cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Peningkatan Kemampuan “Caring Elderly “ pada Kader Lansia dalam Deteksi Dini Lansia dengan Risiko Abuse dan Neglect Prabasari, Ninda Ayu; Juwita, Linda; Marcello, Steven Aldo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18757

Abstract

ABSTRAK Proses menua dan penyakit degeneratif menimbulkan perubahan pada lanjut usia dan masalah kesehatan yang menyebabkan ketergantungan pada orang lain. Kekerasan (abuse) dan pengabaian (neglect) merupakan dua masalah yang bisa terjadi pada lanjut usia yang terkadang dilakukan oleh orang terdekat. Keluarga adalah orang terdekat dan utama yang tinggal bersama dan merawat lansia terkadang memiliki hambatan dalam perawatan. Kedua masalah tersebut dapat terjadi tidak disengaja atau disengaja oleh keluarga karena ketidakpahaman merawat lansia. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu memberikan edukasi caring ederly, pemahaman tentang kekerasan dan pengabaian dan deteksi dini lansia dengan resiko tersebut. Kegiatan ini diberikan dalam 2 kali kegiatan diikuti oleh 76 kader yang memiliki lansia yang dirawat dirumah. Usia kader 20-50 tahun, lansia yang dirawat mayoritas memiliki >1jenis penyakit. Kader mayoritas belum mendapatkan edukasi terkait topik tersebut. Terdapat peningkatan kategori pengetahuan baik setelah diberikan edukasi. Kader dapat melakukan deteksi dini risiko abuse dan neglect, dan dapat melakukan caring kepada lansia saat melakukan perawatan. Pemberian edukasi maupun pelatihan diberikan secara konsisten kepada kader terkait masalah kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dan dapat membantu fasilitas kesehatan untuk mendeteksi dini lebih awal masalah kesehatan.  Kata Kunci: Abuse, Neglect, Kader, Lansia, Caring Elderly  ABSTRACT The aging process and degenerative diseases cause changes in the elderly and health problems that cause dependence on other people. Abuse and neglect are two problems that can occur in the elderly, which are sometimes perpetrated by people closest to them. Family is the closest and main person who lives with and cares for the elderly, sometimes having obstacles in caring. These two problems can occur unintentionally or intentionally by the family due to a lack of understanding of caring for the elderly. The aim of community service activities is to provide caring education, understanding about violence and neglect and early detection of elderly people at risk. This activity was given in 2 activities and was attended by 76 cadres who had elderly people who were cared for at home. The cadres' ages are 20-50 years, the majority of elderly people treated have >1 type of disease. The majority of cadres have not received education regarding this topic. There was an increase in the good knowledge category after being given education. Cadres can detect early risks of abuse and neglect, and can care for the elderly when providing care. Consistently providing education and training to cadres regarding health problems can increase cadres' knowledge and skills and can help health facilities to detect health problems early.  Keywords: Abuse, Neglect, Cadres, Elderly, Caring Elderly
Program Edukasi Penggunaan Obat dan Makanan Minuman Sehat untuk Siswa TK Pertiwi Kota Pontianak Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab; Zakiah, Mistika; Ulfah, Ridha; Putri, Triyana Harlia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.18642

Abstract

ABSTRAK Anak usia dini merupakan waktu-waktu penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi salah satunya oleh gizi anak. Penting untuk memberikan edukasi kepada anak sejak usia dini, terutama mengenai penggunaan obat dan makanan sehat. Meningkatkan kesehatan masyarakat merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kualitas penduduk. Penting bagi anak-anak untuk diberikan pemahaman tentang obat-obatan dan makanan yang aman. Metode yang digunakan pada kegiatan PKM ini adalah menunjukaan balon berbentuk buah dan sayur. Anak anak sangat antusias dalam menjawab. Mereka dapat lebih cepat mengenali contoh makanan yang termasuk sehat dan tidak sehat, senang, merasa rilex, dan berani mengemukakan pendapat, menjawab dan bertanya. Tingkat pemahaman siswa TK Pertiwi Kota Pontianak terkait penggunaan obat dan makanan minuman sehat masih terbatas dan bersifat sederhana sehingga diperlukan  edukasi yang rutin dan pengukuran status gizi secara berkala untuk memantau tumbuh kembang mereka.   Kata Kunci: Anak Usia Dini, Nutrisi Sehat, Obat ABSTRACT Early childhood is a critical period for children's growth and development. One factor that influences their growth and development is nutrition. It is important to provide education to children from an early age, especially regarding the use of medication and healthy food. Improving public health is a crucial part of efforts to enhance the quality of the population. It is important for children to be given an understanding of safe medication and food consumption. The method used in this community service activity involved demonstrating balloons shaped like fruits and vegetables. The children were very enthusiastic in responding. They quickly recognized examples of healthy and unhealthy foods, felt happy, relaxed, and were confident in expressing their opinions, answering, and asking questions. Conclusion: The level of understanding of Pertiwi Kindergarten students in Pontianak City regarding the use of medicine and healthy food and drinks is still limited and simple, so routine education and regular nutritional status measurements are needed to monitor their growth and development. Keywords: Early Childhood, Healthy Nutrition, Medication
Pemberdayaan Kader Kesehatan Jiwa melalui Apliaksi Informasi Manajemen Asuhan Keperawatan Kesehatan Jiwa Saswati, Nofrida; Dinda, Aisa; Sukarno, Anita; Sianipar, Riski Marudur Ulina; Ulandari, Jelly; Fepriyanto, Sigit
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18620

Abstract

ABSTRAK Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masih mendapatkan stigma negatif dalam masyarakat yang beranggapan bahwa ODGJ berbahaya, sehingga menimbulkan banyak deskriminasi, pengucilan, penolakan serta marginalisasi dalam masyarakat, selain itu masalah ekonomi dan pendidikan juga mepengaruhi perawatan pada ODGJ. Tujuan dilakukan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman kader Kesehatan jiwa dalam melakukan peran dan fungsi kader Kesehatan jiwa. Metode kegiatan yang dilakukan berupa ceramah, diskusi dan role play. Hasil kegiatan terdapat peningkatan nilai post test yaitu 69,64, hasil deteksi Kesehatan mental menggunakan instrument SRQ didapatkan hasil masyarakat mengalami sehat mental yaitu sebanyak 68 orang (79.07%), gejala neurosis 10 orang (11.63%), gejala psikotik 2 orang (2.33%), PTSD 6 orang (6.97%). Terdapat warga yang mengalami psikotik diharapkan kader melakukan rujukan kepada pihak puskesmas melalui pelaporan perawat program Kesehatan jiwa. Kata Kunci: Kader, Kesehatan, Jiwa, Aplikasi, Infomasi, Askep Jiwa  ABSTRACT People with Mental Disorders (ODGJ) still get a negative stigma in society that assumes that ODGJ are dangerous, resulting in a lot of discrimination, exclusion, rejection and marginalization in society, in addition to economic and educational problems also affect the care of ODGJ. The purpose of this activity is to improve the understanding of Mental Health cadres in carrying out the roles and functions of Mental Health cadres. the method of activity carried out is in the form of lectures, discussions and role play. the results of the activity showed an increase in the post-test score of 69.64, the results of mental health detection using the SRQ instrument showed that the community experienced mental health, namely 68 people (79.07%), neurosis symptoms 10 people (11.63%), psychotic symptoms 2 people (2.33%), PTSD 6 people (6.97%). There are residents who experience psychosis, it is expected that cadres will make referrals to the health center through reporting to the Mental Health program nurse. Keywords : Cadres, Health, Soul, Application, Information, Mental Health Nursing
Pemberdayaan Teman Sebaya sebagai Upaya Pencegahan Risiko Bunuh Diri Pada Remaja di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Florensa, Florensa; Hidayah, Nurul; Limansyah, Dodik; Sari, Lintang; Yousriatin, Fajar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.19988

Abstract

ABSTRAK Bunuh diri merupakan masalah kesehatan mental yang banyak terjadi pada remaja dan menjadi penyebab kematian kedua terbanyak pada individu berusia 15-29 tahun. Di Indonesia, angka bunuh diri remaja cukup tinggi, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti depresi, kecemasan, stres, penyalahgunaan NAPZA, serta kurangnya dukungan sosial. Remaja di lembaga pembinaan memiliki risiko lebih besar terhadap stres berat dan pemikiran untuk mengakhiri hidup akibat tekanan lingkungan serta keterbatasan interaksi sosial. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang efektif guna mencegah risiko bunuh diri, salah satunya melalui pemberdayaan teman sebaya yang berperan dalam meningkatkan kesadaran serta menciptakan sistem dukungan dalam komunitas remaja. Program ini bertujuan untuk membekali remaja dengan pengetahuan mengenai pencegahan bunuh diri, sehingga mereka mampu mengenali faktor risiko, memahami pentingnya kesehatan mental di lingkungan sekitar, serta memberikan dukungan kepada teman sebaya yang berisiko. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk edukasi kepada remaja penghuni lapas melalui tahapan yang sistematis, mulai dari persiapan peserta, penyediaan sarana dan prasarana, hingga penyusunan materi edukasi yang relevan. Pelaksanaan program berlangsung pada Oktober 2024 di aula lapas dan diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta. Setelah itu, penyampaian materi dilakukan secara interaktif mengenai faktor risiko bunuh diri, strategi pencegahan, serta peran teman sebaya dalam memberikan dukungan emosional. Program kemudian diakhiri dengan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman peserta setelah mendapatkan edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan mampu meningkatkan kesadaran remaja terhadap faktor risiko bunuh diri serta membekali mereka dengan keterampilan dalam memberikan dukungan kepada teman sebaya. Selain itu, peserta juga menunjukkan kemampuan dalam melakukan deteksi dini terhadap individu yang berpotensi mengalami tekanan emosional berat. Dengan demikian, pemberdayaan teman sebaya terbukti menjadi strategi yang efektif dalam pencegahan risiko bunuh diri, terutama bagi remaja di lembaga pembinaan. Program ini tidak hanya membantu menciptakan lingkungan sosial yang lebih suportif, tetapi juga berkontribusi dalam menekan angka kejadian bunuh diri di kelompok usia remaja.  Kata Kunci: Lapas, Manajemen Stres, Risiko Bunuh DiriABSTRACT Suicide is a prevalent mental health issue among adolescents and is the second leading cause of death among individuals aged 15-29. In Indonesia, the suicide rate among teenagers remains high, influenced by various factors such as depression, anxiety, stress, substance abuse, and lack of social support. Adolescents in juvenile detention centers are at even greater risk of severe stress and suicidal thoughts due to environmental pressures and limited social interactions. Therefore, effective interventions are necessary to prevent suicide risks, one of which is peer empowerment, which plays a crucial role in raising awareness and creating a support system within adolescent communities. This program aims to equip adolescents with knowledge about suicide prevention, enabling them to recognize risk factors, understand the importance of mental health in their surroundings, and provide support to at-risk peers. The initiative was carried out through educational activities for juvenile detainees, following a structured process that included participant preparation, provision of facilities and infrastructure, and the development of relevant educational materials. The program was implemented in October 2024 at the detention center’s hall, beginning with a pre-test to assess participants’ initial understanding. This was followed by an interactive session covering suicide risk factors, prevention strategies, and the role of peers in providing emotional support. The program concluded with a post-test to evaluate participants’ knowledge improvement after the educational intervention. The results indicated that the education provided successfully increased adolescents’ awareness of suicide risk factors and equipped them with the skills to support their peers. Additionally, participants demonstrated the ability to conduct early detection of individuals experiencing severe emotional distress. Thus, peer empowerment has proven to be an effective strategy in suicide prevention, particularly for adolescents in juvenile detention. This program not only fosters a more supportive social environment but also contributes to reducing suicide rates among young individuals. Keywords: Prison, Stress Management, Suicide Risk
Pelatihan Pemanfaatan Media Sosial untuk Edukasi Kesehatan Remaja di Daerah Lahan Basah Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Tampubolon, Masrina Munawarah; Suci, Erika Wice Purwani; Putri, Syeptri Agiani; Aziz, Ari Rahmat; Roni, Yunisman; Azizah, Azizah; Juliana, Dea Adelia; Fathaniah, Farahiyah; Pakpahan, Jonas Letare; Hikmah, Muttakhidatul; Rokhmani, Nikmah; Nurhidayah, Nurhidayah; Hutabarat, Ribka Pebriana; Sebayang, Sabrina Nur Ramadhanty; Sari, Suci Indah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18460

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan pengguna sosial media yang aktif, oleh karena itu remaja dapat memanfaatkan media sosial salah satunya sebagai tempat berbagi edukasi kesehatan dengan membuat media edukasi melalui desain grafis menggunakan aplikasi canva dan capcut. Tujuan pengabdian masyarakat ini agar remaja dapat memanfaatkan media sosial untuk berbagi edukasi terkait kesehatan dengan memanfaatkan aplikasi desain grafis sebagai alat untuk membuat media edukasi. Kegiatan pelatihan ini dilakukan di wilayah Kelurahan Limbungan Baru, Kota Pekanbaru. Metode yang dipergunakan dalam pelatihan ini dengan pemberian materi dan demonstrasi terkait cara pembuatan media edukasi, pendampingan kepada remaja, dan evaluasi terkait pembuatan media edukasi. Hasil pelatihan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan responden sebelum dan setelah dilakukan pelatihan pemanfaatan media sosial pada remaja. Kata Kunci: Remaja, Pelatihan, Media Sosial, Edukasi Kesehatan  ABSTRACT Teenagers are active social media users, therefore teenagers can utilize social media, one of which is as a place to share health education by creating educational media through graphic design using the Canva and Capcut applications. The purpose of this community service is so that teenagers can utilize social media to share health-related education by utilizing graphic design applications as a tool to create educational media. This training activity was carried out in the Limbungan Baru Village area, Pekanbaru City. The method used in this training was to provide material and demonstrations related to how to create educational media, mentoring teenagers, and evaluations related to creating educational media. The results of the training showed an increase in respondent knowledge before and after training on the use of social media for teenagers. Keywords: Adolescents, Training, Social Media, Health Education
Deteksi Dini Kesehatan Remaja dalam Upaya Gerakan Tekan Obesitas dan Anemia pada Remaja Hikmanti, Arlyana; Adriani, Fauziah Hanum Nur; Dewi, Feti Kumala
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18798

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan remaja adalah masalah yang penting untuk diperhatikan. Remja saat ini mendapatkan banyak tantangan karena secara psikologis remaja sedang mengalami masa peralihan, body image dan konsumsi makanan yang tidak sehat atau kesalahan pola makan dapat memengaruhi kesehatannya. Bila hal tersebut tidak ditangani dapat menimbulkan anemia dan obesitas yang nantinya menjadi manivestasi penyakit dan gangguan kesehatan dimasa mendatang, seperti penyakit kardiovaskuler dan diabetes militus tipe 2. Kegiatan ini bertujuan deteksi dini kesehatan remaja dalam upaya gerakan tekan obesitas dan anemia pada remaja melalui pemeriksaan status gizi, lingkar perut, gula darah sewaktu, lingkar lengan atas, dan kadar hemoglobin remaja. Dengan diketahui status kesehatan remaja tersebut, remaja dapat memahami kondisinya dan dapat melakukan upaya untuk mencegah obesitas dan anemia pada remaja. Metode yang digunakan adalah penjelasan maksud dan tujuan, informed concent, pengukuran tinggi badan, penimbangan berat badan, pengukuran lingkar lengan atas, pengukuran lingkar perut, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan kadar hemoglobin dan edukasi secara individu. Hasil kegiatan ini menunjukkan sebagian besar peserta status gizi underweight, lingkar lengan atas normal/tidak KEK, lingkar perut normal/ tidak obesitas, gula darah normal, dan kadar hemoglobin normal/ tidak anemia. Kesimpulan kegiatan ini sesuai dengan sasaran dan berjalan lancer. Saran perlunya upaya untuk meningkatkan kesadaran peserta tentang pentingnya menjaga status gizi termasuk cara diet sehat remaja dan pemantauan minum zat besi pada remaja. Perlu adanya peninjauan lebih lanjut faktor yang memengaruhi Kesehatan remaja. Kata Kunci: Kesehatan, Remaja, Anemia, Obesitas  ABSTRACT Adolescent health issues are important issues to pay attention to. Adolescents currently face many challenges because, psychologically, they are experiencing a transition period; body image and unhealthy food consumption or eating patterns can affect their health. If this is not addressed, it can cause anaemia and obesity, which will later become manifestations of diseases and health disorders in the future, such as cardiovascular disease and type 2 diabetes mellitus. This activity aims to detect adolescent health early in an effort to reduce obesity and anaemia in adolescents through examination of nutritional status, waist circumference, random blood sugar, upper arm circumference, and haemoglobin levels of adolescents. By knowing the health status of adolescents, adolescents can understand their condition and can make efforts to prevent obesity and anaemia in adolescents. The methods used are explanation of the intent and purpose, informed consent, height measurement, weighing, upper arm circumference measurement, waist circumference measurement, blood sugar examination, haemoglobin level examination and individual education. The results of this activity showed that most participants had underweight nutritional status, normal upper arm circumference/not KEK, normal waist circumference/not obese, normal blood sugar, and normal haemoglobin levels/not anaemic. The conclusion of this activity was in accordance with the target and went smoothly. Suggestions for the need to increase participant awareness of the importance of maintaining nutritional status, including how to eat a healthy diet for adolescents and monitoring iron intake in adolescents. Further review of factors that influence adolescent health is needed. Keywords: Health, Teenagers, Anemia, Obesity
Optimalisasi Perkembangan Anak Usia Sekolah di SDN Rawabunga 11, Jakarta Timur Silitonga, Junita Maratur; Laela, Sri; Anugrahwati, Ria; Putri, Nadia Oktiffany; Gunawan, Edi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19191

Abstract

ABSTRAK Masa usia sekolah merupakan periode penting dalam perkembangan anak, di mana aspek fisik, kognitif, emosional, dan sosial berkembang secara signifikan. Optimalisasi perkembangan anak usia sekolah menjadi prioritas untuk memastikan anak mencapai potensi maksimalnya dalam berbagai dimensi kehidupan. Perkembangan anak usia sekolah yang tidak optimal dapat memberikan dampak negatif yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan anak, baik dalam jangka pendek maupun jangka Panjang. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk mengoptimalisasi perkembangan anak usia sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan melalui intervensi terintegrasi, diawali dengan Pendidikan Kesehatan, kemudian dilanjutkan dengan terapi kelompok terapeutik dan terapi bermain. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 10 Desember 2024 di SDN Rawabunga 11 Jakarta Timur. Peserta yang terlibat sebanyak 60 anak usia sekolah. Setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan dan terapi kelompok terapeutik, serta terapi bermain, terjadi peningkatan kemampuan kognitif, psikomotor, bahasa, emosional, spiritual, dan psikososial pada anak usia sekolah.Optimalisasi perkembangan anak usia sekolah diharapkan mampu menciptakan individu yang sehat, berdaya saing, dan berkarakter kuat di masa depan. Kata Kunci: Anak Usia Sekolah,  Terapi  Bermain, Terapi Kelompok Terapeutik  ABSTRACT The school age period is an important period in a child's development, where physical, cognitive, emotional and social aspects develop significantly. Optimizing the development of school-aged children is a priority to ensure children reach their maximum potential in various dimensions of life. The suboptimal development of school age children can have a significant negative impact on various aspects of children's lives, both in the short and long term. The aim of this community service activity is to optimize the development of school-age children. The method of implementing activities is through integrated intervention, starting with Health Education, then continuing with therapeutic group therapy and play therapy. The activity was held on Tuesday, December 10, 2024 at SDN Rawabunga 11, East Jakarta. The participants involved were 60 school age children. After health education and therapeutic group therapy, as well as play therapy, there was an increase in cognitive, psychomotor, language, emotional, spiritual and psychosocial abilities in school-age children. Optimizing the development of school-age children is expected to be able to create healthy, competitive and characterful individualis strong in the future. Keywords: School Age Children, Play Therapy, Therapeutic Group Therapy
Program Skrining dan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Pada Lansia di Desa Kedisan Wilayah Kerja Puskesmas Kintamani IV Kabupaten Bangli Agustini, Ni Komang Tri; Sagitarini, Putu Noviana; Wahyunadi, Ni Made Dewi; Sari, Ni Made Candra Citra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19019

Abstract

ABSTRAK Proses penuaan pada lansia berdampak pada aspek kesehatan seiring dengan berkurangnya fungsi organ tubuh secara alamiah ataupun karena penyakit. Kegiatan ini mampu mengetahui dan deteksi masalah kesehatan yang dapat dilakukan untuk pencegahan dini penyakit tidak menular meliputi hipertensi, diabetes, asam urat dan kolesterol. Kegiatan yang tercapai adalah skrining kesehatan diikuti oleh 96 orang, 31% berada dalam kategori hipertensi grade 1,lebih dari 80% responden menyatakan tidak ada riwayat penyakit diabetes mellitus, hipertensi, jantung, stroke dan kanker. Sebanyak 7% mengetahui bahwa dirinya memiliki riwayat hipertensi dan 20% memiliki riwayat kolesterol.  Kegiatan ini mampu mendeteksi penyakit tidak menular yang dialami lansia sehingga diharapkan bagi lansia yang memiliki resiko kesehatan penyakit tidak menular untuk meningkatkan kesadarannya melakukan skrining kesehatan secara rutin. Kata Kunci: Kesehatan, Lansia, Penyakit Tidak Menular, Skrining  ABSTRACT The aging process in the elderly has an impact on health aspects along with the natural decline in organ function or due to disease. This activity is able to identify and detect health problems that can be done for early prevention of non-communicable diseases including hypertension, diabetes, gout and cholesterol. The activities achieved were health screening followed by 96 people, 31% were in the grade 1 hypertension category, more than 80% of respondents stated that they had no history of diabetes mellitus, hypertension, heart disease, stroke and cancer. As many as 7% knew that they had a history of hypertension and 20% had a history of cholesterol. This activity is able to detect non-communicable diseases experienced by the elderly so that it is hoped that the elderly who have a health risk of non-communicable diseases will increase their awareness of conducting routine health screenings. Keywords: Health, Elderly, Non-Communicable Diseases, Screening
Pencegahan Stunting melalui Edukasi Kebutuhan Dasar Anak di Desa Sewukan, Kec.Dukun Kab. Magelang Hadi, Selasih Putri Isnawati; Hakim, Riska Ismawati; Pabidang, Siswanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18722

Abstract

ABSTRAK Pada masa balita, pertumbuhan otak, fisik dan perkembangan kognitif serta kepribadian berkembang sangat pesat. Masa ini sangat menentukan kualitas seorang manusia.  Kebutuhan nutrisi dan gizi yang tidak terpenuhi pada masa ini beresiko menyebabkan anak mengalami stunting. Stunting dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor langsung maupun tidak langsung. Orang tua memiliki peran penting dalam memastikan anak memperoleh apa yang dibutuhkan untuk bertumbuh dan berkembang, termasuk pemenuhan terhadap kebutuhan dasar anak yang optimal, meliputi asih, asah dan asuh. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita terkait pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar anak untuk pencegahan stunting. Kegiatan diselenggarakan pada tanggal 24 Oktober 2024 di Balai Desa Sewukan dan dihadiri oleh 24 ibu balita. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi dengan media PowerPoint (PPT) yang disertai gambar-gambar pendukung. Keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dilihat dari ketercapaian sasaran atau peserta yang datang sebanyak 24 orang; tujuan pengabdian yang sesuai dengan kebutuhan mitra; penggunaan PPT sebagai target media; antusiasme peserta; peningkatan nilai pretest dan posttest; serta kepuasan mitra secara keseluruhan yakni puas terhadap kegiatan PkM ini. Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan ibu balita yang tercermin dari peningkatan nilai post test (74,1) dibandingkan dengan nilai pretest (64,5). Kegiatan ini dapat menjadi salah satu upaya pencegahan stunting melalui peningkatan pengetahuan ibu balita tentang kebutuhan dasar anak. Kata Kunci: Edukasi, Ibu Balita, Kebutuhan Dasar Anak, Stunting  ABSTRACT There is a very rapid growth and development process on toddlerhood, both brain growth, physical and cognitive development and personality. This period greatly determines the quality of a human being. Nutritional needs that are not met during this period cause the children to experience stunting. Stunting is caused by many factors, both direct and indirect factors. Parents have an important role in ensuring that children get what they need to grow and develop, include love, stimulation and care. This community service activity aims to increase the knowledge of mothers of toddlers regarding the importance of meeting children's basic needs to prevent stunting. The activity was held on October 24, 2024 at the Sewukan Village Hall and was attended by 24 mothers of toddlers. The method used was the lecture method and discuss with PPT media and other supporting images. The success of this community service activity was seen from the achievement of the target or participants who came as many as 24 people; the purpose of the service was in accordance with the needs of the partners; the target media was using PPT; participant enthusiasm for the activity; an increase in the average pretest and posttest scores; and general partner satisfaction, namely being satisfied with this Community Service activity. This activity is able to increase the knowledge of mothers of toddlers as reflected in the increase in the post-test score (74.1) compared to the pre-test score (64.5). This activity can be one of the efforts to prevent stunting by increasing the knowledge of mothers of toddlers about the basic needs of children. Keywords : Education, Children's basic needs, Mothers of toddlers, Stunting
Upaya Pencegahan Diabetic Foot Ulcer pada Penyandang Diabetes Mellitus melalui Edukasi Kesehatan dengan Penerapan Teknologi Berbasis Website Widyarani, Linda; Sari Utami, Maria Putri; Sumekar, Ariana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.18133

Abstract

ABSTRAK Posyandu Menur terletak di Desa Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Posyandu Menur memiliki anggota aktif sejumlah 152 orang, 62 orang diantaranya (40,78%) menderita penyakit Diabetes Mellitus, 17 dari 62 orang (27,42%) telah mengalami diabetic foot ulcer, bahkan sudah terjadi luka gangren dan infeksi dan 7 dari 62 orang (11,29%) sudah menjalani amputasi kaki. Diabetic foot ulcer yang tidak ditangani dengan tepat dan rutin dapat meningkatkan risiko amputasi. Amputasi berdampak buruk terhadap kualitas hidup penyandang Diabetes Mellitus dan meningkatkan ketergantungan terhadap keluarga dan pelayanan kesehatan. Amputasi dapat menyebabkan depresi, cemas, reaksi penolakan, berduka bahkan keinginan bunuh diri. Pemberdayaan berbasis masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan penyandang Diabetes Mellitus tentang diabetic foot self-care sebagai upaya pencegahan diabetic foot ulcer. Pelaksanaan pemberdayaan berbasis masyarakat ini diawali dengan kegiatan sosialisasi dan focus group discussion bersama dengan pengurus Posyandu Menur dan Puskesmas Kasihan 2 tentang Plan of Action (PoA) dan Tem of Reference (ToR) kegiatan serta pemaparan teknologi berbasis website. Tahap selanjutnya, pemberian edukasi kesehatan dengan metode pelatihan dan workshop melalui penerapan teknologi berbasis website, website tersebut dapat diakses dimanapun dan kapanpun, diakses berulang kali secara gratis melalui smartphone. Website tersebut berisi artikel, gambar dan video animasi 2D. Hasil:Kegiatan Pemberdayaan berbasis masyarakat ini diikuti oleh 35 orang penyandang Diabetes Mellitus, dan diselenggarakan di Posyandu Menur. Rata-rata usia responden adalah 52,08±2,35 tahun. Mayoritas penyandang Diabetes Mellitus, berjenis kelamin perempuan (97,14%), sebagian besar berlatar pendidikan SMA (74,29%) dan mempunyai pekerjaan wiraswasta (65,71%). Pengetahuan tentang diabetic foot self care sebagai upaya pencegahan diabetic foot ulcer sebelum intervensi pada kategori baik hanya 8,6%, sedangan pengetahuan setelah intervensi pada kategori baik meningkat mencapai 85,7%, dengan p-value 0,000 artinya terdapat perbedaan secara signifikan, pengetahuan antara sebelum dan sesudah intervensi. Ketrampilan tentang teknik/cara/prosedur diabetic foot self-care sebelum intervensi pada kategori baik hanya 8,6%, sedangan ketrampilan setelah intervensi pada kategori baik meningkat mencapai 85,7%, dengan p-value 0,000 artinya terdapat perbedaan secara signifikan, ketrampilan sebelum dan sesudah intervensi. Media edukasi kesehatan dengan penerapan teknologi berbasis website berdampak positif bagi pengetahuan dan ketrampilan penyandang Diabetes Mellitus dalam upaya pencegahan diabetic foot ulcer. Diharapkan keberlanjutan program kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan dari puskesmas setempat agar penderita Diabetes Mellitus dapat melakukan pencegahan diabetic foot ulcer secara mandiri dan berkelanjutan.  Kata Kunci: Diabetic Foot Ulcer, Diabetic Foot Self-Care, Media Edukasi Kesehatan, Posyandu, Website ABSTRACT Posyandu Menur is located in Tirtonirmolo Village, Kasihan District, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta Province. Out of the 152 active members of Posyandu Menur, 62 (40.78%) have diabetes mellitus, 17 out of 62 (27.42%) have diabetic foot ulcers, some of which have even resulted in infections and gangrene, and 7 out of 62 (11.29%) have had their feet amputated. Untreated diabetic foot ulcers can increase the risk of amputation. Diabetes mellitus patients' quality of life is adversely affected by amputation, which also makes them more reliant on family and medical assistance. Anxiety, sadness, suicide thoughts, denial responses, and despair can all be brought on by amputation.  The goal of this community-based empowerment program is to help people with diabetes mellitus prevent diabetic foot ulcers by improving their knowledge and abilities about diabetic foot self-care. The implementation of this community-based empowerment began with socialization activities and focus group discussions with the Posyandu Menur and Puskesmas Kasihan 2 administrators about the Plan of Action (PoA) and Terms of Reference (ToR) of the activities, as well as a presentation on website-based technology. The next stage involves providing health education through training and workshops using website-based technology. The website can be accessed anywhere and anytime and can be accessed repeatedly for free via smartphone. The website contains articles, images, and 2D animated videos.  This community-based empowerment activity was attended by 35 people with diabetes mellitus and was held at Posyandu Menur. The average age of the respondents is 52.08±2.35 years. The majority of diabetes mellitus patients are female (97.14%), most of whom have a high school education (74.29%) and are self-employed (65.71%). Knowledge about diabetic foot self-care as an effort to prevent diabetic foot ulcers before the intervention in the good category was only 8.6%, while knowledge after the intervention in the good category increased to 85.7%, with a p-value of 0.000, indicating a significant difference in knowledge before and after the intervention. Skills about the techniques, methods, and procedures of diabetic foot self-care before the intervention in the good category were only 8.6%, while skills after the intervention in the good category increased to 85.7%, with a p-value of 0.000, indicating a significant difference in skills before and after the intervention. Diabetes mellitus patients' knowledge and abilities in preventing diabetic foot ulcers are positively impacted by health education media that uses web-based technology. It is intended that this program will continue to be sustainable with the help of the neighborhood health center, enabling people with diabetes mellitus to avoid diabetic foot ulcers on their own and in a sustainable manner. Keywords: Diabetic Foot Ulcer, Diabetic Foot Self-Care, Health Education Media, Posyandu, Web 

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue