Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kebudayaan

EKSPLORASI STRUKTURALISME SEMIOTIK TEKS MANGUPA PADA UPACARA ADAT PERNIKAHAN ANGKOLAMANDAILING Syahfitri, Dian
Kebudayaan Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.84 KB) | DOI: 10.24832/jk.v11i1.15

Abstract

AbstractMangupa is the final stage of Angkola-Mandailing cultural wedding ceremony. The texts ofMangupa are chosen to be explored in this research because the texts are tied with the cultureand contain a lot of cultural expressions. In addition, Mangupa is not only delivered in theform of prose, but also rhythmic poetry. This research is intended to study the poetry within theprocess of Mangupa through semiotics structuralism analysis. Semiotics is the study of sign. Thepurpose of this semiotics structuralism research is to examine literature work as system of sign.Moreover, the sign implies the aesthetic communication devices. The research was conductedby heuristic and hermeneutic reading analysis techniques. Heuristic technique is a reading whichbases on linguistic structuralism or semiotically means bases on convention system of the firstlevel of semiotics. Meanwhile, hermeneutic is a reiterated reading or one that bases on the secondlevel of semiotics. The findings shows that icon consists of 19 words and expressions, index has8 words and expressions, while symbol has 7 expressions and sentences referred to the texts ofMangupa. AbstrakMangupa merupakan upacara terakhir dalam pernikahan Angkola Mandailing. Teks mangupadipilih sebagai teks yang dikupas dalam kajian ini karena teks ini terikat dengan budaya danmemiliki banyak ungkapan budaya. Selain itu, Mangupa bukan hanya disampaikan dalamteks prosa, tetapi juga teks puisi yang berirama. Penelitian ini akan mengkaji pantun dalamprosesi mangupa melalui analisis strukturalisme semiotik. Semiotik adalah kajian tanda. Kajianstruktural semiotik bertujuan akan mengungkap karya sastra sebagai sistem tanda. Tanda tersebutmerupakan sarana komunikasi yang bersifat estetis. Penelitian ini menggunakan teknik analisispembacaan heuristik dan hermeneutik. Pembacaan heuristik adalah pembacaan berdasarkanstruktur kebahasaan atau secara semiotik adalah berdasarkan konvensi sistem semiotik tingkatpertama dan pembacaan hermeneutik adalah pembacaan yang dilakukan secara berulang-ulang(retroaktif) atau berdasarkan sistem semiotik tingkat kedua. Temuan penelitian ini menunjukkanbahwa ikon terdapat sembilan belas kata dan ungkapan, indeks sebanyak delapan kata danungkapan, sedangkan simbol terdapat sebanyak tujuh ungkapan dan kalimat yang mengacu padateks ini.Kata kunci: strukturalisme semiotik, teks Mangupa, upacara adat pernikahan, Angkola-Mandailing
EKSPLORASI STRUKTURALISME SEMIOTIK TEKS MANGUPA PADA UPACARA ADAT PERNIKAHAN ANGKOLAMANDAILING Syahfitri, Dian
Kebudayaan Vol 11 No 1 (2016)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jk.v11i1.15

Abstract

AbstractMangupa is the final stage of Angkola-Mandailing cultural wedding ceremony. The texts ofMangupa are chosen to be explored in this research because the texts are tied with the cultureand contain a lot of cultural expressions. In addition, Mangupa is not only delivered in theform of prose, but also rhythmic poetry. This research is intended to study the poetry within theprocess of Mangupa through semiotics structuralism analysis. Semiotics is the study of sign. Thepurpose of this semiotics structuralism research is to examine literature work as system of sign.Moreover, the sign implies the aesthetic communication devices. The research was conductedby heuristic and hermeneutic reading analysis techniques. Heuristic technique is a reading whichbases on linguistic structuralism or semiotically means bases on convention system of the firstlevel of semiotics. Meanwhile, hermeneutic is a reiterated reading or one that bases on the secondlevel of semiotics. The findings shows that icon consists of 19 words and expressions, index has8 words and expressions, while symbol has 7 expressions and sentences referred to the texts ofMangupa. AbstrakMangupa merupakan upacara terakhir dalam pernikahan Angkola Mandailing. Teks mangupadipilih sebagai teks yang dikupas dalam kajian ini karena teks ini terikat dengan budaya danmemiliki banyak ungkapan budaya. Selain itu, Mangupa bukan hanya disampaikan dalamteks prosa, tetapi juga teks puisi yang berirama. Penelitian ini akan mengkaji pantun dalamprosesi mangupa melalui analisis strukturalisme semiotik. Semiotik adalah kajian tanda. Kajianstruktural semiotik bertujuan akan mengungkap karya sastra sebagai sistem tanda. Tanda tersebutmerupakan sarana komunikasi yang bersifat estetis. Penelitian ini menggunakan teknik analisispembacaan heuristik dan hermeneutik. Pembacaan heuristik adalah pembacaan berdasarkanstruktur kebahasaan atau secara semiotik adalah berdasarkan konvensi sistem semiotik tingkatpertama dan pembacaan hermeneutik adalah pembacaan yang dilakukan secara berulang-ulang(retroaktif) atau berdasarkan sistem semiotik tingkat kedua. Temuan penelitian ini menunjukkanbahwa ikon terdapat sembilan belas kata dan ungkapan, indeks sebanyak delapan kata danungkapan, sedangkan simbol terdapat sebanyak tujuh ungkapan dan kalimat yang mengacu padateks ini.Kata kunci: strukturalisme semiotik, teks Mangupa, upacara adat pernikahan, Angkola-Mandailing
Co-Authors ., Arianto Amelia Eka Pratiwi Aminuyati Amri, Hasanul Ariani, Isa Arianto Bakarra, Dapot Bakkara, Dapot H Beby Chika Nurhaliza Br Silalahi, Rahel Yesi Natasya Damanik, Novina Amelia Darni Uli Mega Putri Tambunan Dedy Syahhputra Silalahi Delvi K Parapat Dewi Puspa Sari Dungo Silitonga, Febri Dyla Nur Afriana Eka Pratiwi, Amelia Elsa Stepany Sitompul Epriadi Epriadi, Epriadi Erikson Saragih Ermina Waruwu Erny Wityasminingsih Febri Dungo Silitonga Fenny Triani Simatupang Ginting, Pivi Turbana Br Girsang, Lesnaria Br. Hamdi Rifai Hasbul, Wahyuni Hera Sapira Br Karo Herman . Ibnu Hajar Ida Bagus Putrayasa Indriyanto, Kristiawan Ira Aprillah Siringo-Ringo Isian Waruwu Jusrin Efendi Pohan Kadek Wirahyuni Kamaruzzaman Kamaruzzaman Karina, Agita Kasih Kristina Waruwu Khairunissa, Khairunissa Kim Heeji Kombih, Epriadi Kusniawaty, Hetty Lasni Mardiana Lilis Napitupulu Lisdar Idwan Sudirman Lubis, Maulida Mandasari Lumbangaol, Putri Meledina Lumongga Devitasari M. Ade Syahputra M. Yogi Riyantama Isjoni Manalu, Okto Dewi Sartika Maulida Mandasari Lubis Maundyni Syafindra Maya Rani Manurung Mayang Savira Mesdi Wika Suryani Manullang Milka Simanjuntak Moon, Yuliana Jetia Muhammad Fajar Muhammad Tommy Lumban Tobing MULA SIGIRO Napitupulu, Lilis Neny Hutagalung Ni Made Rai Wisudariani NISA RACHMANIA MUBARIK Nissa, Khairunissa Njuah Moenda Sari Silitonga Oktaviandi Bertua Pardede Padang, Nur Ridha Mamanda Pani Flora Marbun Panigoran Siburian Panjaitan, Paulina Pardede, Seniwati Paulina Panjaitan Putri Khairani Putri Meliani Manalu Putri, Tri Witya Rahel Yesi Natasya Br Silalahi Rahmayani Rahmayani Rajagukguk, Sadar M. Rani Fricyla Ria Fitriani, Ria Rismar Wahyu Rudy Rudy Rudy Sabarina Br. Ginting Sadieli Telaumbanua Sadieli Telaumbanua Salsabila Handayani Nst Sanjuwita Sipayung Sari, Widya Arfiyantii Puspa Sembiring, E Sri Mehulinta Seniwati Pardede Servina Br Halawa Shalawati Shalawati Shalawati, Shalawati Sherine Alexandra Sibuea, Mawar Sri Wulan Br. Siburian, Panigoran Sihombing, Tuti Susianti Sihombing, Tuty Susianti Silitonga, Njuah Moenda Sari Simamora, Pesta Junita Simanjuntak, Milka Simatupang, Fenny Triani Simatupang, Linsa Simbolon, Nova Tri Cahya Ramadhani Siregar, Elfriati Suaibah Suaibah Sudiana , I Nyoman Teguh Trianton Telaumbanua, Sadieli Tumanggor, Evi Bunga Rosari Waruwu, Mikha Ulina Putri Wibowo, Setiyo Williyansen, Kangga Ega Yeni Elsabet Siregar Yohana Sitohang Yuni Veronika Saragih Yusnadi Yusnadi Yusnadi, Yusnadi