cover
Contact Name
Elan Jaelani
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Published by CV Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28083407     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan adalah jurnal dengan ISSN (2808-3407)Â yang dikelola oleh penerbit widina di bawah badan hukum CV. Widina Media Utama. Mempublikasikan artikel tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, sosial, pengembangan sumber daya manusia, kesehatan, Hukum, teknologi tepat guna, Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan dan UMKM.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 522 Documents
Penerapan Smart Drop Box Berbasis Internet of things (IoT) untuk Pengelolaan Sampah Plastik: Studi Kasus di Kota Medan Marcelita, Faldiena; Novianty, Inna; Sayekti, Ayutyas; Rumondang, Antonya
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2262

Abstract

The issue of plastic waste management remains a major concern in the city of Medan. This highlights the importance of innovation in implementing an Internet of Things (IoT)-based Smart Drop Box, which became the objective of the community service program carried out. This technology enables users to recycle plastic waste more easily and effectively. The plastic waste sorting process, specifically for plastic bottles, begins by inserting the bottles into the device, which automatically detects them and converts them into points that can be redeemed for cash through an application. The implementation method of this community service activity consists of four stages: field observation, the development and testing of the Smart Drop Box device, and a survey of residents in the Sunggal Indah Complex, Medan City. The activity was attended by 25 residents from the complex as well as representatives from the local administrative office. The results of the community service program show that the implementation of this device increased public awareness and understanding regarding the importance of waste sorting. Survey data indicate a significant improvement in waste-sorting behavior after the activity, from a score of 3 to 4.5. This demonstrates that the use of IoT technology can encourage positive changes in plastic waste management. The implementation of the Smart Drop Box is expected to serve as a sustainable solution to address plastic waste issues while fostering environmental awareness among the community.ABSTRAKPermasalahan pengelolaan sampah plastik masih menjadi fokus utama di Kota Medan.  Hal ini menjadikan pentingnya inovasi terkait penerapan alat Smart Drop Box berbasis Internet of Things (IoT) yang menjadi tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk mendaur ulang sampah plastik dengan lebih mudah dan efektif. Proses pemilahan sampah berupa botol plastik diawali dengan memasukkan botol plastik ke dalam alat yang akan terdeteksi secara otomatis dan dikonversi menjadi poin yang dapat ditukar dengan uang tunai melalui aplikasi. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari empat tahap yaitu kegiatan observasi lapangan, pembuatan dan pengujian alat Smart Drop Box, serta survei terhadap masyarakat di Kompleks Sunggal Indah, Kota Medan. Kegiatan ini diikuti oleh warga kompleks sebanyak 25 orang serta pengelola Kelurahan terkait. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa implementasi alat ini meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah. Data survei mengindikasikan adanya peningkatan signifikan dalam perilaku pemilahan sampah setelah kegiatan dari nilai 3 menjadi 4.5. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan teknologi IoT dapat mendorong perubahan positif dalam pengelolaan sampah plastik. Implementasi Smart Drop Box diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam menghadapi permasalahan sampah plastik serta membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.
Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan, "Kebiasaan Hidup Sehat Masyarakat Desa Empang Benao dan Pengaruhnya terhadap Status Kesehatan Masyarakat Pedesaan" Nuzli, Muhammad; Larasati, Sylviana Novi; Istikhomah, Irma Ida; Novitasari, Tanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2308

Abstract

Rural public health is often influenced by lifestyle patterns, environmental conditions, and levels of health knowledge that differ from urban communities. Through empowerment, intervention, and changes shaped by socialization within the community, healthier living habits can be fostered in Empang Benao Village. This study aims to promote healthy living practices among the residents of Empang Benao Village and to measure their impact on overall health. The research employed a qualitative descriptive approach, with data collected through field observations, in-depth interviews with village officials, health cadres, and community members, as well as documentation studies from the local health center (Puskesmas). The findings indicate that most residents have begun to adopt basic Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS), such as regular handwashing, household waste management, and utilization of health facilities. However, challenges remain, including limited access to clean water, low frequency of routine health check-ups, and smoking habits within families. The study concludes that healthy living practices are closely linked to the community’s health conditions, and that educational interventions and improvements in sanitation facilities are still urgently needed and impactful.ABSTRAKKesehatan masyarakat pedesaan sering kali dipengaruhi oleh pola hidup, lingkungan, serta tingkat pengetahuan kesehatan yang berbeda dengan masyarakat perkotaan, melalui pemberdayaan, invasi dan perubahan yang dipengaruhi oleh sosialisasi di tengah masyarakat akan mempengaruhi kebiasaan hidup sehat yang lebih baik di Desa Empang Benao. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi kebiasaan hidup sehat masyarakat Desa Empang Benao, serta mengukur pengaruhnya terhadap kesehatan secara keseluruhan. Melalui metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan perangkat desa, kader kesehatan, dan masyarakat, serta studi dokumentasi dari Puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat telah mulai menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dasar seperti kebiasaan mencuci tangan, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pemanfaatan fasilitas kesehatan. Namun, beberapa faktor seperti keterbatasan air bersih, rendahnya frekuensi pemeriksaan kesehatan rutin, serta kebiasaan merokok di lingkungan keluarga masih menjadi tantangan yang perlu ditangani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebiasaan hidup sehat masyarakat memiliki hubungan erat dengan kondisi kesehatan mereka, dan intervensi edukasi serta peningkatan fasilitas sanitasi masih sangat dibutuhkan dan berpengaruh.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI INOVASI PANGAN KRIPIK KELOR SEBAGAI PRODUK UNGGULAN DESA BOBO BERKELANJUTAN Anjelia, Ni Kadek Femi; Fahri, Fahri; Aziz, Abd; Albahar, Aulia Ramadhani; Rahmadani, Nur Fajrah; Salsabila, Anggun; Moh. Fadli, Moh. Fadli; Romadon, Mochammad Muchlis
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2265

Abstract

Moringa is one of the locally sourced foods rich in nutrients, but its utilization in Bobo Village is still limited, so innovation is needed to increase its added value as a village product. This service aims to introduce and encourage the implementation of innovative food technology in the form of moringa chips to the community of Bobo Village as a strategy for empowerment and local economic development. The implementation methods include initial observation to identify potential and problems, activity planning, consultation with the village government, and socialization focused on conveying information about the benefits of moringa, business opportunities, and the basic process of making moringa chips. The results of the service show that the community has a high interest in this food innovation, as evidenced by active participation during socialization and the emergence of interest in trying to produce moringa chips independently. This activity also increases public understanding of the nutritional value of moringa and the economic opportunities that can be developed thru processing local products. In conclusion, the socialization of moringa chip innovation was able to broaden the horizons of the Bobo Village community regarding the utilization of moringa as a product with economic value and the potential to become the village's flagship commodity. However, follow-up actions are needed, including technical training, production assistance, and strengthening marketing strategies, to ensure that moringa chips can be produced sustainably and have a more optimal economic impact on the community.ABSTRAKKelor merupakan salah satu sumber pangan lokal yang kaya nutrisi, namun pemanfaatannya di Desa Bobo masih terbatas sehingga diperlukan inovasi untuk meningkatkan nilai tambahnya sebagai produk desa. Pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mendorong implementasi teknologi inovasi pangan berupa kripik kelor pada masyarakat Desa Bobo sebagai strategi pemberdayaan dan pengembangan ekonomi lokal. Metode pelaksanaan mencakup observasi awal untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan, perencanaan kegiatan, musyawarah dengan pemerintah desa, serta sosialisasi yang berfokus pada penyampaian informasi mengenai manfaat kelor, peluang usaha dan proses dasar pembuatan kripik kelor. Hasil pengabdian menunjukan bahwa masyarakat memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap inovasi pangan tersebut, ditandai dengan partisipasi aktif selama sosialisasi dan munculnya minat untuk mencoba memproduksi kripik kelor secara mandiri. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai nilai gizi kelor serta peluang ekonomi yang dapat dikembangkan melalui pengolahan produk lokal. Kesimpulannya, sosialisasi inovasi kripik kelor mampu membuka wawasan masyarakat Desa Bobo mengenai pemanfaatan kelor sebagai produk yang bernilai ekonomis dan berpotensi menjadi komunitas unggulan desa. Namun, diperlukan tindak lanjut berupa pelatihan teknis, pendampingan produksi, serta penguatan strategi pemasaran agar keripik kelor dapat dihasilkan secara berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih optimal bagi masyarakat.
Pembuatan Teh Kombucha dengan Tambahan Tanaman Herbal sebagai Minuman Probiotik Kesehatan di Desa Soropia Idris, Sri Aprilianti; Pryangan, Wulandari; Karmilah, Karmilah; Firdayanti, Firdayanti; Fusvita, Angriani; Yodha, Agung Wibawa Mahatva; Wenty, Darmayanita; Susanti, Susanti; Zeptiano, Zeptiano; Dhea, Alisha
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2226

Abstract

Kombucha tea is the result of the fermentation of tea and sugar solution using Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY) which produces a drink with a fresh taste, distinctive aroma, and contains various bioactive compounds, such as organic acids, vitamins, and probiotics. The addition of herbal ingredients to kombucha tea, such as ginger, lemongrass, or mint leaves, can enhance the taste and improve health. Soropia Village as a coastal area has great potential in the development of products based on natural ingredients. However, limited knowledge and skills of the community in processing ingredients into value-added products remain a barrier. The purpose of community service is to increase knowledge and training to the community in Soropia Village on making kombucha tea with the addition of herbs as a health drink rich in probiotics. The methods used are socialization, education, training and evaluation. This activity was carried out in Soropia Village with the target group of the Soropia Village Family Welfare Movement (PKK). This training enables the community to know and understand how to make kombucha tea with the addition of herbal plants as a health drink that can be made into a product. The training and interviews following teh kombucha tea-making workshop demonstrated that all participants understood the material, with nearly 30 participants answering the questionnaire correctly. After the training, participants were able to independently make kombucha tea with ginger at home.ABSTRAKTeh kombucha merupakan hasil fermentasi larutan teh dan gula menggunakan Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY) yang menghasilkan minuman dengan cita rasa segar, beraroma khas, serta mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti asam organik, vitamin, dan probiotik. Penambahan bahan herbal pada teh kombucha, seperti jahe, serai, atau daun mint, dapat meningkatkan cita rasa sekaligus dapat meningkatkan kesehatan. Desa Soropia sebagai salah satu wilayah pesisir memiliki potensi besar dalam pengembangan produk berbasis bahan alami. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan menjadi produk bernilai tambah masih menjadi kendala. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan dan pelatihan kepada masyarakat di desa soropia tentang pembuatan teh kombucha dengan tambahan herbal  sebagai minuman kesehatan yang kaya probiotik. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, edukasi, pelatihan dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan di desa soropia dengan target kelompok PKK desa Soropia. Pelatihan ini membuat masyarakat dapat mengetahui dan memahami bagaimana cara pembuatan teh kombucha dengan tambahan tanaman herbal sebagai minuman kesehatan yang dapat dijadikan produk. Hasil pelatihan dan wawancara setelah dilakukan pengabdian pembuatan teh kombucha, seluruh peserta memahami materi yang diberikan dengan hasil jawaban hampir 30 peserta menjawab kuesioner dengan benar. Setelah pelatihan, peserta dapat membuat teh kombucha dengan tambahan jahe secara mandiri dirumah.
Pendampingan Proyek P5 Kebhinekaan melalui Festival Budaya di SMP Swasta Sultan Agung Pematangsiantar Dharma, Edy; Sihombing, Humiras Betty Marlina; Gultom, Syawal; Sherly, Sherly
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2258

Abstract

This community engagement program aimed to strengthen the Pancasila Student Profile (P5) through the Bhinneka Tunggal Ika (Unity in Diversity) theme at SMP Swasta Sultan Agung, Pematangsiantar. Implemented in September and October 2023 with mentoring for 444 students, the project showcased traditional houses, culinary products, and ethnic fashion to celebrate Indonesia’s cultural diversity. Methods included project design workshops, group mentoring, participant observation, artifact documentation, and reflective sessions. Findings indicate high student engagement, increased knowledge of cultural diversity, and strengthened tolerance and patriotism. The discussion highlights that contextual, authentic, and collaborative project design effectively nurtures P5 elements under the Bhinneka Tunggal Ika theme. We recommend enhancing authentic assessment tools (rubrics for attitudes/ products) and facilitator training to scale up the program. Structured and contextualized culture-based mentoring effectively internalizes diversity values and boosts students’ love for Indonesia.ABSTRAKKegiatan pengabdian ini bertujuan menguatkan profil pelajar Pancasila melalui tema Bhinneka Tunggal Ika di SMP Swasta Sultan Agung Pematangsiantar. Latar belakang kegiatan bertumpu pada implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka yang mendorong pembelajaran lintas disiplin berbasis projek untuk menumbuhkan kompetensi dan karakter sesuai nilai Pancasila (beriman, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, kreatif). Projek dilaksanakan selama September dan Oktober 2023 dengan pendampingan intensif pada 444 siswa, berfokus pada pameran produk rumah adat, makanan adat, dan fashion pakaian adat sebagai wahana mengapresiasi keragaman budaya Indonesia. Metode pengabdian meliputi perancangan modul kegiatan, pendampingan kelompok, observasi-partisipan, dokumentasi karya, dan refleksi terstruktur di akhir kegiatan. Hasil menunjukkan keterlibatan siswa yang tinggi, peningkatan pengetahuan tentang keberagaman budaya, serta penguatan sikap toleransi dan kecintaan terhadap tanah air. Diskusi menggarisbawahi bahwa desain projek yang kontekstual, autentik, dan menonjolkan kolaborasi lintas kelompok efektif menumbuhkan elemen-elemen Bhinneka Tunggal Ika pada P5. Kegiatan ini merekomendasikan penguatan instrumen asesmen autentik (rubrik sikap/ produk) dan pelatihan fasilitator untuk replikasi pada satuan pendidikan lain. Pendampingan projek budaya yang terstruktur dan kontekstual efektif menginternalisasi nilai kebhinekaan dan meningkatkan kecintaan siswa pada Indonesia. Rangkaian langkah dan perangkat yang disajikan dapat diadaptasi sesuai karakteristik sekolah dan daerah.
EDUKASI PENGGUNAAN AI DAN MEDIA SOSIAL YANG BIJAK UNTUK MENCEGAH PERILAKU MENYIMPANG Ilmi, Miftahul; Syofiawan, Doni; Situmorang, Robert
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2207

Abstract

The rapid growth of artificial intelligence (AI) and social media during the Fourth Industrial Revolution has influenced adolescent behavior, offering learning opportunities but also increasing risks of digital manipulation, harmful content, and privacy violations. Observations at SMP Permata Harapan 1 Batam revealed low digital literacy and ethical awareness, prompting the need for an educational intervention. This community service program (PKM), held on October 17, 2025, involved 128 students through needs assessment, module preparation, interactive theory sessions, and practical case analysis, evaluated using pre-tests, post-tests, and behavioral observations. Results showed a notable improvement in students’ understanding of AI, digital ethics, and data privacy, with an average increase of 28.5% and visible positive changes in online behavior. These findings demonstrate that integrating digital literacy and AI ethics effectively strengthens adolescents’ moral awareness, emphasizing the importance of embedding AI ethics within school curricula.ABSTRAKRevolusi Industri 4.0 mendorong peningkatan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan media sosial di kalangan remaja, yang meskipun memberi manfaat edukatif, juga membuka potensi perilaku menyimpang seperti manipulasi digital, penyebaran konten negatif, dan pelanggaran privasi. Observasi di SMP Permata Harapan 1 Batam menunjukkan rendahnya literasi digital dan etika penggunaan teknologi, sehingga diperlukan intervensi edukatif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan pada 17 Oktober 2025 dengan melibatkan 128 siswa kelas VIII dan IX melalui tahapan asesmen kebutuhan, penyusunan modul, penyampaian materi teori dengan media interaktif, serta praktik analisis kasus digital yang kemudian dievaluasi menggunakan pre-test, post-test, dan observasi sikap. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konsep AI, etika digital, dan keamanan data pribadi dengan rata-rata peningkatan 28,5%, disertai perubahan perilaku seperti meningkatnya kehati-hatian dalam berbagi konten dan berkurangnya manipulasi digital. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi berbasis literasi digital dan etika AI efektif meningkatkan kesadaran moral serta perilaku digital remaja, sehingga integrasi etika AI ke dalam kurikulum sekolah menjadi sangat penting untuk membangun budaya digital yang sehat, aman, dan bermoral.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DALAM PENGELOLAAN EKOWISATA BERBASIS KOMUNITAS DI PULAU KOSIOK Iskandar, Iskandar; Putra, Eka; Hendra, Teguh; Anuar, Saiful; Aziz, Abdul; Mardan, J Ardan
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2217

Abstract

This community service activity was carried out with the aim of providing intensive assistance to members of the Tourism Awareness Group (POKDARWIS) in Muara Jalai Village, North Kampar District, Kampar Regency, related to ecotourism management. This assistance included socialization, training, and evaluation of local resource potential. The methodology applied in this activity was direct socialization to the community. The main target of this community service activity was POKDARWIS members who were actively involved in the management of the tourist village. Group members were provided with training, socialization, assistance, and empowerment programs in order to optimize ecotourism management. The results of the community service show high motivation among members of the tourism awareness group in designing ecotourism management strategies, developing facilities according to needs, maintaining tourism assets, and promoting and empowering the economy of the community around tourist attractions.ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pendampingan intensif kepada anggota Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) di Desa Muara Jalai, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar, terkait tata kelola ekowisata. Pendampingan ini mencakup kegiatan sosialisasi, pelatihan, serta evaluasi potensi sumber daya lokal. Metodologi yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi langsung kepada masyarakat. Sasaran utama kegiatan pengabdian ini adalah anggota POKDARWIS yang secara aktif terlibat dalam pengelolaan desa wisata. Anggota kelompok diberikan pembekalan berupa pelatihan, sosialisasi, pendampingan, serta program pemberdayaan dalam rangka optimalisasi pengelolaan ekowisata. Hasil pengabdian menunjukkan adanya motivasi yang tinggi dari anggota kelompok sadar wisata dalam merancang strategi pengelolaan ekowisata, pengembangan fasilitas sesuai kebutuhan, pemeliharaan aset wisata, serta promosi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar objek wisata.
PROGRAM EDUKASI KOMUNIKASI DAN SELF-AWARENESS BAGI PERAWAT UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN PASIEN DI KABUPATEN KARAWANG Suryani, Lilis
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2055

Abstract

This community service research aims to enhance the effective communication and self-awareness competencies of nurses in Karawang Regency to optimize patient care. The program's urgency stems from a finding that nurses have not fully embraced these non-technical skills, which are crucial for patient safety. A two-day interactive training method, involving lectures, discussions, and programmed simulations, was implemented for 143 nurses. Evaluation results showed a significant increase in nurses' knowledge, with the average pre-test score of 63.5 rising to 87.8 on the post-test. Participant satisfaction was also very high, with 92% rating the material's relevance. The conclusion indicates that this training is effective in improving the capacity of nurses, directly contributing to more humane and safer nursing services.ABSTRAKPenelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi efektif dan kesadaran diri (self-awareness) perawat di Kabupaten Karawang untuk optimalisasi pelayanan pasien. Urgensi dari program ini didasari oleh temuan bahwa perawat belum sepenuhnya memahami dan menerapkan keterampilan non-teknis ini, yang krusial untuk keselamatan pasien. Metode pelatihan interaktif selama dua hari, yang melibatkan ceramah, diskusi, dan simulasi terprogram, diterapkan kepada 143 perawat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan perawat, dengan rata-rata skor pra-tes 63,5 naik menjadi 87,8 pada pasca-tes. Tingkat kepuasan peserta juga sangat tinggi, mencapai 92% untuk relevansi materi. Kesimpulan menunjukkan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kapasitas perawat, yang berkontribusi langsung pada mutu pelayanan keperawatan yang lebih humanis dan aman.
Edukasi Swamedikasi Demam pada Masyarakat di Area Car Free Day (CFD) Kota Solo Septiana, Rita; Patandung, Rosliana; Ling, Shio; Apot, Kornelia Bariat; Lizyanda, Gemil; Vivin, Amilia
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2287

Abstract

Fever was a condition in which body temperature rose above the normal limit as a result of the body’s response to infection or an inflammatory process. This condition often served as an early symptom of various diseases and became one of the most common reasons people performed self-medication using over-the-counter (OTC) drugs. However, the use of medication without sufficient knowledge led to dosage errors, adverse drug reactions, and delays in receiving proper medical treatment. This community service activity aimed to increase public knowledge and awareness regarding safe and rational fever management through educational activities during the Car Free Day (CFD) event in Solo City, Central Java. The activity was conducted on May 11, 2025, along Slamet Riyadi Street and was attended by 30 participants from various backgrounds, including students, housewives, and workers. The implementation methods included direct counseling, distribution of educational leaflets, and interactive discussions about the causes of fever, the use of antipyretics such as paracetamol and ibuprofen, as well as non-pharmacological treatments such as adequate rest, sufficient fluid intake, and warm compresses. The results of the activity showed an increase in participants’ understanding of the proper use of medicines and their awareness of consulting healthcare professionals if the fever did not improve. This activity proved that public health education in open spaces could effectively improve medicine literacy and encourage safer and more responsible self-medication behavior in the community.ABSTRAKDemam merupakan suatu kondisi ketika suhu tubuh meningkat melebihi batas normal akibat adanya respons tubuh terhadap infeksi atau proses peradangan. Kondisi ini sering kali menjadi gejala awal dari berbagai penyakit dan menjadi salah satu alasan paling umum masyarakat melakukan swamedikasi menggunakan obat bebas (Over-The-Counter/OTC). Namun, penggunaan obat tanpa pengetahuan yang memadai dapat menyebabkan kesalahan dosis, reaksi obat yang merugikan, serta keterlambatan dalam mendapatkan perawatan medis yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai cara penanganan demam secara aman dan rasional melalui kegiatan edukasi pada acara Car Free Day (CFD) di Kota Solo, Jawa Tengah. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 Mei 2025 di sepanjang Jalan Slamet Riyadi dan diikuti oleh 30 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar, ibu rumah tangga, dan pekerja. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan langsung, pembagian leaflet edukatif, serta diskusi interaktif mengenai penyebab demam, cara penggunaan antipiretik seperti paracetamol dan ibuprofen, serta penanganan nonfarmakologis seperti istirahat cukup, konsumsi cairan yang adekuat, dan kompres hangat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap penggunaan obat yang benar serta kesadaran untuk berkonsultasi ke tenaga kesehatan bila demam tidak membaik. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan di ruang publik dapat secara efektif meningkatkan literasi obat dan mendorong perilaku swamedikasi yang lebih aman dan bertanggung jawab di masyarakat.
Pelatihan Dasar Pengolahan Data Statistik Menggunakan SPSS untuk Mendukung Tugas Akhir Mahasiswa Indriyani, Dwi Ayu; Kuncoro, Fajar Dwi; Rohmah, Rofiqoh Nur; Sitompul, Chrisan Natalia; Lestari, Ayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2275

Abstract

This training served as a practical implementation of the theoretical concepts learned by students during their coursework, aimed at supporting a more applied learning process. The training employed a combination of Problem-Based Learning (PBL) and Focus Group Discussion (FGD) methods to encourage active, collaborative, and contextual learning. The activity was attended by 32 students from various universities in East Surabaya. The results showed that 22 participants (68.75%) achieved scores above the Minimum Mastery Criteria (KKM ? 60), with significant improvement observed in both logical aspects (conceptual understanding) and technical aspects (SPSS operation skills). The integration of PBL and FGD proved effective in enhancing students’ critical thinking, analytical ability, and practical skills in statistical data processing. Overall, this activity contributed to improving technological literacy and students’ readiness in developing scientific papers based on valid and reliable data.ABSTRAKPelatihan ini merupakan bentuk penerapan praktis dari teori yang telah diperoleh mahasiswa selama perkuliahan untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih aplikatif. Metode pelatihan yang digunakan mengintegrasikan Problem Based Learning (PBL) dan Focus Group Discussion (FGD) guna mendorong pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan kontekstual. Kegiatan ini diikuti oleh 32 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Surabaya Timur. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa 22 peserta (68,75%) berhasil mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ? 60), dengan peningkatan yang signifikan pada aspek logis (pemahaman konsep) maupun aspek teknis (pengoperasian SPSS). Penerapan kombinasi metode PBL dan FGD terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, serta keterampilan praktis mahasiswa dalam pengolahan data statistik. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan literasi teknologi dan kesiapan mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah berbasis data yang valid dan ilmiah.

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 3 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 2 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 1 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 6 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 5 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 4 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 3 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 2 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 1 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 6 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 5 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 4 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 3 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 2 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 1 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 2 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 1 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan More Issue