cover
Contact Name
Mochamad Fariz Irianto
Contact Email
mochamadfarizirianto@gmail.com
Phone
+6285732331291
Journal Mail Official
admin@jurnalpengabdianmasyarakatbangsa.com
Editorial Address
Amirul Bangun Bangsa Publishing Jalan Terusan Mergan Raya No. 11 Tanjungrejo Sukun Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa
ISSN : -     EISSN : 29870135     DOI : 10.59837
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa published every month (12 times a year), contains disseminates every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the public, including field of science; Mathematics and Natural Sciences, Applied, Social, Law, Culture, Economics, Health, Farm, Food, Agriculture, education, and information technology etc, which published by Amirul Bangun Bangsa Publishing
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,538 Documents
Percontohan Pembuatan Sumur Bor untuk Pemenuhan Krisis Air Bersih Pascabencana Likuifaksi di Desa Kabobona, Sigi Saharudin, Saharudin; Djaafar, Tjitrowati; Udin, Udin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3563

Abstract

Desa Kabobona di Kabupaten Sigi merupakan salah satu wilayah yang terdampak parah oleh likuifaksi pada tahun 2018, menyebabkan kerusakan serius pada jaringan perpipaan PDAM dan menimbulkan krisis air bersih bagi sebagian masyarakat. Berkurangnya kuantitas air bersih yang tersedia sangat memprihatinkan, di mana rata-rata pemakaian air harian per orang diperkirakan hanya mencapai 20-25 liter/hari, jauh di bawah standar minimum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi krisis air bersih dengan memberikan percontohan pembuatan sumur bor sebagai sumber air alternatif. Metode yang digunakan adalah demonstrasi langsung dan pelatihan keterampilan kepada warga di sekitar area pembuatan sumur, meliputi penyiapan alat dan bahan, teknik pengeboran, pemasangan mesin pompa, dan pembuatan jaringan perpipaan. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan 100% dalam waktu 3 hari dengan menghasilkan 1 unit sarana air bersih berupa sumur bor. Sumur bor dengan kedalaman 12 meter ini memiliki debit air yang banyak, jernih, dan tidak berbau, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh warga. Kegiatan ini juga sekaligus menjadi percontohan agar masyarakat mampu membuat sumur bor secara mandiri di masa mendatang.
Penyuluhan Demam Berdarah Dengue (DBD) untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Pencegahan Berbasis Masyarakat di Desa Cirebon Girang, Cirebon Pratiwi, Witri; Rachmawan, Yogi Puji
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3565

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan di Kabupaten Cirebon, termasuk Desa Cirebon Girang yang mencatat 31 kasus pada Januari hingga Oktober 2025. Faktor lingkungan seperti pemukiman padat, saluran air terbuka, penampungan air tidak tertutup, serta praktik PSN 3M yang belum optimal meningkatkan risiko penularan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan warga mengenai pencegahan DBD, tanda bahaya, dan pentingnya PSN 3M Plus. Penyuluhan dilaksanakan dengan melibatkan 42 peserta menggunakan metode interaktif, diskusi, serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Peserta dengan keterbatasan membaca dan menulis mendapat pendampingan panitia dalam pengisian kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan nilai rata-rata meningkat dari 66 pada pre-test menjadi 98,2 pada post-test. Peningkatan terbesar terlihat pada pengetahuan mengenai tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, tanda bahaya DBD, dan langkah pencegahan. Diskusi menunjukkan masih adanya miskonsepsi terkait efektivitas fogging sebagai upaya utama pencegahan, yang kemudian diluruskan melalui edukasi. Secara keseluruhan, penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat dan perlu dilanjutkan melalui edukasi rutin serta penguatan peran kader dan pemerintah desa dalam upaya pencegahan DBD berkelanjutan.
Edukasi Kesehatan Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Mencegah Diare terhadap Siswa Sekolah Dasar di Surabaya Susanti, Dwi; Buferianto, M Razi; Dzaki, Fikra Fadhillah; Sayekti, Tyaswara Endah; Wiryono, Karfadimas Bima Putra; Fakhira, Avisha; Dewanti, Anggita Annisa Wahyu; Pranaya, Azhraa Qinan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3568

Abstract

Penyakit diare merupakan penyebab kematian ketiga terbanyak pada anak. Berdasarkan laporan WHO (World Health Organization) tahun 2024, terdapat hampir 1,7 miliar kasus penyakit diare pada anak setiap tahunnya. Prevalensi diare pada balita di Indonesia berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 sebesar 4,9% pada balita dan sekitar 2% pada semua kelompok usia. Sementara itu, jumlah penderita diare balita (12-59 bulan) yang dilayani di fasilitas kesehatan di Surabaya pada tahun 2024 adalah 31.639 anak dari 3.448 perkiraan penemuan diare pada balita. Kematian akibat diare di Surabaya menyumbang sekitar 3,45% dari total kematian balita usia 12-59 bulan. Salah satu faktor yang berhubungan erat dengan kejadian diare adalah kurangnya kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, penggunaan air bersih, dan akses jamban sehat dan kemampuan memilih jajanan sekolah yang sehat. Jajanan yang terlalu pedas dan tidak bersih dapat meningkatkan resiko diare. Kegiatan penyuluhan pada siswa sekolah dasar ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang definisi, penyebab, gejala, cara penularan, dan pencegahan penyakit diare serta cara memilih jajanan yang sehat dan aman. Kegiatan edukasi dilaksanakan sebagai salah satu upaya promosi kesehatan. Metode yang dilakukan dengan presentasi materi dengan power point, poster, dan minigames. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pre-tes dan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu, 20 Agustus 2025 di SDN Simokerto 1 Surabaya, dan dihadiri oleh 26 siswa kelas enam. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan serta efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang diare dan upaya pencegahannya.
Meningkatkan Kualitas Wisata di Taman Wisata Sigantang dengan Perbaikan Sarana Pendukung Nuryanto, Nuryanto; Sari, Mega Puspita; Wibowo, Yudi; Kurniawati, Dina; Jannah, Miftahul; Rahayu, Tiara Fuzi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3569

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Taman Wisata Sigantang, Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, dengan tujuan untuk  meningkatkan kualitas wisata melalui perbaikan sarana pendukung. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif kolaboratif, melibatkan mahasiswa, pengelola  taman, dan masyarakat lokal dalam proses identifikasi permasalahan, perencanaan kegiatan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan. Permasalahan utama yang ditemukan adalah keterbatasan fasilitas penunjang kenyamanan, belum optimalnya penataan tampilan taman, serta minimnya sarana informasi yang mendukung kebutuhan pengunjung. Program difokuskan pada penataan area terbuka, penambahan unsur penghijauan, peningkatan kebersihan, dan penyediaan sarana informasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan daya tarik dan kenyamanan taman, penguatan identitas taman, serta meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga fasilitas wisata secara berkelanjutan. Pengabdian ini menjadi salah satu wujud kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan wisata berbasis potensi lokal yang ramah, berkelanjutan, dan partisipatif.
Peningkatan Literasi Gizi Santri melalui Pelatihan Gaya Hidup Sehat dalam Program Pesantren 4.0 Zahraini, Dian Ayu; Utami, Hadi Riwayati; Ambarini, Ririn
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3570

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi gizi santri melalui pelatihan gaya hidup sehat di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Semarang. Kegiatan diikuti oleh 400 santri tingkat SMP dan MA, meliputi pre-test, penyampaian materi gizi, demonstrasi praktik, diskusi interaktif, serta post-test untuk mengukur efektivitas pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan gizi dasar, kebiasaan memilih jajanan sehat, hidrasi, dan kesadaran aktivitas fisik. Perilaku santri juga berubah ke arah positif, terlihat dari bertambahnya frekuensi konsumsi air putih, peningkatan kebiasaan membawa bekal sehat, serta meningkatnya aktivitas olahraga. Tingkat kepuasan peserta yang berada pada kategori sangat tinggi menunjukkan bahwa materi dan metode pelatihan mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan kehidupan pesantren. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan gaya hidup sehat efektif dalam meningkatkan literasi gizi dan mendorong pembentukan perilaku sehat santri. Program ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan kesehatan di lingkungan pesantren.
Peningkatan Kesadaran dan Pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN Melalui Edukasi Masyarakat di Kota Kupang Wahyuni, Maria Magdalena Dwi; Yuniatri, Riska; Abineno, Devidson Aryanto; Batukh, Aplonia Yuliana; Yusuf, Dea Benita; Tabun, Kornelia; Manu, Nadia Margarita; Oematan, Putri Novanty; Setiawan, Thirza Khalilah Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3290

Abstract

Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penggunaan aplikasi Mobile JKN di masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah edukasi dengan menggunakan alat bantu kuesioner pre-test dan post-test. Sasaran dalam pengabdian ini adalah masyarakat di Kota Kupang. Kuesioner yang disajikan pada saat Edukasi mencakup pertanyaan tentang pemahaman dan kemudahan selama menggunakan aplikasi Mobile JKN. Sebelum dilakukan edukasi terkait penggunaan aplikasi Mobile JKN hanya 63,53% masyarakat yang mengetahui dan menggunakan aplikasi tersebut. Setelah dilakukan edukasi, 96,67% masyarakat yang mendapatkan edukasi mengetahui dan akan menggunakan aplikasi Mobile JKN untuk mendapatkan layanan kesehatan online.
Peningkatan Pengetahuan Peserta dan Calon Peserta Melalui Edukasi Pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN Wahyuni, Maria Magdalena Dwi; Saputri, Febriani Mega; Mellu, Joel; Sabet, Kristina Novaeli; Tukan, Maria Kurniawati; Naisais, Marsela Candra; Ratu, Meliana Riwu; Weruin, Nonna Suku
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3297

Abstract

Kegiatan edukasi mengenai penggunaan aplikasi Mobile JKN dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan peserta dan calon peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam menggunakan layanan digital BPJS Kesehatan. Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap fitur-fitur aplikasi menyebabkan banyak peserta masih memilih layanan konvensional. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang manfaat dan cara penggunaan aplikasi Mobile JKN melalui metode edukasi door-to-door dengan media PowerPoint dan demonstrasi langsung menggunakan laptop dan ponsel. Sebanyak 30 responden dipilih secara acak untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa skor rata-rata pre-test sebesar 73 (44)% meningkat menjadi 92,67 (56%) pada post-test atau meningkat sebesar 12%. Seluruh peserta mencapai kategori "baik" menurut standar penilaian BPJS Kesehatan (≥80%). Peserta juga menunjukkan peningkatan yang signifikan pada aspek pemahaman fitur layanan, seperti antrean online, perubahan fasilitas kesehatan, pembayaran iuran, dan penggunaan fitur pengaduan. Hasil ini sejalan dengan penelitian Hidayat dkk. (2023) yang menemukan peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 37,4% setelah diberikan lokakarya Mobile JKN di Puskesmas Cikarang. Dengan demikian, edukasi berbasis praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital masyarakat dalam penggunaan aplikasi Mobile JKN dan mendukung transformasi digital layanan kesehatan di Indonesia.
Edukasi Protein Hewani Setiap Kali Makan Melalui Permainan Kartu di SDN Kota Bogor Nurlita, Asri Ismiyani`; Safitri, Wulan Caesar; Zahra, Lulu El
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3493

Abstract

Isi Piringku merupakan program pemerintah agar masyarakat menerapkan pola makan gizi seimbang. Pola makan yang bergizi seimbang dapat mencegah dari permasalahan gizi yang ada. Anak usia sekolah (6-12 tahun) merupakan masa dimana mengalami pertumbuhan fisik yang pesat dan perkembangan kognitif yang signifikan. Pertumbuhan tulang dan otot untuk ekkuatan dan koordinasi motoric memerlukan zat gizi pembangun terutama sumber protein hewani. Media pembelajaran dapat berupa visual, audio, audiovisual, interaktif, dan lainnya untuk  meningkatkan motivasi belajar anak. Permainan kartu bergambar protein hewani dan menyanyikan lagu “Isi piringku” untuk mengedukasi  anak usia sekolah diharapkan meningkatkan pengetahuan dan harapannya menghasilkan perilaku gizi seimbang. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di SDN Dewi Sartika 1 Kota Bogor dengan jumlah anak 30 orang. Waktu pelaksanaan pada tanggal 18 Oktober 2024. Sebelum materi disampaikan siswa dibagi menjadi 5 kelompok kemudian dilakukan pre-test dengan mengidentifikasi kartu bergambar makanan sumber protein hewani. Materi pentingnya protein hewani dalam setiap kali makan disampaikan melalui media Powerpoint  dan menyanyikan lagu “Isi Piringku”. Akhir kegiatan diberikan post-test dengan mencocokan kembali kartu bergambar sumber protein hewani. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 82 menjadi 96. Edukasi ini termasuk berhasil terlihat dari siswa yang antusias dalam mengidentifikasi kartu bergambar pangan hewani serta aktif mengikuti kegiatan hingga akhir. Pentingnya memvariasikan metode pembelajaran terutama edukasi gizi dan kesehatan agar mudah dipahami dan terasa menyenangkan.
Pemanfaatan Kursi Ergonomis untuk Pencegahan Resiko Jatuh pada Lansia di Desa Bojonegoro Kabupaten Minahasa Selatan Laoh, Joice Mermy; Tamunu, Ester N; Purba, Rudolf Boyke; Pinontoan, Theresia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3501

Abstract

Orang lanjut usia (Lansia) merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah kesehatan, terutama risiko jatuh yang dapat berdampak pada kualitas hidup. Upaya pencegahan risiko jatuh dapat dilakukan dengan penggunaan kursi ergonomis dan latihan elastic band. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan lansia tentang kursi ergonomis, melatih penggunaan kursi ergonomis dan elastic band, serta menilai manfaatnya terhadap pencegahan risiko jatuh. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Bojonegoro Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan. Peserta dalam pelaksanaan Program pengembangan desa mitra ini terdiri dari orang lanjut usia (Lansia)sebanyak 30 orang. Metode kegiatan meliputi pretest, penyuluhan, pelatihan, penilaian kekuatan otot, keseimbangan, fleksibilitas, mobilitas, dan posttest. Hasil kegiatan, mayoritas peserta adalah perempuan (80,0%) berusia 60–65 tahun (73,3%), dan lebih dari sepertiga mengalami hipertensi. Terdapat peningkatan pengetahuan setelah penyuluhan, yang kategori pengetahuan “baik” meningkat dari 23,5% menjadi 55,5%, dan yang berpengetahuan cukup sebanyak 21,5%, dan tidak ada lagi yang berpengetahuan kurang. Latihan elastic band menunjukkan mayoritas peserta berada pada kategori baik dalam aspek kekuatan otot (60%), mobilitas (58%), keseimbangan (55%), dan fleksibilitas (50%). Peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan. Kesimpulannya, kursi ergonomis dan latihan elastic band efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kekuatan fisik, serta mencegah risiko jatuh pada lansia. Di rekomendasikan agar Lansia sebaiknya menggunakan kursi ergonomis di rumah dan melakukan latihan elastic band secara rutin.  
Optimalisasi Fintech: Integrasi Teknologi dan Keuangan di Era Digital Bagi Siswa Menengah Kejuruan Mariani, Septi; Utami, Budi; Indira, Christera Kuswahyu; Hermawati, Sri; Hernama, R; Sariyati, Sariyati; Anisah, Anisah; Handrijaningsih, Lies; Soenhadji, Iman Murtono; Agustin, Sri Kurniasih; Handayani, Handayani; Murtiasih, Sri; Suhendra, Susi; Utomo, Ely Sapto; Perdana, Endika; Martani, Martani; Ardiansyah, Irfan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3502

Abstract

Konsep fintech yang mengadpatasi perkembangan teknologi yang dipadukan dengan finasial diharapkan bisa menghadirkan proses transaksi keuangan yang lebih praktis, aman serta modern. Konsep ini penting untuk difahami bagi para siswa karena dapat meningkatkan literasi dan pengelolaan keuangan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi transaksi dan menyediakan akses yang lebih mudah ke layanan keuangan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan edukasi generasi muda jenjang menengah atas untuk lebih memahami tentang fintech. Kegiatan ini berlangsung di SMK Tirtajaya Depok. Metode yang digunaan adalah dengan persentasi materi, diskusi mengenai fintech kepada seluruh peserta. Optimalisasi fintech diera digital ini dimulai dengan pengenalan fintech, dasar hukum fintech di Indonesia, perbedaan fintech dengan bank, tantangannya fintech di Indinesia, contoh perusahaan fintech di Indonesia, dan cara kerja fintech.  Kegiatan abdimas ini berperan positif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penggunaan fintech sejak dini.