cover
Contact Name
Didah Nurhamidah
Contact Email
didah.uinjkt@gmail.com
Phone
+6285710777541
Journal Mail Official
didah.uinjkt@gmail.com
Editorial Address
Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaGedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Lt. 5Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah JakartaJalan Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Dialektika
ISSN : 25025201     EISSN : 2407506X     DOI : 10.15408/dialektika
Dialektika : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia published two times a year (June and December ) as a medium of distributing scientific research in the field of language, literature , and the Indonesian language and literature education. Dialektika is published in collaboration between the Department of Indonesian Language and Literature Education,  Faculty of Educational Sciences, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta and the Association of Indonesian Language and Literature Lecturer (ADOBSI). Dialektika has been a CrossRef member since 2015 and all of the published writings have a unique number in the DOI and been indexed in DOAJ, Google Scholar, Moraref,  Indonesia One Search- National Library of Indonesia, and Portal Garuda.
Articles 285 Documents
TRANSLITERASI SEBAGAI PENCIRI MKWU BAHASA INDONESIA DI PERGURUAN TINGGI KEISLAMAN INDONESIA Mahsusi, Mahsusi; Ying, Luo
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v10i1.33767

Abstract

The obligation to enforce MKWU in teaching Indonesian is also carried out as an effort to use Indonesian at the scientific level. This is done so that disseminating knowledge using the Indonesian language can be implemented immediately. MKWU's Indonesian language teaching must be able to teach students to have scientific writing skills. Subject teachers can apply learning-based models (PBL) to guide students in producing scientific papers. The materials used are Transliteration and EYD. Transliteration material is unique because it is only given to students under the auspices of the Ministry of Religion in Indonesia. This provides an overview of Indonesian courses at Islamic Religious Universities. This study uses a content analysis method with a qualitative approach. The content analyzed is the Indonesian MKWU Semester Learning Plan (RPS). Data sources in this study came from lecturers at MKWU Indonesia at two universities in Jakarta, namely Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta and Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.
MODERASI BERAGAMA DENGAN LITERASI SASTRA INDONESIA OLEH SANTRI PONDOK PESANTREN DI PURWOKERTO Suharto, Abdul Wachid Bambang; Umar, Mohamad Toha; Trianton, Teguh
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v11i2.34793

Abstract

Tujuan penulisan ini untuk mengungkapkan praktik moderasi beragama melalui literasi sastra Indonesia oleh santri pondok pesntren di Purwokerto. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren An-Najah, Kutasari-Purwokerto, (b) Pondok Pesantren Fatul Huda, Kauman Purwokerto, (c) Pondok Pesantren Darussalam, Dukuhwaluh Kembaran-Purwokerto, dan (d) Pondok Pesantren Al-Amien, Pabuwaran Purwokerto. Data dikumpulkan melalui observasi, studi dokumen, dan wawancara. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa praktik moderasi beragama melalui literasi sastra Indonesia oleh santri pondok pesantren di Pondok Pesantren An-Najah, Kutasari-Purwokerto,) Pondok Pesantren Fatul Huda, Kauman Purwokerto, Pondok Pesantren Darussalam, Dukuhwaluh Kembaran-Purwokerto, dan Pondok Pesantren Al-Amien, Pabuwaran Purwokertoberangkat dari pembacaan kitab yang dilaksanakan secara bandongan, selain sorogan. Sastra sangat penting untuk diajarkan di pesantren karena sastra sama halnya dengan tasawuf, mendekatkan hati manusia kepada Allah. Kemampuan bersastra dalam diri santri mampu melembutkan hati dan perilaku. Hati dan perilaku yang lembut itulah pangkal dari sikap keberagamaan yang moderat (tengah). Sikap moderat ini adalah sikapnya Nabi Muhammad Saw, karena beliau adalah sosok yang adil bagi kaumnya dan bagi orang lain. Karena pengetahuan agama dan sastra yang mendalam, santri memiliki kepekaan dan sikap egaliter yang kuat.
KESALAHAN BAHASA TULIS DALAM MATERI PERKENALAN PADA SISWA BIPA ADAMEESUKSAVITAYA THAILAND Maulana, Afani; Maharany, Elva Riezky; Laksono, Prayitno Tri
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v11i1.35026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan bahasa tulis dalam materi perkenalan pada siswa BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) Adameesuksavitaya asal Thailand menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen yang berfokus pada materi perkenalan yang diajarkan kepada siswa selama satu semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kesalahan bahasa tulis yang umum ditemukan dalam materi perkenalan tersebut, termasuk kesalahan tata bahasa, ejaan, dan fonem. Kesalahan-kesalahan ini dapat berdampak negatif pada pemahaman dan penggunaan bahasa Indonesia oleh siswa BIPA. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada kesalahan bahasa tulis tersebut, seperti pengaruh bahasa ibu siswa dan kurangnya pemahaman tentang struktur bahasa Indonesia. Temuan penelitian ini dapat menjadi landasan bagi pengajar BIPA dalam memperbaiki materi perkenalan dan meningkatkan pemahaman bahasa Indonesia oleh siswa asing, khususnya siswa asal Thailand. Penelitian ini juga memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pengajaran BIPA yang lebih efektif dan relevan.
TIPE HUMOR DALAM CERITA-CERITA PENDEK GUNAWAN TRI ATMODJO Anwar, Saeful; Aminullah, Zakariya Pamuji
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v11i1.35157

Abstract

Gunawan Tri Atmodjo's short stories are considered by many readers present humour. Many impressions are written by readers on the humorous aspect, but there is still no study that describes the humour aspect in these stories. Therefore, this study examines the types of humour in Atmodjo's stories based on a number of humour theories in literary works as presented by Louis Hasley and Matthew Kotzen. From the results of the study, it was found that there are three types of humour in Atmodjo's short stories, namely play, the formation of new words and expressions, and irony in the story. In compiling the story Atmodjo often uses the principle of deviation in normal situations. This can be seen from how he punctuates the names of the characters and the title of the work, the formation of words and expressions, and the irony in the story. These three things are built in conditions that are far from normal, both in terms of ethics (names and titles are messy and irony in the stories) and grammatical (on how words and expressions are formed). In this way, Atmodjo managed to free his readers from the emotional aspect that had been limited by ethics and grammar. Atmodjo thus consciously carried out the selection process (choosing characters and titles to play on), arranging (forming new words and expressions and arranging ironic plots), and using style (in summarizing these three things) so that the humour can be experienced and enjoyed by the reader. without leaving a message to be conveyed. The three types of humour in Atmodjo's short stories are not separate, but they support each other to build humour in the minds of the readers.
ANALISIS KENDALA EKSTERNAL DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH SISWA Hartati, Rahma Dewi; Pratiwi, Brillianing
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v11i1.36040

Abstract

In the process of learning Indonesian scientific paper materials, one of the core competencies is the ability to compile and convey complete scientific findings through written papers. However, many students face difficulties when it comes to the writing process. This study aims to understand the learning process of scientific paper writing in the classroom, analyze the factors that contribute to students' struggles in developing scientific papers, and describe the challenges that students face. The research involved high school students who were studying scientific work materials. Qualitative research with descriptive analysis methods was used to gather data. The study revealed that external factors have a considerable impact on students struggling with writing scientific papers. These factors encompass a classroom atmosphere with insufficient learning support, an unsuitable learning environment for scientific paper writing, and inadequate provisions for planning and delivering appropriate learning materials.
PEMBELAJARAN MORAL MELALUI MOVIE LEARNING “BATTLE OF SURABAYA” PADA SISWA SD Marwan, Iwan; badrus, moh; Siti Fadhilah, Asna
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v11i2.38100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pembelajaran Moral Dalam Movielearning “Battle of Surabaya “Pada Siswa Kelas V SDN Plosorejo 1 Kecamatan GampengrejoKabupaten Kediri Karya Aryanto Yuniawan. Adapun secara khusus mencangkup: 1) Apa sajanilai-nilai pembelajaran moral dalam movie learning “Battle of Surabaya “dan 2) BagaimanaImplikasi movie learning “Battle of Surabaya “terhadap pembelajaran moral siswa kelas V SDNPlosorejo 1. Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi kepustakaan (Library Reseach). Sumberdata primernya yaitu tayangan movie learning “Battle of Surabaya” sedangkan data sekundernyadiperoleh dari buku-buku, jurnal maupun artikel yang berkaitan dengan film tersebut. Teknikpengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan observasi. Dalam teknik keabsahandatanya, teknik ketekunan dan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa movie learning “Battle of Surabaya” merupakan film yangmampu menjadi sumber ataupun media pembelajaran moral. Nilai pembelajaran moral dalammovie learning “Battle of Surabaya “, hal ini ditandai dengan adanya: 1) Terdapat beberapa nilaipembelajaran moral tanggung jawab, peduli, jujur dan sabar. 2) Nilai-nilai pembelajaran moralyang ada dalam movie learning “Battle of Surabaya” juga relevan dengan nilai-nilai pembelajaranmoral dalam kehidupan di sekolah. Yaitu prilaku tanggung jawab terhadap menyelesaikan tugasyang diberikan, peduli dengan teman yang sedang kesulitan, jujur dalam berbicaram dan sabardalam menghadapi ujian dan masalah yang ada.
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN PREFIKS /ME-/ PADA TUGAS MENULIS PEMELAJAR BIPA THAILAND Kusmiatun, Ari; Fadilla, Annisa Rizky; Islahuddin
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v12i1.40478

Abstract

Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Thailand menunjukkan perkembangan signifikan. Seiring perkembangan tersebut, evaluasi kompetensi berbahasa pemelajar perlu digalakkan. Terlebih, kompetensi menulis sebagai kompetensi aktif-produktif dinilai paling sulit dipraktikkan. Salah satu upaya evaluasi yang dapat dilakukan adalah analisis kesalahan berbahasa berupa penggunaan prefiks /me-/ sebagai afiks paling produktif dan wajib dikuasai. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesalahan penggunaan prefiks /me-/ pada tugas menulis pemelajar BIPA Thailand. Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan teknik dasar pengumpulan data berupa teknik sadap dan teknik lanjutan catat. Analisis data menggunakan pendekatan kesalahan berbahasa menurut Tarigan & Tarigan (2011). Langkah kerja analisis kesalahan berbahasa itu adalah mengumpulkan sampel kesalahan; mengidentifikasi kesalahan; menjelaskan kesalahan; mengklasifikasikan kesalahan; dan mengevaluasi kesalahan. Validitas diuji menggunakan referensial, sedangkan uji reliabilitas menggunakan intra-rater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan tujuh wujud kesalahan penggunaan prefiks /me-/, yakni (1) penghilangan prefiks /me-/; (2) bunyi yang seharusnya luluh tidak diluluhkan; (3) peluluhan bunyi yang seharusnya tidak luluh; (4) ketidaktepatan peluluhan bunyi konsonan; (5) penggantian morf; (6) penyingkatan morf, serta (7) ketidaktepatan pembentukan bentuk dasar. Kesalahan tersebut dipengaruhi oleh faktor individu maupun di luar individu. Kesalahan penggunaan prefiks /me-/ sebagai bagian kesalahan berbahasa perlu dicegah dan diatasi melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan evaluasi kompetensi bahasa kontinu.
Identitas Kebinekaan dalam Tetralogi Pulau Buru Karya Pramoedya Persfektif Semiotika Sosiohistoris serta Implikasi Microlearning-nya di SMA Firmansyah, Erfi; Lustyantie, Ninuk; Anis Chaeruman, Uwes
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v11i2.42056

Abstract

Tetralogi Pulau Buru menggambarkan dinamika sosial, budaya, dan politik di Hindia Belanda pada awal abad ke-20, terutama terkait dengan interaksi antaretnis, kelas sosial, dan kolonialisme. Dalam penelitian ini, analisis semiotika digunakan untuk mengungkap tanda-tanda keberagaman yang tercermin melalui hubungan antartokoh dan konteks sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif berupa pengungkapan struktur naratif. Pengungkapan struktur naratif digunakan untuk menunjukkan bagaimana identitas keberagaman terbentuk dan dihadapi oleh tokoh-tokoh dalam karya Pramoedya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Tetralogi Pulau Buru merepresentasikan identitas keberagaman yang kompleks dan dinamis, di mana identitas nasional terbentuk dari interaksi antara budaya lokal (Jawa, Cina) dan global (Eropa). Perjuangan tokoh utama, Minke, merupakan simbol perjuangan menemukan identitas di tengah pluralitas budaya dan kolonialisme. Implikasi dari pembelajaran mikro sastra di sekolah menengah atas adalah bahan ajar yang memungkinkan siswa memahami isu keberagaman melalui pengajaran berbasis digital yang ringkas dan terfokus. Pola ini diharapkan dapat membantu siswa mengembangkan pemikiran kritis dan sikap inklusif terhadap keberagaman. Penelitian ini menawarkan kontribusi penting dalam mengintegrasikan studi sastra dan keberagaman dalam konteks pendidikan sastra di sekolah menengah atas.  
Narasi Komodifikasi dan Relasi Kuasa pada Kumpulan Cerpen “Nelayan Itu Berhenti Melaut” Karya Safar Banggai Prasetyo, Teguh; Saragih, Mike Wijaya; Sinulingga, Febrimarini; Ndoen, Gabriella
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v12i1.42343

Abstract

  Semenjak digaungkannya kebijakan “kembali ke laut”, ada banyak hal yang menjadi perhatian pemerintah Indonesia untuk mendulang pendapatan dari sumber daya laut Indonesia, termasuk potensi pariwisatanya. Dalam pelaksanaan program tersebut, ada beberapa isu yang muncul terkait kesejahteraan dari masyarakat maritim/laut itu sendiri. Dalam kumpulan cerpen “Nelayan itu Berhenti Melaut” karya Safar Banggai, isu-isu tersebut diangkat sebagai narasi utama. Isu tentang objektifikasi masyarakat laut yang berkait dengan komodifikasi laut dan perkampungannya disampaikan dengan penyajian yang menarik, dengan menempatkan masyarakat pada relasi kuasa yang ironis. Oleh karena itu, artikel ini akan mencoba untuk membedah isu tentang narasi komodifikasi dan relasi kuasa dalam beberapa cerpen di kumpulan cerpen tersebut. Analisis dalam artikel ini akan menggunakan pendekatan sosiologis, dengan meminjam teori-teori kritis yang berpusat pada konsep komodifikasi dan relasi-kuasa. Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa masyarakat laut yang dinarasikan pada beberapa cerpen terikat pada relasi kuasa yang membuat suara-suara mereka redup dan membuat mereka tereifikasi sebagai objek. Bentuk komodifikasi tersebut tidak hanya terbaca pada bentuk objektifikasi masyarakat dan perkampungannya yang dianggap eksotik saja, tetapi juga praktik-praktik sosial budaya yang berubah karena tradisi masyarakat yang tergadaikan. Kata kunci: komodifikasi, masyarakat laut, objektifikasi, relasi kuasa.  
INTEGRASI KESANTUNAN SOSIOLINGUISTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR Santoso, Tri; Kusmanto, Hari; Bilqis Salsabila S, Safa
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v12i1.42745

Abstract

Kesantunan berbahasa di kalangan pelajar pada saat ini mengalami reduksi berbahasa secara santun. Fenomena reduksi santun berbahasa siswa di lingkungan pendidikan ini perlu mendapatkan perhatian dan sentuhan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi reduksi kesantunan berbahasa di lingkungan pendidikan dapat dilakukan dengan cara mengintegrasikan kesantunan berbahasa dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan kombinasi analisis konten dan literatur reviu. Data dan sumber data pada penelitian ini diambil dari dokumen kurikulum merdeka yang diterbitkan dalam bentuk regulasi peraturan Mendikbudristek. Selain itu, literatur buku dan jurnal terkait kesantunan sosiolinguistik juga menjadi sumber data dalam penelitian ini. Teknik validasi dalam penelitian menggunakan triangulasi sumber data dan teori. Data dalam penelitian ini dianalisis secara induktif berdasarkan teknik analisis Miller dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kesantunan dalam pembelajaran bahasa dapat diterapkan secara sistematis melalui tiga tahapan kegiatan belajar mengajar: kegiatan awal, inti, dan penutup. Ketiga tahapan ini mendukung pembentukan kompetensi komunikatif dan kesadaran sosial siswa. Selain itu, pembelajaran kesantunan berbahasa juga dapat dinilai melalui instrumen seperti tes esai, observasi perilaku verbal, dan tes objektif berbasis konteks. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa kesantunan sosiolinguistik dapat diintegrasikan secara praktis dan efektif dalam pembelajaran untuk membentuk budaya komunikasi santun di lingkungan sekolah dasar.