Claim Missing Document
Check
Articles

a Penyuluhan Kesehatan Pada Kasus Demam Berdarah Dengue Di UPTD Pengasinan Depok dengan Pendekatan Dokter Keluarga : Penyuluhan Kesehatan Pada Kasus Demam Berdarah Dengue Di UPTD Pengasinan Depok dengan Pendekatan Dokter Keluarga Mila Citrawati; Tiwuk Susantiningsih; Maria Selvester Thadeus; Chantika Zahra Adisaputra; Tasya Nooramadhani; Wendi Corlia Cahyaninglatri
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): Vol. 2 No. 2 (2024): SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v2i2.9922

Abstract

Penyuluhan kesehatan dengan pendekatan dokter keluarga pada kasus demam berdarah dengue (DBD) adalah solusi bagi penatalaksanaan kasus kedokteran yang berfokus pada pemberian layanan kesehatan primer yang komprehensif, berkesinambungan, dan berpusat pada individu, keluarga, serta komunitas. Terdapat peningkatan kasus DBD dari tahun 2023 ke 2024 sehingga peran kedokteran keluarga penting untuk menyelesaikan masalah ini, dimulai dari screening hingga edukasi kepada keluarga untuk mengurangi presentase angka kejadian terutama di wilayah UPDT Pengasinan, Depok. Penyuluhan kesehatan diperlukan untuk mengidentifikasi daftar masalah klinis pada pasien dan keluarga serta factor-faktor yang mempengaruhi masalah demam berdarah dengue, mengubah pengetahuan dan perilaku dalam pencegahan demam berdarah dengue yang berikatan terhadap kesehatan pasien serta keluarga. Keterlibatan partisipasi keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan pasien dengan pendekatan kedokteran keluarga sangat diperlukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di UPTD Pengasinan Depok dengan pendekatan kedokteran keluarga. Kegiatan penyuluhan kesehatan pada kasus demam berdarah dengue di UPTD Pengasinan Depok dengan pendekatan dokter keluarga di dapatkan bahwa dari hasil evaluasi dan penatalaksanaan terdapat perbaikan terhadap pengetahuan dan sikap yang menjadi baik, salah satunya yaitu perilaku untuk melakukan 3M dan mencoba membuka diri untuk berkegiatan sosial di lingkungan rumah. Pengetahuan dan perilaku tersebut sangat mempengaruhi pasien dan keluarga karena merasakan kualitas hidupnya yang membaik dan nyaman saat berada di lingkungan rumah.
Implementasi Kampus Berdampak di Wilayah Kepulauan: Edukasi Kesehatan dan Skrining Metabolik dalam Program Pengabdian Masyarakat Nasional di Sabang - Aceh Maria Selvester Thadeus; Ratna Puspita
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025): SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v3i2.12516

Abstract

Abstrak Kegiatan Pengabdian Masyarakat Nasional III (PENGMASNAS III) dilaksanakan di Desa Aneuk Laot, Kota Sabang, Aceh, sebagai respons terhadap meningkatnya beban penyakit tidak menular (PTM) di wilayah kepulauan yang terbatas akses layanan kesehatannya. Kegiatan ini menggabungkan pendekatan edukasi kesehatan, skrining risiko PTM, dan penguatan kader lokal melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan perguruan tinggi, Puskesmas setempat, pemerintah daerah, dan komunitas. Metode pelaksanaan bersifat partisipatif dan berbasis komunitas, tanpa ketergantungan pada data kuantitatif, dengan fokus pada peningkatan literasi kesehatan dan keterlibatan aktif masyarakat. Hasil menunjukkan partisipasi tinggi dari masyarakat, terutama ibu dan remaja, serta temuan awal mengenai prevalensi risiko hipertensi dan obesitas sentral yang signifikan. Respons positif dari tokoh lokal dan pakar menegaskan relevansi kegiatan dengan kebutuhan lokal. Pembahasan menggarisbawahi pentingnya kolaborasi jangka panjang, adaptasi logistik, dan pemberdayaan komunitas sebagai kunci keberlanjutan. Disimpulkan bahwa model pengabdian semacam ini memiliki potensi besar untuk direplikasi di wilayah terpencil, dengan rekomendasi penguatan jejaring antara perguruan tinggi dan puskesmas serta pendirian pos kesehatan berbasis inovasi biomedis di Sabang sebagai pusat pembelajaran kesehatan masyarakat.
Analysis of household waste cooking oil on MDA, 8-OHdG, TNF-α, IL-6 expression, and liver damage on Swiss Webster mice model Thadeus, Maria Selvester; Susantiningsih, Tiwuk; Zihono, Yudivaniel
JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JKKI, Vol 17, No 2, (2026)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKKI.Vol17.Iss2.art10

Abstract

Background: Repeated heating degrades cooking oil quality, increasing peroxide values above national safety standards (SNI 01-3741-2002). Household waste cooking oil typically reaches 20-40 meq/kg, potentially triggering systemic oxidative stress and organ toxicity.Objectives: To analyze the mechanism of waste household oil as a trigger of oxidative damage leading to DNA oxidation.Methods: This prospective, controlled, true experimental in vivo time-course study initially allocated 32 male Swiss Webster mice into four parallel cohorts (n=8 per group), with 28 completing the final analysis (n=7 per group). The mice were orally treated with used cooking oil at a dosage of 10 μl/g body weight. The animals were distributed into four experimental cohorts. Group A (control) received fresh oil (peroxide value 8-10 meq/kg) for eight weeks, while Groups B, C, and D received waste oil (peroxide value 20-40 meq/kg) for 8, 12, and 16 weeks, respectively. Following the treatment, assays evaluated serum MDA and SOD, hepatic 8-OHdG via HPLC, TNF-α and IL-6 expression via IHC, and liver histopathology (congestion, steatosis, and necrosis) via H&E staining. Data were analyzed using the Kruskal-Wallis and Wilcoxon-Mann-Whitney post-hoc tests.Results: Used cooking oil administered over a 16-week period led to an increase of harmful effects. These included oxidative stress, primarily through lipid membrane peroxidation, evidenced by significant increases in both serum MDA and activated SOD p<0.05. The oil also induced chronic inflammation, marked by elevated expression of TNF-α and IL-6 in the cytoplasm and sinusoids. Furthermore, it resulted in severe liver structure changes (including congestion, steatosis, and necrosis) and a time-dependent upward trend in 8-OHdG, reaching statistical significance at 16 weeks compared to controls (p<0.05).Conclusion: These findings suggest that prolonged consumption of household used cooking oil promotes progressive hepatic lipid peroxidation and structural damage, with oxidative DNA damage accumulating significantly after extended exposure (16 weeks).
Relation between nutrition intake, prediabetes, and central obesity with handgrip strength in Indonesian medical student Annisa Afifah; Mila Citrawati; Maria Selvester Thadeus; Nugrahayu Widyawardani
World Nutrition Journal Vol. 8 No. 1 (2024): WNJ. Volume 08 Issue 1, August 2024
Publisher : Indonesian Nutrition Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25220/WNJ.V08.i1.0011

Abstract

Background: Muscles are crucial in creating movement, stabilising body posture, and regulating body temperature. Muscle strength can be assessed using handgrip strength. Handgrip strength can predict muscle function, nutritional status, diabetes risk, and the risk of metabolic syndrome. Handgrip strength can be influenced by muscle mass, nutritional intake, fat mass, physical activity level, and metabolic syndrome. Objective: This research is to find relationship between handgrip strength and nutritional intake, muscle mass, and central obesity. Methods: The research was conducted as a cross-sectional study using observational analytical methods. The sample consisted of 53 individuals selected through purposive sampling. Handgrip strength can be measured using a hand dynamometer, nutritional intake using a 2x24 hour food recall, muscle mass using a body composition analyzer, central obesity using waist to hip ratio, and fasting blood sugar using a glucometer. Statistical data analysis employed the chi-square test and independent T-test. Results: The results indicated a relationship between central obesity and handgrip strength (p = 0.006). Researchers are interested in studying muscle strength and its predictors concerning central obesity, prediabetes, and nutritional status in medical students. The results indicated a relationship between handgrip strength and central obesity (p = 0.006), but no relationship was found between handgrip strength and energy intake (p = 0.235), protein intake (p = 0.524), and prediabetes (p = 0.272). Conclusion: There is a relationship between central obesity and handgrip strength. Future researchers are encouraged to consider additional factors, including physical activity, muscle mass index, and comorbidities.
Co-Authors Adrian Dharmawan Adyatma, Hilmi Agneta Irmarahayu Akbar, Rafi Thoriq Alyani, Fadhilah Sharfina Annisa Afifah Audrey Alvura Digna Audya, Safira Diva Azzahra Roudatul Jannah Basuki Supartono Chantika Zahra Adisaputra Cut Fauziah Cut Fauziah Cut Fauziah Dhia Adhi Perwirawati Dian Ayu Paramitha Dimas Farhan Wibawanto Dinda Nuraini Hanifah Wahab dr. Hikmah Mukhtamiroh, M.MedEd, Sp.KKLP, Subsp. COPC Eko Satrio Bahari Erna Harfiani Fachruddin Perdana Fajriati Zulfa Fajriati Zulfa Familia Bella Rahadiati Giopratiwi, Kusvandita Hany Yusmaini Hardini, Niniek Hartono, Riyadi Hikmah Muktamiroh Husna Bunga Jannati Jannati, Husna Bunga Kristina Simanjuntak Kristina Simanjuntak Kristina Simanjuntak Kusuma Jasmine Vicky Sutrisno Marlina Dewiastuti Meiskha Bahar Melly Kristanti Mila Citrawati Mila Citrawati Muhammad Alif Farhan Muhammad Kevin Auliansyah Akbar Muhammad Pandji Raihan Muktamiroh Hikmah Mumtaz, Syifa Afifah Muttia Amalia Muttia Amalia Nabila, Inasa Nadira Safa Jasmine Nainggolan, Dorlina Nazira, Syarifah Ni Luh Aurial Widjayanti Niniek Hardini Niniek Hardini Noor Az Zhahra Nugrahayu Widyawardani Nunuk Nugrohowati Nurfitri Bustamam Nuur Nazhira Pamuji, Alifia Shafanaura Pasiak, Taufiq Fredrik Prakoso, Luthfi Octafyan Pujangga, Ibnu Wadud Putri Nabila Febrianty Rahadiati, Familia Bella Raihan Akbar Darmawan Raja Soaloon Purba Ramadhansyah, Reza Ratna Puspita Reinhart Fikram Imam Akbar Retno Yulianti Retno Yuliyanti Ria Maria Theresa Rukman Abdullah Ryan Herardi Salman Paris Salman Paris Salsabila Nanda Maharani Setyaningsih, Yuni Simanjuntak, Kristina Soroy Lardo Soroy Lardo Sri Wahyuningsih Sugeng Wiyono Sukrisno, Adi Tasya Nooramadhani Tiwuk Susantiningsih Tiwuk Susantiningsih Tri Faranita, Tri Uswatun Hasanah Uswatun Hasanah Vyona Rizky Mediosepti Wahab, Dinda Nuraini Hanifah Wendi Corlia Cahyaninglatri Wibawanto, Dimas Farhan Winsca Maghfirda Yasya Yanto Sandy Tjang Yudhi Nugraha Yuliyanti, Retno Yuni Setyaningsih Zihono, Yudivaniel