Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN SEKOLAH ADAT UNTUK MENUNJANG DESA WISATA DI DESA MAS KECAMATAN UBUD KABUPATEN GIANYAR W. Windia; I.G.L.O. Cakra; N.G.K. Roni; I.N. Sujana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 1 (2020): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.197 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2020.v19.i01.p11

Abstract

Pengembangan desa Mas sebagai desa wisata budaya perlu didukung oleh atraksi wisata yang unik berbasis potensi lokal. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk pengembangan sekolah adat budaya Bali sebagai atraksi wisata untuk mendukung desa wisata Mas. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan berdiskusi dengan kepala desa, pimpinan desa adat, dan tokoh-tokoh masyarakat mengenai pengembangan sekolah adat budaya Bali, menjalin kerjasama dengan musium Mangku Pendet tentang pemakaian areal dan fasilitas musium untuk penyelenggaraan sekolah adat budaya Bali, bimbingan teknis kepada pengelola dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa program pengembangan sekolah desa adat mendapat dukungan positif dari pimpinan desa dan para pemangku kepentingan, sebanyak 10 orang pengelola dan 2 orang narasumber telah siap mendukung operasional sekolah, serta sekolah adat telah mampu menjadi atraksi wisata dicirikan oleh berjalannya paket belajar adat budaya Bali secara kontinyau. Kata kunci : sekolah, adat budaya Bali, atraksi wisata, desa, wisata.
THE EFFECT OF CONCENTRATED BALANCE WITH UREA-LIME-M OLASSES STRAW ON DIGESTIBILITY, RUMEN METABOLITES AND BLOOD CHEMICAL OF ETAWAH GOAT BREED CAKRA I G. L. O.; A. A. A. S. TRISNADEWI; I W. WIRAWAN
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 23 No 3 (2020): Vol. 23 No. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2020.v23.i03.p08

Abstract

Penelitian untuk mengetahui pengaruh imbangan konsentrat dengan jerami urea kapur dan molasis (JUKM) dalam ransum terhadap kecernaan, kadar metabolit rumen dan kimia darah, telah dilakukan pada kambing peranakan etawah dengan menggunakan rancangan bujur sangkar latin 4 × 4. Perlakuan yang diberikan adalah perlakuan A (JUKM 60% dan konsentrat 40%) perlakuan B (JUKM 50% dan konsentrat 50%), perlakuan C (JUKM 40% dan konsentrat 60%), perlakuan D (JUKM 30% dan konsentrat 70%). Peubah yang diamati adalah konsumsi bahan kering jerami dan konsentrat, koefesien cerna, kadar kimia darah, kadar metabolit dan populasi protozoa rumen. Hasil penelitian ini mendapatkan, penggunaan konsentrat 40-70% dalam ransum JUKM menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata terhadap konsumsi bahan kering, kadar glukosa dan N urea plasma darah. Terjadi peningkatan kecernaan nutrien, kadar trigliserida, total protein dan kolesterol darah seiring dengan meningkatnya tingkat penggunaan konsentrat. Dari hsil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan JUKM sebagai pakan serat dalam ransum ternak kambing sampai pada tingkat penggunaan 60% dari keperluan bahan kering, tidak berpengaruh terhadap konsumsi bahan kering, kadar glukosa dan N urea plasma darah.
PENGARUH WAKTU FERMENTASI PADA IMBANGAN KONSENTRAT DAN JERAMI PADI TERHADAP KECERNAAN IN-VITRO Saransi A. U.; I G. L. O. Cakra; I G. Mahardika
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 22 No 1 (2019): Vol. 22 No.1 (2019)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.533 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2019.v22.i01.p08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi pada imbangan konsentrat dan jeramipadi terhadap produk fermentasi secara in-vitro. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2018 diLaboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana Bali. Rancangan yangdigunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuanyang dicobakan adalah lama waktu fermentasi yaitu 1, 2, 3, 4, dan 6 jam (W1, W2, W3, W4, dan W6) pada imbangankonsentrat dengan jerami padi yaitu konsentrat 0% : jerami 100% (A), konsentrat 25% : jerami 75% (B), konsentrat50% : jerami 50% (C), konsentrat 75% : jerami 25% (D). Variabel yang diamati adalah koefisien cerna dan lajukecernaan bahan kering dan bahan organik. Koefisien cerna bahan kering dan bahan organik semakin tinggi seiringdengan lama waktu fermentasi in-vitro sampai 6 jam dan ditemukan laju kecernaan tertinggi diperoleh pada waktuantara 4 - 6 jam. Dapat disimpulkan kecernaan tertinggi dengan waktu fermentasi 6 jam dan laju kecernaan terbesarpada 4-6 jam.Kata kunci: fermentasi in-vitro, konsentrat, jerami padi
PERFORMANS SAPI BALI YANG DIBERI RUMPUT LAPANGAN DENGAN TAMBAHAN DEDAK GANDUM (POLLARD) DAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) Budiana I N.; I G. L. O. Cakra; I B. G. Partama
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 21 No 3 (2018): Vol 21, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.601 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2018.v21.i03.p07

Abstract

Penelitian tentang performans sapi bali yang diberi rumput lapangan dengan tambahan dedak gandum(pollard) dan tepung daun kelor (Moringa oleifera) telah dilaksanakan. Penelitian menggunakan rancangan acakkelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Sebanyak 16 ekor sapi bali jantan digunakan dalampenelitian ini. Masing-masing kelompok diberikan perlakuan pakan yang terdiri dari pakan tambahan 1 kg pollarddengan pakan dasar rumput lapangan (P0), pakan tambahan 1 kg pollard dan tepung daun kelor 5% denganpakan dasar rumput lapangan (P1), pakan tambahan 1 kg pollard dan tepung daun kelor 10% dengan pakan dasarrumput lapangan (P2) serta pakan tambahan 1 kg pollard dan tepung daun kelor 15% dengan pakan dasar rumputlapangan (P3). Variabel yang diamati adalah bobot badan, konsumsi pakan, dan konversi pakan, Hasil penelitianmenunjukkan adanya perbedaan yang tidak nyata (P>0,05) pada keempat perlakuan pada semua variabel yangdiamati. Sapi bali yang diberikan pakan tambahan pollard dan 15% tepung daun kelor pada pakan dasar rumputlapangan (P3) menghasilkan bobot badan, konsumsi pakan, dan efisiensi penggunaan pakan yang tidak berbedanyata dibandingkan dengan perlakuan yang lain.
PENGARUH PENGGANTIAN POLLARD DENGAN DEDAK PADI YANG DISUPLEMENTASI MULTIVITAMIN-MINERAL DALAM KONSENTRAT TERHADAP PENAMPILAN SAPI BALI JANTAN Melati N. P. Y.; I G. L. O. Cakra; I B. G. Partama
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 22 No 1 (2019): Vol. 22 No.1 (2019)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.163 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2019.v22.i01.p02

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggantian pollard dengan dedak padi yang disuplementasimultivitamin-mineral 0,1% dalam konsentrat terhadap penampilan sapi bali jantan. Penelitian ini dilaksanakanselama tiga bulan pada bulan Oktober sampai Desember 2017 di Kelompok Tani Ternak Amerta Sari Desa Kesiut,Kec. Kerambitan Kab. Tabanan dan analisis sampel di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak FakultasPeternakan Universitas Udayana. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini rancangan acak kelompok(RAK) dengan tiga perlakuan dan enam kelompok sebagai ulangan pada setiap perlakuan. Perlakuan tersebut yaiturumput lapangan ad libitum ditambah konsentrat A 1% BK dari bobot badan ternak (RA); rumput lapangan adlibitum ditambah konsentrat B 1% BK dari bobot badan ternak (RB); dan rumput lapangan ad libitum ditambahkonsentrat C 1% BK dari bobot badan ternak (RC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi bali yang diberikanpakan rumput lapangan ad libitum dengan ditambah konsentrat C (RC) memiliki penampilan antar perlakuanberbeda tidak nyata (P>0,05) dengan pertambahan berat badan 0,69-0,72 kg/hari serta konversi pakan terendah7,32. Simpulan dari penelitian ini bahwa penggantian pollard dengan dedak padi tanpa dan dengan suplementasimultivitamin mineral dalam konsentrat memberikan respon yang sama terhadap penampilan sapi bali.Kata kunci: sapi bali, pollard, dedak padi, multivitamin-mineral, penampilan
PENGARUH PEMBERIAN HIJAUAN DAN KONSENTRAT MENGANDUNG UREA-KAPUR DAN UBI KAYU TERHADAP PENAMPILAN KAMBING PE I G. Mahardika; N.S. Dharmawan; K. Budaarsa; I G.L.O. Cakra; I P. Ariastawa; Indra Arimahayana
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 4 No 1
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.355 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v04.i01.p11

Abstract

Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian hijauan dan konsentrat yang mengandung urea-kapur dan ubi kayu terhadap produktivitas kambing. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Ke empat perlakuan yang dicobakan adalah Perlakuan A: ransum dengan 75% konsentrat (mengandung 4% urea, 2% kapur dan 50% ubikayu) dan 25% hijauan (40% gamal dan 60% rumput raja), perlakuan B: rasnsum yang terdiri 60% konsentrat 40% hijauan, perlakuan C: ransum dengan 45% konsentrat dan 55% hijauan dan perlakuan D: ransum dengan 30% konsentrat dan 70% hijauan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa produktivitas kambing yang mendapat ransum dengan level konsentrat 45% sampai 75% tidak berbeda sedangkan yang mendapat ransum dengan level konsentrat 30% lebih rendah. Ransum yang memebrikan nilai ekonomi tertinggi adalah ransum yang mengandung konsentrat antara 45% sampai 60%.
KECERNAAN IN-VITRO, VOLLATYLE FATTY ACID, DAN AMONIA SILASE JERAMI JAGUNG DENGAN LAMA WAKTU PENYIMPANAN BERBEDA A.A.A.S. Trisnadewi; I G.L. Oka Cakra; T.G.B. Yadnya
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 8 No 1 (2018): Pastura Vol. 8 No. 1 Tahun 2018
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.695 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2018.v08.i01.p07

Abstract

The study aimed to determine invitro digestibility, volattyle fatty acid (VFA) and ammonia (NH3) of corn straw silage with different storage periode. The experiments use a completely randomized design (CRD) with four treatments and each treatment was repeated five times, so there are 20 experimental units. The fourth treatments are W1 = storage time of 14 days, W2 = storage time of 21 days, W3 = storage time of 28 days, and W4 = storage time of 35 days. The parameters observed in this study in-vitro digestibility including dry matter and organic matter digestibility, VFA, and NH3. Results of the experiment showed that dry matter digestibility showed significant differences, otherwise organic matter digestibility, VFA, and NH3 were not significantly different, and there was a tendency to decrease the value of dry matter and organic matter digestibility, VFA, and NH3 with longer duration of storage of corn straw silage. It can be concluded that dry matter, organic matter digestibility VFA, and NH3, are not significant different. Keywords: corn straw, silage, storage periode, invitro digestibility, VFA, NH3
SUBSTITUSI GAMAL (Gliricidia sepium) DENGAN KALIANDRA (Calliandra calothyrsus) PADA RANSUM TERHADAP KECERNAAN IN-VITRO A. A. Ayu Sri Trisnadewi; I G. L. O. Cakra; I W. Wirawan; I Made Mudita; N. L. G. Sumardani
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 3 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.912 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v03.i02.p12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian gamal dengan kaliandra (Calliandra calothyrsus) pada ransum terhadap degradasi rumen secara in-vitro. Penelitian mengunakan rancangan acaklengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan sehingga terdapat 15 unit percobaan. Adapun kelima perlakuan tersebut adalah: perlakuan A (ransum basal + 20% gamal), B (ransum basal + 15% gamal + 5% kaliandra), C (ransum basal + 10% gamal + 10% kaliandra ), D (ransum basal + 5% gamal + 15 % kaliandra ), dan E (ransum basal + 20% kaliandra ). Peubah yang diamati adalah: degradasi ransumdalam cairan rumen in-vitro (kecernaan bahan kering [KCBK], kecernaan bahan organik [KCBK]), degradasi ransum dalam pepsin in-vitro (KCBK, KCBO), kadar ammonia, kadar VFA (Vollatyl Fatty Acid) dan pH cairanrumen in-vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian daun gamal dengan daun kaliandra sampai tingkat 20% dalam ransum, dapat menurunkan kecernaan bahan kering dan organik dalam rumen, tetapisebaliknya meningkatkan kecernaan bahan kering dan organik dalam pepsin in-vitro. Disamping itu dapat menurunkan kadar N-NH3 dan VFA, tetapi meningkatkan pH cairan rumen in-vitro. Dapat disimpulkan bahwa tanin kaliandra dapat dipakai sebagai agen proteksi dari degradasi mikroorganisme rumen in-vitro di dalam ransum, dan penggunaan kaliandra sampai 20% dalam ransum sebagai protek protein ransum dapatmenghasilkan kecernaan bahan kering dan bahan organik pepsin in-vitro tertinggi.
KECERNAAN IN-VITRO TANAMAN KALIANDRA (Calliandra calothyrsus) BERBUNGA MERAH DAN PUTIH Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi; I Gusti Lanang Oka Cakra
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 5 No 1 (2015): Pastura Vol. 5 No. 1 Tahun 2015
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.801 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2015.v05.i01.p07

Abstract

The experiment is aimed to evaluate the different of rumen fermentation product and in-vitro digestibility of Calliandra calothyrsus with red and white flower. The different means is analized with t-test (unpairing t-test with equal replicate) and replicate ten times each. Variables observed are pH, NH3, VFA parsial and total, dry matter and organic digestibility in-vitro. Results of the experiment showed that pH value, NH3 concentration and VFA partial and total on Calliandra calothyrsus with red flower tend to lower compared with white one but statistically not significant different. Dry matter and organic digestibility in-vitro of Calliandra calothyrsus with red flower is significantly lower than white one. It could be concluded that rumen fermentation product and dry matter and organic matter digestibility in-vitro of Calliandra calothyrsus with red flower is better than white one.Keywords: Calliandra calothyrsus, ammonia, vollatile fatty acid, in-vitro digestibility
KUALITAS KIMIA SILASE JERAMI PADI YANG DISUPLEMENTASI BEBERAPA JENIS HIJAUAN LEGUMINOSA Ramadhan R.; I G. L. O. Cakra; N. P. Mariani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia silase jerami padi yang disuplementasi beberapa jenis hijauan leguminosa. Penelitian dilaksanakan pada bulan November hingga Desember 2020 di Farm Sesetan dan analisis silase dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan. kelima perlakuan yaitu: 90% jerami padi + 5% pollard + 5% molase (P0) “kontrol”, 60% jerami padi + 5% pollard + 5% molase + 30% Calliandra calothyrsus (P1), 60% jerami padi + 5% pollard + 5% molase + 30% Gliricidia sepium (P2), 60% jerami padi + 5% pollard + 5% molase + 30% Indigofera zollingeriana (P3), 60% jerami Padi + 5% pollard + 5% molase + 30% Sesbania grandiflora (P4). Variabel yang diamati yakni bahan kering, protein kasar, serat kasar, lemak kasar, abu, dan bahan organik yang terdapat pada silase jerami padi yang disuplementasi berbagai jenis tanaman leguminosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa protein kasar tertinggi dan serat kasar terendah diperoleh pada perlakuan P2 sebesar 15,58% dan 24,81%. Kadar bahan organik tertinggi dan kadar abu terendah yaitu pada perlakuan P1 sebesar 86,07% dan 13,93%. Lemak kasar tertinggi dan bahan kering terendah diperoleh pada perlakuan P4 yaitu sebesar 15,88% dan 84,96%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa silase jerami padi yang disuplementasi Gliricidia sepium menghasilkan kualitas kimia terbaik yaitu dengan memiliki kandungan protein kasar tertinggi. Kata kunci: jerami padi, kualitas kimia silase, leguminosa