cover
Contact Name
Moh Salimi
Contact Email
salimi_guru@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
shes@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
ISSN : 26209284     EISSN : 26209292     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Arjuna Subject : -
Articles 1,517 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran RADEC terhadap Kemampuan Menyimak Kritis Siswa Sekolah Dasar Taufik, Zahra Azkia Nur Islami; Hamidah, Andirra; Antika, Ranti; Mutaqin, Ejen Jenal; Nurjamaludin, Muhammad
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107553

Abstract

This study aims to analyze the effect of the RADEC learning model on elementary students’ critical listening skills. A quasi-experimental method with a nonequivalent control group design was employed. The sample involved two classes: an experimental group using the RADEC model and a control group applying the lecture method. Data were collected through pretest and posttest critical listening skill assessments. The analysis revealed a significant improvement in the experimental group compared to the control group (p < 0.05). The N-gain analysis showed a moderate category (0.59) for the experimental group and low (0.27) for the control group. These findings indicate that the RADEC model effectively enhances students’ critical listening abilities. Therefore, RADEC is recommended as an alternative strategy for improving oral literacy learning. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran RADEC terhadap keterampilan menyimak kritis siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model RADEC dan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan menyimak kritis dalam bentuk pretest dan posttest. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,05). Perhitungan N-gain menunjukkan kategori sedang pada kelas eksperimen (0,59) dan rendah pada kelas kontrol (0,27). Temuan ini menunjukkan bahwa model RADEC efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak kritis siswa. Oleh karena itu, RADEC dapat direkomendasikan sebagai strategi alternatif dalam pembelajaran literasi lisan.
Inovasi Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Menulis Drama di Kelas XI Madrasah Aliyah Wati, Hesty Kusuma; Ilzam, Muhammad; Wachidah, Liana Rohmatul
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107386

Abstract

This study aims to test the effectiveness of the problem-based learning model (PBL) in improving drama writing skills in class XI IPS 1 students of MA Nurus Sholah Pamekasan. The main problem in learning to write drama is the low ability of students to develop story ideas, construct a logical narrative flow, and process dramatic elements as a whole. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental design involving two groups: an experimental group that received learning through the PBL model and a control group that followed the conventional method. The research instrument consisted of a multiple-choice test to measure concept mastery and a drama writing assignment as an evaluation of productive skills. Data analysis was carried out using descriptive and inferential statistical techniques using a two-tailed t-test to see the significance of differences between groups. The results showed that the experimental group obtained a higher average score (55.23) than the control group (50.83), with maximum scores of 100 and 80, respectively. Although the difference in scores was not too striking quantitatively, the process analysis showed that the PBL model was able to improve students' active participation, contextual understanding, and critical thinking skills in designing drama texts. This finding was reinforced by students' positive responses in the group discussion process as well as the quality of the scripts that were more structured and creative. Based on these results, it can be concluded that the application of the problem-based learning model has a positive contribution in improving drama text writing skills and is worth considering as an alternative strategy in learning Indonesian.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning/PBL) dalam mengembangkan kemampuan menulis teks drama pada peserta didik kelas XI IPS 1 MA Nurus Sholah Pamekasan. Salah satu persoalan krusial yang dihadapi dalam pembelajaran menulis drama ialah masih rendahnya kapasitas siswa dalam merancang ide cerita serta menyusun alur yang runtut dan masuk akal., dan mengolah unsur dramatik secara utuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu yang melibatkan dua kelompok: kelompok eksperimen yang menerima pembelajaran melalui model PBL dan kelompok kontrol yang mengikuti metode konvensional. Instrumen penelitian terdiri atas tes pilihan ganda untuk mengukur penguasaan konsep dan penugasan menulis teks drama sebagai evaluasi keterampilan produktif. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji-t dua pihak untuk melihat signifikansi perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh skor rata-rata lebih tinggi (55,23) dibanding kelompok kontrol (50,83), dengan nilai maksimum masing-masing 100 dan 80. Meskipun selisih nilai tidak terlalu mencolok secara kuantitatif, analisis proses menunjukkan bahwa model PBL mampu meningkatkan partisipasi aktif, pemahaman kontekstual, dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam merancang teks drama. Temuan ini diperkuat oleh respons positif siswa dalam proses diskusi kelompok serta kualitas naskah yang lebih terstruktur dan kreatif. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks drama dan layak dipertimbangkan sebagai strategi alternatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
Analisis Kemampuan Membaca Pemahaman Dengan Mengapresiasi Cerpen Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Nuraida, Indri Rahmawati; Nuriyanti, Risma; Widyaningsih, Yennie Indriati; Adiredja, Rajji K.; Wasilah, Ulni
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107280

Abstract

Reading comprehension is a  fundamental skill essential for student success in various subjects. However, many students still experience difficulty understanding the content of reading material. This study aims to analyze fifth-grade elementary  school students’ reading comprehension skills through short story  appreciation. This study employed  a quqlitative method with a case study design. The subjects were 15  fifth-grade students. Data collection used a descriptive test that  measured four indicators:  the ability to answer questions about the short story’s  content, identify  difficult words and there meanings, identify  the meaning idea/main idea of each paragraph, and retell the shorts story in their own words.  Data analiysis  was conducted using the triangulation technique according to Miles and Huberman,  encompassing data reduction, data  presentation, and conclusions drawing. The overall analysis showed an average score was 65,6 for students,   concluding that students’ reading comprehension skills  through short story appreciation are in the sufficient category.Membaca pemahaman merupakan keterampilan dasar yang penting untuk menunjang keberhasilan belajar siswa di berbagai mata pelajaran. Namun demikian, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan membaca pemahaman siswa dengan mengapresiasi cerpen pada siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 15 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes uraian yang merujuk pada empat indikator, yaitu kemampuan menjawab pertanyaan isi cerpen, menemukan kata sulit dan artinya, menemukan ide pokok/gagasan pokok setiap paragraf, dan menceritakan kembali isi cerpen menggunakan bahasa sendiri. Analisis data dilakukan menggunakan teknik triangulasi menurut Miles and Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis secara keseluruhan rata-rata siswa memperoleh skor 65,6, sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa dengan mengapresiasi cerpen berada pada kategori cukup.
Perancangan Ulang Signage Laswee Creative Space untuk Mengoptimalkan Keterbacaan Signage Diswatra, Krishna; Soewardikoen, Didit Widiatmoko; Azhar, Hanif; Hadiansyah, Mahendra Nur
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.96361

Abstract

Laswee Creative Space adalah ruang kreatif yang mewadahi tenant di bidang kuliner, fashion, dan pengalaman, sekaligus menjadi tempat bagi komunitas untuk mengadakan acara. Sebagai ruang kreatif, keberadaan signage yang optimal menjadi aspek penting. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keefektifan signage di Laswee Creative Space dan merancang desain ulang sebagai rekomendasi untuk meningkatkan fungsionalitas dan keterbacaan signage yang ada. Metode yang digunakan adalah mix method dengan kuatitatif dan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah pengelola dan 72 orang pengujung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain ulang signage Laswee Creative Space berhasil meningkatkan keterbacaan, melengkapi kekurangan signage yang ada, dan menyeragamkan identitas merek. Perancangan ini merekomendasikan material beton dan logam dengan finishing yang tahan lama dan estetis, sesuai dengan palet warna logo Laswee. Selain itu, informasi pada signage dirancang menggunakan kombinasi ikon dan teks untuk meningkatkan aksesibilitas. Penempatan signage difokuskan pada area strategis seperti pintu masuk dan area parkir, dengan tambahan elemen pencahayaan untuk visibilitas optimal. Proses desain ini juga melibatkan masukan dari pengelola dan pengunjung, sehingga menghasilkan signage yang lebih fungsional, inklusif, dan sesuai kebutuhan komunitas.
Upaya Guru Tahfidz dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-Quran Santri di Pondok Tahfidz Al-Ihsan Wat Taqwa Kebumen Nasikhah, Faidatun; Aziziyah, Zahidatul; Fatimah, Siti; Hargina, Devi Yaniar; Kartika, Nadia Raifah Nawa
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107291

Abstract

This study aims to describe the strategies and efforts of tahfidz teachers in improving the quality of Al-Quran memorization of students at the Al-Ihsan Wat Taqwa Kebumen Tahfidz Boarding School. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, in-depth interviews with tahfidz teachers, and documentation. The subjects in this study were the tahfidz Coordinator, tahfidz teachers and several students at the Al-Ihsan Wat Taqwa Kebumen Tahfidz Boarding School. Meanwhile, data analysis uses interactive analysis by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of the study indicate that tahfidz teachers at the Al-Ihsan Wat Taqwa Tahfidz Boarding School apply various strategies, such as the use of the talaqqi method (direct reading), muraja'ah (memorization repetition), dividing memorization groups (halaqah), providing motivation and rewards and holding weekly evaluations carried out by all tahfidz teachers together with caregivers. In addition, supporting factors such as discipline, religious environment, and cooperation between teachers, students, and parents also influence the improvement of memorization quality. The obstacles faced include differences in individual student abilities, fatigue, and concentration disorders, but these are overcome with a personalized learning approach and intensive mentoring. This study provides an overview of the real practice of tahfidz learning which can be a reference for similar educational institutions in optimizing the Al-Quran memorization program.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi dan upaya guru tahfidz dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Quran santri di Pondok Tahfidz Al-Ihsan Wat Taqwa Kebumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru tahfidz, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Koordinator tahfidz, guru-guru tahfidz dan beberapa santri di Pondok Tahfidz Al-Ihsan Wat Taqwa Kebumen. Sementara analisis data menggunakan analisis interaktif dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru tahfidz di Pondok Tahfidz Al-Ihsan Wat Taqwa menerapkan berbagai strategi, seperti penggunaan metode talaqqi (pembacaan langsung), muraja'ah (pengulangan hafalan), pembagian kelompok hafalan (halaqah), pemberian motivasi dan reward serta diadakannya evaluasi mingguan yang dilakukan oleh semua guru tahfidz bersama pengasuh. Selain itu, faktor pendukung seperti kedisiplinan, lingkungan religius, dan kerja sama antara guru, santri, dan orang tua turut berpengaruh terhadap peningkatan kualitas hafalan. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan kemampuan individu santri, kelelahan, dan gangguan konsentrasi, namun hal tersebut diatasi dengan pendekatan personalisasi pembelajaran dan pendampingan intensif. Penelitian ini memberikan gambaran tentang praktik nyata pembelajaran tahfidz yang dapat menjadi referensi bagi lembaga pendidikan sejenis dalam mengoptimalkan program penghafalan Al-Quran.
Tantangan dan Strategi Pengembangan Profesi Pendidik di Era Digital Saputra, Panji Angga; Aji, Setyo Bayu
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107413

Abstract

The digital era brings significant transformations to education, requiring educators to adapt quickly to technology and new learning approaches. This article explores the importance of the teaching profession in the digital age, the challenges faced, and the strategies for continuous professional development. The study employs a literature review method based on recent sources related to educational digitalization and teacher development. The findings highlight the need for educators to possess digital competence, adaptive pedagogical skills, and a lifelong learning mindset. It concludes that strengthening training, policy support, and cross-sector collaboration is essential to navigate the evolving landscape of the teaching profession in the digital age.Era digital membawa transformasi besar dalam dunia pendidikan, menuntut pendidik untuk mengadopsi teknologi serta pendekatan pembelajaran yang inovatif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis pendidik di era digital, tantangan yang dihadapi, serta strategi pengembangan profesi secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah terbitan 2014–2024, yang relevan dengan tema digitalisasi pendidikan dan profesionalisme guru. Subjek dalam kajian ini adalah konsep dan fenomena terkait profesi pendidik di era digital sebagaimana direpresentasikan dalam dokumen akademik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran basis data seperti Scopus, ERIC, ProQuest, dan Google Scholar dengan kata kunci spesifik. Instrumen yang digunakan adalah matriks ekstraksi data untuk mengidentifikasi tujuan, metode, dan temuan utama dari setiap sumber. Analisis data dilakukan dengan pendekatan konten tematik untuk merumuskan isu kunci dan strategi pengembangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidik perlu memiliki kompetensi digital, pedagogi yang adaptif, serta komitmen terhadap pembelajaran sepanjang hayat. Kesimpulannya, penguatan pelatihan, dukungan kebijakan, dan kolaborasi lintas sektor menjadi krusial untuk mendukung transformasi profesi pendidik di era digital.
Pengaruh Konseling Kelompok terhadap Peningkatan Keterampilan Sosial Siswa di Kelas X Perbankan SMK Pondok Pesantren Abu Manshur Cirebon Mahmudah, Mahmudah; Apriliani, Dewi; Rahmawati, Elin Maulida; Nurlaila, Lela; Saepuloh, Aep
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i4.106978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok terhadap peningkatan keterampilan sosial siswa kelas X Perbankan di SMK Pondok Pesantren Abu Manshur. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test post-test. Sampel terdiri dari 8 siswa yang dipilih secara purposive dan dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa konseling kelompok dengan teknik diskusi. Uji normalitas menunjukkan bahwa data dari kedua kelompok berdistribusi normal, dengan nilai signifikansi Shapiro-Wilk masing-masing sebesar 0,900 (kontrol) dan 0,532 (eksperimen). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan sosial baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol, namun peningkatan pada kelompok eksperimen lebih signifikan. Skor rata-rata pretest pada kelompok eksperimen adalah 66,5 meningkat menjadi 95 pada posttest. Hasil ini menunjukkan bahwa konseling kelompok efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa.
Gamatun: Penggunaan Media Gamma AI dalam Pembelajaran Teks Pantun pada Siswa Kelas Vlll di SMPN 1 Galis Pamekasan Ali, Anis Safira; Efendi, Agik Nur; Alatas, Mochamad Arifin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107219

Abstract

The learning of pantun texts is often considered less interesting by students because it is delivered conventionally and lacks context. The presence of Gamma AI media aims to create a more interactive, visual, and character-aligned learning experience for today's students. The purpose of this research is to analyze the implementation and results of using Gamma AI media in the learning of Pantun Text for 8th-grade students at SMPN 1 Galis Pamekasan. This research uses a qualitative descriptive method. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The results of the research on the use of Gamma AI media in learning pantun in the 8th grade at SMPN 1 Galis Pamekasan show a positive contribution to student engagement and understanding. Teachers were assisted in preparing and delivering the material, creating a more engaging learning atmosphere. This study concludes that the use of Gamma AI media successfully transformed the previously monotonous learning of pantun into a more engaging, imaginative, and meaningful learning process. Pembelajaran teks pantun sering kali dianggap kurang menarik oleh siswa karena disampaikan secara konvensional dan kurang kontekstual. Hadirnya media Gamma AI untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, visual, dan sesuai dengan karakter siswa masa kini. Tujuan penelitian ini menganalisis pelaksanaan dan hasil dari penerapan media Gamma AI dalam Pembelajaran Teks Pantun pada Siswa Kelas Vlll di SMPN 1 Galis Pamekasan. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian Penggunaan media Gamma AI dalam pembelajaran pantun di kelas VIII SMPN 1 Galis Pamekasan memberikan kontribusi positif terhadap keterlibatan dan pemahaman siswa. Guru terbantu dalam menyusun dan menyampaikan materi, sehingga tercipta suasana belajar yang lebih menarik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media Gamma AI berhasil mengubah pembelajaran pantun yang semula terkesan monoton menjadi proses belajar yang lebih menarik, imajinatif, dan penuh makna. 
Systematic Review: Local Wisdom in Interactive E-Modules for Primary Education Haryanto, Nathania Janani; Marmoah, Sri; Kusdianto, Kusdianto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109850

Abstract

The integration of local wisdom into interactive e-modules has emerged as an important strategy to provide contextual and meaningful learning in primary education. This study aims to examine its application in module development and use through a Systematic Literature Review (SLR) of relevant studies. Findings reveal that such e-modules are mainly implemented in science and social studies, embedding students’ real-life environments and cultural values to enhance motivation, cultural identity, conceptual understanding, and active engagement, while also contributing to character building. These results highlight the potential of local wisdom-based e-modules to support culturally responsive and student-centered learning. However, the review is limited by the scarcity of long-term studies evaluating their sustained effectiveness.
Implementasi Metode Ummi melalui media Flashcard Untuk Meningkatkan Pengenalan Pemahaman Huruf Hijaiyah Pada Siswa Kelas 1 MI Al- Huda Karanggetas Purworejo Rosidah, Rina; Latifah, Latifah; Amelia, Fitri; Yulistari, Riska; Ningsih, Lutfiyah; Saiman, Saiman; Fatimah, Siti; Subarkah, Imam
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107425

Abstract

Understanding the recognition of Hijaiyah letters is a fundamental basis in Qur'an learning, especially at the elementary school level. The aim of this study is to improve the understanding of Hijaiyah letters among first-grade students at MI Karanggates Purworejo through the implementation of the Ummi method combined with flashcard learning media. This research is a Classroom Action Research (CAR) consisting of two cycles, with each cycle comprising two meetings. Data collection techniques included tests, observation, interviews, and documentation. Data analysis employed the Miles, Huberman, and Saldana model, which includes data condensation, data display, and data verification stages. The results of the study showed that the Ummi method integrated with flashcards significantly improved the students’ understanding of Hijaiyah letters in grade 1 at MI Al Huda Karanggetas, Purworejo. The improvement in Cycle 1 reached 53%, while in Cycle II it increased to 82%. The conclusion of the study is that the use of the Ummi method through flashcards is effective in enhancing students' ability to recognize and understand Hijaiyah letters in grade 1 at MI Al Huda Karanggetas, Pituruh, Purworejo.Pemahaman pengenalan huruf hijaiyah merupakan dasar fundamental dalam pembelajaran Al-Qur’an, terutama di tingkat sekolah dasar. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pemahaman huruf hijaiyah siswa kelas 1 MI Karanggates Purworejo melalui penerapan metode Ummi yang dipadukan dengan media pembelajaran flashcard. Penelitian ini merupakan penelitian PTK yang terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Teknik pengambilan data menggunakan test, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles & Huberman & Saldana yang terdiri dari tahap kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian membuktikan bahwa metode ummi melalui media flascard dapat meningkatkan pengenalan pemahaman huruf Hijaiyah pada siswa kelas 1 MI Al Huda Karanggetas Purworejo. Dengan besar peningkatan di siklus 1 adalah sebesar 53% dan besar peningkatan di siklus 2 adalah sebesar 82%. Kesimpulan hasil penelitian pengenalan huruf hijaiyah dengan metode UMMI melalui media Flascard efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenali dan memahami huruf hijaiyah pada siswa kelas 1 MI Al Huda Karanggetas Pituruh Purworejo.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2026): Article in Press Vol 9, No 2 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 4 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 2 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 4, No 1 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 4 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 1, No 2 (2018): 3rd National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2018) More Issue