cover
Contact Name
Sita Meiningtyas Perdani Putri
Contact Email
phcjournal21@gmail.com
Phone
+6287899595523
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, Kota Bandar Lampung 52473
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal of Public Health Concerns
ISSN : 27770826     EISSN : 2776592X     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal pengabdian kepada masyarakat dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, kelompok maupun lembaga pendidikan sekolah. Kegiatannya yang diawali dengan survei lapangan dan temuan masalah kesehatan yang dialami oleh masyarakat dan ditindaklanjuti dengan kegiatan berupa penyuluhan kesehatan; pelatihan menuju perilaku hidup bersih dan sehat; peningkatan pengetahuan pengobatan alternatif; dan pengetahuan tentang kebutuhan gizi. Terbit bulan April, Juli, Oktober dan Desember.
Articles 287 Documents
Peningkatan kemampuan kader dalam perawatan luka dan kegawatdaruratan pada ibu pasca melahirkan Marlina, Yani; Anri, Anri; Megawati, Sri Wulan; Situmorang, Roganda; Lengga, Vivop Marti
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 5 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i5.602

Abstract

Background: Postpartum mothers often face problems such as perineal wounds, surgery, and conditions that need to be watched out for. Lack of knowledge about wound care and emergency risks can lead to serious complications that affect maternal health and infant care. Health cadres have an important role in disseminating health information, but are often under-trained in providing appropriate education and support to postpartum mothers. This hinders the dissemination of accurate information, which can lead to inappropriate wound and emergency care, risking postpartum hemorrhage, infection, and embolism. Purpose: To improve the knowledge and skills of health cadres (Posyandu cadres) in providing education on wound care and emergency care for postpartum mothers to reduce the risk of complications. Method: The activity was carried out on November 15, 2024 in Cileunyi Wetan Village, Bandung Regency, attended by 32 cadres. The methods used included lectures, questions and answers, and demonstrations with ppt, leaflet, and video media. Results: Shows that the majority of cadres, 84.4%, managed to achieve a good category after participating in education. The increase from 59.4% before education to 84.4% after receiving education reflects the success of the program in improving cadre competence, educational activities ran smoothly, effectively and conducively. Participants were able to answer questions correctly. It is hoped that cadres who have participated in this activity can pass on information to the wider community, especially postpartum mothers. Conclusion: Community service activities by providing direct education are very effective and have a significant influence on increasing the knowledge, abilities, skills, and self-confidence of posyandu cadre mothers regarding wound care and emergency handling for postpartum mothers. Keywords: Emergency; Health education; Postpartum mothers; Wound care Pendahuluan: Ibu pasca melahirkan sering menghadapi masalah seperti luka perineum, bedah, dan kondisi yang perlu diwaspadai. Kurangnya pengetahuan tentang perawatan luka dan risiko kegawatdaruratan dapat mengakibatkan komplikasi serius yang mempengaruhi kesehatan ibu dan perawatan bayi. Kader kesehatan memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi kesehatan, namun seringkali kurang terlatih dalam memberikan edukasi dan dukungan yang tepat kepada ibu pasca melahirkan. Hal ini menghambat penyebaran informasi akurat, yang dapat menyebabkan penanganan luka dan kegawatdaruratan yang kurang tepat, berisiko menimbulkan perdarahan postpartum, infeksi, dan emboli.   Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan (kader Posyandu) dalam memberikan edukasi perawatan luka dan penanganan kegawatdaruratan pada ibu pasca melahirkan untuk mengurangi resiko komplikasi. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 15 November 2024 di Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung, dihadiri oleh 32 kader. Metode yang digunakan meliputi ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi dengan media ppt, leaflet, dan video. Hasil: Menunjukkan mayoritas kader sebesar 84.4% berhasil mencapai kategori baik setelah mengikuti edukasi. Peningkatan dari sebesar 59.4%% pada sebelum edukasi menjadi sebesar 84.4% pada sesudah mendapatkan edukasi mencerminkan keberhasilan program dalam meningkatkan kompetensi kader, kegiatan edukasi berjalan lancar, efektif dan kondusif. Peserta dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Diharapkan kader yang telah mengikuti kegiatan ini dapat meneruskan informasi kepada masyarakat luas, khususnya ibu pasca melahirkan. Simpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat dengan pemberian edukasi langsung sangat efektif dan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, dan kepercayaan diri ibu kader posyandu mengenai perawatan luka dan penanganan kegawatdaruratan pada ibu pasca melahirkan.
Faktor yang mempengaruhi rendahnya minat ibu terhadap pemilihan alat kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) di PMB Bidan Turinah Sukabumi Anggraeni, Reni; Fatimah, Siti; Panduwita, Panduwita; Hayati, Yulianti
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 5 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i5.684

Abstract

Background: Contraception is an important component in reproductive health services so that it can reduce the risk of death and morbidity in pregnancy. The family planning (KB) program is an effort to regulate the birth of children, the ideal birth distance and age, regulate pregnancy, protection and assistance in accordance with reproductive rights to create a quality family. Intra Uterine Device (IUD) is one of the most effective and safest long-term contraceptives. Purpose: To determine the factors that influence the low choice of intrauterine device (IUD) contraceptives. Method: Analytical descriptive research with a cross-sectional approach conducted at PMB Bidan Turinah, Sukabumi City in January-May 2023. The population of this study was 350 mothers who were active family planning acceptors, with samples taken using a purposive sampling technique of 78 mothers who met the inclusion criteria and exclusion to become a respondent. The instrument used was a questionnaire and the data was processed using SPSS. Univariate and bivariate analysis using the Chi-square test with a significance level of 5% (α=0.05) to observe the relationship between the independent variables (knowledge, attitudes, education and husband's support) and the dependent variable (choice of IUD contraception. Results: Most of the respondents who did not choose IUD had less knowledge, namely 20 (55.6%) with pvalue=0.028. Meanwhile, for the attitude of respondents who did not choose IUD with pvalue=0.033, the majority were in the negative category, 24 (66.7%). Most of the respondents who did not choose the IUD had elementary-middle school education, namely 25 (69.4%) with pvalue=0.061 and the majority of respondents who did not choose the IUD also did not receive support from their husbands, namely 23 (63.9%) with pvalue=0.037. Conclusion: The factors of knowledge, attitude, education and husband's support have a significant influence on mothers' interest in choosing an IUD contraceptive at PMB Bidan Turinah, Sukabumi City. Insufficient knowledge, negative attitudes, low education, and lack of husband's support tend to reduce mothers' interest in choosing IUD as a contraceptive method. Suggestion: Relevant parties can increase public knowledge by providing education about IUD contraception which is part of the success of government programs through the family planning program. Keywords: Husband's Support; Intrauterine device (IUD); Knowledge Pendahuluan: Kontrasepsi merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan reproduksi sehingga dapat mengurangi resiko kematian dan kesakitan dalam kehamilan. Program keluarga berencana (KB) adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Intra Uterine Device (IUD) adalah salah satu alat kontrasepsi jangka panjang yang paling efektif dan aman. Tujuan: Untuk Mengetahui faktor yang mempengaruhi rendahnya pemilihan alat kontrasepsi intra uterine device (IUD). Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di PMB Bidan Turinah Kota Sukabumi pada Januari-Mei 2023. Populasi penelitian ini adalah 350 ibu akseptor KB aktif, dengan sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 78 ibu yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi untuk menjadi responden Instrument yang digunakan kuesioner dan data diolah dengan SPSS. Analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan sebesar 5% (α=0.05) untuk mengamati hubungan antara variabel independen (pengetahuan, sikap, pendidikan, dan dukungan suami) dan variabel dependen (pemilihan alat kontrasepsi IUD. Hasil : Sebagian besar responden yang tidak memilih IUD memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 20 (55.6%) dengan pvalue=0.028. Sedangkan untuk sikap responden yang tidak memilih IUD dengan pvalue=0.033, mayoritas berada dalam kategori negatif sebanyak 24 (66.7%). Sebagian besar responden yang tidak memilih IUD memiliki pendidikan SD-SMP yaitu sebanyak 25 (69.4%) dengan pvalue=0.061 dan sebagian besar responden yang tidak memilih IUD juga tidak mendapatkan dukungan dari suami yaitu sebanyak 23 (63.9%) dengan pvalue=0.037. Simpulan: Faktor pengetahuan, sikap, pendidikan, dan dukungan suami memiliki pengaruh signifikan terhadap minat ibu dalam memilih alat kontrasepsi IUD di PMB Bidan Turinah Kota Sukabumi. Pengetahuan yang kurang, sikap negatif, pendidikan rendah, dan tidak adanya dukungan suami cenderung mengurangi minat ibu untuk memilih IUD sebagai metode kontrasepsi. Saran: Pihak terkait dapat memberikan peningkatan pengetahuan masyarakat dengan mengadakan penyuluhan tentang alat kontrasepsi IUD yang merupakan bagian dalam menyukseskan program pemerintah melalui program keluarga berencana (KB).
Peningkatan pengetahuan tentang kewirausahaan di pondok pesantren Al Firdaus Listyaningsih, Erna; Nuryani, Dina Dwi; Natalina, Natalina; Ulfa, Ade Maria; Oktarina, Devi
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i6.757

Abstract

Background: One of the challenges faced by Indonesia in global competition is improving the quality of its human resources. The formal and non-formal education sectors also have a very significant role in creating its human resources. Islamic boarding schools are one of the Islamic-based educational communities that have developed quite significantly in Indonesia. Islamic boarding schools as educational institutions have long played a role in shaping the character and knowledge of the young generation in Indonesia. The young generation who have received formal education in Islamic boarding schools should be equipped with expertise or at least have entrepreneurial skills as a form of support in providing a quality generation in the future. A generation that has the ability and has an entrepreneurial spirit will greatly assist in achieving economic growth regionally and nationally. In general, there are still many Islamic boarding schools that have not included an entrepreneurship curriculum in their learning system. Purpose: Providing education about entrepreneurship to students with the aim of improving their abilities to become a generation with an entrepreneurial spirit. Method: This community service activity was held in October 2024 at the Al Firdaus Islamic Boarding School in Kemiling Village, Bandar Lampung City with 89 students with the target of the activity to provide education about the importance of entrepreneurship and its benefits. The education provided is knowledge, insight, understanding, literacy about the basic concepts of entrepreneurship related to managing the environment around the Islamic boarding school such as utilizing organic and inorganic waste into something of economic value. Results: Participants gain knowledge in managing the environment related to waste problems and the participants are also enthusiastic in participating in the activities, listening carefully to the material presented, asking questions and having interactive discussions with the service team during the activity until the end. The participants also get comprehensive solutions about entrepreneurship in addition to managing waste in maintaining environmental health. The implementation of the activity went very well and received a good response in the form of ideas and innovations from the participants. Conclusion: Education to increase knowledge about entrepreneurship can develop the spirit of entrepreneurship, increase literacy, competence, and creativity in the mindset of students. Suggestion: Provide entrepreneurial assistance in Islamic boarding schools to improve the spirit, enthusiasm and entrepreneurial competence of the students of the Al Firdaus Islamic Boarding School so that they will get graduates who have more value, especially knowledge about entrepreneurship and managing environmental health. Keywords: Education; Entrepreneurship; Environmental health; Islamic boarding school Pendahuluan: Salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia dalam kompetisi global adalah peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Sektor pendidikan formal dan nonformal juga memiliki peranan yang sangat signifikan terhadap penciptaan sumber daya manusianya. Pondok pesantren (Ponpes) adalah salah satu komunitas pendidikan berbasis Islam yang cukup besar perkembangannya di Indonesia. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang telah lama berperan dalam membentuk  karakter  dan  pengetahuan  generasi  muda  di  Indonesia. Generasi muda yang sudah mendapatkan pendidikan formal dikalangan pondok pesantren sebaiknya dilengkapi dengan keahlian atau setidaknya memiliki ketrampilan kewirausahaan sebagai bentuk dukungan dalam penyediaan generasi berkualitas di masa depan. Generasi yang memiliki kemampuan dan memiliki jiwa kewirausahaan akan sangat membantu pencapaian pertumbuhan ekonomi secara regional maupun nasional. Pada umumnya masih banyak pondok pesantren yang belum memasukkan kurikulum kewirausahaan ke dalam sistem pembelajarannya. Tujuan: Memberikan edukasi tentang kewirausahaan pada santri dengan sasaran meningkatkan kemampuan diri menjadi generasi yang memiliki jiwa entrepreneur. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan pada bulan Oktober 2024 di Ponpes Al Firdaus di Kelurahan Kemiling Kota Bandar Lampung dengan jumlah santri sebanyak 89 santri dengan sasaran kegiatan memberikan edukasi tentang pentingnya kewirausahaan dan manfaatnya. Edukasi yang diberikan adalah pengetahuan, wawasan, pemahaman, literasi tentang konsep dasar wirausaha yang berkaitan dengan mengelola lingkungan sekitar ponpes seperti pemanfaatan sampah organik dan anorganik menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Hasil: Peserta mendapatkan pengetahuan dalam mengelola lingkungan terkait dengan masalah sampah dan para peserta juga antusias mengikuti kegiatan, menyimak dengan baik dari materi yang disampaikan, mengajukan pertanyaan dan diskusi interaktif dengan tim pengabdian selama kegiatan berlangsung sampai akhir. Para peserta juga mendapatkan solusi komprehensif tentang kewirausahaan selain dari mengelola sampah dalam menjaga kesehatan lingkungan. Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan sangat baik dan mendapatkan respon baik berupa munculnya ide dan inovasi dari para peserta. Simpulan: Edukasi peningkatan pengetahuan tentang kewirausahaan dapat mengembangkan semangat jiwa wirausaha, meningkatkan literasi, kompetensi, kreativitas pola pikir para santri. Saran: Memberikan pendampingan kewirausahaan di pondok pesantren  untuk  meningkatkan  jiwa,  semangat  dan  kompetensi  kewirausahaan  para santri Pondok Pesantren Al Firdaus  sehingga  akan mendapatkan lulusan santri yang memiliki  nilai lebih terutama pengetahuan tentang kewirausahaan dan mengelola kesehatan lingkungan.
Edukasi pemberian jus jambu biji merah untuk mencegah anemia pada remaja Mirna, Mirna; Ohorella, Fadjriah; Prianti, Ani Tri
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i6.761

Abstract

Background: Prevention of anemia in adolescents is very important to ensure optimal physical and mental development. Education about a balanced and iron-rich diet, as well as intake of foods containing vitamin C such as red guava juice, can help increase iron absorption and prevent anemia. Red guava juice, which is rich in vitamin C, can be a simple but effective solution to help increase hemoglobin levels and prevent anemia in adolescents. Purpose: To increase knowledge in adolescents about preventing anemia by utilizing red guava juice. Method: This Community Service Activity was carried out on Saturday, August 10, 2024, from 08.00 to 12.00 at SMA Handayani Makassar with 20 participants. Counseling was carried out using the method of material presentation and interactive discussion. Results: Before the counseling activity, 40% of participants understood the relationship between vitamin C consumption and iron absorption. After the counseling activity increased to 85% and showed better understanding of participants than before, and the counseling participants were enthusiastic about starting to consume red guava juice regularly to prevent anemia. In addition, some participants also gained very useful knowledge in implementing a healthy lifestyle. Conclusion: Counseling on providing red guava juice to prevent anemia in adolescents can increase knowledge and understanding of healthy lifestyles among participants. This education succeeded in providing an understanding of the importance of consuming foods that support the formation of red blood cells and increase iron absorption. Suggestion: It is expected that with this community service activity, schools can encourage the use of red guava juice as part of a healthy diet by providing practical information on how to make and consume red guava juice. Keywords: Prevention of anemia; Red guava juice; Teenagers Pendahuluan: Pencegahan anemia pada remaja sangat penting dilakukan untuk memastikan perkembangan fisik dan mental yang optimal. Edukasi mengenai pola makan yang seimbang dan kaya zat besi, serta asupan makanan yang mengandung vitamin C seperti jus jambu biji merah, dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi dan mencegah anemia. Jus jambu biji merah, yang kaya akan vitamin C, dapat menjadi salah satu solusi sederhana namun efektif dalam membantu meningkatkan kadar hemoglobin dan mencegah anemia pada remaja. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan pada remaja mengenai pencegahan kejadian anemia dengan memanfaatkan jus jambu biji merah. Metode: Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Agustus 2024, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 di SMA Handayani Makassar dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan metode pemamaparan materi dan diskusi interaktif. Hasil: Sebelum kegiatan penyuluhan mendapatkan 40% peserta yang memahami hubungan antara konsumsi vitamin C dan penyerapan zat besi. Setelah kegiatan penyuluhan meningkat menjadi 85% dan menunjukkan pemahaman peserta yang lebih baik dari sebelumnya, dan peserta penyuluhan berantusias ingin memulai mengonsumsi jus jambu biji merah secara rutin untuk mencegah terjadinya anemia. Selain itu, beberapa peserta juga mendapatkan pengetahuan yang sangat bermanfaat dalam menerapkan pola hidup sehat. Simpulan: Penyuluhan mengenai pemberian jus jambu biji merah untuk mencegah anemia pada remaja dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pola hidup sehat di kalangan peserta. Edukasi ini berhasil memberikan pemahaman tentang pentingnya konsumsi makanan yang mendukung pembentukan sel darah merah dan meningkatkan penyerapan zat besi. Saran: Diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sekolah dapat, mendorong penggunaan jus jambu biji merah sebagai bagian dari pola makan sehat dengan menyediakan informasi praktis tentang cara membuat dan mengonsumsi jus jambu biji merah
Peningkatan pengetahuan tentang pola makan sehat dalam mengurangi risiko hipertensi di Desa Sungai Langka Wardani, Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Pramesona, Bayu Anggileo; Sutarto, Sutarto; Wahono, Endro Prasetyo
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i6.768

Abstract

Background: Hypertension is a condition in which a person experiences an increase in blood pressure above normal, namely systolic blood pressure of 140 mmHg which indicates the phase of blood being pumped by the heart and diastolic phase of 90 mmHg which indicates the phase of blood returning to the heart. Hypertension is influenced by several risk factors that cannot be changed and those that can be changed. Risk factors that can be changed include diet. In Pesawaran Regency, the number of residents aged >55 years, which is an age group at high risk for hypertension, is 14.86%. Purpose: To increase knowledge about healthy eating patterns in reducing the risk of hypertension. Method: The activity was carried out on Saturday, July 15, 2022, which was attended by 20 focus group discussion (FGD) cadres and the community in Sungai Langka Village, Gedong Tataan District. The design of this PKM activity consists of the formation of focus group discussions (FGD), making information media and direct outreach activities to the community. The target of the activity is to provide information and increase knowledge about healthy eating patterns that can prevent hypertension. Results: It was found that before the counseling, the majority of cadres were very poor and adequate in understanding the influence of healthy eating patterns on preventing hypertension, namely 7 (35.0%) respectively, while after the counseling, there was an increase in understanding the influence of healthy eating patterns on preventing hypertension to good as many as 10 (50.0%) and very good 10 (50.0%). The participants were quite enthusiastic in following the counseling activities with interactive discussions and direct questions and answers to get an explanation of the problem of hypertension. Conclusion: Counseling activities (PKM) on healthy eating patterns have a great influence on increasing knowledge about hypertension in the community and the implementation of healthy eating patterns has a positive influence on efforts to reduce the risk of hypertension. Keywords: Counseling; Diet; Hypertension; Risk factors Pendahuluan: Hipertensi adalah keadaan seseorang yang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yaitu tekanan darah fase sistolik 140 mmHg yang menunjukkan fase darah yang sedang dipompa oleh jantung serta fase diastolik 90 mmHg yang menunjukkan fase darah yang kembali ke jantung. Hipertensi dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko yang tidak dapat diubah dan yang dapat diubah. Faktor risiko yang dapat diubah diantaranya adalah pola makan. Di Kabupaten Pesawaran jumlah penduduk yang berusia >55 tahun, yang merupakan golongan usia yang berisiko tinggi untuk menderita hipertensi, sebanyak 14.86%.   Tujuan: Meningkatkan pengetahuan tentang pola makan sehat dalam mengurangi resiko kejadian hipertensi. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 15 Juli 2022 yang dihadiri oleh 20 orang kader focus group discussion (FGD) dan masyarakat di Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan. Rancangan kegiatan PKM ini terdiri dari pembentukan focus group discussion (FGD), pembuatan media informasi dan kegiatan penyuluhan langsung kepada masyarakat. Sasaran kegiatan adalah memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan tentang pola makan sehat yang dapat mencegah hipertensi. Hasil: Mendapatkan bahwa sebelum dilakukan penyuluhan mayoritas kader sangat kurang dan cukup dalam memahami pengaruh pola makan sehat terhadap pencegahan kejadian hipertensi yaitu masing-masing sebanyak 7 (35.0%) sedangkan setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pemahaman pengaruh pola makan sehat terhadap pencegahan kejadian hipertensi menjadi baik sebanyak 10 (50.0%) dan sangat baik 10 (50.0%). Para peserta cukup antusias dalam mengikuti jalannya kegiatan penyuluhan dengan adanya diskusi interaktif dan tanya jawab langsung untuk mendapat penjelasan mengenai permasalahan hipertensi. Simpulan: Kegiatan penyuluhan (PKM) tentang pola makan sehat sangat berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan tentang hipertensi pada masyarakat dan penerapan pola makan sehat memberikan pengaruh positif terhadap upaya dalam mengurangi resiko hipertensi.
Penyuluhan pengetahuan tentang pencegahan anemia pada remaja putri Rismawati, Rismawati; Fatima, Andi; Nursyam, Nursyam
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i6.778

Abstract

Background: Adolescence is when physically and psychologically they are still growing and developing. Physical activity and nutritional intake are supporting factors in creating a healthy lifestyle balance. With the lack of attention to the balance of a healthy lifestyle in adolescents, adolescents are vulnerable to having health problems. One of them is the occurrence of anemia in adolescents, especially adolescent girls. The lack of red blood cells in the body causes symptoms of anemia such as fatigue, tiredness, and decreased physical activity. Globally, the prevalence of anemia in women aged 15 years and over is 28%. In Indonesia, the prevalence rate of anemia is around 40.1% and this figure is quite high. Purpose: To increase the knowledge of adolescent girls about the causes of anemia. Method: The counseling activity was carried out on Monday, July 2, 2024 at 09.00 WITA at SMA Negeri 18 Makassar. The activity was attended by all students of SMAN 18, the principal, and teaching staff. The counseling was carried out using the lecture method, then the delivery of material about the causes and symptoms of anemia in adolescents. Results: Participants gained knowledge about anemia and positive responses were also shown during the discussion and Q&A sessions related to the causal factors that cause anemia and its symptoms. Food or intake factors are among the most important factors in preventing anemia, in addition to nutritional balance, healthy lifestyles and regular physical activity. Conclusion: Counseling about anemia provided a significant increase in knowledge for adolescents related to understanding the symptoms and prevention of anemia. Positive responses and proactive attitudes from participants in this activity showed an increase in knowledge about the importance of a healthy lifestyle in preventing anemia. Keywords: Adolescent girls; Anemia; Symptoms of anemia Pendahuluan: Usia remaja adalah dimana secara fisik dan psikologis masih dalam masa tumbuh kembang. Aktifitas fisik dan asupan gizi merupakan faktor pendukung dalam menciptakan keseimbangan pola hidup sehat. Dengan kurangnya perhatian terhadap keseimbangan pola hidup sehat pada remaja sehingga rentan bagi remaja untuk mendapati masalah dengan kesehatannya. Salah satunya adalah kejadian anemia pada remaja, khususnya remaja putri. Kurangnya sel darah merah dalam tubuh menimbulkan dampak gejala anemia seperti mudah lelah, letih, dan aktifitas fisik menjadi menurun. Secara global prevalensi kejadian anemia pada perempuan usia 15 tahun ke atas sebesar 28%. Di Indonesia tingkat prevalensi anemia sekitar 40.1% dan angka tersebut tergolong tinggi. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang penyebab kejadian anemia. Metode: Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 02 Juli 2024  pada pukul 09.00 wita bertempat di  SMA Negri 18 Makassar. Kegiatan dihadiri oleh seluruh siswa/siswi SMAN 18, kepala sekolah, dan para staf pengajar. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan metode ceramah selanjutnya penyampaian materi tentang penyebab dan gejala anemia pada remaja putri. Hasil: Peserta mendapatkan pengetahuan tentang anemia dan respon positif juga ditunjukkan ketika sesi diskusi dan tanya jawab terkait faktor-faktor penyebab yang menjadikan timbulnya anemia dan gejalanya. Faktor makanan atau asupan adalah termasuk faktor terpenting dalam mencegah kejadian anemia, selain keseimbangan gizi, pola hidup sehat dan aktifitas fisik yang teratur. Simpulan: Penyuluhan tentang anemia memberikan peningkatan pengetahuan yang signifikan terhadap remaja putri terkait pemahaman gejala dan pencegahan kejadian anemia. Respon positif dan sikap proaktif dari para peserta dalam kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang pentingnya pola hidup sehat dalam mencegah kejadian anemia.
Pemberian senam low-impact untuk meningkatkan kadar hemogloblin pada lanjut usia dengan anemia di Dusun Bugel, Mojolaban, Sukoharjo Widiyono, Widiyono; Putra, Fajar Alam; Eriyanti, Etty; Sumarni, Ranti Ningsih; Indriyati, Indriyati
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 5 No. 2 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i2.462

Abstract

Background: The elderly population is those aged 60 years and over. The compensation that the body has with the elderly who experience anemia is by increasing the heart's pumping power to meet the needs of blood throughout the body by increasing the heart's pumping power. One of the interventions that can be given is providing low-impact gymnastics. Purpose: Provide low-impact gymnastics training to increase hemoglobin levels in the elderly who suffer from anemia. Method: The activity of providing low-impact gymnastics is designed to equip anemia sufferers in preventing complications of anemia. The activity was carried out in Bugel Hamlet, Mojolaban, Sukoharjo. The training was carried out in collaboration with the nursing study program at Sahid University Surakarta, one of the courses of which is medical surgical nursing and community nursing. The number of elderly who participated in this activity was 20 participants. Participants received health education related to anemia and Hb examinations before and after low-impact gymnastics. Results: This low-impact gymnastics community service activity ran smoothly and orderly and the participants were quite enthusiastic about following the course of the activity. Hb measurements showed that the proportion of anemia categories before routine low-impact aerobic exercise intervention was spread across the low category of 5 people (25.0%), medium of 5 people (25.0%) and normal of 10 people (50.0%), while the proportion of categories after elderly exercise experienced changes in Hb levels were all in the normal category of 20 people (100.0%). Conclusion: Physical activity and one of them is low-impact aerobic gymnastics which is done regularly and routinely can increase hemoglobin (Hb) levels in the elderly. Suggestion: The need for family and community support to play an active role in providing guidance and assistance to carry out appropriate physical activity activities for the elderly in maintaining health. Keywords: Elderly; Hemoglobin; Low-impact gymnastics Pendahuluan: Penduduk lansia adalah mereka yang berusia 60 tahun ke atas. Kompensasi yang dimiliki tubuh dengan lansia yang mengalami anemia yaitu dengan meningkatnya daya pompa jantung untuk memenuhi kebutuhan darah keseluruh tubuh dengan meningkatnya daya pompa jantung. Intervensi yang dapat diberikan salah satunya pemberian senam law impact. Tujuan: Memberi pelatihan senam low-impact untuk meningkatan kadar hemoglobin pada lansia yang menderita anemia. Metode: Kegiatan pemberian senam low-impact dirancang untuk membekali para penderita anemia dalam mencegah komplikasi penyakit anemia. Kegiatan dilaksanakan di Di Dusun Bugel, Mojolaban, Sukoharjo. Pelatihan dilaksanakan atas kerja sama dengan prodi keperawatan Universitas Sahid Surakarta yang salah satu mata kuliahnya adalah keperawatan medikal bedah dan keperawatan komunitas. Jumlah lansia yang mengikuti kegiatan ini ada 20 peserta. Peserta mendapatkan penyuluhan kesehatan terkait anemia dan pemeriksaan Hb sebelum dan sesudah senam low-impact. Hasil: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat senam low-impact ini berjalan lancar dan tertib dan peserta cukup antusias mengikuti jalannya kegiatan. Pengukuran Hb menunjukkan proporsi kategori anemia sebelum intervensi rutin senam aerobik low-impact tersebar pada kategori rendah sebanyak 5 orang (25.0%), sedang sebanyak 5 orang (25.0%) dan normal sebanyak 10 orang (50.0%) sedangkan proporsi kategori setelah senam lansia mengalami perubahan kadar Hb seluruhnya berada pada kategori normal 20 orang (100.0%). Simpulan: Aktivitas fisik dan salah satunya adalah senam aerobic low-impact yang dilakukan secara teratur dan rutin dapat meningkatkan kadar haemoglobin (Hb) pada lansia. Saran: Perlunya dukungan keluarga dan komunitas untuk berperan aktif memberikan bimbingan dan pendampingan untuk melakukan kegiatan aktifitas fisik yang sesuai pada lansia dalam menjaga kesehatan.  
Peningkatan pengetahuan tentang penanganan kegawatdaruratan sehari-hari pada kader di Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal Jayanti, Tri Nur; Khotimah, Nur Intan Hayati Husnul; Nurmansyah, Andri; Widyawati, Widyawati; Darajat, Agus Mi′raj
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i1.467

Abstract

Background: Emergency is a condition that is critical and urgent and requires rapid treatment. Emergency at home in everyday life has a significant prevalence due to the many accidents or sudden medical conditions that often occur in the home environment such as falls, burns, choking, heart attacks, asthma, and poisoning. PKK and Posyandu cadres act as health educators in the community. Purpose: To improve the understanding and skills of cadres in handling daily emergencies. Method: This community service activity is carried out with the aim of providing health education and training to PKK and Posyandu cadres of the Ros Group RW 10, Binong Village, Batununggal District. The activity was carried out in two days on different days at the RW 10 Mosque, Binong Village, Batununggal District. The implementing team for this community service activity were Lecturers and 9 Nursing students from Bhakti Kencana University and under the supervision of Pokja 4 of the local Health Center. The implementation was carried out by delivering materials using lecture, discussion, and demonstration methods. The first day's activities were carried out on Wednesday, November 13, 2024, which was attended by 11 participants and the second day's activities were carried out on Thursday, November 28, 2024, which was attended by 13 participants. Results: The activity went well and smoothly where the participants enthusiastically gave positive responses. Accumulation of questionnaire data showed that the activities on the first and second days showed an increase in the respondent's score between the level of knowledge before the counseling activity (pre-test) and the level of knowledge after the counseling (post-test). Most of the participants were able to demonstrate and re-practice the handling actions after gaining knowledge such as cardiopulmonary resuscitation (CPR) in cardiac arrest, handling choking, handling when a child has a seizure, how to compress with a sponge tape, simple wound care, and TTV examination Conclusion: Community service activities for handling daily emergencies for cadres can provide direct knowledge enhancement and foster self-confidence in handling daily emergencies. Increasing the skills of cadres provides motivation in carrying out their roles, empowering individuals or groups towards preparedness and handling daily emergencies. Suggestion: This activity needs to be carried out continuously so that it is recommended for the local Health Center to be able to follow up on this activity so that the knowledge and skills of cadres can be maintained and improved. Keywords: Cadres; Counseling; Emergency; Training Pendahuluan: Kegawatdaruratan merupakan kondisi yang bersifat gawat dan darurat dan memerlukan penanganan yang cepat. Kegawatdaruratan di rumah dalam kehidupan sehari-hari memiliki prevalensi yang cukup signifikan karena banyaknya kecelakaan atau kondisi medis mendadak yang sering terjadi di lingkungan rumah seperti jatuh, luka bakar, tersedak, serangan jantung, asma, dan keracunan.  kader PKK dan Posyandu berperan sebagai edukator kesehatan di lingkungan masyarakat. Tujuan: Untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader dalam menangani kegawatdaruratan sehari-hari. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan sasaran memberikan penyuluhan kesehatan dan pelatihan kepada kader PKK dan Posyandu Kelompok Ros RW 10 Kelurahan Binong Kecamatan Batununggal. Kegiatan dilaksanakan dalam dua hari pada hari yang berbeda bertempat di Masjid RW 10 Kelurahan Binong Kecamatan Batununggal. Tim pelaksana kegiatan pengabdian ini adalah Dosen dan 9 mahasiswa Keperawatan Universitas Bhakti Kencana serta di bawah pengawasan Pokja 4 Puskesmas setempat. Pelaksanaan dilakukan dengan menyampaikan materi menggunakan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Kegiatan hari pertama dilakukan pada hari Rabu, 13 November 2024 yang dihadiri oleh 11 peserta dan kegiatan hari kedua dilakukan pada hari Kamis, 28 November 2024 yang dihadiri oleh 13 peserta. Hasil: Kegiatan berjalan dengan baik dan lancar dimana para peserta secara antusias memberikan respon yang positif. Akumulasi data kuesioner menunjukan bahwa kegiatan pada hari pertama dan hari kedua terdapat peningkatan nilai skor responden antara tingkat pengetahuan sebelum kegiatan penyuluhan (pre-test) terhadap tingkat pengetahuan setelah penyuluhan (post-test). Sebagian besar para peserta dapat mendemonstrasikan dan mempraktikkan ulang tindakan penanganan setelah mendapatkan pengetahuan seperti resusitasi jantung paru (RJP) pada henti napas henti jantung, penanganan tersedak, penanganan saat anak kejang, cara kompres dengan tapid sponge, perawatan luka sederhana, dan pemeriksaan TTV Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat penanganan kegawatdaruratan sehari-hari pada kader dapat memberikan peningkatan pengetahuan secara langsung dan menumbuhkan rasa kepercayaan diri dalam penanganan kegawatdaruratan sehari-hari. Meningkatnya ketrampilan para kader memberikan motivasi dalam melaksanakan perannya, pemberdayaan individu atau kelompok terhadap kesiapsiagaan dan penanganan kegawatdaruratan sehari hari. Saran: Kegiatan ini perlu dilakukan secara terus-menerus sehingga disarankan bagi Puskesmas setempat untuk dapat menindaklanjuti kegatan ini agar pengetahuan dan keterampilan kader dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
Gambaran perubahan berat badan pada akseptor KB suntik 3 bulan di Puskesmas Rawat Inap Kemiling Kota Bandar Lampung Nurhayati, Nurhayati; Fitri, Feni Elda; Wulan, Sarinah Sri; Rahayu, Ajeng
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i1.469

Abstract

Background: 3-month birth control injection is a contraceptive device containing hormones such as DMPA (Depo medroxyprogesterone acetate) and NET-EN which are injected intramuscularly (IM) into the buttocks area of ​​women once every 3 months. The most common side effect felt by users of 3-month birth control injections is weight changes. Weight changes can be influenced by the presence of the hormone Depo Medroxyprogesterone acetate (DMPA) which can stimulate the appetite control center in the hypothalamus, causing acceptors to experience an increase in appetite from usual. Purpose: To determine the description of weight changes in acceptors of 3-month birth control injections. Method: Descriptive research to see the description of weight changes for users of 3-month birth control injections. The description of weight changes is not by comparing or connecting the independent variables with other factors. The population is users of 3-month birth control injections at the Kemiling Inpatient Health Center, Bandar Lampung and using the total sampling technique, 30 people were selected as respondents. The inclusion criteria were willingness to be a respondent, using 3-monthly contraceptive injections, and duration of contraceptive injection use ≥1 year. Results: Most of the respondents' employment status was as housewives, namely 28 (93.4%). All respondents had a regular diet, namely 30 (100.0%). The majority of respondents' blood pressure was in Pre-hypertension 120-139 mmHg, namely 14 (46.7%). Most respondents experienced changes in weight gain, namely 29 (96.7%). The majority of respondents had used contraceptive injections for 4-6 years, namely 15 (50.0%) and the history of the type of contraception used by respondents previously was mostly contraceptive injections, namely 26 (86.6%). Conclusion: Weight gain for users of 3-month contraceptive injections is influenced by age, employment status, duration of contraceptive injection use, and regularity of diet. The more dominant factors influencing weight gain for users of 3-month contraceptive injections are employment status and regularity of diet. Suggestion: To be an additional reference for the development of knowledge and increasing public understanding about the relationship between types of contraception and the description of weight changes in 3-month injectable contraceptive acceptors so that they can maintain a healthy quality of life by doing physical activities, improving diet, and choosing the right contraception. Keywords: 3-month injectable contraceptives; KB acceptors; Weight changes Pendahuluan: Suntik KB 3 bulan yaitu alat kontrasepsi yang berisikan hormonal seperti DMPA (Depo medroxyprogesterone acetat) dan NET-EN yang disuntikan secara intramuscular (IM) pada area bokong wanita dalam 3 bulan sekali. Efek samping terbanyak yang dirasakan dari akseptor KB suntik 3 bulan yaitu, perubahan berat badan. Perubahan berat badan dapat dipengaruhi karena adanya hormon Depo Medroxyprogesterone acetat (DMPA) yang dapat merangsang pusat pengendalian nafsu makan di hipothalamus sehingga menyebabkan akseptor mengalami peningkatan nafsu makan dari biasanya. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran perubahan berat badan pada akseptor KB suntuk 3 bulan. Metode: Penelitian deskriptif untuk melihat gambaran perubahan berat badan bagi pengguna KB suntik 3 bulan. Gambaran perubahan berat badan tidak dengan membandingkan atau menghubungkan variable independennya dengan faktor lain. Populasinya adalah pengguna KB suntik 3 bulan di Puskesmas Rawat Inap Kemiling Bandar Lampung dan dengan teknik total sampling mendapatkan sebanyak 30 orang menjadi responden. Kriteria inklusinya adalah bersedia menjadi responden, menggunakan KB suntik 3 bulan, dan lama pemakaian KB suntik ≥1 tahun Hasil: Sebagian besar status pekerjaan responden adalah sebagai ibu rumah tangga yaitu sebanyak 28 (93.4%). Seluruh responden memiliki pola makan yang teratur yaitu sebanyak 30 (100.0%)  Mayoritas tekanan darah responden pada Pre-hipertensi 120-139 mmHg yaitu sebanyak 14 (46.7%). Sebagian besar responden mengalami perubahan kenaikan berat badan yaitu sebanyak 29 (96.7%). Mayoritas responden sudah menggunakan KB suntik selama 4-6 tahun yaitu sebanyak 15 (50.0%) dan riwayat jenis KB yang digunakan responden sebelumnya adalah sebagian besar adalah KB suntik yaitu sebanyak 26 (86.6%). Simpulan: Kenaikan berat badan bagi pengguna KB suntik 3 bulan dipengaruhi oleh faktor usia, status pekerjaan, lamanya penggunaan KB suntik, dan keteraturan pola makan. Faktor yang lebih dominan mempengaruhi kenaikan berat badan bagi akseptor KB suntik 3 bulan adalah status pekerjaan dan keteraturan pola makan. Saran: Menjadi referensi tambahan untuk pengembangan pengetahuan dan peningkatan pemahaman kepada masyarakat tentang hubungan jenis kontrasepsi dan gambaran perubahan berat badan pada akseptor KB suntik 3 bulan sehingga dapat menjaga kualitas hidup sehat dengan melakukan aktifitas fisik, memperbaiki pola makan, dan memilih kontrasepsi yang tepat.
Edukasi preventif dan promotif dalam upaya pencegahan stunting di Desa Tuncung Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang Syamson, Meriem Meisyaroh; Zainab, Zainab; Hasanuddin, Indirwan; Sulaeman, Sulaeman; Purnama AL, Jumiarsih; Murtini, Murtini; Faridah, Faridah; Suparta, Suparta
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i1.700

Abstract

Background: Stunting is a public health problem that is still a serious challenge in Indonesia. Stunting occurs due to chronic malnutrition which causes children to have a lower height compared to children of the same age. The prevalence of stunting in Indonesia is still quite high, although efforts to reduce it have been carried out nationally. This condition not only has an impact on children's physical condition, but also affects their cognitive development, immunity, and productivity in the future. Purpose: To provide education with a preventive approach and a promotive approach to the community in an effort to prevent stunting incidents in a sustainable manner. Method: The target of this activity is all residents of Tuncung Village, especially housewives and those with babies and children. On Wednesday, January 8, 2025, at the Tuncung Village Hall, Maiwa District, Enrekang Regency. Counseling by providing information directly by health workers or facilitators to the community in the form of lectures to provide basic knowledge about stunting, such as causes, impacts, and how to prevent it Results: The participants gave a positive response by attending and following each activity session, were able to provide simulation actions according to the instructions after gaining knowledge from the presentation of the material provided by the resource person, understood efforts to prevent stunting with awareness as preventive measures such as fulfilling balanced nutrition, good parenting patterns, and environmental cleanliness, understood promotive efforts in reducing the incidence of stunting by changing positive behavior, namely playing an active role in monitoring the growth and development of children through routine visits to health facilities. Conclusion: Education and preventive approaches provide increased knowledge in identifying and reducing the risk of stunting early on. Meanwhile, promotive education increases public awareness of the importance of a healthy lifestyle, exclusive breastfeeding and good parenting in supporting child growth and development in an effort to prevent stunting. Preventive and promotive education will reduce stunting incidents sustainably. Suggestion: Introduce the concept of "Isi Piringku" for toddlers so that parents understand the adequacy of nutritional intake needed by children according to their growth and development. Cadres, community leaders, religious organizations, or schools can provide information to the wider community about the importance of preventing stunting incidents and the impacts of stunting. Local companies in supporting CSR programs are expected to focus on stunting eradication, such as providing nutritious food for underprivileged children. Keywords: Education; Preventive; Promotive; Stunting Pendahuluan: Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis yang menyebabkan anak memiliki tinggi badan yang lebih rendah dibandingkan dengan anak seusianya. Prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi, meskipun upaya penurunan telah dilakukan secara nasional. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan kognitif, imunitas, dan produktivitas mereka di masa depan. Tujuan: Memberikan edukasi dengan pendekatan preventif dan pendekatan promotif  pada masyarakat dalam upaya mencegah kejadian stunting secara berkelanjutan. Metode: Sasaran kegiatan ini adalah seluruh warga Desa Tuncung, khususnya ibu rumah tangga dan yang mempunyai bayi dan anak. Pada Hari Rabu, 08 Januari 2025, bertempat di Balai Desa Tuncung, Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang. Penyuluhan dengan pemberian informasi secara langsung oleh tenaga kesehatan atau fasilitator kepada masyarakat dalam bentuk ceramah untuk memberikan pengetahuan dasar tentang stunting, seperti penyebab, dampak, dan cara pencegahannya Hasil: Para peserta memberikan respon positif dengan menghadiri dan mengikuti setiap sesi kegiatan, dapat memberikan tindakan simulasi sesuai dengan petunjuk setelah mendapatkan pengetahuan dari paparan materi yang diberikan oleh nara sumber, memahami upaya pencegahan kejadian stunting dengan kesadaran sebagai tindakan preventif seperti pemenuhan gizi seimbang, pola asuh yang baik, serta kebersihan lingkungan, memahami upaya promotif dalam menekan angka kejadian stunting dengan merubah perilaku yang positif yaitu berperan aktif dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak melalui kunjungan rutin ke fasilitas kesehatan. Simpulan: Edukasi dan pendekatan preventif memberikan peningkatan pengetahuan dalam mengidentifikasi dan mengurangi risiko terjadinya stunting sejak dini. Sedangkan edukasi promotif memberikan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat, pemberian ASI eksklusif dan pola asuh yang baik dalam mendukung tumbuh kembang anak dalam upaya mencegah kejadian stunting. Edukasi preventif dan promotif akan menekan kejadian stunting secara berkelanjutan. Saran: Perkenalkan konsep "Isi Piringku" untuk anak-anak usia balita agar orang tua memahami kecukupan asupan gizi yang dibutuhkan anak-anak sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Para kader, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, atau sekolah dapat memberikan informasi ke masyarakat yang lebih luas tentang pentingnya pencegahan kejadian stunting dan dampak stunting. Perusahaan lokal dalam mendukung program CSR diharapkan berfokus pada pengentasan stunting, seperti penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak kurang mampu.

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 10 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 8 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 5 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 4 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 2 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 5 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 4 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 3 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2024): PHC Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): PHC Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2 Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja Vol. 1 No. 4 (2021): Perawatan Lansia Secara Umum Dan Pertolongan Pertama Pada Keadaan Darurat Vol. 1 No. 3 (2021): Terapi Komplementer Dalam Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2021): Penanganan dan Perawatan Penyakit Asma Vol. 1 No. 1 (2021): Promosi Kesehatan dalam penanganan penyakit Rematik, Gastritis, Hipertensi dan More Issue