cover
Contact Name
Arnawan Hasibuan
Contact Email
arnawan@unimal.ac.id
Phone
+628126448121
Journal Mail Official
editor@dikara.org
Editorial Address
Lhokseumawe, Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara
Published by Dikara Institute
ISSN : -     EISSN : 28283481     DOI : -
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara ISSN 2828-3481 (Online) merupakan jurnal pengabdian dosen untuk mempublikasikan hasil tridharma perguruan tinggi berupa artikel pengabdian. Jurnal Solusi Masyarakat Dikara terbit 3 kali setahun, setiap April, Agustus dan Desember. Naskah yang disubmit harus ditulis dengan format template dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, setiap naskah yang masuk harus bebas plagiasi dan merupakan karya sendiri yang belum diterbitkan di jurnal manapun. Jurnal Solusi Masyarakat Dikara menerima naskah dalam bidang multidisiplin mencakup ilmu sosial, sains, teknik, ekonomi, dan humaniora. Naskah yang disubmit harus menggunakan format template jurnal dan memenuhi kaidah Author Guidelines.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024" : 10 Documents clear
Sosialisasi Program Candu Diksi (Cerita Daerahku Berbasis Augmented Reality 3D) sebagai Sarana Peningkatan Krisis Kearifan Lokal di MTs Nisam Ferona, Naiza; Hasibuan, Arnawan; Maghfirah, Riezka; Syatriawan, Alfin; Waldi, M. Fitra; Jannah, Misbahul; Idaryani, Idaryani; Junita, Nursan
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13073320

Abstract

Kebudayaan Aceh memiliki keunikan yang khas sesuai dengan daerah masing-masing. Cerita rakyat menjadi salah satu keunikan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Aceh. Cerita rakyat merupakan karya sastra misalnya dongeng, mite dan lagenda yang ada di daerah tertentu yang menjadi ciri khas suatu masyarakat daerah tersebut, yang disebarluaskan melalui mulut ke mulut atau secara lisan serta menggunakan bahasa daerah masing-masing asal cerita tersebut. Melalui ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) mahasiswa membuat sebuah program kreatif dan inovatif untuk melestarikan cerita rakyat yaitu program candu diksi (cerita daerahku berbasis augmented reality 3D). Program candu diksi bertujuan untuk mengembalikan eksistensi cerita rakyat di kalangan remaja, memberikan dampak positif terhadap angka literasi moral dan perubahan perilaku di kalangan remaja Nisam, mitra mampu menjadi agen perubahan terkait upaya pelestarian budaya cerita rakyat di Aceh. Kegiatan pengabdian ini diselenggarakan secara offline dengan melibatkan beberapa guru dan tim PKM–PM yang terlibat dalam program Candu Diksi (Cerita Daerahku Berbasis Augmented Reality 3D). Acara ini dilakukan di ruang guru MtS Nisam, acara ini dihadiri oleh 20 guru yang terdiri dari kepala sekolah MTs Nisam, staff dan para guru. Materi yang disampaikan oleh pemateri yaitu ketua tim PKM mencakup beberapa topik, seperti urgensi yang didapatkan dari masalah mitra, alasan memilih mitra MTs Nisam, tujuan pelaksanaan program, dampak yang dirasakan mitra, tahapan pelaksanaan program serta terkait bantuan pendanaan dari Dikti Belwama.
Pelatihan Persilangan Tanaman Anggrek Bagi Komunitas Pecinta Anggrek Dataran Tinggi Gayo Provinsi Aceh Handayani, Rd Selvy; Ismadi, Ismadi; Usnawiyah, Usnawiyah; Yusuf N, Muhammad; Wirda, Zurahmi; Inayatillah, Aufa
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13073788

Abstract

Tanaman hias merupakan salah satu peluang bisnis yang memiliki prospek yang sangat baik termasuk anggrek. Tanaman anggrek merupakan tanaman hias yang banyak ditanam di halaman rumah oleh masyarakat di Dataran Tinggi Gayo. Masyarakat memiliki pengetahuan yang minim dalam melakukan budidaya dan perbanyakan tanaman. Salah satu teknik perbanyakan yang dapat dilakukan pada tanaman anggrek adalah teknik persilangan. Teknik ini perlu dilakukan guna menghasilkan tanaman dalam jumlah yang lebih banyak dan juga dapat menghasilkan jenis tanaman baru yang memiliki sifat berbeda dengan induknya. Tanaman jenis baru ini biasanya memiliki harga yang lebih mahal. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Dataran Tinggi Gayo tentang teknik perbanyakan vegetatif dan persilangan tanaman anggrek. Kegiatan ini dilakukan di aula Dinas Pangan Kabupaten Aceh Tengah dari bulan September samapai November 2022. Kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan dan evaluasi hasil pascapelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi pengingkatan pemahaman dan ketrampilan masyarakat tentang teknik budidaya dan persilangan tanaman anggrek bagi peserta pelatihan. Komunitas pecinta anggrek Dataran Tinggi Gayo sudah mampu melakukan penyerbukan silang buatan pada bunga anggrek.
Meningkatkan Kemampuan Berbicara Pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah SMA Muhammadiyah Melati melalui Pelatihan Public Speaking Siswanto, Deny Hadi; Samsinar, Samsinar; Alam, Sri Rahayu; Setiawan, Aldo
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13072328

Abstract

Pelatihan Public Speaking untuk Pengurus Ikatan Pelajar SMA Muhammadiyah Mlati merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat yang melibatkan 25 peserta. Program ini dirancang dengan bentuk pelatihan untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, memperdalam pemahaman terhadap dasar-dasar public speaking, serta menerapkan berbagai teknik dan strategi public speaking yang efektif bagi para pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah SMA Muhammadiyah Mlati. Pelatihan ini berlangsung selama satu hari, dimana para peserta mendapatkan kesempatan untuk mempelajari materi dasar public speaking yang dilengkapi dengan penerapan teknik-teknik praktis. Dalam tahapan awal pelaksanaan, dimulai dengan observasi awal terhadap kemampuan peserta, kemudian penyesuaian materi pelatihan agar sesuai dengan kebutuhan mereka. Selanjutnya materi dasar public speaking dimulai secara komprehensif, dilanjutkan dengan sesi praktik yang memungkinkan peserta untuk langsung menerapkan apa yang telah dipelajari. Pelatihan ini diakhiri dengan evaluasi mendalam serta pemantauan untuk memastikan bahwa tujuan pelatihan telah tercapai secara maksimal. Meskipun hasil pelatihan ini secara umum memuaskan, masih terdapat ruang untuk perbaikan dan peningkatan lebih lanjut. Namun demikian, terlihat adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan dasar public speaking di kalangan peserta. Peningkatan tersebut mencakup peningkatan kepercayaan diri saat berbicara di depan umum, penerapan sikap yang lebih tepat ketika berbicara dengan memanfaatkan gerak tubuh, serta kemampuan menyampaikan materi dengan lebih baik menggunakan teknik-teknik public speaking yang telah diajarkan. Secara keseluruhan, pelatihan ini berhasil memberikan dampak positif bagi pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah SMA Muhammadiyah Mlati, menjadikan mereka lebih kompeten dalam berbicara di depan umum dan lebih siap menghadapi berbagai situasi yang memerlukan keterampilan public speaking yang baik.
Sosialisasi Penguatan Pemahaman Kampus Merdeka dalam Menyambut Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Hasibuan, Arnawan; Siregar, Widyana Verawaty; Candrasari, Ratri; Andiko, Benny; Wijaya, Reza Sastra; Andeska, Niko; Rozak, Abdul; Sucipto, Fentisari Desti
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13072720

Abstract

Pendidikan merupakan faktor utama dalam menentukan kemajuan suatu negara. Negara yang maju pasti memiliki sistem pendidikan yang unggul serta strategi yang baik dalam mempersiapkan generasi penerusnya. Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, serta mempersiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan yang unggul dan berkepribadian. kegiatan pengabdian ini mencakup seminar, berbagi pengalaman, dan pendampingan. Materi yang disampaikan tentang kampus merdeka-merdeka belajar, berbagi pengalaman dari fakultas pemateri dalam menyiapkan dan merumuskan kurikulum kampus merdeka, serta memberikan pendampingan dalam penyusunan kurikulum. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini berlangsung pada 22 November 2023 di ruang Aula Institut Seni Budaya Indonesia Aceh. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen di Institut Seni Budaya Indonesia Aceh. Kegiatan ini berhasil berjalan dengan lancar dan sukses. Para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan memahami dengan baik materi yang disampaikan oleh pemateri, serta berpartisipasi dalam sharing pengalaman dan pendampingan dalam merumuskan kurikulum untuk program kampus merdeka-merdeka belajar.
Kelompok KKNT 2 Melakukan Edukasi Bahaya Stunting dan Pendataan Penduduk di Dusun Arongan Desa Blang Pulo Harinawati, Harinawati; Azdilla, Audi; Oktaviona, Nisa; Syahputra, Muhammad Andi
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendataan masyarakat sering kali lalai dilakukan padahal mengetahui data masyarakat secara keseluruhan dapat membantu mempercepat pembangunan desa secara menyeluruh apalagi masalah penyakit Stunting pada bayi dan anak kecil merupakan masalah gizi kronis yang memerlukan penanganan multidisiplin yang komprehensif. Di Posyandu, upaya penanganan keterlambatan tumbuh kembang dapat dilakukan dengan optimalisasi kondisi 1000 hari pertama. Sebagai salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat, Posyandu memiliki peran strategis dalam bidang kesehatan, namun karena kader Posyandu memiliki latar belakang pendidikan dan sosial budaya, serta pengetahuan dan keterampilan yang beragam, maka perlu pemutakhiran yang terus menerus. Dalam kasus stunting, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan kader yang terlibat dalam upaya pencegahan stunting sebagian besar masih kurang. Oleh karena itu, upaya peningkatan kapasitas kader Posyandu menjadi penting. Pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat terpadu untuk kuliah kerja nyata mahasiswa Universitas Malikussaleh yang diselenggarakan pada bulan Mei-Juni Kegiatan pendataan untuk mengetahui tingkat penderita stunting di Dusun Aronga. Persiapan dan pelaksanaan, berdasarkan pendekatan pemodelan deduktif, berdasarkan data observasi lapangan yang didiskusikan dengan kader posyandu. Dari hasil data observasi, kader posyandu dapat memahami gizi seimbang, deteksi dini stunting, dan peran penting kader posyandu dalam menginformasikan gizi optimal untuk mencegah stunting dan mengidentifikasi faktor resiko penyebab stunting di wilayah kerja posyandu. Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat berlangsung berkelanjutan yang teratur dan terencana dengan baik, kerena jika kegiatan pencegahan stunting di Dusun Arongan terjalan dengan baik maka akan mengurangi angka stunting di dusun tersebut.
Optimalisasi Start Up Bisnis Entrepreneurs Mahasiswa dan Milenial Kota Lhoksemawe Aceh Hasan, Kamaruddin; Arifin, Awaludin; Husna, Asmaul; Muchlis, Muchlis; Zahari, Zahari; Jafaruddin, Jafaruddin; Zulfadli, Zulfadli
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PM) ini bertujuan untuk mengoptimalkan keterampilan StartUp Bisnis Entrepreneurs kalangan Mahasiswa Universitas Malikussaleh. Pengabdian melibatkan mahasiswa yang akan dan sedang menjalankan bisnis startup baik di dalam maupun luar Kampus. Melalui startup bisnis dengan digital entrepreneurship memberikan pengetahuan dan keterampilan pada mahasiswa untuk dapat memulai, mengelola, mengembangkan usaha dengan memanfaatkan digitalisasi. Memilih menjadi entrepreneur startup era digital, merupakan pilihan dan solusi yang tepat. Menjadi digital entrepreneur dapat memperkaya pengalaman dan pengetahuan. Mahasiswa akan memahami, menjalankan, mengembangkan bisnis startup untuk dapat meminimalisir kegagalan usaha, mau mengambil resiko untuk menjadi lebih sukses, tentu tidak perlu ragu untuk memulai bisnis di era kemudahan teknologi digital. Metode pengabdian dengan proses observasi, need assesment, wawancara, focus group discustion (FGD), pelatihan, monitoring evaluasi dan pendampingan. Hasil pengabdian ini mampu memotivasi, meningkatkan pemahaman, mempengaruhi minat untuk melakukan bisnis start up. Terdapat ada tiga sektor startup yaitu sektor on demand service berbasis sociopreneur, sektor e-commerce dan sektor public service. Faktor pendorog mahasiswa dalam mendirikan startup antara lain motivasi sosial ekonomi, lapangan pekerjaan, kesempatan peluang bisnis dan pemberdayaan. Tantangan dalam menjalankan startup yaitu paradigma masyarakat, komitmen tim, ekosistem startup, pendanaan termasuk kemampuan pemanfaatkan teknologi digital. Pengembangan startup bisnis tidak perlu menunggu tua, kalau bisa sukses usia muda, kenapa harus ditunda. Bagaimana sukses di usia muda yang cerdas mencari peluang dan giat dalam berusaha sehingga apa yang diimpikan dan dianggap mustahil oleh banyak orang berhasil dicapai oleh anak muda mahasiswa. Memang, setiap menit muncul start up digital baru dengan fitur yang hampir sama antara satu dengan yang lain. Maka keterampilan, inovasi, ide-ide kreatif, keberanian dan kreativitas yang cenderung dimiliki mahasiswa yakin mampu diaplikasikan.
Pelatihan Membangun Potensi Diri untuk Menjadi Public Relations yang Mampu Beradaptasi pada Era Digital Husniati, Ade Muana
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Public Relations (PR) merupakan sebuah profesi yang sangat membutuhkan keahlian dan keterampilan berkomunikasi. Keterampilan ini tentu saja tidak didapatkan begitu saja. Tantangan berkomunikasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologipun menjadi sebuah keniscayaan. Dibutuhkan latihan dan diskusi yang berkelanjutan agar senantiasa terasah dan tak tertinggal informasi. Beberapa aktivitas yang dapat diikuti bisa bersifat formal maupun informal. Pada artikel ini, kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan. Kegiatan Pelatihan ini merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan potensi bagi mahasiswa dan khalayak umum yang kelak ingin terjun ke profesi public relations untuk terus mengasah keterampilan dan keilmuan serta menjaring relasi sesama peminat bidang ini. 
Pelatihan Merangkai Panel RUSPIN Menjadi Struktur Bangunan di Desa Uteunkot Mirsa, Rinaldi; Muhammad, Muhammad; Saputra, Eri; Ardyan, Muhammad; Alashri, Haris
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sistem Panel Instan (RUSPIN) adalah jenis rumah modular yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan (PUSLITBANG) Permukiman Kementerian PUPR, adalah salah satu solusi dari permasalahan tingginya biaya produksi dan tidak efisiennya waktu konstruksi yang disertai dengan tidak memenuhinya persyaratan kualitas Teknik bangunan. Bangunan ini dibangun dengan sistem modular, teknologi ini menawarkan rangka bangunan pracetak dengan sistem panel yang di sambung dengan panel lain secara cepat, dengan biaya yang lebih mrah, dan efisien dari sebuah bangunan. Pelatihan pembuatan RUSPIN kepada masyarakat Desa Uteunkot, Kecamatan Muara dua, Kota Lhokseumawe diharapkan bisa menjadi alternatif mata pencaharian masyarakat. Pelatihan ini dibagi menjadi dua sesi yakni sesi paparan materi dan sesi praktek. Pemaparan materi dilaksanakan pada hari pertama melalui FGD (focus group discusion). Pada sesi ini disampaikan spesifikasi teknis komponen, mutu bahan, perakitan RUSPIN. Acara dilanjutkan pelatihan secara langsung di lapangan dengan merangkai panel RUSPIN menjadi struktur bangunan. Pada sesi ini peserta langsung merakit panel RUSPIN antara panel besar dan kecil yang di ikat dengan baut. Peserta juga dapat melihat langsung contoh rumah yang dibangun dengan menerapkan teknologi RUSPIN secara utuh. Kesimpulan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat tersebut adalah menciptakan bangunan dengan menggunakan teknologi RUSPIN dengan standar guna untuk mengembangkan dan meningkatan pengetahuan dalam mengembangan usaha kepada masyarakat.
Pengenalan Internet of Things (IoT) Pemanfaataan dalam Kehidupan Sehari-Hari Bagi Siswa dan Siswi SMK Bustami, Bustami
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai implementasi IoT dapat diterapkan di Indonesia, banyak sektor seperti pertanian dan kesehatan, memiliki potensi besar untuk penerapan teknologi IoT. Hal ini bisa terwujud jika Sumber Daya Manusia di Indonesia memahami dan memiliki pengetahuan tentang konsep IoT serta penerapan komponen-komponen yang menyusun sistem IoT. Namun, masih banyak orang terutama generasi muda usia sekolah, yang belum mengetahui teknologi IoT. Dengan adanya tren yang terus berkembang, penting untuk memberikan pemahaman tentang konsep IoT sejak dini di sekolah, agar siswa memiliki minat untuk mendalami bidang ini. Pengabdian ini bertujuan menumbuhkan minat para siswa dan siswi dalam mempelajari konsep IoT. Metode yang digunakan pada pengabdian ini dengan teknik presntasi dan demosntrasi langsung mengguakan alat sederhana berbasis IoT. Kegiatan ini berjalan dengan baik berkat adanya komunikasi yang efektif antara tim pengabdian kepada masyarakat dan pihak SMKN 7 Lhokseumawe. Diharapkan kedepannya siswa dan siswi peserta memperoleh gambaran penggunaan IoT dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di sekitarnya melalui contoh aplikasi IoT, serta siswa-siswi peserta mampu mengidentifikasi permasalahan yang ada di sekitarnya dan menemukan solusinya dengan bantuan teknologi informasi berbasis IoT.
Pelatihan Edukasi Canva dan AI bagi Calon Guru Profesional dalam Menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Secara Daring Mursalin, M; Ali, Muhammad; Mursyidah, Mursyidah; Rizka, Muhammad; Armita, Desi
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut guru untuk memiliki keterampilan dalam memanfaatkan teknologi guna menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan interaktif.  Salah satu aspek penting dalam pembelajaran adalah penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), yang berfungsi sebagai media untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, serta kemandirian belajar peserta didik. Namun, calon guru sering menghadapi tantangan dalam menyusun LKPD yang efektif, seperti keterbatasan keterampilan desain dan pemahaman teknologi. Oleh karena itu, pelatihan "Edukasi Canva dan AI bagi Calon Guru Profesional dalam Menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Secara Daring" dilaksanakan untuk membekali calon guru dengan keterampilan dalam menggunakan Canva sebagai alat desain grafis dan AI sebagai teknologi pendukung pembelajaran. Pelatihan ini dilaksanakan dalam tiga sesi utama: pengenalan Canva, pemanfaatan AI dalam penyusunan konten, dan praktik langsung dalam merancang LKPD. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 90% peserta berhasil menguasai dasar-dasar penggunaan Canva dan dapat mengintegrasikan AI dalam penyusunan LKPD secara efektif. Meskipun terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan pemahaman awal dan koneksi internet yang tidak stabil, metode pendampingan intensif serta penyediaan materi hybrid membantu peserta mengatasi tantangan tersebut. Secara keseluruhan, pelatihan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kompetensi calon guru, sehingga mereka lebih siap menghadapi tuntutan pendidikan digital di masa depan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10