cover
Contact Name
Elan Jaelan
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Published by Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28073878     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN (2807-3878) yang diterbitkan oleh Penerbit Widina di bawah Badan Hukum CV. Widina Media Utama sejak tahun 2021. JPI merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait dengan pendidikan, termasuk: bidang penelitian pendidikan dalam pengajaran, pembelajaran dan pengajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 376 Documents
Reformasi Pendidikan Islam di Tengah Globalisasi dan Modernisasi: Telaah Konseptual dan Implikasinya Purwanti, Eka; Nurillah, Lulu Alawiyah; Siroj, Sri Azizah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1670

Abstract

This study aims to analyze the impact of globalization and modernization on the Islamic education system using a qualitative approach based on a literature review. Data were collected through the examination of relevant scholarly sources, including books, journal articles, and research reports that address Islamic education in a global context. The findings reveal that globalization has a dual effect on Islamic education. On the one hand, it offers expanded access to information and digital technology, which encourages curriculum reform, improved learning quality, and cross-institutional collaboration. On the other hand, globalization presents significant challenges, such as the commercialization of education, the infiltration of foreign values that may contradict Islamic principles, and increased digital distractions that hinder students’ internalization of religious values. The study concludes that Islamic education must adapt to global dynamics without compromising its core religious teachings. Accordingly, strategic measures are needed to strengthen Islamic character development, integrate contextually relevant curricula, enhance teacher competencies, and utilize technology wisely. The implications of this study highlight the urgent need for systemic transformation in Islamic education to develop Muslim generations who are knowledgeable, virtuous, and competitive in facing the challenges of globalization and modernizationABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh globalisasi dan modernisasi terhadap sistem pendidikan Islam dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka. Data dikumpulkan melalui telaah berbagai literatur ilmiah yang relevan, termasuk buku, artikel jurnal, dan laporan penelitian yang membahas isu-isu pendidikan Islam dalam konteks global. Hasil kajian menunjukkan bahwa globalisasi memberikan dampak ganda terhadap pendidikan Islam. Di satu sisi, terbukanya akses terhadap informasi dan teknologi digital mendorong reformasi kurikulum, peningkatan mutu pembelajaran, serta kolaborasi antar lembaga pendidikan secara lintas negara. Namun di sisi lain, globalisasi juga membawa tantangan serius berupa komersialisasi pendidikan, masuknya nilai-nilai asing yang bertentangan dengan prinsip keislaman, serta meningkatnya distraksi digital yang memengaruhi internalisasi nilai-nilai agama pada peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam harus mampu beradaptasi dengan dinamika global tanpa kehilangan esensi ajaran Islam. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan karakter keislaman, integrasi kurikulum yang kontekstual, peningkatan kapasitas pendidik, serta pemanfaatan teknologi secara bijak. Implikasi dari hasil penelitian ini menekankan pentingnya transformasi sistemik dalam pendidikan Islam agar mampu mencetak generasi Muslim yang berilmu, berakhlak, dan kompetitif dalam menghadapi tantangan era globalisasi dan modernisasi.
Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan: Konsep, Perkembangan, dan Inovasi Media Pembelajaran Puteri, Aulia Rahma; Nasution, Wahyudin Nur; Nasution, Muhammad Irwan Padli
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1760

Abstract

The development of information and communication technology (ICT) has brought significant changes to the global education system. ICT is no longer merely a supporting tool in the learning process; it has transformed into a core component that reshapes mindsets, strategies, and pedagogical approaches across various levels of education. This study aims to conceptually analyze the scope of ICT, map the historical development of its utilization in the educational world, and explore current innovations in ICT-based learning media. Innovations in ICT-based learning media continue to evolve, including e-learning, interactive simulations, augmented reality, and the use of artificial intelligence in personalized learning. These advancements offer positive implications for the effectiveness, flexibility, and accessibility of learning, while also demanding readiness from teachers, students, and educational institutions in terms of digital literacy and pedagogical transformation. The integration of ICT in education requires not only technical understanding but also pedagogical and strategic awareness. The wise and purposeful use of technology can support the creation of an innovative, adaptive, and human-centered learning ecosystem in the digital era.ABSTRAKPerkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa perubahan besar dalam sistem pendidikan global. TIK tidak hanya menjadi alat bantu dalam proses pembelajaran, tetapi telah bertransformasi menjadi komponen utama yang mengubah pola pikir, strategi, dan pendekatan pedagogis di berbagai jenjang pendidikan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual ruang lingkup TIK, memetakan perkembangan historis pemanfaatannya dalam dunia pendidikan, serta mengeksplorasi inovasi media pembelajaran berbasis teknologi yang berkembang saat ini. Inovasi dalam media pembelajaran berbasis TIK terus berkembang, seperti e-learning, simulasi interaktif, augmented reality, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dalam personalisasi pembelajaran. Hal ini membawa implikasi positif terhadap efektivitas, fleksibilitas, dan aksesibilitas pembelajaran, namun juga menuntut kesiapan guru, peserta didik, dan institusi pendidikan dalam hal literasi digital dan transformasi pedagogis. Integrasi TIK dalam pendidikan tidak hanya menuntut pemahaman teknis, tetapi juga kesadaran pedagogis dan strategis. Pemanfaatan teknologi secara bijak dan terarah akan mampu mendukung terciptanya ekosistem pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan humanis di era digital.
Pendidikan Karakter Inklusif Bagi Anak Berkebutuhan Khusus: Analisis Responsivitas Kebijakan Publik Rafah, Ahmad; Hafni, Nurhaida; Dayunita, Putri; Maulidya, Siska; Suhardi, Suhardi
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1834

Abstract

This study aims to analyze the responsiveness of public policy toward inclusive character education for Children with Special Needs (ABK) in Indonesia. Inclusive character education is increasingly relevant due to growing diversity in school environments and the importance of instilling moral values from an early age. Although various national and international policies support inclusive education, their implementation still faces challenges, including limited access for ABK, inadequate specialized infrastructure, and insufficient teacher capacity in managing inclusive learning. This research employs a qualitative descriptive approach through a literature review of academic publications and policy documents. The findings indicate that inclusive education policies in Indonesia remain largely normative and have not yet responded adequately to real needs in the field. Key issues include the lack of structured needs assessment, absence of budget prioritization and sustainable training, and weak involvement of parents and communities in inclusive education practices. These findings imply the need for a reformulation of public policy that is more adaptive, participatory, and grounded in local data. Policy recommendations include strengthening initial ABK assessments, mandatory training for general education teachers, special budget allocations for inclusive education, and the integration of character values into a flexible and accommodating curriculum. Thus, inclusive character education can truly serve as a bridge toward an equitable, humane, and sustainable education system.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis responsivitas kebijakan publik terhadap pendidikan karakter inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Indonesia. Pendidikan karakter inklusif menjadi semakin relevan seiring meningkatnya keberagaman di lingkungan sekolah dan pentingnya pembentukan nilai-nilai moral sejak dini. Meskipun telah tersedia berbagai kebijakan nasional dan internasional yang mendukung pendidikan inklusif, implementasinya masih menemui berbagai kendala, mulai dari rendahnya akses pendidikan bagi ABK, keterbatasan sarana prasarana khusus, hingga minimnya kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran inklusif. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang menelaah literatur akademik dan dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan inklusif di Indonesia masih bersifat normatif dan belum sepenuhnya responsif terhadap kebutuhan nyata di lapangan. Indikator utama yang menjadi perhatian adalah identifikasi kebutuhan ABK yang belum terstruktur, tidak adanya prioritas anggaran dan pelatihan berkelanjutan, serta lemahnya pelibatan orang tua dan masyarakat dalam praktik pendidikan inklusif. Temuan ini mengimplikasikan perlunya reformulasi kebijakan publik yang lebih adaptif, partisipatif, dan berbasis data lokal. Rekomendasi kebijakan mencakup penguatan asesmen awal ABK, pelatihan wajib bagi guru reguler, alokasi dana khusus pendidikan inklusif, serta integrasi nilai-nilai karakter ke dalam kurikulum yang fleksibel dan akomodatif. Dengan demikian, pendidikan karakter inklusif dapat benar-benar menjadi jembatan menuju sistem pendidikan yang adil, manusiawi, dan berkelanjutan.
Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Media Gambar Untuk Anak di Kelompok A Rifmasari, Yessi; Afrilia, Chindy
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1746

Abstract

This study was motivated by the low level of early reading skills in group A children in Payakumbuh City. Where children have not been able to recognize initial letters in the picture and children have not been able to read letters in the picture. This study aims to describe the ability of beginning reading through the use of picture media. The type of research is Classroom Action Research (PTK) with four stages of planning, implementation, observation, and reflection. The results showed that before the action, the child's ability to recognize initial letters in the picture was at a percentage of 63.1%, while the child's ability to read letters in the picture was at a percentage of 62.9%. After the action in Cycle I, there was an increase, with the ability to recognize initial letters in pictures reaching 67.7%, and the ability of children to read letters in pictures increased to 67.3%. In Cycle II, the ability to recognize initial letters in pictures increased to 86.4%, and the ability of children to read letters in pictures increased to 86.4%. Based on these results it can be concluded that through image media can improve the ability to read the beginning of group A children in Payakumbuh City.ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan pada anak kelompok A di Kota Payakumbuh. Dimana anak belum mampu mengenal huruf awal pada gambar dan Anak belum mampu membaca huruf pada gambar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan melalui penggunaan media gambar. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan empat tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum tindakan, kemampuan anak dalam mengenal huruf awal pada gambar berada pada persentase 63,1%, sedangkan kemampuan Anak membaca huruf pada gambar berada pada persentase 62,9%. Setelah tindakan pada Siklus I, terjadi peningkatan, dengan kemampuan mengenal huruf awal pada gambar mencapai 67,7%, dan kemampuan Anak membaca huruf pada gambar meningkat menjadi 67,3%. Pada Siklus II, kemampuan mengenal huruf awal pada gambar meningkat menjadi 86,4%, dan kemampuan Anak membaca huruf pada gambar meningkat menjadi 86,4%. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa melalui media gambar dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak kelompok A di Kota Payakumbuh.
Sekolah di Ruang yang Terlupakan: Antropologi Pendidikan di Pinggiran Kota Djufri, Djufri
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1728

Abstract

This research explores how schools in peri-urban areas reflect structural and symbolic inequalities in the Indonesian education system. The aim of this research is to understand how educational spaces are produced, interpreted and negotiated by school communities. Using a qualitative educational ethnography approach, this study collected data through in-depth interviews, participatory observation and visual documentation in two secondary schools on the outskirts of Makassar City. The research sample included teachers, students, school staff and parents, who were selected through purposive and snowball sampling techniques. This study uses space theory (Lefebvre), social theory (Bourdieu), and infrapolitics (Scott) to analyze how marginalized communities live and resist marginalization in neglected educational spaces. Field results show that peripheral schools do not only function as places of learning, but also as social arenas filled with resistance, aspirations and symbolic negotiations. Key findings show that spatial injustice and symbolic violence go hand in hand with grassroots resilience. The study concludes that education cannot be separated from the politics of space, and that urban education policies should consider equity in both physical infrastructure and community participation. This research contributes to urban critical education studies through grounded ethnographic narratives of forgotten school communities.ABSTRAKPenelitian ini mengeksplorasi bagaimana sekolah-sekolah di wilayah pinggiran kota mencerminkan ketimpangan struktural dan simbolik dalam sistem pendidikan Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana ruang pendidikan diproduksi, dimaknai, dan dinegosiasikan oleh komunitas sekolah. Dengan menggunakan pendekatan etnografi pendidikan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi visual di dua sekolah menengah di pinggiran Kota Makassar. Sampel penelitian mencakup guru, siswa, staf sekolah, dan orang tua, yang dipilih melalui teknik purposive dan snowball sampling. Studi ini menggunakan teori ruang (Lefebvre), teori sosial (Bourdieu), dan infrapolitik (Scott) untuk menganalisis bagaimana komunitas marjinal menghidupi dan melawan keterpinggiran dalam ruang pendidikan yang terabaikan. Hasil lapangan menunjukkan bahwa sekolah-sekolah pinggiran tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai arena sosial yang dipenuhi perlawanan, aspirasi, dan negosiasi simbolik. Temuan utama menunjukkan bahwa ketidakadilan spasial dan kekerasan simbolik berjalan berdampingan dengan ketangguhan akar rumput. Studi ini menyimpulkan bahwa pendidikan tidak dapat dipisahkan dari politik ruang, dan bahwa kebijakan pendidikan perkotaan harus mempertimbangkan keadilan baik dalam infrastruktur fisik maupun partisipasi komunitas. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian pendidikan kritis perkotaan melalui narasi etnografis yang membumi tentang komunitas sekolah yang terlupakan.
Strategi Komunikasi dalam Praktik Pembelajaran Etika Sosial: Studi di Masjid Jami' Al-Ikhlas Hilvania, Iche; Ningsih, Suswinda; Santi, May Rizdiana; Burhanuddin, Radyta Achmad; Ali, Aura Zhafira Nugaraha
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1852

Abstract

Social ethics education is an essential component of non-formal learning activities in mosques, which function as value-based educational spaces. This study aims to examine the communication strategies used in social ethics education at Jami’ Al-Ikhlas Mosque. A descriptive qualitative approach was employed, using participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman model. The findings reveal five key strategies used by the ustazah: interpersonal, symbolic, persuasive, exemplary, and community-based communication. These strategies were found to be effective in conveying values such as honesty, responsibility, and solidarity, while also encouraging active engagement among congregants. This study affirms the importance of participatory and contextual communication in value-based learning and contributes to the development of communication strategies in community-based social ethics education.ABSTRAKPendidikan etika sosial merupakan bagian penting dari pembelajaran nonformal di masjid sebagai ruang edukatif berbasis nilai. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi komunikasi yang digunakan dalam pendidikan etika sosial di Masjid Jami’ Al-Ikhlas. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan lima strategi utama yang diterapkan oleh ustazah, yaitu komunikasi interpersonal, simbolik, persuasif, keteladanan, dan komunikasi berbasis komunitas. Strategi-strategi ini dinilai efektif dalam menyampaikan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan solidaritas, serta membentuk keterlibatan aktif jamaah. Temuan ini memperkuat pentingnya komunikasi partisipatif dan kontekstual dalam pembelajaran nilai, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi komunikasi dalam pendidikan etika sosial berbasis komunitas.
Hubungan antara Perceived Social Support dan School Burnout dengan Student Engagement pada Siswa-Siswi SMP X Firdaus, Nur Azizah Fitriani; Fikri, Aldinel
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1792

Abstract

Student engagement is an important indicator of educational effectiveness that plays a role in developing discipline, responsibility, and social skills. Student engagement can also increase learning motivation and emotional well-being, as well as encourage critical thinking and problem-solving skills. Students with high engagement tend to be better prepared to face life's challenges and achieve academic success in the future. This study was conducted to analyse the relationship and contribution of the variables perceived social support and school burnout to student engagement among students at SMP X. The study employed two quantitative research methods: Pearson product-moment correlation analysis and multiple linear regression analysis. The instruments used in this study include: The Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), School Burnout Inventory (SBI), and Student Engagement Scale (SES). This study involved 495 students, with the analysis results showing a positive relationship between perceived social support and student engagement (r = 0.538, p 0.05), while school burnout had a negative relationship with student engagement (r = -0.303, p 0.05). Meanwhile, regression analysis showed that both variables simultaneously contributed 34.5% to student engagement (R2 = 0.345), while the remaining 65.5% was attributed to other factors. Overall, perceived social support and school burnout were found to significantly contribute to student engagement. The level of perceived social support and the level of burnout experienced by students at school mutually influence and play a role in determining the extent to which students actively participate in academic and non-academic activities in the school environment.ABSTRAKKeterlibatan siswa merupakan indikator penting dari efektivitas pendidikan yang berperan dalam mengembangkan disiplin, tanggung jawab, dan keterampilan sosial. Keterlibatan siswa juga dapat meningkatkan motivasi belajar dan kesejahteraan emosional, serta mendorong kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Siswa yang memiliki keterlibatan tinggi, cenderung lebih siap dalam menghadapi tantangan hidup dan mencapai keberhasilan akademik di masa depan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keterkaitan serta kontribusi variabel perceived social support dan school burnout terhadap student engagement pada siswa siswi SMP X. Penelitian menggunakan dua metode penelitian kuantitatif yaitu teknik analisis korelasi pearson product moment dan analisis regresi linear berganda. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: The Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), School Burnout Inventory (SBI), dan Student Engagement Scale (SES). Penelitian ini melibatkan 495 siswa, dengan hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif antara perceived social support dengan student engagement (r = 0.538, p 0.05), sedangkan school burnout memiliki hubungan negatif dengan student engagement (r = -0.303, p 0.05). Sementara itu, analisis regresi menunjukkan bahwa kedua variabel secara simultan berkontribusi sebesar 34,5% terhadap keterlibatan siswa (R2 = 0.345), sementara 65,5% sisanya disebabkan oleh faktor lain. Secara keseluruhan, perceived social support dan school burnout terbukti secara signifikan berkontribusi terhadap student engagement. Tingkat dukungan sosial yang dirasakan serta tingkat burnout yang dialami oleh siswa di sekolah, saling berpengaruh dan berperan dalam menentukan sejauh mana siswa berpartisipasi secara aktif dalam aktivitas akademik dan non-akademik di lingkungan sekolah. 
Inovasi Kurikulum Dayah Berbasis Standar Akreditasi Bada di Aceh Nurainiah, Nurainiah; Oktarina, Mikyal; Khafidah, Wahyu; Mirsal, Ilham
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1851

Abstract

Dayah as traditional Islamic educational institutions in Aceh play a crucial role in preserving classical Islamic scholarship (turath). Facing contemporary challenges in education quality assurance, the Aceh Government through the Dayah Accreditation Board of Aceh (BADA) has established accreditation standards as a curriculum development framework. This study aims to analyze BADA standard-based curriculum innovation strategies in dayah and their impact on improving education quality. Using a descriptive qualitative approach, the research was conducted through document analysis of accreditation materials, in-depth interviews with 25 informants (consisting of dayah leaders, teachers, and senior students), and participant observation in five accredited dayah with different rankings (excellent, good, and fair). The findings reveal that BADA standards emphasize three main aspects: (1) availability of written curriculum documents, (2) integration of turath with contemporary competencies such as digital literacy and civic education, and (3) implementation of structured competency-based learning. Several identified curriculum innovations include the development of outcome-based curriculum frameworks, hybrid syllabi combining classical Islamic texts (kitab kuning) with 21st-century skills, and portfolio-based assessment systems. Accreditation data shows that dayah implementing comprehensive innovations achieved 15-20% improvement in curriculum-related accreditation scores. Furthermore, 80% of respondents reported increased community trust in dayah education quality post-accreditation. This study concludes that the BADA standard-based curriculum innovation model successfully creates synergy between preserving traditional values and meeting modern education quality standards. To ensure innovation sustainability, the study recommends three strategic policies: hybrid curriculum development training for teachers, regular mentoring programs by BADA, and special funding allocation for learning innovations. These findings significantly contribute to developing Islamic education curriculum theory that responds to quality demands while maintaining its traditional roots.ABSTRAKDayah sebagai institusi pendidikan Islam tradisional di Aceh memiliki peran krusial dalam menjaga kelestarian khazanah keilmuan klasik (turats). Dalam menghadapi tantangan penjaminan mutu pendidikan era kontemporer, Pemerintah Aceh melalui Badan Akreditasi Dayah Aceh (BADA) telah menetapkan standar akreditasi sebagai kerangka pengembangan kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi inovasi kurikulum dayah berbasis standar BADA dan dampaknya terhadap peningkatan mutu pendidikan. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian dilakukan melalui telaah dokumen akreditasi, wawancara mendalam terhadap 25 informan (terdiri dari pimpinan dayah, guru, dan santri), serta observasi partisipan di lima dayah terakreditasi dengan peringkat berbeda (unggul, baik, dan cukup). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa standar BADA menekankan tiga aspek utama: (1) ketersediaan dokumen kurikulum tertulis, (2) integrasi antara turats dengan kompetensi kontemporer seperti literasi digital dan pendidikan kewargaan, serta (3) implementasi pembelajaran terstruktur berbasis kompetensi. Beberapa bentuk inovasi kurikulum yang berhasil diidentifikasi meliputi penyusunan kurikulum berorientasi outcome-based, pengembangan silabus hybrid yang memadukan kitab kuning dengan keterampilan abad 21, serta penerapan sistem penilaian berbasis portofolio. Data akreditasi menunjukkan bahwa dayah yang mengimplementasikan inovasi secara komprehensif mengalami peningkatan skor akreditasi sebesar 15-20% pada indikator kurikulum. Selain itu, 80% responden menyatakan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan dayah pasca-akreditasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model inovasi kurikulum berbasis standar BADA berhasil menciptakan sinergi antara pelestarian nilai-nilai tradisional dengan pemenuhan standar mutu pendidikan modern. Untuk memastikan keberlanjutan inovasi, penelitian merekomendasikan tiga kebijakan strategis: penyelenggaraan pelatihan pengembangan kurikulum hybrid bagi guru, program pendampingan berkala oleh BADA, serta pengalokasian dana khusus untuk inovasi pembelajaran. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan teori kurikulum pendidikan Islam yang responsif terhadap tuntutan mutu tanpa mengabaikan akar tradisionalnya.
Pengaruh Konsep Diri Terhadap Perencanaan Karir Siswa Kelas VIII SMP Negeri 16 Kota Kupang Tahun Pelajaran 2024/2025 Ane, Arnoldus Yansen; Lio, Stefanus; Erlinda, Maria
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1765

Abstract

This study aims to examine the influence of self-concept on career planning among eighth-grade students at SMP Negeri 16 Kota Kupang in the 2024/2025 academic year. A quantitative descriptive approach was used in this study. The independent variable (X) is self-concept, while career planning serves as the dependent variable (Y). The population and sample consisted of 89 students from classes VIII A, B, and C at SMP Negeri 16 Kota Kupang in the 2024/2025 academic year. Data collection methods included interviews, observations, and questionnaires. Data were analyzed using simple linear regression and processed with SPSS version 26 for Windows. The regression analysis results showed a t-value of 4.511, which exceeded the critical t-value of 1.291, and a significance level of 0.000, below the threshold of 0.05 (0.000 0.05). Therefore, it can be concluded that self-concept has a significant influence on career planning among eighth-grade students at SMP Negeri 16 Kota Kupang in the 2024/2025 academic year.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsep diri terhadap perencanaan karier di kalangan siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Kota Kupang pada tahun ajaran 2024/2025. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Variabel independen (X) adalah konsep diri, sedangkan perencanaan karier berfungsi sebagai variabel dependen (Y). Populasi dan sampel terdiri dari 89 siswa dari kelas VIII A, B, dan C di SMP Negeri 16 Kota Kupang pada tahun ajaran 2024/2025. Metode pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dan diproses dengan SPSS versi 26 untuk Windows. Hasil analisis regresi menunjukkan nilai t sebesar 4.511, yang melebihi nilai t kritis sebesar 1.291, dan tingkat signifikansi sebesar 0.000, di bawah ambang batas 0.05 (0.000 0.05). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa konsep diri memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perencanaan karier siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Kota Kupang pada tahun ajaran 2024/2025.
Strategi Implementasi Inquiry Learning Model Untuk Meningkatkan Critical Thinking Skills Siswa Berbantuan ChatGPT Rismayanti, Epa; Purmadi, Ary
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1740

Abstract

The use of ChatGPT in learning has been carried out massively, especially by learners. However, often the use of ChatGPT is not carried out with the integration of morals, ethics, and critical thinking activities. A certain approach or strategy is needed in integrating ChatGPT into learning activities in order to help students develop critical and analytical thinking to solve a problem. Departing from these problems, the purpose of this study is to identify and develop a strategy for implementing an inquiry learning model to improve critical thinking skills in students by utilizing ChatGPT media wisely. This study uses the SLR method with a systematic and in-depth analysis of previous research results. This study produces results that educators need to condition ChatGPT as a supporting medium for learning with a dominance of providing various learning resources in various formats to support information collection and review activities in problem-solving efforts. In addition, the practical implications of the findings of this study are the need for an active role for educators to help and facilitate students in developing critical reasoning in responding to information which of course integrates morals and ethics in using it.ABSTRAKPemanfaatan ChatGPT dalam pembelajaran telah masif dilakukan terutama oleh kalangan pembelajar. Namun sering kali pemanfaatan ChatGPT ini tidak diiringi dengan pengintegrasian moral, etika serta aktivitas berpikir kritis. Diperlukan pendekatan atau strategi tertentu dalam mengintegrasikan ChatGPT pada aktivitas pembelajaran agar dapat membantu siswa untuk menumbuhkan pemikiran kritis dan analitis untuk memecahkan suatu persoalan. Berangkat dari persoalan tersebut, tujuan dilaksanakannya penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan merumuskan strategi implementasi inquiry learning model untuk meningkatkan critical thinking skills pada siswa dengan memanfaatkan media ChatGPT secara bijak. Penelitian ini menggunakan metode SLR dengan analisa sistematis dan mendalam hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini membuahkan hasil bahwa pendidik perlu mengondisikan ChatGPT sebagai media pendukung pembelajaran dengan dominasi penyediaan berbagai sumber belajar dalam berbagai format untuk mendukung aktivitas pengumpulan dan pengkajian informasi dalam upaya pemecahan masalah. Selain itu, implikasi praktis dari temuan penelitian ini yaitu perlunya peran pendidik secara aktif untuk membantu dan menfasilitasi siswa dalam mengembangkan nalar kritis dalam menyikapi suatu informasi yang tentunya mengintegrasikan moral dan etika dalam menggunakannya

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 5 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 5 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 2 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 5 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 4 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi More Issue