy of village communities through utilizing local village potential. It is hoped that the program will be sustainable in the future through the synergy of village government services involving community participation. Keywords: Empowerment, Local Potential, Kelawi Village
Edukasi Penerapan Latihan Fisik sebagai Upaya Pencegahan Resiko Jatuh pada Ema Abah di Satuan Pelayanan Griya Lansia Garut Sumarni, Nina; Rosidin, Udin; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.18987

Abstract

ABSTRAK Lansia sangat erat kaitannya dengan penuaan. Penurunan kekuatan akibat penuaan dapat menyebabkan berbagai perubahan, seperti hilangnya massa tulang, kelemahan otot punggung bawah, kekakuan sendi, gangguan penglihatan, serta kehilangan keseimbangan saat berjalan yang dapat meningkatkan risiko lansia terjatuh. Risiko jatuh yang tinggi adalah salah satu faktor yang menyebabkan orang tua menjadi lebih lemah dan dapat mengakibatkan cedera serius serta penurunan kualitas hidup. Penanganan khusus seperti latihan fisik yang teratur dapat meningkatkan keseimbangan dan koordinasi, yang merupakan faktor kunci dalam pencegahan jatuh diperlukan untuk mengurangi dampak resiko jatuh pada lansia. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi mengenai penerapan latihan fisik sebagai strategi dalam upaya pencegahan resiko jatuh pada lansia ‘ema’ ‘abah’ di satuan pelayanan griya lansia Garut. Metode yang digunakan ceramah dan penerapan latihan fisik, dengan menggunakan pendekatan Evidence-Based Practice (EBP sehingga memudahkan para peserta dapat memahami Latihan fisik yang dilakukan sebagai upaya pencegahan resiko jatuh. Edukasi dan penerapan latihan fisik dilakukan pada 30 peserta ema abah di panti. Sosialisasi yang diberikan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat sebelum dan sesudah edukasi, dimana sebelum edukasi sebanyak 22 responden (73,33%) memiliki tingkat pemahaman cukup dan 8 responden (26,67%) memiliki pengetahuan yang kurang. Sedangkan setelah pemberian edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan Dimana sejumlah 27 responden (90%) memiliki pengetahuan yang baik, dan 3 orang responden (10%) memiliki pengetahuan yang cukup. Hasil kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan. Peserta yang awalnya tidak tahu menjadi tahu dengan diberikannya edukasi yang dilakukan. Dari edukasi ini para peserta dapat mengetahui dan memahami Latihan fisik yang dilakukan sebagai upaya pencegahan resiko jatuh. Kata Kunci: Edukasi, Latihan Fisik, Upaya Pencegahan, Resiko Jatuh  ABSTRACT Elderly is closely related to aging. Decreased strength due to aging can cause various changes, such as loss of bone mass, weakness of lower back muscles, joint stiffness, visual impairment, and loss of balance when walking which can increase the risk of elderly people falling. A high risk of falling is one of the factors that causes elderly people to become weaker and can result in serious injuries and decreased quality of life. Special handling such as regular physical exercise can improve balance and coordination, which are key factors in preventing falls needed to reduce the impact of fall risk in the elderly. This activity aims to provide education regarding the application of physical exercise as a strategy to prevent the risk of falls in the elderly 'ema' 'abah' in the Garut elderly housing service unit. The method used is lectures and application of physical exercise, using the Evidence-Based Practice (EBP) approach so that it is easier for participants to understand the physical exercise carried out to prevent the risk of falls. Education and application of physical exercise were carried out on 30 ‘ema’ ‘abah’ participants in the shelter. The socialization provided can increase community understanding before and after education, where before education as many as 22 respondents (73.33%) had a sufficient level of understanding and 8 respondents (26.67%) had insufficient knowledge. While after education, there was an increase in knowledge where 27 respondents (90%) had good knowledge, and 3 respondents (10%) had sufficient knowledge. The results of this community service activity went well and in accordance with the objectives. Participants who initially did not know became aware by being given the education that was carried out. From this education, participants can learn and understand the physical exercises carried out to prevent the risk of falling. Keywords: Education, Physical Exercise, Prevention Efforts, Risk of Falls
Adolescent Menstrual Hygiene Education and Screening: "Haid Bersih" Guidelines for Wetland Areas Tampubolon, Masrina Munawarah; Misrawati, Misrawati; Dewi, Yulia Irvani; Utami, Sri; Erika, Erika; Suci, Wice Purwani; Aulia, Nur; Lestari, Widia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18702

Abstract

ABSTRACT Adolescents in Pekanbaru face significant reproductive health challenges, including anemia, vaginal discharge, and menstrual pain. Many students are hesitant to take the blood supplement tablets provided by the UKS and lack education on menstrual hygiene management. To address these issues, the team developed the "Haid Bersih" module. The initiative aims to deliver promotional and preventive services, as well as education on menstrual hygiene management, aligning with University IKU 3 and 5. The methods employed include reproductive health screening and menstrual hygiene education. Screening is conducted for both female and male students using a questionnaire that covers access to counselling, menstrual experiences, reproductive health problems, and incidents of sexual violence. The "Haid Bersih" module specifically provides guidelines for menstrual hygiene in wetland areas. The results indicated enthusiastic reception of the educational activities by UKS students, teachers, and nurses. Students received booklets and accessed information through posters and QR codes for screening. The screening revealed that while the majority of adolescent girls had received counselling on puberty and sexually transmitted disease prevention, sexual health education remained minimal. Many girls reported discomfort during menstruation and other reproductive health issues. Generally, male students exhibited signs of puberty. There is a clear need for further education and enhanced digital literacy among adolescents to access reproductive and sexual health information. These findings highlight the necessity of a comprehensive approach to addressing adolescent reproductive health in Pekanbaru Keywords: Adolescent Reproductive Health, Menstrual Hygiene Management, Adolescent Screening
Inovasi Kader Jaga Ibu Hamil Aman Sehat dan Bahagia (JAMILA) dalam Rangka Meningkatkan Pemantauan Ibu Hamil Risiko Tinggi di Wilayah Binaan Puskesmas Gilingan Wulandari, Nur Furi; Argaheni, Niken Bayu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.18015

Abstract

ABSTRAK Pemantauan ibu hamil risiko tinggi di masyarakat sangat penting untuk mengurangi komplikasi dan kematian ibu dan bayi. Program Kader Jamila dirancang untuk mengintegrasikan penguatan kader kesehatan dengan program ANC yang terintegrasi, memastikan ibu hamil berisiko tinggi menerima pemantauan yang tepat waktu dan berkualitas. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan metode pemantauan ibu hamil risiko tinggi dan melaksanakan program Kader Jamila yang terdiri dari bidan dan kader untuk meningkatkan kualitas pemantauan ibu hamil di masyarakat. Perencanaan dan Persiapan meliputi Identifikasi kebutuhan metode pemantauan ibu hamil risiko tinggi, penyiapan materi penguatan kader Jamila yang terintegrasi dengan program ANC terpadu, dan pembentukan tim Kader Jamila yang terdiri dari bidan dan kader. Pelaksanaan kegiatan diawali pada bulan Februari 2024 dengan rapat penguatan kader Jamila, dilanjutkan dengan pelaksanaan triwulanan, monitoring dan evaluasi serta pelaksanaan di puskesmas dan panti ibu hamil. Metode yang digunakan antara lain pertemuan kader, kunjungan rumah setiap trimester, monitoring oleh bidan, dan evaluasi triwulanan. Identifikasi kebutuhan metode monitoring menunjukkan bahwa monitoring setiap trimester merupakan metode yang paling dibutuhkan dengan persentase sebesar 40%. Implementasi program Kader Jamila berhasil dilakukan melalui penguatan kader, pelaksanaan kunjungan rumah, serta monitoring dan evaluasi yang efektif. Program Kader Jamila terbukti efektif meningkatkan pemantauan ibu hamil risiko tinggi di masyarakat. Metode pemantauan setiap trimester paling dibutuhkan dan berkontribusi signifikan terhadap deteksi dini dan manajemen risiko pada ibu hamil Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat, Ibu Hami, Resiko Tinggi  ABSTRACT Monitoring high-risk pregnant women in the community is very important to reduce complications and maternal and infant deaths. The Jamila Cadre Program is designed to integrate cadre health strengthening with an integrated ANC program, ensuring high-risk pregnant women receive timely and quality monitoring. This community service aims to identify the need for monitoring methods for high-risk pregnant women and implement the Jamila Cadre program consisting of midwives and cadres to improve the quality of monitoring of pregnant women in the community. Planning and Preparation include identifying the need for monitoring methods for high-risk pregnant women, preparing material for strengthening Jamila cadres integrated with the integrated ANC program, and forming a Jamila Cadre team consisting of midwives and cadres. Implementation of activities began in February 2024 with a Jamila cadre strengthening meeting, followed by quarterly implementation, monitoring and evaluation, and implementation at community health centres and maternity homes. The methods used include cadre meetings, home visits every trimester, monitoring by midwives, and quarterly evaluations. Identification of the need for monitoring methods shows that monitoring every trimester is the most needed method, with a percentage of 40%. Implementing the Jamila Cadre program was successful through strengthening cadres, conducting home visits, and effective monitoring and evaluation. The Jamila Cadre Program has proven effective in increasing the monitoring of high-risk pregnant women in the community. Monitoring methods every trimester most needed and provide a significant contribution to early detection and risk management in pregnant women. Keywords: Community Service, Pregnant Women, High Risk
Pencegahan dan Penanggulangan Bullying Pada Siswa SMP di Wilayah Kerja Puskesmas Klasaman Kota Sorong Agustarika, Butet; Agung, Irwan Guruh; Fabanyo, Rizqi Alvian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18552

Abstract

ABSTRAK Fenomena Bullying pada siswa di lingkungan sekolah menjadi masalah yang semakin serius dan memerlukan perhatian lebih dari semua pihak. Selain menyebabkan dampak fisik, perundungan ini juga meninggalkan trauma psikologis yang mendalam, yang dapat mempengaruhi perkembangan mental dan emosional siswa hingga mereka dewasa. untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencegahan dan penanggulangan bullying melalui penyuluhan kesehatan serta skrining kejadian bullying di lingkungan sekolah. Berupa penyuluhan kesehatan dan skrining kejadian bullying. Jumlah peserta kegiatan sebanyak 40 orang siswa SMP YPPKK Moria Sorong wilayah kerja Puskemas Klasaman. Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif. Penyuluhan kesehatan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan siswa dimana sebelum penyuluhan, tingkat pengetahuan siswa 17,5% berada dalam kategori cukup dan 82,5% dalam kategori kurang. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan yang signifikan, dengan mayoritas siswa 72,5% masuk dalam kategori baik, sementara 27,5% dalam kategori cukup. Sedangkan hasil temuan skirining kejadian bullying menunjukkan sebagian besar siswa 90% teridentifikasi termasuk dalam kategori normal, 10% kategori korban bullying dan tidak ada siswa yang teridentifikasi dalam kategori pelaku dan saksi. Penyuluhan kesehatan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencegahan dan penanggulangan bullyingserta teridentifikasi beberapa siswa yang menjadi korban bullying. Disarankan demi keberlanjutan program untuk melakukan pendekatan atau pendampingan secara berkelanjutan terkait pencegahan dan penanggulangan bullying di sekolah. Selain itu, penting untuk menjalin kerjasama antara berbagai pihak agar dapat bersinergi dalam menangani siswa yang terlibat dalam perundungan. Kata Kunci: Pencegahan Bullying, Penanggulangan Bullying, Siswa Sekolah  ABSTRACT The phenomenon of bullying among students in the school environment is becoming an increasingly serious problem and requires more attention from all parties. Apart from causing physical impacts, bullying also leaves deep psychological trauma, which can affect students' mental and emotional development until they become adults. To increase students' knowledge about preventing and dealing with bullying through health education and screening for bullying incidents in the school environment. In the form of health education and screening for bullying incidents. The number of participants in the activity was 40 YPPKK Moria Sorong Middle School students in the Klasaman Community Health Center working area. This service activity went well and had a positive impact. The health education provided can increase students' knowledge, where before counseling, the level of students' knowledge was 17.5% in the sufficient category and 82.5% in the insufficient category. After counseling, there was a significant increase, with the majority of students 72.5% being in the good category, while 27.5% were in the fair category. Meanwhile, the results of screening findings for bullying incidents showed that the majority of students, 90% of whom were identified as being in the normal category, 10% were in the category of victims of bullying and no students were identified in the categories of perpetrators and witnesses. The health education provided can increase students' knowledge about preventing and dealing with bullying and identify several students who are victims of bullying. It is recommended for any program to carry out a sustainable approach or assistance regarding the prevention and handling of bullying in schools. Apart from that, it is important to establish cooperation between various parties so that they can work together in dealing with students who are involved in bullying. Keywords: Bullying Prevention, Bullying Management, School Students
Pemberdayaan Karang Taruna dalam Pertolongan Pertama Kecelakaan Daerah Wisata Khoirini, Fatimah; Bakara, Derison Marsinova; Almaini, Almaini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18859

Abstract

ABSTRAK Penyebab kecelakaan pada daerah wisata bisa disebabkan karena kondisi yang tidak aman dan tindakan yang tidak aman dari wisatawan. Kecelakaan dapat terjadi dimana pun dan pertolongan pertama yang tepat dan segera akan melindungi korban dari bahaya. Penanganan yang salah pada korban kecelakaan karena kurangnya pengetahuan penolong dapat memperburuk situasi dan keadaan korban. Sehingga pengetahuan tentang pertolongan pertama bagi masyarakat sekitar sangat penting. Pelatihan pertolongan pertama untuk mengatasi kecelakaan berbasis masyarakat memiliki dampak positif dalam mengurangi angka kesakitan dan kematian pada korban kecelakaan. Melalui pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan daerah wisata ini diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan karang taruna tentang pertolongan pertama pada kecelakaan di daerah wisata. Kegiatan menggunakanmetode pelatihan dengan penyampaian materi dengan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi dilanjutkan dengan praktik dengan metode simulasi dan demontrasi. Pengetahuan karang taruna pada nilai pretest didapatkan hasil rata-rata yaitu 29,09 dan hasil post test didapatkan nilai pengetahuan rata-rata menjadi 60,89. Hal ini menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang pertolongan pertama sebesar 31,8 poin. Keterampilan karang taruna sebelum dilakukan pelatihan pada katagori belum dapat melakukan sebanyak 82,86 % dan dapat melakukan dengan kurang baik sebanyak 17,14 %. Keterampilan sesudah dilakukan pelatihan berada pada katagori dapat melakukan dengan kurang baik sebanyak 41,14 % dan dapat melakukan dengan cukup baik sebanyak 58,86 %. Kegiatan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karang taruna dalam pertolongan pertama pada kecelakaan di daerah wisata. Kata Kunci: Daerah Wisata, Karang Taruna, Pertolongan Pertama  ABSTRACT The causes of accidents in touristm can be caused by unsafe conditions and unsafe actions by tourists. Accidents can happen anywhere and proper and immediate first aid will protect victims from harm. Incorrect handling of accident victims due to a lack of knowledge of the helper can worsen the situation and condition of the victim. So knowledge about first aid for the local community is very important. Community-based first aid training for accidents has a positive impact in reducing morbidity and mortality among accident victims. Through this first aid training for accidents in touristm, it is hoped that there will be an increase in the knowledge and skills of karang taruna regarding first aid for accidents in touristm. Activities use training methods by delivering material using lecture, question and answer and discussion methods followed by practice using simulation and demonstration methods. Karang Taruna's knowledge in the pretest value obtained an average result of 29.09 and post test results obtained an average knowledge value of 60.89. This shows an increase in knowledge about first aid of 31.8 points. The skills of the karang taruna before training in the category were 82.86% unable to perform and 17.14 % were able to perform poorly. Skills after training were in the category of being able to do not well as much as 41.14% and being able to do quite well as much as 58.86%. Training activities can increase the knowledge and skills of karang taruna in first aid for accidents in touristm. Keywords: Touristm, Karang Taruna, First Aid
Peningkatan Literasi Kesehatan tentang Anemia pada Remaja Puteri sebagai Pencegahan Dini Kejadian Stunting di SMAN 9 Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda Sari, Rita Puspa; Ruminem, Ruminem; Syahrun, Syahrun; Rahmatia, Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.17811

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa peningkatan literasi yang dilakukan berupa pemberian edukasi tentang Pencegahan Anemia Pada Remaja telah dilakukan  pada siswi  SMAN 9 Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda sebanyak 150 siswa. Kegiatan edukasi ini dilakukan pada remaja karena perkembangan saat remaja sangat menentukan kualitas seseorang untuk menjadi individu dewasa. Masalah gizi yang terjadi pada masa remaja akan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit di usia dewasa serta beresiko melahirkan generasi yang bermasalah gizi. Tujuan pelaksanaan kegiatan  ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan atau meningkatkan pengetahuan siswi-siwi SMA N 9 tentang anemia, diharapkan dengan pengetahuan yang diperoleh mampu melakukan pencegahan kejadian anemia. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 02 Agustus tahun 2023 di SMAN 9 Kelurahan Lempake Kecamatan Lempake,  Kota Samarinda pada siswi kelas 11 dan 12 sebanyak 150 orang. Kegiatan edukasi dilakukan dalam bentuk ceramah dengan menyampaikan informasi tentang anemia dan upaya pencegahannya yang dapat dilakukan oleh para remaja puteri, yang dilanjutkan dengan evaluasi secara langsung dengan perwakilan siswi sasaran, dengan respon partisipan mengatakan akan berupaya mengikuti ajaran pola makan yang baik untuk remaja salah satu cara mencegah anemia. Kata Kunci: Literasi, Anemia, Remaja Puteri,   ABSTRACT Community Service activities in the form of increasing literacy in the form of providing education on the Prevention of Anemia in Adolescents have been carried out for female students of SMAN 9, North Samarinda District, Samarinda City as many as 150 students. This educational activity was carried out in adolescents because development during adolescence determines the quality of a person to become an adult individual. Nutritional problems that occur during adolescence will increase susceptibility to disease in adulthood and risk giving birth to a generation with nutritional problems. The purpose of this activity is to provide knowledge and or increase the knowledge of SMA N 9 students about anemia, it is hoped that with the knowledge gained they will be able to prevent anemia. This activity was carried out on August 02, 2023 at SMAN 9, Lempake Village, Lempake Subdistrict, Samarinda City on grade 11 and 12 students as many as 150 people. Educational activities were carried out in the form of lectures by conveying information about anemia and prevention efforts that can be carried out by adolescent girls, followed by direct evaluation with representatives of target schoolgirls, with participant responses saying they would try to follow the teachings of a good diet for adolescents as a way to prevent anemia.  Keywords: Literacy, Anemia, Adolescent Girls
Peningkatan Kesehatan pada Hipertensi Berbasis Perawatan Jangka Panjang Suantika, Putu Inge Ruth; Sutini, Ni Kadek; Indrayani, Ni Luh Dwi; Dari, Ni Putu Desy Ratna Wulan; Megawati, Putu Vera; ArizonaVallentino, I Gede Rendy; Syukri, Muhammad
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19518

Abstract

ABSTRAK Hipertensi menjadi salah satu masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Pengelolaan hipertensi memerlukan pendekatan komprehensif, termasuk intervensi nonfarmakologis seperti senam hipertensi berbasis perawatan jangka panjang. Dalam hal ini, pendekatan Interprofessional Education (IPE) dan Interprofessional Collaboration (IPC) berperan penting dalam memastikan kolaborasi yang efektif antarprofesi kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan edukasi kepada masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi, keterampilan melaksanakan senam hipertensi secara mandiri, serta memperkuat kerja sama lintas profesi melalui IPE dan IPC. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan menggunakan media power point, leaflet, dan video senam, serta evaluasi pengetahuan peserta dengan pre-test dan post-test. Pelaksanaan mengintegrasikan prinsip IPE dan IPC dalam pendekatannya. Terdapat peningkatan pengetahuan lansia terhadap hipertensi yang ditunjukkan dari hasil post test lebih tinggi daripada skor pre test. Lansia juga mampu melakukan senam hipertensi secara mandiri dengan panduan video, didukung oleh kerja tim yang kolaboratif antarprofesi. Penyuluhan berbasis media edukasi dengan pendekatan IPE dan IPC efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan hipertensi.. Kata Kunci: Hipertensi, IPE, IPC, Edukasi, Perawatan Jangka Panjang  ABSTRACT Hypertension is one of the most significant global health problems, with an increasing prevalence each year. Managing hypertension requires a comprehensive approach, including nonpharmacological interventions such as long-term hypertension exercise programs. In this context, Interprofessional Education (IPE) and Interprofessional Collaboration (IPC) play a crucial role in ensuring effective collaboration among healthcare professionals to improve service quality and community education. The aims is to enhance community knowledge about hypertension, develop skills in independently performing hypertension exercises, and strengthen interprofessional collaboration through IPE and IPC. The program was conducted through health education using power point presentations, leaflets, and exercise videos. Pre-test and post-test evaluations were used to measure participants’ knowledge. The implementation incorporated IPE and IPC principles in its approach. There was an increase in the elderly's knowledge about hypertension, as indicated by the post-test results being higher than the pre-test scores.. Participants were also able to independently perform hypertension exercises guided by educational videos, supported by effective interprofessional team collaboration. Health education using interactive media, supported by IPE and IPC approaches, effectively improved community knowledge and skills in hypertension management.. Keywords: Hypertension, IPE, IPC, Health Education, Long-Term Care.
Peningkatan Pengatahuan dan Sikap Masayarakat terhadap Penyakit Tuberkulosis (TB) Melalui Pendekatan Teori Keperawatan Lydia E. Hall Nopriyanto, Dwi; Bahtiar, Bahtiar; Samsugito, Iwan; Puspasari, Rita; Ahmad, Erwan; Muda, Iskandar; Sari, Novita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19043

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan laporan BPS, Kasus Tuberkulosis (TB) di Kota Samarinda mengalami peningkatan. Tahun 2021 mencapai 1.456 kasus, 2022 menjadi 2.167 kasus dan tahun 2023 menjadi 4.119 kasus, dimana Kecamatan Sambutan rentang tahun 2015-2017 menepati urutan ke 9 dari 10 kecamatan masalah kasus TB kemudian di rentang tahun 2018-2020 kasus TB di Kecamatan Sambutan meningkat menjadi urutan 6 dari 10 Kecamatan kasus TB tertinggi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), edukasi kesehatan dengan metode ceramah menggunakan pendekatan Teori Lydia E. Hall meliputi informasi tentang penyakit TB, faktor kegagalan terapi dan alasan pengobatan TB harus selesai, cara menyikapi TB dan peran masyarakat dalam mendeteksi TB serta meningkatkan keberhasilan terapi pasien TB. Terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penyakit TB. Mayoritas pengetahuan sedang sebanyak 51,4% sebelum dilakukan edukasi dan setelah edukasi dilakukan dalam kegiatan PKM menjadi mayoritas tinggi sebanyak 48,5%. Masyarakat meyakini bahwa penyakit TB dapat disembuhkan dengan berobat teratur dan tuntas serta sangat tidak setuju untuk menjauhi masyarakat/orang yang terkena penyakit TB. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat terbukti meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit TB dan sikap masyarakat terhadap penderita TB.  Hal ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak dari penyakit TB baik dari segi kesehatan, ekonomi, budaya dan sosial. Kata Kunci: Pengetahuan dan Sikap, Penyakit Tuberkulosis, Teori Keperawatan  ABSTRACT Based on the BPS report, Tuberculosis (TB) cases in Samarinda City have increased. In 2021 it reached 1,456 cases, in 2022 it became 2,167 cases and in 2023 it became 4,119 cases, where Sambutan District in the 2015-2017 period was ranked 9th out of 10 districts with TB cases, then in the 2018-2020 period TB cases in Sambutan District increased to 6th out of 10 districts with the highest TB cases. Community Service Activities (PKM), and health education with lecture methods using the Lydia E. Hall Theory approach includes information about TB disease, factors for therapy failure and reasons why TB treatment must be completed, how to respond to TB, and the role of the community in detecting TB and increasing the success of TB patient therapy. There is an increase in public knowledge and attitudes towards TB disease. The majority of knowledge was moderate at 51.4% before education was carried out and after education was carried out in PKM activities, became a high majority of 48.5%. The majority of people believe that TB can be cured by regular and complete treatment and strongly disagree with avoiding people/people with TB. Community service activities have been proven to increase public knowledge about TB and public attitudes towards TB sufferers. This can increase public awareness of the impact of TB in terms of health, economy, society, and culture. Keywords: Knowledge and Attitude, Tuberculosis Disease, Nursing Theory

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue