cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
TERATOMA KISTIK MATUR BILATERAL PADA AWAL KEHAMILAN : LAPORAN KASUS Anthony, Anthony; Astari, Prilly
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36971

Abstract

Teratoma kistik matur merupakan tumor jinak ovarium yang berasal dari jaringan germinal dengan kemampuan berdiferensiasi menjadi berbagai jenis jaringan, seperti rambut, sebum, dan gigi. Kasus ini jarang terjadi selama kehamilan, terutama dalam bentuk bilateral, dan dapat menimbulkan risiko serius seperti torsi adnexa atau nekrosis. Laporan ini bertujuan untuk menganalisis penanganan teratoma kistik matur bilateral pada awal kehamilan melalui pendekatan kasus seorang wanita hamil trimester pertama yang mengalami nyeri akut di perut bagian bawah. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif dengan analisis data klinis, pencitraan ultrasonografi, dan hasil histopatologi. Pemeriksaan USG menunjukkan adanya dua massa kistik di ovarium kanan dan kiri, masing-masing dengan karakteristik khas teratoma kistik matur. Intervensi bedah laparatomi dilakukan, mencakup salphingooforektomi kiri untuk menangani nekrosis dan kistektomi kanan untuk torsi adnexa. Temuan intraoperatif dikonfirmasi sebagai teratoma kistik matur berdasarkan hasil histopatologi, yang menunjukkan jaringan rambut dan sebum di dalam massa tumor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur bedah yang tepat waktu mampu mengatasi komplikasi tanpa memengaruhi kelangsungan kehamilan. Pasien pulih dengan baik, dan kehamilan berlanjut hingga janin lahir sehat tanpa komplikasi. Simpulan dari laporan ini menekankan pentingnya diagnosis dini, pengelolaan multidisiplin, dan intervensi tepat waktu untuk menangani kasus teratoma kistik matur bilateral pada kehamilan, guna memastikan keselamatan ibu dan janin. Studi ini juga memberikan kontribusi penting terhadap literatur mengenai penanganan tumor ovarium selama kehamilan.
STUDI LITERATUR : DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM), BUMBU DAPUR DENGAN BANYAK KHASIAT PENGOBATAN Wahyudi, Wahyudi; Fadilla, Alya; Zahra, Fairuz; Shalsabila, Nadia; Na’imi, Nadrah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36981

Abstract

Daun salam (Syzygium polyanthum) telah dikenal luas di Indonesia sebagai bumbu dapur yang tidak hanya memberikan aroma khas pada masakan, tetapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan, terutama dalam pengobatan tradisional. Daun salam, yang sering digunakan sebagai bumbu dapur atau rempah-rempah untuk menambah aroma masakan, ternyata memiliki berbagai manfaat kesehatan yang masih kurang diketahui oleh masyarakat. Daun salam mengandung berbagai senyawa kimia seperti alkaloid, fenolik, tanin, steroid, saponin, triterpenoid, dan flavonoid, yang memiliki peran sebagai antioksidan.  Studi literatur ini dirangkum dari artikel-artikel penelitian terdahulu, baik dari jurnal nasional maupun internasional, yang diperoleh melalui database Google Scholar dan ScienceDirect, yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2024. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk membahas berbagai khasiat daun salam dalam mengatasi penyakit kronis. Daun salam mengandung senyawa bioaktif penting, seperti flavonoid, tannin, minyak atsiri, serta senyawa antioksidan dan antiinflamasi lainnya yang berperan dalam menurunkan kadar asam urat, menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar kolesterol, dan mengendalikan kadar glukosa darah. Metode pengobatan dengan daun salam, baik dalam bentuk rebusan maupun ekstrak, telah terbukti memberikan efek positif pada pasien dengan penyakit-penyakit tersebut. Penggunaan daun salam dianggap aman dan mudah diakses oleh masyarakat luas, karena tanaman ini mudah ditemukan dan relatif terjangkau. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang potensi daun salam sebagai alternatif pengobatan yang efektif untuk penyakit degeneratif yang banyak ditemui di Indonesia, sekaligus mendukung pemanfaatan tanaman lokal dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
PLYOMETRIC TRAINING DAPAT MENINGKATKAN KONTROL KESEIMBANGAN PADA FUNCTIONAL ANKLE INSTABILITY Nugroho, Fendy; Trisnowiyanto, Bambang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36997

Abstract

Functional ankle instability sebagai ketidakstabilan pergelangan kaki yang terjadi secara berulang dan menggambarkan kondisi pergelangan kaki yang tidak stabil, serta mengalami keterbatasan fungsional karena adanya penurunan proses proprioseptif, penurunan fungsi neuromuskular, dan penurunan kemampuan kontrol postural. Dalam mengatasi gangguan tersebut salah satu tindakan yang dapat diberikan untuk mengatasi kondisi functional ankle instability yaitu berupa plyometric training. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada pengaruh plyometric training terhadap kontrol keseimbangan pada functional ankle instability. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan one group pretest and posttest with control design. Subjek penelitian ini merupakan atlet dari komunitas Taekwondo Kertajaya yang telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 20 orang atlet dengan rentang usia 9 hingga 15 tahun. Subjek diberikan perlakuan sebanyak 16 kali pertemuan selama 6 minggu yang dimulai pada bulan April hingga Juli 2023. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner Cumberland Ankle Instability Tool Youth. Hasil: uji hipotesis dengan menggunakan paired sample t test pada Kelompok I dan II keduanya didapatkan hasil p = 0,000 atau p < 0,05 yang bermakna terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kontrol keseimbangan pada functional ankle stability, sedangkan uji beda kelompok I dan II dengan menggunakan independent sample t test didapatkan hasil p = 0,047 atau p < 0,05 yang bermakna terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan terhadap kontrol keseimbangan pada functional ankle stability. Kesimpulan: Ada pengaruh plyometric training terhadap peningkatan kontrol keseimbangan pada functional ankle stability.
EFEKTIVITAS PEMERIKSAAN APPENDICOGRAM DENGAN KLINIS APPENDICITIS DI RSUD ADNAAN WD PAYAKUMBUH SUMATERA BARAT ade nansih, livia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37009

Abstract

Appendicogram merupakan salah satu pemeriksaan radiologi sistem pencernaan pada organ appendix menggunakan media kontras. Salah satu indikasi pemeriksaannya yaitu apendisitis. persiapan pasien puasa kurang lebih 8 jam, diet rendah serat selama 48 jam sebelum pemeriksaan dan tidak boleh merokok. Media kontras yakni barium sulfat sebanyak 30 gram secara oral. Proyeksi pemeriksaan terdiri AP, PA, LPO, RPO, LAO dan RAO. Di instalasi radiologi RSUD Adnaan WD Payakumbuh persiapan pasien minum dulkolax setelah makan malam, pasien puasa sampai pagi utuk melakukan foto pendahuluan BNO. Media kontras secara oral sebanyak 30 gram barium sulfat dilarutkan dengan air hangat sehingga menjadi 250 ml. Pengambilan foto post kontras dilakukan lebih kurang 12 jam setelah pemasukan media kontras. Proyeksi pemeriksaan AP, RAO dan LAO. Penelitian ini dilakukan di RSUD. Adnaan WD payakumbuh Sumatera Barat pada bulan April 2023. Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Informan penelitian berjumlah 5 orang yakni satu orang dokter spesialis radiologi dan 4 orang radiografer. Pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Data diolah dengan menggunakan komparatif yaitu membandingkan hasil pengamatan dengan teori yang ada melalui reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil menunjukkan dengan persiapan pasien minum dulcolak setelah makan malam, puasa 8 jam sebelum pemeriksaan, menggunakan barium sulfat sebanyak 30 gram diminum secara oral dengan proyeksi AP, RAO dan LAO sudah terlihat feeling appendik dimana media kontras sudah sampai mengisi lumen appendik sehingga dapat menegakkan diagnosa appendicitis.  
FAKTOR – FAKTOR PENENTU KETEPATAN KODE DIAGNOSA CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM IMELDA PEKERJA INDONESIA TAHUN 2023 Hutasoit, Theresia; Sitorus, Mei Sryendang; Erlindai, Erlindai; Christy, Johanna; Syahputri, Melati Adila
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37033

Abstract

Ketepatan dalam pemberian kode diagnosis merupakan hal yang harus diperhatikan oleh perekam medis khususnya coder. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang perekam medis adalah kodefikasi penyakit dan tindakan medis. Ketepatan kode diagnosis pada penyakit CKD sangat dipengaruhi oleh kelengkapan rekam medis. Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan terdapat 37 rekam medis yang lengkap yaitu (60,65%) kode diagnosis pada penyakit CKD sesuai dengan ICD-10 dan terdapat 24 rekam medis yang tidak lengkap yaitu (39,34%).  Bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor penentu ketepatan kode diagnosa CKD pada pasien rawat inap. Jenis penelitian ini adalah deksriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu mendeksripsikan dan menggambarkan secara rinci permasalahan yang diteliti dengan mempelajari semaksimal mungkin suatu kejadian. Populasinya yaitu petugas koding rawat inap yang berjumlah 5 orang. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 31 rekam medis CKD rawat inap. Cara pengumpulan data dengan menggunakan observasi dan wawancara. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, dari 31 rekam medis CKD rawat inap terdapat 12 rekam medis yang memiliki kode kurang tepat (38,70%) dan 19 rekam medis yang tepat (61,30%). Faktor penentu ketepatan kode seperti Man kurang telitinya petugas dalam kelengkapan pengisian berkas rekam medis, Material ketidaklengkapan pengisian dan tidak ditulisnya diagnosis penyakit, Method masih ditemukannya petugas yang kurang memahami SPO, dan Machine gangguan jaringan komputer. Berdasarkan hasil penelitian, diharapakan untuk diberikannya pelatihan coding terkait tatacara mengkode yang tepat sesuai panduan SPO, ICD-10 dan perlu ditingkatkan komunikasi antar petugas coding dan dokter yang memberi diagnosis serta melengkapi bagian pemeriksaan penunjang agar dapat menghasilkan kode yang tepat.
PERAN GURU DALAM MENANGANI KENAKALAN REMAJA TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS Rusmana, Aep; Maharani, Rheisya; Cahyani, Heni Mulya; Almaidah, Fitri; Patty, Grush
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37035

Abstract

Kenakalan remaja merupakan fenomena yang seringkali terjadi di lingkungan sekolah hal ini memberikan dampak yang signifikan, terutama pada siswa dengan disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi yang digunakan oleh guru dalam menghadapi kenakalan remaja yang berdampak pada siswa penyandang disabilitas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, dengan melibatkan 13 guru dari SLBN A CITEUREUP Cimahi Utara yang merupakan sekolah luar biasa terbesar kedua di Jawa Barat. Dilakukannya penyebaran kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif Kuesioner yang digunakan terdiri dari 20 pernyataan yang mengukur berbagai aspek strategi pengelolaan, intervensi perilaku, dan dukungan emosional. Hasil analisis data menunjukkan bahwa strategi yang paling efektif meliputi penerapan disiplin positif, kebutuhan pelatihan dan kolaborasi dengan orang tua atau konselor serta profesional lainnya. Selain itu, pelatihan khusus bagi guru dalam menangani kenakalan remaja dan pemahaman mendalam tentang kebutuhan siswa penyandang disabilitas juga diidentifikasi sebagai faktor penting dalam menangani masalah tersebut. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan siswa penyandang disabilitas. Sehingga peran guru di sekolah sangat dibutuhkan bagi penyandang disabilitas agar dapat mengatasi atau mengurangi dampak dari risiko kekerasan yang lebih tinggi serta diharapkan bisa mendukung dan memberi dorongan terhadap perkembangan anak yang terkena dampak dari kenakalan remaja.
ANALISIS POLA PENYIMPANAN OBAT BERDASARKAN SUHU RUANGAN PADA PEDAGANG BESAR FARMASI X DI KOTA BANDUNG Herawati, Irma Erika; Pradana, Eky Septian; Rusmana, Wempi, Eka; Fathurahman, Muhammad Hilmi; Adika, Muhammad Ferdi; Friska, I Gusti Ayu Yohana; Susila, Try Sandi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37038

Abstract

Penyimpanan obat merupakan aspek operasional yang sangat penting di Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) guna menjaga mutu dari produk. Obat dengan mutu yang baik merupakan obat yang tidak mengalami penurunan kadar atau perubahan fisik, seperti warna, bau, atau bentuk, selama penyimpanan. Penyimpanan obat harus sesuai dengan kondisi yang tertera pada label produk untuk menjaga kualitas dan efektivitasnya. Dengan menerapkan jaminan kualitas yang baik selama distribusi, dapat secara signifikan mengurangi risiko yang terkait dengan penyimpanan yang tidak tepat dan pada akhirnya meningkatkan tingkat kesembuhan pasien melalui perawatan farmasi yang lebih baik. Oleh karena itu, evaluasi sistem penyimpanan obat salah satunya di PBF perlu dilaksanakan. Penelitian ini dilakukan selama bulan Agustus 2024 pada PBF X di Kota Bandung dengan metode observasional yang bersifat deskriptif dan evaluatif. Hasil penelitian mengenai sistem penyimpanan obat pada PBF X menunjukkan bahwa sistem penyimpanan yang diterapkan oleh PBF tersebut secara garis besar sudah sesuai dengan CDOB seperti Obat disimpan pada suhu 25°C, sesuai dengan standar suhu kamar yang umumnya stabil untuk sebagian besar obat. Semua prosedur penyimpanan, termasuk kontrol suhu dan kelembaban, dilakukan dengan baik, dan tidak terdapat kekurangan signifikan dalam proses penyimpanan. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Sistem penyimpanan dari PBF X sudah sangat baik dan sesuai pedoman distribusi obat yang baik (CDOB), dengan suhu penyimpanan 25°C untuk menjaga stabilitas dan efektivitas obat.
PHARMACY STUDENTS' LEVEL OF KNOWLEDGE REGARDING THE DISPENSING OF STERILE COMPOUNDED MEDICATIONS subarti, dwi; Desty, Rani Tiara
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37039

Abstract

Dalam Standar Pelayanan Kefarmasian dan Standar Akreditasi Rumah Sakit, dispensing obat steril merupakan kompetensi penting yang wajib dimiliki Tenaga Kefarmasian di Rumah Sakit. Salah satu keterampilan yang dikuasai oleh tenaga vokasi farmasi adalah pencampuran obat suntik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa DIII Farmasi Perguruan Tinggi X tahun 2024 tentang pencampuran obat suntik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 113 mahasiswa semester 6 yang dipilih menggunakan metode total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Skor tingkat pengetahuan dihitung berdasarkan jumlah jawaban benar, dengan total skor jawaban benar dikalikan 100%. Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46 mahasiswa (41%) memiliki tingkat pengetahuan yang sangat baik, 26 mahasiswa (23%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 30 mahasiswa (27%) masuk kategori cukup, 8 mahasiswa (7%) tergolong kurang, dan 3 mahasiswa (3%) berada pada kategori gagal. Disarankan agar pembelajaran terkait pencampuran obat suntik bagi mahasiswa DIII Farmasi Perguruan Tinggi X dilakukan secara lebih intensif untuk meningkatkan tingkat pengetahuan mereka.
PENGETAHUAN OBAT GENERIK MAHASISWA FARMASI DAN NON FARMASI DI UNIVERSITAS PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH SORONG nurjanah, sartika wahyu; Budiyanto, Angga Bayu; Muslihin, A.M.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37041

Abstract

Kurangnya informasi dapat memicu pandangan negatif terhadap obat generik yang menyebabkan mahasiswa beranggapan bahwa obat generik kurang efektif atau kurang aman dibandingkan obat bermerek sehingga mereka ragu untuk menggunakan obat generik dan lebih memilih untuk menggunakan obat bermerek. Penelitian ini merupakan penelitian jenis analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan non random sampling. Instrumen penelitian ini adalah berupa alat tulis dan kuisioner yang telah diuji validitas dan uji reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan penggunaan obat generik pada mahasiswa farmasi dan non farmasi dan terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan obat generik. Rata-rata mahasiswa farmasi memiliki pengetahuan terhadap obat generik tergolong cukup yaitu sebanyak 35 responden (13,67 %) dan mahasiswa non farmasi memiliki pengetahuan terhadap obat generik tergolong cukup yaitu sebanyak 110 responden (42,96%). Hasil analisis korelasi spearman menunjukkan bahwa program studi farmasi memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap pengetahuan mahasiswa tentang obat generik (r = -0,601, p < 0,01) jauh lebih besar dibandingkan dengan faktor-faktor demografis seperti usia, tingkat pendidikan orang tua, dan pekerjaan orang tua selain itu jenis kelamin memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan tentang obat generik (r = 0,223, p < 0,01) menunjukkan adanya perbedaan yang cukup jelas antara laki-laki dan perempuan dalam hal pemahaman tentang obat generik. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan obat generik dikalangan mahasiswa adalah program studi dan jenis kelamin sedangkan usia, tingkat Pendidikan orang tua dan pekerjaan orang tua secara langsung tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap obat generik.
GANGGUAN KEPRIBADIAN TIPE C Kadarisma, Shofia; Hardyningrat, Baiq Inna Dwi; Kirana, Devi Chandra; Nugraha, Kadek Nandita; Yahya, Najla Aulia; Nuril Islahi, Salsabila Dinda; Nurhaliza, Siti; Elizar, Lale Justin Amelinda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37048

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai keadaan keseimbangan fungsi fisik, mental, dan sosial, serta bebas dari penyakit dan kelemahan. Kesehatan mental adalah keadaan seseorang mampu secara penuh mengenali kemampuannya,  mengatasi tekanan normal dalam kehidupan sehari-hari, bekerja secara produktif, dan memberikan kontribusi kepada masyarakat. Gangguan kepribadian umumnya memiliki prognosis yang buruk karena merupakan gangguan psikologis kompleks yang berhubungan dengan penurunan kualitas hidup.  Terdapat 10 gangguan kepribadian berbeda yang dikelompokan ke dalam 3 golongan, yaitu  Kluster A (gangguan kepribadian pada seseorang dengan perilaku aneh atau eksentrik), Kluster B (gangguan kepribadian pada seseorang dengan perilaku dramatis, emosional, atau tidak menentu), dan Kluster C (gangguan kepribadian pada seseorang dengan perilaku cemas atau takut). Prevalensi gangguan kepribadian Cluster A, Cluster B, dan Cluster C diperkirakan oleh WHO masing-masing sebesar 3.6%, 1.5% dan 2.7%. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran umum terkait gangguan kepribadian, khususnya pada golongan kluster C. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis kajian literatur yang membahas mengenai definisi, epidemiologi, etiologi, manifestasi klinis, mekanisme terjadinya pada masing-masing jenis gangguan kepribadian cluster c. sumber data yang diambil dengan cara penelusuran elektronik melalui situs pencarian perpustakaan termasuk Google Scholar, ProQuest, MDPI, dan PubMed. Secara keseluruhan, dalam mengatasi gangguan kepribadian kluster C melalui terapi perilaku kogintif (CBT). Pasien diberi stimulus yang terukur untuk diberi pembiasaan dalam mengatasi ketakutan yang dialami. Prognosis gangguan kepribadian tipe C relatif baik apabila didiagnosa dan ditangani dengan cepat dan tepat. tetapi tidak menutup kemungkinan untuk mengalami prognosis dengan komplikasi gangguan penyakit mental lainnya.