cover
Contact Name
Putranto Manalu
Contact Email
putrantomanalu@unprimdn.ac.id
Phone
+6261453 2820
Journal Mail Official
jpms@unprimdn.ac.id
Editorial Address
Jl. Belanga No.1 Simp. Jl. Ayahanda, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Prima Medika Sains
ISSN : 26863502     EISSN : 27146707     DOI : https://doi.org/10.34012/jpms
Core Subject : Health,
Jurnal Prima Medika Sains adalah jurnal ilmiah di bidang kesehatan dan kedokteran yang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Diterbitkan oleh Universitas Prima Indonesia yang secara teknis dikelola Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia. Berisi tulisan hasil penelitian lapangan atau laboratorium maupun studi pustaka di bidang kesehatan dan kedokteran.
Articles 154 Documents
Konflik peran ganda pada guru wanita dan kaitannya dengan stres kerja Panjaitan, Nia Adinda Marselina; Siahaan, Perry Boy Candra; Siagian, Masryna; Sianipar, Milka Rositi
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 3 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v3i2.1840

Abstract

Wanita yang mengambil peran sebagai istri dan ibu sekaligus pekerja cenderung membawa mereka pada konflik peran ganda. Studi ini bertujuan untuk melihat hubungan antara konflik peran ganda dengan stres kerja pada guru wanita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik total sampling di mana seluruh populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 30 orang guru. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Gamma dan Somers’d (α = 0,05). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konflik peran ganda dengan stress kerja pada guru wanita menikah (p=0,01). Sebagian besar guru wanita tidak dapat menjalankan perannya sebagai orangtua yakni dalam hal mengurus anak saat jam kerja. Selain itu, di masa pandemi seperti ini anak diharuskan belajar secara daring tanpa dampingan orang tua. Hal ini yang memunculkan kekhawatiran pada guru wanita saat bekerja sehingga dapat mengakibatkan terjadinya stres pada guru wanita yang telah menikah.
Prevalensi dan faktor resiko sangkaan rinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia Sihotang, Widya Yanti; Silalahi, Marlinang Isabella; Sinurat, Buenita; Dina, Sarah; Ongko, Nicolas Xavier; Diana, Leni; Widyaningsih, Widyaningsih
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 3 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v3i2.1992

Abstract

Rinitis alergi merupakan gangguan fungsi hidung yang terjadi setelah paparan alergen melalui peradangan mukosa hidung diperantarai IgE dengan gejala khas bersin, hidung tersumbat, dan ingus yang encer. Penelitian ini bertujuan untuk mencari prevalensi dan faktor risiko terjadinya rinitis alergi. Prevalensi pada usia produktif termasuk pada mahasiswa meningkat yang mengakibatkan penurunan kualitas hidup baik fisik, emosional, gangguan bekerja dan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi rinitis alergi dan berbagai faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian rinitis alergi. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Subyek penelitian terdiri dari 450 mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia dan data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner ISAAC yang dianalisis dengan analisis bivariat menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi rinitis alergi sebesar 34.7% serta merokok (p = 0.021; RP = 2.536; 95% CI 1.123-5.730), riwayat alergi di keluarga (p=0.000; RP=7.000; 95% CI 4.447-11.018), sebagai faktor risiko terjadinya rinitis alergi. Kontak dengan tanaman (p=0.096 dan RP=0.633; CI 95 % 0.368 – 1.088), memelihara binatang piaraan (p=0.741), tempat tinggal yang berdebu dan kotor (p=0.733), jenis kelamin (p=0.428) tidak memiliki pengaruh yang bermakna terhadap kejadian rinitis alergi. Hasil penelitian ini menjadi indikasi bahwa paparan merokok dan riwayat alergi berpengaruh terhadap sangkaan rinitis alergi sehingga perlu pencegahan terhadap faktor pencetus guna peningkatan derajat kesehatan.
Determinan kelelahan kerja pada industri pembuatan mebel di Kota Medan Sibagariang, Eva Ellya; Sihotang, Widya Yanti; Hartono, Hartono; Soleh, Ardian; Zulfahmi, Zulfahmi
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 3 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v3i2.2028

Abstract

Kelelahan kerja pada tenaga manusia dapat menurunkan produktivitas kinerja dan menambah kesalahan kerja pada saat melakukan pekerjaan. Hasil riset pada beberapa negara maju menunjukkan bahwa ada sekitar 10-50% pekerja yang mengalami kelelahan kerja. Sebanyak 20% dari penderita memerlukan pertolongan pertamaun untuk ditangani pada pelayanan kesehatan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan kerja pada pekerja industri rumahan pembuatan mebel. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian desain cross-sectional. Populasi pada penelitian yaitu semua pekerja yang bekerja di industri rumahan pembuatan kusen dan pintu di Kelurahan Sei Kera Kota Medan. Penentuan sampel menggunakan teknik total sampel yaitu sebanyak 33 orang. Data dianalisis dengan uji Chi-square menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan masa kerja dan beban kerja berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja industri rumahan pembuatan mebel di Kelurahan Sei Kera Kota Medan. Hasil studi juga menunjukkan tidak ada hubungan antara umur pekerja, lingkungan kerja, dan riwayat penyakit pekerja dengan kelelahan kerja. Disarankan kepada pengusaha untuk lebih memperhatikan beban kerja karyawan untuk meminimalisir resiko kecelakaan kerja.
Mutu pelayanan dan minat kunjungan ulang pasien rawat jalan di Rumah Sakit X Ginting, Tarianna; Chairul, Muhammad; Pane, Putri Yunita; Sudarsono, Sudarsono; Renaldi, Muhammad Rizal; Lubis, Fatma Hani
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 3 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v3i2.2031

Abstract

Pelayanan yang diselenggarakan oleh rumah sakit berkaitan langsung dengan kepuasan atau ketidakpuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi tentang mutu pelayanan dengan minat kunjungan ulang pasien rawat jalan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis survei kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit X yang dimulai dari bulan Juni-Juli tahun 2021. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani rawat jalan sebanyak 95 orang. Metode analisis data menggunakan analisis regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel persepsi kehandalan (p=0,001), daya tanggap (p=0,028), jaminan (0,005) dan bukti fisik (0,021) berpengaruh terhadap minat kunjungan ulang pasien rawat jalan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kehandalan, daya tanggap, jaminan dan bukti fisik mempengaruhi minat kunjungan ulang pasien rawat jalan.
Perbandingan evaluasi fisik dari formulasi sediaan sabun padat ekstrak etanol 96% daun bawang dengan memanfaatkan minyak jelantah dan minyak sawit kemasan Neswita, Elfia
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 3 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v3i2.2035

Abstract

Sabun merupakan hasil reaksi saponifikasi/penyabunan dari suatu basa (NaOH/KOH) dengan asam lemak. Minyak minyak jelantah adalah minyak limbah yang berasal dari jenis-jenis minyak goreng. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan evaluasi fisik formulasi sediaan sabun padat ekstrak daun bawang dengan minyak jelantah dan formulasi sediaan sabun padat ekstrak daun bawang dengan minyak goreng sawit kemasan. Metode penelitian yang digunakan adalah esperimental, pembuatan ekstrak daun bawang menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator. Evaluasi sediaan menggunakan uji organoleptis, homogenitas, pH, dan iritasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan berwarna putih kekuningan sampai hijau tua, bertekstur padat dan beraroma mint, homogen, pH yang dihasilkan sediaan sabun ini adalah kisaran 10,1 hingga 10,5. Sabun yang dihasilkan tidak terjadi iritasi, tidak mengalami perubahan bentuk, warna dan bau. Berdasarkan evaluasi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pHuji iritasi, dan uji iritasi sabun padat ektstrak daun bawang dengan minyak jelantah sama baiknya dengan formulasi sabun padat ekstrak daun bawang dengan minyak goreng sawit dan memenuhi persyaratan sabun padat yang baik. Disarankan pada penelitian selanjutnya untuk meneliti uji stabilitas busa, uji kadar air, uji hedonic, uji cycling, pH cycling, uji efektifitas anti bakteri sediaan sabun padat ekstrak daun bawang (Allium fistulosum) terhadap penguijian antibakteri.
Analisis kadar zat besi pada sari kedelai kemasan dengan metode spektrofotometri UV-VIS br Karo, Reh Malem; Sinurat, Jhon Patar; Fioni, Fioni; Fibrini, Dewi
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 3 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v3i2.2038

Abstract

Latar belakang: Kedelai adalah hasil pangan jenis kacang-kacangan yang sangat kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Tujuan: Untuk mengetahui keberadaan zat besi dan kadar zat besi dalam sari kedelai. Metode: Analisis kualitatif menggunakan pereaksi NaOH, K4[Fe(CN)6] dan K3[Fe(CN)6] dan analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Visibel pada panjang gelombang 248.3 nm. Hasil: Sari kedelai mengandung zat besi yang dibuktikan melalui analisis kualitatif menggunakan pereaksi NaOH, K4[Fe(CN)6] dan K3[Fe(CN)6] yang menghasilkan masing-masing endapan hijau, biru dan coklat yang artinya mengnadung zat besi. Persamaan regresi linear larutan standar besi adalah Y = 0.0154x  +  0.1555 dengan korelasi (R2) sebesar 0.9981. Kadar zat besi dalam sari kedelai adalah 56.48 mg/ml dan termasuk dalam kelompok produk yang memiliki kadar zat besi yang cukup tinggi. Kesimpulan: Sari kedelai mengandung zat zat besi dengan kadar sebesar 56.48mg/ml.
Pengaruh pemakaian peranti ortodonti cekat terhadap status psikososial Muttaqin, Zulfan; Hadi, Lina; Naomi, Naomi
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 3 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v3i2.2160

Abstract

Penderita maloklusi sering mendapat respon buruk yang berdampak terhadap status psikososial individu. Hal ini mengakibatkan meningkatnya minat pemakaian peranti ortodonti cekat dari waktu ke waktu dikarenakan keinginan untuk memperbaiki estetika gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemakaian peranti ortodonti cekat terhadap status psikososial mahasiwa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prima Indonesia. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 34 mahasiswa, terdiri dari 17 orang yang belum pernah memakai peranti ortodonti cekat dan 17 orang yang telah selesai pemakaian peranti ortodonti cekat. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Status psikososial dikelompokkan menjadi status psikososial baik, sedang, dan buruk. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebelum pemakaian peranti ortodonti cekat didominasi oleh status psikososial sedang sebanyak 13 orang (76,4%). Sedangkan setelah pemakaian peranti ortodonti cekat didominasi oleh status psikososial baik sebanyak 14 orang (82,4%). Uji Chi-Square (p value 0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara pemakaian peranti ortodonti cekat dengan status psikososial mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prima Indonesia.
Gambaran pengetahuan ibu premenopause tentang hipertensi Ambarita, Bernadetta; Sinaga, Desriati; Manalu, Lidia Novarina
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 4 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v4i1.2213

Abstract

Hipertensi dapat menimbulkan berbagai keluhan yang sering dikaitkan dengan menopause. Pengetahuan yang cukup tentang hipertensi dapat membantu wanita dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan, terutama dari risiko penyakit hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan mendapatkan gambaran pengetahuan ibu premenopause tentang hipertensi. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2021. Populasi pada penelitian ini adalah ibu premenopause di Klinik Bidan Kristina Kabupaten Dairi Sidikalang sebanyak 20 orang yang diambil keseluruhan menjadi sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Namun masih dijumpai tingkat pengetahuan yang rendah pada responden dengan jumlah yang mendekati responden dengan tingkat pengetahuan yang baik. Mayoritas informasi mengenai hipertensi berasal dari teman.
Hubungan jumlah paritas terhadap usia menopause Grasiah, Joster; Amansyah, Adek; Pratama, Irza Haicha; Djohan, Djohan
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 4 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v4i1.2260

Abstract

Semakin meningkatnya jumlah wanita berusia 59 tahun di Indonesia, menjadi penting untuk mecegah menopause pada usia yang terlalu dini. Jumlah paritas merupakan salah satu faktor yang penting untuk mencegah menopause lebih cepat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paritas terhadap menopause pada pasien di Rumah Sakit Umum Royal Prima. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional pada 30 pasien menopause di Rumah Sakit Umum Royal Prima yang dipilih dengan simple random sampling. Analisa data yang dilakukan untuk menilai pengaruh jumlah paritas terhadap usia menopause adalah uji Kruskal-Wallis dan korelasi spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pasien menopause berada pada usia 67.10 tahun dengan kecenderungan mengalamai menopause pada usia 54 tahun. Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap usia menopause pada masing-masing kelompok paritas (p= 0,023). Selain itu, hasil analisa statistik lainnya juga menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang bersifat positif antara jumlah paritas terhadap usia menopause (p= 0.05; koefisien korelasi: 0.874). Oleh karena itu, jumlah paritas secara signifikan mempengaruhi usia menopause, dimana pasien dengan jumlah paritas yang banyak cenderung mengalami menopause yang lebih lama.
Mikroenkapsulasi atenolol dengan penyalut hidroksipropil metilselulosa (HPMC) menggunakan metode emulsifikasi penguapan pelarut Neswita, Elfia; Razoki, Razoki; Tanjung, Fahrul Azmi; Novita, Cut Elvira; Sinaga, Ade Putra Fratama; Samin, Buter
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 4 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v4i1.2261

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah memformulasi mikroenkapsulasi atenolol dengan penyalut HPMC menggunakan metode emulsifikasi penguapan pelarut. Dalan metode ini, HPMC dilarutkan dalam pelarut campuran methanol-diklorometana. Sedangkan atenolol dilarutkan ke dalam larutan HPMC. Dalam gelas lain dimasukkan paraffin cair. Hasil penelitian menunjukkan rasio atenolol dan HPMC adalah 1:0,5; 1:1; dan 1:1,5 berturut-turut untuk masing-masing Formula (Formula I, II, III dan IV). Mikroenkapsulasi yang dihasilkan dievaluasi berdasarkan distribusi ukuran partikel dan senyawa aktif yang dilepaskan. Mikrokapsul memiliki distribusi ukuran partikel antara 212-2000 µm. Spektrofotmeter UV dalam metanol yang digunakan untuk mengukur konsentrasi senyawa aktif diperoleh 56,963 ± 17,589; 60,41 ± 1,0045; 60 dan 173 ± 1,0160 % untuk masing-masing Formula (Formula I, II, dan III). Dapat disimpulkan bahwa mikrokapsul dengan perbandingan atenolol dan HPMC 1:1,5 memiliki pelepasan zat aktif yang lebih baik. Kinetika atenolol yang dilepaskan dari mikrokapsul mengikuti persamaan Higuchi.

Page 4 of 16 | Total Record : 154