Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : Jurnal Agrium

Karakteristik Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Brokoli (Brassica oleraceae L. var. italica Plenck) yang Diberikan Green Manure Tithonia diversifolia Hafifah, Hafifah
Agrium Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v13i1.388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis green manure T.diversifolia yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dosis green manure T.diversifolia yaitu: T0 (Control), T1 (T.diversifolia 0,87 ton/ha setara  25 kg N/ha, T2 (T.diversifolia 1,75 ton/ha setara  50 kg N/ha, T3 (T.diversifolia 2,53 ton/ha setara 75 kg N/ha, T4 (T.diversifolia 3,50 ton/ha setara 100 kg N/ha, T5 (T.diversifolia 4,28 ton/ha setara  125 kg N/ha, T6 (T.diversifolia 5,25 ton/ha setara  150 kg N/ha. Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA) dan hasil yang berbeda nyata diuji dengan Uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5 %. Pengamatan pertumbuhan brokoli diamati pada umur 28 hst, 35 hst, 42 hst, 49 hst, 56 hst dan hasil ditimbang saat tanaman dipanen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis green manure T.diversifolia 5,25 ton/ha setara 150 kg N/ha menghasilkan bobot segar massa bunga sebesar 15.333 kg/ha setara dengan 15,33 ton/ha. This researh aims to determine the dosege appropriate T.diversifolia green manure on growth and yield of broccoli. The researh randomized block design (RBD) with 7 dosage of  T. diversifolia green manure namely: T0 (Control), T1 (T. diversifolia 0.87 tonnes / ha equivalent of 25 kg N / ha, T2 (1.75 T.  diversifolia 1.75 tonnes / ha equivalent of 50 kg N / ha, T3 ( T. diversifolia 2.53 tonnes / ha, equivalent to 75 kg N / ha, T4 (T. diversifolia 3.50 tonnes / ha equivalent to 100 kg N / ha, T5 (T. diversifolia 4.28 tonnes / ha equivalent of 125 kg N / ha, T6 (T. diversifolia 5.25 tonnes / ha equivalent to 150 kg N / ha. the data were analyzed by analysis of variance (ANOVA) and significantly different results tested by the test least significant difference (LSD) at 5% level. Observation broccoli growth observed at 28 dap, 35 dap, 42 dap, 49 dap, 56 dap and the results were weighed when the crops are harvested. the results showed that the dosing T. diversifolia green manure 5 , 25 tons / ha equivalent to 150 kg N / ha fresh weight mass produce interest at 15 333 kg / ha equivalent to 15.33 tonnes / ha.
Penilaian Kesesuaian Lahan Kualitatif Untuk Tanaman Pala Di Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen Irmayunita, Irmayunita; Yusra, Yusra; Akbar, Halim; Khusrizal, Khusrizal; Hafifah, Hafifah
Agrium Vol 20 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i2.11440

Abstract

Pala (Myristica fragrans Hott.) merupakan tanaman evergreen yang memiliki khasiat obat untuk mengobati berbagai penyakit dan bernilai ekonomi sehingga perlu dikembangkan dan ditingkatkan kualitas maupun kuantitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan kualitatif untuk tanaman pala yang dilaksanakan di Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen. Analisis tanah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh dan di Laboratorium Penelitian Tanah dan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian dilaksanakan pada Juli-Agustus 2022 dengan menggunakan metode survei dengan pendekatan evaluasi lahan secara pararel. Pendekatan ini terdiri atas evaluasi kesesuaian lahan berdasarkan kriteria fisik dan evaluasi kesesuaian lahan. Metode survei yang digunakan terdiri atas 4 tahap yaitu : tahap persiapan,  pendahuluan, utama, dan analisis data serta penyajian hasil. Hasil penelitian menunjukan kelas kesesuaian lahan untuk tanaman pala di Kecamatan Peudada masuk kelas S3 (sesuai marginal) dengan faktor pembatas berupa curah hujan, drainase, KB, lereng, dan bahaya erosi. Sehingga perlu dilakukan perbaikan supaya dapat meningkatkan kelas kesesuaian lahan menjadi S1 (sangat sesuai).
Peningkatan Produksi Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) Akibat Pemberian Bio-Urine Sapi Dengan Penggunaan Mulsa Huswaton, Huswaton; Jamidi, Jamidi; Nilahayati, Nilahayati; Hafifah, Hafifah; Ismadi, Ismadi
Agrium Vol 21 No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i4.20266

Abstract

Cabai merah merupakan tanaman perdu berkayu yang mempunyai buah pedas yang berasal dari kandungan capsaicin pada cabai merah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah terhadap pemberian biourine menggunakan mulsa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial. Faktor penyediaan biourine dan faktor penggunaan mulsa. Faktor pengaplikasian biourine N0 = 0 ml/L, N1=30 ml/L, N2=50 ml/L, N3=70 ml/L, faktor penggunaan mulsa (M), M1= tanpa mulsa, M2= mulsa hitam perak M3=mulsa jerami padi. Terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Aplikasi biourine 70 ml/L dan mulsa meningkatkan pertumbuhan  tinggi tanaman, jumlah daun, klorofil daun, jumlah, panjang dan diameter buah.    jumlah cabang produktif yang dapat meningkatkan produksi tanaman cabai merah.
Penentuan Periode Kritistanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Terhadap Gulma Safrina, Safrina; Baidhawi, Baidhawi; Hafifah, Hafifah
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.20500

Abstract

Periode kritis merupakan masa ketika tanaman budidaya rentan terhadap kehadiran gulma, sehingga gangguan yang ditimbulkan dapat menurunkan hasil akhir suatu tanaman. Meskipun kehadiran gulma tidak sepenuhnya mempengaruhi masa pertumbuhan tanaman. Periode kritis ini berkaitan dengan waktu yang tepat untuk pengendalian, sehingga keberadaan gulma tidak selalu memerlukan tindakan pengendalian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui periode kritis jagung manis terhadap gulma dan pengaruh gulma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakan metode percobaan rancangan acak kelompok faktor tunggal yang terdiri dari 10 perlakuan dengan 3 kali ulangan. P1: 0-15 HST disiangi, P2: 0-30 HST disiangi, P3: 0-45 HST disiangi, P4: 0-60 HST disiangi, P5: 0-Panen disiangi, P6: 0-15 HST bebas gulma, P7: 0-30 HST bebas gulma, P8: 0-45 HST bebas gulma, P9: 0-60 HST bebas gulma, P10: 0-Panen HST bebas gulma. Data dianalisis menggunakan uji rentang berganda Duncan pada taraf 0,05 dengan menggunakan analisis variansi untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan masa kritis tanaman jagung manis terhadap gulma adalah pada umur 16-30 HST. Pengendalian gulma yang dilakukan pada umur 16-30 HST tidak akan menghambat pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis.
Perkecambahan Biji Jeruk Purut Manis (Citrus hystrix Dc) Akibat Sitokinin Dalam Bahan Alami Dan Sintetik Secara Kultur Jaringan H, Safrida; Handayani, Rd. Selvy; Nilahayati, Nilahayati; Ismadi, Ismadi; Nazirah, Laila; Hafifah, Hafifah; P, Asyifa
Agrium Vol 21 No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i4.19990

Abstract

Jeruk Purut (Citrus hystrix Dc) merupakan salah satu tanaman buah khas Aceh yang terancam punah. Keunikan dari tanaman ini adalah rasanya yang manis, beraroma harum dan buahnya yang segar, sehingga dapat dikonsumsi seperti jeruk pada umumnya. Perbanyakan jeruk purut manis sulit dilakukan secara konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian zat pengatur tumbuh alami (air kelapa) dan sintetik  benzyl amino purine  (BAP) pada perbanyakan jeruk purut manis secara in vitro. Metode penelitian menggunakan Rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi air kelapa (0%, 10%, 20%). Faktor kedua adalah konsentrasi BAP (0 mg/L, 1,25 mg/L, 2,5 mg/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara konsentrasi air kelapa dan BAP pada semua variabel yang diamati. Faktor tunggal perlakuan air kelapa berpengaruh terhadap pertumbuhan eksplan, pada variabel waktu muncul tunas, persentase tumbuh tunas, dan jumlah tunas. Perlakuan terbaik adalah perlakuan air kelapa 20%.  Faktor tunggal perlakuan BAP berpengaruh terhadap variabel waktu muncul tunas, jumlah tunas, tinggi tunas, jumlah daun, dan waktu muncul akar. Perlakuan terbaik adalah  BAP 2,5 mg/L.
Uji Toleransi Beberapa Jenis Padi Lokal Aceh (Oryza sativa L.) Pada Naungan Yang Berbeda Nisa, Khairun; Nazirah, Laila; Nilahayati, Nilahayati; Hafifah, Hafifah; Jamidi, Jamidi
Agrium Vol 22 No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i1.21193

Abstract

Tanaman padi merupakan makanan dan kebutuhan pokok mayoritas masyarakat Indonesia sehingga produktivitas padi perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji toleransi beberapa jenis padi lokal Aceh pada naungan yang berbeda dengan  menggunakan rancangan petak terbagi dengan dua faktor yaitu  jenis padi (P) dan naungan (N). Faktor pertama sebagai petak utama adalah naunga; N0 (tanpa Naungan) dan N1 (Naungan). Faktor kedua adalah jenis padi, P1 (US-20 Unsyiah Simeulue), P2 (CBD-08), P3 (CBD-04), P4 (Sigupai), P5 (Cibatu-06) dan P6 (Inpago-09). Terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan, setiap petak terdiri dari 6 tanaman penelitian, sehingga total tanaman sebanyak 216 tanaman. Penggunaan varietas padi Inpago-09 dan Cibatu-06 memberikan nilai terbaik yaitu berat berangkas tanaman, berat berangkas kering tanaman, panjang malai, jumlah gabah permalai, shoot-root-ratio dan hasil gabah ton/ha dibanding jenis padi lainnya. Inpago-09 merupakan varietas yang menghasilkan padi sebanyak 3,67 ton/ha, disusul galur Cibatu-06 dengan hasil 3,36 ton/ha. Penganaman padi tanpa naungan memberikan hasil terbaik terhadap berangkasan tanaman, berat kering tanaman, jumlah gabah permalai dan hasil gabah hasil gabah tertinggi yaitu 3,61 ton/ha  dibanding padi dengan penggunaan naungan.
Pengaruh Pupuk Kandang Dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Lahan Gambut Eva Yuliana, Cut; Ismadi, Ismadi; Nazirah, Laila; Nilahayati, Nilahayati; Hafifah, Hafifah
Agrium Vol 22 No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i1.21337

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah bumbu masak yang populer digunakan dalam berbagai masakan. Untuk memenuhi kebutuhan produksi bawang merah di Indonesia, diperlukan teknik budidaya yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman. Salah satu upaya yang dilakukan di tanah gambut adalah dengan meneliti pengaruh dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas bawang merah. Rendahnya produktivitas bawang merah dan hasil panen yang fluktuatif dapat diatasi dengan memperbaiki teknologi dan aspek agronomi yang sesuai untuk pertumbuhan bawang merah. Produksi bawang merah dapat dicapai dengan menggunakan pupuk kandang dan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas bawang merah di lahan gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor, yaitu varietas (V): Bima Brebes, SS Sakato, Bauji, dan dosis pupuk kandang (K) 0, 10, 20, 30, dan 40 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan varietas dan dosis pupuk kandang berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, bobot basah umbi, bobot kering umbi, dan produksi bawang merah. Perlakuan terbaik diperoleh pada varietas Bauji. Perlakuan terbaik adalah pemberian pupuk kandang 40 ton/ha dan berinteraksi dengan varietas Bauji, masing-masing pada bobot basah umbi per petak 738,7 g, bobot kering umbi per petak 606,2 g, dan produktivitas 5,05 ton/ha.
Peningkatan Produksi Tanaman Kol Bunga Dataran Rendah (Brasssica oleraceae L.) Akibat Pemberian Biosaka Dan Tiga Jenis Pupuk Kandang Yuskarina, Yuskarina; jamidi, jamidi; Baidhawi, Baidhawi; Ismadi, ismadi; hafifah, Hafifah
Agrium Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i2.22585

Abstract

Kol bunga/Cauliflower (Brassica oleraceea L) merupakan sayuran yang termasuk dalam keluarga kubis-kubisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga terhadap pemberian Biosaka dan pupuk kandang. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial, yaitu Biosaka, B0 = 0 ml/l, B1 = 2 ml/l, B2 = 3 ml/l, B3 = 4 ml/l, dan Pupuk Kandang, P0 = tanpa pupuk kandang, P1 = pupuk kandang sapi, P2 = pupuk kandang kambing, P3 = pupuk kandang ayam sehingga terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan dengan jumlah unit percobaan sebanyak 48 unit. Aplikasi biosaka, meskipun secara statistik tidak berbeda nyata menunjukkan adanya peningkatan pertumbuhan pada hampir semua parameter pertumbuhan, dengan berat basah bunga tertinggi dibandingkan tanaman kontrol. Namun demikian, aplikasi tiga jenis pupuk kandang (sapi, kambing, dan ayam) berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil kubis dengan dosis 0,625 kg/tanaman atau 2,5 kg/petak. menunjukkan peningkatan bobot basah bunga kubis yang lebih tinggi yaitu 896,58 g, dibandingkan dengan jenis pupuk yang lain. Kata Kunci: Mikroorganisme, nutrisi, pupuk organik
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Salak (Salacca zalacca) Di Kota Sabang Sari , Dewi Anggraini; Akbar , Halim; Nasruddin, Nasruddin; hafifah, Hafifah; Ismadi, Ismadi
Agrium Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i2.22587

Abstract

Kota Sabang dikenal sebagai penghasil salak di Provinsi Aceh karena memiliki potensi pertanian yang baik, tidak hanya dari segi lahan tetapi juga karena tanahnya yang subur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan terhadap budidaya salak di Kota Sabang. Metode evaluasi mencakup penilaian kualitatif dan kuantitatif pada 6 sampel tanah diambil untuk menganalisis sifat fisik dan kimia tanah. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan suhu rata-rata sebesar 27,8 °C, curah hujan 2172,3 mm/tahun, drainase tanah yang baik, kedalaman tanah sedang (>50 cm), tekstur tanah lempung berdebu, pH tanah berkisar dari asam hingga sedikit basa, kandungan C-organik berkisar dari rendah hingga tinggi, kejenuhan basa dari sedang hingga tinggi, kandungan N-total dari rendah hingga sedang, P₂O dari sedang hingga tinggi, K₂O dari rendah hingga tinggi, serta bahaya erosi yang sangat rendah. Kelas kesesuaian lahan untuk tanaman salak di Kota Sabang termasuk dalam kategori sesuai marginal (S3). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pedoman teknis yang tepat dalam pengelolaan lahan untuk meningkatkan produktivitas tanaman salak di Kota Sabang. Kata kunci; Kesesuaian lahan, produktivitas salak, evaluasi tanah
Variasi Karakter Fenotipik Kedelai (Glycine max L.) Galur M.1.1.3 Akibat Mutagen Kolkisin Dan Ethyl Methane Sulfonate Pada Generasi Kedua Zaiyanti, Arina; Nilahayati, Nilahayati; Nazirah, Laila; hafifah, Hafifah; Ismadi, Ismadi
Agrium Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i2.22907

Abstract

Pemuliaan tanaman merupakan metode penting dalam meningkatkan genotipe tanaman untuk menghasilkan varietas unggul. Salah satu teknik pemuliaan yang efektif digunakan dalam perakitan varietas baru adalah mutasi. Induksi mutasi dapat menggunakan mutagen fisik maupun kimia, seperti kolkisin dan EMS (Ethyl Methane Sulfonate). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh mutagen terhadap perubahan fenotipik kedelai galur M.1.1.3 pada penanaman generasi kedua (M2). Penelitian dilakukan di Desa Reuleut Timu, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara dengan rancangan acak kelompok non-faktorial. Benih yang ditanam pada penelitian ini adalah benih yang diperoleh dari hasil penelitian penanaman generasi M1 sebelumnya. Ada 5 populasi kedelai generasi M2 yang diuji yaitu (P0) populasi kontrol, (P1) populasi kolkisin 0,01%, (P2) populasi kolkisin 0,02%, (P3) populasi EMS 0,2% dan (P4) populasi EMS 0,3%. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan morfologi dan agronomi pada populasi M2, termasuk perubahan warna daun dan sterilitas bunga. EMS lebih efektif dalam menginduksi perubahan morfologi dibandingkan kolkisin. Perlakuan mutagen kimia mempengaruhi jumlah cabang, umur berbunga, umur panen, jumlah polong, bobot biji, dan produksi. Mutagen kimia EMS dan kolkisin dapat digunakan sebagai metode perbaikan genetik kedelai, tetapi efektifitasnya sangat tergantung pada jenis mutagen dan konsentrasi yang digunakan. Penelitian lanjutan diperlukan untuk seleksi individu dengan karakter unggul pada generasi berikutnya. Kata kunci: EMS, Generasi M2, Keragaman, Populasi
Co-Authors Afifah , Afifah Akbar , Halim Amelia, Wirda Aminsyah, Nur Arbi, Dwiki Prahdano Audina, Yola Badhawi, Badhawi Bagus Setiawan Baidhawi Baidhawi Bellangi, Athea Elviana Elviana, Elviana Eva Yuliana, Cut Faisal Faisal Fridayanti, Nelly H, Safrida Halim Akbar, Halim Hanani, Fadli Handayani, Rd Selvy Hasanah, Dinda Putri Hasibuan, Hedri Gunawan Hatussaadah, Siti Fati Hendrival Hendrival Hendrival Hendrival Huswaton, Huswaton Indrawati, Iin Indri Yani, Nurul Irmayunita, Irmayunita Irna Safitri Ismadi Ismadi Jamidi, Jamidi Kaban, Pilipi Persadanta Keumala, Ida Khaidir Khaidir Khairun Nisa Khairunnisa Khairunnisa Khusrizal Khusrizal Laila Nazirah Lelawati, Nur Lisa Anita Sari, Lisa Anita Lubis, Dea Andini LUKMAN, LUKMAN M. Nazaruddin, M. Maisura Maisura Maryamah Maryamah Meutia, Indah Muhammad Kamal Muhammad Ridho muhammad rizky, muhammad Muhammad Yusuf Muiz, Kharendra N, Mutiara Nada, Salsa Bila Khotrun Nasruddin Nasruddin Nazimah Nazimah Nila Hayati Nilahayati Ningrum, Sintia Nurdin, Muhammad Yusuf P, Asyifa Paiman Paiman Pasaribu, Tari Anggraini Pratama, Boby Erdi Pulungan, Widy Septiarni Putri, Intan Yatima Rafli, Muhammad Rd. Selvy Handayani Rizki, Miftahul Rosnina Rosnina, Rosnina Rudini, Dini Safrina Safrina, Safrina Safrizal Safrizal Safwandi Safwandi, Safwandi sakban, sakban Sari , Dewi Anggraini Solihuddin, Mahin Susi Susanti Suyansyah, Istover Syahputri, Zahrai Al rika Syahra, Alfi Syamimi, Nur Kholilah Usnawiyah, Usnawiyah Wardah Yuni Kartika Yunus, Ismadi Yuskarina, Yuskarina Yusra, Yusra Yusuf N, Muhammad Zaiyanti, Arina Zia, Khaliza Zuliati, Septiarini Zurrahmi Wirda