Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

THE EFFECT OF CONCENTRATED BALANCE WITH UREA-LIME-M OLASSES STRAW ON DIGESTIBILITY, RUMEN METABOLITES AND BLOOD CHEMICAL OF ETAWAH GOAT BREED CAKRA I G. L. O.; A. A. A. S. TRISNADEWI; I W. WIRAWAN
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 23 No 3 (2020): Vol. 23 No. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2020.v23.i03.p08

Abstract

Penelitian untuk mengetahui pengaruh imbangan konsentrat dengan jerami urea kapur dan molasis (JUKM) dalam ransum terhadap kecernaan, kadar metabolit rumen dan kimia darah, telah dilakukan pada kambing peranakan etawah dengan menggunakan rancangan bujur sangkar latin 4 × 4. Perlakuan yang diberikan adalah perlakuan A (JUKM 60% dan konsentrat 40%) perlakuan B (JUKM 50% dan konsentrat 50%), perlakuan C (JUKM 40% dan konsentrat 60%), perlakuan D (JUKM 30% dan konsentrat 70%). Peubah yang diamati adalah konsumsi bahan kering jerami dan konsentrat, koefesien cerna, kadar kimia darah, kadar metabolit dan populasi protozoa rumen. Hasil penelitian ini mendapatkan, penggunaan konsentrat 40-70% dalam ransum JUKM menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata terhadap konsumsi bahan kering, kadar glukosa dan N urea plasma darah. Terjadi peningkatan kecernaan nutrien, kadar trigliserida, total protein dan kolesterol darah seiring dengan meningkatnya tingkat penggunaan konsentrat. Dari hsil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan JUKM sebagai pakan serat dalam ransum ternak kambing sampai pada tingkat penggunaan 60% dari keperluan bahan kering, tidak berpengaruh terhadap konsumsi bahan kering, kadar glukosa dan N urea plasma darah.
PENGARUH WAKTU FERMENTASI PADA IMBANGAN KONSENTRAT DAN JERAMI PADI TERHADAP KECERNAAN IN-VITRO Saransi A. U.; I G. L. O. Cakra; I G. Mahardika
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 22 No 1 (2019): Vol. 22 No.1 (2019)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.533 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2019.v22.i01.p08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi pada imbangan konsentrat dan jeramipadi terhadap produk fermentasi secara in-vitro. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2018 diLaboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana Bali. Rancangan yangdigunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuanyang dicobakan adalah lama waktu fermentasi yaitu 1, 2, 3, 4, dan 6 jam (W1, W2, W3, W4, dan W6) pada imbangankonsentrat dengan jerami padi yaitu konsentrat 0% : jerami 100% (A), konsentrat 25% : jerami 75% (B), konsentrat50% : jerami 50% (C), konsentrat 75% : jerami 25% (D). Variabel yang diamati adalah koefisien cerna dan lajukecernaan bahan kering dan bahan organik. Koefisien cerna bahan kering dan bahan organik semakin tinggi seiringdengan lama waktu fermentasi in-vitro sampai 6 jam dan ditemukan laju kecernaan tertinggi diperoleh pada waktuantara 4 - 6 jam. Dapat disimpulkan kecernaan tertinggi dengan waktu fermentasi 6 jam dan laju kecernaan terbesarpada 4-6 jam.Kata kunci: fermentasi in-vitro, konsentrat, jerami padi
PERFORMANS SAPI BALI YANG DIBERI RUMPUT LAPANGAN DENGAN TAMBAHAN DEDAK GANDUM (POLLARD) DAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) Budiana I N.; I G. L. O. Cakra; I B. G. Partama
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 21 No 3 (2018): Vol 21, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.601 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2018.v21.i03.p07

Abstract

Penelitian tentang performans sapi bali yang diberi rumput lapangan dengan tambahan dedak gandum(pollard) dan tepung daun kelor (Moringa oleifera) telah dilaksanakan. Penelitian menggunakan rancangan acakkelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Sebanyak 16 ekor sapi bali jantan digunakan dalampenelitian ini. Masing-masing kelompok diberikan perlakuan pakan yang terdiri dari pakan tambahan 1 kg pollarddengan pakan dasar rumput lapangan (P0), pakan tambahan 1 kg pollard dan tepung daun kelor 5% denganpakan dasar rumput lapangan (P1), pakan tambahan 1 kg pollard dan tepung daun kelor 10% dengan pakan dasarrumput lapangan (P2) serta pakan tambahan 1 kg pollard dan tepung daun kelor 15% dengan pakan dasar rumputlapangan (P3). Variabel yang diamati adalah bobot badan, konsumsi pakan, dan konversi pakan, Hasil penelitianmenunjukkan adanya perbedaan yang tidak nyata (P>0,05) pada keempat perlakuan pada semua variabel yangdiamati. Sapi bali yang diberikan pakan tambahan pollard dan 15% tepung daun kelor pada pakan dasar rumputlapangan (P3) menghasilkan bobot badan, konsumsi pakan, dan efisiensi penggunaan pakan yang tidak berbedanyata dibandingkan dengan perlakuan yang lain.
PENGARUH PENGGANTIAN POLLARD DENGAN DEDAK PADI YANG DISUPLEMENTASI MULTIVITAMIN-MINERAL DALAM KONSENTRAT TERHADAP PENAMPILAN SAPI BALI JANTAN Melati N. P. Y.; I G. L. O. Cakra; I B. G. Partama
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 22 No 1 (2019): Vol. 22 No.1 (2019)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.163 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2019.v22.i01.p02

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggantian pollard dengan dedak padi yang disuplementasimultivitamin-mineral 0,1% dalam konsentrat terhadap penampilan sapi bali jantan. Penelitian ini dilaksanakanselama tiga bulan pada bulan Oktober sampai Desember 2017 di Kelompok Tani Ternak Amerta Sari Desa Kesiut,Kec. Kerambitan Kab. Tabanan dan analisis sampel di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak FakultasPeternakan Universitas Udayana. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini rancangan acak kelompok(RAK) dengan tiga perlakuan dan enam kelompok sebagai ulangan pada setiap perlakuan. Perlakuan tersebut yaiturumput lapangan ad libitum ditambah konsentrat A 1% BK dari bobot badan ternak (RA); rumput lapangan adlibitum ditambah konsentrat B 1% BK dari bobot badan ternak (RB); dan rumput lapangan ad libitum ditambahkonsentrat C 1% BK dari bobot badan ternak (RC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi bali yang diberikanpakan rumput lapangan ad libitum dengan ditambah konsentrat C (RC) memiliki penampilan antar perlakuanberbeda tidak nyata (P>0,05) dengan pertambahan berat badan 0,69-0,72 kg/hari serta konversi pakan terendah7,32. Simpulan dari penelitian ini bahwa penggantian pollard dengan dedak padi tanpa dan dengan suplementasimultivitamin mineral dalam konsentrat memberikan respon yang sama terhadap penampilan sapi bali.Kata kunci: sapi bali, pollard, dedak padi, multivitamin-mineral, penampilan
PENGARUH PEMBERIAN HIJAUAN DAN KONSENTRAT MENGANDUNG UREA-KAPUR DAN UBI KAYU TERHADAP PENAMPILAN KAMBING PE I G. Mahardika; N.S. Dharmawan; K. Budaarsa; I G.L.O. Cakra; I P. Ariastawa; Indra Arimahayana
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 4 No 1
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.355 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v04.i01.p11

Abstract

Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian hijauan dan konsentrat yang mengandung urea-kapur dan ubi kayu terhadap produktivitas kambing. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Ke empat perlakuan yang dicobakan adalah Perlakuan A: ransum dengan 75% konsentrat (mengandung 4% urea, 2% kapur dan 50% ubikayu) dan 25% hijauan (40% gamal dan 60% rumput raja), perlakuan B: rasnsum yang terdiri 60% konsentrat 40% hijauan, perlakuan C: ransum dengan 45% konsentrat dan 55% hijauan dan perlakuan D: ransum dengan 30% konsentrat dan 70% hijauan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa produktivitas kambing yang mendapat ransum dengan level konsentrat 45% sampai 75% tidak berbeda sedangkan yang mendapat ransum dengan level konsentrat 30% lebih rendah. Ransum yang memebrikan nilai ekonomi tertinggi adalah ransum yang mengandung konsentrat antara 45% sampai 60%.
KECERNAAN IN-VITRO, VOLLATYLE FATTY ACID, DAN AMONIA SILASE JERAMI JAGUNG DENGAN LAMA WAKTU PENYIMPANAN BERBEDA A.A.A.S. Trisnadewi; I G.L. Oka Cakra; T.G.B. Yadnya
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 8 No 1 (2018): Pastura Vol. 8 No. 1 Tahun 2018
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.695 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2018.v08.i01.p07

Abstract

The study aimed to determine invitro digestibility, volattyle fatty acid (VFA) and ammonia (NH3) of corn straw silage with different storage periode. The experiments use a completely randomized design (CRD) with four treatments and each treatment was repeated five times, so there are 20 experimental units. The fourth treatments are W1 = storage time of 14 days, W2 = storage time of 21 days, W3 = storage time of 28 days, and W4 = storage time of 35 days. The parameters observed in this study in-vitro digestibility including dry matter and organic matter digestibility, VFA, and NH3. Results of the experiment showed that dry matter digestibility showed significant differences, otherwise organic matter digestibility, VFA, and NH3 were not significantly different, and there was a tendency to decrease the value of dry matter and organic matter digestibility, VFA, and NH3 with longer duration of storage of corn straw silage. It can be concluded that dry matter, organic matter digestibility VFA, and NH3, are not significant different. Keywords: corn straw, silage, storage periode, invitro digestibility, VFA, NH3
SUBSTITUSI GAMAL (Gliricidia sepium) DENGAN KALIANDRA (Calliandra calothyrsus) PADA RANSUM TERHADAP KECERNAAN IN-VITRO A. A. Ayu Sri Trisnadewi; I G. L. O. Cakra; I W. Wirawan; I Made Mudita; N. L. G. Sumardani
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 3 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.912 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v03.i02.p12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian gamal dengan kaliandra (Calliandra calothyrsus) pada ransum terhadap degradasi rumen secara in-vitro. Penelitian mengunakan rancangan acaklengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan sehingga terdapat 15 unit percobaan. Adapun kelima perlakuan tersebut adalah: perlakuan A (ransum basal + 20% gamal), B (ransum basal + 15% gamal + 5% kaliandra), C (ransum basal + 10% gamal + 10% kaliandra ), D (ransum basal + 5% gamal + 15 % kaliandra ), dan E (ransum basal + 20% kaliandra ). Peubah yang diamati adalah: degradasi ransumdalam cairan rumen in-vitro (kecernaan bahan kering [KCBK], kecernaan bahan organik [KCBK]), degradasi ransum dalam pepsin in-vitro (KCBK, KCBO), kadar ammonia, kadar VFA (Vollatyl Fatty Acid) dan pH cairanrumen in-vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian daun gamal dengan daun kaliandra sampai tingkat 20% dalam ransum, dapat menurunkan kecernaan bahan kering dan organik dalam rumen, tetapisebaliknya meningkatkan kecernaan bahan kering dan organik dalam pepsin in-vitro. Disamping itu dapat menurunkan kadar N-NH3 dan VFA, tetapi meningkatkan pH cairan rumen in-vitro. Dapat disimpulkan bahwa tanin kaliandra dapat dipakai sebagai agen proteksi dari degradasi mikroorganisme rumen in-vitro di dalam ransum, dan penggunaan kaliandra sampai 20% dalam ransum sebagai protek protein ransum dapatmenghasilkan kecernaan bahan kering dan bahan organik pepsin in-vitro tertinggi.
KECERNAAN IN-VITRO TANAMAN KALIANDRA (Calliandra calothyrsus) BERBUNGA MERAH DAN PUTIH Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi; I Gusti Lanang Oka Cakra
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 5 No 1 (2015): Pastura Vol. 5 No. 1 Tahun 2015
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.801 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2015.v05.i01.p07

Abstract

The experiment is aimed to evaluate the different of rumen fermentation product and in-vitro digestibility of Calliandra calothyrsus with red and white flower. The different means is analized with t-test (unpairing t-test with equal replicate) and replicate ten times each. Variables observed are pH, NH3, VFA parsial and total, dry matter and organic digestibility in-vitro. Results of the experiment showed that pH value, NH3 concentration and VFA partial and total on Calliandra calothyrsus with red flower tend to lower compared with white one but statistically not significant different. Dry matter and organic digestibility in-vitro of Calliandra calothyrsus with red flower is significantly lower than white one. It could be concluded that rumen fermentation product and dry matter and organic matter digestibility in-vitro of Calliandra calothyrsus with red flower is better than white one.Keywords: Calliandra calothyrsus, ammonia, vollatile fatty acid, in-vitro digestibility
KECERNAAN NUTRIEN KAMBING PERANAKAN ETAWAH YANG DIBERI PAKAN DASAR RUMPUT LAPANGAN DISUPLEMENTASI DENGAN DEDAK PADI WIRAWAN, I W.; MUDITA, I M.; CAKRA, I G. L. O.; WITARIADI, N M.; SITI, N W.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 12 No 3 (2009)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.497 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kecernaan nutrien kambing Peranakan Etawah (PE) yang diberi pakan dasar rumput lapangan disuplementasi dengan dedak padi, telah dilaksanakan di Tabanan dan Lab. Nutrisi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana, selama 4 bulan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, masing-masing ulangan menggunakan 1 ekor kambing PE dengan berat badan awal 15,92 ± 1,34 kg. Ke empat perlakuan tersebut adalah: perlakuan A rumput lapangan tanpa suplementasi dedak padi, perlakuan B : rumput lapangan + 75 g dedak padi, perlakuan C : rumput lapangan + 150 g dedak padi, dan perlakuan D : rumput lapangan + 225 g dedak padi. Pemberian dedak padi sekali dalam sehari yaitu pagi hari, sedangkan rumput lapangan dan air minum diberikan secara ad libitum. Variabel yang diamati adalah konsumsi bahan kering, kecernaan nutrien (bahan kering, bahan organik, protein kasar dan serat kasar), pH, VFA dan amonia cairan rumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bahan kering ransum dan DMI pada perlakuan suplementasi dedak padi nyata (P<0,05) lebih tinggi dibandingan dengan perlakuan tanpa suplementasi dengan dedak padi. Konsumsi air minum pada perlakuan B tidak nyata (P>0,05) lebih tinggi dari perlakuan A, tetapi konsumsi air minum pada perlakuan C dan D nyata (P<0,05) lebih tinggi dari perlakuan A dan B. Koefisien cerna bahan kering dan serat kasar pada perlakuan B tidak nyata (P>0,05) lebih tinggi dari pada perlakuan A, namun koefisien cerna bahan kering dan serat kasar pada perlakuan C dan D nyata (P<0,05) lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan A dan B. Koefisien cerna bahan organik dan protein kasar pada perlakuan suplementasi dedak padi nyata lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan tanpa dedak padi. pH cairan rumen pada perlakuan A dan B nyata (P<0,05) lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan C dan D, tetapi pH pada perlakuan C dan D tidak berbeda nyata (P>0,05). Konsentrasi asam asetat dan butirat pada ke-empat perlakuan secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05), tetapi konsentrasi asam propionat pada peralakuan suplementasi dedak padi nyata (P<0,05) lebih tinggi dari perlakuan A. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa suplementasi dedak padi dari 75 g sampai 225 g dapat meningkatkan kecernaan nutiren kambing Peranakan Etawah. Saran yang dapat diajukan adalah untuk meningkatkan kecernaan kambing Peranakan Etawah pada pakan dasar rumput lapangan perlu disuplementasi dengan dedak padi. NUTRIENT DIGESTIBILITY OF ETTAWAH CROSSBREED GOATS FED FIELD GRASS BASAL DIET SUPPLEMENTED WITH RICE BRAN. ABSTRACT The aimed this experiment to study nutrient digestibility of ettawah crossbreed goats fed field grass basal diet supplemented with rice bran, has been conducted at Tabanan Bali, for four month. The completely randomized design (CRD) with four treatments and four replicates was used in this experiment. The ettawah crossbreed goats bodyweight gain 15.9kg ± 1.34 kg. The tested treatments were A (control) = field grass a/d, B = field grass + 75g rice bran/a/d, C = field grass + 150g rice bran/a/d and D = field grass + 225g rice bran/a/d. The animal access to ad libitum field grass and water. The animal fed one a day rice bran at seven in the morning. The variables which were observed including dry matter feed consumption, nutrient digestibility (dry matter, organic matter, crude protein and crude fiber), pH, VFA partial and ammonia concentration of the rumen fluid. The result of this experiment showed dry matter feed consumption and dry matter intake on the treatments B, C and D were significantly higher (P<0.05) than treatment A. The water consumption the treatments A and B were not significant (P>0.05) difference, but water consumption on the treatments C and D were significantly higher (P<0.05) than treatments A and B. Dry matter and crude fiber digestibility on treatments A and B were not significant (P>0.05) difference, but on the treatments C and D were significantly higher (P<0.05) than treatments A and B. Organic and crude protein digestibility on the treatments B, C and D were significantly higher (P<0.05) than treatment A. pH on the treatments A and B were significantly higher (P<0.05) than treatments C and D. The acetate, butyric and ammonia concentration of the rumen fluid on treatments A, B, C and D were not significant (P>0.05) difference, but the propionate concentration on the treatments B, C and D were significantly higher (P<0.05) than treatment A. From the result in this experiment it can be concluded that the supplemented rice bran 75g-225g on the effect to increased the nutrient digestibility of ettawah cross breed goats fed field grass basal diet. The suggestion in this experiment that the supplemented rice bran to increased nutrient digestibility of ettawah cross breed on fed field grass.
KUALITAS FISIK, KECERNAAN DAN PRODUK FERMENTASI RUMEN IN VITRO SILASE JERAMI PADI DITAMBAHKAN BERBAGAI JENIS LEGUMINOSA F. K., KIRANA; CAKRA, I G. L. O.; MARIANI, N. P.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 25 No 2 (2022): Vol. 25 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2022.V25.i02.p03

Abstract

This study aims to determine the physical quality, dry matter digestibility, organic matter digestibility, N-NH3, and total VFA of rice straw silage added with various legumes. This research was conducted at Farm Sesetan and at the Laboratory of Animal Nutrition and Forage Laboratory, Faculty of Animal Husbandry Udayana University from No- vember to December 2020. The design used was a completely randomized design (CRD) with five treatments and four replications were P0 (90% rice straw + 5% pollard + 5% mollases), P1 (60% rice straw + 30% Calliandra calothyrsus + 5% pollard + 5% mollases), P2 (60% rice straw + 30% Gliricidia sepium + 5% pollard + 5% mollases), P3 (60% rice straw + 30% Indigofera zollingeriana + 5% pollard + 5% mollases), P4 (60% rice straw + 30% Sesbania grandiflora + 5% pollard + 5% mollases). The results showed that the best values for color, odor, and fungus were obtained in tre- atment P0, P1, and P4. Texture variable got the best value in treatment P0, P1, P2, and P3. The highest of dry matter digestibility and organic matter digestibility values were in the P4. The highest production of total VFA and N-NH3 was produced in treatment P1 and P2. Based on the research results, the addition of various types of legumes added to the rice straw silage can improve the physical quality, dry matter digestibility, organic matter digestibility, N-NH3 and total VFA of the silage.