Claim Missing Document
Check
Articles

Video Pembelajaran dalam Pendidikan Teknik dan Vokasi: Systematic Literature Review Karim, Muhamad Nazmi; Sugiarto, Toto; Rifdarmon, Rifdarmon; Muslim, Muslim
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4723

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pembelajaran dalam pendidikan teknik dan vokasi, di mana video menjadi media efektif untuk menyampaikan materi prosedural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis literatur terkait penggunaan video pembelajaran dalam konteks pendidikan teknik dan vokasi. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) mengikuti panduan PRISMA 2020 terhadap 50 artikel berkualitas dengan database Scopus yang memenuhi kriteria inklusi. Teknis analisis data dilakukan melalui analisis konten kualitatif yang melibatkan tahap ekstraksi data sistematis, reduksi informasi, hingga pengelompokan tema secara induktif untuk memetakan sistesis temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video pembelajaran secara signifikan meningkatkan hasil belajar, motivasi, dan keterampilan praktis siswa. Faktor-faktor seperti durasi video optimal (6-12 menit), kehadiran instruktur, desain visual, dan interaktivitas terbukti mempengaruhi efektivitas pembelajaran. Simpulan penelitian ini menekankan integrasi desain instruksional berbasis kognitif multimedia dan teknologi inovatif seperti AR, AI dan learning analytics menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan kualitas pendidikan vokasi era digital.
Systematic Literature Review (Prisma 2020) Video Pembelajaran Perawatan Kelistrikan Sepeda Motor Matic 4 Langkah Pada Pendidikan Vokasi Decoya, Ferres; Sugiarto, Toto; Muslim, Muslim; Rifdarmon, Rifdarmon; Martias, Martias
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4741

Abstract

Perawatan sistem kelistrikan sepeda motor matic 4 langkah menuntut penguasaan keterampilan prosedural dan diagnostik yang konsisten, namun keterbatasan waktu praktik, variasi kemampuan peserta didik, serta akses media praktik sering menghambat pencapaian kompetensi. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti riset tentang pemanfaatan video pembelajaran dan teknologi digital (simulasi/VR/AR) untuk mendukung pembelajaran keterampilan praktik, khususnya pada konteks perawatan dan diagnostik kelistrikan di pendidikan vokasi. Metode yang digunakan adalah systematic literature review berkerangka PRISMA 2020 dengan sumber data Scopus-export sebanyak 884 rekam yang diseleksi hingga diperoleh 50 artikel untuk disintesis; data diekstraksi dari metadata dan dianalisis secara deskriptif serta melalui sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan lima tema utama dengan dominasi pada topik video pembelajaran dan desain video instruksional, didukung bukti kuat dari studi review/meta-analisis serta studi pengembangan media dan pelatihan keterampilan melalui simulasi/VR/AR. Kesimpulannya, video pembelajaran berbasis prinsip multimedia dengan demonstrasi prosedural yang jelas, dipadukan latihan terstruktur dan asesmen praktik, berpotensi meningkatkan kesiapan kompetensi perawatan dan diagnostik kelistrikan pada pendidikan vokasi.
Systematic Literature Review: Pengembangan Video Pembelajaran Perawatan CVT Sepeda Motor Matic pada Pendidikan Vokasi Ramadhan S, Yasir; Sugiarto, Toto; Wagino, Wagino; Fernandez, Donny
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4752

Abstract

Perawatan sistem Continuously Variable Transmission (CVT) sepeda motor matic 4 tak menuntut penguasaan keterampilan prosedural yang sistematis dan kemampuan troubleshooting yang akurat, namun keterbatasan waktu praktik dan variasi kemampuan peserta didik sering menghambat pencapaian kompetensi. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti empiris mengenai efektivitas video pembelajaran (instructional video/video-based learning) dalam mendukung pembelajaran keterampilan prosedural pada pendidikan teknik dan vokasi sebagai dasar pengembangan video perawatan CVT. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan protokol PRISMA 2020. Data diperoleh dari database Scopus (n = 1087) dan diseleksi melalui tahap identifikasi, penyaringan judul dan abstrak, penilaian kelayakan, hingga diperoleh 50 artikel untuk dianalisis secara tematik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa efektivitas video pembelajaran ditentukan oleh penerapan prinsip desain instruksional berbasis multimedia, seperti segmentasi, signaling, dan pengelolaan beban kognitif, serta implementasi melalui pendekatan blended dan flipped learning untuk mengoptimalkan waktu praktik. Kesimpulannya, pengembangan video CVT berbasis bukti dengan demonstrasi prosedural terstruktur dan integrasi aktivitas belajar berpotensi meningkatkan kompetensi otomotif serta relevansi pembelajaran dengan kebutuhan industri bengkel.
Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality Terhadap Minat dan Hasil Belajar Siswa: Systematic Literature Review Nur, Ari Muhammad; Andrizal, Andrizal; Maksum, Hasan; Sugiarto, Toto; Wagino, Wagino; Hidayat, Nuzul
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4760

Abstract

Rendahnya minat dan hasil belajar siswa pada materi teknis seperti Motor Starter di SMK mendorong perlunya inovasi media pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual. Augmented Reality (AR) muncul sebagai teknologi yang mampu menciptakan pengalaman belajar imersif dengan menggabungkan objek virtual ke dalam lingkungan nyata secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis pengaruh media pembelajaran berbasis AR terhadap minat dan hasil belajar siswa berdasarkan publikasi ilmiah periode 2020–2025. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada database Scopus menggunakan enam kombinasi kata kunci berbasis AR dan pembelajaran; dari 1.111 artikel yang teridentifikasi, diperoleh 50 artikel yang memenuhi kriteria inklusi melalui proses screening dan penilaian eligibility full-text. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) implementasi AR secara konsisten meningkatkan hasil belajar siswa dengan effect size sedang hingga tinggi (d = 0,41–1,24); (2) AR efektif meningkatkan motivasi dan minat belajar melalui pengalaman belajar yang interaktif dan imersif; (3) efektivitas AR dipengaruhi oleh pendekatan pedagogis, desain aplikasi, dan karakteristik siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AR merupakan media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa di berbagai jenjang pendidikan, dan berpotensi besar untuk diterapkan pada pembelajaran Motor Starter di SMK.
Desain Video Pembelajaran Vokasional Berbasis PRISMA untuk Perawatan Kemudi, Rem, dan Suspensi Oktavianza, Zifa; Sugiarto, Toto; Wagino, Wagino; Arif, Ahmad; Muslim, Muslim
Multi Discere Journal Vol. 5 No. 1 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/eex8m511

Abstract

Pengembangan video pembelajaran pada pendidikan vokasional sering dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan visualisasi prosedur, tetapi tidak selalu ditopang oleh prinsip desain instruksional yang kuat. Masalah ini penting pada materi perawatan sistem kemudi, rem, dan suspensi karena peserta didik perlu memahami urutan kerja, standar keselamatan, gejala kerusakan, penggunaan alat, dan evaluasi hasil praktik secara simultan. Penelitian ini bertujuan menyintesis tren, prinsip desain, efektivitas, dan kesiapan implementasi video pembelajaran yang relevan untuk pengembangan media otomotif. Metode yang digunakan adalah systematic literature review berbasis PRISMA 2020 dengan sumber data tabulasi Scopus berjumlah 1.400 rekaman. Setelah penghapusan 34 duplikasi, screening tipe dokumen dan tahun menghasilkan 1.016 artikel/review periode 2020–2025; screening tematik kemudian menghasilkan 327 artikel relevan, dan 50 artikel dipilih untuk sintesis akhir. Hasil menunjukkan empat tema dominan, yaitu desain dan efektivitas video instruksional, interaktivitas-flipped learning-YouTube, VR/AR dan media praktikum, serta kesiapan implementasi TVET/vokasional. Sintesis kritis menegaskan bahwa video yang efektif perlu ringkas, tersegmentasi, menggunakan cue visual, menghadirkan instruktur secara proporsional, mengelola beban kognitif, dan terhubung dengan tugas praktik. Untuk konteks otomotif, video sebaiknya menampilkan diagnosis berbasis gejala, demonstrasi close-up, standar keselamatan, dan rubrik evaluasi praktik agar tidak berhenti sebagai media tontonan, tetapi menjadi perangkat pembelajaran prosedural yang mendukung transfer keterampilan kerja. The development of instructional videos in vocational education is often driven by the need to visualize practical procedures, but it is not always supported by robust instructional design principles. This issue is crucial for steering, brake, and suspension maintenance because students must simultaneously understand work sequences, safety standards, fault symptoms, tool use, and practical performance evaluation. This study aims to synthesize research trends, design principles, effectiveness evidence, and implementation readiness of instructional videos relevant to automotive learning media development. A systematic literature review based on PRISMA 2020 was conducted using a Scopus metadata tabulation consisting of 1,400 records. After removing 34 duplicates, document-type and publication-year screening retained 1,016 articles/reviews from 2020–2025; thematic screening identified 327 relevant records, and 50 articles were selected for final synthesis. The findings reveal four dominant themes: instructional video design and effectiveness; interactivity, flipped learning, and YouTube; VR/AR and practicum media; and TVET/vocational implementation readiness. The critical synthesis shows that effective videos should be concise, well segmented, visually cued, supported by proportionate instructor presence, cognitively manageable, and connected to practice tasks. For automotive learning, videos should present symptom-based troubleshooting, close-up demonstrations, safety standards, and performance rubrics so that they function not merely as viewing materials but as procedural learning tools that support the transfer of workplace skills.
Kerangka V-DIAG untuk Video Perawatan Sistem Penerangan Sepeda Motor: Systematic Scoping Review Wimahatta, Muhammad; Sugiarto, Toto; Wagino, Wagino; Nanda, Iffarial
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/mqwqvw55

Abstract

Perawatan sistem penerangan sepeda motor memerlukan integrasi pengetahuan rangkaian, keterampilan penggunaan alat ukur, dan penalaran diagnosis berbasis gejala. Kajian ini bertujuan memetakan bukti tentang video pembelajaran, pembelajaran prosedural, asesmen kompetensi vokasi, serta simulasi diagnosis untuk merumuskan kerangka desain video yang relevan bagi perawatan sistem penerangan sepeda motor cub 4 tak. Kajian dirancang sebagai systematic scoping review karena korpus mencakup studi empiris, penelitian pengembangan, review, dan sumber teknis dengan konteks yang heterogen. Pelaporan mengikuti PRISMA-ScR, PRISMA 2020, dan PRISMA-S. Penelusuran dilakukan pada Google Scholar, Garuda, ERIC, ScienceDirect, SpringerLink, referensi proposal, dan penelusuran sitasi untuk publikasi 2018-Juni 2026. Dari 742 rekaman, 86 duplikasi dihapus, 656 rekaman disaring, 150 laporan dinilai pada teks lengkap, dan 50 sumber dimasukkan dalam pemetaan serta sintesis tematik. Bukti dikelompokkan ke dalam lima kebutuhan desain: visualisasi fungsional rangkaian; demonstrasi prosedural dan keselamatan; interaksi terarah melalui jeda, pertanyaan, dan job sheet; analisis gangguan dari gejala menuju keputusan; serta asesmen performa autentik. Sintesis menghasilkan Kerangka V-DIAG: Visualisasi, Demonstrasi, Interaksi, Analisis gangguan, dan Gauge performa. Kerangka ini mengubah video dari media demonstrasi pasif menjadi urutan belajar yang menghubungkan representasi rangkaian, tindakan pengukuran, penalaran sebab-akibat, dan pembuktian kompetensi. Karena hanya sebagian kecil sumber membahas sistem penerangan sepeda motor secara langsung, rekomendasi desain harus diuji melalui validasi ahli, uji kepraktisan, dan studi efektivitas pada konteks bengkel pendidikan. Motorcycle lighting-system maintenance requires the integration of circuit knowledge, measurement skills, and symptom-based diagnostic reasoning. This review mapped evidence on instructional video, procedural learning, vocational competency assessment, and diagnostic simulation to formulate a design framework for learning videos on four-stroke cub motorcycle lighting maintenance. A systematic scoping review was selected because the evidence base comprised heterogeneous empirical studies, development studies, reviews, and technical sources. Reporting was guided by PRISMA-ScR, PRISMA 2020, and PRISMA-S. Searches covered Google Scholar, Garuda, ERIC, ScienceDirect, SpringerLink, proposal references, and citation searching for publications from 2018 to June 2026. Of 742 records, 86 duplicates were removed; 656 records were screened, 150 full-text reports were assessed, and 50 sources were included in descriptive mapping and thematic synthesis. Five design requirements emerged: functional visualization of circuits; procedural and safety demonstrations; guided interaction through pauses, questions, and job sheets; fault analysis from symptoms to decisions; and authentic performance assessment. These requirements were integrated into the V-DIAG Framework: Visualization, Demonstration, Interaction, Analysis of faults, and Gauge of performance. V-DIAG reframes video from a passive demonstration into a learning sequence that connects circuit representations, measurement actions, causal reasoning, and competency evidence. Because only a limited subset of the sources directly addressed motorcycle lighting systems, the framework should be validated by subject-matter and media experts and tested for usability and effectiveness in vocational workshops.
Prinsip Desain Video Pembelajaran Servis Mesin Sepeda Motor Matik: Systematic Scoping Review PRISMA-ScR Pratama, Moh Yoga Pratama; Sugiarto, Toto; Wagino, Wagino; Putra, Dwi Sudarno
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/waa5bf73

Abstract

Servis mesin sepeda motor matik empat langkah menuntut ketepatan prosedur, keselamatan kerja, penggunaan alat ukur, interpretasi kondisi komponen, dan penalaran diagnosis. Bukti tentang video pembelajaran otomotif telah berkembang, tetapi masih tersebar pada sistem pendingin, CVT, injeksi, pengapian, dan media vokasi umum sehingga belum menghasilkan prinsip desain yang terintegrasi untuk servis mesin. Kajian ini bertujuan memetakan karakteristik bukti dan merumuskan kerangka desain video pembelajaran servis mesin. Penelitian menggunakan systematic scoping review berpedoman pada JBI, PRISMA-ScR, dan PRISMA-S. Literatur ditelusuri melalui Google Scholar, Garuda, ERIC, SpringerLink, Crossref, DOAJ, penelusuran sitasi, serta sumber teknis resmi pada rentang 2018-Juni 2026; sumber metodologis dan teknis seminal yang lebih lama tetap dipertimbangkan. Dari 742 rekaman, 86 duplikasi dihapus, 656 judul/abstrak disaring, 150 laporan diperiksa penuh, dan 50 sumber dipetakan. Sintesis tematik hibrida menunjukkan enam kebutuhan: visualisasi prosedur, pengendalian beban kognitif, anotasi keselamatan dan standar teknis, integrasi job sheet-rubrik performa, diagnosis berbasis kasus, serta pengembangan dan evaluasi media secara bertahap. Kontribusi utama kajian adalah kerangka V-SERV yang mengintegrasikan Visualisasi prosedural, Safety annotation, Engine-subsystem segmentation, Rubric-based practice, dan Vehicle-fault diagnosis. Bukti langsung masih didominasi studi pengembangan bersampel lokal dan pengujian kelayakan; karena itu, efektivitas terhadap retensi dan performa bengkel belum dapat disimpulkan secara kausal. Video sebaiknya diposisikan sebagai standar demonstrasi dan persiapan praktik, bukan pengganti latihan langsung. Servicing a four-stroke automatic-motorcycle engine requires procedural accuracy, occupational safety, appropriate tool use, component-condition interpretation, and diagnostic reasoning. Evidence on automotive learning videos has expanded, but it is fragmented across cooling systems, continuously variable transmissions, fuel injection, ignition, and general vocational media; therefore, integrated design principles for engine-service instruction remain unclear. This review mapped the evidence and formulated a design framework for engine-service learning videos. A systematic scoping review was conducted using JBI guidance, PRISMA-ScR, and PRISMA-S. Searches covered Google Scholar, Garuda, ERIC, SpringerLink, Crossref, DOAJ, citation chaining, and official technical sources for 2018-June 2026, while earlier seminal methodological and technical sources were retained. Of 742 records, 86 duplicates were removed, 656 titles/abstracts were screened, 150 full reports were assessed, and 50 sources were mapped. Hybrid thematic synthesis identified six requirements: procedural visualization, cognitive-load management, safety and technical-standard annotations, job-sheet and performance-rubric integration, case-based diagnosis, and staged media development and evaluation. The main contribution is the V-SERV framework: Procedural Visualization, Safety annotation, Engine-subsystem segmentation, Rubric-based practice, and Vehicle-fault diagnosis. Direct evidence was dominated by local development studies and feasibility testing, so causal claims about long-term retention and workshop performance remain premature. Learning videos should function as standardized demonstrations and pre-practice scaffolds rather than substitutes for hands-on training.
Augmented Reality dan Keaktifan Belajar Siswa SMK pada Pembelajaran Motor Starter: Systematic Literature Review Berbasis PRISMA Annassyifa, Abid Albima; Muslim, Muslim; Sugiarto, Toto; Rifdarmon, Rifdarmon; Harbes, Beni
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/pe39xc33

Abstract

Pembelajaran motor starter di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya pada kompetensi otomotif, menuntut siswa memahami komponen, rangkaian kelistrikan, prinsip kerja, perawatan, dan diagnosis gangguan. Materi tersebut sulit dipahami apabila hanya disajikan melalui media dua dimensi karena siswa perlu mengamati keterkaitan antara objek, aliran arus, dan gerak mekanis. Penelitian ini bertujuan memetakan karakteristik kajian Augmented Reality (AR) pada pendidikan vokasi dan otomotif, menyintesiskan kontribusi AR terhadap keaktifan belajar, serta merumuskan implikasi pedagogisnya bagi pembelajaran motor starter di SMK. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA. Data dihimpun dari Google Scholar, GARUDA/Kemendikbud, dan korpus lama terarah yang seluruhnya disaring ulang menggunakan kriteria yang sama. Sebanyak 226 rekaman diidentifikasi; 47 rekaman dihapus sebelum skrining, 179 rekaman disaring, 93 artikel dinilai melalui full-text, dan 22 artikel dimasukkan dalam sintesis akhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa AR mendukung keaktifan belajar melalui lima dimensi, yaitu visual-interaktif, operasional, verbal-sosial, kognitif-reflektif, dan afektif-motivasional. Bukti paling dekat dengan topik kajian menunjukkan peningkatan penguasaan kompetensi sistem starter dari skor pretest 41,48 menjadi posttest 73,80, N-Gain 0,552, dan respons siswa 87,50%. AR paling tepat ditempatkan sebagai media pendahulu praktik yang dipadukan dengan lembar kerja eksploratif, diskusi kelompok, kuis berbasis objek, dan konfirmasi melalui praktik bengkel. Dengan demikian, efektivitas AR terhadap keaktifan belajar tidak bersifat otomatis, melainkan bergantung pada kualitas media dan desain aktivitas pembelajaran. Motor starter instruction in vocational high schools requires students to understand components, electrical circuits, operating principles, maintenance, and fault diagnosis. These topics are difficult to comprehend through two-dimensional media alone because students need to observe the relationships among objects, current flow, and mechanical motion. This study aims to map the characteristics of Augmented Reality (AR) studies in vocational and automotive education, synthesize the contribution of AR to learning activeness, and formulate pedagogical implications for motor starter instruction in vocational high schools. A PRISMA-based Systematic Literature Review was employed. Data were collected from Google Scholar, GARUDA/Kemendikbud, and a targeted legacy corpus; all records were re-screened using identical criteria. Of 226 identified records, 47 were removed before screening, 179 were screened, 93 full-text articles were assessed, and 22 articles were included in the final synthesis. The findings indicate that AR supports learning activeness through five dimensions: visual-interactive, operational, verbal-social, cognitive-reflective, and affective-motivational engagement. The study most closely related to the review topic reported an increase in starter-system competency from a pretest score of 41.48 to a posttest score of 73.80, an N-Gain of 0.552, and an 87.50% student response. AR is most appropriately positioned as a pre-practice medium integrated with exploratory worksheets, group discussions, object-based quizzes, and workshop-based confirmation. Therefore, the contribution of AR to learning activeness is not automatic, but depends on media quality and the design of learning activities.
Perbandingan Waktu Tempuh, Konsumsi Bahan Bakar, dan Ambang Nilai Waktu pada Jalan Tol dan Jalan Arteri Padang-Sicincin Bahri, Muhammad Jihadvi Athiya Bahri; Fernandez, Donny; Wagino, Wagino; Sugiarto, Toto
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/wjtyt004

Abstract

Studi komparatif lapangan berpasangan ini membandingkan waktu tempuh, konsumsi bahan bakar per perjalanan, intensitas konsumsi bahan bakar (L/100 km), variabilitas waktu tempuh yang teramati, dan ambang impas nilai waktu antara rute tol dan arteri Padang-Sicincin. Satu Honda Jazz RS 1.497 cc bertransmisi CVT digunakan pada 24 perjalanan yang membentuk 12 pasangan berdasarkan kategori hari, sesi, dan arah. Unit inferensial penelitian adalah 12 pasangan perjalanan. Waktu dan jarak direkam dengan stopwatch/GPS, sedangkan bahan bakar diukur dengan metode full-to-full; keterbatasan presisi metode ini diperlakukan secara eksplisit. Perbedaan berpasangan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank eksak, korelasi rank-biserial, dan interval kepercayaan bootstrap. Rata-rata waktu tempuh tol adalah 32,62 menit, sedangkan arteri 57,06 menit. Penghematan rata-rata 24,44 menit (42,83%; IK 95% 18,88-30,39) konsisten pada seluruh pasangan (W = 0; p eksak = 0,0005; r_rb = 1,00). Konsumsi total rata-rata sebesar 2,25 L pada tol dan 2,15 L pada arteri tidak berbeda secara statistik (selisih 0,10 L; IK 95% -0,46-0,57; W = 29,5; p = 0,5186). Intensitas konsumsi juga tidak berbeda (5,79 versus 6,43 L/100 km; p = 0,7334). IQR waktu tempuh tol lebih sempit (1,51 versus 18,22 menit), tetapi ukuran sampel belum memadai untuk menyimpulkan reliabilitas populasi. Dengan tarif Golongan I Rp50.500 dan tanpa memasukkan selisih bahan bakar yang tidak pasti, ambang impas berbasis penghematan waktu rata-rata adalah sekitar Rp123.977 per jam. Temuan menunjukkan keuntungan operasional utama tol pada sampel ini adalah penghematan waktu; bukti mengenai keuntungan bahan bakar belum konklusif. This paired field-comparison study examined travel time, trip-level fuel use, distance-normalized fuel intensity (L/100 km), observed travel-time variability, and the break-even value of time for the Padang-Sicincin toll and arterial routes. One 1,497-cc Honda Jazz RS with a continuously variable transmission completed 24 trips forming 12 pairs matched by day category, time period, and direction. The inferential unit was the 12 trip pairs. Travel time and distance were recorded using a stopwatch/GPS, while fuel use was measured with the full-to-full method; the method's limited precision was explicitly considered. Paired differences were evaluated with the exact Wilcoxon signed-rank test, rank-biserial correlation, and bootstrap confidence intervals. Mean travel time was 32.62 min on the toll route and 57.06 min on the arterial route. The mean saving of 24.44 min (42.83%; 95% CI 18.88-30.39) occurred in every pair (W = 0; exact p = 0.0005; r_rb = 1.00). Mean trip-level fuel use was 2.25 L on the toll route and 2.15 L on the arterial route, with no statistical difference (mean difference 0.10 L; 95% CI -0.46 to 0.57; W = 29.5; p = 0.5186). Distance-normalized fuel intensity also did not differ (5.79 versus 6.43 L/100 km; p = 0.7334). The toll route had a narrower observed travel-time IQR (1.51 versus 18.22 min), but the sample was insufficient for population-level reliability claims. Using the IDR 50,500 Class I toll and excluding the uncertain fuel difference, the mean-time-based break-even value was approximately IDR 123,977 per hour. The main observed operational benefit was therefore travel-time savings, whereas evidence of a fuel-use advantage remained inconclusive.
Desain dan Pengembangan Video Pembelajaran Servis Sistem Mesin Sepeda Motor Tipe Cub: Tinjauan Literatur Kritis Putra, Rafi Adika; Sugiarto, Toto; Wagino, Wagino; Arif, Ahmad
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6202

Abstract

Kompetensi servis sistem mesin sepeda motor tipe cub menuntut penguasaan prinsip kerja engine empat langkah, ketepatan prosedur, penggunaan alat ukur, keselamatan kerja, interpretasi gejala, dan verifikasi hasil perawatan. Video pembelajaran berpotensi memperjelas proses yang sulit diamati dan menyediakan demonstrasi yang dapat diulang, tetapi bukti menunjukkan bahwa video yang hanya merekam langkah kerja belum tentu menghasilkan kompetensi praktik. Kajian ini bertujuan mengkritisi bukti tentang desain video instruksional, pembelajaran prosedural, pendidikan vokasi, asesmen performa, dan media otomotif untuk merumuskan kerangka desain video servis sistem mesin sepeda motor tipe cub. Kajian menggunakan tinjauan literatur kritis dengan penelusuran terarah pada Google Scholar, Garuda, ERIC, ScienceDirect, dan SpringerLink untuk publikasi 2016-Juli 2026. Korpus akhir terdiri atas 32 sumber terverifikasi yang dianalisis melalui pemetaan deskriptif, pembobotan kekuatan inferensi, dan sintesis tematik. Enam kebutuhan desain ditemukan: standardisasi teknis dan keselamatan; eksposisi fungsional engine dan kondisi normal; rangkaian prosedur yang disertai alasan dan penalaran diagnosis; visualisasi detail melalui close-up, animasi, overlay, serta tampilan alat ukur; interaksi terarah yang terhubung dengan latihan bengkel; dan asesmen performa autentik. Sintesis menghasilkan Kerangka SERVIS: Standardisasi, Eksposisi, Rangkaian prosedur dan reasoning, Visualisasi, Interaksi, serta Skor performa. Kerangka ini memindahkan fokus dari video sebagai dokumentasi demonstrasi menuju video sebagai urutan belajar yang menghubungkan standar teknis, model mental, tindakan, data, keputusan, dan bukti kompetensi. Kerangka SERVIS perlu diuji melalui validasi ahli, uji kepraktisan, eksperimen komparatif, pengukuran retensi, dan penilaian transfer keterampilan pada unit praktik nyata. Four-stroke cub-motorcycle engine service requires integrated knowledge of engine operation, procedural accuracy, measuring-tool use, occupational safety, symptom interpretation, and post-service verification. Instructional video can make hidden processes visible and provide repeatable demonstrations; however, evidence indicates that videos that merely record procedural steps do not necessarily develop practical competence. This review critically examined evidence on instructional-video design, procedural learning, vocational education, performance assessment, and automotive learning media to formulate a design framework for cub-motorcycle engine-service videos. A critical literature review was conducted through targeted searches of Google Scholar, Garuda, ERIC, ScienceDirect, and SpringerLink for publications from 2016 to July 2026. The final corpus comprised 32 verified sources analysed through descriptive mapping, inference-strength weighting, and thematic synthesis. Six design requirements emerged: technical and safety standardisation; functional exposition of engine operation and normal conditions; procedural sequences linked to technical reasons and diagnostic reasoning; detailed visualisation using close-ups, animation, overlays, and measuring-instrument displays; guided interaction connected to workshop practice; and authentic performance assessment. These requirements were integrated into the SERVIS Framework: Standardisation, Exposition, Reasoned procedure, Visualisation, Interaction, and Scoring of performance. SERVIS shifts the focus from video as a recorded demonstration to video as a learning sequence connecting technical standards, mental models, actions, data, decisions, and evidence of competence. The framework should be examined through expert validation, usability studies, comparative experiments, delayed-retention measures, and transfer assessments using actual workshop units.