Claim Missing Document
Check
Articles

Tanaman Obat di Indonesia: Sebuah Perspektif dari Antropologi Kesehatan Rahma Saswita; Ambia Nurdin; Dian Rahayu; Kiki Asrifa Dinen; Khairuman Khairuman
Public Health Journal Vol. 2 No. 1 (2025): January–March, Health Policy and Health Systems
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/q6hmm154

Abstract

Tumbuhan obat di Indonesia telah didokumentasikan selama berabad-abad. Penggunaan tumbuhan sebagai obat tradisional sangat diminati oleh masyarakat karena terbukti memberikan manfaat kesehatan yang lebih baik. Suku Karo tidak hanya menggunakan tumbuhan untuk keperluan obat tradisional, tetapi juga untuk kebutuhan sehari-hari seperti makanan, adat, dan budaya. Suku Karo telah menciptakan sistem kearifan lokal yang unik dalam merawat tumbuhan yang ada di sekitar mereka. Pengolahan dan penggunaan obat tradisional ini telah diwariskan oleh leluhur mereka, menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Bentuk-bentuk perawatan tradisional yang selalu digunakan oleh suku Karo mencakup Parem/Kuning, Tawar, Minyak Karo, dan Oukup. Keempat jenis perawatan ini memiliki karakteristik dan efikasi yang berbeda satu sama lain, mencerminkan kekayaan pengetahuan tradisional yang telah terjaga dan dilestarikan oleh suku Karo selama berabad-abad.
Tinjauan Hukum Terhadap Malpraktik Dokter Pada Pelayanan Kesehatan Dalam Perspektif Hukum Pidana Ambia Nurdin; Khairuman Khairuman; Dian Rahayu; Quratuainisa Quratuainisa
Public Health Journal Vol. 2 No. 1 (2025): January–March, Health Policy and Health Systems
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/6889qc18

Abstract

Permasalahan malpraktik kedokteran adalah tindakan yang sangat merugikan dalam pengobatan pasien dapat memperburuk penyakit atau kematian pasien. Kesalahan yang dilakukan dalam menjalankan profesi dokter dapat menimbulkan pertanggungjawaban pidana. Oleh karena itu, bidang kesehatan harus mempunyai kepastian hukum yang khusus untuk memberikan keadilan hukum terhadap pasien yang terluka. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif, atau kekuasaan normatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan hukum, pendekatan kasus dan pendekatan konseptual. Berdasarkan hasil pembahasan disimpulkan bahwa proses penerapan hukum pidana malpraktik medik diatur dalam pasal 1 dan 2 undang-undang pidana § 360 yang meliputi bagian kelalaian medik (bersalah). atau tenaga medis. UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan UU no. 36 per tahun 2014 untuk tenaga kesehatan.
Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Balita Usia 1-3 Tahun Dian Rahayu; Nurul Hijjah; Khairuman Khairuman; Ambia Nurdin
Public Health Journal Vol. 2 No. 1 (2025): January–March, Health Policy and Health Systems
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/dft1fh45

Abstract

Perkembangan memiliki tahapan yang berurutan mulai dari kemampuan melakukan hal yang sederhana menuju kemampuan melakukan hal yang sempurna dan setiap individu memiliki kecepatan perkembangan yang berbedabeda. Proses percepatan dan perlambatan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor herediter, lingkungan, budaya lingkungan, sosial ekonomi, iklim / cuaca, nutrisi, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang hubungan status gizi dengan perkembangan balita usia 1-3 tahun di Posyandu Jaan Desa Jaan Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan rancangan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah semua ibu dan balita usia 1-3 tahun di Posyandu Jaan Desa Jaan Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk, dengan teknik Total sampling didapatkan sampel sejumlah 35 responden. Variabel independent yaitu status gizi balita usia 1-3 tahun dan variabel dependent yaitu perkembangan balita usia 1-3 tahun. Pengambilan data menggunakan observasi BB/TB dan KPSP kemudian diolah dengan editing, coding, scoring, dan tabulating dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian dari 35 responden didapatkan sebagian besar status gizi balita adalah gizi baik sebanyak 25 responden (71.5%). Sebagian besar perkembangan balita adalah sesuai sebanyak 23 responden (65.7%). Berdasarkan hasil uji statistik Spearman Rank didapatkan t hitung 3,647 dan bila dibandingkan dengan t tabel (α= 0,025) adalah 1,960 maka t hitung > t tabel yaitu 3,647 > 1,960 sehingga H1 diterima artinya ada hubungan antara status gizi dengan perkembangan balita usia 1-3 tahun. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa status gizi akan mempengaruhi perkembangan balita. Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak memerlukan zat gizi agar proses pertumbuhan dan perkembangan berjalan dengan baik.
Hubungan Pengetahuan Konsumsi Minuman Berpemanis Dengan Status Gizi Remaja Nurul A’la; Ambia Nurdin; Ully Fitria; Khairuman Khairuman; Dian Rahayu
Public Health Journal Vol. 2 No. 1 (2025): January–March, Health Policy and Health Systems
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/vjcw4f81

Abstract

Obesitas adalah penimbunan lemak berlebih pada manusia yang berdampak buruk pada kesehatan, ini merupakan peningkatan akumulasi lemak dalam tubuh, dan menyebabkan resiko terhadap kesehatan.Tingginya konsumsi minuman yang mengandung pemanis dikaitkan dengan peningkatan angka kematian dan kejadian penyakit akibat kelebihan berat badan (obesitas). Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara pengetahuan konsumsi minuman berpemanis dan status gizi remaja. Desain survei lintas-seksional digunakan dalam mengumpulkan data dari sampel remaja. Data diperoleh melalui penggunaan kuesioner yang dikembangkan langsung oleh peneliti dengan hasil uji validitas rentang pearson correlation 0,309-0,677 dan reabilitas diperoleh Alpha sebesar 0,801 untuk mengevaluasi pengetahuan tentang konsumsi minuman berpemanis serta status gizi. Untuk menganalisis hubungan antara variabel-variabel tersebut, dilakukan analisis korelasi menggunakan spearman rank correlation dengan uji non-parametric test. Namun, hasil penelitian yang mengejutkan menunjukkan bahwa nilai pvalue dari pengetahuan dan status gizi 0,183 > 0,05 yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan konsumsi minuman berpemanis dengan status gizi remaja. Lebih spesifik lagi, ditemukan bahwa individu dengan Indeks  Massa Tubuh (IMT) yang normal tidak selalu memiliki pengetahuan yang lebih baik, begitu pula sebaliknya, individu dengan IMT yang lebih tinggi tidak selalu memiliki pengetahuan yang lebih buruk. Temuan ini menekankan bahwa status gizi tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan tentang konsumsi minuman berpemanis semata
Kenduri Jirat Pada Masyarakat Gampong (Studi Kasus Di Gampong Baro Kecamatan Pasie Raja Kabupaten Aceh Selatan) Nurul Afrida; Ambia Nurdin; Dian Rahayu; Khairuman Khairuman
Public Health Journal Vol. 2 No. 1 (2025): January–March, Health Policy and Health Systems
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/rqtbsq85

Abstract

Kenduri jirat yang berarti kenduri kuburan merupakan salah satu tradisi yang dilaksanakan setiap tahun sesudah lebaran Idul Fitri. Kenduri jirat memiliki nilai dan makna dalam masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme masyarakat Gampong Baro memperingati kenduri jirat ini. Kenduri jirat ini sudah dilaksanakan sejak dulu dan tetap dipertahankan hingga sekarang. Tujuan penelitian penelitian ini (1) Untuk mengetahui pelaksanaan kenduri jirat dalam masyarakat Gampong Baro, (2) Untuk mengetahui makna kenduri jirat pada masyarakat Gampong Baro. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang yang dipilih secara purposive sampling. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara dan partisipatif. Teknik analisis data yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kenduri jirat berlangsung selama 1 hari 1 malam dengan kegiatan yang dilaksanakan didalamnya yaitu gotong royong, shadaqah, kenduri (makan bersama), baca Al-Qur’an, samadiah dan diakhiri dengan do’a bersama. Makna kenduri jirat yaitu menjadi alat pemersatu masyarakat, tolong menolong dalam hal kematian, dan merupakan hal sakral dalam agama sehingga menjadi rutinitas yang tetap dilaksanakan.
Kebiasaan Kerokan Pada Masyarakat Sebagai Pengobatan Tradisional Dalam Perspektif Antropologi Kesehatan Khairuman Khairuman; Maudatul Izza; Ambia Nurdin; Dian Rahayu
Public Health Journal Vol. 2 No. 1 (2025): January–March, Health Policy and Health Systems
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/n6zwm087

Abstract

Meskipun saat ini telah memasuki era modern dimana ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran berkembang sangat pesat  namun sebagian besar masyarakat masih mempertahankan pengobatan tradisional sebagai upaya kuratif.Pengobatan tradisional telah menjadi suatu kebiasaan turun temurun dan melekat di kehidupan masyarakat Indonesia dalam bidang kesehatan salah satunya adalah kebiasaan kerokan. Terdapat berbagai macam alasan masyarakat masih mempertahankan kerokan sebagai pengobatan tradisional diantaranya adalah faktor kepercayaan, sosial budaya, faktor ekonomi dan lain sebagainya. Penulisan ini dilakukan menggunakan metode literature review dan disusun untuk mengidentifikasi pandangan antropologi kesehatan terhadap kebiasaan kerokan yang ada di masyarakat. Dari hasil telaah diketahui bahwa kerokan tidak hanya ada di Indonesia saja namun terdapat pula di beberapa negara Asia dengan istilah dan alat yang berbeda pada masing-masing negara. Selain itu pengobatan tradisional ini dapat membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa kerokan merupakan pengobatan tradisional yang telah dilakukan oleh masyarakat Indonesia secara turun-temurun. Kerokan telah umum dilakukan bagi masyarakat dewasa maupun anak-anak. Pengobatan ini dianggap sebagai pengobatan alternatif untuk mengatasi beberapa penyakit ringan, seperti seperti flu, pilek, demam, serta sakit kepala.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Siswa Sekolah Dasar Ellianufara Ellianufara; Ambia Nurdin; Cut Husnul Khatimah; Ricky Dear Fitria; Zoel Helmi; Fadhlul Ihsan
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/bd049746

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) penting untuk mencegah penyakit infeksi pada anak usia sekolah, terutama di daerah dengan akses sanitasi terbatas. Di SD Negeri 1 Idi, ditemukan masih banyak siswa yang belum memahami pentingnya PHBS meskipun fasilitas telah tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan PHBS siswa SD Negeri 1 Idi, Kabupaten Aceh Timur.  Penelitian pre-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain one group pretest-posttest. Penelitian melibatkan 83 siswa (sensus) dari kelas I hingga VI. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis indikator PHBS Kemenkes sebelum dan sesudah intervensi edukasi kesehatan berupa video animasi, demonstrasi cuci tangan, dan tanya jawab selama 2x45 menit. Data dianalisis dengan paired t-test. Skor rata-rata PHBS meningkat signifikan dari 11,64 (kategori kurang) menjadi 29,05 (kategori cukup) dengan nilai p < 0,001. Perbedaan rata-rata sebesar 17,41 menunjukkan peningkatan yang sangat bermakna secara praktis. Pendidikan kesehatan berbasis partisipatif efektif meningkatkan PHBS siswa sekolah dasar, mendukung teori perubahan perilaku melalui peningkatan pengetahuan dan keterlibatan emosional.
Gambaran Perilaku Cuci Tangan Sebagai Salah Satu Indikator PHBS Rumah Tangga Di Gampong Lam Blang Manyang Kabupaten Aceh Besar Ricky Dear Fitria; Ambia Nurdin; Zoel Helmi; Bukhari; Muhammad Yusuf
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 3: Agustus 2026
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penerapan perilaku kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu indikator PHBS rumah tangga adalah perilaku mencuci tangan yang benar, terutama setelah melakukan aktivitas tertentu dan sebelum makan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku cuci tangan sebagai salah satu indikator PHBS rumah tangga di Gampong Lam Blang Manyang Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kepada responden rumah tangga. Dari 314 responden yang teridentifikasi, sebanyak 312 responden memiliki data lengkap dan digunakan dalam analisis, sedangkan 2 responden tidak dianalisis karena data yang tersedia tidak lengkap. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi perilaku cuci tangan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 312 data yang dapat dianalisis, seluruh responden (100%) memberikan jawaban yang menunjukkan penerapan perilaku cuci tangan. Temuan tersebut menggambarkan bahwa perilaku cuci tangan pada responden yang memiliki data lengkap berada pada tingkat yang sangat tinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa cuci tangan telah menjadi salah satu perilaku kesehatan yang diterapkan dalam kehidupan rumah tangga di Desa Gampong Lam Blang Manyang Kabupaten Aceh Besar. Namun, hasil tersebut perlu dipahami berdasarkan data yang valid dan tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan hubungan dengan faktor lain karena penelitian ini bersifat deskriptif. Hasil penelitian dapat menjadi gambaran awal bagi upaya pemeliharaan dan penguatan PHBS rumah tangga di masyarakat.
Perilaku Tidak Merokok sebagai Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Rumah Tangga di Desa Meunasah Baet Kecamatan Krueng Barona Jaya Ellianufara; Ambia Nurdin; Ricky Dear Fitria; Zoel Helmi; Fardilla Aisya
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 3: Agustus 2026
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku tidak merokok merupakan salah satu indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga yang berperan penting dalam mencegah berbagai penyakit tidak menular maupun penyakit akibat paparan asap rokok. Penerapan perilaku tidak merokok di lingkungan rumah tangga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang sehat, meningkatkan kualitas hidup keluarga, serta mengurangi risiko gangguan kesehatan pada anggota keluarga, terutama anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku tidak merokok sebagai indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada rumah tangga di Desa Meunasah Baet, Kecamatan Krueng Barona Jaya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 312 responden yang dipilih sesuai dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner PHBS rumah tangga, kemudian dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 255 rumah tangga (81,7%) tidak memiliki kebiasaan merokok, sedangkan 57 rumah tangga (18,3%) masih memiliki anggota keluarga yang merokok. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga di Desa Meunasah Baet telah menerapkan perilaku tidak merokok sebagai salah satu indikator PHBS, meskipun masih terdapat sebagian masyarakat yang merokok sehingga memerlukan perhatian dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku tidak merokok pada rumah tangga di Desa Meunasah Baet telah tergolong baik, namun diperlukan penguatan promosi kesehatan, edukasi mengenai bahaya rokok, serta dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.
Efektifitas Pengetahuan Ibu Balita Terkait Gizi Seimbang Balita Untuk Mencegah Stunting Melalui Penyuluhan Di Gampong Kiran Krueng Jangka Buya Pidie Jaya Ambia Nurdin; Nurhaliza Nurhaliza; Zamzami Zamzami; Amiruddin Amiruddin; Zakiyuddin Zakiyuddin; Ricky Dear Fitria; Fauzi Aldina; Hendra Cipta; Muhammad Haikal
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): November : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v3i3.2229

Abstract

Fulfillment of nutrition is very important for the growth and development of children, especially in the first 1000 days of life (HPK). Family, especially mothers play an important role in providing balanced nutrition, therefore mothers must have good knowledge about it. The purpose of this activity is to increase the knowledge of mothers of toddlers about balanced nutrition in toddlers. This activity was carried out in the village of Kiran Krueng. This study used a pre-experimental design method with the type of one group pretest-posttest design. The target in this study were the women of Kiran Krueng Village, Jangka Buya District, Pidie Jaya Regency. The questionnaire in this study was used to examine the effect of providing counseling about stunting on increasing the knowledge of women in Kiran Krueng Village, Jangka Buya District, Pidie Jaya Regency. The number of samples taken was 20 mothers. It is known that most of the respondents were female as many as 20 respondents with a percentage of 100%, while most of them were aged 25-30 years as many as 12 respondents with a percentage of 60%. The highest level of knowledge of mothers before being given counseling was in the moderate category, 7 people (35%). The highest level of knowledge of mothers after being given counseling was in the high category, 20 people (100%). The average level of knowledge of mothers before being given counseling was 2,05 and after being given counseling, it was 1,00. From these results it can be concluded that there were positive results from the counseling process carried out.
Co-Authors Abel Domika Abel ahmadi ahmadi alul asriadi Amiruddin Amiruddin Amiruddin Amiruddin Amiruddin Annisa Yuia Anza Novaldi Banta Cut Bukhari Bukhari Bukhari Bukhari Bukhari Bukhari Chairummi Chairummi Cut Husnul Khatimah Cut Mega Putri Cut Megawati Cut Yasifa Adillah Salma Dalima Hayati Dewi Astini Dhini aminarti Dian Rahayi Dian Rahayu Dian Rahayu diana Diana Lestari DIYAN ZAHRA DIYAN Elisa nur Ellianufara Ellianufara Ellianufara elsa fajira Endang Sihaloho Erna Fitria Erna Fadhlul Ihsan Fardilla Aisya Fauzi Aldina Fauzi Aldina Fazlil Mudawali fazzira rhaudatul jannah Feby Anggi Astuti Fikri Faidul Jihad Firjatullah Freya Aprilia Gelva Irayana Hendra Cipta Herfa iswanda Wanda Idal Bahri Intan Safitri Ismaturrahmi Jira fajira Jira fajira karmila br sihotang Khairuman Khairuman Khairuman Khesya Nayla Puspita Sari Ponda Kiki Asrifa Kiki Asrifa Dinen Lasmi LAURA YOHANA lilis aprilia frasticha april Lismaijar Lismaijar Lismaijar Maijar Lydia Syanesah M. Akil Rizkullah Mahyuddin MAIBON IBON Maiza Duana Maiza Duana maizzatul raziah Marida Tiana Maudatul Izza Maula Habna Maulidar maulidia lidya Maulina 05 Mau’izzatun Jannah Meylissa Mhd Hidayattullah Milna Firizki Mirna Mirna Mohd Isa T Ibrahim Mohd Isa T. Ibrahim Mohd Isa T.Ibrahim Muhammad Muhammad Muhammad Furqan Muhammad Haikal Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad MUHAMMAD YUSUF Mulyadi Mulyadi Murtadhahadi Murtadhahadi Murtadhahadi Murtadhahadi MUSFIRA FIRA najma Nazira Nazrratul Hadawiyah Novita Mlina nur atiya Nurhaliza Nurhaliza Nuri Andriani Nuri Andriani Nurul Afrida Nurul Arisfa Nurul A’la Nurul Hijjah Putri Rifka Quratuainisa Quratuainisa Rahma Dani Rahma Hidayati Rahma Saswita Raihatul Husna Rama Mutiara Raudatul Aina Reza Reza Kurnia Ricky Dear Fitria Ricky Dear Fitria Ricky Dear Fitria Ricky Dear Fitria RISKA MAHYUNI Riskayuniarma Riskayuniarma Risna Maulita Ristiani Ristiani Rizka Auva Rafiqi Roza Maolida Safrida Safrida Saiful Basri Salmalia Salmalia Salsabila Sapriani Rahayu Saprizal Saprizal Saskia Arsyva serly adhariaty Sisca Amelia Sita Dara Humaira Sita Siti Fatimah Zuhra Zuhraa Siti humairah Sofia Marisya Putri Sri Maywati sri wahyuni suci fajarima Suci Fajarimah suci maulidar surna surna Susan Marlinda Susri Nurhazizah Syafriani Syarifah Rahmiza Muzana Syarifah Rozati Nomira Syarifah Rozati Nomira Syarifah T. Muhammad Isa Ibrahim Taufiq Karma tiaafdila dila Titin Mirnalista Ufairatul ulaiya Ufairatul ulaiya Ulfa Nazillah Ully Fitria Ully Fitria yesidiana Yulizar Kasma Yunida Pangastuti Zahra Mahfudzah zahratul rahmi zahra Zahrul Fuadi Zakiyuddin Zakiyuddin zamzami Zamzami Zamzami Zoel Helmi Zoel Helmi