p-Index From 2021 - 2026
4.867
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Identification of Mobile Phone Usage's Shifting Among Students Sutisna, Deni; Widodo, Arif; Anar, Ashar Pajarungi; Indraswati, Dyah; Nursaptini, Nursaptini
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 9 No. 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v9i2.3519

Abstract

This study aims to identify the use of mobile phones in SMAN 1 Pangalengan. The survey was conducted on 100 students. Data collection using a questionnaire. Data analysis uses quantitative descriptive methods. The results showed students tend to utilize social media such as Facebook, Instagram, and WhatsApp. Other uses for browsing, gaming, and entrepreneurship. Survey results show that 92% of students use WhatsApp to communicate and 82% of students use mobile phones to access social media. This shows the pattern of mobile phone use has shifted among students although basically, it does not change the main function.
CORONA Efect: Efektivitas Penerapan Program “Belajar Dari Rumah” dan Permasalahannya Pada Sekolah Dasar di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Ditinjau Dari Persepsi Guru Sutisna, Deni; Indraswati, Dyah
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 5 No. 1 (2021): March
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ccj.v4i1 Extra.475

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis permasalahan-permasalahan dari implementasi kebijakan belajar dari rumah sebagai dampak dari pandemik covid-19 khususnya pada jenjang sekolah dasar di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Adapun yang menjadi kajian dalam penelitian ini adalah: 1) implementasi program belajar dari rumah di Sekolah Dasar di kecamatan Pangalengan; 2) masalah-masalah yang timbul dalam penerapan program belajar dari rumah pada sekolah dasar di kecamatan Pangalengan; 3) persepsi guru dalam Implementasi program belajar dari rumah pada Sekolah dasar di kecamatan Pangalengan. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian dengan teknik wawancara dan diperkuat dengan data survei yang melibatkan 12 Sekolah Dasar dan mencakup 16 responden yang tersebar di seluruh Kecamatan Pangalengan. hasil dari penelitian di antaranya: pertama pada dasarnya program belajar dari rumah secara daring sudah dilaksanakan oleh semua sekolah dasar di kecamatan Pangalengan. Berbagai aplikasi yang digunakan dari berbagai flatporm yang berbeda seperti halnya WhatsApp, facebook, zoom meeting menjadi aplikasi yang digunakan oleh para guru dalam melaksanakan program tersebut. Kedua kendala-kendala yang timbul dalam pelaksanaan program belajar dari rumah secara daring yang muncul di antaranya: tidak semua orang tua siswa/siswa memiliki handphone yang support untuk belajar, kondisi ekonomi keluarga, susahnya jaringan internet, kesibukan orang tua, dan kurangnya kemampuan orang tua dalam membimbing anaknya belajar serta belum ditemukannya formulasi metode yang tepat agar penerapan program belajar dari rumah bisa efektif. Oleh karena itu dapat ditarik kesimpulan bahwa implementasi program belajar dari rumah secara daring pada Sekolah Dasar di kecamatan Pangalengan belum efektif karena masih ditemukan berbagai kendala dalam pelaksanannya.
Berdiferensiasi konten, proses, dan produk: studi pembelajaran berdiferensiasi untuk mengembangkan numerasi di SDN Sapit Nurmawanti, Iva; Indraswati, Dyah; Fauzi, Asri; Amrullah, Lalu Wira Zain; Putra, Gita Prima
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v9i2.21255

Abstract

Numeracy is a skill needed in the 21st century. Numeracy skills are also the focus of the Independent Curriculum. One thing that can be used as an alternative for developing student numeracy is differentiated learning. In differentiated learning, there is differentiation of content, process, and product models. Therefore, this research aims to determine the differentiation of content, processes, and products oriented toward developing numeracy skills at SDN 1 Sapit, West Lombok. This research approach is qualitative with a phenomenological type. This research also involved one grade 1 teacher and six students as subjects. Data was collected through observation and interviews. The results of this research indicate that differences in students' ability levels determine differences in content, processes, and products in the learning process. Apart from that, the differences in methods also determine the guidance teachers can provide to facilitate students' diverse abilities.
Pendampingan Pembelajaran Daerah Terpencil di SD Negeri 1 Tumbang Kuling Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah Akmalia, Hafidha Asni; Indraswati, Dyah; Polonia, Betti Ses Eka
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 5 No 2 (2021): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v5i2.15267

Abstract

School located in a remote areas has a complex educational problems such as limited teachers, inadequate building conditions, difficult road access and even lack of textbooks. This service aims to help SD N 1 Tumbang Kuling Central Borneo in organizing more varied teaching and learning activities using several learning methods. The Community Service Team introduced guessing method, team games tournament, and singing to students to motivate them in learning despite their limitations. The students can follow the given learning process well and feel happy to be able to learn through the existing methods. This kind of service activity can be an inspiration for the community to assist the government in overcoming the problem of education disparities in schools in a remote areas.