cover
Contact Name
Mohamad Gazali
Contact Email
mohamadgazali@utu.ac.id
Phone
+6281343240218
Journal Mail Official
mohamadgazali@utu.ac.id
Editorial Address
komplek perumahan polisi, desa peunaga rayeuk, kec. meureubo
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Published by Universitas Teuku Umar
ISSN : 26847051     EISSN : 26847051     DOI : 10.35308
The scientific article, published in this journal covers a wide range of research topics in the field of marine biology, marine ecology, oceanography, marine acoustic, marine remote sensing,marine geographical information system (GIS), marine macrobiology, marine pollution, mariculture, marine bioprospecting, marine fisheries, other studies relevant to current topics.
Articles 143 Documents
Analisis Kerapatan dan Penutupan Ekosistem Lamun di Pulau Miang Besar dan Kecil Kabupaten Kutai Timur Ananda, Rezky; Nurfadilah, Nurfadilah; Suryana, Irma
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v8i1.13901

Abstract

Lamun atau yang dikenal sebagai seagrass dalam istilah internasional, merupakan tumbuhan air berbunga (Anthophyta) yang sepenuhnya hidup dan tumbuh dalam kolom perairan laut dangkal dan estuary. Padang lamun sering dijumpai di daerah pasang surut bawah (inner intertidal) dan subtidal atas (upper subtidal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kerapan dan penutupan lamun di kawasan Pulau Miang Besar dan Kecil. Penelitian ini menggunakan metode transek garis (Line Transect) dan dilakukan pada September 2024. Penentuan titik transek pengamatan menggunakan metode Purposive sampling berdasarkan area pengamatan. Data analisis yang digunakan meliputi kerapatan, penutupan serta kecepatan arus. Selanjutnya data dianalisis menggunakan Microsoft Excel 2019. Hasil penelitian menunjukkan pada kawasan Pulau Miang Besar di temukan 4 jenis lamun yaitu Thalassia hemprichii, Halophila ovalis, Halodule uninervis, dan Syringodium isoetifolium, dengan nilai kerapatan tertinggi ada pada transek 2 1096 ind/m2. Pada kawasan Pulau Miang Kecil ditemukan 5 jenis yaitu Thalassia hemprichii, Halophila ovalis, Halodule uninervis, Cymodocea serulatta, Enhalus acoroides, dengan nilai kerapatan tertinngi ada pada transek 2 971 ind/m2. Dengan nilai penutupan tertinngi ada pada transek 1 Pualu Miang Besar dengan nilai 55,21%, sedangkan yang terendah berada pada transek 3 Pulau Miang Kecil dengan nilai 26.04%. Hasil penelitian ini memberikan gambaran dasar kondisi ekologis padang lamun sebagai indikator kesehatan ekosistem pesisir di Kabupaten Kutai Timur.
Analisis Pengaruh ENSO Terhadap Variabilitas Konsentrasi Klorofil-A di Perairan Selat Bali Hidayat, Rahma Nurhasna Safetya; Nazarudin, Ahmad Abdel Nazarudin; Siwi, Galuh Praka Siwi; Aryani, Komang Putri; Safira, Anggi; Putra, Muhamad Gilang Arindra
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v8i1.13258

Abstract

El Niño-Southern Oscillation (ENSO) merupakan penggerak utama variabilitas oseanografi di wilayah tropis, termasuk Selat Bali. Penelitian ini menganalisis pengaruh ENSO terhadap variabilitas Suhu Permukaan Laut (SPL) dan klorofil-a dengan membandingkan fase El Niño Super (2015) dan Triple-Dip La Niña (2022). Data bersumber dari Copernicus Marine Service menggunakan parameter Global Ocean OSTIA SST dan Global Ocean Surface Chlorophyll beresolusi spasial 0,041° dengan resolusi temporal bulanan. Analisis spasial dan temporal menggunakan Ocean Data View (ODV) versi 4.6.5. menunjukkan bahwa fase El Niño 2015 memicu anomali SPL dingin (26°C–27,5°C) dan kenaikan klorofil-a (1,0–1,5 mg/m³), yang mengindikasikan penguatan mekanisme upwelling. Sebaliknya, fase La Niña 2022 didominasi SPL hangat (30°C–31°C) dan klorofil-a rendah (<0,5 mg/m³) akibat hambatan upwelling dan akumulasi massa air hangat di Pasifik Barat. Perbedaan kuantitatif yang signifikan ini menegaskan sensitivitas produktivitas primer Selat Bali terhadap fase ekstrem ENSO, yang menjadi parameter penting dalam manajemen sumber daya perikanan regional.
Dampak Ekotoksikologi Filter Ultraviolet Dari Produk Kosmetik Terhadap Ekosistem Terumbu Karang Ulmafhigrah, Nisa; Saputri, Hilya; Firdus, Firdus; Nasir, Muhammad; Rizki, Alia
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v8i1.15101

Abstract

Pemakaian filter UV (sunscreen) secara meluas telah menimbulkan isu lingkungan yang substansial, karena pengaruhnya terhadap ekosistem laut, terutama bagi ekosistem terumbu karang. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji dampak ekotoksikologi dari beragam zat filter UV terhadap kondisi kesehatan terumbu karang serta menilai pendekatan analisis kimiawi guna mengidentifikasi kontaminan tersebut dalam medium laut. Pendekatan yang diterapkan meliputi tinjauan pustaka sistematis berbasis database sains seperti ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar, dengan penekanan pada 35 artikel ilmiah periode 2016–2026. Sintesis data dilakukan melalui perbandingan nilai toksisitas LC50 serta dinamika respon seluler. Temuan utama mengindikasikan bahwa zat filter organik yang terdiri dari oksibenzon dan oktinoksat, serta nanopartikel anorganik yang terdiri dari ZnO dan TiO2, memicu tekanan fisiologis yang spesifik. Hal ini mencakup pembungkusan planula, tekanan oksidatif akibat pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS), serta kerusakan mutualisme Symbiodinium yang berujung pada pemutihan karang. Di samping itu, metode analisis seperti HPLC dan GC-MS dapat berperan dalam mendeteksi polutan ini pada kadar rendah dalam perairan laut. Oleh karena itu, filter UV membentuk risiko serius bagi ketahanan terumbu karang. Pengaturan yang lebih ketat dari komposisi kosmetik beserta penerapan "reef-safe" menjadi langkah esensial untuk mencegah kerusakan lanjutan pada ekosistem terumbu karang.
Identifikasi dan Analisis Morfometrik Ikan Hasil Tangkapan Bubu Dasar di Perairan Penajam, Kalimantan Timur Fattah, Abdul; Adnan, Adnan; Nurfadilah, nurfadilah
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v8i1.13833

Abstract

Alat tangkap Bubu merupakan alat tangkap yang berbentuk seperti perangkap dan bersifat pasif dan menetap di dasar perairan yang bertujuan menangkap ikan yang berada di dasar perairan. Penggunaan alat bubu masih tradisional dan sederhana baik secara pembuatan maupun penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis ikan hasil tangkapan bubu dasar di Perairan Penajam, Kalimantan Timur, serta menganalisis karakteristik morfometrik, parameter pertumbuhan, mortalitas, dan laju eksploitasi masing-masing spesies. Pengumpulan data dilakukan pada Juli hingga September 2024 melalui penangkapan menggunakan alat tangkap bubu dasar. Total diperoleh 221 individu dari 12 spesies ikan, di antaranya Caesio cuning, Caranx melampygus, Epinephelus coioides, Lutjanus erythropterus, Lutjanus johnii, Lutjanus monostigma, Melicthys niger, Painted sweetlips, Platax boersii, Pomacanthus annularis dan Siganus canaliculatus. Analisis morfometrik menunjukkan hubungan panjang dan berat ikan memiliki nilai koefisien determinasi (R2 = 70- 90%) di atas 50%, dengan pola pertumbuhan allometrik positif. Parameter oseanografi seperti suhu, pH, DO, salinitas, dan kecerahan masih berada dalam batas optimal bagi kehidupan ikan. Hasil estimasi menunjukkan sebagian besar spesies memiliki mortalitas alami lebih tinggi dari mortalitas penangkapan, namun spesies seperti Caesio cuning dan Platax boersii mengalami tekanan eksploitasi yang tinggi (E > 0,5). Data ini penting sebagai dasar pengelolaan perikanan berkelanjutan di kawasan Perairan Penajam.
Pemetaan Daerah Rawan Bencana Dalam Upaya Mengurangi Risiko Banjir Rob Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) Di Pesisir Kabupaten Mempawah Provinsi, Kalimantan Barat Hairunnisah, Indah; Meirany, Jasisca; Pratiwi, Nana Novita; Lestari, Arfena Deah; Danial, Mochammad Meddy
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v8i1.12334

Abstract

Banjir rob merupakan masalah yang sering terjadi di wilayah pesisir, termasuk Kabupaten Mempawah yang memiliki potensi tinggi untuk mengalami banjir rob. Kabupaten Mempawah tercatat sebanyak 49 kali mengalami banjir rob selama tahun 2013-2024. Penelitian ini bertujuan untuk perencanaan dan rekomendasi mitigasi bencana banjir rob di Pesisir Kabupaten Mempawah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yaitu overlay dan skoring terhadap parameter kerawanan bencana banjir rob. Adapun parameter yang digunakan meliputi kemiringan lereng, ketinggian lahan, penggunaan lahan, jenis tanah, jarak dari pantai, serta pasang surut air laut. Hasil penelitian menunjukkan potensi banjir rob di Pesisir Kabupaten Mempawah yaitu potensi rendah dengan interval 5-11 memiliki luasan sebesar 2.642,783 ha. Potensi sedang yang berada pada interval 12-17 memiliki luasan sebesar 18.787,175 ha, dan potensi tinggi dengan interval 18-23 mencakup luasan sebesar 21.029,920 ha. Rekomendasi mitigasi bencana mencakup tahap pra-bencana dalam bentuk mitigasi struktural dan non-struktural. Mitigasi saat bencana meliputi evakuasi korban dan distribusi pangan ke posko-posko korban banjir rob. Sedangkan mitigasi pasca-bencana berupa pembersihan tempat tinggal dan lingkungan.
Potensi Bittern dalam Pengelolaan Limbah dan Aplikasi Berbasis Sumber Daya Kelautan Salsabiela, Mutiara; Nugraha, Julfi Adrian; Nasukha, Shaicfah Bachaer Nebu; Syabita, Berliana Putri
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v8i1.15100

Abstract

Aktivitas pertambakan garam menghasilkan limbah produksi garam berupa bittern. Bittern berbentuk cairan kekuningan dan memiliki parameter khusus dalam bentuk tingkat konsentrasi, yang disebut oBe. Umumnya, oBe air laut adalah 26-29 oBe. Bittern berpotensi menimbulkan dampak lingkungan jika dibuang langsung ke perairan, terutama pada kualitas air dan ekosistem perairan sekitarnya. Disisi lain, bittern mengandung mineral dan senyawa kimia yang bermanfaat bagi berbagai aplikasi kehidupan seperti magnesium sulfat (MgSO4), natrium klorida (NaCl), magnesium klorida (MgCl2), kalium klorida (KCl), kalsium klorida (CaCl2), Natrium Bromida (NaBr) dan unsur mikro seperti yodium, molybdenum, selenium, seng). Namun pemanfaatan bittern masih terbatas sehingga perludilakukan penelitian untuk mengetahui potensi bittern dalam pengelolaan limbah dan aplikasi berbasis sumber daya kelautan. Kajian ini dilakukan dengan metode kualitatif yaitu systematic literature review. Potensi penggunaan bittern dalam pengolahan limbah dan aplikasi berbasis sumber daya kelautan diantaranya sebagai koagulan dalam pengolahan air limbah pengolahan ikan, pupuk multinutrien dan struvite bagi tambak ikan dan campuran air perendam dan pengawet ikan.
Analisis Kondisi Terumbu Karang di Kawasan Pencadangan Konservasi Perairan Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu Agustini, Nella Tri; Sugara, Ayub; Anggoro, Ari; Mahfudz, Akbar Abdurrahman; Muqsit, Ali
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v8i1.14777

Abstract

Ekosistem terumbu karang merupakan salah satu ekosistem penting di wilayah pesisir Kabupaten Kaur. Ekosistem ini merupakan habitat penting bagi biota laut yang ada di dalamnya, seperti Gurita, Lobster dan Lola yang tersebar pada ekosistem Terumbu Karang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi Terumbu Karang di Kawasan Pencadangan Konservasi Perairan Kabupaten Kaur. Penelitian ini dilakukan pada 3 (tiga) titik pengamatan yaitu Desa Sekunyit, Desa Merpas dan Desa Linau, yang masuk ke dalam Kawasan pencadangan Konservasi Perairan Kabupaten Kaur. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT) pada kedalaman 5-7 meter, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak Coral Point Count with Excel extensions untuk memperoleh persentase tutupan substrat bentik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase tutupan karang hidup di Desa Sekunyit sebesar 49,25%, Desa Linau 68,41%, dan Desa Merpas 57,20%, sedangkan tutupan karang mati masing-masing sebesar 48,22%, 29,64%, dan 41,53%. Spesies karang yang ditemukan terdiri atas 26 spesies di Sekunyit, 25 spesies di Linau, dan 19 spesies di Merpas. Berdasarkan baku mutu kondisi terumbu karang menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 2001, kondisi terumbu karang di wilayah penelitian termasuk dalam kategori sedang hingga baik dengan tutupan karang hidup berkisar antara 49,25–68,41%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekosistem terumbu karang di kawasan pencadangan konservasi perairan Kabupaten Kaur masih memiliki kondisi yang relatif baik dan berpotensi mendukung keberlanjutan sumber daya pesisir. Informasi ini penting sebagai dasar dalam pengelolaan dan upaya konservasi terumbu karang di wilayah pesisir Kabupaten Kaur.
Analisis Kerapatan Mangrove Sebagai Indikator Kesehatan Perairan di Pulau Tunda Agustina, Gina; Lang Lang Buana, Noor Azmi; Hendriawan, Raja Banu; Ramadhan, Mega Aulia; Yakub, Diana Sadira; BR Manik, Crista Gresya; Putri, Devina Humaira; Widiyanto, Kukuh; Yusuf, Rakhil Syakira; Makhtar, Muhammad Ottmar; Ramadhan, Fadli Kurnia
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v8i1.12743

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan wilayah pesisir serta menjadi indikator kesehatan perairan. Pulau Tunda memiliki vegetasi mangrove yang tersebar di beberapa titik pesisir, sehingga penting untuk dilakukan analisis terhadap kondisi kerapatannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerapatan mangrove berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 201 Tahun 2004 tentang Kriteria Baku dan Pedoman Penentuan Kerusakan Mangrove. Penelitian dilakukan di dua stasiun dengan masing- masing dua plot pengamatan. Penentuan lokasi stasiun didasarkan pada hasil analisis citra satelit Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Analisis jenis mangrove mengacu pada buku saku keanekaragaman mangrove, dengan analisis dominasi mangrove berdasarkan INP (Indeks Nilai Penting). Pengukuran parameter kualitas air diukur menggunakan pH meter, termometer, dan refraktometer untuk mendukung analisis ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan mangrove di pesisir Pulau Tunda tergolong baik, dengan nilai kerapatan >1.500 pohon/ha. Parameter kualitas air juga berada pada kisaran optimal bagi pertumbuhan mangrove, yaitu suhu 28–32 °C.
Efek Pengaruh Penambahan Senyawa Hidrogen Peroksida Pada Elektrokoagulasi Untuk Menurunkan Parameter TSS Dan Timbal Dalam Air Ballast Mauluddin, Muhammad Rafel Emirruso; Murti, Restu Hikmah Ayu
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v8i1.14039

Abstract

Air ballast yang digunakan kapal untuk menjaga stabilitas seringkali menjadi sumber pencemar serius bagi lingkungan perairan karena mengandung berbagai kontaminan, terutama Total Suspended Solid (TSS) dan logam berat Timbal (Pb). Kedua parameter ini berbahaya karena TSS meningkatkan kekeruhan dan menurunkan penetrasi cahaya bagi organisme akuatik, sedangkan Pb bersifat toksik dan dapat terakumulasi dalam rantai makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas proses elektrokoagulasi dengan penambahan senyawa Hidrogen Peroksida (H2O2) dalam menurunkan konsentrasi TSS dan Pb pada air ballast. Metode penelitian dilakukan pada skala laboratorium menggunakan reaktor elektrokoagulasi berbahan elektroda aluminium dengan variasi dosis H2O2 (0, 9, 18, dan 27 gram), jarak antar elektroda (3 cm, 4 cm, 5 cm), serta waktu reaksi (30, 60, dan 90 menit). Parameter TSS dianalisis menggunakan metode gravimetri, sedangkan konsentrasi Pb diuji menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan H2O2 memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan TSS. Efisiensi penyisihan meningkat dari 84,6% pada kondisi tanpa penambahan H2O2 hingga mencapai 98,9% pada dosis 27 gram. Untuk parameter Pb, penyisihan sudah sangat tinggi bahkan tanpa H2O2, dengan efisiensi mencapai 99,8%. Variasi jarak elektroda optimal diperoleh pada 5 cm, sedangkan waktu reaksi paling efektif adalah 90 menit. Secara keseluruhan, kombinasi elektrokoagulasi dan oksidasi H2O2 terbukti meningkatkan kinerja penurunan TSS secara signifikan, sedangkan untuk logam Pb, metode elektrokoagulasi saja sudah cukup efektif memenuhi baku mutu lingkungan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif teknologi pengolahan air ballast yang sederhana, efisien, dan ramah lingkungan untuk diaplikasikan pada industri perkapalan di Indonesia.
Mangrove Canopy Cover Analysis Using Hemispherical Photography in Muara Jeruju Village, Kubu Raya Regency, Indonesia Kuncoro, Iwan; Albar, Ahmad; Nugraha, Lefdi Agung
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v8i1.15029

Abstract

Muara Jeruju Village is an estuarine ecosystem influenced by the Kapuas River and anthropogenic activities of coastal communities in Kubu Raya Regency, Indonesia. These conditions generate considerable variability in mangrove growth dynamics. This study aims to quantify mangrove canopy cover using the Hemispherical Photography (HP) method as an indicator of ecosystem health. Data were collected from three stations representing the riverfront, middle, and hinterland zones, with a total of 15 hemispherical photographs (5 images per station) used as sampling units. Hemispherical images were processed using ImageJ software to estimate canopy cover percentages, which were subsequently classified according to the standards of the Geospatial Information Agency (BIG, 2014). The results indicate that canopy cover was 58.4 ± 1.85% in the riverfront zone, 72.8 ± 1.48% in the middle zone, and 65.1 ± 1.67% in the hinterland zone, indicating moderate to dense canopy categories. No sparse canopy class was identified across all stations. Overall, the mangrove ecosystem in Muara Jeruju Village can be categorized as being in moderate to dense condition based on canopy cover values (58.4–72.8%) according to the classification standard of the Geospatial Information Agency (BIG, 2014). However, the riverfront area experiences relatively higher environmental pressure due to sedimentation processes and water transportation activities.