cover
Contact Name
Muh. Nasir
Contact Email
perahubima@gmail.com
Phone
+6285253506723
Journal Mail Official
perahubima@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pemuda No. 65 RT.003 RW.001 Kel. Penataoi Kec. Mpunda, Kota Bima, NTB
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 28288424     EISSN : 2828819X     DOI : https://doi.org/10.55784/jompaabdi
JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat menerbitkan artikel hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam berbagai bidang untuk membantu dosen, guru, perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dalam meningkatkan keilmuan, inovasi, maupun kesejahteraan. Terbit tiap bulan Maret, Juni, September dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 379 Documents
Peningkatan Produktivitas UMKM Binaan Baznas Microfinance Sawojajar melalui Fintech Syariah Andro Agil Nur Rakhmad; Eliza Silviana Miftakh; Devita Maulina Putri; Hanjar Ikrima Nanda
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i2.2943

Abstract

UMKM merupakan sektor ekonomi strategis yang berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, namun masih menghadapi kendala akses pembiayaan dan literasi keuangan. BAZNAS Microfinance Desa (BMD) hadir sebagai lembaga intermediasi keuangan syariah yang memberikan pendampingan dan pembiayaan mikro kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan produktivitas UMKM binaan BMD Sawojajar melalui pelatihan pemanfaatan teknologi finansial (fintech) berbasis syariah sebagai upaya digitalisasi tata kelola usaha. Metode pengabdian dilakukan melalui sosialisasi, pendampingan bisnis, demonstrasi aplikasi fintech syariah, serta evaluasi perkembangan usaha. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan omzet rata-rata sebesar 28% setelah tiga bulan dibandingkan periode sebelumnya, serta efisiensi transaksi usaha setelah memanfaatkan layanan fintech syariah dengan melibatkan 30 pelaku UMKM binaan BAZNAS Microfinance Desa.
Kampanye Gizi Seimbang sebagai Pencegahan Masalah Gizi Siswa SMAN 1 Tabukan Utara Astri Juwita Mahihody; Jelita Siska Herlina Hinonaung; Meityn Disye Kasaluhe; Mareike Doherty Patras; Grace Angel Wuaten; Youdy L. L Kawengian
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i2.3048

Abstract

Pergeseran paradigma masyarakat yang dipengaruhi oleh akselerasi teknologi telah menciptakan tuntutan akan efisiensi di berbagai aspek kehidupan. Hal ini berdampak pada kecenderungan remaja dalam mengonsumsi fast food yang dinilai lebih praktis, ekonomis, dan higienis. Permasalahan utama yang ditemukan pada siswa SMAN 1 Tabukan Utara adalah minimnya pengetahuan mengenai konsep Gizi Seimbang. Mayoritas siswa masih mengabaikan pentingnya proporsi zat gizi yang masuk ke dalam tubuh mereka. Selain itu, belum adanya program edukasi gizi yang masif, terjadwal, dan terstruktur di lingkungan SMAN 1 Tabukan Utara. Adapun solusi yang ditawarkan: berupa pelaksanaan Kampanye Gizi Seimbang yang interaktif. Pengabdian ini dilaksanakan di SMA 1 Tabukan Utara yang meliputi seluruh siswa kelas 10-12, yang berjumlah 75 orang. Adapun tahapan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan tahap evaluasi berupa analisis pre-test dan post-test serta persentase peningkatan pengetahuan. Setelah dilakukan kampanye, rerata skor pengetahuan siswa meningkat dari 65,5 menjadi 80.5. Dengan demikian, kampanye sadar gizi seimbang efektif meningkatkan pengetahuan siswa. Oleh karena itu, diharapkan pihak sekolah dapat mengintegrasikan program edukasi gizi ini secara berkelanjutan, misalnya melalui optimalisasi peran Unit Kesehatan Sekolah (UKS) atau Kader Kesehatan Remaja sekolah. Selain itu, disarankan diadakan pemantauan status gizi (pengukuran TB dan BB) secara berkala minimal setiap semester.
Edukasi Pemanfaatan Biomassa Menjadi Arang dan Briket Skala Rumah Tangga Menggunakan Reaktor Double Barrel Petrus Setya Murdapa; Theresia Liris Windyaningrum; Leo Eladisa Ganjari; Chatarina Dian Indrawati
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i2.3070

Abstract

Sampah organik kering seperti serpihan kayu, bambu, ranting, dan daun kering masih banyak dijumpai di lingkungan permukiman, tetapi pemanfaatannya sebagai sumber energi alternatif belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah biomassa menjadi arang menggunakan reaktor double barrel serta memanfaatkannya sebagai bahan baku briket. Kegiatan dilaksanakan pada 3 September 2025 di RW 11 Kelurahan Taman, Kecamatan Taman, Kota Madiun melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik pembuatan arang dan briket, serta diskusi interaktif. Reaktor terdiri atas dua tabung koaksial, yaitu tabung bagian dalam sebagai ruang pirolisis dan tabung luar sebagai ruang pembakaran. Sebanyak 10 peserta yang terdiri atas 6 ibu rumah tangga, 3 bapak-bapak, dan 1 Ketua RW mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Hasil uji coba menunjukkan bahwa reaktor mampu menghasilkan arang dari biomassa bambu, meskipun masih menghasilkan asap dalam jumlah cukup banyak akibat kadar air biomassa dan bahan bakar yang belum benar-benar kering. Berdasarkan hasil evaluasi, dilakukan modifikasi reaktor dengan menambahkan ventilasi udara pada tabung luar untuk meningkatkan suplai oksigen sehingga proses pembakaran menjadi lebih sempurna dan produksi asap berkurang. Demonstrasi pembuatan briket juga memperoleh respons positif karena peserta dapat mempraktikkan secara langsung proses pencampuran, pencetakan, dan pengeringan briket. Kegiatan ini menunjukkan bahwa reaktor double barrel merupakan teknologi tepat guna yang sederhana, mudah dibuat, dan mudah dioperasikan pada skala rumah tangga. Penerapan teknologi ini berpotensi mendukung pengelolaan limbah biomassa yang lebih produktif, menghasilkan bahan bakar alternatif yang bernilai ekonomi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan limbah secara ramah lingkungan.
Implementasi Edukasi Topical Aplikasi Fluor dan Fissure Sealant sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Gigi dan Mulut Henny Febriani Febriani; Wirza Wirza; Amiruddin Amiruddin; Reca Reca
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i2.3112

Abstract

Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada anak usia sekolah sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif yang berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak usia sekolah mengenai pencegahan karies melalui edukasi aplikasi fluor dan fissure sealant. Metode pengabdian dilaksanakan melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi, diskusi, serta evaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Kegiatan ini dilalukan pada siswa sekolah dasar yang berjumlah 52 responden. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan Post-test pemberian edukasi aplikasi topical fluor dan fissure sealant dengan nilai Z= -6,150 dengan p-Value <0.001 yang artinya skor pengetahuan setelah intervensi lebih tinggi dibandingkan sebelum intervensi. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa edukasi yang diterapkan efektif dalam meningkatkan pengetahuan responden mengenai pencegahan karies gigi. Program edukasi serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan di sekolah dan diintegrasikan dengan program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) agar peningkatan pengetahuan dapat dipertahankan dan diikuti dengan perubahan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi serta penurunan kejadian karies pada anak usia sekolah.
Edukasi dan Pemberdayaan Remaja Putri dalam Penanganan Dismenorea di SMAN 1 Sukadana Lampung Timur Tahun 2025 Indah Trianingsih; Marlina Marlina; Yusari Asih; Nelly Indrasari; Roslina Roslina
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i1.1946

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi penting dari anak-anak menuju dewasa dimana salah satu perubahan penting pada remaja putri adalah terjadinya menstruasi (haid). Namun, tidak sedikit remaja yang mengalami keluhan saat menstruasi, seperti dismenorea atau nyeri haid, yang dapat mengganggu aktivitas belajar, konsentrasi, bahkan kualitas hidup sehari-hari. Menurut WHO (2020), 90% wanita mengalami dismenorea, 10-16% diantaranya menderita dismenorea parah. Menurut BRIN (2024), angka kejadian dismenorea pada wanita usia produktif berkisar antara 45%-95% dengan prevalensi 60%-75% pada remaja. Berdasarkan pra survey di SMAN 1 Sukadana Lampung Timur dari 10 siswi, hanya 4 siswi yang mengetahui cara penanganan dismenorea. Oleh karena itu tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pendampingan kepada siswi kelas X di SMAN 1 Sukadana mengenai menstruasi, dismenorea dan  penanganannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik dan telah dilaksanankan hari kamis tanggal 12 Juni 2025 di SMAN 1 Sukadana Lampung Timur dengan dihadiri 40 siswi. Hasil yang didapat adalah meningkatnya pengetahuan remaja putri  mengenai menstruasi, dismenorea dan  penanganannya sebesar 12,5% dimana sebelum diberikan edukasi terbanyak pada tingkat pengetahuan kurang dengan jumlah jawaban benar < 50% sebanyak 26 remaja (65%). Setelah diberikan edukasi meningkat terbanyak pada tingkat pengetahuan baik dengan jumlah jawaban bernar >50% sebanyak 31 remaja (77,5%). Diharapkan dengan kegiatan ini para remaja putri khususnya siswi kelas X SMAN 1 Lampung timur dapat meningkat pengetahuannya mengenai dismenorea dan dapat memberdayakan diri dalam menangani dismenorea sehingga tidak mengganggu aktifitas termasuk proses belajar di sekolah.
Upaya Peningkatan Produksi Asi Melalui Edukasi Makanan Laktogogue dan Pijat Oksitosin Pada Ibu Menyusui Di Desa Karang Anyar Lampung Selatan Ika Fitria Elmeida; Wiwin Winarsih; Risneni Risneni; Nurlaila Nurlaila; Nurchairina Nurchairina
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i1.2037

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) yang optimal merupakan faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi serta kualitas hidup ibu dan anak. Namun, tidak sedikit ibu menyusui yang menghadapi kendala dalam produksi ASI sehingga diperlukan intervensi yang tepat, sederhana, dan mudah diaplikasikan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui konsumsi makanan laktogogue serta praktik pijat oksitosin. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui mengenai makanan laktogogue dan teknik pijat oksitosin sebagai strategi mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Metode kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Kegiatan inti dilakukan di Desa Karang Anyar, Lampung Selatan, dengan peserta sebanyak 30 ibu menyusui. Intervensi yang diberikan berupa edukasi makanan laktogogue menggunakan leaflet serta demonstrasi pijat oksitosin yang dipraktikkan secara langsung. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi partisipatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan baik pengetahuan maupun keterampilan peserta. Pengetahuan ibu mengenai makanan laktogogue kategori baik meningkat dari 26,7% menjadi 83,3%, sedangkan keterampilan pijat oksitosin kategori baik meningkat dari 16,7% menjadi 80,0%. Rata-rata skor pengetahuan meningkat sebesar 27,4 poin dan keterampilan meningkat 37,5 poin. Peserta juga menunjukkan antusiasme, rasa percaya diri, dan motivasi lebih tinggi untuk menyusui. Kesimpulannya, edukasi berbasis praktik dengan pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas ibu menyusui, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun psikologis. Program ini dapat menjadi model intervensi sederhana yang berkelanjutan untuk mendukung pencapaian target ASI eksklusif dan mewujudkan Desa Tangguh ASI.
Pelatihan Media Edukatif Wayang Beber Cerita Fabel Sebagai Penguatan Visual-Spatial Intelligence Siswa di SD Negeri Beji Banjarnegara Ageng Pamungkas; Gayuh Styono; Sabrina Putri Aprilaj; Mahendra Vicky
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i1.2147

Abstract

Visual-spatial intelligence merupakan kemampuan siswa untuk berpikir dalam bentuk gambar dan memahami hubungan antar ruang dan bentuk, yang sangat krusial dalam mendukung kemampuan kreativitas dan problem solving dalam bidang seni. Visual-spasial intelligence merupakan salah satu aspek penting dalam media edukatif di sekolah dasar. Wayang beber memiliki unsur yang berkaitan erat dalam meningkatkan Visual-spatial intelligence. Terkait media edukasi, wayang beber memiliki potensi untuk dikembangkan dalam bentuk cerita fabel.  Kegiatan ini bertujuan meningkatkan Visual-spatial intelligence yang berbasis pada pengenalan warisan budaya yaitu wayang beber cerita fabel.Adapun Program pengabdian ini dirancang untuk memberikan pelatihan kepada guru di SD Negeri Beji Banjarnegara dalam membuat media edukatif berbasis warisan budaya. Pelatihan ini mengacu pada hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2024 berkaitan dengan analisis preferensi gaya belajar Visual. Tahapan dari kegiatan pengabdian ini adalah: (1) Tahapan Persiapan (Pra-Kegiatan) terdiri dari koordinasi awal, penyusunan modul pelatihan, dan pembuatan media contoh. (2) Tahapan Pelatihan Media Edukatif (Kegiatan) terdiri dari sesi 1 pemberian materi, sesi 2 studi kasus, dan sesi 3 praktik. (3) Tahapan Evaluasi dan Pelaporan (Pasca-Kegiatan) meliputi formatif dan sumatif. Secara umum tujuan program pengabdian yaitu meningkatnya kompetensi guru dalam merancang media edukatif wayang beber cerita fabel sebagai penguatan visual-spatial intelligence siswa. Target luaran berupa modul pelatihan, karya wayang beber cerita fabel; publikasi jurnal; dan publikasi di media masa online.
Penguatan Gizi Keluarga melalui Edukasi Pemanfaatan Jagung dan Kelor sebagai Cemilan Sehat di Desa Paddinging Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar Vina Purnamasari M; A. Hasrawati; Ririn Ririn; Aztriana Aztriana; Safriani Rahman
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i1.2212

Abstract

Peningkatan kualitas gizi keluarga merupakan salah satu upaya strategis dalam mendukung derajat kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki potensi pangan lokal. Desa Paddinging, Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar, memiliki sumber daya jagung dan daun kelor yang melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas dan belum dikembangkan menjadi produk pangan bernilai gizi tinggi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk memberikan edukasi gizi dan pelatihan pengolahan cemilan sehat berbasis jagung dan kelor kepada ibu PKK. Metode kegiatan meliputi penyuluhan tentang gizi keluarga dan pangan lokal, pelatihan praktik pembuatan Stik Jagung Kelor, pelatihan pengemasan dengan standar higienitas, serta evaluasi menggunakan kuesioner organoleptik dan kelayakan produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pemahaman peserta mengenai pentingnya diversifikasi pangan lokal dan cara mengolahnya menjadi produk bernutrisi. Seluruh peserta mampu mempraktikkan pembuatan produk secara mandiri dengan hasil yang stabil. Penilaian organoleptik oleh 10 responden menunjukkan skor rata-rata 3,51 (kategori sangat baik) dan skor kelayakan 3,66 (kategori sangat layak dipasarkan). Produk dinilai memiliki rasa yang dapat diterima, tekstur renyah, aroma khas kelor yang tidak menyengat, serta kemasan yang menarik. Kegiatan ini efektif meningkatkan pengetahuan gizi, keterampilan teknis, serta motivasi berwirausaha masyarakat, sehingga produk berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan desa Paddinging.
Pelatihan Penggunaan Sistem Pembelajaran Daring (E-Green UHO) pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fisip Universitas Halu Oleo Rasmin Rasmin; Muh. Rijal; La Ode Agus Said; Muhammad Ilham Nur Ikhsan Rintaka; Sarinah Sarinah
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i1.2238

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital mahasiswa melalui pelatihan penggunaan sistem pembelajaran daring e-Green/SPADA UHO sebagai respons terhadap rendahnya pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam memanfaatkan platform pembelajaran digital. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam mengakses, menavigasi, dan mengoptimalkan fitur akademik e-Green, menumbuhkan kemandirian belajar daring, membangun etika digital, serta mendorong sinergi antara mahasiswa dan dosen dalam ekosistem pembelajaran digital. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi perencanaan program, koordinasi dan sosialisasi dengan mitra, pelaksanaan workshop interaktif, serta evaluasi dan tindak lanjut melalui pembentukan Tim Mahasiswa Tutor Sebaya sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa 92% peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai literasi digital, dan 89% telah mampu mengoperasikan fitur-fitur utama e-Green secara mandiri, termasuk pengunggahan tugas, partisipasi forum, dan akses materi perkuliahan. Pelatihan berbasis praktik langsung dan penggunaan media visual terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis, kepercayaan diri, serta kesiapan mahasiswa menghadapi pembelajaran berbasis digital. Adapun rekomendasi dari kegiatan ini mencakup perlunya pelatihan lanjutan, penyusunan modul tutorial digital yang mudah diakses, serta penguatan peran dosen dalam pemanfaatan fitur e-Green agar transformasi pembelajaran digital dapat berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.
Workshop Health Content Creator Bagi Pendidik PAUD Guna Integrasi Konten Kesehatan Dalam Pembelajaran Reni Pawestuti Ambari Sumanto; Octaviany Widyaningsih; Amirul Mukminin; Diana Diana; Kharisma Putri; Pitri Yuliyani; Erny Ermawati
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i1.2451

Abstract

Digitalisasi mengambil peran penting saat ini, kebutuhan penggunaan digital sejak masa anak-anak hingga dewasa sudah tidak menjadi hal yang asing. Tantangan digitalisasi pada anak usia digital antara lain konten yang tidak mendidik dan belum maraknya konten kesehatan. Tujuan pengabdian adalah untuk mempromosikan konten kesehatan kepada pendidik PAUD dengan memfasilitasi pendidik melalui workshop health content creator sehingga promosi kesehatan dapat terintegrasi dalam pembelajaran. Metode yang digunakan dalam rangkaian pengabdian antara lain workshop dan pendampingan yang berlangsung pada bulan Mei hingga Agustus kepada pendidik Raudhatul Athfal se-Kabupaten Temanggung. Selama workshop, pendidik diberikan kesempatan untuk  mengidentifikasi masalah kesehatan yang muncul pada peserta didik. Setelah mengetahui masalah kesehatan, selanjutnya peserta dilatih menjadi konten kreator dengan tahapan menyusun storyboard, memilih gambar, text dan suara, merangkainya menjadi video pembelajaran. Selanjutnya pendampingan dilakukan jarak jauh pada pendidik RA untuk edit video dan mempublikasikan videonya pada akun sosial media masing-masing. Peserta yang berpartisipasi aktif dalam workshop sebanyak 20 orang sedangkan yang dapat menyelesaikan video hingga publish antara lain 14 orang atau 70%, perlu pendampingan berkelanjutan agar seluruh peserta memiliki keterampilan menjadi konten kreator yang handal.