cover
Contact Name
Muhammad Syukri
Contact Email
syukri.sadimantara@gmail.com
Phone
+6282189662086
Journal Mail Official
jstpuho@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25276271     DOI : https://doi.org/10.63071
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan (e-ISSN: 2527-6271) is an "Open Access Publications" published by the Food Science and Technology Department,Halu Oleo University Faculty of Agriculture, with a focus and scope in the form of: Food Processing Technology, food biotechnology, food security, food microbiology, food chemistry and food industry technology. Publication Schedule : February, April, June, August, October and December Langueage : Indonesia Frekwency : 6 times every year ISSN online : 2527-6271 Editor In Chief : Prof. Dr. Sri Wahyuni, M.Si Citation Analysis : Google Scholar, Garuda Ristekdikti Accreditation : Sinta 4
Articles 196 Documents
KARAKTERISTIK SINOLE HASIL MODIFIKASI MELALUI FORMULASI TEPUNG SAGU (Metroxylonsagu) DENGAN TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschata) Dewi Rahmawati; Sri Wahyuni; Baihaqi
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 4 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/hqr2qw18

Abstract

Sinole merupakan makanan tradisional Papua yang dibuat dari tepung sagu dan parutan kelapa. Tekstur sinole dapat menjadi keras setelah  mengalami pendinginan sehingga diperlukan modifikasi formulasi untuk memperbaiki karakteristik produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh formulasi tepung sagu dan tepung labu kuning terhadap karakteristik sinole berdasarkan uji organoleptik dan karakteristik kimia. Penelitian  menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan enam perlakuan berdasarkan perbandingan tepung sagu dan tepung labu kuning, yaitu R0 (100:0), R1  (90:10), R2 (80:20), R3 (70:30), R4 (60:40), dan R5 (50:50), dengan empat kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi karakteristik organoleptik secara  hedonik dan deskriptif terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur, serta karakteristik kimia yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, dan kadar karbohidrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan R5 menghasilkan tingkat kesukaan tertinggi terhadap warna, aroma, rasa, dan  tekstur. Perlakuan R5 memiliki kadar air sebesar 30,93%, kadar abu 2,35%, kadar lemak 10,54%, kadar protein 2,52%, dan kadar karbohidrat 53,67%.  Formulasi dengan perbandingan 50% tepung sagu dan 50% tepung labu kuning merupakan perlakuan yang paling disukai berdasarkan karakteristik  organoleptik dan menghasilkan karakteristik kimia sesuai hasil analisis penelitian.
PENGEMBANGAN ALFA SELULOSA DARI TONGKOL JAGUNG PULUT (Zea mays ceratina) SEBAGAI BAHAN BAKU EKSIPIEN SEDIAAN TABLET Nur Illiyyin Akib; Putri Anugrah Febrianti; Novi Siswanti; Nurma Yunita; Padil Anugrah; Qonitah Salsabila; Ari Sartinah
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 4 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/wxjqw510

Abstract

Tongkol jagung pulut (Zea mays ceratina) merupakan hasil samping pertanian yang pemanfaatannya masih terbatas dan mengandung selulosa sebesar 44,9%, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber alfa selulosa untuk bahan baku eksipien farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi alfa selulosa dari tongkol jagung pulut serta mengevaluasi karakteristiknya sebagai bahan baku eksipien sediaan tablet. Isolasi dilakukan melalui tahapan prahidrolisis, delignifikasi, dan pemutihan hingga diperoleh serbuk alfa selulosa. Karakterisasi meliputi rendemen, pengujian organoleptik, kadar alfa selulosa, pH, kelarutan dalam air dan eter, serta identifikasi gugus fungsi menggunakan spektroskopi inframerah transformasi Fourier yang dibandingkan dengan alfa selulosa komersial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alfa selulosa yang diperoleh memiliki rendemen sebesar 37,90% dengan kadar alfa selulosa 97,17 ± 0,24%. Pengujian kualitatif menggunakan larutan seng klorida beriodium mengonfirmasi keberadaan alfa selulosa. Secara organoleptik, produk berbentuk serbuk berwarna putih, tidak berbau, dan tidak berasa. Karakterisasi fisikokimia menunjukkan pH 7,23 ± 0,03, kelarutan dalam air 0,089 ± 0,012%, dan kelarutan dalam eter 0,057 ± 0,015%. Analisis spektroskopi menunjukkan keberadaan gugus O–H, C–H, CH₂, C–O, dan C–O–C yang merupakan gugus fungsi karakteristik selulosa. Berdasarkan karakteristik tersebut, alfa selulosa dari tongkol jagung pulut berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku eksipien farmasi. 
KARAKTERISTIK SENSORIS DAN KIMIA ABON JAMUR LIAR (Volvariella volvacea) PADA TANDAN BUAH KOSONG KELAPA SAWIT DENGAN PENAMBAHAN SANTAN KELAPA Ahmad Mustangin; Yuni Selvianti Sari; I Gede Arie Mahendra Putra; Chintia Agrefina Brilian; Warastra Nur Annisa; Naomi Jayaputri; Muhammad Eriansyah Al Hakim; Putu Ayu Pranita Astuti
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 4 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/7pe6yq71

Abstract

Jamur liar (Volvariella volvacea) berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan nabati bernilai tambah karena memiliki kandungan gizi dan dapat diperoleh dari tandan kosong kelapa sawit. Pemanfaatan jamur liar sebagai bahan baku abon dengan penambahan santan kelapa dapat menjadi salah satu alternatif diversifikasi produk pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi santan kelapa terhadap karakteristik sensoris dan kimia abon jamur liar. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga taraf konsentrasi santan kelapa, yaitu 10%, 20%, dan 30%, dengan lima kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi karakteristik sensoris berupa warna, aroma, tekstur, rasa, dan penerimaan keseluruhan, serta kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, dan kadar serat kasar. Data dianalisis untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap parameter yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi santan kelapa berpengaruh nyata terhadap karakteristik sensoris, kadar air, kadar abu, kadar protein, dan kadar lemak, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar serat kasar. Penambahan santan kelapa sebanyak 20% menghasilkan tingkat kesukaan tertinggi pada seluruh atribut sensoris, dengan kadar air 6,81%, kadar abu 6,20%, kadar protein 16,61%, kadar lemak 30,50%, dan kadar serat kasar 5,47%. Penambahan santan kelapa sebanyak 20% merupakan formulasi terbaik untuk menghasilkan abon jamur liar dengan karakteristik sensoris yang paling disukai dan karakteristik kimia sesuai hasil penelitian. 
PENGARUH KONSENTRASI KALSIUM LAKTAT TERHADAP KARAKTERISTIK  POPPING BOBA SARI BUAH JERUK MANIS Gina Aulia Putri; Neni Trimedona; Reny Guspratiwi
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 4 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/mk9y1k05

Abstract

Popping boba merupakan salah satu inovasi produk pangan berupa bola kecil berisi cairan yang banyak digunakan sebagai topping pada minuman, seperti bubble tea, yang dibuat dengan teknik sperifikasi. Natrium alginat dan ion kalsium digunakan untuk membentuk bola gel yang berisi cairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kalsium laktat terhadap karakteristik popping boba sari buah jeruk. Penelitian dilakukan dengan lima perlakuan konsentrasi kalsium laktat (0,5 %, 1,0 %, 1,5 %, 2,0 %, dan 2,5 %) dengan empat ulangan pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi kalsium laktat berpengaruh signifikan terhadap parameter warna (nilai L*, a*, b*), total padatan terlarut, vitamin C, total asam, serta penilaian sensori (warna, tekstur dan kenampakan). Konsentrasi kalsium laktat sebesar 1,5 % menghasilkan kandungan vitamin C dan total asam tertinggi. 
PENGARUH KONSUMSI SAYUR DAN BUAH TERHADAP STATUS GIZI ANAK  PADA USIA SEKOLAH DASAR Sakir; Rhenislawaty
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 3 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/m3nexh75

Abstract

Anak usia sekolah dasar memerlukan pola makan seimbang untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan status gizi yang optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsumsi sayur dengan status gizi anak usia sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan *cross-sectional*. Data dikumpulkan secara daring melalui Google Form kepada orang tua atau wali anak usia 6–13 tahun menggunakan *purposive sampling*. Dari 38 respons yang diperoleh, sebanyak 29 anak memenuhi kelayakan analisis IMT/U. Konsumsi sayur dinilai berdasarkan skor frekuensi, sedangkan status gizi ditentukan menggunakan Indeks Massa Tubuh menurut Umur. Hasil menunjukkan 62,1% anak memiliki konsumsi sayur rendah, 27,6% sedang, dan 10,3% tinggi. Status gizi terdiri atas 44,8% normal, 24,1% kurus atau sangat kurus, dan 31,0% gizi lebih atau obesitas. Uji *Fisher-Freeman-Halton* menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi sayur dan status gizi (p=0,755). Regresi logistik ordinal juga menunjukkan hasil tidak signifikan setelah dikontrol karakteristik responden (OR=0,54; 95% CI=0,21–1,35; p=0,185). Temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi sayur belum terbukti berhubungan dengan status gizi anak, sehingga status gizi perlu dipahami sebagai hasil interaksi berbagai faktor pola makan dan keluarga. 
KONSENTRASI RAGI TEMPE DAN EKSTRAK BROMELIN NENAS TERHADAPRENDEMEN DAN KARAKTERISTIK MUTU VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Baihaqi
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 3 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/5xbqn860

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak kelapa murni yang banyak diminati karena kandungan asam lauratnya yang tinggi serta manfaatnya bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi konsentrasi ragi tempe dan ekstrak bromelin nenas serta variasi pH terhadap rendemen dan karakteristik mutu VCO yang dihasilkan melalui metode kombinasi fermentasi dan enzimatis. Krim santan kelapa diberi perlakuan penambahan 0,5 g ragi tempedengan ekstrak nenas pada konsentrasi 6%, 8%, 10%, dan 12% (kode sampel A6, A8, A10, A12) serta blanko tanpa penambahan (A0), masing-masing pada pH 3, pH 4, dan pH 5, kemudian diinkubasi pada tempat gelap selama 24 jam pada suhu ruang. Parameter mutu yang diamati meliputi rendemen, kadar air, kadar asam lemak bebas (ALB), danbilangan iodin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen tertinggi diperoleh pada perlakuan A10 pH 5 (30,5%) dan terendah pada A0 pH 3 (4,7%). Kadar air terendah diperoleh pada A6 pH 5 (0,095%) dan seluruh perlakuan pada pH 3 serta sebagian besar perlakuan lain masih memenuhi ambang SNI 7381:2008 (maksimal 0,2%), kecuali pada A10 dan A12 pH 4 dan pH 5 yang melebihi batas tersebut. Kadar ALB berkisar antara 0,07-0,23%, seluruhnya masih memenuhi syarat mutu SNI (maksimal 0,2%) kecuali A12 pH 5. Bilangan iodin berkisar antara 7,0-9,1 g I2/100 g dan cenderung menurun seiring meningkatnya konsentrasi ekstrak nenas. Secara umum, kombinasi penambahan ragi tempe dan ekstrak bromelin nenas pada pH 4-5 memberikan rendemen yang lebih tinggi dibandingkan pH 3, namun perlu dikendalikan agarkadar air dan ALB tetap memenuhi standar mutu VCO.