Claim Missing Document
Check
Articles

TRANSFORMASI PERILAKU KEUANGAN UMKM SETELAH MENGGUNAKAN PEMBAYARAN QRIS DI KABUPATEN BADUNG PROVINSI BALI Tinny Dinda Riany Butte; Christimulia Purnama Trimurti; Fransisco L. Moreno Deok; Petrus Sondrey Amatori Lendo
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 1 (2026): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/f55dj123

Abstract

Perkembangan pesat sistem pembayaran digital telah mengubah praktik keuangan di kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di negara-negara berkembang. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi transformasi perilaku keuangan di kalangan UMKM setelah adopsi Kode Respons Cepat Standar Indonesia (QRIS) di Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung yang melibatkan pemilik UMKM yang aktif menggunakan QRIS dalam operasional bisnis sehari-hari mereka. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk menangkap perubahan dalam manajemen transaksi, administrasi keuangan, dan persepsi digitalisasi. Temuan menunjukkan bahwa adopsi QRIS secara signifikan meningkatkan efisiensi transaksi, mengurangi ketergantungan pada uang tunai, meminimalkan risiko kerugian finansial, dan meningkatkan keteraturan serta transparansi catatan keuangan. Pemilik UMKM menganggap QRIS mudah digunakan dan sangat diterima oleh pelanggan, tanpa hambatan teknis atau operasional yang signifikan. Penggunaan QRIS juga berkontribusi pada peningkatan nilai transaksi dan kepuasan pelanggan, mendukung keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang. Namun, studi ini juga mengidentifikasi hasil yang paradoks: meskipun QRIS secara positif membentuk persepsi UMKM tentang digitalisasi, hal itu tidak selalu memotivasi adopsi teknologi digital lainnya. QRIS sering dianggap sebagai bentuk transformasi digital yang memadai, sehingga menghasilkan digitalisasi parsial dan bukan digitalisasi komprehensif dalam operasional UMKM. Studi ini berkontribusi pada literatur tentang transformasi keuangan digital dengan menyoroti peran QRIS sebagai pendorong sekaligus pembatas dalam perjalanan digital UMKM. Temuan menunjukkan bahwa intervensi kebijakan harus melampaui sekadar mempromosikan adopsi pembayaran digital menuju penguatan penggunaan strategis alat keuangan digital untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM dalam ekonomi digital.
INOVASI PRODUK SEBAGAI STRATEGI MENGHADAPI PERSAINGAN PASAR PADA PEDAGANG KAKI LIMA DI KABUPATEN BADUNG Nasaria Devlora Ladu; Christimulia Purnama Trimurti; Maria Magdalena Suryani Wea; Carrol Joseph Bire Baengkoe; David Hendrikus Saoci Tanda Kawi
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 2 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/fqkt6z90

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi produk sebagai strategi dalam menghadapi persaingan pasar pada pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Badung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif. Subjek penelitian terdiri dari 15 pedagang kaki lima yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persaingan antar PKL terjadi pada aspek rasa, harga, variasi produk, dan lokasi usaha. Sebagian besar pedagang melakukan inovasi produk sebagai strategi untuk menarik pelanggan, seperti menambah variasi menu, mengikuti tren makanan dan minuman kekinian, serta meningkatkan kualitas dan penyajian produk. Namun, terdapat pula pedagang yang tidak melakukan inovasi untuk mempertahankan ciri khas produk sebagai bentuk diferensiasi. Sumber ide inovasi berasal dari konsumen, pengalaman pribadi, media sosial atau internet, serta pengamatan terhadap pedagang lain. Selain itu, faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan inovasi meliputi ketersediaan modal, ide kreatif, masukan konsumen, dan bahan baku yang terjangkau. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi produk merupakan strategi yang efektif dan adaptif dalam meningkatkan daya saing PKL di tengah persaingan pasar yang dinamis. Keberhasilan inovasi sangat bergantung pada kemampuan pelaku usaha dalam mengelola sumber daya dan merespons kebutuhan pasar secara tepat.
PERSAINGAN PASAR & LOYALITAS PELANGGAN PADA USAHA KAKI LIMA DI KABUPATEN BADUNG Nofrisa Helinda Yane; Christimulia Purnama Trimurti; Thalia Tanati; Prudensius Alka Jebaru
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 2 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/ykbkry05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persaingan pasar dan loyalitas pelanggan pada usaha pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Badung. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melibatkan 15 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif dari Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi persaingan di kalangan PKL relatif rendah, di mana pedagang tidak secara aktif memandang pedagang lain sebagai pesaing meskipun menjual produk sejenis. Hubungan antar pedagang cenderung harmonis tanpa konflik maupun kerja sama khusus. Strategi utama dalam mempertahankan pelanggan difokuskan pada menjaga kualitas produk dan memberikan pelayanan yang baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa loyalitas pelanggan lebih dipengaruhi oleh kualitas dan pengalaman pelanggan dibandingkan dengan intensitas persaingan pasar. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami dinamika usaha sektor informal, khususnya dalam konteks hubungan sosial dan strategi bertahan pelaku usaha kaki lima di daerah wisata.
DINAMIKA PERSAINGAN HARGA DAN LOKASI PADA PEDAGANG KAKI LIMA DI KABUPATEN BADUNG Ni Putu Eka Supartini; Christimulia Purnama Trimurti; Ni Luh Putu Mirah Puspantari; Ni Made Widyawati
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 2 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/gsst2m25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika persaingan harga dan lokasi pada pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Badung. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain deskriptif, melibatkan 15 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penetapan harga PKL cenderung berbasis biaya (cost-based pricing), di mana harga jual disesuaikan dengan perubahan harga bahan baku dan biaya sewa lahan. Selain itu, lokasi usaha menjadi faktor kunci dalam menarik konsumen, dengan kecenderungan memilih tempat yang ramai dan mudah dijangkau serta mempertahankan lokasi tersebut karena memberikan keuntungan yang stabil. Dalam menghadapi persaingan, PKL tidak hanya mengandalkan harga, tetapi juga meningkatkan mutu usaha melalui kualitas produk, pelayanan, pengalaman konsumen, dan keunikan produk. Di sisi lain, hubungan antar pedagang menunjukkan keharmonisan yang ditandai dengan interaksi saling menghormati dan tidak mencampuri urusan usaha pedagang lain. Temuan ini mengindikasikan bahwa dinamika persaingan PKL di Kabupaten Badung tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, tetapi juga oleh aspek sosial yang mendukung terciptanya persaingan yang sehat dan berkelanjutan.
MEMBANGUN SISTEM KEUANGAN BERBASIS TEKNOLOGI PADA KOMUNITAS UMKM DI AGRO PUNCAK BUKIT LESTARI, DESA CANDIKUNING, BATURITI, KABUPATEN TABANAN, BALI Christimulia Purnama Trimurti; Yeyen Komalasari; Gusti Ngurah Joko Adinegara; R. Tri Priyono Budi Santoso; Gilbert Nainggolan
Journal of Community Service Vol 8 No 1 (2026): JCS, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v8i1.430

Abstract

Transformasi digital dalam pengelolaan usaha menjadi kebutuhan penting bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan efisiensi operasional, kualitas layanan, serta daya saing bisnis. Komunitas UMKM di Agro Puncak Bukit Lestari, Desa Candikuning, Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali masih menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaan keuangan dan transaksi usaha, khususnya akibat penggunaan sistem pencatatan manual yang kurang efektif dan efisien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun sistem keuangan berbasis teknologi melalui penerapan software Luna POS sebagai aplikasi kasir berbasis cloud guna meningkatkan kualitas pengelolaan usaha UMKM. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif, edukatif, dan implementatif yang meliputi tahap identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, implementasi sistem, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan pelaku UMKM sebagai mitra utama dalam proses transformasi digital pengelolaan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan software Luna POS memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan efisiensi operasional UMKM. Sistem ini mampu mempercepat proses transaksi dan pelayanan pelanggan, meningkatkan kemudahan penggunaan melalui antarmuka yang user-friendly, serta meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pelayanan yang lebih cepat, akurat, dan modern. Selain itu, digitalisasi sistem keuangan juga membantu pelaku UMKM dalam mengelola transaksi, memantau arus kas, dan menyusun laporan keuangan secara real-time. Kesimpulannya, penerapan software Luna POS terbukti efektif dalam mendukung pembangunan sistem keuangan berbasis teknologi pada komunitas UMKM di Agro Puncak Bukit Lestari. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas digital, efisiensi usaha, dan daya saing UMKM dalam menghadapi perkembangan bisnis di era digital.
Co-Authors ., Komalawati Adi Putra, I Gede Krisna Dharmana Andi Sintia Yulianto Antara, I Ketut Ady Merta Artaningrum, Rai G. Arycha Sheren Astuti, Kadek Ayu Puja Bagus Oka Frenky Saputra Branklyn Sahusilawane Cahya, I Gde Made Krisna Adi Carrol Joseph Bire Baengkoe Cecep Pahrudin, Cecep Damayanti, Putu Mira David Hendrikus Saoci Tanda Kawi Debel, Gede Bagus Ivan Suartika Dermawan Waruwu Dermawan Wuruwu DEWI, Dewa Ayu Dwi Sukma Dewi, Putu Silvia Elviera Dwi Puja Sastra Eka Putri Suryantari Febby Ica Cahyani Fitria Ariyani Fransisco L. Moreno Deok Ganung, Maria Ofin Gilbert Nainggolan Ginting, Maria Fransiska Gusti Ngurah Joko Adi Negara Hartanto, Ignatius Edbert I Gede Agus Mertayasa I Gede Mertayasa I Gusti Bagus Rai Utama I Made Darmayasa I Made Dwi Wira Ardana I Made Yoga Adnyana I Nyoman Anom Suardana I Nyoman Tingkes I Nyoman Tri Arjana I Putu Darmawijaya I Wayan Benyamin Eddy Yulianto I Wayan Ruspendi Junaedi IWK Teja Sukmana Joko Adinegara, I Gusti Ngurah Kadek Fransiska Kharisma Oktarina Kantu, Mariano Putra Denay Komang Trianta Komang Trianta Komang Yuda Widiarta Krismawintari, N.P.D. Lia Sukma Dewi Made Selvia Marchella Magdalena F Maria Magdalena Suryani Wea Mariano Putra Denay Kantu MARTINIASIH, Putu Mas Mertayasa, I Gede Agus Mrs Komalawati Nainggolan, Gilbert Nasaria Devlora Ladu Negara, Gusti Ngurah Joko Adi Ni Kadek Dian Cintya Dewi Ni Luh Putu Ari Santi Dewi Ni Luh Putu Deva Yanti Ni Luh Putu Mirah Puspantari Ni Luh Putu Sri Purnama Pradnyani Ni Luh Putu Suarmi Sri Patni Ni Made Ayu Puspa Dewi Ni Made Diana Erfiani Ni Made Laksmi Kusuma Dewi Ni Made Widyawati Ni Putu Eka Supartini Ni Putu Elika Crusita Dewi3 Ni Wayan Nursini Nita Naga Octavia Nofrisa Helinda Yane Nunung Ayu Sofiati (Efi) Pawitri, Ni Nyoman Herlina Maha Petrus Sondrey Amatori Lendo Prakasa, Made Bagus Prasetyo, Ananda Prudensius Alka Jebaru Putu Brigita Ayu Melani Putu Chris Susanto Putu Dicky Fernaldi Setiawan Putu Mas Martiniasih Putu Suarmi Sri Patni R Tri PriyonoBudi Santoso R. Tri Priyono Budi Santoso Regita Putri Wardani Rintis Eko Widodo Rondonuwu, Jilian M. Sahusilawane, Branklyn Sang Made Widhi Wiguna SANTOSO, R Tri Priyono Budi Santoso, R. Tri Priyono Budi Saputra, Bagus Oka Frenky Saputri, Ni Komang Widi Sukmawati, Mia Dana Thalia Tanati Tinny Dinda Riany Butte Utami, Luh Putu Sulistya Ari Widiyantara, I Gede Agus Windayanti, Putu Ayu Wirnawan, I Wayan Agus Yantini, Ni Putu Dewi Yeyen Komalasari Yulianto, I Wayan Benyamin Eddy Yurianta, I Wayan Dedik