Claim Missing Document
Check
Articles

KEMAMPUAN DEGRADASI SUBSTRAT LIGNOSELULOSA DARI INOKULAN DENGAN BERBAGAI TINGKAT PENGGUNAAN CACING TANAH (Lumbricusrubellus) Juliartawan I K; Cakra I G.L.O; Mudita I M
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.833 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan degradasi substrat lignoselulosa dari inokulan dengan berbagai tingkat penggunaan cacing tanah (Lubricus rubellus) telah dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana selama 3 bulan. Evaluasi kemampuan degradasi substrat lignoselulosa didasarkan pada diameter zone bening yang terbentuk pada substrat asam tanat (sebagai sumber lignin), carboxymethylcellulosa/CMC (sebagai sumber selulosa) dan Xylan (sebagai sumber xylanosa/hemiselulosa). Penelitian dilaksanakan dengan  Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Keempat perlakuan tersebut adalah BC1 yaitu inokulan yang diproduksi dari0,1% cacing tanah (Lumbricus rubellus), BC2 yaitu Inokulan yang diproduksi dari 0,2% cacing tanah (Lumbricus rubellus), BC3 yaitu Inokulan yang diproduksi dari 0,3%  cacing tanah (Lumbricus rubellus) dan BC4 yaitu Inokulan yang diproduksi dari 0,4% cacing tanah (Lumbricus rubellus). Hasil penelitian menunjukan bahwa inokulan BC4 mampu menghasilkan degradasi substrat lignin yang tertinggi (0,98 cm) dan berbeda nyata (P<0,05) dengan inokulan BC1 (0,81 cm), namun berbeda tidak nyata dengan inokulan BC2 (0,90 CM) dan BC3 (0,92 cm). Pada substrat hemiselulase (Xylan) menunjukkan bahwa inokulan BC4 mampu menghasilkan degradation yang tertinggi (1,740 cm), dan berbeda tidak nyata terhadap inokulan BC1 (1,233 cm), BC2 (1,247 cm), BC3 (1,250 cm). Sedangkan terhadap substrat selulosa (CMC) keempat inokulan mempunyai kemampuan degradasi yang berbeda tidak nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa peningkatan penggunaan cacing tanah sampai 0,4% mampu meningkatkan degradasi substrat lignin (Asam Tanat) dan sustrat xylan (Hemiselulosa) dari inokulan yang diproduksi
KUALITAS FISIK DAN KECERNAAN INVITRO SILASE JERAMI PADI YANG DISUPLEMENTASI DAUN GAMAL DAN KALIANDRA Basudewa I G. B.; I G. L. O. Cakra; N. W. Siti
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 3 (2020): Vol. 8 No. 3 Tahun 2020
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the physical quality and digestibility of in vitro silage of rice straw supplemented with gamal and kaliandra leaves. The study used a Completely Randomized Design (CRD), consisting of four treatments and each treatment was repeated five times, so that there were 20 experimental units. The treatments given were: P0 (90% rice straw + 5% molasses + 5% polar), P1 (60% rice straw + 30% gamal leaf + 5% molasses + 5% polar), P2 (60% rice straw + 15 % gamal leaves + 15% calliandra leaves + 5% molasses + 5% polar) and P3 (60% rice straw + 30% calliandra leaves + 5% molasses + 5% polar). The observed variables were pH, NH3, VFA (Vollatile Faty cid), DMD (Dry Matter Digesribility), OMD (Organic Matter Digestibility), fungus, texture, color, and odor. The resul showed that the concentration of NH3 in the P1 treatment was higher than the P0, P2 and P3 treatments respectively 36.88%, 33.76% and 38.92%. Total pH and VFA values ??did not show significant differences between all treatments. DMD and OMD in P1 treatment were higher than P0, P1 and P2 treatments. It can be concluded that making rice straw silage with the addition of 30% gamal can improve silage quality both in terms of NH3 and organoleptic testing, namely color and texture. DMD and OMD are highest in P1 because gamal contains a degraded source of protein (protein needed by rumen microbes) that is more comparable to calliandra. Keywords: Rice straw silage, physical quality, digestibility
POPULASI BAKTERI DAN AKTIVITAS ENZIM DARI BIOKATALIS BAKTERI LIGNOSELULOLITIK Prabowo F. D.; I G. L. O. Cakra; I M. Mudita
Jurnal Peternakan Tropika Vol 9 No 1 (2021): Vol. 9 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas biokatalis yang diproduksi memanfaatkan bakteri lignoselulolitik secara tunggal serta untuk mengetahui biokatalis bakteri terbaik. Studi Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Sesetan serts Laboraturium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana yang dilakukan dari bulan Juni hingga September 2019. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 6 perlakuan yaitu biokatalis tanpa bakteri lignoselulolitik sebagai kontrol (B0), biokatalis menggunakan bakteri Bacillus substilis BR4LG (B1), biokatalis menggunakan bakteri Bacillus substilis BR2CL (B2), biokatalis menggunakan bakteri Aneurinibacillus sp. BT4LS (B3), biokatalis menggunakan bakteri Bacillus sp. BT3CL (B4), dan biokatalis menggunakan bakteri Bacillus sp. BT8XY (B5). Masing – masing perlakuan memiliki 3 ulangan. Variabel yang diamati yaitu Populasi bakteri serta aktivitas enzim ligninase, endoglukanase, eksoglukanase dan xylanase masing-masing pada waktu inkubasi 30 menit, 1 jam, 3 jam dan 6 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bakteri lignoselulolitik dapat meningkatkan kualitas biokatalis yang tercermin dari populasi bakteri dan aktivitas enzim ligninase, endoglukanase, eksoglukanase, dan xylanase. Biokatalis bakteri terbaik dalam penelitian ini adalah Bacillus substilis BR2CL (B2) karena mampu meningkatkan kualitas dari biokatalis khususnya populasi bakteri, aktivitas enzim eksoglukanase pada periode inkubasi 30 menit, 1 jam, 3 jam, dan 6 jam, serta aktivitas xylanase pada periode inkubasi 6 jam. Kata Kunci : biokatalis bakteri lignoselulolitik, populasi bakteri, dan ektivitas enzim
METABOLIT RUMEN SAPI BALI YANG DIBERI RANSUM TERFERMENTASI INOKULAN BAKTERI LIGNOSELULOLITIK KOLON SAPI BALI DAN SAMPAH ORGANIK Masadji P.; I G. L. O. Cakra; I M. Mudita
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 1 (2022): Vol. 10 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara in-vivo tingkat fermentasi rumen sapi bali yang diberi pakan terfermentasi 3 (tiga) jenis inokulan bakteri lignoselulolitik asal kolon sapi Bali dan sampah organik yang telah diproduksi oleh Mudita et al. (2015) yaitu: inokulan BS12K12; BS12K1; dan BS1K12. Penelitian dilaksanakan di Stasiun Penelitian Fakultas Peternakan, Bukit Jimbaran, Badung, Bali dan Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana selama 3 bulan, dengan 4 kali periode koleksi total. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan bujur sangkar latin (RBSL) dengan 4 perlakuan dan 4 periode pengamatan sebagai ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu sapi bali yang diberi ransum termentasi tanpa inokulan unggul (terfermentasi larutan molases/RB0), Pemberian ransum difermentasi inokulan BS12K12 (RB1), Pemberian ransum difermentasi inokulan BS12K1 (RB2), dan Pemberian ransum difermentasi inokulan BS1K12 (RB3). Peubah yang diamati dalam penilitian ini antara lain, yaitu: Derajat Keasaman (pH), Populasi Protozoa, Kadar Volatile Fatty Acids / VFA Total dan Parsial, serta Kadar N-NH3 cairan rumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Ransum terfermentasi bakteri lignoselulolitik asal kolon sapi Bali dan sampah organik dapat meningkatkan produksi metabolit rumen sapi Bali khususnya kadar N-NH3, Asam propionat dan VFA total, tanpa mempengaruhi derajat keasaman (pH) dan populasi protozoa dalam cairan rumen. Kata Kunci: Metabolit Rumen, Inokulan Bakteri Lignoselulolitik, Ransum Terfermentasi, Bakteri Kolon Sapi Bali, Bakteri asal Sampah Organik
KARAKTERISASI DAN IDENTIFIKASI ISOLAT BAKTERI PROBIOTIK SELULOLITIK ASAL USUS BESAR BABI BALI L. H. F., Ibrahim; Cakra, I G. L. O.; Mudita, I M.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 1 (2024): Vol. 12 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi isolat bakteri probiotik selulolitik unggul yang berasal dari usus besar babi bali. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana dan penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survey pada isolat bakteri yang diberi kode A5, A11, B2, C11. Peubah yang diamati pada penelitian ini yaitu morfologi sel, morfologi koloni, katalase, kebutuhan oksigen, dan kemampuan memfermentasi gula-gula. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa isolat bakteri probiotik selulolitik asal usus besar babi bali yang diberi kode A5, C11, B2, A11 memiliki morfologi sel yang beragam, pada bentuk morfologi selnya, seluruh isolat memiliki bentuk batang atau basil dan seluruh isolat juga memiliki sifat gram yang positif. Begitu pula dengan morfologi koloni yang memiliki sifat yang seragam seperti tepian yang licin, bentuk yang bulat, dan warna yang keseluruhan putih susu. Dengan sifat katalase seluruh isolat seragam positif dan isolat bakteri ini tidak membutuhkan oksigen untuk mekanisme pertumbuhannya atau memiliki sifat anaerob. Setelah di analisis jenis isolat bakteri probiotik selulolitik ini memiliki jenis Bacillus licheniformis yang memiliki persentase probabilitas sebesar 97% pada isolat yang diberi kode A5 dan B2, dan pada isolat yang diberi kode C11 dan A11 memiliki jenis Bacillus Lentus yang memiliki persentase probabilitas sebesar 87%. Seluruh sifat dan karakter isolat bakteri probiotik selulolitik asal usus besar babi bali ini diyakini bakteri yang mampu mendegradasi serat selulosa.
KUALITAS FISIK SILASE RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KALIANDRA L., Oktavia; Cakra, I G. L. O.; Trisnadewi, A. A. A. S.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 2 (2024): Vol. 12 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun kaliandra terhadap kualitas fisik silase rumput gajah (Pennisetum purpureum). Penelitian dilakukan di Stasiun Penelitian Sesetan, dan Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana. Penelitian ini berlangsung selama dua bulan, menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan terdiri atas K1= 95% rumput gajah + 0% tepung daun kaliandra + 5% molases, K2= 85% rumput gajah + 10% tepung daun kaliandra + 5% molases, K3= 75% rumput gajah + 20% tepung daun kaliandra + 5% molases, K4= 65% rumput gajah + 30% tepung daun kaliandra +5% molases. Terdapat 4 variabel yang diamati yaitu warna, aroma, tekstur, keberadaan jamur, dan pH silase. Data pH dianalisis dengan sidik ragam dan nilai kualits fisik dianalisis menggunakan distribusi fekuensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa K1 menunjukan nilai kualitas fisik yang terbaik dibandingkan perlakuan lainnya pada variabel warna, tekstur dan pH. Penambahan tepung daun kaliandra meningkatkan nilai pH silase. Kesimpulan penelitian ini adalah silase rumput gajah (Pennisetum purpureum) dengan penambahan tepung daun kaliandra belum mampu meningkatkan kualitas fisik silase dilihat dari variabel warna, tekstur, dan pH. Silase rumput gajah tanpa penambahan tepung daun kaliandra menghasilkan kualitas fisik yang terbaik.
KEMAMPUAN DEGRADASI SUBSTRAT KANDIDAT ISOLAT BAKTERI PROBIOTIK SELULOLITIK ASAL USUS BESAR BABI BALI I G.A.W.K., Putri; Mudita, I M.; Cakra, I G. L. O.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 1 (2024): Vol. 12 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan degradasi substrat kandidat isolat bakteri probiotik selulolitik asal usus besar babi bali. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana selama 1 bulan. Kemampuan degradasi substrat dari isolat bakteri probiotik selulolitik dilaksanakan dengan metode difusi cakram (disc diffusion test) yaitu dengan menginokulasikan bakteri pada kertas cakram. Kemampuan degradasi didasarkan pada pembentukan zona bening pada medium padat yang mengandung 1% substrat uji (avicel, xylan, amilum, protein, dan duckweed). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada substrat avicel isolat bakteri A11 menghasilkan nilai tertinggi dan secara statistik menunjukkan berbeda nyata (P<0,05) terhadap isolat A5, B2, C11, dan C12. Pada substrat xylan isolat bakteri A11 menghasilkan nilai yang lebih tinggi dan secara statistik menunjukkan nyata (P<0,05) terhadap isolate A5, B2, C11, dan C12. Pada substrat amilum isolat bakteri menghasilkan diameter zona bening antara 0,50-3,533 cm. Pada substrat protein dan duckweed isolat bakteri dengan kode A5 menunjukkan nilai yang lebih tinggi secara kuantitatif dan secara statistik berbeda nyata (P<0,05) terhadap A11, B2, C11, dan C12. Hasil uji kemampuan degradasi substrat menunjukkan bahwa isolat bakteri asal usus besar babi bali dengan kode A5 memiliki kemampuan degradasi tertinggi pada substrat protein dan duckweed, isolat kode A11 memiliki kemampuan degradasi tertinggi pada substrat avicel dan xylan, serta isolat kode C11 memiliki kemampuan degradasi tertinggi pada susbtrat amilum.
KUALITAS FISIK SILASE RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) PADA PENAMBAHAN TEPUNG DAUN INDIGOFERA DENGAN LEVEL YANG BERBEDA R., Nurcahyati; Cakra, I G. L. O.; Trisnadewi, A. A. A. S.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 1 (2024): Vol. 12 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun Indigofera terhadap kualitas fisik silase rumput gajah (Penisetum purpureum). Dilakukan di Stasiun Penelitian Sesetan dan Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana. Penelitian ini berlangsung selama satu bulan, menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan terdiri atas R1 (95% rumput gajah + 5% molases + 0% tepung daun Indigofera), R2 (85% rumput gajah + 5% molases + 10% tepung daun Indigofera) R3 (75% rumput gajah + 5% molases + 20% tepung daun Indigofera), dan R4 (65% rumput gajah + 5% molases + 30% tepung daun Indigofera). Terdapat lima variabel yang diamati yaitu warna, bau, tekstur, keberadaan jamur dan pH silase. Data pH dianalisis menggunakan sidik ragam dan data kualitas fisik dianalisis dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun Indigofera pada silase rumput gajah (Pennisetum purpureum) sampai dengan dosis 30% tidak menunjukkan perbedaan pada kualitas fisik silase rumput gajah. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan tepung Indigofera pada silase rumput gajah tidak berpengaruh pada kualitas fisik silase.
KANDUNGAN NUTRIEN DARI BIOSUPLEMEN MENGGUNAKAN BIOKATALIS BAKTERI LIGNOSELULOLITIK S. P., Ginting; Mudita, I M.; Cakra, I G. L. O.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 1 (2024): Vol. 12 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrien dari biosuplemen yang diproduksi menggunakan biokatalis bakteri lignoselulolitik asal cairan rumen sapi bali dan rayap. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Sesetan serta Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juni hingga September 2019. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari enam perlakuan yaitu biosuplemen tanpa biokatalis bakteri lignoselulolitik (BS0), biosuplemen yang menggunakan biokatalis Bacillus substilis BR4LG (BS1), biosuplemen yang menggunakan biokatalis Bacillus substilis BR2CL (BS2), biosuplemen yang menggunakan biokatalis Aneurinibacillus sp. BT4LS (BS3), biosuplemen yang menggunakan biokatalis Bacillus sp. BT3CL (BS4), dan biosuplemen yang menggunakan biokatalis Bacillus sp. BT8XY (BS5). Masing-masing perlakuan memiliki tiga ulangan. Variabel yang diamati yaitu bahan kering (%), bahan organik (%), protein kasar (%), serat kasar (%), lemak kasar (%), dan abu (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan BS0 secara kuantitatif memiliki persentase bahan organik tertinggi (P>0,05) sebesar 94,51% dan dengan kandungan serat kasar tertinggi (P<0,05) sebesar 5,71%. Perlakuan BS2 secara kuantitatif menghasilkan persentase abu tertinggi (P>0,05) sebesar 6,13% dan dengan persentase serat kasar terendah (P<0,05) sebesar 3,06%. Perlakuan BS4 secara kuantitatif menghasilkan persentase bahan kering tertinggi (P>0,05) sebesar 96,65% dan menghasilkan persentase protein kasar dan lemak kasar tertinggi (P<0,05) masing-masing sebesar 19,25% dan 9,26%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan biokatalis bakteri lignoselulolitik dapat meningkatkan kandungan nutrien dari biosuplemen. Biokatalis bakteri terbaik dalam penelitian ini adalah Bacillus sp. BT3CL (BS4) menghasilkan kandungan protein kasar dan lemak kasar tertinggi dan Bacillus substilis BR2CL (BS2) menghasilkan kandungan serat kasar terendah.
KECERNAAN NUTRIEN KAMBING PERANAKAN ETAWAH YANG DIBERI PAKAN DASAR RUMPUT LAPANGAN DISUPLEMENTASI DENGAN DEDAK PADI WIRAWAN, I W.; MUDITA, I M.; CAKRA, I G. L. O.; WITARIADI, N M.; SITI, N W.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 12 No 3 (2009)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.497 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kecernaan nutrien kambing Peranakan Etawah (PE) yang diberi pakan dasar rumput lapangan disuplementasi dengan dedak padi, telah dilaksanakan di Tabanan dan Lab. Nutrisi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana, selama 4 bulan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, masing-masing ulangan menggunakan 1 ekor kambing PE dengan berat badan awal 15,92 ± 1,34 kg. Ke empat perlakuan tersebut adalah: perlakuan A rumput lapangan tanpa suplementasi dedak padi, perlakuan B : rumput lapangan + 75 g dedak padi, perlakuan C : rumput lapangan + 150 g dedak padi, dan perlakuan D : rumput lapangan + 225 g dedak padi. Pemberian dedak padi sekali dalam sehari yaitu pagi hari, sedangkan rumput lapangan dan air minum diberikan secara ad libitum. Variabel yang diamati adalah konsumsi bahan kering, kecernaan nutrien (bahan kering, bahan organik, protein kasar dan serat kasar), pH, VFA dan amonia cairan rumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bahan kering ransum dan DMI pada perlakuan suplementasi dedak padi nyata (P<0,05) lebih tinggi dibandingan dengan perlakuan tanpa suplementasi dengan dedak padi. Konsumsi air minum pada perlakuan B tidak nyata (P>0,05) lebih tinggi dari perlakuan A, tetapi konsumsi air minum pada perlakuan C dan D nyata (P<0,05) lebih tinggi dari perlakuan A dan B. Koefisien cerna bahan kering dan serat kasar pada perlakuan B tidak nyata (P>0,05) lebih tinggi dari pada perlakuan A, namun koefisien cerna bahan kering dan serat kasar pada perlakuan C dan D nyata (P<0,05) lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan A dan B. Koefisien cerna bahan organik dan protein kasar pada perlakuan suplementasi dedak padi nyata lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan tanpa dedak padi. pH cairan rumen pada perlakuan A dan B nyata (P<0,05) lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan C dan D, tetapi pH pada perlakuan C dan D tidak berbeda nyata (P>0,05). Konsentrasi asam asetat dan butirat pada ke-empat perlakuan secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05), tetapi konsentrasi asam propionat pada peralakuan suplementasi dedak padi nyata (P<0,05) lebih tinggi dari perlakuan A. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa suplementasi dedak padi dari 75 g sampai 225 g dapat meningkatkan kecernaan nutiren kambing Peranakan Etawah. Saran yang dapat diajukan adalah untuk meningkatkan kecernaan kambing Peranakan Etawah pada pakan dasar rumput lapangan perlu disuplementasi dengan dedak padi. NUTRIENT DIGESTIBILITY OF ETTAWAH CROSSBREED GOATS FED FIELD GRASS BASAL DIET SUPPLEMENTED WITH RICE BRAN. ABSTRACT The aimed this experiment to study nutrient digestibility of ettawah crossbreed goats fed field grass basal diet supplemented with rice bran, has been conducted at Tabanan Bali, for four month. The completely randomized design (CRD) with four treatments and four replicates was used in this experiment. The ettawah crossbreed goats bodyweight gain 15.9kg ± 1.34 kg. The tested treatments were A (control) = field grass a/d, B = field grass + 75g rice bran/a/d, C = field grass + 150g rice bran/a/d and D = field grass + 225g rice bran/a/d. The animal access to ad libitum field grass and water. The animal fed one a day rice bran at seven in the morning. The variables which were observed including dry matter feed consumption, nutrient digestibility (dry matter, organic matter, crude protein and crude fiber), pH, VFA partial and ammonia concentration of the rumen fluid. The result of this experiment showed dry matter feed consumption and dry matter intake on the treatments B, C and D were significantly higher (P<0.05) than treatment A. The water consumption the treatments A and B were not significant (P>0.05) difference, but water consumption on the treatments C and D were significantly higher (P<0.05) than treatments A and B. Dry matter and crude fiber digestibility on treatments A and B were not significant (P>0.05) difference, but on the treatments C and D were significantly higher (P<0.05) than treatments A and B. Organic and crude protein digestibility on the treatments B, C and D were significantly higher (P<0.05) than treatment A. pH on the treatments A and B were significantly higher (P<0.05) than treatments C and D. The acetate, butyric and ammonia concentration of the rumen fluid on treatments A, B, C and D were not significant (P>0.05) difference, but the propionate concentration on the treatments B, C and D were significantly higher (P<0.05) than treatment A. From the result in this experiment it can be concluded that the supplemented rice bran 75g-225g on the effect to increased the nutrient digestibility of ettawah cross breed goats fed field grass basal diet. The suggestion in this experiment that the supplemented rice bran to increased nutrient digestibility of ettawah cross breed on fed field grass.