p-Index From 2021 - 2026
7.026
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal Of Nursing Practice JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Journal of Islamic Nursing Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Bidan Komunitas JIKP Jurnal Ilmiah Kesehatan PENCERAH Indonesian Journal of Community Dedication Lentera Acitya Journal Of Health Malahayati International Journal of Nursing and Health Science TIN: TERAPAN INFORMATIKA NUSANTARA Jurnal Kebidanan Malakbi Jurnal Kesehatan Tambusai Sakti Bidadari (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri) Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Jurnal Penelitian Inovatif Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Journal of Language and Health Hospital Majapahit : Jurnal Ilmiah Kesehatan Politeknik Kesehatan Mojokerto Journal Of Human And Education (JAHE) Jurnal Ilmiah Mappadising TRANSPUBLIKA INTERNATIONAL RESEARCH IN EXACT SCIENCES (TIRES) Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Journal of Public Health Concerns EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Journal of Public Health and Pharmacy MEDIA KESEHATAN GIGI : POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan KUNKUN Journal of Multidisciplinary Research Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Holistik Jurnal Kesehatan CHI JOURNAL OF Community Health Issues
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Public Health Concerns

Pemberdayaan ibu balita melalui program edukasi tumbuh kembang dan pola asuh anak usia dini di wilayah kerja Puskesmas Bilokka Pratiwi, Wilda Rezki; Hasriani, Sitti; Asnuddin, Asnuddin; Meisyaroh, Meriem; Nisa, Rahmi Fitriani Karimatun
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 8 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i8.1351

Abstract

Background: Introduction: Preliminary data from the Bilokka Community Health Center indicates that there are still toddlers with developmental disorders due to inappropriate parenting practices, particularly in nutrition, discipline, and communication. This condition risks hindering children's readiness to enter primary education and impacting the quality of future generations. Local surveys revealed that most mothers lack adequate knowledge regarding motor, cognitive, and socio-emotional stimulation of children. Purpose: To educate mothers of toddlers about the importance of monitoring early childhood growth and development and supporting factors such as parenting, nutrition, stimulation, and environmental health. Methods: This Community Service activity was conducted on August 4, 2025, at the Integrated Health Post (Posyandu) in Bilokka Village, Panca Lautang District, targeting 45 mothers of toddlers. The activity was implemented using a participatory approach through direct counseling, group discussions, child stimulation simulation practice, training on the use of the Pre-Screening Development Questionnaire (KPSP), and mentoring through online communication media. Results: 38 of the 45 participating mothers reported gaining a new understanding of child growth and development through this program. Six toddlers at risk of malnutrition were identified and referred to advanced health services. The active involvement of participants in all stages of the program significantly contributed to the program's success. Conclusion: Empowering mothers of toddlers through participatory-based education has proven effective in increasing mothers' knowledge and involvement in early childhood stimulation, which is essential for optimizing child growth and development. Suggestion: Increased collaboration with community health centers (Puskesmas) and Posyandu (Integrated Service Post) cadres is needed by actively involving health workers and Posyandu cadres in participatory educational activities to increase mothers' understanding and involvement in ongoing programs on a regular basis. Keywords: Education; Growth and development; Parenting; Toddler Pendahuluan: Data awal dari Puskesmas Bilokka menunjukkan masih adanya balita dengan gangguan tumbuh kembang akibat praktik pengasuhan yang kurang tepat, terutama dalam aspek nutrisi, disiplin, dan komunikasi. Kondisi ini berisiko menghambat kesiapan anak memasuki pendidikan dasar serta berdampak pada kualitas generasi mendatang. Survei lokal mengungkapkan bahwa sebagian besar ibu belum memiliki pengetahuan memadai mengenai stimulasi motorik, kognitif, dan sosial-emosional anak. Tujuan: Mengedukasi ibu balita tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak usia dini serta faktor-faktor pendukung seperti pola asuh, gizi, stimulasi, dan kesehatan lingkungan. Metode: Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan pada tanggal 4 Agustus 2025 di Posyandu Kelurahan Bilokka Kecamatan Panca Lautang dengan jumlah sasaran sebanyak 45 ibu balita. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan langsung, diskusi kelompok, praktik simulasi stimulasi anak, pelatihan penggunaan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), serta pendampingan melalui media komunikasi daring. Hasil: Sebanyak 38 dari 45 ibu peserta mengaku baru memperoleh pemahaman tentang tumbuh kembang anak melalui program ini. Ditemukan enam balita dengan risiko gizi kurang yang telah dirujuk ke layanan kesehatan lanjutan. Keterlibatan aktif peserta dalam seluruh tahapan kegiatan berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan program. Simpulan: Pemberdayaan ibu balita melalui edukasi berbasis partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan ibu dalam stimulasi dini, yang esensial bagi optimalisasi tumbuh kembang anak. Saran: Perlunya peningkatan kolaborasi dengan Puskesmas dan kader Posyandu dengan melibatkan tenaga kesehatan dan kader Posyandu secara aktif dalam kegiatan edukasi yang partisipatif untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan ibu dalam program berkelanjutan secara  berkala.
Pemberdayaan kader posyandu dalam deteksi dini stres dan depresi pasca persalinan Qardhawijayanti, Suci; Hasriani, St. Hasriani; Asnuddin, Asnuddin
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i9.1780

Abstract

Background: Postpartum maternal mental health is a crucial aspect of maternal and child well-being. Postpartum depression (PPD) can occur in women after childbirth. Comprehensive management of stress and depression is necessary to classify these events for prompt and appropriate intervention. Postpartum stress and depression are psychological problems that often go undetected in the community due to a lack of knowledge and skills among Posyandu (Integrated Service Post) cadres. Early detection by cadres can help prevent negative impacts on the mother, baby, and family. Purpose: To improve the knowledge and skills of Posyandu cadres in early detection of postpartum stress and depression. Method: This community service activity was carried out in the working area of ​​Amparita Health Center, Sidenreng Rappang Regency in July - August 2025. The target of the activity was 25 Posyandu cadres as representatives of five assisted villages in the working area of ​​Amparita Health Center. The activity was carried out with a community empowerment approach that emphasized the active participation of cadres in every stage of the activity. Using the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) instrument as a simple screening tool that can be used by Posyandu cadres. Direct observation was carried out on the cadres' ability to use the EPDS during the mentoring activity. The pre-test and post-test data were analyzed descriptively to see the increase in the average score of cadres' knowledge and skills after the intervention. Results: The average knowledge score of cadres before the educational activity (pre-test) was 62.4 points, and the average knowledge score after the educational activity (post-test) was 89.6 points. Meanwhile, the cadres' abilities and skills after the educational activity indicated that they could use the EDPS, interpret depression scores, and provide suggestions for further action in managing depression in postpartum mothers. Conclusion: Empowering Posyandu cadres through training and mentoring is an effective step in improving the ability to detect postpartum stress and depression early. Increasing the capacity of health cadres is also a strategic effort in fostering a culture of community health. Suggestion: Follow-up measures in the form of ongoing training, routine supervision, and cross-sector collaboration are needed to strengthen the maternal mental health referral system at the community level. It is also recommended that health institutions conduct a more in-depth study of the impact of stress and depression experienced by postpartum mothers. Keywords: Community empowerment; Early detection; Postpartum depression; Posyandu cadres Pendahuluan: Kesehatan mental ibu setelah melahirkan merupakan aspek penting dari kesejahteraan ibu dan anak. Depresi pasca persalinan (DPP) dapat terjadi pada ibu setelah melahirkan. Diperlukan adanya penanganan yang komprehensif terkait kejadian stres dan depresi agar dapat diklasifikasikan untuk intervensi yang cepat dan tepat. Stres dan depresi pasca persalinan merupakan masalah psikologis yang sering tidak terdeteksi di masyarakat karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan tenaga kader Posyandu. Deteksi dini oleh kader dapat membantu pencegahan dampak negatif terhadap ibu, bayi, dan keluarga. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam melakukan deteksi dini stres dan depresi pasca persalinan. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Amparita, Kabupaten Sidenreng Rappang pada bulan Juli - Agustus 2025. Sasaran kegiatan adalah 25 orang kader Posyandu sebagai perwakilan dari lima desa binaan di wilayah kerja Puskesmas Amparita. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat (community empowerment) yang menekankan partisipasi aktif kader dalam setiap tahapan kegiatan. Menggunakan instrumen Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) sebagai alat skrining sederhana yang dapat digunakan kader Posyandu. Dilakukan observasi langsung terhadap kemampuan kader dalam menggunakan EPDS selama kegiatan pendampingan. Data hasil pre-test dan post-test dianalisis secara deskriptif untuk melihat peningkatan rata-rata skor pengetahuan dan keterampilan kader setelah intervensi. Hasil: Mendapatkan data nilai rerata pengetahuan kader sebelum kegiatan edukasi (pre-test) adalah 62.4 poin dan nilai rerata pengetahuan setelah kegiatan edukasi (post-test) menjadi 89.6 poin. Sedangkan kemampuan dan ketrampilan kader setelah kegiatan edukasi menunjukkan bahwa kader dapat mengunakan EDPS, mengintepretasikan skor tingkat depresi, dan dapat memberikan saran untuk tindakan lebih lanjut dalam menangani depresi pada ibu pasca persalinan. Simpulan: Pemberdayaan kader Posyandu melalui pelatihan dan pendampingan adalah langkah efektif dalam meningkatkan kemampuan deteksi dini stres dan depresi pasca persalinan. Peningkatan kapasitas kader kesehatan juga merupakan upaya strategis dalam menumbuh kembangkan budaya kesehatan komunitas. Saran: Diperlukan tindak lanjut berupa pelatihan berkelanjutan, supervisi rutin, dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat sistem rujukan kesehatan mental ibu di tingkat komunitas. Diharapkan juga untuk dilakukan pengkajian yang lebih mendalam oleh institusi kesehatan mengenai dampak stres dan depresi yang dialami oleh ibu pasca persalinan.
Co-Authors Ade Srywahyuny Agustiawan * Akib, Resky Devi Alya, Alya Andi Muhammad Adam Andi Palla Andi Ria Metasari Annisa Parno, Nur Ariyana, Ariyana Arsad, Arsad Asmah Sukarta Asmah Surakarta Asrini Mattrah B, Lisnayanti Barangkau, Barangkau Bebang, Asnal Dioso, Regidor III Dirman, Rezki Ekawati, Nur Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Fitriana Bunyanis Fitriani Fitriani Hafdaniar, Hafdaniar Hamdiyah Hamdiyah Hamdiyah Hamdiyah, Hamdiyah Harmaniar Harmaniar Haryono Haryono Haryono Haryono Hasnah Hasnah Hasniati, Hasniati Hasriani, Siti Hasriani, St. Hasriani, St. Hasriani Hasrul Hasrul Hasrul, Hasrul Herikzah, Ramli Ibrahim Indasah Joko Prasetyo Jumarni Jumarni Jumiarsih Purnama Laiya, Nova Mansyur Muhammad Mayang Sari Aziqin Meisyaroh, Meriem Meriem Meisyaroh Meriem Meisyaroh Meriem Meisyaroh S Meriem Meisyaroh Samson Meriem Meisyaroh Syamson Meriem Meisyaroh Syamson Meriem Meisyaroh Syamson Muhammad Ardianto Rodin Muhammad Ardianto Rodin Muhammad Ardianto Rodin Muhammad Tahir Muhammad Tahir Murtini M Murtini Murtini Murtini Murtini Murtini Murtini Nadima, Andi Nisa, Rahmi Fitriani Karimatun Nugrawati, Nelly Nurdin, Nurhidayah Nurdin, Sulkifli Nurjannah Nurjannah Pratiwi, Wilda Rezki Prima Dewi Kusumawati Qardhawijayanti, Suci Rezki Dirman Rezki Pratiwi, Wilda Rika Handayani Rodin, Muhammad Ardianto Roni, Roni Rosmawaty Rosmawaty Rosmawaty Sahariah Sahriah Sakinah, Sri Sandra, Eva Novianti Sanjaya Sanjaya Siti Nurbaya Sitti Hasriani Sri Sakinah Sri Sakinah St. Hasriani Sukarta, Asmah Sulaeman , Sulaeman Sulkifli Nurdin Suparta Suparta Suparta Suparta Suparta, Suparta Sutriyesi Sutriyesi Syahriani Syahriani, Syahriani Syamson, Meriem Meisyaroh Tetti Surianti Wijaya, Ayu Wikardiana, Wikardiana Wilda Rezki Pratiwi Wilda Rezki Pratiwi Yammar Yammar, Yammar Yenny Puspitasari Yulistina Yulistina Yurniati Yurniati Zulkaidah, Utari