cover
Contact Name
Evi Ulina Margaretha
Contact Email
jurnalmitramas@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.mitramas@atmajaya.ac.id
Editorial Address
Jl. Pluit Selatan Raya No.19, RT.21/RW.8, Jakarta 14440
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Mitramas Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29860091     DOI : https://doi.org/10.25170/mitramas.v3i2.6702
MitraMas focus and scope are the implementation of science, technology, and art from various fields of science, in solving health problems in the community. Examples are: 1. Behavioral Science: Health education to improve healthy behavior of the community. 2. Nutrition: Screening of malnutrion among children in Jakarta. 3. Non-communicable disease: Screening and prevention of hypertension in community. 4. Architecture: City or area designs to prevent airborne and waterborne diseases. 5. Psychology: Trauma healing among disaster survivors. 6. Social science and Politics: Involvement of communities in health policies. 7. Administration: Teaching health cadre about “Posyandu” administration. 8. Economies: Improvement of micro-economic activities among mothers with under five children. 9. Occupation health: Teaching safety behavior to prevent occupational injury among health workers. 10. Other fields of science
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2025)" : 7 Documents clear
PERAN MUSEUM ANATOMI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN (FKIK) UNIVERSITAS ATMA JAYA DALAM PEMBELAJARAN ANATOMI Djuartina, Tena; Irawan, Robi; Sugiharto, Liliana; Sasmita, Poppy Kristina; Sulichatiani; Sutino, Vinsensius
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6116

Abstract

Museum  dalam definisi peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 66 tahun 2015 memiliki peran penting dalam melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan koleksi, serta mengkomunikasikannya kepada masyarakat. Terdapat berbagai jenis museum di Indonesia, salah satunya adalah Museum Anatomi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) universitas atma jaya. Museum Anatomi FKIK Universitas Atma Jaya ini berfungsi sebagai tempat belajar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai anatomi tubuh manusia, baik untuk masyarakat umum maupun mahasiswa di bidang kesehatan, sebagai bagian dari sarana pendidikan dan penelitian yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dalam penelitian yang dilakukan saat ini tentang peran museum Anatomi sebagai tempat pembelajaran Anatomi, dari hasil kuesioner didapat 92% pengunjung  dapat menambah pengetahuan mereka tentang anatomi tubuh manusia saat berkunjung ke museum. Sebelum memasuki Museum Anatomi FKIK UAJ, sebanyak 68% pengunjung merasa tidak mengalami kesulitan dalam memahami materi anatomi yang disampaikan. Setelah mengikuti kegiatan ruang studio di museum, sebanyak 100% pengunjung merasakan peningkatan pemahaman mereka terhadap materi anatomi yang dijelaskan. Harapan pengunjung pun berhasil terpenuhi setelah mengikuti kegiatan di Museum Anatomi FKIK UAJ, dengan 99% dari mereka merekomendasikan museum ini sebagai media pembelajaran anatomi. Kesimpulannya, Museum Anatomi FKIK UAJ telah merupakan salah satu museum yang berfungsi bukan hanya sebagai kumpulan koleksi, melainkan juga sebagai tempat pembelajaran Anatomi
DETEKSI DINI KELAINAN INTRA-ABDOMEN DAN MUSKULOSKELETAL DENGAN PENAPISAN ULTRASONOGRAFI PADA LANSIA DI PANTI WERDHA MARFATI TANGERANG BANTEN Simargi, Yopi; Ronny, Ronny; Susilo, Fenny; Barus, Jimmy Fransisco Abadinta; Sidharta, Veronika Maria; Sudiyono, Nelson; Gracia, Isadora; Charlee, Michaela Alexandra; Kosim, Fellicia Angelitha; Indrawan, Novelya; Saputro, Aimee Aurelia; Adonai, Amabel
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6182

Abstract

Populasi lansia di dunia meningkat secara pesat, yang berdampak pada meningkatnya prevalensi penyakit seiring berjalannya waktu. Nyeri pada regio abdomen dan muskuloskeletal merupakan salah satu keluhan yang sering dialami oleh lansia. Salah satu metode yang efektif untuk mendeteksi kondisi ini adalah dengan menggunakan ultrasonografi (USG). Oleh karena itu, kegiatan bakti sosial ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pada lansia dengan keluhan pada muskuloskeletal dan abdomen menggunakan USG. Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Werdha Marfati, yang terdiri atas pemeriksaan kesehatan, USG, penatalaksanaan, serta kegiatan interaktif bersama lansia. Sebanyak 70 lansia diperiksa dalam kegiatan ini. Hasil pemeriksaan USG menunjukkan bahwa kelainan terbanyak ditemukan pada regio abdomen (44,29%) diikuti dengan muskuloskeletal (14,29%). Kegiatan baksos ini bermanfaat untuk menapis kelainan regio abdomen dan muskuloskeletal. Selain itu, terdapat temuan tambahan kelainan organ tiroid dan mata melalui pemeriksaan USG. Hasil pemeriksaan yang dilakukan perlu ditindaklanjuti untuk memberikan manfaat yang lebih signifikan. Kegiatan pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan secara berkala dengan melibatkan departemen lain, sehingga penyakit lain dapat terdeteksi dan ditatalaksana sejak dini, sekaligus menjadi dasar untuk merancang program pencegahan terhadap penyakit tertentu
PENGARUH PEMAPARAN MATERI DAN TUR KOLEKSI MUSEUM ANATOMI FKIK UNIKA ATMA JAYA TERHADAP PENGETAHUAN SISTEM TUBUH PADA MURID SEKOLAH DASAR (SD) Panggabean, Nadine Lefina; Djuartina, Tena; Dewi, Rita; Suwangto, Erfen Gustiawan; Narwati, Yulia Tanti; Irawan, Robi
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6311

Abstract

Museum merupakan institusi nirlaba yang tidak hanya berperan dalam edukasi dan penelitian, tetapi juga sebagai sarana penyebaran informasi. Museum Anatomi FKIK Unika Atma Jaya memfasilitasi pembelajaran sains, khususnya biologi dan anatomi. Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang melibatkan siswa SD yang mengunjungi museum. Kuesioner diberikan sebelum dan sesudah pemaparan materi audiovisual serta tur koleksi sistem organ tubuh oleh staf Departemen Anatomi. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengevaluasi efektivitas museum sebagai media pembelajaran dan dampaknya terhadap peningkatan pengetahuan siswa. Hasilnya, 121 siswa menunjukkan peningkatan skor post-test dengan distribusi jawaban benar yang lebih bervariasi. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05) pada beberapa topik, seperti embriologi, perbedaan jenis kelamin, dan fungsi ginjal dalam sistem urin. Namun, peningkatan pada topik lain seperti sistem tubuh dan fungsi jantung tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemaparan museum secara interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada topik-topik tertentu, meskipun tidak berlaku untuk seluruh materi
PENINGKATAN KESADARAN KESEHATAN MELALUI PEMERIKSAAN HBA1C DAN TSH DI KALANGAN UMAT GEREJA KATOLIK SANTO PETRUS DAN PAULUS Djaja, Nanny; Ratimanjari, Natasha Gabby; Tjhay, Francisca; Ekowati, Ana Lucia
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6481

Abstract

Diabetes Mellitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronis akibat gangguan regulasi glukosa. Di Indonesia, prevalensi diabetes pada orang dewasa mencapai 10,8%. Penyakit tiroid, yang disebabkan oleh kelainan fungsi kelenjar tiroid, juga menjadi masalah kesehatan yang mempengaruhi metabolisme tubuh. Pemeriksaan HbA1c dan TSH memiliki peran penting dalam deteksi dini dan pengelolaan kondisi ini. HbA1c mencerminkan kontrol glukosa darah selama 2-3 bulan terakhir, sedangkan TSH digunakan untuk mendeteksi gangguan fungsi tiroid. Program bakti sosial yang diadakan di Gereja Katolik Santo Petrus & Paulus, Jakarta Barat, diikuti oleh 43 peserta. Hasilnya menunjukkan 6 orang (13,95%) memiliki kadar HbA1c ≥6,5%, di mana 4 orang baru terdiagnosa diabetes. Selain itu, 8 orang (18,60%) memiliki kadar TSH <0,45 mU/L, yang mengindikasikan kemungkinan hipertiroidisme. Program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pengelolaan penyakit. Kegiatan serupa sebaiknya dilakukan secara rutin dengan tambahan edukasi kesehatan mengenai pencegahan penyakit tidak menular dan pola hidup sehat untuk dampak yang lebih luas
PENGENALAN PROGRAM STUDI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA MELALUI WORKSHOP PEMBUATAN APUSAN TINJA DAN DEMO PREPARAT PARASITOLOGI Surja, Sem Samuel; Olivia, Vera; Margareta, Revi; Yolanda, Hanna; Joprang, Freggy Spicano; Kaisar, Maria Mardalena Martini; Wijaya, Meiliyana
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6505

Abstract

Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (FKIK UAJ) menyelenggarakan kegiatan edukasi berupa workshop pembuatan apusan tinja dengan pewarnaan lugol dan demo preparat parasitologi. Kegiatan dirancang untuk memberikan gambaran mengenai pembelajaran dalam program studi kedokteran terutama saat berada di tahap preklinik. Ilmu parasitologi merupakan salah satu ilmu yang wajib dikuasai oleh lulusan kedokteran. Hal tersebut relevan karena sebagai salah satu negara beriklim tropis, penyebaran penyakit infeksi akibat parasit masih banyak ditemukan di Indonesia. Kegiatan edukasi dilakukan di laboratorium FKIK UAJ diikuti oleh siswa/i SMA Pahoa Gading Serpong. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan membandingkan nilai pre-test dan post-test menggunakan aplikasi Quizizz. Hasil perbandingan nilai pre-test dan post-test terdapat kenaikan sebesar 27,7%. Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan umum siswa/i di bidang parasitologi. Kegiatan yang telah dilakukan memberikan dampak yang baik terhadap program pengenalan kampus FKIK UAJ dan meningkatkan pengetahuan siswa/i terhadap bidang ilmu kedokteran khususnya parasitologi. Sehingga kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkesinambungan.
EDUKASI BAHAYA OBAT HERBAL TIDAK TERSERTIFIKASI DI KALANGAN DOSEN Gunawan, Untung
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6664

Abstract

Obat herbal telah lama digunakan di Indonesia karena dianggap lebih aman dan alami dibandingkan obat kimia sintesis. Namun, tingginya permintaan menyebabkan beredarnya produk yang tidak memiliki sertifikasi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), yang berisiko bagi kesehatan. Produk yang tidak terverifikasi bisa mengandung bahan berbahaya atau tidak sesuai klaim yang tercantum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada dosen mengenai bahaya penggunaan obat herbal yang tidak tersertifikasi BPOM, serta pentingnya memilih produk yang aman dan terverifikasi. Penyuluhan dilakukan melalui seminar dan media sosial, di mana metode pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur pemahaman peserta sebelum dan setelah penyuluhan. Analisis statistik menggunakan paired t-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan (p < 0,01), dengan 94% peserta lebih memahami bahaya obat herbal yang tidak tersertifikasi, yang mengindikasikan perbedaan signifikan antara skor pre- dan post-test. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pemahaman dosen mengenai pentingnya regulasi BPOM terhadap obat herbal. Tindak lanjut PkM ini meliputi perluasan edukasi kepada mahasiswa dan masyarakat serta pemanfaatan media sosial untuk penyebaran informasi, guna menciptakan kesadaran yang lebih luas mengenai bahaya penggunaan obat herbal tanpa sertifikasi yang sesuai.
PENYULUHAN PENCEGAHAN SARKOPENIA PADA LANSIA DI KLINIK PESONA MEDIKA, SAWAH BESAR, JAKARTA PUSAT Haryono, Rika; Agung, Nawanto; Rahadian, Julia; Heidy, Heidy; Santosa, Mariani; Sudiyono, Nelson; Manalu, Jojor Lamsihar; Situmorang, Evi Ulina Margaretha; Yantho, Erwin; Paul, Clara Stephanie
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6702

Abstract

Abstrak Indonesia telah memasuki fase aging population, ditandai dengan meningkatnya angkaharapan hidup dari 69,81 tahun (2010) menjadi 71,85 tahun (2022), serta peningkatanproporsi lansia menjadi 11,75%. Lansia rentan terhadap sarkopenia, dengan prevalensidi Asia, termasuk Indonesia, mencapai sekitar 40,6%. Untuk itu, edukasi mengenaipentingnya olahraga guna meningkatkan massa dan kekuatan otot menjadi krusial.Kegiatan penyuluhan dilakukan di Klinik Pesona Medika dengan 19 peserta lansia, diukurmelalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan penurunan nilai rata-rata sebesar 8,3%pada post-test, yang kemungkinan disebabkan oleh penurunan daya ingat lansia. Hal inimenunjukkan perlunya edukasi berulang untuk memperkuat pemahaman. Meskipun hasilini belum mewakili populasi lansia secara luas, penyuluhan serupa di berbagai lokasidapat memberikan data yang lebih representatif. Diharapkan kegiatan ini menjadi langkahawal untuk meningkatkan kesadaran akan pencegahan sarkopenia dan mendukungpeningkatan kebugaran serta kesejahteraan lansia dalam jangka panjang. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7