Claim Missing Document
Check
Articles

KUALITAS FISIK, KECERNAAN DAN PRODUK FERMENTASI RUMEN IN VITRO SILASE JERAMI PADI DITAMBAHKAN BERBAGAI JENIS LEGUMINOSA F. K., KIRANA; CAKRA, I G. L. O.; MARIANI, N. P.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 25 No 2 (2022): Vol. 25 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2022.V25.i02.p03

Abstract

This study aims to determine the physical quality, dry matter digestibility, organic matter digestibility, N-NH3, and total VFA of rice straw silage added with various legumes. This research was conducted at Farm Sesetan and at the Laboratory of Animal Nutrition and Forage Laboratory, Faculty of Animal Husbandry Udayana University from No- vember to December 2020. The design used was a completely randomized design (CRD) with five treatments and four replications were P0 (90% rice straw + 5% pollard + 5% mollases), P1 (60% rice straw + 30% Calliandra calothyrsus + 5% pollard + 5% mollases), P2 (60% rice straw + 30% Gliricidia sepium + 5% pollard + 5% mollases), P3 (60% rice straw + 30% Indigofera zollingeriana + 5% pollard + 5% mollases), P4 (60% rice straw + 30% Sesbania grandiflora + 5% pollard + 5% mollases). The results showed that the best values for color, odor, and fungus were obtained in tre- atment P0, P1, and P4. Texture variable got the best value in treatment P0, P1, P2, and P3. The highest of dry matter digestibility and organic matter digestibility values were in the P4. The highest production of total VFA and N-NH3 was produced in treatment P1 and P2. Based on the research results, the addition of various types of legumes added to the rice straw silage can improve the physical quality, dry matter digestibility, organic matter digestibility, N-NH3 and total VFA of the silage.
PENGARUH TEPUNG DAUN GAMAL DAN DAUN KELOR DALAM UREA CASSAVA BLOK (UCB) TERHADAP KECERNAAN, KADAR VFA, DAN NH3 IN-VITRO WITARIADI, N M.; BUDIASA, I K. M.; PUSPANI, E.; CAKRA, I G. L. O.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 13 No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.892 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian telah dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pengaruh tepung daun gamal dan daun kelor sebagai sumber protein dalam urea cassava blok (UCB) terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik, kadar VFA, dan NH3 cairan rumen pakan jerami padi secara invitro. Penelitian dilaksanakan dengan mempergunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Sehingga secara keseluruhan terdapat 15 unit penelitian. Adapun ketiga perlakuan tersebut adalah: Perlakuan A (jerami padi + UCB yang ditambah tepung daun kelor); B (jerami padi + UCB yang ditambah tepung daun gamal), dan C (jerami padi + UCB yang ditambah tepung daun kelor dan daun gamal). Varibel yang diamati adalah kecernaan bahan kering (KCBK) , kecernaan bahan organik (KCBO) in-vitro, produksi vollatile fatty acid (VFA), produksi NH3, dan pH supernatan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa KCBK, KCBO invitro, VFA, NH3, dan pH supernatan pada ketiga perlakuan berbeda nyata (P<0,05). Penggunaan daun gamal sebagai sumber protein pada UCB menghasilkan KCBK, KCBO, VFA, NH3, tertinggi dibandingkan dengan daun kelor maupun kombinasi antara daun gamal dan daun kelor. EFFECT OF USING GLIRICIDIA (Gliricidia sepium) AND MORINGA (Moringa oleifera) LEAVES MEALS IN UREA CASSAVA BLOCK (UCB) ON DIGESTIBILITY, VOLLATILE FATTY ACID, AND NH3 IN-VITRO. ABSTRACT The experiment has been conducted in order to now the effect of Gliricidia sepium and Moringa oleifera leaves meal a source of protein in urea cassava block (UCB) to the digestibility dray matter and organic matter , VFA and ammonia concentration with rice straw diet. The experiment set in completely randomized design using three treatment. The treatment are: A (rise straw + UCB with Moringa; B (rise straw + UCB with Gliricidia sepium, and C (rise straw + UCB with Moringa and Gliricidia sepium). The observed variable are: dry matter, organic matter digestibility, volatile fatty acid, ammonia concentration, and pH rumen juice. From the result can be conclude that dray matter and organic matter digestibility in-vitro, VFA , ammonia and pH rumen juice from the three treatment, significantly deffren (P<0.05). The utilization of Glirisidia leaves meal as protein source in UCB, given the highest dray matter, and organic matter digestibility, VFA and ammonia compare to the utilization of Moringga leaves meal or the combination of both Glirisidia sepium and Moringga leaves meal.
KONSUMSI DAN KOEFISIEN CERNA NUTRIEN PADA KAMBING PERANAKAN ETAWAH (PE) YANG DIBERI PAKAN KONSENTRAT DITAMBAH SODA KUE (SODIUM BIKARBONAT). OKA CAKRA, I. G. L.; SUWENA, I. G. M.; SUKMAWATI, N. M. SUCI
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 8 No 3 (2005)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.58 KB)

Abstract

RINGKASAN. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui konsumsi dan koefisien cerna nutrien pada kambing (PE) yang diberi pakan konsentrat ditambah soda kue telah dilaksanakan di Stasiun Penelitian, Fapet, Unud, Jl. Raya Sesetan No. 122 Denpasar dan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, mulai dari tanggal 21 Maret sampai 16 Mei 2002. Penelitian menggunakan 9 ekor ternak kambing PE lepas sapih dengan berat badan awal 18,56 + 3,21 kg. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Ketiga perlakuan tersebut adalah level soda kue dalam konsentrat, yaitu 3 %, 6 % dan 9 % masing-masing untuk perlakuan A, B, dan C. Kambing diberi pakan atas rumput lapangan dan konsentrat dengan perbandingan 40 % : 60 %. Ransum diberikan 2 kali sehari, sedangkan air minum diberikan ad libitum. Peubah yang diamati adalah konsumsi dan koefisien cerna bahan kering, bahan organik, serat kasar, dan protein kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bahan kering, bahan organik, serat kasar, protein kasar, serta koefisien cerna bahan kering, bahan organik, serat kasar, dan protein kasar pada kambing yang mendapat perlakuan A, B dan C secara statistika menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (P >0,05). Kambing yang mendapat perlakuan A mempunyai konsumsi dan koefisien cerna nutrien yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan perlakuan B dan C. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan soda kue dari level 3 % - 9 % tidak berpengaruh nyata terhadap peningkatan konsumsi dan koefisien cerna nutrien pada kambing peranakan etawah (PE).
UTILISASI NITROGEN DAN KOMPOSISI TUBUH KAMBING PERANAKAN ETAWAH YANG DIBERI PAKAN HIJAUAN RUMPUT LAPANGAN DENGAN SUPLEMENTASI DEDAK PADI SITI, N. W.; WITARIADI, N. M.; MARDEWI, N. K.; CANDRASIH K., N. N.; MUDITA, I M.; RONI, N. G. K.; CAKRA, I G. L. O.; SUCI SUKMAWATI, N. M.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.246 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2013.v16.i01.p04

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui utilisasi nitrogen dan komposisi tubuh kambing peranakan etawah yang diberi pakan hijauan rumput lapangan dengan suplementasi dedak padi, telah dilaksanakan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Keempat perlakuan tersebut adalah Rumput lapangan ad libitum sebagai perlakuan (A); perlakuan B= perlakuan A + 75 g dedak padi; perlakuan C = perlakuan A + 150 g dedak padi dan perlakuan D= perlakuan A + 225 g dedak padi. Pemberian rumput lapangan 2 kali sehari yaitu pagi pukul 7.00 Wita dan sore pukul 16.00 Wita, sedangkan dedak padi diberikan sekali pada pukul 7.00 Wita. Air minum yang diberikan berasal dari PDAM secara ad libitum. Variabel yang diamati adalah komposisi tubuh, konsentrasi urea darah, konsumsi nitrogen, retensi nitrogen dan utilisasi nitrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi dedak padi dari 75-225 g/ekor/hari pada kambing PE yang diberi pakan hijauan rumput lapangan secara nyata (P<0,05) dapat meningkatkan konsumsi nitrogen, retensi nitrogen, utilisasi nitrogen dan tidak nyata (P>0,05) menurunkan urea darah. Namun suplementasi dedak padi 75 g/e/h belum berpengaruh terhadap air tubuh dan lemak tubuh, tetapi suplementasi dedak padi pada level 150-225 g/e/h dapat menurunkan air tubuh dan meningkatkan lemak tubuh. Suplementasi dedak padi dari 75-225 g/ekor/hari belum berpengaruh nyata terhadap penurunan protein tubuh. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi dedak padi dari 75-225 g/ekor/hari dapat meningkatkan utilisasi nitrogen pada kambing peranakan etawah yang diberi pakan hijauan rumput lapangan.
KECERNAAN BAHAN KERING DAN NUTRIEN RANSUM PADA KAMBING PERANAKAN ETAWAH YANG DIBERI HIJAUAN BERAGAM DENGAN ARAS KONSENTRAT “MOLMIK” BERBEDA CAKRA, I G. L. O.; DUARSA, M. A. P.; PUTRA, S.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 17 No 1 (2014): Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.742 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2014.v17.i01.p07

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian hijauan beragam dengan suplementasi konsentrat “Molamix” terhadap kecernaan bahan kering dan nutrien ransum. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan dan tiga kelompok/blok sebagai ulangan. Ternak yang digunakan sebanyak sembilan ekor (unsex) dengan kisaran berat badan awal 19,57 ± 2,4 kg. Ketiga perlakuan tersebut adalah perlakuan A: 70% hijauan (rumput lapangan) + 30% konsentrat ”molamix”; perlakuan B: 80% hijauan (40% rumput lapangan + 60% gamal) + 20% konsentrat ”molamix”; dan perlakuan C: 90% hijauan (20% rumput lapangan + 60% gamal + 20% waru) + 10% konsentrat ”molamix”. Air minum diberikan secara ad libitum. Penelitian menyimpulkan bahwa pemberian 90% pakan hijauan beragam (rumput, gamal, dan waru) dengan 10% konsentrat ”Molamix” dapat menghasilkan peningkatan kecernaan bahan kering, bahan organik, protein kasar, dan kecernaan serat kasar.
KOEFESIEN CERNA BAHAN KERING DAN NUTRIEN RANSUM KAMBING PERANAKAN ETAWAH YANG DIBERI HIJAUAN DENGAN SUPLEMENTASI KONSENTRAT MOLAMIK CAKRA, IGLO.; SITI, N.W; MUDITA, I. M.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 11 No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.828 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Padanggalak, Denpasar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh suplementasi konsentrat Molamik terhadap koefesien cerna bahan kering dan nutrien ransum kambing PE yang diberi hijauan berbasis leguminosa. Penelitian menggunakan tancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan dan tiga kelompok (blok) sebagai ulangan. Ternak yang digunakan berjumlah 9 ekor, rata-rata berat badan awal 15,56±1,63 kg. Ketiga perlakuan tersebut adalah: perlakuan A: 100% ransum hijauan (20% Rumput lapangan, 60% Gamal dan 20% Waru), perlakuan B: 92,5% ransum A + 7,5% konsentrat Molamix dan perlakuan C: 85% ransum A+15% konsentrat Molamix. Peubah yang diamati adalahk oefisien cerna bahan kering, dan nutrien ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien cerna bahan kering, bahan organik, protein kasar pada perlakuan B dan C nyata lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan A. Koefesien cerna serat kasar pada perlakuan B dan C nyata lebih tinggi (P<0,01) dibandingkan dengan perlakuan A. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum hijauan berbasis leguminosa dengan suplementasi 7,5% dan 15% konsentrat Molamik pada kambing Peranakan Etawah secara nyata dapat meningkatkan koefisien cerna bahan kering dan nutrien ransum (bahan organik, protein kasar dan serat kasar). COEFESIEN DIGESTIBILITY OF DRY MATTER AND NUTRITION CONTENT OF ETAWAH CROSS BREED GOAT RATION WITH FORAGE AND MOLAMIK CONSENRAT ABSTRACT This experiment was conducted to find out the effect of suplement molamik consentrat on digestibility of dry matter and nutrien content on etawah cross breed goat ration with leguminosa forage.The experiment used nine goats that had an average initial weight of 15.56 ±1.63 that were alocated into three treatment group of diets i. e. Diet A =100% forage (20% grass, 60 % Gliricidia sepium and 20% Hibiscus teilleaceus) ; Diet B = 92,5% diet A + 7.5% Molamik consentrat ; Diet C = 85 % diet A + 15 % Molamik consentrat in Randomized Block Design consisting of three treatment and three replicates. Result of the experiment indicated that suplementation of Molamik consentrat 7.5% and 15% significanly increase digestibility of dry matter, organic matter crude protein, and crude fiber.
KANDUNGAN NUTRISI SILASE JERAMI JAGUNG MELALUI FERMENTASI POLLARD DAN MOLASES A. A. A. S., Trisnadewi; Cakra, I G. L. O.; Suarna, I W.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 20 No 2 (2017): Vol 20, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.335 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2017.v20.i02.p03

Abstract

Kendala utama penggunaan jerami jagung sebagai pakan adalah kandungan protein yang rendah dan tinggi seratkasar sehingga perlu diberi perlakuan untuk meningkatkan nilai nutrisinya. Tujuan penelitian adalah menentukanformulasi silase jerami jagung terbaik dengan menggunakan pollard dan molases terhadap kandungan nutrisisilase. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan masing-masingperlakuan diulang empat kali, sehingga terdapat 24 unit percobaan. Keempat perlakuan tersebut adalah A = 100%jerami jagung + 20% pollard + 0% molases; B = 100% jerami jagung + 10% pollard + 10% molases; C = 100%jerami jagung + 0% pollard + 20% molases; D = 100% jerami jagung + 10% pollard + 0% molases; E = 100%jerami jagung + 5% pollard + 5% molases; dan F = 100% jerami jagung + 10% pollard + 0% molases. Peubah yangdiamati dalam penelitian ini adalah kandungan bahan kering (BK), bahan organik (BO), energi, serat kasar (SK),protein kasar (PK), abu, bahan ektrak tanpa nitrogen (BETN), dan total digestible nutrient (TDN) Hasil penelitianmenunjukkan bahwa silase jerami jagung pada perlakuan A yaitu silase jerami jagung dengan suplementasi 20%pollard menunjukkan kualitas nutrisi yang paling baik dibandingkan perlakuan lainnya. Kata kunci: jerami jagung, silase, kandungan nutrisi
Penggantian Sebagian Ransum Komersial dengan Polar dan Aditif Duck mix terhadap Komposisi Fisik Karkas Itik Ni Wayan Siti; I.G.L.O. Cakra; K. A. Wiyana; A.T. Umiarti
Jurnal Agripet Vol 9, No 2 (2009): Volume 9, No. 2, Oktober 2009
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v9i2.626

Abstract

The substitution a part of commercial feed with pollard and duck mix additive on duck carcass physic compositionABSTRACT. The aim of this experiment was to study pollard optimum levels with additive complex mineral vitamin on the carcass physic composition Balinese male duck age 10 weeks, was carried out at Jl. Binginambe, Kediri village, Tabanan Regency. The design which used in this experiment a completely randomized design Those four treatments were ration contain 100% commercial feed (A); ration with 85% commercial feed + 15% pollard + 0,3% duck mix (B); ration with 70% commercial feed + 30% pollard + 0,3% duck mix (C); ration with 55% commercial feed + 45% pollard + 0,3% duck mix (D), respectively. The variables which measured were carcass weight, carcass percent, and carcass physic composition. The result of this experiment showed that the substitution commercial feed with pollard from 15-45% and duck mix were not significant (P 0.05) decrease carcass percent, carcass bone percent than treatment A. Meat percent on treatment B 1.81% non significant (P0.05) increase than treatment A, but C and D treatments 2.63% and 4.87% significantly increase than treatment A. Subcutan fat on C and D treatments 6.72% and 6.67% significant lower (P 0.05) than treatment A, and D treatment 4.91% significant lower than treatment B. From the result of this experiment can be concluded that substitution pollard from 15%-45% with additive 0.3% duck mix were decrease carcass percent and bone carcass percent, but substitution pollard 30% and 45% can increase meat carcass percent and decrease fat Balinese male duck age 10 weeks.
Suplementasi Urea Molasis Blok untuk Meningkatkan Penampilan Kambing Peranakan Etawah yang Diberi Pakan Hijauan Gamal Ni Wayan Siti; I. G. M. A. Sucipta; I. M. Mudita; I. B. G. Partama; I.G.L.O. Cakra
Jurnal Agripet Vol 12, No 2 (2012): Volume 12, No. 2, Oktober 2012
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v12i2.203

Abstract

The supplementation of urea molasses block for increasing performance of ettawah crossbred goats fed diet containing gliricidia spium green forage ABSTRACT. The aimed of this experiment to study the supplementation of urea molasses block for performance increased of ettawah crossbred goats fed diet containing Gliricidia spium green forage has been conducted at Tabanan regency and Animal Nutrition Laboratory. The Latin Square Design which four treatments and four replicates was used in this experiment. The four treatments were the levels of urea molasses block : 0, 50, 100 and 150g respectively. The animal access to ad libitum Gliricidia spium green forage and drink water. The animal fed twice a day urea molasses block at the morning and at the afternoon. The variables which were observed including feed consumption, nutrient digestibility, body weight gain and feed conversion ratio. The result of this experiment showed dry matter feed consumption, drink water, nutrient digestibility of the four treatments is not significantly different (P 0.05). The body weight gain at treatment C was significantly higher (P 0.05), but feed conversion ratio (FCR) was significantly lower (P 0.05) than treatments A, B and D. From the results in this experiment it can be concluded that the used of urea molasses block 100g on the effect to increased the performance of ettawah crossbred goats with basal diet Gliricidia spium green forage.