Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Implementasi Booklet Bakteri Berbasis Uji Zona Hambat Lengkuas terhadap Escherichia col untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik Saleha, Zahrotin; Jumiarni, Dewi; Irawati, Sri; Yennita; Murniati, Neni; Zukmadini, Alif Yanuar; Halhaji, Prendi Niki
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diklabio.9.2.254-260

Abstract

Bahan ajar konvensional terkadang belum mampu meningkatkan minat baca dan pemahaman peserta didik yang berdampak pada hasil belajar, sehingga diperlukan adanya inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan hasil belajar kognitif peserta didik kelas X MIPA SMA Negeri 6 Kota Bengkulu pada materi bakteri, dan 2) mengetahui tingkat efektivitas booklet uji zona hambat lengkuas terhadap Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen, model Nonequivalent control group design dengan teknik purposive sampling. Kelas kontrol pada penelitian ini adalah kelas X MIPA D dengan kelas X MIPA A sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian berupa lembar pretest dan posttest. Sementara itu, model pembelajaran kedua kelas disamakan yakni cooperative learning tipe jigsaw. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada nilai rata-rata pretest kelas kontrol dan eksperimen, yakni sebesar 41,76 dan 40,28. Begitu pula setelah pembelajaran, tidak terdapat perbedaan signifikan pada nilai rata-rata posttest kelas kontrol dan eksperimen yakni sebesar 85,88 dan 86,39. Penggunaan booklet bakteri efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik di kelas eksperimen dengan nilai N-Gain pretest dan posttest sebesar 77%. Selain itu, peningkatan hasil belajar kognitif peserta didik di kelas eksperimen berada di kategori tinggi dengan nilai N-Gain 0,77
PENGEMBANGAN MEDIA ASSEMBLR EDU DENGAN MODEL PEMBELAJARAN ANCHORED INSTRUCTION PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN : Development of Assemblr Edu Media with an Anchored Instruction Learning Model for Environmental Pollution Material Riyanto; Ummah, Roisatul; Murniati, Neni; Saleh, Rahmat; Iza, Nikmatul
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diklabio.9.2.311-319

Abstract

Perkembangan teknologi telah mempengaruhi pola belajar generasi Alpha yang akrab dengan perangkat digital. Teknologi yang peneliti pilih sebagai media pembelajaran adalah teknologi Augmented Reality. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran Assemblr Edu berbasis teknologi Augmented Reality yang dikolaborasikan dengan model pembelajaran Anchored Instruction untuk materi pencemaran lingkungan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang disederhanakan menjadi tiga tahap. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas 7 SMP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media Assemblr Edu dengan model pembelajaran Anchored Instruction pada materi pencemaran lingkungan menunjukkan kategori “Sangat Valid” dengan dengan rata-rata skor 82,25%. Media Assemblr Edu dengan model pembelajaran Anchored Instruction pada materi pencemaran lingkungan dikategorikan sebagai media pembelajaran yang valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran
Studi Etnobiologi Masakan Tradisional di Pasar Baru koto dan Panorama Kota Bengkulu Sebagai Sumber Belajar Biologi Kasrina, Kasrina; Murniati, Neni; Anugrah, Tessa
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diklabio.9.2.320-328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tumbuhan dan hewan dalam masakan tradisional di Pasar Baru koto dan Panorama Kota Bengkulu. Penelitian ini adalah penelitian eksplorasi tumbuhan dan hewan yang digunakan dalam masakan tradisional dengan menggunakan lembar wawancara. Penelitian dilakukan di Pasar Baru koto dan Panorama, pada bulan Maret-Mei 2025. Berdasarkan hasil penelitian dari 23 masakan tradisional yang ditemukan terdapat 19 famili dari 42 spesies tumbuhan dan 4 famili dari 6 spesies hewan. Spesies tumbuhan dengan jumlah tertinggi adalah Bawang putih (Allium sativum) nilai UV sebesar 0.73 digunakan pada 17 masakan. Spesies hewan dengan jumlah penggunaan tertinggi adalah Ayam (Gallus gallus domesticus L.) nilai UV sebesar 0.34 digunakan pada 8 masakan. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah buah sebanyak 12 masakan dan pada hewan yakni daging sebanyak 6 masakan.
Etnobotani Tumbuhan Obat Masyarakat Adat Kesultanan Ternate Di Kelurahan Foramadiahi Sebagai Pengembang Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal Hidayat, Muhammad; Taher, Taufiq; Murniati, Neni
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diklabio.7.2.250-259

Abstract

Tanaman obat memberikan kontribusi yang sangat penting bagi kehidupan banyak orang, baik dalam aspek kesehatan maupun identitas budaya.  Hasil Penelitian pada Masyarakat Adat Foramadiahi ditemukan 20 spesies tanaman obat dan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat maupun masyarakat sekitar. Beberapa etnis di Maluku Utara yang telah diteliti berhubungan dengan etnobotani, hasil penelitian dijadikan sebagai bahan pengembangan buku ajar salah satunya adalah perspektif konservasi berbasis kearifan lokal dan etnobiologi keanekaragaman etnis Togutil yang hasilnya sebagai bahan pengembangan buku ajar. Selanjutnya hasil analisis kebutuhan mahasiswa 11% menyatakan bahan ajar sudah sesuai, 89% menyatakan kurang sesuai, 22% menyatakan mempunyai pengetahuan tentang tumbuhan obat dan 78% tidak memiliki, dimana 100% menganggap diperlukan pengetahuan tentang tanaman obat, 100% menyatakan tidak menggunakan media untuk belajar dan 100% sangat membutuhkan materi pembelajaran pada mata kuliah etnobotani. Sedangkan penilaian validasi materi oleh validator mendapatkan nilai sebesar 100% dengan kategori sangat tinggi dan penilaian validasi ahli media oleh validator mendapatka nilai sebesar 100% dengan kategori sangat tinggi dan layak untuk digunakan oleh mahasiswa.
Enhancing students' information literacy through project-based learning: A mini research on plant morphology identification Neni Murniati; Y. Yennita; Dinda Triski Oktaria Ha; R. Riyanto
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2025): MARCH
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpbi.v11i1.38918

Abstract

Plant morphology courses develop students’ understanding of plant structures and identification skills through mini-research activities. Effective species identification requires a literature review and the ability to find, evaluate, and use relevant information. This qualitative study examines students’ information literacy skills in completing plant identification projects using Project-Based Learning (PjBL). The research involved 63 biology education students enrolled in a plant morphology course. Data were collected through questionnaires assessing information literacy skills and portfolios documenting mini-research reports. Descriptive analysis revealed that the PjBL model enhanced students’ information literacy skills, with 65% classified as "in progress," indicating ongoing development. Students successfully identified various plant types, including ornamental plants, medicinal plants, shade trees, and fruit and vegetable plants. The ability to locate relevant information was a key factor in improving literacy skills. Additionally, collaboration, interest, and the use of technology supported students’ literacy development. These findings suggest that integrating PjBL into plant morphology courses can foster essential information literacy competencies.
Pengembangan Booklet Keanekaragaman Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Di Kawasan Air Terjun Sengkuang Kabupaten Kepahiang Materi Plantae Kelas X Sma/Ma Intania Oktaria; Yennita Yennita; Neni Murniati; Dewi Jumiarni; Irwandi Ansori; Abdul Rahman Singkam; Prendi Niki Halhaji; Rita Rahmayanti
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 10 No. 1 (2026)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diklabio.10.1.1-9

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan Booklet berdasarkan hasil keanekaragaman tumbuhan lumut (Bryophyta) di kawasan Air Terjun Sengkuang Kabupaten Kepahiang Materi Plantae Kelas X SMA/MA. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi dan lembar validasi/angket. Uji kelayakan booklet dilakukan oleh tiga orang validator ahli yaitu ahli materi, media dan praktisi pendidikan. Uji keterbacaan dilakukan kepada 15 orang siswa SMA Negeri 1 Kepahiang. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 14 spesies tumbuhan lumut yang terdiri dari 1 spesies lumut tanduk (Anthocerotopsida), 9 spesies lumut daun (Bryopsida), dan 4 spesies lumut hati (Hepaticopsida). Spesies tersebut yaitu: Polytrichum juniperinum, Hypnum plumaeforme, Vesicularia dubyana, Lophocolea bidentata, Philonotis turneriana, Leucobryum javense, Bryum billardieri, Fissidens bryoides, Neckera douglasii, Tortula ruralis, Dumortiera hirsuta, Marchantia emarginata, Marchantia polymorpha, dan Anthoceros punctatus. Kelayakan Booklet  tumbuhan lumut (Bryophyta) oleh 3 orang validator yaitu ahli materi 94,3%, ahli media 91,6%, dan bidang praktisi 95,5% dengan hasil rata-rata sebesar 93,8%. Presentase uji keterbacaan siswa terhadap Booklet sebesar 96% dengan kategori sangat baik. Kesimpulan hasil pengembangan Booklet berdasarkan hasil keanekaragaman tumbuhan lumut (Bryophyta) di kawasan Air Terjun Sengkuang Kabupaten Kepahiang Materi Plantae Kelas X SMA/MA sangat layak digunakan sehingga Booklet dapat diujicobakan dalam pembelajaran Biologi.
Ecoprint Pounding : Inovasi Berbasis Alam Lokal Bagi Siswa SMA Untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Neni Murniati; Alif Yanuar Zukmadini; Abdul Rahman; Syarif Hidayat; Rezki Citra Rahmadani
Suluh Abdi Vol. 8 No. 1 (2026): Suluh Abdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/suluhabd.v8i1.1387

Abstract

Kegiatan pembelajaran biologi di sekolah tidak hanya di dalam kelas, namun juga memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Sumber belajar yang berasal dari lingkungan salah satunya bahan organik dari tumbuhan seperti dedaunan dan bunga. Bahan organik tersebut dapat dijadikan media pembelajaran bagi siswa yang memanfatkan bentuk dan zat warna untuk membuat motif yang unik dan estetik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswa SMA Negeri 2 Bengkulu Selatan dalam bidang seni terapan yang ramah lingkungan melalui pelatihan teknik ecoprint pounding. Pelatihan ini memanfaatkan potensi alam lokal seperti daun, bunga, dan bahan alami lainnya yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar siswa. Pelaksanaan kegiatan melibatkan sesi edukasi tentang konsep ecoprint pounding hubungan antara kreativitas dan keberlanjutan lingkungan, serta kaitannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Metode pelatihan akan dilakukan secara partisipatif melalui pendekatan ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung. Peserta akan diajak membuat produk ecoprint sederhana seperti tote bag, atau kain hias. Hasil karya siswa juga direncanakan untuk dipamerkan dalam kegiatan penutupan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pengetahuan siswa SMA negeri 2 Bengkulu Selatan meningkat, tingkat pemahaman siswa mmendapat persentase sebesar 87,27& dan tingkat kepuasan siswa mendapat persentase sebesar 93,91 %. Dampak pelatihan ecoprint metode pounding ini dapat dijadikan media salah satu media pebelajaran berbasis linkungan dan mendukung mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Efektivitas Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Biologi Materi Klasifikasi Makhluk Hidup Karisya Salsabila; Neni Murniati; Yennita Yennita
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1332

Abstract

Rendahnya hasil belajar peserta didik pada materi klasifikasi makhluk hidup menunjukkan perlunya strategi pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan mampu mendorong keterlibatan peserta didik dalam proses pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X. Penelitian menggunakan metode quasi experimental dengan desain Nonequivalent Control Group Design yang melibatkan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest untuk mengukur aspek kognitif, serta lembar observasi dan angket untuk menilai aspek psikomotorik dan afektif. Analisis data dilakukan menggunakan uji t dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh rata-rata nilai posttest sebesar 83,67, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 48,07. Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,83 berada pada kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol hanya sebesar 0,19 pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa LKPD berbasis PBL lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik. Selain itu, penilaian aspek psikomotorik dan afektif juga berada pada kategori sangat baik. Dengan demikian, LKPD berbasis PBL efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi klasifikasi makhluk hidup.
Kajian Etnobiologi Tumbuhan dan Hewan yang digunakan dalam Ritual Adat Suku Rejang di Desa Talang Rasau, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu Kasrina; Emis Sapitri; Yennita; Irwandi Ansori; Neni Murniati
Jurnal Biosilampari : Jurnal Biologi Vol 8 No 2 (2026): Biosilampari: Jurnal Biologi
Publisher : Universitas PGRI Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62112/biosilampari.v8i2.680

Abstract

This study aimed to describe the plant and animal species utilized in the traditional rituals of the Rejang ethnic community and to calculate their Use Value (UV) indices. The research employed both qualitative and quantitative approaches. Qualitative data were collected through participant observation, in-depth interviews, and literature review. Respondents were selected using a purposive sampling method, while quantitative data were analyzed using the Use Value (UV) index to determine the relative importance of each species. The results showed that the Rejang community in Talang Rasau Village utilizes 24 plant species belonging to 17 families and 2 animal species belonging to 2 families in their traditional rituals. The plant species with the highest utilization were coconut (Cocos nucifera L.) and sedingin (Kalanchoe laciniata L.), each being used in 3 out of 6 traditional rituals and having a Use Value (UV) of 0.5. Among the animal species, goat (Capra aegagrus hircus) had the highest utilization, being used in 3 out of 6 traditional ritual activities with a Use Value (UV) of 0.5. These findings confirm that the frequency of a species’ use in traditional rituals is directly proportional to its Use Value, indicating that species used more frequently tend to have higher UV scores.
Fostering Students' Critical Thinking through ADI-SSI Learning Model: A Study in Plant Physiology Learning Yennita; Fitri Astriawati; Dewi Jumiarni; Neni Murniati
Jurnal BIOEDUIN : Program Studi Pendidikan Biologi Vol 16 No 2 (2026): Bioeduin: Agustus
Publisher : Department of Biology Education UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/bioeduin.v16i2.51854

Abstract

The Industrial Revolution 4.0 era demands higher education to produce graduates who not only master knowledge but also have critical thinking skills. However, observations of Biology Education students show that the ability to think critically is still low, especially in associating the concept of plant physiology with social and environmental issues. This study aims to analyze the effectiveness of the Argument-Driven Inquiry model integrated with Socio-Scientific Issues (ADI-SSI) in improving students' critical thinking skills in the Plant Physiology course. This study is a quasi-experiment with a non-equivalent pre-test and post-test experimental group design. The research sample is a fourth-semester student of the Biology Education Study Program, University of Bengkulu who was selected based on purposive sampling techniques. Students' critical thinking skills are measured using an instrument test in the form of a description prepared based on FRISCO indicators (focus, reason, inference, situation, clarity, overview). Data were analyzed using ANCOVA's Quade's Rank test, and the magnitude of influence was analyzed using effect size for the F (Eta Squared) test. The results showed a significant difference in students' critical thinking skills between the control class and the experimental class [F(1.68)=76.332; p<0.001] with a large effect size (η²=0.53). The highest increase occurred in the focus, situation, clarity, and overview indicators. These findings show that the integration of scientific inquiry with socioscientific issues is able to stimulate students to think logically, evaluate evidence objectively, and consider social and ethical dimensions in scientific argumentation. The ADI-SSI model has proven to be effective in fostering critical thinking skills while strengthening the relevance of biology learning to global challenges.