Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Stunting dengan Ragam Protein Hewani Rarastiti, Chairunisa Nur; Hidayat, Umar; Sundari, Santy; Sudrajat, Agus; Mukti, Akbar Rizza
Manggali Vol 3 No 1 (2023): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v3i1.2528

Abstract

Masalah gizi yang masih menjadi fokus di Indonesia adalah stunting. Stunting sering tidak disadari oleh masyarakat karena tidak adanya indikasi seperti penyakit pada umumnya. Oleh karena itu, penanggulangan masalah stunting harus dimulai jauh sebelum seorang anak dilahirkan dan bahkan sejak remaja untuk dapat memutus rantai stunting dalam siklus kehidupan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada remaja sekolah menengah atas, terkait pencegahan stunting dan ragam protein hewani. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah dengan metode ceramah, penyampaian materi dan tanya jawab. Adapun hasil pengabdian diperoleh bahwa penyuluhan yang disertai dengan diskusi dengan para siswa SMK Darussalam Kabupaten Semarang berdampak positif terhadap pemahaman dan sikap siswa dalam pemenuhan ragam protein hewani untuk mendukung upaya pencegahan stunting.
The Influence of Original Revenue and Transfer Revenue on Capital Expenditure in South Tangerang City Mu'am, Ahmad; Nurdin, Nurliah; Sudrajat, Agus; Karunia, R. Luki
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 7, No 1 (2023): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jtam.v7i1.10229

Abstract

The purpose of this study is to determine and analyze the effect of own-source revenue and transfer revenue on capital expenditure in South Tangerang City. The data used is time series data regarding local own-source revenue and transfer revenue on capital expenditure in South Tangerang City 2012-2021. Data analysis methods include Multiple Regression Analysis, t test, and coefficient of determination analysis. From the Multiple Regression Analysis, the regression equation Y=1.03819 + 0.521X2-0.612X3 is obtained. The constant of 1.03819 means that the increase in capital expenditure allocation is 1.03819 percent if there is no increase in local revenue and transfer revenue. The regression coefficient of the local own-source revenue variable shows a positive influence on capital expenditure of 0.521. From the t-test results, it can be explained that local own-source revenue has a significant effect on capital expenditure, where the t-count> t-table value is obtained (2.701> 2.306). The regression coefficient of the local own-source revenue variable shows a negative effect on capital expenditure of 0.612. From the t-test results, it can be explained that transfer revenues have a significant effect on capital expenditures in South Tangerang City, where the t-count value is obtained < t-table (1.259 < 2.306). From the coefficient of determination analysis, it is known that local revenue and transfer revenue affect capital expenditure by 47.4%, while the remaining 52.6% is influenced by other variables outside this research model. Increased capital expenditure has an important role because it has a long-term benefit period to provide services to the public because infrastructure development and the provision of various facilities are carried out to increase investment attractiveness. Industrial infrastructure development has a real impact on the increase in local revenue. So that if the Regional Government wants to improve public services and people's welfare by increasing capital expenditure, then the Regional Government must strive to explore as much local revenue as possible.
Sosialisasi Peran Gizi Seimbang bagi Kesehatan Remaja di SMP Negeri 8 Kota Semarang Chairunisa Nur Rarastiti; Umar Hidayat; Agus Sudrajat; Catur Retno Lestari
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 05 (2025): ISSUE JUNI
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola makan pada remaja akan menentukan jumlah zat gizi yang diterima oleh remaja untuk pertumbuhan serta perkembangannya. Jumlah makanan yang sesuai dengan kebutuhan akan menyediakan zat gizi yang cukup pula bagi remaja guna menjalankan kegiatan atau aktivitas fisik sehari-hari. Remaja sering tidak memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsinya serta suka mengonsumsi makan-makanan cepat saji. Remaja juga kerap mengikuti trend terhadap jenis makanan yang dikonsumsi. Remaja sangat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia. Remaja sebagai generasi penerus bangsa berperan penting untuk kemajuan negara di masa yang akan datang. Oleh karena itu, pengetahuan tentang perilaku dan gaya hidup sehat demi terpenuhinya gizi seimbang harus dimulai sejak dini agar terhindar dari berbagai permasalahan kesehatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada remaja pentingnya gizi seimbang bagi kesehatan remaja. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah dengan metode ceramah, penyampaian materi dan tanya jawab. Adapun hasil pengabdian diperoleh bahwa penyuluhan yang disertai dengan diskusi dengan para siswa SMP Negeri 8 Kota Semarang berdampak positif terhadap pemahaman dan sikap siswa dalam pentingnya gizi seimbang dan makanan sehat. Pentingnya penguatan dari orang yang dianggap penting menjadikannya lebih berkomitmen untuk merubah perilaku untuk perubahan perilaku.
Model Percepatan Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlantar di Wilayah Pesisir Kabupaten Penajam Paser Utara Syah, Iskandar; Basuki, Johanes; Sudrajat, Agus; Rajab, Ridwan; Karunia, R Luki
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 15, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jksekp.v15i2.17877

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kebijakan penertiban dan pendayagunaan tanah terlantar di wilayah pesisir Kabupaten Penajam Paser Utara serta merumuskan model percepatan implementasi berbasis kolaborasi antarsektor. Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya tingkat pemanfaatan ruang pesisir akibat lemahnya koordinasi lintas instansi, tumpang tindih kewenangan, dan minimnya kapasitas kelembagaan daerah. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis kebijakan publik berdasarkan model implementasi Grindle (1980) untuk menelaah content of policy dan context of implementation. Analisis kuantitatif pendukung dilakukan melalui Location Quotient), Dynamic Location Quotient, Tipologi Klassen, dan Shift Share Analysis  guna mengukur potensi ekonomi sektor perikanan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 40 persen lahan tambak di wilayah pesisir PPU dalam kondisi tidak aktif dan belum memiliki kejelasan pengelolaan. Hambatan utama implementasi kebijakan meliputi koordinasi vertikal yang lemah, ketidaksinkronan data spasial, serta keterbatasan mekanisme partisipasi masyarakat. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan Model Percepatan Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlantar di Wilayah Pesisir mencakup lima pilar utama, yaitu koordinasi lintas sektor, percepatan administratif berbasis sistem digital spasial, pendayagunaan berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta pengawasan dan penegakan hukum. Sebagai rekomendasi kebijakan, pemanfaatan tanah terlantar di wilayah pesisir diarahkan untuk pengembangan kegiatan perikanan budidaya dan pengolahan hasil perikanan yang bernilai tambah tinggi. Hal ini didasarkan pada potensi ekonomi lokal dan kesesuaian ekologis lahan pesisir yang mendukung pengembangan ekonomi biru secara berkelanjutan. Model ini diharapkan dapat memperpendek durasi penataan wilayah dari 8–12 tahun menjadi 1,5 tahun, meningkatkan produktivitas lahan pesisir hingga minimal 40 persen, serta menurunkan konflik agraria pesisir sebesar 50 persen. Temuan ini memberikan kontribusi operasional bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pesisir yang kolaboratif, produktif, dan berkeadilan menuju pembangunan ekonomi biru berkelanjutan.Title: Accelerated Model for the Regularization and Utilization of Abandoned Land in the Coastal Areas of Penajam Paser Utara Regency This study aims to analyze the effectiveness of policies concerning the regularization and utilization of abandoned land in the coastal areas of Penajam Paser Utara (PPU) Regency and to formulate an accelerated implementation model based on cross-sectoral collaboration. The research is motivated by the low utilization of coastal spaces, which stems from weak interagency coordination, overlapping authorities, and limited institutional capacity at the local level. A qualitative approach was employed using public policy analysis grounded in Grindle’s (1980) implementation model to examine both the content of policy and context of implementation. Complementary quantitative analyses including Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Klassen Typology, and Shift-Share Analysis (SSA) were conducted to assess the economic potential of the regional fisheries sector. The findings reveal that approximately 40 percent of aquaculture pond areas in PPU’s coastal zones are inactive and lack clear management arrangements. The main barriers to policy implementation include weak vertical coordination, unsynchronized spatial data, and limited mechanisms for community participation. Based on these findings, the Accelerated Model for the Regularization and Utilization of Abandoned Coastal Land was developed, encompassing five key pillars: cross-sectoral coordination, administrative acceleration through spatial digital systems, sustainable utilization, coastal community empowerment, and enhanced supervision and law enforcement. As a policy recommendation, the utilization of abandoned coastal lands should be directed toward the development of aquaculture and high value-added fishery processing activities. This approach is justified by the region’s strong local economic potential and the ecological suitability of coastal lands to support sustainable blue economy development. The model is expected to shorten the spatial planning process from 8–12 years to approximately 1.5 years, increase coastal land productivity by at least 40 percent, and reduce coastal agrarian conflicts by up to 50 percent. These findings provide an operational contribution for local governments in realizing collaborative, productive, and equitable coastal governance toward sustainable blue economy development.
Structuration of Medical Record Management During The Transition Period at Surakarta Orthopedic Hospital Haryanti, Susi; Imbaruddin, Amir; Sudrajat, Agus; Suwarno, Yogi
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v11i2.78625

Abstract

Background of the study: This research describes the successful implementation of electronic medical record management during the transition period in Soeharso Orthopedic Hospital, Surakarta (RSO). This hospital is a specialized orthopedic hospital and is a national referral hospital. As a referral hospital, the hospital must provide maximum service to patients. The success of Electronic Medical Record (EMR) management during this transition period can be used as a reference for other hospitals in managing their medical record archives.Objective: to analyze the management of medical records during the transition from manual medical records to electronic medical records.Methods: This research uses qualitative approach with a case study design. Data sources come from interviews, FGD, observation and documentationResults: The success of medical records management in RSO during the transition period is not only determined by the availability of existing technology and policies, but also by the agent's ability to adapt and play an active role in forming a supportive structure.Conclusion: The success of RM management during the transition period is influenced by factors such as training and mentoring; management support; agent involvement in decision-making and the flexibility of the RSO organization.
Pengenalan Konsep Fisioterapi Wellness dan Pemeriksaan Kesehatan Dasar di SMAN 6 Cimahi Qudus, Abdul; Firmansyah Sumantri, Agung; Halomoan, Roni; Thesalonika, Lona; Sudrajat, Agus; Kusdiantini, Andini; Trimastuti, Wahyu; Gunawan, Ramdhan; Mecca Sufyana, Candra
PADMA Vol 2 No 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v5i1.2245

Abstract

The student period is a critical time for forming lifestyle patterns. Wellness physiotherapy emphasizes prevention, health promotion, and the formation of safe physical activity habits.The purpose of introducing the concept of wellness physiotherapy and conducting basic health checks for students at SMAN 6 Cimahi is to increase health awareness and detect early risk factors.The PKM activity took the form of group education and basic health screening (pre-activity questionnaires such as PAR-Q+, blood pressure measurement, body mass index, resting heart rate, sit-and-reach flexibility, and screening for health problems). The PKM activity took the form of group education and health screening examinations (pre-activity questionnairessuch as PAR-Q+, blood pressure measurements, body mass index, resting heart rate, sit-and-reach flexibility, and simple functional fitness measurements). The results were reported descriptively, and clinical follow-up was recommendedwhen necessary. Results from 120 participating students showed that 18% exhibited signs of high blood pressure/other risk factors requiring follow-up, 32%did not meet physical activity recommendations, and >85% reported increasedknowledge after the session. This program is effective as an initial intervention toincrease student health awareness and detect health issues requiringreferral.
Pelatihan Mind-Body Wellness dan Deteksi Dini Risiko Metabolik di Komunitas Pekerja Kelurahan Maleer, Bandung Halomoan, Roni; Thesalonika, Lona; Sudrajat, Agus; Trimastuti, Wahyu; Gunawan, Ramdhan
PADMA Vol 3 No 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v3i2.2261

Abstract

Worker health contributes greatly to productivity and social welfare. High levels of work stress, lack of physical activity, and unhealthy eating habits can increase the risk of metabolic diseases such as hypertension, diabetes mellitus, and obesity. This Community Service Activity (PKM) aims to increase the knowledge and awareness of workers in Maleer Village, Bandung, about the importance of balancing physical and mental health (mind-body wellness) and conducting early detection of metabolic risks. The implementation methods included health education, relaxation technique training (mindfulness breathing and progressive muscle relaxation), and basic health checks (blood pressure, blood sugar levels, and body mass index). A total of 30 participants from the working community took part in this activity. The results showed a 45% increase in knowledge after the training, and 30% of participants were found to have mild to moderate metabolic risks. This activity demonstrates that mind-body wellness training is effective in increasing public awareness and skills in maintaining physical and mental health.