cover
Contact Name
Edi Ilham
Contact Email
asianpublisher.id@gmail.com
Phone
+6285781169228
Journal Mail Official
asianpublisher.id@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Noer Ali Sumber Artha kalimalang Bekasi Barat 17134, Jawa Barat
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Published by Asian Publisher
ISSN : -     EISSN : 29644690     DOI : https://doi.org/10.58738/qanun
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies (E-ISSN 2964-4690) is a high-quality, open-access peer-reviewed international journal published two times a year (March, September) by Asian Publisher. QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies focusing on historical, comparative, and legal and societal approaches to Islamic law, we are also particularly interested in presenting data science tools and key sources that inform scientific analysis.
Articles 273 Documents
PERLINDUNGAN PENCIPTA LAGU ATAS PENARIKAN ROYALTI ANALISIS MASLAHAH TERHADAP LEMBAGA MANAJEMEN KOLEKTIF NASIONAL DAN LEMBAGA MANAJEMEN KOLEKTIF Amalia, Zahra; Permata, Cahaya
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 4 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Juni 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i4.1358

Abstract

Perkembangan industri musik digital meningkatkan nilai ekonomi lagu, namun menimbulkan persoalan perlindungan hak ekonomi pencipta akibat tumpang tindih kewenangan antara LMKN dan LMK dalam penarikan royalti berdasarkan UU No. 28 Tahun 2014 dan PP No. 56 Tahun 2021. Penelitian ini bertujuan menganalisis konflik kewenangan penarikan royalti antara LMKN dan LMK serta menilainya dari perspektif maslahah sebagai ukuran keadilan dan kemaslahatan perlindungan hak ekonomi pencipta. Jenis penelitian ini adalah hukum normatif dan pendekatan yang digunakan adalah statute approach dan conceptual approach. Sumber data diperoleh melalui studi kepustakaan (library research) yang meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Seluruh bahan hukum dianalisis secara kualitatif dengan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme penarikan royalti saat ini belum sepenuhnya memberikan kepastian hukum dan kemaslahatan bagi pencipta lagu karena belum tegasnya batas kewenangan antara LMKN dan LMK, rendahnya transparansi distribusi, serta belum optimalnya sistem pencatatan penggunaan lagu. Diperlukan harmonisasi regulasi dan penguatan sistem terpusat yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan agar perlindungan hak ekonomi pencipta lagu dapat terwujud sesuai prinsip maslahah.
KONSEP DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM: INTEGRASI NILAI SPIRITUAL DAN PROFESIONALISME MODERN Anggrayani, Ani; Syarifudin, Encep; Muslihah, Eneng; Patimah, Siti; Itang, Itang
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 4 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Juni 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i4.1361

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji konsep dasar manajemen pendidikan Islam dalam perspektif paradigma integratif antara nilai spiritual dan profesionalisme modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Analisis dilakukan melalui pendekatan filosofis, normatif, dan manajerial terhadap literatur klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan Islam memiliki fondasi ontologis pada tauhid, fondasi aksiologis pada nilai amanah dan keadilan, serta fondasi operasional pada prinsip profesionalisme modern seperti perencanaan strategik, akuntabilitas, dan sistem penjaminan mutu. Integrasi ini melahirkan paradigma manajemen pendidikan Islam yang transformatif dan berkelanjutan.
OBJECTIFICATION OF THE ABILITY TO PROVIDE FOR PARAMETERS: CONSTRUCTION OF QUANTITATIVE INDICATORS IN INDONESIAN MARRIAGE LAW Engo, Fanridhal
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 4 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Juni 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i4.1362

Abstract

This study aims to analyze the concept of "ability to provide for one" in Indonesian marriage law and formulate objective indicators to overcome legal uncertainty due to norm abstraction. Using normative juridical methods with conceptual and comparative approaches, this study examines Law Number 1 of 1974 and the Compilation of Islamic Law as primary legal materials. The findings of the study show that the phrase "according to ability" in Article 34 of the Marriage Law and Article 80 of the KHI is still abstract, thus triggering disparities in judges' decisions and neglect of the economic rights of wives and children. Although the Supreme Court has sought objectification through SEMA Number 3 of 2015 and jurisprudence, the standardization has not been systematically integrated within a normative framework. In conclusion, this study emphasizes that the determination of alimony must transform from the judge's subjective discretion to the use of measurable quantitative indicators, such as the standard of Decent Living Needs (KHL), the husband's actual income, and the inflation rate. The academic contribution of this research lies in the offer of a jurimetry-based reconstruction model of the concept of livelihood that unites the principles of theological justice (Islamic nomocracy) with modern legal certainty. Through this quantitative approach, the fulfillment of alimony not only functions as a legal instrument, but also as a preventive effort against the degradation of family welfare and social problems.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FIQIH MUAMALAH BERBASIS GOOGLE SITES DENGAN SISTEM TIME-LIMITED ASSESSMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA Islamiarso, Cukup; Amrillah, M. Soinun; Wigati, Indah; Suhadi, Suhadi
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 4 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Juni 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i4.1364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Fiqih Muamalah berbasis Google Sites dengan sistem time-limited assessment guna meningkatkan hasil belajar siswa SMA. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahapan analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas X di SMAN 1 Pulau Rimau tahun ajaran 2025/2026, dengan sampel penelitian sebanyak 32 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan terdiri dari lembar validasi ahli materi, ahli media, serta tes hasil belajar berupa pre-test dan post-test. Data hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran memperoleh skor rata-rata 90% dengan kategori sangat layak. Hasil uji coba lapangan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan perolehan skor rata-rata N-gain sebesar 0,72 yang termasuk dalam kategori efektivitas tinggi. Penggunaan sistem time-limited assessment terbukti efektif dalam melatih ketangkasan berpikir dan menjaga integritas akademik siswa selama proses evaluasi. Kesimpulannya, media pembelajaran berbasis Google Sites yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dan efektif untuk digunakan sebagai sarana pembelajaran Fiqih Muamalah di tingkat SMA.
ANALISIS PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP HARTA BAWAAN MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM PASAL 85-87 : (STUDI KASUS DI DESA SEI LITUR TASIK KECAMATAN SAWIT SEBERANG) Liardo, Yogi Rananta; Waruwu, Tri Eka Putra Muhtarivansyah
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 4 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Juni 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i4.1365

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika sosio-yuridis terkait pandangan masyarakat Desa Sei Litur Tasik, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat, terhadap kedudukan harta bawaan dalam perkawinan ditinjau dari Kompilasi Hukum Islam (KHI). Meskipun KHI secara normatif memisahkan secara tegas antara harta bawaan dan harta bersama, realitas sosiologis di lapangan menunjukkan adanya disparitas yang signifikan. Dengan menggunakan pendekatan socio-legal research, studi ini menemukan bahwa dominasi kultur Jawa (Pujakesuma) dengan filosofi segendong sepikul dan adat Melayu Langkat cenderung meleburkan harta bawaan menjadi harta keluarga, terutama pada perkawinan berdurasi lama. Faktor ekonomi komoditas kelapa sawit menjadi variabel utama; tanaman sawit yang dikelola bersama di atas tanah warisan (harta bawaan) menciptakan persepsi kepemilikan campuran (commingling of assets) yang sulit dipisahkan. Selain itu, konflik agraria struktural dengan PTPN II turut memperkuat solidaritas komunal yang memandang pemisahan harta individu sebagai hal yang tabu. Implikasi hukumnya terlihat pada kesenjangan antara putusan Pengadilan Agama Stabat yang bersifat formal-legalistik dengan rasa keadilan masyarakat yang berbasis pada kontribusi fisik atau jerih payah istri dalam pengelolaan kebun, yang seringkali tidak terakomodasi karena minimnya bukti tertulis.
INTEGRASI NEUROSAINS DALAM PEMBELAJARAN IMLA’: ANALISIS DAMPAK BRAIN BASED LEARNING TERHADAP KOGNITIF DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Alamsyah, Fahmi; Mizan, Ahmad Nur; Ghazi, Fachrul; Zulhanan, Zulhanan
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 4 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Juni 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i4.1368

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi neurosains melalui model Brain-Based Learning (BBL) dalam pembelajaran imla’ serta dampaknya terhadap kemampuan kognitif dan hasil belajar peserta didik kelas IX di MTs Ulul Albab Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis penelitian didasarkan pada teori Brain-Based Learning dari Caine & Caine yang menekankan prinsip relaxed alertness, orchestrated immersion, dan active processing, serta teori Erik Jensen tentang pentingnya stimulasi multisensori, emosi positif, dan pengenalan pola dalam proses belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan BBL dilakukan melalui suasana belajar yang rileks dan menyenangkan, penggunaan aktivitas auditori, visual, dan kinestetik, pengulangan bermakna, serta refleksi terhadap kesalahan penulisan. Pendekatan ini terbukti meningkatkan konsentrasi, daya ingat, dan pemahaman peserta didik terhadap kaidah imla’, terutama dalam membedakan hamzah washal dan hamzah qath’i. Sebelum penerapan BBL, nilai imla’ peserta didik berada pada kisaran 68–72 dengan tingkat ketuntasan sekitar 55–60%. Setelah penerapan BBL, kesalahan penulisan berkurang, ketepatan penggunaan hamzah meningkat, dan nilai peserta didik menjadi lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional. Temuan penelitian menegaskan bahwa integrasi neurosains melalui BBL tidak hanya meningkatkan hasil belajar imla’, tetapi juga membantu peserta didik memahami proses menulis bahasa Arab sesuai dengan cara kerja otak. Oleh karena itu, guru Bahasa Arab disarankan menerapkan pembelajaran multisensori dan reflektif, khususnya pada materi hamzah washal dan hamzah qath’i.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN WEE (WONDERING, EXPLORING, EXPLAINING) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR AKIDAH AKHLAK Ananda, Diky; A. Gani, A. Gani; Rahmatika, Zahra
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 4 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Juni 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i4.1370

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak, yang berdampak pada pemahaman dan partisipasi mereka. Permasalahan ini disebabkan oleh metode pembelajaran yang masih konvensional dan kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran WEE terhadap motivasi belajar siswa.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental berupa post-test only control group design. Subjek penelitian adalah dua kelas VIII di SMP MBS Poncowati, yaitu kelas VIII.A yang berjumlah 26 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII.B yang berjumlah 26 siswa sebagai kelompok control. Data dikumpulkan menggunakan angket yang telah divalidasi dan dianalisis menggunakan uji t sampel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi, meskipun tidak ditemukan perbedaan yang signifikan (Sig. = 0,137 > 0,05). Namun demikian, model WEE mampu meningkatkan keterlibatan dan partisipasi siswa.
PERTANGGUNGJAWABAN ETIK PENYELENGGARA PEMILU DI KOTA PADANGSIDIMPUAN PADA PEMILU 2024 PERSPEKTIF SIYASAH DUSTURIYAH Siregar, Ivanda Yusuf; Siregar, Ramadhan Syahmedi
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 4 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Juni 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i4.1375

Abstract

Pemutakhiran Pelanggaran etik penyelenggara pemilu, khususnya praktik suap, menjadi salah satu tantangan serius dalam menjaga integritas demokrasi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban etik penyelenggara pemilu dalam kasus suap Pemilu 2024 di Kota Padangsidimpuan serta mengkonstruksi model ideal pertanggungjawaban etik dalam perspektif fiqh siyasah dusturiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif-empiris (socio-legal research) dengan mengkaji peraturan perundang-undangan, Putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), serta data empiris yang diperoleh melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif mekanisme pertanggungjawaban etik telah dijalankan melalui DKPP dengan pemberian sanksi pemberhentian tetap, namun secara substantif masih bersifat reaktif dan belum efektif dalam mencegah pelanggaran etik yang bersifat laten. Dalam perspektif fiqh siyasah dusturiyah, praktik suap (risywah) merupakan pelanggaran terhadap prinsip amanah (al-amānah) dan keadilan (al-‘adl). Penelitian ini menemukan bahwa kelemahan utama terletak pada rendahnya internalisasi nilai integritas dan lemahnya sistem pengawasan preventif. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan konstruksi ideal pertanggungjawaban etik berbasis tiga dimensi, yaitu preventif, substantif-etik, dan integratif antara hukum positif dan nilai-nilai Islam.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PAI PADA MATERI SIRAH NABAWIYAH DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK KARIMAH PESERTA DIDIK SDN 24 NEGERI KATON PESAWARAN Imam Samsudin; Amirudin, Amirudin; Jaenullah, Jaenullah
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 4 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Juni 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i4.1378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada materi Sirah Nabawiyah dalam pembentukan akhlak karimah peserta didik di SDN 24 Negeri Katon Pesawaran, dengan fokus pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan 1 kepala sekolah, 1 guru PAI, dan 12 peserta didik sebagai informan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber, teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Sirah Nabawiyah berkontribusi dalam pembentukan akhlak karimah, khususnya pada aspek kejujuran, tanggung jawab, dan sopan santun yang mengalami peningkatan secara signifikan, meskipun aspek kedisiplinan masih relatif rendah. Metode storytelling yang dipadukan dengan diskusi dan tanya jawab terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan peserta didik serta mendorong internalisasi nilai melalui pengalaman belajar yang kontekstual. Keterbatasan media pembelajaran dan alokasi waktu menjadi kendala utama yang menghambat optimalisasi proses refleksi dan penguatan nilai. Evaluasi pembelajaran telah mencakup aspek kognitif dan afektif, meskipun masih memerlukan pengembangan instrumen penilaian sikap yang lebih terstruktur. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran Sirah Nabawiyah tidak hanya berfungsi sebagai transmisi pengetahuan, tetapi juga sebagai mekanisme pembentukan karakter yang efektif, dengan catatan perlunya penguatan pada aspek media, waktu, dan evaluasi pembelajaran.
STATUS, AKIBAT DAN PERLINDUNGAN HUKUM PERKAWINAN BAWAH TANGAN ATAS KEPERDATAAN ISTRI DAN ANAK DALAM PERSPEKTIF KAIDAH FIKIH Fatawi, Fatawi; Dulfikar, Akhmad
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1379

Abstract

Penelitian ini menganalisis kompleksitas hukum perkawinan bawah tangan di Indonesia yang memicu fragmentasi antara validitas religius dan legalitas formal. Tujuan penelitian adalah membedah status hukum, akibat hukum, serta perlindungan hak keperdataan bagi istri dan anak. Menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan konseptual (conceptual approach), studi ini mengolaborasikan teori hukum Hans Kelsen, Philipus M. Hadjon, dan Moch. Isnaeni dengan kaidah fikih relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiadanya bukti autentik (probatio) menciptakan kerentanan yuridis yang melumpuhkan hak nafkah, waris, dan nasab dalam sistem hukum positif. Secara filosofis, kewajiban pencatatan merupakan instrumen preventif-birokratis berbasis kaidah fikih “tasharruful imam manuthun bil mashlahah” guna menjamin kemaslahatan. Meskipun instrumen korektif-remedial seperti Isbat Nikah dan Putusan MK No. 46/PUU-VIII/2010 tersedia sebagai manifestasi kaidah adh-dharar yuzal, perlindungan tersebut bersifat represif dan eksternal-yudisial karena bergantung sepenuhnya pada intervensi negara. Pencatatan perkawinan merupakan prasyarat mutlak  untuk mentransformasikan klaim teologis menjadi perlindungan hukum yang eksekutabel dan efektivitas pemulihan hak dalam sistem hukum Indonesia tetap menuntut upaya hukum ekstra guna mengatasi hambatan administratif yang muncul.