cover
Contact Name
SUPRIANTO
Contact Email
antosaid.m@gmail.com
Phone
+6282346445017
Journal Mail Official
ashapublishing93@gmail.com
Editorial Address
Green River View, Bouvardia Jalan Avenue No. 8, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by ASHA Publishing
ISSN : -     EISSN : 30476860     DOI : https://doi.org/10.70188/qkcdyr43
Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu cara para ilmuwan dan akademisi untuk menyalurkan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat, serta meningkatkan kualitas masyarakat. Melalui pengabdian kepada masyarakat, peneliti dan akademisi dapat mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, serta mempererat hubungan dengan masyarakat. Oleh karena itu, ruang lingkup naskah yang diterima Jurnal Lamellong: Pengabdian kepada Masyarakat (JLPM) untuk diterbitkan meliputi hasil pengabdian di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, budaya, hukum, perikanan, pertanian, dan kelautan. Hanya hasil pengabdian masyarakat saja yang layak dipublikasikan di Jurnal Lamellong: Pengabdian Masyarakat (JLPM).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 39 Documents
Optimalisasi Pengelolaan Arsip Aktif melalui Sistem Penataan Arsip di Perpustakaan Daerah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Sitti Hardiyanti Arhas; Andi Muh Yusril Haris; Moh. Badrut Tamam; Muallim Muallim; Andi Nuzul Akbar
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 2, Nomor 3, Desember 2025
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/5kc9br79

Abstract

Penataan arsip aktif merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan dokumen serta mendukung kualitas pelayanan informasi di lembaga perpustakaan. Kegiatan ini dilaksanakan di Perpustakaan Daerah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dengan tujuan untuk menciptakan sistem pengelolaan arsip yang lebih terstruktur, tertib, dan mudah diakses. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi tahapan registrasi arsip, penulisan indeks, penentuan kode klasifikasi, pemberkasan arsip, penyusunan daftar isi, serta penyusunan daftar berkas. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi berupa rekaman video kegiatan, foto proses penataan arsip, serta dokumentasi alat yang digunakan dalam kegiatan tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penataan arsip aktif yang dilakukan secara sistematis mampu meningkatkan keteraturan penyimpanan dokumen serta mempermudah proses pencarian kembali arsip yang dibutuhkan. Selain itu, penggunaan media penyimpanan seperti folder, hanging map, dan filling cabinet turut mendukung pengelolaan arsip yang lebih rapi, aman, dan efisien. Penataan arsip juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan efisiensi operasional perpustakaan serta kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat. Dengan demikian, kegiatan penataan arsip aktif menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung pengelolaan informasi yang lebih efektif dan berkelanjutan di lingkungan perpustakaan daerah.    
Penguatan Kosakata Bahasa Inggris Anak Sekolah Dasar melalui Pembelajaran Berbasis Media Video di Wilayah Pedesaan Elvyra Elvyra; Risma Niswaty; Sirajuddin Saleh; Fahmi Surya Abdi; Asmansyah Asmansyah
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 2, Nomor 3, Desember 2025
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/9scvrh23

Abstract

Kemampuan bahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikenalkan sejak usia dini, termasuk bagi anak-anak yang tinggal di wilayah pedesaan. Namun, keterbatasan akses terhadap sumber belajar dan lingkungan praktik sering menjadi kendala dalam pengembangan kemampuan bahasa Inggris pada anak-anak di desa. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran bahasa Inggris sederhana dilakukan sebagai upaya untuk memperkenalkan kosakata dasar kepada anak-anak sekolah dasar di Dusun Manjaling, Desa Boddia, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan awal anak-anak mengenai kosakata bahasa Inggris serta menumbuhkan minat belajar bahasa asing. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pembelajaran sederhana dengan memanfaatkan media video, diskusi, dan kegiatan tanya jawab. Sasaran kegiatan adalah lima orang siswa sekolah dasar yang mengikuti kegiatan pembelajaran secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan peserta dalam mengenali dan menyebutkan beberapa kosakata dasar bahasa Inggris. Meskipun demikian, peningkatan yang terjadi masih tergolong terbatas dan belum menunjukkan perubahan yang signifikan karena keterbatasan waktu pelaksanaan serta kurangnya lingkungan praktik bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis media visual memiliki potensi dalam meningkatkan penguasaan kosakata dasar, meskipun memerlukan intervensi berkelanjutan untuk hasil yang lebih optimal.      
Pengembangan Budaya Literasi Siswa Sekolah Dasar melalui Pendekatan Membaca dan Media Audiovisual di UPT SPF SD Inpres Tidung II Makassar Nahdatul Safitri; Nasir Nasir; Andi Rizka Ekaputri; Sri Yunita Simanjuntak; Andi Putri Tenriyola
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 2, Nomor 3, Desember 2025
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/gm06k918

Abstract

Budaya literasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan akademik dan pembentukan karakter siswa sejak pendidikan dasar. Namun, rendahnya minat membaca pada sebagian siswa masih menjadi tantangan dalam upaya penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca siswa melalui berbagai pendekatan literasi di UPT SPF SD Inpres Tidung II Makassar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pendekatan persuasif melalui komunikasi dengan guru, kegiatan membaca langsung di perpustakaan sekolah, diskusi sederhana mengenai isi bacaan, serta penggunaan media audiovisual berupa film animasi dengan teks terjemahan sebagai alternatif strategi pembelajaran. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas V sekolah dasar yang dilibatkan dalam aktivitas membaca dan diskusi literasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan membaca langsung melalui pemanfaatan perpustakaan mampu menarik minat sebagian siswa yang telah memiliki kebiasaan membaca. Namun demikian, metode tersebut belum mampu meningkatkan minat membaca seluruh siswa secara merata. Penggunaan media audiovisual menunjukkan respons yang lebih positif pada beberapa siswa yang sebelumnya kurang tertarik terhadap aktivitas membaca, sehingga secara bertahap mampu mendorong ketertarikan mereka terhadap teks dan cerita tertulis. Secara umum, kegiatan ini menunjukkan bahwa pengembangan budaya literasi pada siswa sekolah dasar memerlukan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan menarik agar dapat menjangkau karakteristik siswa yang beragam. Oleh karena itu, penguatan budaya literasi di sekolah dasar perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan yang inovatif dan kolaboratif.  
Teknologi Pengolahan Bandeng Tanpa Duri untuk Meningkatkan Keterampilan Ibu-Ibu Majelis Taklim Al Fattah Sudiang Harianti Harianti; Jumrawati Jumrawati; Husni Angraeni; Mutemainna Karim; Sri Rukmini Kustam; Besse Firma Jamal
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 2, Nomor 1, April 2025
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/6jprc808

Abstract

Ikan bandeng merupakan salah satu ikan yang menjadi komoditas unggulan yang memiliki kandungan protein yang sangat tinggi. Pemanfaatan ikan bandeng sebagai bahan baku  baku produk olahan antara lain nugget, bakso, pempek, siomay, otak-otak ikan telah banyak dilakukan.  Ikan bandeng memiliki kelemahan bila dikonsumsi langsung dengan adanya tulang dan duri yang cukup banyak di dalam tubuhnya sehingga sebagian masyarakat tidak mengonsumsinya.  Upaya meningkatkan konsumsi bandeng dengan membuang semua duri yang ada melalui pelatihan penerapan teknologi pengolahan bandeng tanpa duri. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui kegitan penyuluhan dan pelatihan ini berdampak positif dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan Ibu-ibu pengurus dan anggota Majelis Taklim Al-Fattah Sudiang Makassar terkait manfaat dan nutrisi ikan bandeng, teknologi diversifikasi pengolahan bandeng tanpa duri, dan teknik pengolahan bandeng tanpa duri. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini telah mendukung program pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu Program Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan). Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dan berharap agar selanjutnya diadakan lagi kegiatan pelatihan diversifikasi pengolahan berbahan baku ikan bandeng tanpa duri   
Penguatan Kapasitas Kelembagaan Karang Taruna melalui Pelatihan Manajemen Organisasi di Kabupaten Barru Muhammad Ishak; Didik Iskandar; Zarni Adia Purna; Faisal Ardiansyah; Herman H.
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 3, Nomor 1, 2026
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/ww0md124

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan Karang Taruna melalui pelatihan manajemen organisasi di Kabupaten Barru. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah belum optimalnya tata kelola organisasi, lemahnya administrasi kelembagaan, belum jelasnya pembagian tugas pengurus, serta belum tersusunnya program kerja berbasis kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif melalui tahapan persiapan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan penyusunan dokumen kelembagaan, dan evaluasi. Materi pelatihan mencakup dasar kelembagaan Karang Taruna, fungsi manajemen organisasi, administrasi organisasi, penyusunan program kerja, kepemimpinan kolaboratif, komunikasi internal, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai fungsi strategis Karang Taruna sebagai organisasi sosial kepemudaan dan mitra pembangunan masyarakat. Peserta juga mampu menyusun peta masalah kelembagaan, rancangan pembagian tugas pengurus, rancangan program kerja prioritas, serta komitmen tindak lanjut untuk memperbaiki tata kelola organisasi. Kegiatan ini menegaskan bahwa penguatan Karang Taruna membutuhkan kombinasi antara pelatihan, pendampingan, partisipasi anggota, dan dukungan pemerintah desa/kelurahan. Karang Taruna yang memiliki kapasitas kelembagaan kuat berpotensi menjadi aktor penting dalam menggerakkan partisipasi pemuda, memperkuat solidaritas sosial, dan mendukung pembangunan masyarakat di Kabupaten Barru.      
Optimalisasi Literasi Mahasiswa dalam Pemanfaatan Aplikasi Manajemen Referensi Alif Aryadi Hardi; Andi Syahrul Jahrir; Muhammad Zulfikar; Ainul Hidayah; Hasyim Hasyim
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 3, Nomor 1, 2026
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/q2nsd110

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi mahasiswa dalam pengelolaan referensi ilmiah yang berdampak pada kesalahan sitasi dan penyusunan daftar pustaka dalam karya akademik. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa semester akhir Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar dalam memanfaatkan aplikasi manajemen referensi pada penyusunan karya ilmiah. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan penggunaan aplikasi pengelolaan referensi. Peserta kegiatan berjumlah 84 mahasiswa semester akhir. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pemberian pretest dan posttest untuk mengetahui peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mahasiswa dalam penggunaan aplikasi manajemen referensi yang ditunjukkan melalui peningkatan nilai rata-rata pretest sebesar 53,08 menjadi 85,20 pada posttest. Mahasiswa juga mampu melakukan sitasi dan penyusunan daftar pustaka secara otomatis dengan lebih efektif dan sistematis. Kegiatan ini dapat disimpulkan berhasil meningkatkan literasi digital akademik mahasiswa dalam pengelolaan referensi ilmiah serta mendukung peningkatan kualitas penulisan karya ilmiah mahasiswa.
Penerapan Peer Accountability untuk Mengurangi Perilaku Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Sulmiah Sulmiah; Muh. Nur Yamin; Herlina Sakawati; Anna Fiulaizi; Febrianto Syam
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 3, Nomor 1, 2026
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/2pte6s42

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan salah satu permasalahan yang sering dialami mahasiswa dan berdampak pada menurunnya kualitas tugas, meningkatnya stres, serta rendahnya produktivitas belajar. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya yang dapat membantu mahasiswa mengurangi kebiasaan menunda tugas melalui lingkungan belajar yang suportif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan pendekatan peer accountability untuk mengurangi perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa melalui Program Sahabat Akuntabilitas dan Inspirasi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pembentukan kelompok kecil pendampingan, pembekalan manajemen waktu, penyusunan target tugas, pemantauan perkembangan secara berkala, serta evaluasi menggunakan observasi, laporan perkembangan, dan kuesioner. Kegiatan melibatkan sembilan mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Negeri Makassar dengan pelaksanaan secara daring dan luring. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif pada peserta, ditandai dengan penurunan mahasiswa yang sering menunda tugas dari 22,2% menjadi 11,1%, peningkatan peserta yang tidak pernah menunda tugas menjadi 33,3%, serta 66,7% peserta merasa lebih tenang dan memiliki kualitas pekerjaan yang lebih baik. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan peer accountability efektif dalam meningkatkan kedisiplinan, kemampuan manajemen waktu, dan perilaku akademik mahasiswa.
Kuliah, Beasiswa dan Karier: Model Pendampingan Berkelanjutan Bagi Mahasiswa dalam Mengakses Pendidikan dan Peluang Kerja Global Isgunandar Isgunandar; Asrida Asrida
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 3, Nomor 1, 2026
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/2ddmm268

Abstract

Mahasiswa saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam mengakses peluang pendidikan dan karier di tengah persaingan global yang semakin ketat. Keterbatasan informasi mengenai beasiswa, studi lanjut, penyusunan dokumen pendukung, serta rendahnya kesiapan karier menjadi hambatan yang sering dihadapi mahasiswa dalam merencanakan masa depan akademik dan profesional mereka. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam mengakses peluang pendidikan dan pekerjaan melalui model pendampingan berkelanjutan yang mengintegrasikan pelatihan, mentoring, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan terhadap 50 mahasiswa melalui empat tahapan utama, yaitu needs assessment, capacity building, continuous mentoring, serta monitoring and evaluation. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, kuesioner pre-test dan post-test, serta evaluasi kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari rata-rata 50,5% pada pre-test menjadi 87,2% pada post-test, dengan peningkatan rata-rata sebesar 36,7%. Peningkatan tertinggi terjadi pada kemampuan menyusun motivation letter (44,4%) dan curriculum vitae (40,6%). Selain itu, tingkat kepuasan peserta berada pada kategori sangat baik dengan skor rata-rata 4,81 dari skala 5. Sebanyak 98% peserta menyatakan bersedia merekomendasikan program kepada mahasiswa lain dan 96% peserta mengaku lebih memahami peluang beasiswa setelah mengikuti kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa model pendampingan berkelanjutan efektif dalam meningkatkan literasi pendidikan, kesiapan karier, dan akses mahasiswa terhadap peluang pendidikan serta pekerjaan. Program ini berpotensi menjadi model pengembangan kapasitas mahasiswa yang dapat direplikasi di berbagai perguruan tinggi      
Menumbuhkan Budaya Literasi Siswa Sekolah Dasar Eritrina Eritrina; Sitti Hardiyanti Arhas; Nahdatul Safitri
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 3, Nomor 1, 2026
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/bqk4qk94

Abstract

Budaya literasi di kalangan siswa sekolah dasar memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan akademik dan sosial mereka. Pentingnya budaya literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga pada kemampuan siswa untuk memahami, menganalisis dan mengevaluasi informasi. Maka dari itu pendidik perlu memperluas definisi literasi untuk mencakup keterampilan berpikir kritis dan kemampuan menyusun argumen yang berbasis bukti. Disamping itu, budaya literasi tentu memiliki tantangann dalam menumbuhkan budaya literasi yang kokoh di lingkungan pendidikan dasar. Tantangan tersebut dapat berupa kurangnya akses terhadap bahan bacaan yang bervariasi, kurangnya motivasi dalam membaca, dan tekanan pada kurikulum yang memprioritaskan materi pelajaran tertentu. Adapun langkah langkah untuk mengatasi tantangan tersebut, antara lain meningkatkan akses terhadap sumber daya literasi, termasuk buku-buku, majalah dan sumber-sumber digital yang relevan dan menarik bagi siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan membaca di perpustakaan dengan memberikan kebebasan kepada siswa dalam memilih buku dan dilanjutkan dengan diskusi lebih efektif pada sebagian siswa yang memiliki fokus dan minat membaca yang baik. Sementara itu, penggunaan film animasi yang dilengkapi dengan subtitle menjadi alternatif bagi siswa yang kurang tertarik atau kurang fokus dalam kegiatan membaca, dan beberapa siswa kemudian menunjukkan ketertarikan untuk membaca tulisan atau buku cerita. Dengan demikian, penumbuhan budaya literasi perlu dilakukan secara bertahap, berkelanjutan, dan menggunakan metode yang bervariasi sesuai dengan karakteristik dan minat siswa, serta didukung oleh guru, sekolah, orang tua, dan ketersediaan bahan bacaan yang beragam.

Page 4 of 4 | Total Record : 39