Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Pengaruh Karakteristik Fisika Kimia Perairan Terhadap Pertumbuhan Kappaphycus Alvarezii Yang Dipelihara Dengan Jaring Horinet Di Perairan Pantai Lakeba Kota Bau Bau Awal Setya Anugrah; Ma’ruf Kasim; Muhammad Taswin Munier
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisika – kimia perairan terhadap pertumbuhan Kappaphycus alvarezii yang dipelihara dengan jaring horinet di perairan Pantai Lakeba Kota Bau – Bau. Laju Pertumbuhan mutlak Horinet I dan horinet II pada titik pengamatan satu (I) diperoleh hasil pengamatan yang bervariatif yaitu pada horinet I laju pertumbuhan mutlak thallus rumput laut K. alvarezii tertinggi terdapat pada H3 dengan nilai pertumbuhan mutlak 100,5 dan yang paling terendah ada di H2 dengan nilai 38,5. Sedangkan pada horinet II, laju pertumbuhan mutlak tertinggi yaitu pada H3 dengan nilai pertumbuhan mutlak 128 dan yang paling terendah ada di H4 dengan nilai 54,75. Pengamatan laju pertumbuhan thallus K. alvarezii pada titik pengamatan kedua (II) yang terdapat pada horinet I dan horinet II diperioleh hasil pengamatan yang berflukutatif. Dimana pada horinet I laju pertumbuhan mutlak thallus rumput laut K. alvarezii tertinggi yaitu terdapat pada H4 dengan nilai 91,5 dan yang paling terendah ada di H2 dengan nilai 74,5. Selanjutnya utuk horinet II diperoleh hasil tertinggi pada H4 dengan nilai 116,5 dan yang paling terendah ada di H2 dengan nilai 63,75. Parameter diperoleh suhu perairan berkisar antara 32°C, kecepatan arus memiliki kisaran 0,049-0,062 m/detik, Kecerahan 100 % sedangkan untuk parameter kimia seperti salinitas berkisar antara 29 ‰, nitrat berkisar 0.0694 -0.0708 mg/L, fosfat berkisar 0.0182-0.0226. Nitrat dan fosfat memiliki peranan yang sangat penting terhadap pertumbuhan thallus rumput laut dimana nilai korelasi pada kedua titik pengamatan yaitu berkisar 0,71 – 0,99 (mendekati 1) yang mengindikasikan bahwa pengaruh nitrat dan fosfat sangat besar terhadap pertumbuhan thallus rumput laut. Kata kunci : K. alvarezii, laju pertumbuhan thallus, parameter penunjang
Studi Kebiasaan Makanan Kerang Mutiara (Pteria penguin) di Perairan Palabusa Harfan Harfan; Ma’ruf Kasim; Asriyana Asriyana
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan penelitian untuk menganalisis studi kebiasaan makanan kerang mutiara (Pteria penguin) di Perairan Palabusa. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan pada lokasi budidaya kerang mutiara (Pteria penguin) di Perairan Palabusa Selat Buton Sulawesi Tenggara. Hewan uji kerang mutiara sebanyak 80 individu. Sebaran ukuran yang diperoleh pada umumnya bervariasi 170-180 mm (35%) dan terendah pada ukuran 85-95 mm (1,25 %) Kelompok jenis makanan yang terdapat dalam lambung kerang (Pteria penguin) antara lain : Bacillariophyceae, merupakan jenis kelompok makanan yang dominan, kemudian Dinophyceae, Cyanophyceae, Clorophyceae, Zyngnemaphyceae, Chorellaceae, Rotifera, Synurophyceae dan Cryptophyceae. yang terdapat di dalam lambung kerang (Pteria penguin). Frekuensi kemunculan jenis makanan tertinggi diperoleh pada jenis makanan Microcytis sp. (3,24 %) sedangkan frekuensi kemunculan terendah diperoleh pada jenis makanan Noctiluca sp. (0,01%). Hasil penelitian di peroleh jenis makanan yang sering muncul pada kerang ukuran 85-113 mm adalah dari jenis A. granullata (1,27%); pada kerang ukuran 114-142 mm adalah jenis Microcystis sp. (9,00%); sementara pada ukuran 143-147 mm dari jenis G. flaccida (0,90%). Hasil analisis berdasarkan ukuran jenis makanan tidak menunjukan adanya perbedaan jenis makanan. Kualitas air merupakan faktor penunjang dalam keberhasilan kegiatan budidaya suhu dalam kategori stabil berkisar antara 28-30 32ºC, salinitas berkisar 30-34 ppt dan sebaran pH perairan berkisar 7-8.Kata Kunci: Studi kebiasaan makanan kerang mutiara (Pteria penguin)
Distribusi dan Kelimpahan Vertikal Zooplankton di Perairan Desa Ranooha Raya, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan Suwaldi Trisno Widodo; Ma’ruf Kasim; Halili Halili
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distribusi dan kelimpahan vertikal zooplankton banyak dipengaruhi oleh kombinasi antara suhu dan nutrien, serta arus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan kelimpahan vertikal, jenis dan kelimpahan zooplankton pada kawasan benih lobster yang terdapat di perairan Ranooha Raya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan. Metode yang digunakan yaitu purposive sampling method. Hasil pengamatan distribusi dan kelimpahan vertikal zooplankton ditemukan 13 jenis zooplankton dengan nilai komposisi jenis tertinggi yaitu dari kelas Crustacea sebesar 38.4%. Sedangkan yang terendah dari kelas Ciliatea sp. sebesar 7.6%. Nilai kelimpahan relatif tertinggi yaitu jenis Tintinopsis sp. berkisar 20.77-27.51%, sedangkan nilai terendah dari jenis Brachayura sp. sebesar 0.16%. Hasil pengamatan kelimpahan berkisar 923-1012 Ind/L, dengan indeks keanekaragaman 1.8839-2.1489. Hasil pengamatan indeks keseragaman berkisar 0.7581-0.8962, dan indeks dominansi sebesar 0.1380-0.1898. Pengukuran kualitas perairan diperoleh suhu 28.7-29.30C, salinitas 33.3-34.7 ppt, pH 6, Kecerahan 7.2-8.2 m, kecepatan arus 0.15-0.18 m/s dan DO 5.6-6 mg/L. Kata kunci: distribusi, kelimpahan vertikal, Ranooha Raya, zooplankton.
Distribusi, Kepadatan dan Biomassa Lamun bedasarkan kedalaman Berbeda di Perairan Desa Lasiwa, Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara La Ode Muhamad Kiflin; Ma’ruf Kasim; Salwiyah Salwiyah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLamun merupakan tumbuhan laut termasuk Angiosperma (tumbuhan berbunga) yang tumbuh di daerah pasang surut dan daerah subtidal, memiliki sistem akar dan rimpang. Kepadatan spesies lamun adalah banyaknya jumlah individu/tegakan suatu spesies lamun pada luasan tertentu. Kelimpahan dan distribusi spesies adalah ekspresi dari hasil interaksi komponen abiotik (kimia dan fisik) dan biotik. Biomassa merupakan jumlah berat dari semua material yang hidup pada suatu satuan luas tertentu, baik yang berada di atas maupun di bawah substrat yang sering dinyatakan dalam satuan g/m2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi, kepadatan dan biomassa lamun berdasarkan kedalaman bebeda di peraian Desa Lasiwa, Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara. Metode penelitian menggunakan transek kuadran Jenis lamun yang di dapat yaitu Enhalus Acoroides dengan kepadatan tertinggi 65 ind/m2 dan biomassa tertinggi berat kering tertinggi yaitu pada stasiun 1, dengan berat 110,565 g/m2 dan berat terendah yaitu pada stasiun 3 dengan berat 40,911 g/m2 dengan kondisi lingkungan zona pemukiman.Kata kunci : biomassa, Desa Lasiwa, distribussi, kepadatan, lamun.
Perbandingan Kepadatan Diatom Bentik dan Mikroplastik pada Sedimen di Perairan Teluk Kendari La Ode Muslimin; Ma’ruf Kasim; Salwiyah Salwiyah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikroplastik merupakan partikel plastik yang berukuran kecil dan memiliki ukuran kurang dari 5 mm. Diatom betik memiliki peranan yang cukup penting yaitu sebagai makanan bagi hewan-hewan betik serta beberapa jenis zooplankton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan diatom bentik dan mikroplastik yang terdapat pada sedimen di Perairan Teluk Kendari. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Oktober-November 2020. Prosedur dalam penelitian ini ada beberapa tahapan, pertama survei awal, tahap kedua pengambilan sampel sedimen dengan memisahkan antara botol sampel mikroplastik dan diatom bentik, tahap ketiga menganalisis sampel sedimen dilaboratorium. Mikroplastik yang ditemukan 3 jenis, dan diatom betik yang ditemukan 11 jenis. Persentase kepadatan kepadatan diatom bentik dan mikroplastik yaitu 54,34% dan 45,66%. Pada uji perbandingan (t-Test) menggunakan aplikasi SPSS antara diatom bentik dan mikroplastik tidak ada perbedaan yang signifikan di antara keduanya, karena nilai sig (2-tailed) yang didapatkan >0.05 dengan nilai 0.427. Dengan hasil (t-Test) tersebut kandungan partikel mikroplastik yang ditemukan hampir sama dengan jumlah diatom bentik, kondisi ini sangat berpengaruh terhadap proses rantai makanan yang terjadi di perairan serta mengganggu keseimbangan ekosistem.Kata kunci : diatom bentik, mikroplastik, sedimen, Teluk Kendari.
Perbandingan Kepadatan dan Keanekaragaman Makroalga pada Perairan Substrat Alami dan pada Jaring Horinet di Pantai Lakeba Kota Bau Bau La Ode Mehamad Ardiansyah; Ma’ruf Kasim; Taswin Munier
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Makroalga merupakan salah satu organisme bentik yang hidup dan tumbuh di perairan dangkal serta memiliki peran ekologi cukup penting diperairan laut. Pantai Lakeba, merupakan suatu perairan pesisir yang mempunyai sumber daya alam yang cukup melimpah khususnya makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kepadatan dan keanekaragaman makroalga pada perairan substrat alami dan pada jaring horinet di Pantai Lakeba Kota Bau Bau. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada perairan alami ditemukan 37 jenis dengan kepadatan antara 118,4-304,0 ind/m2 dan di Jaring Horinet ditemukan 28 jenis dengan kepadatan 31,7-78,3 ind/m2 . Nilai indeks keanekaragaman pada perairan alami selama penelitian berkisar 2,11-2,44 dengan kategori sedang dan nilai indeks keanekaragaman pada jaring horinet selama penelitian berkisar 1,60-2,43 dengan kategori sedang. Hasil Uji independent T (t-test) antara kepadatan makroalga pada perairan alami dan jaring horinet di dapatkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dan keanekaragaman makroalga antara perairan alami dan jaring horinet di dapatkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan. Kata Kunci: Kepadatan, Keanekaragaman, Lakeba, Makroalga
Kelimpahan Relatif Mikroplastik dalam Lambung Keong Bakau (Telescopium telescopium) di Teluk Kendari Amiruddin Amir; Ma'ruf Kasim; Bahtiar Bahtiar
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teluk Kendari merupakan perairan yang sangat kompleks karena beragam aktivitas dan permasalahan degradasi perairan. Salah satu sampah laut yang banyak menimbulkan masalah adalah sampah plastik. Sampah plastik akan mengalami degradasi di perairan yakni terurai menjadi partikel-partikel plastik kecil yang disebut mikroplastik. Keong Bakau (T. telescopium) merupakan salah satu jenis organisme pengumpan deposit yang secara langsung akan terakumulasi mikroplastik di dalam tubuhnya karena keberadaanya di dasar perairan. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Januari 2021 dan bertujuan untuk mengetahui sebaran komposisi jenis mikroplastik yang terdapat dalam lambung keong bakau, serta relatif mikroplastik dalam lambung keong bakau di perairan Teluk Kendari.Pengambilan sampel lapangan dilakukan secara bebas. Pada setiap lokasi pengambilan sampel masing-masing, diambil sebanyak 25 sampel keong bakau sehingga jumlah total sampel yang dibutuhkan sebanyak 100 sampel selama 1 bulan. Panjang total cangkang menggunakan mistar dengan ketelitian 1 mm. Proses destruksi dilakukan menggunakan larutan KOH 10% yang lalu diinkubasi pada suhu 40ºC selama 48 jam (Collard et al., 2015). Kemudian dilakukan penilaian dengan menggunakan kertas saring berukuran 0,5 mm (Claessens et al., 2013). Sampel yang telah tersaring diidentifikasi menggunakan mikroskop untuk menghitung mikroplastik.Hasil analisis sebaran ukuran keong bakau di perairan Teluk Kendari dapatkan ukuran paling banyak yaitu 48-55 mm (35 individu) dan nilai terendah terdapat pada ukuran 79-86 mm (1 individu). Hasil analisis sebaran mikroplastik tertinggi terdapat pada ukuran 48-55 mm (34,8%) dan nilai terendah pada ukuran 32-39 mm dengan presentase 0,8%. Terdapat empat jenis mikroplastik yaitu fiber, film, fragment, dan monofilament dengan nilai relatif tertinggi yaitu jenis fiber (91,91%), dan nilai terendah terdapat pada monofilament (0,05%)Kata Kunci: Keong bakau, T. telescopium, mikroplastik, Teluk Kendari
Studi Kondisi Fisika dan Kimia Perairan Kaitannya Dengan Kepadatan Neosiphonia pada Thalus Kappaphycus alvarezii di Pantai Lakeba Bau-Bau Marlin Marlin; Ma’ruf Kasim; Taswin Munier
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kelimpahan epifit pada thallus rumput laut berkaitan dengan kondisi fisika dan kimia perairan yang mendukung keberadaan epifit. Salah satu jenis epifit yang banyak ditemukan pada kegiatan budidaya rumput laut di perairan pantai Lakeba Kota Bau-bau adalah Neoshiponia sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi parameter fisika dan kimia perairan hubungannya dengan kepadatan Neoshiponiasp. di lokasi budidaya rumput laut perairan Pantai Lakeba Bau-Bau Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisika seperti suhu perairan berkisar antara 31-32 °C, kecepatan arus memiliki kisaran 0,035-0,065 m/detik, kecerahan 100 % sedangkan untuk kondisi kimia seperti salinitas berkisar antara 27-32 ‰, nitrat berkisar 0.062 -0.081 mg/L, fosfat berkisar 0.016-0.022. Hasil analisis kepadatan Neosiphonia sp. yang menempel pada thallus K. alvarezii selama penelitian di peroleh nilai kepadatan tertinggi terdapat pada pengamatan hari ke 18 dengan nilai 134,5 ind/m2 pada titik I dan pada titik II kepadatan tertinggi terdapat pada harike 24 dengan nilai kepadatan yaitu 132,7 ind/m2 . Sedangkan kepadatan Neoshiponia terendah terdapat pada pengamatan hari ke 30 dengan nilai kepadatan yaitu 98,2 ind/m2 pada titik I dan 93,8 ind/m2 pada titik II. Kepadatan Neosiphonia sp yang menempel pada thallus K. alvarezii pada lokasi budidaya rumput laut di perairan Pantai Lakeba Bau-bau berkorelasi dengan suhu perairan, salinitas, nitrat dan fosfat. Dengan demikian, parameter kimia dan fisika perairan sangat mempengaruhi pertumbuhan dan kepadatan Neosiphonia sp. Kata Kunci: Fisika kimia perairan, Kepadatan, Neosiphoniasp., Lakeba.
Tingkat Kesuburan Perairan Berdasarkan Nitrat, Fosfat, dan Klorofil-A di Perairan Desa Tumbu-Tumbu Jaya Kecamatan Kolono Timur Kabupaten Konawe Selatan Azalia Azalia; Ma’ruf Kasim; Salwiyah Salwiyah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesuburan perairan berdasarkan kandungan nitrat, fosfat dan klorofil-a di perairan Tumbu-Tumbu Jaya Kecamatan Kolono Timur Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan pada bulan Desember 2020. Penelitian ini menggunakan metode purpose sampling. Lokasi penelitian yang dibagi menjadi tiga stasiun. Penentuan lokasi didasarkan pada karakterisitik perairan Tumbu-Tumbu Jaya. Hasil pengukuran parameter-parameter utama menunjukan kandungan nitrat berkisar 0,045-0,049 mg/L, fosfat dengan kisaran 0,027-0,028 mg/L, klorofil-a dengan nilai rata-rata 0,273-1,496 mg/m3 dan oksigen terlarut (DO) diperoleh 72,36-81,09 mg/L. Adapun hasil parameter penunjang yakni suhu, salinitas, pH dan kecerahan diperoleh nilai masing-masing 29,75- 30,5 oC, 30,75-32,25 ppt, 6,5, 6,18-8,69 M. Hasil analisis menggunakan TRIX diperoleh 1,279-1,289 mg/L dengan status trofik, yang termasuk dalam kategori oligotrofik. Hasil identifikasi fitoplankton pada perairan Tumbu-Tumbu jaya di dominasi oleh jenis Mellosira sp., Coscinodiscus sp., Licmophora sp. dan Diatoma sp. Didominasi tertinggi pada kelas Bacillariophyceae dan terendah pada kelas Coscinodiscophyceae.Kata kunci: perairan pesisir, kesuburan perairan, unsur hara, klorofil-a.
Perbandingan Laju Pertumbuhan Anakan Ujung Thallus Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum Hasil Seleksi Klon yang Dipelihara pada Boxnet Ariskanti Ariskanti; Abdul Rahman; Ma’ruf Kasim
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 4 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i4.24833

Abstract

Bagian anakan ujung thallus pada rumput laut merupakan bagian yang tercepat pertumbuhannya dibanding dengan bagian tengah dan bagian pangkal thallus. Seleksi klon juga merupakan metoda bertahap dalam mendapatkan populasi klon rumput laut yang memiliki pertumbuhan tercepat dan relatif seragam. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan laju pertumbuhan hasil seleksi klon thallus K. alvarezii dan E. denticulatum  yang dipelihara dalam wadah terproteksi boxnet. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2019 - Januari 2020, di Perairan Pantai Lakeba, Kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara. Menggunakan bagian ujung dari masing-masing thallus hasil seleksi klon rumput laut K. alvarezii dan E. denticulatum sebagai bibit. Berat awal masing-masing bibit jenis rumput laut tersebut adalah  20 g per rumpun yang selanjutnya dipelihara dalam boxnet selama 35 hari dengan rancangan acak lengkap (RAL). Parameter yang diamati yaitu laju pertumbuhan spesifik, pertumbuhan mutlak, parameter kualitas air dan hubungan laju pertumbuhan spesifik rumput laut dengan parameter kualitas lokasi perairan budidaya. Hasil penelitian mununjukan bahwa rata-rata LPS E. denticulatum 2.65%.hari-1 sedangkan K. alvarezii 1.80%.hari-1. Pertumbuhan Mutlak E. denticulatum yakni sebesar 30.89 g, sedangkan K. alvarezii 14.00 g. Parameter kualitas air yang diperoleh yakni suhu 28-30°C, salinitas 34-35 ppt, kecerahan 100%, arus 0.11-0.16 m.s-1, pH 7, nitrat 0.025-0.035 mg.l-1 dan posfat 0.007-0.017 mg.l-1. Paramater kualitas air yang berpengaruh signifikan terhadap laju pertumbuhan spesifik rumput laut baik pada K. alvarezii maupun pada E. denticulatum adalah suhu (X1), salinitas (X2), nitrat (X5) dan fosfat (X6). Parameter kualitas lainnya yaitu kecepatan arus (X3) dan pH (X4) keduanya tidak berpengaruh nyata.Kata Kunci : Kappaphycus alvarezii, Eucheuma denticulatum, seleksi klon, pertumbuhan, boxnet.
Co-Authors . Sumarni, . A Abdullah A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Rahman Abdul Rahman AGUS KURNIA Ahmad Mustafa Almualam, . Amiruddin Amir Anastion, . Andi Irwan Nur, Andi Irwan Apriliani, Asnar Arami, Hasnia Arielta, Muhammad Rafly Ariskanti Ariskanti Arnol, Deddy Asnani Asnani Asriyana, . Awal Setya Anugrah Azalia Azalia Bahtiar, . Balubi, Abdul M. Balubi, Abdul M. Balubi, Abdul Muis Bolqiah, Sofri Buamona, Dodi Efendi Cahayani, Rhedita Chayani R, Dita Pramesti Daniel Happy Putra Devi Devi, Devi Didu, La Emiyarti, . Emiyarti, . Farito, . Fitra, Ramad Arya Guntur, LM. Ikhwan Halili Halili Harfan Harfan Hariyanti, Wa Ode Haslianti, . Husain, La Ode Kadir Irmin, Irmin Isham, . Ismail, Isman Septian Jamhari Jamhari Jamil, Muhammad Ridha Jaya, La Ode Muhammad Golok Julizar, Syukur La Baco S La Ode Alirman Afu, La Ode Alirman La Ode Ichlas Syahrullah Yunus La Ode Mehamad Ardiansyah La Ode Muhamad Kiflin La Ode Muslimin Liza Kurnia Mansur Mardin, Mardin Marlia, . Marlin Marlin Muhammad Taswin Munier Munirma, Munirma Mursalim, Ode Muslim Muslim Mutmainnah Muchtar Muzuni, Muzuni Nadia, La Ode Abdul Rajab Nasrun, La Nur Irawati Nur, Indriyani Nurdiana A Nurdiana Nurdiana Nurdiana, - Nurdiana, . Nurlinda, Suriati Onu La Ola, Onu Patadjai, Rahmad Sofyan Rahmat, Fitra Ratna Diyah Palupi Rizal, . Roslindah Daeng Siang S., Salwiyah Saik, Fitriani Saik, Fitriani Salwiyah S, Salwiyah Salwiyah Salwiyah Salwiyah, . Salwiyah, Salwiyah Samdin, Samdin Saniati, Saniati Sari, Wilda Purnama Sarifa, . Sarifa, Sitti Sarimuddin, Sarimuddin Sarini Yusuf Sima, Nur Sudia, LaBaco Sumiati Sumiati Suwaldi Trisno Widodo Tambunan, Reside Taswin Munier Ulfa, Hartina Wardha Jalil Wati, Nela Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Wulandari Wulandari Yudizar, Arbin Yulianti, Yuni Yusup, Silfi Yusup, Silfi