cover
Contact Name
Terttiaavini
Contact Email
avini.saputra@uigm.ac.id
Phone
+6285377238800
Journal Mail Official
lppm@uigm.ac.id
Editorial Address
Jl. Jend Sudirman No 629 KM 4 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Abdimas Mandiri
ISSN : 25984241     EISSN : 2598425X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Abdimas Mandiri merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada Masyarakat atau kajian dalam penuntasan masalah sosial di Masyarakat,mencakup bidang Informatika, Ekonomi, Teknik, Humaniora, Bahasa, Seni dan Desain grafis. Diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yaitu bulan November dan Mei.
Articles 282 Documents
Pemeriksaan Asam Urat Gratis dan Edukasi Penggunaan Habbatusauda Sebagai Penurun Kadar Asam Urat di Kelurahan Joyotakan, Surakarta Novitasari, Meliana; Sari, Mutiara Yunita
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i2.5738

Abstract

Kelurahan Joyotakan merupakan salah satu Kelurahan yang berada di wilayah Kota Surakarta. Di Kelurahan Joyotakan banyak terdapat warga yang memiliki usia lanjut. Orang dengan usia lanjut seringkali mengalami gangguan kesehatan karena mengalami penurunan fungsi organ dalam tubuh. Salah satunya adalah asam urat atau gout. Gout merupakan kondisi yang memengaruhi bagian sendi akibat tingginya kadar asam urat dalam darah. Pengobatan asam urat sejauh ini masih banyak menggunakan obat sintetik yang memiliki efek samping cukup tinggi. Meskipun memang dianggap lebih efektif dan lebih cepat memberikan efek. Salah satu tanaman herbal yang memiliki kemampuan menurunkan kadar asam urat adalah Habbatussauda atau jinten hitam. Penyuluhan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan warga tentang asam urat dan pemanfaatan jinten hitam. Peserta dalam kegiatan ini adalah warga Kelurahan Joyotakan yang berusia diatas 30 tahun dan memiliki keluhan pada persendian mereka. Metode penyuluhan dilakukan dengan 3 (tiga) tahap yaitu persiapan dan perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi. Berdasarkan analisa hasil, bahwa terdapat kenaikan jumlah persentase pada kategori baik dan sedang, serta penurunan persentase pada kategori kurang. Dimana kategori baik yang awalnya 5 orang menjadi 13 orang artinya meningkat sebesar 28,57%, kategori sedang yang awalnya 7 orang meningkat menjadi 8 orang, artinya mengalami peningkatan sebesar 3,57%, sedangkan kategori kurang yang awalnya 16 orang turun menjadi 7 orang, artinya mengalami penurunan sebanyak 32,14%. Hal ini menandakan bahwa penyuluhan yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan peserta yang hadir.
Program Intervensi 1000 Hari Pertama Kehidupan di Desa Senoni, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara Anggraini, Fitria; Tandirogang, Nataniel; Yadi; Bakhtiar, Rahmat; Pramulia Yudia, Riries Choiru
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i2.5749

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang memerlukan intervensi pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai golden age tumbuh kembang anak. Indonesia menempati urutan kelima dunia dengan prevalensi stunting 37% atau hampir 9 juta balita. Program intervensi 1000 HPK dilaksanakan di Desa Senoni, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara pada 24 Mei 2025 sebagai upaya pencegahan stunting berbasis masyarakat. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman dengan masyarakat setempat menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif untuk meningkatkan keterlibatan program. Metode pelaksanaan meliputi sesi edukasi oleh dr. Setya Wardana, Sp.OG dengan materi "Risiko Stunting Periode Kehamilan" dan dr. Magdalena Rusady Goey, MRes, Sp.A dengan materi "Deteksi Gangguan Tumbuh Kembang Anak", talkshow interaktif, pelayanan kesehatan komprehensif, dan evaluasi program. Hasil menunjukkan partisipasi masyarakat tinggi dengan kehadiran mencapai target 50 orang. Sesi edukasi berhasil meningkatkan pemahaman tentang pentingnya asupan gizi adekuat selama kehamilan dan deteksi dini gangguan tumbuh kembang, dibuktikan melalui wawancara 12 peserta yang menyatakan paham dan puas dengan jawaban yang diberikan. Tingginya antusiasme terlihat dari banyaknya peserta yang hadir dan mengajukan pertanyaan pada sesi talkshow interaktif. Pelayanan kesehatan komprehensif memberikan manfaat langsung melalui pemeriksaan antropometri, konsultasi medis, dan pelayanan caregiver. Pelaksanaan kegiatan mencapai dua tujuan utama: pencegahan stunting tingkat desa melalui edukasi 1000 HPK dan menciptakan model replikatif untuk wilayah lain. Program ini relevan karena merupakan inisiatif perdana pencegahan stunting yang menargetkan periode 1000 HPK di wilayah tersebut.
Pemanfaatan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Cairan Serba Guna dengan Proses Fermentasi di Panti Asuhan Humairoh Palembang Yusmartini, Eka Sri; Kharismadewi, Dian; Atikah; Rahadianto, Wahyu Triaji
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i2.5820

Abstract

Sampah masih menjadi masalah utama di lingkungan, karena jumlah timbunan sampah yang dihasilkan sehari hari dari aktivitas masyarakat. Timbunan sampah pada TPA semakin hari semakin meningkat, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membangun kesadaran tentang pentingnya mengolah sampah organik menjadi cairan serba guna yang dapat digunakan sehari hari dengan memanfaatkan sampah organik. Kegiatan dilakukan di Panti Asuhan Aisyiyah Humairoh, kota Palembang yang diikuti oleh 27 peserta. Eco enzym adalah produk pemanfaatan sampah organik rumah tangga (kulit buah, sisa sayuran) yang masih segar yang difermentasi dengan gula merah atau bisa juga menggunakan molase, dalam wadah kedap udara selama 3 bulan, sampai menjadi larutan aktif. Bahan bahan nya terdiri dari air, gula merah atau molase, dan sampah dari kulit buah serta sayuran. Metode Sosialisasi dan Pelatihan dilakukan dengan dimulai dari persiapan, pretest, pelaksanaan pelatihan dan posttest. Peserta kegiatan berperan aktif dalam kegiatan baik dalam sosialisasi maupun pelatihan.  Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengetahui tingkat wawasan peserta terkait sosialisasi dan pelatihan yang dipaparkan.  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman peserta meningkat sebesar 100 % dari semula tidak paham dan kurang paham.   Hasil dari eco enzyme dapat dipanen setelah 3 bulan proses fermentasi. Setelah kegiatan peserta dibagikan produk eco enzyme yang dapat dipakai untuk kebutuhan sehari hari seperti mengepel dan menyiram tanaman. Hal ini dimaksudkan agar peserta dapat merasakan manfaat dari eco enzyme yang diolah menggunakan sampah organik. Pengetahuan masyarakat akan nilai tambah sampah dengan mengolahnya menjadi eco enzyme bertambah, dan diharapkan selanjutnya bisa mandiri membuatnya, baik dilingkungan panti asuhan maupun diluar panti asuhan.
Peran Kampus Berdampak dalam Pencegahan Filariasis: Penguatan Literasi dan Pendampingan Pasien Pratiwi, Rini; Peni Kusumasari; Hamim, Sumi Amariena; Zulkifli; Widyastuti; Theofilus
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i2.5841

Abstract

Filariasis limfatik merupakan penyakit tropis terabaikan yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan melalui nyamuk vektor, seperti Culex dan Mansonia. Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, merupakan salah satu wilayah endemis dengan beban kasus tinggi di Indonesia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat mengenai pencegahan filariasis serta mengidentifikasi wilayah berisiko melalui pendekatan edukatif, observatif, dan riset lingkungan. Pelaksanaan kegiatan melibatkan tim Fakultas Kedokteran Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) bersama Dinas Kesehatan Banyuasin. Metode meliputi edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), survei lingkungan, pengambilan sampel air dan vegetasi, serta identifikasi larva vektor di laboratorium. Pemetaan spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dilakukan untuk menentukan area berisiko tinggi. Siaran edukatif melalui Radio Global UIGM turut memperluas jangkauan informasi. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan transdisipliner berbasis komunitas efektif dalam mitigasi filariasis. Program ini mendukung pencapaian SDG 3 (kehidupan sehat dan sejahtera), SDG 4 (pendidikan berkualitas), SDG 6 (air bersih dan sanitasi layak), dan SDG 17 (kemitraan untuk mencapai tujuan), serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengendalian penyakit berbasis lingkungan.
Skrining dan pelayanan kesehatan kulit sebagai upaya pencegahan penyakit kulit di desa Banyu Urip widyastuti; Kusumasari, Peni; Pratiwi, Rini; Amri Mustaqim, Benor
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i2.5856

Abstract

Penyakit kulit merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum dijumpai. Penyakit kulit tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga pada kualitas hidup dan kesejahteraan psikososial individu. Desa Banyu Urip merupakan desa di Kecamatan Tanjung Lago yang merupakan daerah lahan basah dengan penyakit terkait air merupakan salah satu keluhan yang umum dijumpai. Di wilayah pedesaan dan daerah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan, permasalahan kulit seringkali tidak mendapatkan penanganan yang memadai, baik karena minimnya pengetahuan masyarakat maupun keterbatasan tenaga medis yang kompeten di bidang dermatologi dan venereologi. Sebagai bagian dari peran institusi pendidikan dalam mendukung program pemerintah mengenai kampus berdampak serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan melakukan konsultasi kesehatan, pengisian kuesioner serta menyampaikan edukasi yang relevan dengan kesehatan kulit. Pasien juga mendapatkan obat gratis sesuai peresepan dokter spesialis. Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang masyarakat Desa Banyu Urip, 12 diantaranya memiliki keluhan kulit. Berdasarkan hasil survei, keluhan kulit paling banyak adalah eksim yang merupakan salah satu penyakit kulit yang sering dijumpai di daerah lahan basah. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu upaya promotif dan preventif berbasis komunitas. Edukasi mengenai kesehatan kulit diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan kulit. Keterbatasan akses masyarakat pedesaan terhadap pelayanan medis terutama oleh Dokter Spesialis mengakibatkan perlunya kegiatan pengabdian ini dilakukan secara berkala.
Penerapan Deteksi Potensi Belajar Siswa Menggunakan Aplikasi Tes Psikologi Berbasis Website di SMP Negeri 2 Kalimanah Kurniawan, Yogiek Indra; Nofiyati, Nofiyati; Herliana, Monika
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i2.4636

Abstract

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kalimanah adalah sebuah sekolah lanjutan pertama yang berada di daerah Kalimanah, Purbalingga, Jawa Tengah. Tercapai atau tidaknya tujuan dari para siswa di SMP N 2 Kalimanah tersebut sangat tergantung pada masukan dan sejumlah variabel dalam proses pendidikan. Salah satunya adalah potensi yang dimiliki oleh masing-masing siswa. Keberadaan instrumen pengukuran dan deteksi potensi belajar siswa agar sukses dalam pembelajaran yang diberikan pun menjadi sangat dibutuhkan. Tujuan kegiatan ini adalah menerapkan tes potensi belajar berbasis website yang mampu memprediksi keberhasilan pendidikan bagi siswa di SMPN 2 Kalimanah. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini secara umum terbagi menjadi beberapa tahapan, yaitu: implementasi aplikasi, pemaparan aplikasi kepada mitra, simulasi aplikasi kepada siswa, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terbentuknya sebuah aplikasi yang dapat mendeteksi potensi belajar siswa yang diterapkan di SMPN 2 Kalimanah. Selain itu, telah dilakukan sosialisasi kepada guru pendamping serta simulasi kepada siswa di SMPN 2 Kalimanah. Di akhir kegiatan, pengabdian ini dapat membantu dan mendeteksi potensi dari setiap siswa di SMPN 2 Kalimanah.
Sosialisasi Augmented Reality Koleksi Kain Tradisional Museum Songket Palembang Puspasari, Shinta; Gustriansyah, Rendra; Sanmorino, Ahmad; Purbasari, Nadira Putri; Farhan, Muhammad
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i2.5804

Abstract

Museum Songket di Palembang merupakan institusi budaya yang memiliki peran penting dalam pelestarian kain tradisional khas Sumatera Selatan, khususnya kain Songket yang kaya nilai sejarah dan estetika. Namun, metode penyampaian informasi koleksi yang masih bersifat konvensional sering kali kurang menarik bagi pengunjung, terutama generasi muda. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media interaktif dalam memperkenalkan motif-motif Songket koleksi Museum Songket Zainal dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Aplikasi AR yang dikembangkan menampilkan visualisasi motif kain berbasis marker, dilengkapi dengan deskripsi dan fitur kuis untuk mengukur pemahaman pengguna. Sosialisasi dilakukan secara langsung kepada pengunjung museum dan secara daring kepada masyarakat umum. Hasil evaluasi menggunakan instrumen System Usability Scale (SUS) menunjukkan skor rata-rata sebesar 71 dari 30 responden, yang mengindikasikan tingkat usabilitas aplikasi yang baik. Penggunaan teknologi AR terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan minat pengunjung terhadap warisan budaya kain tradisional khusunya songket, sekaligus menjadi solusi pelestarian koleksi yang sudah rapuh tanpa kontak fisik langsung. Kegiatan ini mendorong pengelola museum untuk mempertimbangkan adopsi teknologi digital sebagai bagian dari strategi edukasi dan pelestarian budaya yang lebih adaptif di era digital. 
WORKSHOP SENI LUKIS, SENI GRAFIS, SENI KERAMIK, ECO PRINT DENGAN INSPIRASI CANDI SEWU PADA MASYARAKAT CEPIT CONDONGCATUR, SLEMAN, YOGYAKARTA: WORKSHOP SENI LUKIS, SENI GRAFIS, SENI KERAMIK, ECO PRINT DENGAN INSPIRASI CANDI SEWU PADA MASYARAKAT CEPIT CONDONGCATUR, SLEMAN, YOGYAKARTA Purnomo Adi, Sigit; Arissuta, Dona Prawita; Kurniawati, Dyah Yuni; Nisa, Fika Khoirun
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i2.5825

Abstract

Candi Sewu merupakan salah satu cagar budaya sebagai salah satu warisan kebudayaan dunia (world cultural heritage) bisa didefinisikan telah diakui sebagai warisan di masa lampau. Setelah berkembang dengan bagusnya Candi sewu dan sekitarnya mengalami pembangunan maupun renovasi yang sangat progresif akan tetapi disisi lain, edukasi mengenai wacana makna dari cagar budaya dan warisan budaya dunia dengan melibatkan Masyarakat kurang begitu menggembirakan Hal tersebut membutuhkan solusi jitu yang dapat menyentuh lapisan Masyarakat. Sehingga dibutuhkan kolaborasi yang nyata dengan mengadakan pelatihan atau workshop. Kolaborasi dan elaborasi memang dibutuhkan untuk mencapai pewacanaan tersebut. Kolaborasi antara akademisi dan Masyarakat untuk menciptakan solusi yang berupa edukasi dan pewacanaan diaplikasikan dengan masyarakat Cepit,Condongcatur,Sleman, Yogyakarta dengan menciptakan karya seni visual bersama maupun karya aplikatif berbasis kreativitas. Banyak metode dalam melakukan Pengabdian kepada Masyarakat, dalam kegiatan ini penulis lebih memilih metode kolaboratif dan partisipatif dengan masyarakat Cepit Padukuhan Soropadan, Kelurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Yogyakarta. Metode kolaboratif dan partisipatif dinilai sangat efektif, karena dapat menyentuh lapisan masyarakat secara langsung. Kolaborasi yang baik antara Masyarakat dan akademisi khususnya dengan metode workshop atau pelatihan menghasilkan 10-20 karya yang berbasis cagar budaya dan  warisan budaya yang mudah dicerna atau mudah dipahami, tidak hanya sekedar memperbaiki infrastruktur saja, tapi menyadarkan kepada masyarakat terutama usia dini sampai dewasa untuk melestarikan keberadaan warisan budaya yang berupa candi. Dengan pendekatan yang bersifat artistik-kolaboratif, pengabdian masyarakat ini mengedepankan penciptaan karya seni visual baik yang bersifat karya seni visual murni maupun karya seni visual yang diaplikasikan ke dalam produk dan tentunya hal ini sangat berdampak pada masyarakat. 
Optimalisasi Pemasaran Digital Berbasis Artificial Intelligence bagi pelaku usaha Pastry and bakery dalam Meningkatkan Daya Saing MMSI., Muhammad Resha; Mashud; A. K. PAREWE, ANDI MAULIDINNAWATI
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i3.5921

Abstract

Sektor usaha pastry dan bakery merupakan bagian penting dari UMKM yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Namun, masih banyak pelaku usaha yang menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi digital, terutama dalam penerapan strategi pemasaran berbasis Artificial Intelligence (AI). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital, keterampilan pemasaran, dan kepercayaan diri pelaku usaha pastry dan bakery dalam mengadopsi teknologi AI sebagai alat promosi yang efektif. Kegiatan dilaksanakan bersama komunitas UMKM Skill Up Rise Up di Makassar melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi berbasis learning by doing. Peserta dilatih menggunakan ChatGPT untuk copywriting, Canva AI untuk desain visual, serta Meta Ads Manager untuk membuat iklan digital tertarget. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan literasi digital sebesar 82% berdasarkan hasil pre-test dan post-test, peningkatan kemampuan produksi konten hingga 95% peserta mampu menghasilkan minimal sepuluh konten promosi, serta 90% peserta berhasil menyusun editorial calendar selama satu bulan. Selain itu, 85% peserta aktif menggunakan media sosial bisnis mereka, sementara 70% mulai mengelola iklan digital berbayar. Dampak program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat kemandirian dan keberlanjutan promosi digital berbasis AI. Dengan demikian, kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi teknologi AI merupakan strategi penting untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan usaha UMKM di era digital. 
Pemberdayaan Kelompok Usaha Budidaya Ikan Lele sebagai Upaya Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Masruroh, Ina; Iriani, Atrika; Chairani, Annisa Larasati
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i3.5947

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Usaha Lele Mandiri (KULM) yang berfokus pada peningkatan kemampuan budidaya ikan lele. KULM di Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang terdiri dari beberapa pelaku usaha sejak tahun 2008, mulai dari pembibitan ikan lele hingga usaha pembesaran ikan lele, pada lahan seluas 2 hingga 8 kavling yang terdiri dari 7 hingga 10 kolam tanah. Metode budidaya yang digunakan adalah metode padat tebar yang memelihara 1.000 hingga 5.000 ekor ikan lele per meter kubik kolam. Permasalahan yang dihadapi kelompok usaha ikan lele ini meliputi kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam produksi, seperti pembuatan pakan yang masih tradisional dan tidak efisien, serta kesulitan dalam mengelola sisa pakan di kolam yang menyebabkan pertumbuhan ikan lele tidak optimal dan ketidakseimbangan pH air yang berujung pada kematian ikan serta belum adanya pelatihan terkait pemasaran. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan penggunaan alat serta inovasi teknologi. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya manajemen budidaya yang baik, pelatihan difokuskan pada pembuatan pakan alternatif berbahan lokal yang lebih efisien, dan pendampingan diberikan untuk implementasi teknologi sederhana dalam pengelolaan kualitas air kolam. Hasil dari kegiatan ini 90% peserta menunjukkan pemahaman yang signifikan dalam produktivitas usaha budidaya ikan lele. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi positif terhadap peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha budidaya ikan lele yang lebih efisien dan berkelanjutan. Intervensi berupa sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan inovatif ini tidak hanya berhasil meningkatkan kapasitas teknis mitra, tetapi juga mendukung peningkatan produktivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat lokal dalam jangka panjang.