cover
Contact Name
Syarifuddin
Contact Email
syarifmbojo2@gmail.com
Phone
+6285290880751
Journal Mail Official
bimaberilmu@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Sumbawa, RT. 009, RW. 003 desa Leu, Bolo, Bima, Nusa Tenggara Barat.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
ISSN : 27972879     EISSN : 27972860     DOI : https://doi.org/10.53299/jppi.v1i1
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) dengan p-ISSN: 2797-2879 dan e-ISSN: 2797-2860 merupakan jurnal pendidikan dan pembelajaran yang menerbitkan artikel hasil kajian teori dan hasil penelitian dibidang pendidikan dan pembelajaran pada satuan pendidikan sekolah dasar, satuan pendidikan sekolah menengah, dan pendidikan tinggi, serta menerbitkan hasil kajian teori dan hasil penelitian dibidang pendidikan non-formal. Untuk mengirim artikel pada JPPI, silahkan sesuaikan dengan template dan ketentuan yang berlaku pada jurnal ini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 477 Documents
Rancangan Pengembangan Media Komik Berbasis Budaya Lahat dengan Menggunakan Aplikasi Canva untuk Pembelajaran di Kelas II Sekolah Dasar Nurlina, Nurlina; Maharani, Siti Dewi; Yosef, Yosef
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i4.761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang perencanaan pengembangan media komik berbasis budaya Lahat menggunakan aplikasi Canva sebagai alat bantu pembelajaran di kelas II Sekolah Dasar. Tujuan utama dari pengembangan ini adalah untuk meningkatkan minat membaca dan penguasaan kosakata siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (Research and Development) dengan mengadopsi model Alessi dan Trollip (2001), yang terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, desain, dan pengembangan. Lokasi penelitian adalah di Sekolah Dasar Negeri 9 Pseksu, yang terletak di Desa Lubuk Tube, Kecamatan Pseksu, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Sarana dan prasarana yang terbatas serta lokasi sekolah yang jauh dari pusat kota menjadikan sekolah ini sebagai tempat yang ideal untuk pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini melibatkan 28 peserta didik, 2 guru, serta sejumlah ahli, termasuk 3 ahli media, 3 ahli bahasa, dan 1 ahli materi dengan menghasilkan instrument dan angket yang sesuai dengan indicator pengembangan media komik berbasis budaya lahat. Hasil penelitian telah menghasilkan perancangan yang baik dalam mengembangkan media komik yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan dapat diterapkan lebih luas di sekolah dasar lainnya, khususnya di daerah pedesaan.
Penerapan Kode Etik Profesi terhadap Profesionalisme Guru SMA Muhammadiyah 2 Surabaya di Era Digital 5.0 Santoso, Restu Agung; Fitriatin, Nur
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i4.762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kode etik guru dalam era digital. Dengan pesatnya perkembangan teknologi, peran guru semakin kompleks. Penelitian ini secara khusus menyelidiki bagaimana guru di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya beradaptasi dengan perubahan ini dan menerapkan kode etik profesi. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan menggunakan wawancara mendalam dengan pimpinan, serta observasi partisipatif terhadap praktik pembelajaran di kelas yang melibatkan teknologi. Selain itu, analisis dokumen dilakukan terhadap pedoman kode etik sekolah dan kebijakan penggunaan teknologi di institusi tersebut. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis tematik, di mana tema utama yang muncul seperti tantangan dalam menjaga privasi data siswa, memastikan integritas akademik, dan mengimbangi penggunaan teknologi dengan metode pembelajaran modern. Penelitian ini menemukan bahwa sekolah telah memiliki pedoman etika yang komprehensif. Namun, tantangan seperti menjaga privasi data siswa, memastikan integritas akademik, dan mengimbangi penggunaan teknologi dengan metode pembelajaran modern tetap menjadi fokus utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat upaya yang signifikan, diperlukan pengembangan berkelanjutan untuk memastikan bahwa guru dapat terus beradaptasi dengan perubahan lanskap pendidikan yang dinamis.
Pembelajaran Berbasis Gamifikasi : Pemanfaatan Platform Gimkit untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Agustina, Tresna Hamidah; Rienovita, Ellina; Emilzoli, Mario
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i4.766

Abstract

Di tengah cepatnya perkembangan teknologi di masa kini, di bidang pendidikan sebaiknya memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Terlebih pada mata pelajaran Sejarah Indonesia yang memiliki asumsi sebagai pelajaran yang memiliki banyak materi dan membosankan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keefektivan media gamifikasi Gimkit untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Indonesia. Hasil belajar yang dimaksud adalah kemampuan memahami (C2), mengaplikasikan (C3), dan menganalisis (C4). Pendekatan yang digunakan adalah kuantitaif dengan metode eskperimen jenis kuasi eksperimen desain time series. Instrumen penelitian berbentuk tes berupa soal pilihan ganda dengan lima alternatif jawaban untuk mengukur hasil belajar siswa sebagai pretest dan posttest selama empat kali. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan pada mata pelajaran Sejarah Indonesia setelah menggunakan media gamifikasi Gimkit pada kemampuan memahami (C2), mengaplikasikan (C3), dan menganalisis (C4) di setiap serinya. Hasil penelitian tersebut diperoleh dari hasil pretest serta posttest yang dilakukan menunjukkan rata-rata posttest di setiap seri lebih tinggi dibanding rata-rata pretest di setiap serinya serta pengujian hipotesis menggunakan Wilcoxon Test. Artinya penggunaan media gamifikasi Gimkit efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Pembelajaran Berkarya Tari Kreasi Menggunakan Metode Group Investigation pada Siswa Kelas XI Mia 1 SMA Negeri 3 Kotamobagu Mokodompit, Shanaz Nureyka Ayu; Karlan, La Ode; Djafar, Nurlia
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i4.769

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada permasalahan yang ditemui dalam proses pembelajaran, khususnya terkait pembelajaran seni budaya dengan berfokus pada seni tari di kelas XI MIA 1 SMA Negeri 3 Kotamobagu. Permasalahan yang muncul dalam proses berkarya tari kreasi siswa belum mampu dalam mencipta karya tari yang dapat dilihat melalui proses pembelajaran dalam tahapan eksplorasi, improvisasi, evaluasi dan komposisi. Dalam hal ini, siswa belum dapat melakukan secara praktek karena pada proses pembelajaran tari siswa hanya lebih dominan menerima materi secara teoritis saja, belum mengaplikasikanya secara praktikal materi pembelajaran, sebagaimana dalam buku seni budaya dengan materi pokok pembelajaran seni tari untuk kelas XI sesuai dengan kurikulum dan silabus yang ada siswa diharapkan untuk mampu mencipta karya tari kreasi berdasarkan konsep teknik dan prosedur. Dengan adanya permasaalahan tersebut, Peneliti menggunakan metode group investigation dalam proses pembelajaran dan teori dari sumandiyo hadi dalam proses berkarya tari kreasi yakni eksplorasi, improvisasi, evaluasi dan komposisi, guna untuk meningkatkan kreativitas siswa, pemahaman materi seni, dan keterampilan sosial. Tujuan dari penelitian ini untuk menguraikan proses pembelajaran dalam berkarya tari kreasi. Hasil penelitian menggunakan metode group investigation dan teori berkarya tari efektif dalam proses berkarya tari kreasi, dari satu kelas XI MIA 1 yang dijadikan sampel dan dibagi menjadi 4 kelompok menunjukan kemajuan yang cukup baik. Peserta didik mampu mencipta gerak tari kreasi, masing-masing kelompok bekerja sama untuk melahirkan gerak tari yang baru dengan mengikuti tahap-tahap yang telah ditetapkan dalam buku seni budaya. Pada proses evaluasi hasil akhir masing-masing kelompok mampu menampilkan karya tari, berdasarkan hasil evaluasi peserta didik suda cukup baik dalam penguasaan materi seni tari terutama dalam proses berkarya tari kreasi.
Pembelajaran Penerapan Gerak Tari Kreasi Monamot Menggunakan Model Kooperatif Tipe Think Pair Share di Kelas XI SMA Negeri 1 Karamat Amin, Rana Nadia; Djafar, Nurlia; Sitharesmi, Riana Diah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i4.770

Abstract

Pada kurikulum 2013 mengacu pada buku seni budaya edisi 2017 salah satu sub materi yaitu menerapkan gerak tari kreasi. Namun, pada proses pembelajaran tari di SMA Negeri 1 Karamat masih banyak peserta didik yang belum mengetahui tentang gerak tari kreasi monamot karena materi penerapan belum pernah diajarkan dan masih banyak peserta didik yang kurang ikut serta aktif dalam proses pembelajaran seni budaya. Penggunaan model kooperatif tipe think pair share diasumsikan menjadi solusi terhadap permasalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskiptif. Data-data dalam penelitian dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, wawancara dan instrument penelitian. Populasi dalam penelitian ini yaitu kelas XI SMA Negeri 1 Karamat, dan yang menjadi sampel penelitian yaitu peserta didik kelas XI, berjumlah 20 Peserta didik, yang terdiri dari 4 peserta didik laki-laki dan 16 peserta didik perempuan. Hasil yang diperoleh yaitu, Metode pembelajaran tipe think pair share berhasil membuat seluruh peserta didik ikut aktif dalam pembelajaran seni budaya, terlebih pada saat peserta didik melakukan praktek gerak tari kreasi monamot. Pada evaluasi dan penilaian akhir pada peserta didik terdapat 2 peserta didik memperoleh nilai rata-rata 100, 3 peserta didik memperoleh nilai rata-rata 90, 10 peserta didik memperoleh nilai rata-rata 80, 2 peserta didik memperoleh nilai rata-rata 70, 2 peserta didik memperoleh nilai rata-rata 60 dan 1 peserta didik memperoleh nilai rata-rata 50. Adapun aspek-aspek penilaian pada penelitian ini Peserta didik mampu mendeskripsikan secara umum fungsi tari, bentuk dan jenis, nilai estetis dan iringan tari dan peserta didik mampu memperagakan gerak tari kreasi monamot berdasarkan hitungan dan iringan.
Tantangan dan Peluang Positivisme dan Kritisisme dalam Pendidikan Islam Haikal, Muhammad Fajrin; Alawiyah, Risa; Parhan, Muhamad
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i4.774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang yang dihadapi pendidikan Islam dalam menghadapi dua pendekatan filosofis utama, yaitu positivisme dan kritisisme, serta bagaimana integrasi keduanya dapat memperkuat sistem pendidikan Islam. Positivisme, dengan penekanannya pada pengetahuan empiris, seringkali mengabaikan aspek spiritual dan moral, yang menjadi tantangan utama bagi pendidikan Islam. Sebaliknya, kritisisme, terutama melalui pemikiran Kant, menekankan refleksi kritis terhadap ide-ide dan praktik, memberikan peluang untuk mengembangkan pemikiran yang lebih mendalam dan kritis. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif, mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah terkait dengan pemikiran positivisme, kritisisme, dan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun positivisme membawa tantangan dalam memisahkan agama dari ilmu pengetahuan, pendekatan ini dapat memperkuat metode pembelajaran ilmiah. Sementara itu, kritisisme membuka peluang untuk pengembangan pemikiran kritis dan menghadapi isu-isu kontemporer, sehingga keduanya dapat diintegrasikan dalam pendidikan Islam yang tetap mempertahankan nilai-nilai spiritual dan moral.
Pembuatan Soal Mandiri dan Diskusi Tertulis Sebagai Pendekatan Inklusif untuk Mahasiswa Generasi Z Putri, Arizkylia Yoka; Usman, Aulia; Muhimmah, Hitta Alfi; Hendratno, Hendratno
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i4.776

Abstract

Pembelajaran di perguruan tinggi idealnya melibatkan mahasiswa secara aktif, menjadikan mereka bukan hanya penerima materi, tetapi juga partisipan dalam pengembangan pemahaman dan analisis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi efektivitas pembuatan soal mandiri dan diskusi tertulis dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan instrumen berupa kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa di lingkungan pendidikan tinggi. Kuesioner dirancang untuk mengukur persepsi mahasiswa terhadap kedua pendekatan tersebut, serta bagaimana penerapannya mempengaruhi pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, di mana hasil kuesioner dianalisis dengan mengelompokkan respons berdasarkan tema-tema yang muncul, seperti kenyamanan, keterlibatan, dan peningkatan pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang dilibatkan dalam pembuatan soal mandiri memiliki pemahaman materi yang lebih mendalam, karena mereka dilatih untuk menyusun pertanyaan yang relevan dan menantang. Diskusi tertulis, terutama melalui platform digital, juga terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi mahasiswa yang cenderung pasif dalam diskusi lisan, sehingga memungkinkan terciptanya pembelajaran yang lebih inklusif. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya diversifikasi pendekatan pembelajaran di era digital untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa generasi Z, yang cenderung lebih nyaman dengan pendekatan interaktif berbasis teknologi.
Pengembangan Bahan Ajar Bermuatan Kearifan Lokal Berbasis Fliphtml5 Materi Descriptive Text di SMP Negeri 2 Lahat : Sebuah Analisis Kebutuhan Astuti, Sri Puji; Syarifuddin, Syarifuddin; Vianty, Machdalena
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i4.778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal menggunakan FlipHTML5 untuk materi descriptive text di SMP Negeri 2 Lahat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 220 siswa kelas VIII. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengetahui kesulitan siswa serta tanggapan mereka terhadap media pembelajaran. Data yang didapat akan dianalisis secara statistik menggunakan bantuan SPSS 25. Hasil menunjukkan 85% siswa mengalami kesulitan dalam memahami descriptive text. Namun, mayoritas siswa (89,1%) antusias dengan bahan ajar berbasis kearifan lokal yang menggunakan FlipHTML5. Sebanyak 90,5% siswa memberikan respons positif terhadap media ini, dan 92,3% menyatakan bahwa integrasi kearifan lokal dengan teknologi membuat pembelajaran lebih menarik. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar yang menggabungkan kearifan lokal dan teknologi digital dapat berpotensi meningkatkan pemahaman siswa sekaligus mendorong keterlibatan mereka dalam proses belajar. Selain itu, bahan ajar ini diharapkan membantu siswa mencapai kompetensi akademik dan memperkuat identitas budaya di tengah tantangan global.
Manajemen Efektif Program Tahfidz Al Quran dalam Mewujudkan Generasi Islami di SD Islam Al Muttaqin Febrina, Rifka; Yani, Nurmaningsih; Hutabarat, Rinto; Amra, Abhanda
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i4.780

Abstract

Salah satu tantangan pendidikan saat ini adalah karakter siswa yang tidak sesuai dengan nilai nilai moral dan agama. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang salah satunya tidak dipungkiri kemajuan teknologi memberikan dampak besar terhadap terbentuknya karakter siswa. salah satu upaya yang dilakukan sekolah dalam menanamkan perilaku yang baik adalah mengintegrasikan pembelajaran umum dengan kegiatan keagamaan. Salah satu program keagamaan yang telah banyak diterapkan di berbagai sekolah adalah Program Tahfidz. Berkenaan dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen efektif program tahfidz Al Quran dalam mewujudkan generasi Islami di SD Islam Al muttaqin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil bidang tahfidz dan siswa. Analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk keabsahan data penelitian, digunakan teknik triangulasi data dan member check. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dalam manajemen program tahfidz al quran melibatkan fungsi fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi. Proses perencanaan dilakukan dengan penetapan tujuan, target, jadwal, metode dan fasilitas pendukung. Selanjutnya pengorganisasian dilakukan dengan pembagian tugas dan tanggung jawab. Kemudian pelaksanaan program dilakukan setiap hari senin sampai kamis dan hari sabtu. Tahapan terakhir yaitu evaluasi dilakukan dengan membentuk dua orang Pembina tahfidz dan rapat rutin setiap minggu pada hari sabtu.
Kelayakan Media Pembelajaran Flashcard Interaktif dalam Pemanfaatannya pada Pembelajaran yang Berintegrasi pada Budaya Lokal (Leksikon Kuliner Bima) Akbar, Muh. Rijalul; Hanafi, Sri Hardiningsih; Widayati, Ulfa; Ramli, Ramli
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i4.781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan media pembelajaran flashcard interaktif berbasis leksikon kuliner lokal Bima, Nusa Tenggara Barat, dengan mengintegrasikan unsur budaya ke dalam pembelajaran. Teknologi pendidikan yang inovatif, seperti media flashcard interaktif, memungkinkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif, terutama dalam memahami konsep budaya lokal. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, dan evaluasi. Validasi dilakukan oleh lima validator ahli media, dengan fokus pada aspek desain visual, kemudahan penggunaan, daya tarik pengguna, dan pemanfaatan teknologi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan skala Likert sebagai instrumen untuk mengukur kelayakan media pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil evaluasi kelayakan media pembelajaran ini menyatakan bahwa media sangat layak digunakan dengan skor rata-rata 4.63. Media flashcard ini tidak hanya mempermudah siswa dalam memahami materi akademik, tetapi juga menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal, sehingga dapat berkontribusi pada pelestarian warisan budaya daerah. Implementasi lanjutan di kelas diperlukan untuk mengevaluasi dampaknya terhadap hasil belajar siswa.