cover
Contact Name
Tarmiji Siregar
Contact Email
mijisiregar@gmail.com
Phone
+6285275356446
Journal Mail Official
assingkily27@gmail.com
Editorial Address
Jln. Willem Iskandar Ps. V, Medan Estate 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
PEMA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27769305     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
PEMA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian kepada Masyarakat Aim and focus scope journal 1. Education 1. Community service and Digital Technology in Education
Articles 248 Documents
Pengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam Arbeni, Wawan; Yani, Ade Najira; Bilbina, Alzaiti; Naomira, Dinda; Bagaskara, Muhammad Katon; Syahrapi, Ridho Bayu
PEMA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i2.1352

Abstract

Pendidikan merupakan sebuah sarana dalam rangka untuk menumbuhkembangkan kemampuan individu supaya nantinya bisa menjadi individu yang mempunyai iman, taqwa, perilakukreatif dan mandiri. Pengembangan kegiatan ekstrakurikuler penting untuk dilakukan, karena kegiatan intrakurikuler di rasa masih kurang dalam mengembangkan potensi peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Sejauh mana Pengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam terlaksana. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan tahapan penentuan tema, pencarian, penyeleksian literatur, analisis dan interpretasi, penyusunan draf, dan diseminasi hasil. Pada penelitian yang dilakukan menggunakan 8 artikel dari seleksi 13 kajian pada tiga hal yaitu kondisi dan pelaksanaan, tantangan, dan strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kegiatan ekstrakurikuler PAI mencakup pengajian, shalat berjamaah, kegiatan sosial, dan kompetisi keagamaan. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya, minat siswa yang rendah, dan kurangnya dukungan dari pihak sekolah dan masyarakat menghambat efektivitas program. Untuk meningkatkan partisipasi siswa, diperlukan strategi seperti pengembangan kurikulum yang relevan, peningkatan kualitas pembina, serta kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat.
Enhancing Understanding Through Conversation in English Language Learning Among University Students Nisa, Naila Halwatun; Asti, Dwi; Pulungan, Gyan Suhaimi; Lubis, Yani
PEMA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i2.1384

Abstract

The ability to comprehend English functionally remains a challenge for many university students in Indonesia. Although students often acquire theoretical knowledge such as grammar and vocabulary, they frequently struggle with understanding real-life conversational contexts. This study aims to examine how the conversation approach helps build students’ comprehension in English language learning. Using a qualitative method with a case study approach, data were collected through observation, interviews, and documentation from final-year students at a university. The findings reveal that active engagement in conversation activities significantly improves students’ contextual understanding, self-confidence, and critical thinking skills. These results are supported by key learning theories such as Communicative Language Teaching (Savignon), Affective Filter Hypothesis (Krashen), Socio-Cultural Theory (Vygotsky), and Experiential Learning Theory (Kolb). Moreover, conversation fosters a more humanistic, participatory, and contextually relevant learning environment. Therefore, integrating conversation methods into English instruction in higher education is highly recommended as a strategy to enhance deep and applicable language comprehension.
The Use of Gerunds and Reported Speech in Academic and Informal Texts Anas Nst, Syarifah; Pasaribu, Nur Saniyah; Irhamuddin, Irhamuddin; Lubis, Yani
PEMA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i2.1386

Abstract

This study aims to examine the use of gerund and reported speech in academic and nonformal texts, as well as to identify common errors in their usage. Using a literature review approach, data were analyzed from various sources such as academic journals, grammar books, and related research articles. The findings indicate that gerunds are widely used as subjects, objects, or complements in both formal and informal contexts, while reported speech plays a key role in conveying indirect information in a formal and structured manner. However, several common errors were found, including incorrect tense shifts, pronoun usage, and sentence structure transformations. These findings imply the need for contextual and practice-oriented grammar instruction to help learners understand and apply these grammatical forms accurately across diverse communication settings.
Penerapan Teknik Assertif Training untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi di kelas X KI 2 SMK Negeri 3 Medan Tampubolon, Camelia; Syaimi, Khairina Ulfa; Nurlaili, Nurlaili; Harahap, Riska Nurjannah
PEMA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i2.1390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa kelas X KI 2 SMK Negeri 3 Medan melalui penerapan teknik assertive training dalam layanan bimbingan kelompok. Permasalahan utama yang dihadapi adalah kurangnya kepercayaan diri siswa dalam menyampaikan pendapat, yang berdampak pada partisipasi mereka dalam kegiatan pembelajaran. Teknik assertive training dipilih karena mampu melatih individu untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan pendapat secara terbuka tanpa melanggar hak orang lain. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Layanan (PTL) dengan dua siklus. Hasil observasi menunjukkan peningkatan signifikan dari siklus pertama ke siklus kedua, yaitu dari 90% menjadi 97% dalam hal efektivitas pelaksanaan. Hasil ini membuktikan bahwa penerapan assertive training dalam bimbingan kelompok efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi siswa.
Pengaruh Layanan Konseling Individual dengan Menggunakan Pendekatan Person Centered Therapy Untuk Meningkatkan Etika Komunikasi Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Medan Utami, Ririn Dessy; Saragih, Nurul Azmi; Dewi, Ratna Sari; Harahap, Azur Aini
PEMA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i2.1392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling individual dengan menggunakan pendekatan Person Centered Therapy dalam meningkatkan etika komunikasi pada siswa kelas VII SMP Negeri 4 Medan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan siswa dalam menerapkan etika komunikasi, seperti berbicara tanpa sopan santun, tidak menghargai pendapat orang lain, serta kesulitan mengendalikan emosi saat berinteraksi. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tiga sesi layanan konseling individual. Pendekatan Person Centered Therapy, yang dikembangkan oleh Carl Rogers, digunakan untuk menciptakan hubungan konseling yang empatik, kongruen, dan menerima tanpa syarat. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi, catatan konseling, dan angket etika komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan dalam perilaku komunikasi siswa setelah mengikuti layanan konseling individual. Pada siklus I, siswa mulai menunjukkan kesadaran terhadap pentingnya komunikasi yang sopan, meskipun masih terdapat ketidakkonsistenan dalam penerapan. Pada siklus II, melalui simulasi dan latihan komunikasi yang lebih intensif, siswa menunjukkan pola komunikasi yang lebih santun, terstruktur, dan empatik, baik dalam interaksi formal maupun informal. Dengan demikian, layanan konseling individual berbasis Person Centered Therapy terbukti efektif dalam membentuk sikap komunikasi etis siswa dan dapat dijadikan sebagai strategi intervensi dalam meningkatkan karakter sosial siswa di sekolah.
Efektivitas Layanan Konseling Individual dalam Mengatasi Kecemasan Akademik pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Medan Harahap, Riska Nurjannah; Saragih, Nurul Azmi; Dewi, Ratna Sari; Rahmadani, Atika
PEMA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i2.1393

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas layanan konseling individual dalam mengurangi kecemasan akademik pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Medan. Subjek penelitian berjumlah tiga orang siswa yang dipilih melalui asesmen awal dengan indikator kecemasan akademik tinggi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi angket kecemasan akademik, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan signifikan skor kecemasan akademik setelah diberikan intervensi berupa layanan konseling individual. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan konseling individual efektif dalam membantu siswa mengelola kecemasan akademik dan meningkatkan kesiapan belajar mereka.
Keterbukaan Diri Siswa Agama Minoritas di SMAN 1 Kejuruan Muda Taufiq, Muhammad; Dewi, Ika Sandra; Nurjannah, Nurjannah; Harahap, Apriani
PEMA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i2.1394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keterbukaan diri siswa beragama minoritas di SMAN 1 Kejuruan Muda dan faktor-faktor yang menyebabkan ketidakmampuan mereka dalam melakukan keterbukaan diri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, melibatkan enam siswa kelas XI beragama minoritas (Kristen dan Buddha). Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara, dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya dua dari enam siswa yang mampu melakukan keterbukaan diri. Sisanya mengalami hambatan seperti kurang percaya diri, tidak terbiasa mengungkapkan perasaan, dan pengalaman traumatis seperti broken home dan perundungan. Temuan ini menunjukkan bahwa keterbukaan diri bukan ditentukan oleh status agama minoritas, melainkan faktor psikologis dan pengalaman individu.
Meningkatkan Pemahaman Siswa dalam Menjaga Etika Pergaulan dengan Menggunakan Teknik Sosiodrama Melalui Layanan Bimbingan Klasikal Sinambela, Sanny Greace; Dewi, Ika Sandra; Dewi, Ratna Sari; Ardiana, Ardiana
PEMA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i2.1395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai etika pergaulan melalui layanan bimbingan klasikal dengan teknik sosiodrama. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya pemahaman etika pergaulan siswa, yang ditunjukkan oleh tingginya frekuensi perilaku tidak etis dalam lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus pada siswa kelas VII-10 SMP Negeri 4 Medan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pada kondisi awal, sebanyak 22 siswa (73,3%) berada dalam kategori pemahaman etika pergaulan rendah, 8 siswa (26,7%) dalam kategori sedang, dan tidak ada yang berada di kategori tinggi. Setelah tindakan pada siklus I, jumlah siswa dalam kategori rendah menurun menjadi 15 (50%), kategori sedang tetap 8 (26,7%), dan kategori tinggi meningkat menjadi 7 siswa (23,3%). Pada siklus II, hasilnya semakin membaik: siswa dalam kategori rendah menjadi 0, kategori sedang menjadi 7 (23,3%), dan kategori tinggi meningkat menjadi 23 siswa (76,7%). Hasil ini menunjukkan bahwa teknik sosiodrama efektif dalam membentuk pemahaman dan kesadaran siswa akan pentingnya etika dalam berperilaku sosial. Oleh karena itu, teknik sosiodrama direkomendasikan untuk digunakan dalam layanan bimbingan klasikal sebagai strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan pendidikan karakter di sekolah.
Penerapan Teknik Untung Rugi Dalam Mengurangi Kecanduan Menonton Drama Korea dalam Konseling Individu Siswa Kelas X di SMK Negeri 3 Kota Medan Putri, Amalia Rahma; Syaimi, Khairina Ulfa; Nurlaili, Nurlaili; Khairani, Rhiza
PEMA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i2.1396

Abstract

Fenomena Korean Wave (Hallyu), khususnya Drama Korea (K-Drama), telah menyebar luas berkat kemajuan teknologi, memengaruhi berbagai kalangan di Indonesia, terutama remaja. Meskipun populer sebagai hiburan, kegemaran berlebihan terhadap K-Drama dapat menimbulkan kecanduan yang berdampak negatif pada aspek kehidupan siswa, seperti penurunan prestasi akademik, gangguan tidur, dan kelalaian tanggung jawab. Studi kasus pada siswa berinisial K di SMKN 3 Medan menunjukkan bahwa kecanduan ini bahkan berujung pada penyitaan gawai oleh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kecanduan menonton Drama Korea pada siswa melalui konseling individu dengan menerapkan teknik untung rugi. Menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Layanan (PTL), data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, angket, dan wawancara, dengan kolaborasi dari guru BK. Hasil penelitian yang dilaksanakan dalam tiga siklus menunjukkan penurunan signifikan tingkat kecanduan pada subjek. Siklus pertama berfokus pada peningkatan kesadaran siswa tentang dampak negatif kecanduan. Siklus kedua membantu siswa mengatasi pemikiran irasional. Puncaknya pada siklus ketiga, penguatan perilaku positif diberikan melalui kontrak perilaku berbasis teknik untung rugi. Pasca-intervensi, siswa K menunjukkan perubahan positif yang nyata, meliputi durasi menonton yang lebih terkontrol, peningkatan pola tidur dan energi, alokasi waktu yang lebih baik untuk belajar dan hobi, serta perasaan yang lebih positif. Selain itu, siswa juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik tentang pemicu kecanduan dan strategi pengelolaannya. Disimpulkan bahwa penerapan teknik untung rugi dalam konseling individu efektif dalam membantu siswa mengurangi kecanduan menonton Drama Korea. Penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya pemberian informasi rasional untuk optimalisasi penerimaan dan penerapan teknik oleh klien.
Upaya Mengurangi Stress Akademik Dengan Penerapan Teknik Relaksasi dalam Layanan Konseling Kelompok di UPT SPF SMP Negeri 1 Tanjung Morawa Fatanah, Amrina; Siregar, Nurhafni; Violina, Erwita Ika; Wahyuni, Selvia
PEMA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i2.1397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi stres akademik siswa melalui layanan konseling kelompok dengan penerapan teknik relaksasi. Penelitian dilaksanakan di SMPN 1 Tanjung Morawa dengan subjek delapan siswa kelas IX yang menunjukkan gejala stres akademik, seperti kecemasan, kurang motivasi belajar, dan ketidakpercayaan diri. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Layanan yang dilakukan dalam empat siklus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, angket, dan wawancara. Setiap siklus mencakup tahapan pembukaan, peralihan, kegiatan inti, dan pengakhiran yang secara konsisten diterapkan untuk membentuk dinamika kelompok yang suportif. Teknik relaksasi seperti pernapasan dalam dan relaksasi otot progresif diperkenalkan dan dilatihkan dalam setiap sesi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada penurunan tingkat stres akademik siswa, yang ditunjukkan dengan peningkatan skor proses dan hasil tindakan pada tiap siklus. Siklus pertama hingga keempat masing-masing menunjukkan peningkatan hasil tindakan dari 38% menjadi 85%. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi antara konseling kelompok dan teknik relaksasi efektif dalam membantu siswa mengelola stres akademik secara adaptif.