Claim Missing Document
Check
Articles

TANGGUNG JAWAB HUKUM PRAKTIK TANPA SURAT IZIN OLEH PENATA ANESTESI DI RUMAH SAKIT sri wahyuni; Ambia Nurdin; Ully Fitria; Kiki Asrifa Dinen
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/2pmjzv59

Abstract

Yurisdiksi kesehatan kian marak. Secara yuridis rumah sakit bertanggung jawab atas semua kerugian yang diakibatkan kelalaian tenaga kesehatan di rumah sakit. Sebagai langkah preventif rumah sakit melakukan kredensial terhadap semua tenaga kesehatan yang terlibat perawatan medis langsung, salah satunya adalah kepemilikan surat izin praktik. Dalam latar belakang terdapat isu hukum, yakni praktik tanpa surat izin oleh penata anestesi di rumah sakit. Maka timbul permasalahan legalitas dan pembebanan tanggung jawab. Metode dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dengan menggunakan pendekatan undang-undang (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian didapatkan bahwa rumah sakit tidak bertanggung jawab dan turut bertanggung jawab secara hukum terhadap praktik tanpa surat izin oleh penata anestesi di rumah sakit, tergantung pada perjanjian kerja bersama. Sehingga Pasal 46 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, tidak berlaku absolut.
Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pola Perilaku Sehat: Analisis Kebiasaan Baru Yang Disesuaikan Di Kalangan Masyarakat Ambia Nurdin; khairuman; diana; Dian Rahayi
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/de3w9w34

Abstract

This article analyzes the influence of the COVID-19 pandemic on the patterns of healthy behavior among communities, focusing on the newly adapted habits to sustain amidst the pandemic. Data sources are drawn from computerized databases such as PubMed, ScienceDirect, Elsevier, Portal Garuda, and Google Scholar, with inclusion criteria for relevant research articles published between 2019-2023, available in Indonesian or English, and open access. Five articles meeting the inclusion criteria were then analyzed, and data synthesis was conducted. The research findings indicate the emergence of new habits related to healthy lifestyles adapted by communities following the onset of the COVID-19 pandemic. This demonstrates that the COVID-19 pandemic has brought about significant changes in community behavior patterns, particularly in efforts to maintain health and resilience amidst the threatening pandemic situation.
PERAN PROMKES DENGAN TINGGINYA PENYAKIT TIDAK MENULAR DI INDONESIA fazzira rhaudatul jannah; Ambia Nurdin; Meylissa; Dian Rahayu
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/0d8tvm28

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) menjadi masalah kesehatan utama di dunia dan di Indonesia. Penyakit tidak menular utama seperti penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus, kanker, dan penyakit paru obstruktif kronik sangat tinggi di Indonesia. Dengan factor resiko seperti meroko, diet tidak sehat, kurang aktifitas fisik, konsumsi alcohol serta paparan lingkungan juga berkontribusi pada peningkatan peningkatan prevelensi ptm, maka dari itu perlu adanya upaya pengendalian ptm yang difokuskan pada promosi perilaku sehat,  kebijakan kawasan tanpa rokok, dan deteksi dini melalui peningkatan sumber daya manusia,Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Pengumpulan data dilakukan dengan cara menganalisis berbagai sumber bacaan atau kepustakaan yang relevan, dilakukan menggunakan situs elektronik Google Scholar yang berbentuk search engine dengan kata kunci promosi kesehatan, program pencegahan, dan Penyakit Tidak Menular (PTM). disimpulkan bahwa peran promosi kesehatan sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan program pencegahan penyakit tidak menular di indonesia. Karena salah satu strategi yang efektif untuk mencegah meningkatnya jumlah penderita PTM adalah dengan melakukan program promosi kesehatan. oleh karena itu peningkatan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat dan implementasi kebijakan yang memadai menjadi kunci dalam mengurangi beban ptm di Indonesia
Perempuan dan rokok (kajian sosiologi kesehatan terhadap perilaku kesehatan reproduksi perempuan perokok di kota surakarta ) Elisa nur; Ambia Nurdin; Ully Fitria; Kiki Asrifa Dinen
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/v9t7zr36

Abstract

Banyak faktor perilaku yang memiliki konsekuensi negatif bagi kesehatan reproduksi wanita, salah satunya adalah merokok. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah bidan Puskesmas dan suami dari wanita perokok, respondennya adalah wanita perokok. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, sementara sampel dengan maximum variation sampling dan snowball sampling. Analisis data menggunakan analisis interaktif meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor lingkungan keluarga, hubungan sosial dan keinginan mencoba hal baru membuat wanita merokok. Dalam sehari, responden mengkonsumsi rokok 3 batang hingga 1 atau 2 bungkus rokok. Pengetahuan perokok Wanita tentang kesehatan reproduksi cukup luas, namun sikap mereka dalam menjaga Kesehatan reproduksi masih kurang karena mereka berhenti merokok hanya selama kehamilan dan menyusui. Setelah itu, mereka akan merokok lagi. Selain itu, beberapa responden tidak memiliki kesadaran untuk memeriksakan kesehatan reproduksi ke dokter secara rutin.
Dinamika sosial masyarakat adat dalam menghadapi modernisasi serly adhariaty; Ambia Nurdin; Ully Fitria; Kiki Asrifa Dinen
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/rnzeph17

Abstract

Era globalisasi telah membawa budaya dan teknologi ke wilayah masyarakat adat yang dapat menimbulkan mulai pudarnya kepercayaan masyarakat karena adanya modernisasi pada masa kini. Modernisasi merupakan proses transformasi masyarakat dan kebudayaan dalam semua aspeknya, dari tradisional ke modern. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan kajian pada kaitan Dinamika Sosial Masyarakat Adat dalam Menghadapi Modernisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metodeliteratur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui analisa data pada penelitian sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan keterkaitan antara kepercayaan masyarakat dan modernisasi di Kampung. Hasil penelitian ini adalah menunjukan jika terdapat beberapa aspek modernisasi yang masuk kedalam masyarakat. Tetapi tidak membuat suatu perubahan pada kebiasaan dan adat istiadat serta nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat karena masyarakat tetap memegang kepercayaan masyarakat adat, budaya dan adat istiadat yang diajarkan oleh leluhur. Hal ini diambil berdasarkan indikator yang diuji meliputi Sekularisasi, Penggunaan Nalar, Pendidikan, Kebiasaan Masyarakat, Sikap Terbuka, Kemajuan Teknologi.
ASPEK HUKUM PELAKSANAAN VAKSINASI COVID-19 DI INDONESIA Syafriani; Ambia Nurdin; Ully Fitria; Reza Kurnia
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/2s8p3k63

Abstract

 World Health Organizatioan (WHO) mendefinisikan Virus corona jenis Virus 2019-nCoV sebagai pandemi jenis penyebaran penyakit baru keseluruh dunia, hal ini bukan hanya kasus kesehatan masyarakat, tapi akan menyentuh setiap sektor. Pandemi covid-19(cov-19) mengakibatkan format kedaruratan kondisi sehat khalayak Indonesia, sehingga Presiden Joko Widodo menetapkan KeppresNo.11/2020. Dalam “pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi untuk penanggulangan pandemi covid-19” Presiden Joko widodo menetapkan Perpres No.14/2021. Dalam memilih sarana juga prasarana kesehatan secara mandiri & bertangggungjawab tiap manusia punya hak memilih sesuai dengan keinginannya, berhubung kondisi pandemi yang menyangkut kepentingan rakyat dan negara lebih diutamakan, jadi pemberian vaksinasi yang sebenaranya bersifat volunteer karena kondisi darurat bisa bersifat dipaksakan. Meskipun sudah ada payung hukum UU No.4/1984:”Wabah Penyakit Menular” serta UU No.6/2018:“Kekarantinaan Kesehatan”, tapi dilapangan banyak yang setuju dan sebaliknya pada pelaksanaan vaksinasi dimasyarakat. Tujuan penelitian untuk memahami sifat dari pemberian vaksin corona menurut peraturan perundangan yang dianut dan faktor- faktor yang terjadi di masyarakat. Memakai metode normatif dengan pendekatan kualitatif. Pemberian vaksin kepada masyarakat bersifat memaksa. keterbatasan ketersedian vaksin; ada yang mendukung ada yang antipati dari masyarakat terkait pelaksanaan vaksinasi; penyaluran yang tidak merata. Alasan penolakan masyarakat dalam menerima vaksin Covid-19 dikarenakan adanya trust yang berbeda, hal ini didukung kurangnya alur komunikasi juga cara penyampaian informasi yang kurang tepat sasaran, data jenis vaksin terbatas informasinya, ketersediaan vaksinCov-19, juga syarat aman. Pemerintah selayaknya mendukung penuh vaksin Nusantara dan vaksin Merah Putih yang dikembangkan para peneliti Indonesia.  
POLA BUDAYA TERHADAP MAKANAN MASALAH, BUDAHAYA DAN MAKANAN TERHAFAP GISI DAN CARA  MENGATASINYA alul asriadi; Ambia Nurdin; Ully Fitria; Reza Kurnia
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ba2n6964

Abstract

Abstrak:Makanan ialah sesuatu yang dapat dimakan atau bahan yang kita makan lalu masuk ke dalam tubuh sehingga membentuk dan mengganti jaringan tubuh, memberi tenaga, dan mengatur semua proses dalam tubuh. Makanan juga dapat diartikan sebagai sumber nutrisi, salah satu zat yang mampu untuk memelihara dan menjaga kesehatan organisme yang menelannya. Inilah pengertian makanan sebagai konsep biokimia., konsep yang biasa yang di pakai dalam ilmu medis. Segala bahan makanan yang mampu memberikan zat nutrisi dan mencukupi kebutuhan gizi manusia, bisa dijadikan sebagai sumber makanan. Namun, tidak demikian halnya dengan pengertian makanan dalam konteks budaya, makanan bukan hanya dilihat sebagai suatu produk organik dengan kualitas-kualitas biokimia yang dapat dipakai oleh manusia untuk mempertahankan hidup semata, makanan erat kaitannya dengan pemilihan zat yangsesuai dam tidak sesuai bagi tubuh, bahan yang dianggap makanan dan bukan makanan berkaitan erat dengan kerangka pengetahuan sosial budaya.
Analisis Kebijakan Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Rsud Dikota Banda Aceh Dalam Meningkatkan Pelayanan Pasien Rawat Jalan Dan Inap Anza Novaldi; Ambia Nurdin; Kiki Asrifa; Ully Fitria
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): April–June, Community Health
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/2h3tkb08

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakebijakan kesehatan diimplementasikan dan bagaimanapengaruhnya terhadap efisiensi organisasi rumah sakit daerahdalam meningkatkan pelayanan rawat jalan dan rawat inap. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatankuantitatif sebagai metode penelitian teori implementasikebijakan, yang terdiri dari empat elemen yaitu komunikasi, sumber daya, posisi dan sikap pelaksana kebijakan, dan birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakankesehatan memiliki dampak yang signifikan terhadap efektivitasorganisasi rumah sakit daerah dalam meningkatkan pelayananrawat jalan dan rumah sakit. Di sisi lain, motivasi dan sikappelaksana tidak memiliki dampak yang signifikan terhadapefektivitas peningkatan pelayanan rawat jalan dan rawat inap di organisasi RSUD.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DIARE PADA ANAK LAURA YOHANA; Ambia Nurdin; Ully Fitria; Kiki Asrifa Dinen
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/hztbrj10

Abstract

Diare merupaka suatu kondisi dimanan seseorang mengalami kondisi buang air besar 3 (tiga) kali atau lebih dalam rentan waktu 24 (dua puluh empat) jam dengan kondisi tinja atau feses berupa cairan encer atau sedikit berampas. Diare lebih dominan menyerang anak-anak karena daya tahan tubuhnya yang masih lemah, sehingga anak-anak sangat rentan terhadap penyebaran bakteri penyebab diare. Jika diare disertai muntah berkelanjutan akan menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan dalam tubuh). Penyakit diare terjadi akibat faktor langsung maupun tidak langsung, diare bisa juga berasal dari faktor agen penjamu, perilaku, dan juga faktor terkait dengan lingkungan. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian diare pada anak-anak. Metode yang di gunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode studi pustaka (library research). Hasil dari penulisan artikel ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada anak-anak adalah faktor lingkungan, pengetahuan orang tua, kondisi ekonomi, umur, pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif, personal hygiene dan kualitas makanan yang di konsumsi.
ANALISIS KESEHATAN BAYI DAN BALITA DIWILAYAH PESISIR DESA PEURADEN KABUPATEN BIREUN surna surna; Ambia Nurdin; Ully Fitria; Reza Kurnia
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/9ksk3j68

Abstract

Masalah status kesehatan masyarakat yang masih rendah, antara lain ditandai dengan AKI dan AKB yang tinggi, permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas SDM, Setiap anak itu unik, karena faktor bawaan dan lingkungan yang berbeda. Pertumbuhan dan perkembangan pada bayi dan balita dipengaruhi oleh keturunan, keadaan sebelum lahir, gizi dan penyakit, serta kondisi setelah lahir. Tingginya prevalensi Balita gizi buruk dan balita sangat pendek diBireun ditahun 2019 cukup tinggi, kondisi sosial ekonomi masyarakat Bireun khusus wilayah pesisir sangat mempengaruhi kesehatan bayi dan balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah kesehatan bayi dan balita di wilayah pesisir desa PEURADEN kabupaten Bireuen tahun 2019.
Co-Authors Abel Domika Abel ahmadi ahmadi alul asriadi Amiruddin Amiruddin Amiruddin Amiruddin Amiruddin Annisa Yuia Anza Novaldi Banta Cut Bukhari Bukhari Bukhari Bukhari Chairummi Chairummi Cut Husnul Khatimah Cut Mega Putri Cut Megawati Cut Yasifa Adillah Salma Dalima Hayati Dewi Astini Dhini aminarti Dian Rahayi Dian Rahayu Dian Rahayu diana Diana Lestari DIYAN ZAHRA DIYAN Elisa nur Ellianufara Ellianufara Ellianufara elsa fajira Endang Sihaloho Erna Fitria Erna Fadhlul Ihsan Fardilla Aisya Fauzi Aldina Fazlil Mudawali fazzira rhaudatul jannah Feby Anggi Astuti Fikri Faidul Jihad Firjatullah Freya Aprilia Gelva Irayana Hendra Cipta Herfa iswanda Wanda Idal Bahri Intan Safitri Ismaturrahmi Jira fajira Jira fajira karmila br sihotang Khairuman Khairuman Khairuman Khesya Nayla Puspita Sari Ponda Kiki Asrifa Kiki Asrifa Dinen Lasmi LAURA YOHANA lilis aprilia frasticha april Lismaijar Lismaijar Lismaijar Maijar Lydia Syanesah M. Akil Rizkullah Mahyuddin MAIBON IBON Maiza Duana Maiza Duana maizzatul raziah Marida Tiana Maudatul Izza Maula Habna Maulidar maulidia lidya Maulina 05 Mau’izzatun Jannah Meylissa Mhd Hidayattullah Milna Firizki Mirna Mirna Mohd Isa T Ibrahim Mohd Isa T. Ibrahim Mohd Isa T.Ibrahim Muhammad Muhammad Muhammad Furqan Muhammad Haikal Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad MUHAMMAD YUSUF Mulyadi Mulyadi Murtadhahadi Murtadhahadi Murtadhahadi Murtadhahadi MUSFIRA FIRA najma Nazira Nazrratul Hadawiyah Novita Mlina nur atiya Nurhaliza Nurhaliza Nuri Andriani Nuri Andriani Nurul Afrida Nurul Arisfa Nurul A’la Nurul Hijjah Putri Rifka Quratuainisa Quratuainisa Rahma Dani Rahma Hidayati Rahma Saswita Raihatul Husna Rama Mutiara Raudatul Aina Reza Reza Kurnia Ricky Dear Fitria Ricky Dear Fitria Ricky Dear Fitria Ricky Dear Fitria RISKA MAHYUNI Riskayuniarma Riskayuniarma Risna Maulita Ristiani Ristiani Roza Maolida Safrida Safrida Saiful Basri Salmalia Salmalia Salsabila Sapriani Rahayu Saprizal Saprizal Saskia Arsyva serly adhariaty Sisca Amelia Sita Dara Humaira Sita Siti Fatimah Zuhra Zuhraa Siti humairah Sofia Marisya Putri Sri Maywati sri wahyuni suci fajarima Suci Fajarimah suci maulidar surna surna Susan Marlinda Susri Nurhazizah Syafriani Syarifah Rahmiza Muzana Syarifah Rozati Nomira Syarifah Rozati Nomira Syarifah T. Muhammad Isa Ibrahim Taufiq Karma tiaafdila dila Titin Mirnalista Ufairatul ulaiya Ufairatul ulaiya Ulfa Nazillah Ully Fitria Ully Fitria yesidiana Yulizar Kasma Yunida Pangastuti Zahra Mahfudzah zahratul rahmi zahra Zahrul Fuadi Zakiyuddin Zakiyuddin zamzami Zamzami Zamzami Zoel Helmi Zoel Helmi